p-Index From 2021 - 2026
5.918
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TSAQAFAH

Relasi Agama dan Ilmu dengan Peradaban Dalam Perspektif Malik Bennabi Sujiat Zubaidi; M. Kharis Majid; Muttaqin Muttaqin
TSAQAFAH Vol 16, No 2 (2020): Islamic Theology
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v16i2.4999

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menemukan kerangka konsep dari sebuah peradaban dalam pandangan Malik Bennabi. Kajian tentang Malik Bennabi yang berkaitan dengan peranan ilmu dan agama sebagai dasar dari sebuah peradaban belum banyak dilakukan. Padahal Malik Bennabi merupakan seorang sosiolog muslim kontemporer yang sangat fenomal setelah Ibnu Khaldun. Dalam makalah ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan demikian maka penulis mencoba menganalisis corak pemikiran Malik Bennabi yang berkaitan dengan asal-usul munculnya sebuah peradaban, dilihat dari peranan agama dan ilmu di dalamnya.  Dalam kajian singkat ini, dapat dilihat bahwa sebuah peradaban terbentuk dari tiga unsur yaitu manusia, tanah dan waktu, yang mana ketiga unsur tersebut saja tidak mampu membentuk sebuah peradaban tanpa adanya katalisator yang disebut dengan agama. Agama sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu. Seperti halnya yang ada dalam peradaban Islam, antara agama dan ilmu merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Lain halnya dengan peradaban Barat yang ternyata agama di Barat sendiri tidak memiliki hubungan yang harmanonis dengan ilmu. Akan tetapi peradaban Barat bisa terwujud karena adanya sekularisme yaitu pemisahan antara agama dengan Ilmu. Dari dua corak peradaban tersebut, setidaknya masing-masing peradaban memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama dan juga ilmu, terlepas dari sebesar apa dan bagaimana agama dan ilmu tersebut  berperan dalam kemajuan peradaban tersebut.
Relasi Agama dan Ilmu dengan Peradaban Dalam Perspektif Malik Bennabi Sujiat Zubaidi; M. Kharis Majid; Muttaqin Muttaqin
TSAQAFAH Vol. 16 No. 2 (2020): Islamic Theology
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v16i2.4999

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menemukan kerangka konsep dari sebuah peradaban dalam pandangan Malik Bennabi. Kajian tentang Malik Bennabi yang berkaitan dengan peranan ilmu dan agama sebagai dasar dari sebuah peradaban belum banyak dilakukan. Padahal Malik Bennabi merupakan seorang sosiolog muslim kontemporer yang sangat fenomal setelah Ibnu Khaldun. Dalam makalah ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan demikian maka penulis mencoba menganalisis corak pemikiran Malik Bennabi yang berkaitan dengan asal-usul munculnya sebuah peradaban, dilihat dari peranan agama dan ilmu di dalamnya.  Dalam kajian singkat ini, dapat dilihat bahwa sebuah peradaban terbentuk dari tiga unsur yaitu manusia, tanah dan waktu, yang mana ketiga unsur tersebut saja tidak mampu membentuk sebuah peradaban tanpa adanya katalisator yang disebut dengan agama. Agama sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu. Seperti halnya yang ada dalam peradaban Islam, antara agama dan ilmu merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Lain halnya dengan peradaban Barat yang ternyata agama di Barat sendiri tidak memiliki hubungan yang harmanonis dengan ilmu. Akan tetapi peradaban Barat bisa terwujud karena adanya sekularisme yaitu pemisahan antara agama dengan Ilmu. Dari dua corak peradaban tersebut, setidaknya masing-masing peradaban memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama dan juga ilmu, terlepas dari sebesar apa dan bagaimana agama dan ilmu tersebut  berperan dalam kemajuan peradaban tersebut.
Co-Authors ., Yustizar Abdul Hakim Abdul Rozak Abdullah Muslich Rizal Maulana Abdullah, Muh. Tang Afifuddin, Muhammad Afrilia, Nurdiani Afriza, Afriza Ahmad Fadly Rahman Akbar Ahmad, Muh.Syarif Ainul Fuad Fitriansyah Ali Mahfuz Munawar Alif Rahmadi Rahmadi Amin, Al Amir Reza Kusuma Anam, Ruzig Khoirul Aryaputra, Akmal Raiky Asep Awaludin Asep Awaludin, Asep Asmarianti, Asmarianti Atthariq, Atthariq Azizah, Luthfiana Bernardus Yuliarto Nugroho Budi Supriyatno Chevira Yasin Putri Indriyanti Damayanti, Puardmi EDI SAPUTRA Efwinda, Shelly Farah, Ayuni Fitriyani, Alif Nur Gustini, Leni Handayani, Putri Dewi Haniiah, Ni'matul Haning, M. Thahir Harda Armayanto Hartaningrum, Trining Galuh Hikmawati, Hanifah Indira, Ayu Jamal Jamal Jamal Jamal Jamal Jamilah, Nurazizah Juellyan, Juellyan Kartini Wonsu, Andi Selvi Kasanah, Miftakul Nurul Kusumastuti, Qodriyana Laili Komariyah, Laili M. Kharis Majid Ma'rufi, Rosyidi Agus Mabruri, Mabruri Mahlil, Mahlil Marzuq, Muhammad Fauzan Maskhur, Mohammad Ali MAULIANA, DEASY Moh Agung Fambudi Moh. Husnul Affan Mubaidillah, Mubaidillah Muhamad, Trio Okta Muhammad Farid MUHAMMAD HARIS Muhammad Nur Rosyid Huda Setiawan Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan Muhammad Solihin, Muhammad Mujadid Qodri Azizi Muliati, Muliati Munip, Al Mursyidah Mursyidah Musfiroh, Ririn Mutasar Muzaki, Ivan Nasution, Alhafidh Naufal Ulya Nawawi, Munauwar NUR CHOLIFAH Pahlawati, Eny Fatimatuszuhro Palian, Yolanda Oktavia Prayogo, Tonny Ilham Purwaningsih, Yuliani Puspawardani, Novita Andriana puspitasari, niken siti Putra, Arif Pratama Rachma Fitriati Rahimullah, Rahimullah Ratnawati, Elfrida Renni Anggraini Rif’at Husnul Ma’afi Rif’at Husnul Ma’afi Riyansyah, Riyansyah Rizal, A. Rizka Amalia Yuniati Rosmaini Rosmaini, Rosmaini Rozzi Kesuma Dinata Sayekti, Mahendhi Pasca Ayu Setiawan*, Bambang siddiq, ilham Sidiq, Akbar A. Sileuw, Marwan Soni Yuda Ariyanto, Soni Yuda Suchahyadin, Hasan Sujiat Zubaidi Sumiati Sumiati Surahmi, Surahmi Syamsul Hadi Untung Taslim, Muh. Taufiq Saidi Wardono, Boby Hendro Wati, Yulika Widyawati, Andi Zulihi, Zulihi