Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Biochar Sekam Padi dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Peranggi pada Tanah Aluvial Abdurrafi, Alfin; Maulidi, Maulidi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50691

Abstract

Tanah aluvial yang digunakan sebagai media tanam cabai peranggi memiliki kekurangan berupa tekstur tanah yang liat dan pejal sehingga mengurangi potensi akar untuk berkembang, selain itu kandungan kalium yang rendah juga mengurangi kemampuan tanaman dalam menghasilkan buah. Penggunaan biochar sekam padi dan pupuk KCl sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh biochar sekam padi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu pemberian biochar sekam padi dan pupuk KCl yang masing-masing terdiri dari 0 g/tanaman + 6,8 g/tanaman (b0), 225 g/tanaman + 5,6 g/tanaman (b1), 450 g/tanaman + 4,5 g/tanaman (b2) dan 675 g/tanaman + 3,4 g/tanaman (b3). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 3 sampel. Jumlah unit percobaan sebanyak 60 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (batang), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar sekam padi sebesar 450 g/tanaman setara 15 ton/ha dan pupuk KCl sebesar 4,5 g/tanaman setara 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel volume akar dan berat buah per tanaman.Kata Kunci : Aluvial, Biochar, Cabai Peranggi, KCl
PENGARUH KOMBINASI KAPUR DOLOMIT DAN POC BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH GAMBUT Apriansa, Sona; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50797

Abstract

Pemberian kapur dolomit dan POC batang pisang pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman sawi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dilaksanakan dari tanggal 23 mei "“ 23 juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 taraf perlakuan. P1 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P2 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P3 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air, P4 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P5 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 3000 ml/ L air, P6 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/L air, P7 : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air , P8: Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P9: : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah klorofil daun, luas daun, jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman serta berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Kapur dolomit 15 ton/ha dan POC batang pisang 300ml/liter air merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Simanjuntak, David Remond; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50827

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut.
PERCEPATAN PERTUMBUHAN SETEK KRATOM TERHADAP PEMBERIAN ZPT GIBERELIN BERBAGAI KONSENTRASI Huri, Vuspita; Astina, Astina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.57763

Abstract

Kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi jika dikonsumsi dengan dosis rendah. Tingginya nilai ekonomi kratom sebagai obat herbal meningkatkan permintaan ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan budidaya pada tanaman kratom. Pembibitan kratom biasanya dilakukan secara generatif menggunakan bibit dan jarang sekali dilakukan secara vegetatif. Pembibitan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak membutuhkan waktu lama untuk panen dan memiliki sifat genetik yang sama dengan induk sehingga sifat unggul dari induk akan dapat dipertahankan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan pada setek kratom adalah pengaplikasian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT giberelin yang terbaik terhadap pertumbuhan setek kratom. Penelitian ini dilakukan di rumah penelitian yang terletak di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 minggu mulai dari bulan November-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan konsentrasi giberelin yaitu b0= 0 ppm, b1= 50 ppm (0,05 g/l), b2= 100 ppm (0,10 g/l), b3= 150 ppm (0,15 g/l), b4= 200 ppm (0,20 g/l). Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati diantaranya jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ZPT giberelin konsentrasi 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun pada setek kratom.Kata Kunci: giberelin, herbal, obat, setek kratom, vegetatif, zat pengatur tumbuh
PENGARUH KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Usmayadi, Dedy; Purwaningsih, Purwaningsih; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58127

Abstract

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang memiliki potensi sebagai lahan pertanian, namun tanah aluvial memiliki kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang ditanam pada tanah aluvial.Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial rancangan acak lengkap yang terdiri dari faktor pertama adalah kompos kulit pisang (K0 terdiri dari k1 = 10 ton/ha k2 = 15 ton/ha dan k3 = 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair keong mas (P) terdiri dari p1 = 150 ml/l; p2 = 250 ml/l; dan p3 = 350 ml/l, dengan berbagai variasi 3. variabel pengamatan terdiri dari volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/ tanaman dan berat segar.Hasil penelitian ini pertumbuhan dan hasil tanaman buncis ditentukan dengan kompos kulit kopi dan pupuk organik keong mas. Dosis efektif diperoleh sebesar 10 ton/ha dan konsentrasi 150 ml/l.Jumlah polong/tanaman buncis lebih dominan faktor tunggal kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas masing-masing pada dosis 15 ton/ha dan konsentrasi 350 ml, Kata kunci : Aluvial, Buncis, Kompos kulit kopi, POC keong mas
APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI Handayani, Anik; Purwaningsih, Purwaningsih; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58202

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi. Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.
PENGARUH LIMBAH BAGLOG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL VITCO, RAIMUNDUS; SUSANA, RINI; MAULIDI, MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58640

Abstract

Terung ungu merupakan tanaman sayuran yang memiliki rasa yang enak dikonsumsi dalam berbagai macam jenis olahan dan masakan serta mengandung gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antara limbah baglog dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Lokasi penelitian berada di Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dimulai pada 22 November 2021 sampai dengan 02 Maret 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih terung ungu varietas Laguna F1, tanah aluvial, polybag, limbah baglog, NPK dan pestisida. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayakan tanah, cangkul, parang, timbangan, pH meter, kamera, mistar, alat tulis, terpal, ember, gembor, pisau,cutter, kertas label, karung, meteran, termohigrometer digital dan alat-alat lainnya yang dapat menunjang penelitian ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah limbah baglog dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama adalah Limbah Baglog (B) terdiri dari 3 taraf yaitu: b1=20 ton/ha setara dengan 1260 g/polybag, b2=30 ton/ha setara dengan 1680 g/polybag dan b3=40 ton/ha setara dengan 2100 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK majemuk (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: p1=300 kg/ha setara dengan 12,6 g/polybag, p2=400kg/ha setara dengan 16,8 g/polybag dan p3=500kg/ha setara dengan 21,00 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat perbuah, diameter buah dan panjang buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis optimal dan efisien adalah interaksi 20 ton/ha limbah baglog dan 400 kg/ha NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial.Kata Kunci : Limbah Baglog, Pupuk NPK, Tanah Aluvial, Terung Ungu
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II Revo, Oktavianus; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60316

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai sumber pangan maupun pakan. Jarak antar baris dan dalam baris yang terlalu sempit akan membuat populasi tanaman meningkat sehingga serapan hara lebih tinggi yang mengakibatkan kompetisi unsur hara, air, sinar matahari, dan ruang tumbuh, selain itu proses fotosintesis tanaman juga terganggu dengan tajuk tanaman lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak antar baris dan dalam baris yang terbaik pada modifikasi sistem tanam double row tanaman jagung manis pada lahan gambut di Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di lahan milik bapak Sugianto yang berada di patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 Juli 2022 - 17 September 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu j1 =(15+15)cm x 80 cm, j2 =(20+20)cm x 80 cm, j3 =(25+25)cm x 80 cm, j4 =(30+30)cm x 80 cm, j5 =(35+35)cm x 80 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan terdiri dari volume akar, diameter batang, jumlah daun, bobot jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Hasil penelitian modifikasi jarak antar baris dan dalam baris pada sistem tanam double row berpengaruh nyata terhadap volume akar, diameter batang, berat jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dau. Jarak tanam (20 + 20)cm x 80 cm menunjukkan hasil terbaik dibandingkan modifikasi jarak tanam lainnya. Jarak tanam yang rapat menghasilkan produksi pertanaman sedikit, karena populasi tinggi, walaupun sedikit hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lebar. Jarak tanam lebar menghasilkan produksi pertanaman banyak dan kualitas yang bagus karena jumlah populasinya sedikit maka hasil produksi pertanaman lebih rendah dibandingkan jarak tanam rapat.Kata Kunci: Double Row, Jagung Manis, Jarak Tanam, Kompetisi Tanaman, Lahan Gambut
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LEGUMENOSE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH ALUVIAL Sanga Tariu, Are Pabayo; Asnawati, Asnawati; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60334

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to obtain the best interaction dose of bokasi legume and NPK fertilizer on the growth and yield of mustard greens on alluvial soil. This research started from 28 April "“ 28 May 2022, on Jl. Perdamian, Parit Banjar, Melati Hamlet, Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The study used a factorial design with a Completely Randomized Design (CRD) pattern consisting of 2 treatment level factors. and the second factor is the dose of NPK fertilizer in which each factor consists of 3 levels. Each treatment was repeated 3 times and the treatment unit contained 4 plant samples. The treatment in question is the first factor, the dose of bokasi legumes b1 = 20 tons/ha, b2 = 30 tons/ha, b3 = 40 tons/ha, and the second factor is the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely n1 = 50 kg/ha, n2 = 100 kg/ha, n3 = 150 kg/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, leaf area, root volume, fresh weight and dry weight. Based on the results of the study, it can be concluded that the provision of 30 tons/ha of legumenose bocation + 50 kg/ha of NPK fertilizer is an interaction that provides the most effective growth of mustard greensKeywords : alluvial soil, bokasi legumes, mustard greens, legume plant, NPK
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL SAWI HUMA pada TANAH ALUVIAL Jimiando, Mantius; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60337

Abstract

The purpose of this study was to obtain the best interaction of various doses of sawdust ash and NPK fertilizer on peat soil. The research was carried out on peat land, Jungle Jaya hamlet, Sungai Duri village, Sungai Raya sub-district, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The research design used was a randomized block design with 2 factors and 3 treatment levels. Powder ash factor consisting of a1=1.8 kg/plot, a2=2.7 kg/plot, a3=3.5 kg/plot and NPK fertilizer factor consisting of m1=22.25 gr/plot, m2= 37.50 gr/plot, m3=45.00 gr/plot. Planting is done by placing the seeds in each planting hole with a total of two seeds with a spacing of 25 cm x 25 cm per planting hole. Variable observations were made on plant height, plant dry weight, number of pods, weight of pods, number of filled pods, and number of seeds. The results showed that the application of sawdust ash and NPK fertilizer doses of 2.7 kg/plot and 37.50 g/plot had a significant effect on all observed variables.Keywords: compost empty bunches of oil palm, mustard huma, alluvial soil.
Co-Authors Abdurrafi, Alfin Adijaya, Mardan Adrianton Adrianton AGROTEKNOLOGI 2014, CHANDRA Agustina Listiawati Ahmad Burhan Hakim Andree Wijaya Setiawan Anik Handayani Annisa, Baaqiy Amri Apriani, Resti Apriansa, Sona Archendy, Andre Doggy ari krisnohadi Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Atthariq, Atthariq Aufia Aisa Aurelia, Zakia Bahendra, Rendi Bambang Widiarso Budiman, Agustinus Arif Bustami Bustami Darussalam Darussalam, Darussalam Denah Suswati Dhawiyarda, Iqbal Rizky Dini Anggorowati Dwi Raharjo Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Dwina, Novira Eddy Santoso Elegant, Yohana Febriani Elly Mustamir ema, ema Fadjar Rianto Farida Isroani Fitria Sari Ghivari, Haikal Hariyanti, Agus Heatubun, Antonius_tomy Hendri, Adrianus Henny Sulistyowati Hiromitsu, Kuno Huri, Vuspita Ihsan Ihsan Iin Arianti Inpurwanto Inpurwanto Ismail, Aji Sarif Jimiando, Mantius Juanda Junaidi Junaidi Kartika, Anna Silviyana Kitri, Atirsa KURNIA KURNIA, KURNIA Layo, Aldi Pernando LEANDER DONNY PEBRUANTO Lia, Jaima Oksa LIANI, RIMA Lutfiah, Rahmawati Magdalena Magdalena Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah Mariana Mariana Maswadi - Monica, Astri Muflih, Muhammad Iqbal Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Taufik Hidayat Muharrahman, Iqbal Mulyadi Safwan Mulyadin, Mulyadin Mustika Mustika Niko, Jordan Fanggie Nurjani Pambudi, Rian Pangestu, Abdur Rahman PERES, CHUWING Pujianto Pujianto Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Radian Radian Revo, Oktavianus Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Ridwan, Ridwan rini hazriani Rini Susana Rini Wahyuni Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Rivaldy, Ferdy Robertus Suryadinata, Robertus Rue, Getrudal Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Saetri, Nevi Safitri, Dwi Desri Sahat Irawan Manik Sandye, Michael Josua Sanga Tariu, Are Pabayo Santyago, Emanuel Wendi Sari, Pegi Sukma Sarwono Sarwono Sepoel, Adrianus Setia Budi Shenny Oktoriana Silalahi, Ferdinand Krismanto Simanjuntak, David Remond Siragah, Kristian Sakti Siti Hadijah Sona, Liliana sujito, bambang Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syahbani, La Muhammad Imam Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Usmayadi, Dedy vijay, vicky Virya, Lola Okta VITCO, RAIMUNDUS Wahyu Kurniawan Wanti Fitrianti Warganda Warganda Yana Yana, Yana Yanti, Yesi Yosua Edi Sukartono, Yosua Edi Yuliansyah Yuliansyah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuni, Oktaviani Yuniarti, Fitria Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti Zamroni Ishaq Ishaq