Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF PLANT SPACING AND CHICKEN MANURE ON GROWTH AND RESULT OF RICE PLANTS USING THE SRI METHOD ON TIDAL LAND Ema, Ema; Safwan, Mulyadi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31624

Abstract

This study aims to determine the effect of plant spacing and chicken manure on the growth and yield of rice plants by using the SRI method on tidal land and their interactions. The study was carried out in Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya District, on tidal land. This research was conducted from November 2017 - March 2018, using a divided plot design consisting of spacing of 20 cm x 20 cm, 30 cm x 30 cm, and 40 cm x 40 cm as sub plot and chickens manure 5 tons/ha and 10 tons/ha as main plot. Each treatment was repeated 4 times, with 5 sample plants per map. The observation variables in this study were plant height, maximum number of tillers, number of productive tillers, panicle length, total grain per panicle, percentage of filled grain per panicle, weight of 1000 grain items, weight of grain per clump and weight of grain per plot. The results showed that the treatment of spacing had a significant effect on the variable number of maximum tillers, number of productive tillers, total grain count per panicle, weight of 1000 grains and weight of grains per clump. The results of the analysis of the diversity of doses of chicken manure significantly affected plant height, number of tillers, number of productive tillers, weight of grain per grain and weight of paddy grain. Interactions between treatments only significantly affect the number of productive tillers. Effective spacing is found at a spacing of 40 cm x 40 cm, and the best dose of chicken manure is at a dose of 10 tons/ha. Interactions occur in observing the number of productive tillers, namely the best combination at a spacing of 40 cm x 40 cm and the provision of 10 tons/ha of chickens manure.Keywords : rice, spacing , chicken manure, situ bagendit variety, SRI method.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH PMK Rue, Getrudal; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38786

Abstract

PENGARUH POC LIMBAH SAYURAN HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Getruda Laruwe1), Dwi Zulfita 2) dan Maulidi 3)1)Mahasiswa Fakultas Pertanian 2)Staf Pengajar Universitas Tanjungpura 3)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning. dilaksanakan dari tanggal 3 Februari 2019 "“ 6 Maret 2019. Yang berlokasi di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut p1 = 5 ml/liter air POC limbah sayuran hijau , p2= 10 ml/liter air POC limbah sayuran hijau, p3= 15 ml/liter air POC limbah sayuran hijau, p4= 20 ml/liter air POC limbah sayuran hijau, p5= 25 ml/liter air POC limbah sayuran hijau. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Volume Akar (cm3), Jumlah Daun (helai), Berat Kering Tanaman (g), Luas Daun Total (cm2) dan Berat Segar Tanaman (cm2). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning tetapi konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning ditunjukkan dengan pemberian POC konsentrasi 10 ml/liter air.Kata Kunci: POC limbah sayuran hijau, sawi hijau ,Tanah Podsolik Merah Kuning
APLIKASI BOKASI LIMBAH KULIT KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE (Brassica oleracea var. acephala) PADA TANAH ALUVIAL Elegant, Yohana Febriani; Maulidi, Maulidi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42538

Abstract

Kale merupakan salah satu jenis kubis daun yang tidak membentuk krop. Tanah aluvial merupakan salah satu media tanam yang memiliki kendala yaitu struktur tanah yang keras, tekstur yang liat, rendahnya kandungan unsur hara, kejenuhan basah yang rendah, dan sifat yang masam. Usaha yang dilakukan untuk perbaikannya dengan menambah bahan organik yaitu bokasi limbah kulit kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : b1 (300 g/polybag), b2 (600 g/polybag), b3 (900 g/polybag), b4 (1.200 g/polybag), dan b5 (1.500 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), luas daun (cm2) berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman(g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik tetapi dosis yang efisien ditunjukkan dengan pemberian bokasi limbah kulit kacang hijau dengan dosis 600 g/polybag.Kata kunci : Bokasi Limbah Kulit Kacang Hijau, Kale, Tanah Aluvial
PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Santyago, Emanuel Wendi; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Agustus 2020 dilokasi yang terletak di Jalan Parit Demang Dalam, Gang Kulang Kulit kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor (P) yaitu 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1=pupuk hayati + NPK (100 kg/ha setara dengan 3 g/polibag), p2=pupuk hayati + NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag), p3=pupuk hayati + NPK (300 kg/ha setara dengan 9 g/polibag) + pupuk hayati, p4= NPK (400 kg/ha setara dengan 12 g/polibag) tanpa pupuk hayati. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang secara keseluruhan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK dengan perlakuan pemberian kombinasi pupuk hayati + pupuk NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag) mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK dapat meningkatkan efisiensi dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK hingga 50%.
EFEKTIVIITAS BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Mustika, Mustika; safwan, mulyadi; maulidi, maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45429

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pada budidaya tanaman tomat adalah tanaman tomat tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan jenis mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Maret 2020 di Desa Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel perbedengan. Perlakuan tersebut terdiri dari: mulsa batang pisang (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa alang-alang (M2), mulsa sekam padi (M3), dan mulsa plastik hitam perak (M4). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), jumlah buah perpetak (buah), berat buah perpetak (g) dan pengamatan lingkungan. Dari hasil penelitian perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), jumlah buah perpetak (buah), sehingga diambil kesimpulan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan hasil tertinggi pada beberapa variabel, namun penggunaan mulsa organik seperti mulsa batang pisang, mulsa jerami padi, mulsa alang-alang dan mulsa sekam padi sudah cukup efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial Kata Kunci : Jenis Mulsa, Tanah Aluvial, Tomat
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Gambas Akibat Pemberian Poc Kulit Pisang Pada Tanah Gambut vijay, vicky; bandem, putu dupa; maulidi, maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45478

Abstract

Gambas (Luffa acutangula L Roxb), tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram buah gambas adalah kalori 18 kal, protein 0,8 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 4,1 g, kalsium 19 mg, fosfor 33mg, besi 0,9 mg, (Sunarjo 2000). Buah gambas berkhasiat sebagai pengobatan radang telinga, batuk, batuk rejan, bronchitis, terkilir/keseleo dan kudis. Di indonesia tanaman gambas masih belum menjadi komoditi utama para petani khususnya kalimantan barat sehingga sulit untuk menentukan sentra tanaman gambas, luas panen dan besarnnya produksi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai juni 2020 di Pontianak, jalan ahmad yani gg rigin sari 2. dengan metode ral dengan 5 perlakuan pemberian poc kulit pisang pada tanaman gambas di tanah gambut dengan konsentrasi P1 (5 ml/liter air), P2 (10 ml/liter air), P3 (15 ml/liter air), P4 (20 ml/liter air), P5 (25 ml/liter air) . Dengan variable pengamatan yaitu volume akar, berat buah pertanaman, Panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman.dan hasil dari penelitian tersebut adalah dengan pemberian POC limbah kulit pisang dengan konsentrasi 25 ml/liter air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil gambas. Namun konsentrasi yang efektif yaitu 15ml/liter air.
PENGARUH KAPUR DAN BIOURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT LIANI, RIMA; MAULIDI, MAULIDI; PRAMULYA, MUHAMMAD
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kapur, konsentrasi biourine dan interaksi kapur dan biourine yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman loabk pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen factorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu kapur (k) dan biourine (b). Kapur terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 (112 g/polybag), k2 (167 g/polybag), dan k3 (220 g/polybag), faktor biourine terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 (20%), b2 (40% dan b3 (60%), terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri 3 tanaman sampel. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k1b1, k1b2, k1b3, k2b1, k2b2, k2b3, k3b1, k3b2, dan k3b3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu jumlah daun (helai), klorofil daun (spad unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar (g), berat umbi (g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan interaksi kapur dan biourine pada tanah gambut dan pada perlakuan kapur tidak ditemukan dosis terbaik tetapi memberikan hasil yang sama . Konsentrasi biourine terbaik pada berat kering tanaman pada konsentrasi 20%.
PENGARUH BOKASI Hydrila verticilata L. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH ALUVIAL Pujianto, Pujianto; Maulidi, Maulidi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48784

Abstract

Kale adalah jenis sayuran yang memiliki nilai gizi cukup komplit yaitu kalori, lemak, natrium, kalium, kabohidrat, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi Hydrilla verticillata L. yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kale pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan ketinggian tempat 2 meter dpl. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 5 Maret - 22 April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Masing-masing unit perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman dengan total keseluruhan 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b0= tanpa bokasi Hydrilla verticillata L., b1= 300 g/polybag bokasi Hydrilla verticillata L., b2= 600 g/polybag Hydrilla verticillata L., b3= 900 g/polybag Hydrilla verticillata L., b4= 1200 g/polybag Hydrilla verticillata L., b5= 1500 g/polybag Hydrilla verticillata L.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. pada berbagai dosis berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap variabel volume akar, kadar kehijaun daun, jumlah daun dan berat segar tanaman. Dimana diketahui bahwa berat kering pada pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. dosis 1500 g/polybag berbeda nyata dengan pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. dosis 0 g/polybag tetapi berbeda tidak nyata dengan dosis 300 g/polybag, 600 g/polybag, 900 g/polybag dan 1200 g/polybag. Pada umumnya semua dosis bokasi Hydrilla verticillata L. yang diujikan pada penelitian ini sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah aluvial, tetapi dosis efektif bokasi Hydrilla verticillata L. adalah 300 g/polybag.Kata kunci : Kale, bokasi Hydrilla verticillata L., tanah aluvial
PENGARUH BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG EDAMAME PADA TANAH GAMBUT PERES, CHUWING; MAULIDI, MAULIDI; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49142

Abstract

Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman kacang edamame. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis biochar tongkol jagung dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Komplek Purnama Agung Permai Kota Pontianak, mulai dari Februari sampai April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis biochar tongkol jagung dengan 3 taraf (4 ton/ha, 6 ton/ha, dam 8 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 180 kg/ha, dan 210 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian berbagai dosis biochar tongkol jagung dan pupu NPK tidak terdapat interaksi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Biochar tongkol jagung 6 ton/ha merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan kacang edamame berdasarkan karakter tinggi tanaman 3 MST. Dosis pupuk NPK 210 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan jumlah polong dan berat polong per tanaman. Kata Kunci : Biochar tongkol jagung, kacang edamame, pupuk NPK, tanah gambut
Penggunaan Berbagai Jenis Bioaktivator pada Pembuatan Bokasi Limbah Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Aluvial Monica, Astri; Maulidi, Maulidi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49523

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan utama di Indonesia setelah padi dan jagung, dimana produk olahan dari kedelai seperti tahu, tempe, dan kecap. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Namun, sampai saat ini kebutuhan kedelai di Indonesia belum dapat mencapai swasembada kedelai, sehingga terpaksa diimpor setiap tahun. Maka untuk memenuhi kebutuhan kedelai sekitar 2 juta ton/tahun pemerintah mengimpor sekitar 60% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bioaktivator pada pembuatan bokasi limbah ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan berbagai jenis bioaktivator. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Jenis bioaktivator yang diberikan dalam taraf perlakuan (A, B, C, D, E) terdiri dari: A = Bioaktivator EM-4, B = Bioaktivator M-21, C = Bioaktivator BeKa, D = Bioaktivator Yakult, E = Bioaktivator Trichoderma sp. Variabel yang diamati meliputi volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, jumlah polong, berat 100 biji kering dan berat kering biji pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bokasi limbah ampas tahu dengan berbagai jenis bioaktivator berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat 100 biji kering, berat biji kering pertanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis bioaktivator pada proses pembuatan bokasi limbah ampas tahu dengan bioaktivator M-21, BeKa, Yakult dan Trichoderma sp. sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah aluvial.
Co-Authors Abdurrafi, Alfin Adijaya, Mardan Adrianton Adrianton AGROTEKNOLOGI 2014, CHANDRA Agustina Listiawati Ahmad Burhan Hakim Andree Wijaya Setiawan Anik Handayani Annisa, Baaqiy Amri Apriani, Resti Apriansa, Sona Archendy, Andre Doggy ari krisnohadi Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Atthariq, Atthariq Aufia Aisa Aurelia, Zakia Bahendra, Rendi Bambang Widiarso Budiman, Agustinus Arif Bustami Bustami Darussalam Darussalam, Darussalam Denah Suswati Dhawiyarda, Iqbal Rizky Dini Anggorowati Dwi Raharjo Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Dwina, Novira Eddy Santoso Elegant, Yohana Febriani Elly Mustamir ema, ema Fadjar Rianto Farida Isroani Fitria Sari Ghivari, Haikal Hariyanti, Agus Heatubun, Antonius_tomy Hendri, Adrianus Henny Sulistyowati Hiromitsu, Kuno Huri, Vuspita Ihsan Ihsan Iin Arianti Inpurwanto Inpurwanto Ismail, Aji Sarif Jimiando, Mantius Juanda Junaidi Junaidi Kartika, Anna Silviyana Kitri, Atirsa KURNIA KURNIA, KURNIA Layo, Aldi Pernando LEANDER DONNY PEBRUANTO Lia, Jaima Oksa LIANI, RIMA Lutfiah, Rahmawati Magdalena Magdalena Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah Mariana Mariana Maswadi - Monica, Astri Muflih, Muhammad Iqbal Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Taufik Hidayat Muharrahman, Iqbal Mulyadi Safwan Mulyadin, Mulyadin Mustika Mustika Niko, Jordan Fanggie Nurjani Pambudi, Rian Pangestu, Abdur Rahman PERES, CHUWING Pujianto Pujianto Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Radian Radian Revo, Oktavianus Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Ridwan, Ridwan rini hazriani Rini Susana Rini Wahyuni Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Rivaldy, Ferdy Robertus Suryadinata, Robertus Rue, Getrudal Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Saetri, Nevi Safitri, Dwi Desri Sahat Irawan Manik Sandye, Michael Josua Sanga Tariu, Are Pabayo Santyago, Emanuel Wendi Sari, Pegi Sukma Sarwono Sarwono Sepoel, Adrianus Setia Budi Shenny Oktoriana Silalahi, Ferdinand Krismanto Simanjuntak, David Remond Siragah, Kristian Sakti Siti Hadijah Sona, Liliana sujito, bambang Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syahbani, La Muhammad Imam Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Usmayadi, Dedy vijay, vicky Virya, Lola Okta VITCO, RAIMUNDUS Wahyu Kurniawan Wanti Fitrianti Warganda Warganda Yana Yana, Yana Yanti, Yesi Yosua Edi Sukartono, Yosua Edi Yuliansyah Yuliansyah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuni, Oktaviani Yuniarti, Fitria Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti Zamroni Ishaq Ishaq