Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Respon nilai kekerasan, kadar air dan total padatan terlarut buah jambu kristal pada berbagai jenis kemasan dan masa simpan Kusumiyati Kusumiyati; Ine Elisa Putri; Yuda Hadiwijaya; Syariful Mubarok
Jurnal Agro Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4142

Abstract

Penurunan kualitas selama penyimpanan merupakan permasalahan yang seringkali ditemui pada pascapanen buah jambu kristal. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat. Penanganan pascapanen yang umum digunakan adalah dengan penggunaan kemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan berbagai kemasan dan masa simpan terhadap nilai kekerasan, total padatan terlarut (TPT) dan kadar air buah jambu kristal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pengemasan (tanpa kemasan (kontrol), plastik wrapping, koran) dan faktor kedua adalah masa simpan (0, 4 dan 8 hari). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan analisis sidik ragam (ANOVA), selanjutnya diuji Duncan dengan taraf 5%. Hasil yang didapatkan menunjukkan tidak terjadi interaksi antara jenis kemasan dan masa simpan terhadap nilai kekerasan, TPT dan kadar air buah jambu kristal. Namun, jenis kemasan koran menampilkan nilai kekerasan buah jambu kristal yang lebih rendah daripada perlakuan tanpa kemasan (kontrol) dan plastik wrapping, sedangkan masa simpan 0 hari memperlihatkan nilai kekerasan buah jambu kristal yang lebih tinggi dibandingkan dengan masa simpan 4 dan 8 hari. Nilai kekerasan buah mengalami penurunan setelah 4 hari penyimpanan. Penggunaan kemasan berupa plastik wrapping dan koran tidak lebih baik dibandingkan dengan tanpa pengemasan (kontrol) terhadap nilai kekerasan pada buah jambu kristal.ABSTRACT Losses during storage is often encountered in postharvest of crystal guava fruit. Therefore, proper handling is needed. Packaging is the most commonly performed postharvest handling. The purpose of this study was to examine the relationship of various packagings and storage periods to the values of firmness, total soluble solids (TSS) and water content of crystal guava fruit. This study used factorial arrangement of completely randomized design (CRD) with four replications. The first factor was packagings (without packaging (control), wrap plastic and paper) and the second factor was storage periods (0, 4, and 8 days) in room temperature (±250C). The data obtained then processed using analysis of variance (ANOVA), then duncan test was carried out with a level of 5%. The results showed no interaction between the types of packaging and storage periods to the values of firmness, TSS and water content of crystal guava fruit. However, the paper packaging presented the firmness value which was lower than without packaging (control) and wrap plastic, whereas the 0 day storage showed the firmness value fruit which was higher than the 4 and 8 days storage. Value of fruit firmness decreased after 4 days of storage. The use of packaging in the form of wrap plastic and paper were not better than without packaging (control) to the firmness of the crystal guava fruit.
Kualitas ubi kentang pada dosis pupuk NPK dan umur panen yang berbeda Kusumiyati Kusumiyati; Diky Indrawibawa; Syariful Mubarok; Gustiono Tegar Prasetyo
Jurnal Agro Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/12292

Abstract

Semakin tingginya permintaan bahan baku kentang untuk french fries khususnya, perlu diimbangi oleh peningkatan suplai kentang dengan kualitas yang memenuhi persyaratan skala industri. Aplikasi dosis pupuk NPK yang tepat serta umur panen yang sesuai merupakan strategi dalam meningkatkan kualitas kentang. Penelitian bertujuan untuk menentukan  dosis pupuk NPK dan umur panen yang dapat menghasilkan ubi kentang dengan kualitas olah terbaik. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu dosis pupuk NPK (50, 100, 150% dosis rekomendasi) dan umur panen (90, 105, 120 HST). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK dan umur panen tidak memperlihatkan interaksi. Kadar air dan gula reduksi tidak dipengaruhi oleh perlakuan dosis pupuk dan umur panen. Perlakuan dosis pupuk 150 kg N ha-1, 225 kg P ha-1, dan 225 kg K ha-1 menunjukkan kadar pati ubi tertinggi dengan tingkat kerenyahan french fries paling disukai. Perlakuan umur panen 120 hari setelah tanam (HST) memberikan kadar pati dan tingkat kesukaan warna dan kerenyahan french fries paling tinggi. AbstractThe potato demand is increasing, as a raw material for french fries in particular, yet followed by potato improvement to fulfil the industry requirement. The application of NPK fertilizer in appropriate dosage and harvesting time is the essential strategy to increase potato quality. This study aimed to determine the proper dosage of NPK and harvesting time to obtain the best characteristics of potato tuber for processing. The experimental design used a factorial randomized block design consisting of two factors; NPK fertilizer dosages (50, 100, 150% recommended dosage) and harvesting time (90, 105, 120 DAP). NPK fertilizer dosage had no interaction with harvesting time. Tuber water content and reducing sugars were not affected by NPK fertilizer dosage and harvesting time. The treatment of 150 kg N ha-1, 225 kg P ha-1 and 225 kg K ha-1 had the best tuber starch content, and after processing to be french fries, it showed the most favored crispness. Meanwhile, harvesting time at 120 DAP resulted in the highest tuber starch content, french fries colour and crispness score. Giving a certain dose of NPK fertilizer will affect the quality of potato tubers. The right harvesting time affects on the potato tuber quality.  
Pengujian berbagai eksplan kentang (Solanum tuberosum L.) dengan penggunaan konsentrasi BAP dan NAA yang berbeda Fitri Widya Lestari; Erni Suminar; Syariful Mubarok
Jurnal Agro Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/1348

Abstract

Rendahnya produksi kentang di Indonesia disebabkan oleh ketersediaan benih kentang bermutu hasil dari metode konvensional yang kurang memadai. Metode kultur jaringan mampu menghasilkan bibit bermutu dan bebas virus, dalam jumlah banyak serta waktu yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi 6-benzylaminopurine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) terbaik pada berbagai eksplan untuk pertumbuhan tunas meriklon kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik secara in vitro. Percobaan dilaksanakan pada November 2016 sampai Februari 2017 di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan sebagai rancangan percobaan yang terdiri dari dua unit percobaan terpisah yaitu unit eksplan meristem interkalar dan meristem apikal, masing-masing delapan perlakuan dan empat ulangan. Media Murashige and Skoog (MS) digunakan sebagai media dasar dengan penambahan BAP (0,0 mg L-1; 1 mg L-1; 1,5 mg L-1; 2 mg L-1) dan NAA (0,0 mg L-1; 0,5 mg L-1). Hasil menunjukkan konsentrasi BAP 1 mg L-1 merupakan perlakuan yang paling baik dalam menghasilkan jumlah tunas, cabang, daun dan buku pada eksplan meristem interkalar. Pada eksplan meristem apikal, penambahan BAP dan NAA belum mampu meningkatkan pertumbuhan eksplan. Meristem interkalar yang diberi auksin dan sitokinin berpotensi menjadi bahan alternatif eksplan meriklon kentang selain meristem apikal. The production of potato in Indonesia is low due to the limited number of high quality potato seeds produced from the conventional methods. The tissue culture methods can be used to produce high quality and virus-free seeds in more reliable number in a short time. Randomized Completely Design (RCD) was used as the experimental design consisted of two separate trial units namely intercalary meristem and apical meristem explants units with eight treatments and four replications of each. Murashige and Skoog (MS) was used as the base media added with BAP i.e. 0.0 mg L-1; 1 mg L-1; 1.5 mg L-1; 2 mg L-1 and NAA 0.0 mg L-1 and 0.5 mg L-1. Results showed that concentration of BAP 1 mg L-1 generated the best results on the number of shoots, branches, leaves and nodes on meristem intercalary explant. Meanwhile on apical meristem explant, the addition of BAP and NAA had not yet improved the explant growth. Intercalary meristem added with auxin and cytokinin is potential as alternative of mericlone explants material of potato besides the apical meristem.
Pertumbuhan dan Perkembangan Jaringan Meristem Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Kultivar Katumi Secara In Vitro Lamro Purba; Erni Suminar; Denny Sobardini; Wieny Rizky; Syariful Mubarok
Jurnal Agro Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/1344

Abstract

This study aimed for knowing and obtaining the best concentration of kinetin and NAA interaction effects in influencing the shoot induction, knowing how the plant growth regulators in induction mediastill affect the shoot additionin the MS0media and also knowing the largest number of roots in rooting media for shallot by in vitro. The experiment was conducted at Laboratory of Tissue Culture Seed Technology, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, during January 2011 until May 2011. This experiment divided in 3 stages, namely shoot induction stage, shoot subculture to MS0 media stage and shoot subculture to rooting media stage. Experimental method used in the shoot induction stage was factorial Completely Randomized Design with three replications. The first factor was the kinetin with four levels,0, 1, 2, and 3 mg L-1. The second factor was the NAA with three levels, as 0, 0.01, and 0.1 mg L-1. Basic media used for each treatment was MS. The experiment result showed there was an interaction between kinetin and NAA on shoot induction stagewith the plantlet height, leaf number, and shoot addition. The best result for leaf number was gained from interaction with 2 mg L-1 kinetin without NAA,while the treatment of 2 mg L-1 kinetin with 0.01 mg L-1 NAA gave a better interaction for theshoot addition variable.
Co-Authors A Salimah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullakasim, Supatida Abraham Suriadikusumah Ade Ismail Ade Ismail Ade Risti Oktavia Ade Setiawan Adinda Cikal Amalia Agung Karuniawan Agung Rahmadi Agung Rahmadi Agus Wahyudin Aida Fadlilah Rahmani Ainun Fadilah Al Aufa, Elfa Muhammad Ihsan Al- Adawiah, Alin Robial Alin Robiah Al Adawiyah Alin Robial Al- Adawiah Amalia, Inneke Anas Anas Anas Anas, Anas Andianingsih, Nindi ANNE NURAINI Anni Yuniarti Ardika Albi Fauzi Arif Affan Wicaksono Arin Rosmala Ariyanto, Nur Budi Arrin Rosmala Asyifa Mardatillah Ayu Ratna Ningrum Azizah, Annisa Nanda Nur Bachtiar, Nedya Putri Bambang Nurhadi Bayu Pradana Nur Rahmat Boy Macklin Pareira Prawiranegara Ceppy Nasahi Christine Angel Cinthiya Muizz Abita Sari Citra Bakti, Citra Danar Dono Darmawan, Ricco Basarestu Debby Ustari Dedeh Jubaedah Denny Sobardini Denny Sobardini Denny Sobardini Sobarna Denny Sobardini Sobarna Desi Maulida Dewi, Tessa Prima Dikdik Kurnia Diky Indrawibawa dilla febria, dilla Dinnur Afiifah Dinnur Afiifah, Dinnur Drikarsa, Drikarsa Ega Raisya Ega Raisya Elfira Rosalita Elma, Tiara Elok Zubaidah Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erizon, Meisyela Salsabila Erni Erni Erni Suminar Eva Aprilia Ezura, Hiroshi Fadilah, M. Fariz Farida Farida Damayanti Farida Farida Farida Farida Farida Farida Fauzi, Ardika Albi Fauzi, Ardika Albi Fiky Yulianto Wicaksono Fitri Widya Fitriatin Fitri Widya Lestari Fitrianti Widya Lestari Giyarto, Gunes Gungun Wiguna Gungun Wiguna Gustiono Tegar Prasetyo Hamiranti, Rahmadyah Herjayanto, Muh. Hiroshi Ezura Hiroshi Ezura Hiroshi Ezura Ine Elisa Putri Ine Elisa Putri Ine Elisa Putri Inneke Amalia Jajang Sauman Hamdani Kartina Kartina Kusumadewi, Vira Kusumiyati Kusumiyati Lamro Purba Lestari, Rahma Wati Lilis Sugiarti Lisa Erfa Luciana Djaya, Luciana Maolana, Adrian Maritha, Vevi Masako Akutsu Maulana, Yusuf Eka Maura Zhafira Putri Meisyela Erizon Mia Munggarani Mira Ariyanti Mita Indriani Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mochammad Arief Soleh Mochammad Imron Awalludin Muhamad Joddy Ramadhan Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Abdillah Hasan Qonit Muhammad Faizal Fathurrohim Muhammad Rizki Muhardiono, Iman Munir, Misbakhur Murgayanti Murgayanti Mustika Arsri Nedya Deninta Neni Rostini Nindi Andianingsih Nisa, Kahirun Nita Suswati Endah Rini Noladhi Wicaksana Noor Istifadah Nur Azizah Romadhoni Nur Budi Ariyanto Nurlilasari, Puspita Nursuhud Nursuhud Pujawati Suryatmana Putri, Adinda Rosmaya Putri, Azizah Tiara Putri, Dina Qonit, Muhammad Abdilah Hasan Rachmad Akbar Rahma, Siti Auliya Rahmat Budiarto Rahmat, Bayu Pradana Nur Raisya, Ega Rani Andriani Budi Kusumo Rija Sudirja Rika Bhernike Sitepu Rika Meliansyah Rina Hermawati, Rina Risa Nurul Falah Rohmatulloh, Rizal Roni Gumilar Rosniawati, Santi Rufaidah, Fathi Ruminta Ruminta Saadah, Imas Rita Saifullah, Ipul Salsabila Dwi Ananda Santi Rosniawaty Santika Sari Sari, Cinthiya Muizz Abita Sari, Dwi Novanda Saskia Pratiwi SIska Rasiska, SIska Siti Julaeha, Siti Siti Rakhmah Tenrisui Pakki Siti Rakhmah Tenrisui Pakki Sitompul, Kiki Nuratni Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sudarjat Sugiono Sugiono Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Suryaman, Teguh Firman Susiyanti, Susiyanti Taisa, Rianida Tiara Elma Toto Sunarto Usman Setiawan Varinto, Irvan Venny Revia Viola Vevi Maritha Vijaya Isnaniawardhani Wahyu Ferdiyansyah Wahyu Prajaka, Nanang Waluyo, Nurmalita Wawan Sutari Wibawa, Rangga Widayani, Neneng Sri Wieny Marma Jaya Wieny Rizky Y Rochayat Y Setiati Yayat Rochayat Suradinata Yenny, Ratna Fitry Yuda Hadiwijaya Yuda Hadiwijaya Yudhistari Sihombing Yuliana Kolo Yulianto, Fiky Yusup Hidayat Zulfatunnisa, Zulfatunnisa