Claim Missing Document
Check
Articles

SODIUM ALGINAT SEBAGAI BAHAN FORMULASI GRANULAR NEMATODA ENTOMOPATOGEN, Steinernema sp. Irwanto Sucipto; Hari Purnomo; Wildan Muhlison
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6469

Abstract

Salah satu alternatif yang berpotensi sebagai agen hayati untuk hama Lepidiota stigma Fabr. (Coleoptera: Scarabaeidae)adalah nematoda entomopatogen karena aman, aktif mencari inang, memiliki kisaran inang yang luas dan ramah lingkungan. Meskipun juvenil infektif nematoda entomopatogen dapat disimpan selama beberapa bulan di air dalam refrigator, biaya yang mahal dan kesulitan mempertahankan kualitas menjadi penghalang pada metode ini. Jadi, biasanya nematoda diformulasikan dalam bentuk padat atau semi padat setelah diproduksi. Salah satu metode formulasi yang dapat digunakan adalah formulasi gel alginat. Pengamatan dilakukan terhadap tiga variabel yaitu ketahanan bentuk formulasi gel alginat, viabilitas dan virulensi Steinernema sp. isolat lokal pada formulasi gel alginat. Ketahanan bentuk formulasi ditentukan dengan mengukur ukuran formulasi menggunakan alat pengukur (penggaris). Viabilitas nematoda ditentukan dengan membandingkan jumlah nematoda hidup (per gram granul dan per 10 gram granul) sedangkan virulensi nematoda ditentukan dengan menghitung persentase kematian L. stigma dan Tenebrio molitor pada setiap perlakuan. Pengamatan ketahanan bentuk formulasi, viabilitas dan virulensi tersebut diamati setiap minggu selama 2 bulan setelah pembuatan formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi gel alginat akan lebih stabil dan tahan lama apabila disimpan pada suhu 200C. Kombinasi jenis isolat dan suhu penyimpanan untuk formulasi gel alginat yang terbaik adalah penggunaan Steinernema sp.isolat Kediri yang disimpan pada suhu 200 C karena viabilitasnya lebih tinggi daripada isolat lainnya 
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA PAKAN Corcyra cephalonica S. TERHADAP PARASITASI Trichogramma sp. Qorinatul Ulya; Wildan Muhlison; Hari Purnomo; Irwanto Sucipto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6455

Abstract

Trichogramma sp. merupakan salah satu jenis parasitoid telur yang mulai banyak dikembangkan sebagai agens pengendalian hayati yang dapat membantu mengatasi masalah hama pada pertanian. Perbanyakan dilakukan secara massal di laboratorium menggunakan telur pengganti yang mudah dikembangbiakkan seperti C. cephalonica yang merupakan salah satu hama gudang terpenting dalam penyimpanan beras dan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai media pakan C. cephalonica sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap pembentukan jumlah dan volume telur yang dihasilkan. Penelitian ini juga menguji lebih lanjut pengaruh media pakan terhadap telur yang dihasilkan terhadap tingkat parasitasi yang dilakukan oleh Trichogramma sp. Penelitian ini menggunakan dua rancangan percobaan yaitu untuk mengetahui pengaruh media pakan terhadap jumlah telur dan volume telur C. cephalonica dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Sedangkan untuk pengaruh terhadap tingkat parasitasi Trichogramma sp. menggunakan rancangan acak lengkap dua faktorial 5x3 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah media pakan pada perbanyakan C. cephalonica. Faktor kedua adalah luas pias trichogramma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media pakan C. cephalonica lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal menir yang telah diuji. Perlakuan kombinasi terbaik adalah perlakuan media menir +dedak jagung kasar yang menghasilkan telur terbanyak dan volume telur terbesar. Parasitasi Trichogramma sp. dipengaruhi oleh volume telur, semakin besar volume telur maka semakin efisien tingkat parasitasinya.
Isolation and Characterization of α-Amylase Enzyme on Brown Planthopper (Nilaparvata lugens Stal) On Rice Syakuro, Muhammad Yusuf Abdan; Haryadi, Nanang; Muhlison, Wildan; Sucipto, Irwanto
The Journal of Experimental Life Science Vol. 12 No. 3 (2022)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2022.012.03.02

Abstract

Brown leafhopper (Nilaparvata lugens Stal) is an important pest in Indonesia that causes heavy losses. The rice was damaged by N. Lugens sucking plant liquid in the form of carbohydrates in the form of starch. Environmentally friendly control methods are needed to reduce the increasingly high use of inorganic pesticides. Control of N. lugens with biotechnology can be done by inhibiting the metabolic cycle in these insects. This method utilizes the proteins available in rice seeds to stop the performance of enzyme α-amylase in the digestive system of N. lugens. α-amylase is an enzyme that plays a role in the process of starch degradation so that it becomes a simpler form both in microorganisms. The characterization of α-amylase enzymes in insects is an important first step to the determination of appropriate protein inhibitors so that they can be used to produce pest-resistant Genetically Modified Organisms crops. The research was conducted in the Agrotechnology laboratory, University of Jember. The research began with isolation and purification of α enzymes from brown stems and then continued with testing of α-amylase activity. Test parameters include the effect of temperature, pH, and substrate concentration on the activity of the α-amylase enzyme. The results showed that supernatant extracted from brown planthoppers produces a clear zone in the agar medium, which means the activity of enzymes α-amylase in the hydrolysis of starch. The pH value of 6 provides the most optimum conditions for the activity of α enzymes. The α-amylase enzyme is able to work optimally in the temperature range of 30°C - 45°C, and experiences a decrease in activity when the temperature reaches 50°C. The α-amylase enzyme shows the ability to hydrolyze the amylase substrate to a concentration of 0.8 μg.μL-1. Keywords: α-amylase, Nilaparvata lugens Stal, Rice.
Efektifitas Pestisida Nabati Azadirachta indica, Melia azedarach dan Piper betel Terhadap Patogen Tanaman Padi Xanthomonas oryzae pv oryzae Sucipto, Irwanto; Muhlison, Wildan
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ipteks.v8i2.19600

Abstract

Azadirachta indica, Melia azedarach, dan Piper betel merupakan tanaman yang sudah dikenal dalam dunia pestisida nabati. Berbeda dengan tanaman sirih, tanaman mimba dan mindi khasiatnya dalam pestisida nabati dikenal dalam mengendalikan serangga tetapi masih sangat jarang diketahui untuk pengendalian patogen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember. Pengujian ekstrak tanaman Azadirachta indica, Melia azedarach dan Piper betel  terhadap penghambatan pertumbuhan Xanthomonas. oryzae pv. oryzae secara in vitro dilakukan dengan Metode Difusi Cakram kertas. Pengamatan penghambatan pertumbuhan X. oryzae pv. oryzae oleh ekstrak tumbuhan dilakukan 24 jam setelah perlakuan dengan mengukur lebar zona bening yang terbentuk disekitar kertas saring. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program Statistical Analysis System (SAS). Perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan uji Duncan pada taraf α = 0,05. Berdasarkan hasil uji daya hambat, semua larutan uji pestisida nabati memiliki aktivitas daya hambat dengan persentase daya hambat yang berbeda. Menurut hasil analisis ragam, daya hambat tertinggi yang mencapai 50% ditunjukkan oleh larutan uji SI5, yaitu sebesar 73.81%.  Perlakuan lain yaitu MN3 sampai MM5 tidak memiliki perbedaan nyata diantara perlakuan tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa tiap perlakuan memiliki potensi yang besar sebagai antibakteri dengan potensi yang menyerupai antibiotik chloramfenicol.
Substitusi Pupuk Anorganik Menggunakan Kasgot terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis Ungu (Zea mays sacharata Sturt L.) Arlianto, Irfan Sarifuddin; Usmadi, Usmadi; Muhlison, Wildan; Sholikhah, Ummi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23041

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang masih menjadi andalan pada kegiatan budidaya jagung manis ungu, selain telah mencapai titik jenuh juga berdampak negatif terhadap kulitas tanah dan kesehatan lingkungan pertanian. Upaya mengurangi penggunaan pupuk anorganik dapat dilakukan melalui substitusi menggunakan pupuk organik, salah satunya menggunakan kasgot yang merupakan hasil biokonversi bahan organik oleh larva lalat tentara hitam. Kombinasi penggunaan pupuk anorganik dengan kasgot secara proporsional, diharapkan selain dapat memenuhi kebutuhan kesuburan kimia juga dapat memenuhi kesuburan fisik dan biologi untuk tanaman jagung manis ungu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proporsi pupuk anorganik dengan kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis ungu. Penelitian menggunakan pola dasar rancangan acak kelompok yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk anorganik menggunakan kasgot secara pemenuhan hara layak diterapkan untuk budidaya jagung manis ungu. Substitusi menggunakan kasgot sebesar 39% cenderung meningkatkan ukuran daun, berat tongkol kupas dan kadar gula reduksi biji sedang pada 59% meningkatkan kadar antosianin biji.
Pemberdayaan Petani melalui Produksi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Silase di Desa Kemiri, Kabupaten Jember Tanzil, Ahmad Ilham; Muhlison, Wildan; Saputra, Tri Wahyu; Rahayu, Puji; Yulianto, Roni; Anantoro, Tri; Hadi, Yusnan; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Pusparani, Syafina; Rachmandhika, Yusuf; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.23940

Abstract

Kemiri Village, Panti District, Jember Regency is one of the rice-producing villages but faces the problem of scarcity of subsidized fertilizers and ineffective management of agricultural waste. This needs to be overcome with simple but effective handling. This community service activity aims to empower farmers through the production of Local Microorganisms (MOL) and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) to increase rice productivity while supporting the potential of livestock in the village. The target partner in this activity is the Sidodadi farmer group consisting of 30 farmers. The implementation method includes training in making MOL and PGPR, applying PGPR to rice plants, and making silage as animal feed. The results of the activity show that the activities carried out related to the use of PGPR can help increase rice growth, improve yields, and reduce dependence on chemical fertilizers. In addition, making silage successfully processes green fodder into quality feed that supports food security for livestock in the village. In the future, this activity is expected to strengthen the sustainability of agricultural and livestock practices in Kemiri Village and improve the economy of farmers.
Organic Animal Waste as a Growth Substrate for Metarhizium anisopliae: A Viability Analysis Sucipto, Irwanto; Muhlison, Wildan; Anggarini, Cindy Dwi; Safitri, Eva; Tanzil, Ahmad Ilham
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v10i2.3920

Abstract

Entomopathogenic fungi are important biological control agents and also have a good impact on the environment. One of the many entomopathogenic fungi that is safe for use by humans is Metarhizium anisopliae. Besides being parasitic, this type of fungus is also saprophytic in that this fungus utilizes organic matter as food. The organic material used will later become the media or substrate for the propagation of Metarhizium anisopliae. The substrate used is usually PDA (Potatoe Dextrose Agar), but due to the high price, farmers usually try to use other organic materials which are more affordable, and what is often used is corn rice. However, until now it has not been confirmed which substrate is the best for Metarhizium anisopliae. Therefore this study aims to determine the viability of entomopathogenic fungi on organic fertilizer substrates. Analysis of the research parameters was carried out at the Agrotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jember. The study design used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 repetitions, so there were 25 sample units, with observations for 8 weeks so that the total number of samples was 200 samples. The treatments used included P0: using corn-rice media, P1: using chicken manure media, P2: using cow manure media, P3: using goat manure media, P4: using bat manure media. The research variables used were incubation period, final sample weight, and conidia density. The aim of this study was to determine the most suitable substrate for the growth and effectiveness of Metarhizium anisopliae as a biological control agent. The best-performing media were found to be chicken manure and cow manure. The authors suggest further emphasis on the scientific contribution of this research and recommend these substrates for practical field application
Oviposition preference of diamondback moth (Plutella xylostella Linn.) on several species of Brassicaceae Family crops Muhlison, Wildan; Maslucha, Nurul; Usman, Muhammad; Wagiyana, Wagiyana
Agrovigor Vol 18, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v18i1.28313

Abstract

Diamondback moth (P. xylostella) is a major pest of Brassicaceae crops. This study investigates host plant preferences of P. xylostella and their impact on larval growth across five Brassicaceae species (cabbage, green mustard, cauliflower, kale, and kailan). This experimental using a Completely Randomized Design (CRD) with five replications, we assessed oviposition behavior and larval growth efficiency. The research was conducted at the Agrotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jember. Our findings reveal that P. xylostella preferred kale (B. oleracea var. sabellica) for oviposition (19 eggs on average), followed by green mustard, cabbage, kailan, and cauliflower. Analysis of the efficiency of conversion of food (ECI and ECD) were highest in larvae fed on kailan leaves, suggesting enhanced larval development (ECI = 0.1966, ECD = 0.2074). These findings suggest that kale could be used as a trap crop in integrated pest management (IPM) strategies to mitigate damage on economically important Brassicaceae crops.
Implementation Of Banana Plant and Diseases Management Technology as An Effort to Improve Banana Producing Center Businesses In Lumajang District Tanzil, Ahmad Ilham; Purnomo, Hari; Haryadi, Nanang Tri; Muhlison, Wildan
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.058 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v6i2.6110

Abstract

Banana is one of the leading commodities in Lumajang Distric. Partners in this service are farmer groups in Burno Village, Senduro District, Lumajang. The problem faced is the attack fungal plant pathogen caused Fusarium sp. and banana leaf-rolling caterpillar Erionota thrax. Methods in community service activities are focused on initiating groups of banana farmers, as well as providing knowledge and training on basic techniques and controlling banana pests. The steps taken include initiating the introduction of banana pests, conducting socialization and training on pest management techniques. The training conducted for partners includes a number of things, namely provision of the diversity of natural enemies, training on basic techniques for controlling pests and diseases, and training on the propagation of natural enemies, especially the fungus Trichoderma sp. and the parasitoid Trichogramma sp and their release in the field. This service is expected to be able to prevent and control banana pests and increase the amount of banana production so that it can improve welfare. Furthermore, it can improve social quality and community income
Implementation of Banana Plant and Diseases Management Technology as An Effort to Improve Banana Producing Center Businesses in Lumajang District Tanzil, Ahmad Ilham; Purnomo, Hari; Haryadi, Nanang Tri; Muhlison, Wildan
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2184.153 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i1.7294

Abstract

Banana is one of the leading commodities in Lumajang District. Partners in this service are farmer groups in Burno Village, Senduro District, Lumajang. The problem faced is the attack fungal plant pathogen caused by Fusarium sp. and banana leaf-rolling caterpillar Erionota thrax. Methods in community service activities are focused on initiating groups of banana farmers, as well as providing knowledge and training on basic techniques and controlling banana pests. The steps taken include initiating the introduction of banana pests, conducting socialization and training on pest management techniques. The training conducted for partners includes a number of things, namely provision of the diversity of natural enemies, training on basic techniques for controlling pests and diseases, and training on the propagation of natural enemies, especially the fungus Trichoderma sp. and the parasitoid Trichogramma sp and their release in the field. This service is expected to be able to prevent and control banana pests and increase the amount of banana production so that it can improve welfare. Furthermore, it can improve social quality and community income.
Co-Authors . Usmadi A. F. Hidayatullah A. R. S. Ghozali Agung Sih Kurnianto Agung Sih Kurnianto Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Ilham Tanzil Ahmada, Bugar Syarif Alfarisy, Fariz Kustiawan Anantoro, Tri Anggarini, Cindy Dwi Anggriawan, Rendy Ankardiansyah Pandu Pradana Aprilia Pangestu Putri Arlianto, Irfan Sarifuddin Arum, Ayu Puspita Arum, Ayu Puspita Bety Etikasari Candra Setiawati, Tri Cindy Dwi Anggarini Dewi, Nilasari Dwi Erwin Kusbianto Dwi Maharani, Ariq Dyah Ayu Savitri Evita Soliha Hani Farisi, Oria Alit Fauziatuz Zahro Hadi, Yusnan Hari Purnomo Hari Purnomo Hari Purnomo HARI PURNOMO Haryadi, Nanang Hasbi Mubarak Hermanu Triwidodo Himmatul Khasanah Husni dan Zulfanazli Pudjianto Alfian Rusdy I Nyoman Wijaya Paramudita Ika Purnamasari Indah Ibanah Intan Nur Rohma Irwanto Sucipto Irwanto Sucipto, Irwanto Ismil Arum Fitri Asih Jadmiko, Wildan Jati, Mahendra Wahyu Waluyo Khotijah Khotijah Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Listya Purnamasari Luhur Septiadi Maria Azizah Maslucha, Nurul Moh Nuri Antono Mohammad Candra Prayoga Much. Misbah Muhtadi Muhammad Bagus Dirrar Al Ashar Muhammad Usman, Muhammad Nabilah Aulia Rohmah Nabilah Aulia Rohmah Nanang Tri Haryadi Nanda Khoirun Nisa Ahmad Nilasari Dewi Nur Laila Magvira nurul latifah Pamungkas, Yoga Anugrah Patricia SM, Susan Barbara Prastiwi, Santi Puji Rahayu Pusparani, Syafina Qorinatul Ulya Rachmandhika, Yusuf Rachmi Masnilah Resa Dwi Arianti Restanto, Didik Pudji Rina Kumalasari Ristiyana, Suci Rofiqi, Ahmad Rosyady, Muhammad Ghufron Ryka Afhe Amela Safitri, Eva setiyono Setiyono Setiyono Sigit Soeparjono Sri Redjeki Utami Syafina Pusparani Syafina Pusparani Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi Syakuro, Muhammad Yusuf Abdan Titin Agustina Tri Saputra, Tri Tri Wahyu Saputra Tri Wahyu Saputra, Yoga Tyas, Iswahyuning Ummi Sholikhah Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Yagus Wijayanto Yoga Anugrah Pamungkas Yulianto, Roni Yusuf Rachmandhika