Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI BIOPESTISIDA BERBAHAN AKTIF JAMUR ENTOMOPATOGEN FORMULASI PADAT DI DESA ANDONGSARI Hari Purnomo; Irwanto Sucipto; Wildan Muhlison
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11895

Abstract

ABSTRAKDesa Andongsari telah dijadikan desa KKN tematik pengembangan Desa Wisata dan Wirausaha Sejahtera. Mayoritras profesi masyarakat sebagai petani baik itu petani maupun sebagai buruh tani. Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi petani dalam budidaya cabe besar yaitu adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Efek penggunaan pestisida frekuensi tinggi menimbulkan efek samping yaitu hama yang resisten. Diperlukan teknik pengendalian yang ramah lingkungan dan ramah terhadap biaya produksi, salah satunya adalah agens hayati yang bersifat memarasit serangga hama. Mitra kegiatan pengabdian ini sendiri yaitu Desa Andongsari dan kelompok tani yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana oleh desa adalah kelompok tani Margo Makmur I dan didampingi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Larasati. Metode pelaksanaan menganut prinsip Plan Do Check Action (PDCA) meliputi kegiatan observasi, perencanaan program, pelatihan berupa praktek langsung. Penggunaan agens hayati tersebut menggunakan media padat karena berdasarkan observasi kondisi lingkungan dan teknik yang mudah digunakan lebih mengarah ke penggunaan media padat. Pelatihan produksi tersebut dibagi beberapa tahapan kecil untuk mempermudah dalam pengawasan dan evaluasi di tiap tahapan. Hasil dari kegiatan ini adalah ada peningkatan pemahaman petani terkait bahaya penggunaan pestisida dan peningkatan minat masyarakat petani terkait penggunaan agens hayati, selain itu juga ada peningkatan softskill berupa pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam memproduksi agens hayati. Kata kunci: agens hayati;  cendawan; desa andongsari; desa wisata; entomopatogen. ABSTRACTThe problems that are often faced by farmers in the cultivation of large chilies are attacks by plant pest. The effect of using high-frequency pesticides causes side effects (resistant pests). Control techniques that are environmentally friendly and friendly to production costs are needed, one of which is biological agents that are parasitic insect pests. The partner for this service activity itself is Andongsari Village and the farmer group appointed as the implementing committee by the village is the Margo Makmur I farmer group and accompanied by the Larasati Women Farmers Group. The implementation method adheres to the Plan Do Check Action (PDCA) principle including observation activities, program planning, training in the form of hands-on practice. The production training is divided into several small stages to facilitate monitoring and evaluation at each stage. The result of this activity is that there is an increase in farmers' understanding regarding the dangers of using pesticides and an increase in the interest of the farming community regarding the use of biological agents, besides that there is also an increase in soft skills in the form of community knowledge and skills in producing biological agents. Keywords: andongsari village; biological agents; entomopathogens; fungi;  tourist village.
SOSIALISASI BUDIDAYA MAGGOT BSF SEBAGAI PAKAN TERNAK DI DESA CAKRU, KECAMATAN KENCONG, KABUPATEN JEMBER Ahmad Ilham Tanzil; Ryka Afhe Amela; Wildan Muhlison; Bety Etikasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12708

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Cakru, Kecamatan Kencong memiliki mayoritas penduduk sebagai petani sekitar 80% dan sisanya hampir 20% menjadi peternak hewan dan ikan. Komoditas tanaman yang dibudidayakan meliputi tanaman padi yang ditanam saat mulai musim penghujan. Selain itu ada pula tanaman jagung dan palawija. Potensi limbah yang dihasilkan dari tiap komoditas tanaman di Desa Cakru tiap selesai panen melimpah dan sebagian belum dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut tim pengusul melalui program hibah Satu Desa Satu Dosen dari Pemerintah Kabupaten Jember yang berkerjasama dengan Universitas Jember  berinisiatif untuk memberikan penyuluhan terkait pemanfaatan limbah sebagai bahan budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly). Manfaat kegiatan agar masyarakat khususnya di wilayah Cakru dapat memanfaatkan limbah pertanian yang mampu mendukung kelestarian lingkungan melalui program Pertanian Terpadu (Integrated Farming). Pertanian terpadu mampu memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan Maggot BSF untuk nantinya sebagai pakan ternak ikan maupun hewan serta limbah sampingan menjadi pupuk organik tanaman. Kata kunci: black soldier fly; satu desa satu dosen; hermetia illucens; pertanian terpadu, dekomposer. ABSTRACTThe people of Cakru Village, Kencong District have the majority of the population as farmers, around 80%, and the remaining almost 20% are animal and fish breeders. Cultivated plant commodities include rice plants planted at the start of the rainy season. In addition, there are also corn and crops. The potential for waste generated from each plant commodity in Cakru Village after each harvest is abundant and some have not been properly utilized. Based on these problems the proposing team through the One Village One Lecturer grant program from the Jember Regency Government in collaboration with the University of Jember took the initiative to provide counseling regarding the use of waste as BSF Maggot cultivation material. The benefits of this activity are so that the community, especially in the Cakru area, can utilize agricultural waste which can support environmental sustainability through the Integrated Farming program by utilizing agricultural waste as a raw material for Maggot BSF feed to later be used as fish and animal feed as well as by-products to become organic plant fertilizer. Keywords: black soldier fly; one village one lecturer; hermetia illucens; integrated farming, decomposer.
Study of Integrated Pest Management Strategy on The Population of Fruit Flies (Bactrocera spp.) in Red Chili Cultivation (Capsicum Annuum) Wildan Muhlison; Nanang Tri Haryadi; Agung Sih Kurnianto; Bugar Syarif Ahmada
The Journal of Experimental Life Science Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2021.011.01.03

Abstract

The fruit fly Bactrocera spp. is the main pest other than Thrips in red chilies, which can reduce plant productivity by 30-60%, so that a specific method of handling this pest is needed. This study examines the application of conventional and Integrated Pest Management (IPM) strategies to fruit fly populations in red chili cultivation (Capsicum annuum). Observation of fruit fly population used the comparative method with methyl eugenol traps and incubation of infected fruit. Determination of the research sample based on purposive sampling method and analyzed using descriptive analysis. The test parameters were the fruit fly population indicated by the host's density and hosts' availability in the applied IPM and conventional treatments. The results showed that the fruit fly species encountered were dominated by B. dorsalis with a percentage of 98.18% and B. carambola 1.82%. The fruit fly population's fluctuation in IPM and conventional treatments were significantly different, as evidenced by a one-way variance test at a significance level of 99%. The population of fruit flies in the IPM concept was 547 flies, while the conventional concept was 1546 flies. The percentage of fruit fly population in red chili plants with IPM treatment was 48% smaller than conventional treatments.Keywords: Bactrocera spp., IPM, Population, Red chilies.
Upgrading pasca panen dan pembibitan kopi menggunakan bed dryer dome di desa Kalibarumanis kabupaten Banyuwangi Tri Wahyu Saputra; Muhammad Ghufron Rosyady; Oria Alit Farisi; Wildan Muhlison; Khotijah Khotijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22124

Abstract

AbstrakDesa Kalibarumanis merupakan daerah penghasil kopi yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Permasalahan yang terkait kopi di desa tersebut yaitu metode pengeringan kopi yang masih konvensional dan metode pembibitan kopi yang belum sesuai Good Agricultural Practices (GAP). Adapun tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini antara lain mengimplementasikan teknologi pengeringan yang tepat berupa Bed Dryer Dome untuk biji kopi dan mengembangkan bibit kopi yang menghasilkan tanaman kopi dengan produktivitas tinggi dan unggul. Metode pelaksanaan program dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dimulai pada bulan Juli sampai September 2022. Luaran program berupa pembangunan Bed Dryer Dome yang dapat digunakan oleh mitra untuk mengeringkan biji kopi setelah panen tanpa harus terhalang kondisi lingkungan. Luaran kedua yaitu telah tercapainya transfer knowledge dalam pembibitan kopi dengan bibit dari klon yang unggul dan metode teknik sambung-stek untuk peningkatan produktivitas tanaman dan kualitas buah kopi. Pelaksanaan program ini menjadi sebuah pijakan awal dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui komoditas kopi. Selanjutnya, tim pelaksana berkomunikasi dengan mitra petani kopi yang mempunyai peran utama dalam melanjutkan hasil program ini di masa mendatang saat panen kopi pada tahun-tahun berikutnya. Kata kunci: desa kalibarumanis; kopi; bed dryer dome; bibit unggul; kualitas. Abstract Kalibarumanis Village is a coffee producing area located in Banyuwangi Regency, East Java Province. Problems related to coffee in the village are conventional coffee drying methods and coffee seeding methods that are not in accordance with Good Agricultural Practices (GAP). The objectives of this Community Service Program include implementing appropriate drying technology in the form of a dome Bed Dryer Dome for coffee beans and developing coffee seeds that produce coffee plants with high productivity and superior quality. The program implementation method is carried out in several stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from July to September 2022. The output of the program is the construction of a Bed Dryer Dome which can be used by partners to dry coffee beans after harvest without having to be hindered by environmental conditions. The second output was the achievement of transfer of knowledge in coffee nurseries using seeds from superior clones and the grafting-cutting technique method to increase plant productivity and coffee cherries quality. The implementation of this program is an initial foothold in improving the community's economy through coffee commodities. Furthermore, the implementation team communicates with coffee farmer partners who have a major role in continuing the results of this program in the future during the coffee harvest in the following years. Keywords: kalibarumanis village; coffee; bed dryer dome; quality seeds; quality
Inventory of Pest and Disease in Mango Plants (Mangifera indica) Tanzil, Ahmad Ilham; Sucipto, Irwanto; Muhlison, Wildan
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.122 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v9i2.8972

Abstract

Mango is a local fruit that is widely grown in Indonesia. Mango has several benefits for human life, including as a source of vitamins and industrial raw materials. This study aims to obtain pathogenic fungi that have the ability to cause disease in mango plants. This research was conducted in mango orchards in the provinces of South Sumatera, West Kalimantan, East Java, and Bali. Pathogenic fungi were observed from stems, leaves, and fruit. All symptoms of physiological and morphological deviations were observed to identify the cause. Then the identification procedure uses a supporting literature library. Pathogenic fungi were found, namely Xanthomonas citri pv. mangiferaeindicae, Ganoderma lucidum, Elsinoe mangiferae, Colletotrichum gloeosporioides, Ganoderma applantum, Paratetranychus yothersi, and Bemisia tabaci.
Population and Intensity of Damage to Mosquito Bugs (Helopeltis spp.) in several Crystal Guava (Psidium guajava l.) Cultivation Techniques, Panti District, Jember Regency Wildan Muhlison; Tri Wahyu Saputra, Yoga; Yoga Anugrah Pamungkas
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jopt.v10i3.15831

Abstract

Jambu kristal (Psidium guajava L.) termasuk salah satu buah yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Besarnya peningkatan jumlah produksi jambu kristal tidak terlepas dari berbagai faktor kendala dalam proses budidayanya. Hama menjadi salah satu masalah penting terhadap produksi jambu kristal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hama kepik penghisap (Helopeltis spp.) merupakan hama yang memiliki peran penting dalam hal kerusakan yang ditimbulkan pada buah dan tunas muda dengan cara menusuk dan menghisap cairan bagian tanaman. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi lahan tanaman jambu kristal yang berbeda-beda yang tersebar di Desa Kemiri. Pengamatan dilakukan pada bagian tunas daun, bunga, pentil buah dan buah besar. Hasil pengamatan populasi kepik penghisap (Helopeltis spp.) pada lahan tanaman jambu kristal di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember di lokasi lahan sampel pertama rata-rata sebesar 1.24 ekor per tanaman, pada lokasi lahan sampel kedua ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.15 ekor per tanaman, dan pada lokasi lahan sampel ketiga ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.05 ekor per tanaman. Hasil pengamatan populasi kepik penghisap (Helopeltis spp.) pada lahan tanaman jambu kristal di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember di lokasi lahan sampel pertama rata-rata sebesar 1.24 ekor per tanaman, pada lokasi lahan sampel kedua ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.15 ekor per tanaman, dan pada lokasi lahan sampel ketiga ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.05 ekor per tanaman. Berdasarkan hasil identifikasi pada ciri-ciri morfologi, dapat diketahui bahwa hama kepik penghisap (Helopeltis spp.) yang ditemukan di lokasi lahan tanaman jambu kristal di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember adalah Helopeltis antonii SignoretKata Kunci : Helopeltis spp., intensitas serangan, jambu kristal, populasi
Assessment of water quality in agricultural systems in Candipuro, Lumajang Regency, East Java, Indonesia Hani, Evita Soliha; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Widuri, Laily Ilman; Soeparjono, Sigit; Muhlison, Wildan; Saputra, Tri Wahyu; Yulianto, Roni
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.113.5597

Abstract

The current challenges of industrial agriculture focus on environmental safety. Water quality is an indicator of environmental sustainability. The cultivation system has an impact on water quality. The aim of this study is to assess the water quality of agricultural systems. Anthropogenically, agricultural activities have an impact on environmental aspects. Identification of agricultural systems is clustered into organic and non-organic agriculture. The agricultural system in Indonesia is regulated based on SNI 6729;2016. Water sampling was carried out at three points, including upstream, middle (irrigation), and downstream (river). Water sampling at each point was repeated three times. Assessment of the physical quality of water using the Combo Quality Meter. Water samples for chemical and biological analysis at the Environmental Laboratory, Perum. Jasa Tirta 1. Determination of water quality standards refers to Government Regulation No. 82 of 2001. In the upstream section, pollution can be seen in the biological oxygen demand (BOD) indicator, with an average of 15.03 mg L-1 for organic and conventional systems. The phosphate indicator averaged 1.96 mg L-1. In the middle section (irrigation), the pollution indicators for BOD, phosphate, and total Coliform parameters were 6.76 mg L-1 for the organic system, 7.37 mg L-1 for the non-organic system, and 1,290 CFU mL-1. In the downstream (river), pollution indicators consist of total suspended solids (TSS), BOD, chemical oxygen demand (COD), and total Coliform. Anthropogenic identification for clustering agricultural systems at the research location uses stratified disproportional sampling. The results of this research provide recommendations for water quality management for sustainable agricultural environmental management.
Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kepik Penghisap (Helopeltis Spp.) Pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium Guajava L.) Di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember Pamungkas, Yoga Anugrah; Muhlison, Wildan
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.40889

Abstract

Jambu kristal (Psidium guajava L.) termasuk salah satu buah yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Besarnya peningkatan jumlah produksi jambu kristal tidak terlepas dari berbagai faktor kendala dalam proses budidayanya. Hama menjadi salah satu masalah penting terhadap produksi jambu kristal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi lahan tanaman jambu kristal yang berbeda-beda. Pengamatan dilakukan pada bagian tunas daun, bunga, pentil buah dan buah besar. Hasil pengamatan populasi kepik penghisap (Helopeltis spp.) pada lahan tanaman jambu kristal di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember di lokasi sampel pertama rata-rata sebesar 1.24 ekor per tanaman, pada lokasi sampel kedua ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.15 ekor per tanaman, dan pada lokasi sampel ketiga ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.05 ekor per tanaman. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa intensitas serangan tertinggi kepik penghisap pada bagian tunas daun, bunga, pentil buah dan buah besar ditemukan pada sampel lokasi pertama. Rata-rata intensitas serangan berat yang disebabkan oleh Helopeltis spp. adalah di tunas daun dan pentil buah.
The Effect of Liquid Organic Fertilizer of Rabbit Urine and Concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria of Bamboo Root on the Growth and Yield of Mustard Green Plants Latifah, Nurul; Setiyono; Muhlison, Wildan; Sucipto, Irwanto; Savitri, Dyah Ayu; Patricia SM, Susan Barbara; Arum, Ayu Puspita
Journal La Lifesci Vol. 3 No. 4 (2022): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v3i4.801

Abstract

Mustard greens (Brassica juncea L.) are one type of favorable vegetable. However, mustard greens production and productivity still fluctuate. Also, society expects quality, healthy and safe vegetable products for consumption. So, it is necessary to increase the use of organic fertilizers to produce high productivity and good products. LOF of rabbit urine contains high nutrients, and PGPR contains microorganisms that act as bioactivators that decompose organic matter. This study aimed to determine the effect of giving LOF of rabbit urine and concentration of PGPR of bamboo roots on the growth and yield of mustard greens. The experiment was carried out factorially using Random Design Complete with three replications. The first factor was the LOF dose of rabbit urine, and the second was the PGPR concentration which consisted of 4 levels. The results showed that (1) the interaction of LOF of rabbit urine and concentrations of PGPR of bamboo root had no significantly different effect on all variables; (2) LOF of rabbit urine had no significantly different effect on all variables and (3) PGPR concentration of bamboo roots had a significant different effect on all variables except root volume and number of leaves, where treatment of 15 ml/L (B3) gave the best results on the yield of mustard greens.
EFEKTIFITAS PENANAMAN REFUGIA TERHADAP POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA KUTU KEBUL (Bemisia tabaci) PADA PERTANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) Nanang Tri Haryadi; Wildan Muhlison; Muhammad Bagus Dirrar Al Ashar
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v4i2.761

Abstract

Keberadaan hama B. tabaci pada tanaman cabai dapat berpengaruh terhadap tersebarnya infeksi virus gemini, hal ini dikarenakan B. tabaci  merupakan vektor dari virus gemini. Salah satu cara untuk mengendalikan hama B. tabaci pada tanaman cabai yaitu dengan memanfaatkan tanaman refugia untuk meningkatkan kehadiran serangga menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tanaman refugia terhadap populasi dan intensitas serangan hama B. tabaci pada lahan cabai merah besar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yang dibandingkan dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali dengan mengamati intensitas serangan dan populasi B. tabaci serta mengamati musuh alami B. tabaci dan arthopoda lainnya. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari perlakuan refugia menunjukkan intensitas serangan dan populasi B. tabaci yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan konvensional dengan hasil uji analisis data yang berbeda nyata antara kedua perlakuan yang dibandingkan. Selain itu pada perlakuan refugia lebih banyak menarik serangga musuh alami ke lahan cabai merah besar dibandingkan dengan perlakuan konvensional.
Co-Authors . Usmadi A. F. Hidayatullah A. R. S. Ghozali Agung Sih Kurnianto Agung Sih Kurnianto Agung Sih Kurnianto Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Ilham Tanzil Alfarisy, Fariz Kustiawan Anantoro, Tri Anggarini, Cindy Dwi Anggriawan, Rendy Ankardiansyah Pandu Pradana Antono, Moh Nuri Arlianto, Irfan Sarifuddin Arum, Ayu Puspita Arum, Ayu Puspita Bety Etikasari Bugar Syarif Ahmada Candra Setiawati, Tri Cindy Dwi Anggarini Dewi, Nilasari Dwi Erwin Kusbianto Dwi Maharani, Ariq Dyah Ayu Savitri Evita Soliha Hani Hadi, Yusnan Hari Purnomo HARI PURNOMO Hari Purnomo Hari Purnomo Haryadi, Nanang Hasbi Mubarak Hermanu Triwidodo Himmatul Khasanah Husni dan Zulfanazli Pudjianto Alfian Rusdy Ika Purnamasari Indah Ibanah Irwanto Sucipto Irwanto Sucipto, Irwanto Jadmiko, Wildan Khotijah Khotijah Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Listya Purnamasari Luhur Septiadi Maria Azizah Maslucha, Nurul Muhammad Bagus Dirrar Al Ashar Muhammad Usman, Muhammad Nabilah Aulia Rohmah Nanang Tri Haryadi Nanang Tri Haryadi Nanda Khoirun Nisa Ahmad Nilasari Dewi Nur Laila Magvira nurul latifah Oria Alit Farisi Pamungkas, Yoga Anugrah Patricia SM, Susan Barbara Prastiwi, Santi Prayoga, Mohammad Candra Puji Rahayu Pusparani, Syafina Putri, Aprilia Pangestu Qorinatul Ulya Rachmandhika, Yusuf Rachmi Masnilah Resa Dwi Arianti Restanto, Didik Pudji Rina Kumalasari Ristiyana, Suci Rofiqi, Ahmad Rosyady, Muhammad Gufron Ryka Afhe Amela Safitri, Eva setiyono Setiyono Setiyono Sigit Soeparjono Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi Syakuro, Muhammad Yusuf Abdan Titin Agustina Tri Saputra, Tri Tri Wahyu Saputra Tri Wahyu Saputra, Yoga Tyas, Iswahyuning Ummi Sholikhah Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Yagus Wijayanto Yoga Anugrah Pamungkas Yulianto, Roni Yusuf Rachmandhika Zahro, Fauziatuz