Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI GURU MELALUI TRANSFORMASI DIGITAL DI SEKOLAH BERBASIS ISLAM TERPADU Munte, Rita Sahara; Mukhtar, Mukhtar; Anwar, Kasful; MY, Mahmud; Siregar, Isropil
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak transformasi digital terhadap inovasi guru di sekolah berbasis Islam terpadu. Transformasi digital dalam pendidikan mencakup kecapakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Sekolah berbasis Islam terpadu, yang mengintegrasikan kurikulum umum dan nilai-nilai Islami, menghadapi tantangan unik dalam mengadopsi teknologi digital tanpa mengorbankan identitas keislaman mereka. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Direktur II Bidang Akademik dan SDM dan siswa di beberapa sekolah Islam terpadu yang telah menerapkan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak positif signifikan terhadap inovasi guru dalam pembelajaran di sekolah SD Al-Fityan School Tangerang. Guru melaporkan peningkatan dalam kreativitas dan efisiensi pengajaran. Penggunaan teknologi digital dalam penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, seperti e-learning, aplikasi Microsoft Stream, H5P dan penggunaan aplikasi pendidikan berbasis Islami. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan inovasi pembelajaran.
ISU-ISU GLOBAL PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA DAN PEMAGANGAN LIFE SKILL WORLD CLASS EDUCATION Siregar, Isropil; Mukhtar, Mukhtar; Anwar, Kasful; MY, Mahmud; Munte, Rita Sahara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34247

Abstract

Dalam era globalisasi yang semakin kompleks, pendidikan bertaraf internasional dihadapkan pada kebutuhan untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya relevan dengan tuntutan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global. Kurikulum Merdeka, sebagai inovasi pendidikan di Indonesia, menawarkan fleksibilitas dan kemandirian bagi institusi pendidikan untuk merancang program pembelajaran yang adaptif. Namun, dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kancah pendidikan bertaraf internasional, muncul berbagai isu global yang mempengaruhi pengembangannya, seperti dinamika pasar kerja global, revolusi industri 4.0, perubahan iklim, serta ketimpangan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu global yang memengaruhi pengembangan Kurikulum Merdeka dan mengkaji bagaimana pemagangan yang berfokus pada keterampilan hidup (life skill) dapat diintegrasikan secara efektif dalam kerangka pendidikan dunia. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa isu-isu seperti digitalisasi, keberlanjutan, dan keterampilan merupakan tantangan utama yang harus dihadapi dalam pengembangan kurikulum modern. Penelitian inia menyoroti pentingnya pemagangan keterampilan hidup yang tidak hanya mempersiapkan siswa untuk dunia kerja tetapi juga membentuk kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan bertaraf internasional bergantung pada kemampuan institusi pendidikan untuk mengadopsi pendekatan yang holistik dan kontekstual. Pemagangan keterampilan hidup harus dirancang untuk membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk berperan aktif dalam masyarakat global, seperti pemecahan masalah yang kreatif, kerja sama lintas budaya, dan kemampuan berpikir kritis. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global dan siap menghadapi tantangan masa depan.
ISU-ISU GLOBAL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN INKLUSIF WORLD CLASS EDUCATION (WCE) Munte, Rita Sahara; Mukhtar, Mukhtar; Anwar, Kasful; MY, Mahmud; Siregar, Isropil
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan multikultural dan inklusif di SMA Laboratorium Universitas Negeri Jakarta (SMA Labor UNJ) dalam konteks mewujudkan World Class Education (WCE). Pendidikan multikultural dan inklusif menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung keberagaman, tetapi juga memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kualitatif-fenomenologi. Data dikumpulkan melalui analisis dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Labor UNJ telah berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip pendidikan multikultural dan inklusif dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari, meskipun tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk pelatihan guru lebih lanjut. Implementasi pendidikan multikultural di SMA Labor UNJ tercermin dalam pengayaan kurikulum yang mencakup materi tentang keberagaman budaya dan dialog antarbudaya, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan toleransi dan persatuan. Sementara itu, pendidikan inklusif di SMA Labor UNJ diwujudkan melalui penerimaan siswa dengan berbagai kebutuhan khusus, penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas, dan penyesuaian metode pengajaran untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan pendidikan multikultural dan inklusif telah memberikan kontribusi signifikan terhadap tercapainya visi World Class Education di SMA Labor UNJ, dengan meningkatkan kesadaran sosial siswa, memperkuat keterampilan interkultural, serta memperluas akses pendidikan bagi semua kalangan. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini mencakup perlunya pengembangan lebih lanjut pada aspek pelatihan guru dalam pendidikan inklusif dan peningkatan fasilitas pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan multikultural dan inklusif sebagai fondasi dalam membangun sekolah yang berorientasi pada World Class Education, dan menawarkan wawasan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia yang lebih responsif terhadap keberagaman dan inklusif bagi semua siswa.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN BUDAYA RELIGIUS DI MADRASAH ALIYAH SWASTA MAHDALIYAH KOTA JAMBI Sakinah, Nurul; MY, Mahmud; Jamrizal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35606

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya penerapan budaya religius di Madrasah Aliyah Swasta Mahdaliyah Kota Jambi. Fenomena tersebut tampak dari rendahnya kedisiplinan siswa dalam kegiatan keagamaan, keterbatasan fasilitas ibadah, serta kurangnya keteladanan sebagian guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis visi dan misi kepemimpinan kepala madrasah, upaya yang dilakukan, serta kendala dan solusi dalam meningkatkan budaya religius di madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan sentral sebagai pemimpin spiritual dan organisatoris. Upaya peningkatan budaya religius dilakukan melalui keteladanan, program keagamaan rutin, penguatan kerja sama guru dan orang tua, serta pembinaan karakter peserta didik. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana ibadah, partisipasi guru yang belum merata, dan dukungan lingkungan eksternal yang belum maksimal. Kesimpulannya, keberhasilan peningkatan budaya religius di madrasah sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala madrasah yang visioner, komunikatif, dan menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MANDIRI BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) PADA PROGRAM PPG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MADRASAH Samsu, Samsu; MY, Mahmud; Syahbani, Nispi; Rahman, Muhammad Zaki
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7772

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan telah mengalami transformasi dari pembelajaran terbimbing menuju pembelajaran mandiri berbasis Learning Management System (LMS). Penelitian ini menganalisis efektivitas model pembelajaran mandiri berbasis LMS dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru madrasah pada Program PPG di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif, penelitian melibatkan alumni PPG 2024–2025, dosen, pengelola program, dan kepala madrasah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mandiri berbasis LMS efektif meningkatkan kompetensi guru, ditandai dengan peningkatan kemampuan merancang pembelajaran sistematis, penerapan strategi variatif, dan integrasi teknologi. Efektivitas ini tercermin pada kenaikan tingkat kelulusan dari 99,04% (2024) menjadi 99,66% (2025), dipengaruhi oleh kematangan sistem LMS, learning curve effect, peer learning network, dan strategic learning approach. Sistem asesmen ganda melalui Uji Pengetahuan (CBT) dan Uji Kinerja memperkuat mekanisme quality assurance. Tantangan utama mencakup digital divide, keterbatasan interaksi dialogis, dan kesiapan self-directed learning. Penelitian merekomendasikan model hybrid learning, sesi synchronous berkala, perluasan program induksi, dan penguatan dukungan institusional.
MANAJEMEN PEMASARAN DALAM PROSES PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI MADRASAH ALIYAH NURUL IHSAN PENINJAUAN, KEC. MARO SEBO ULU, KAB. BATANG HARI Zulkarnaini; Marwazi; MY, Mahmud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39667

Abstract

This research explores the implementation of marketing management in the new student admission process (PPDB) at Madrasah Aliyah Nurul Ihsan Peninjauan, Maro Sebo Ulu District, Batang Hari Regency. This qualitative study with a case study approach aims to analyze marketing strategies, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategic solutions to improve PPDB effectiveness. Data were collected through in-depth interviews with the madrasah principal, vice principal for student affairs, PPDB committee, teachers, students, and parents, complemented by participatory observation and documentation. Data analysis employed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that PPDB marketing management is not yet optimal, with the implementation of the 7P marketing mix still being conventional. Supporting factors include HR commitment, strong Islamic values, community leader support, and affordable costs. Inhibiting factors include location limitations, promotional budget constraints, lack of marketing competence among HR, intense competition, limited facilities, and suboptimal utilization of digital technology. Recommended strategic solutions include social media optimization, official website development, HR training, development of superior programs, and establishment of an integrated marketing management system to enhance madrasah competitiveness in the long term.
IMPLEMENTASI PEMASARAN 7P SEBAGAI STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING SMP ISLAM Al AZHAR 57 JAMBI Aisya, Afrawita; MY, Mahmud; Fitriani, Suci
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41005

Abstract

This study aims to analyze the principal's strategy in marketing SMP Islam Al Azhar 57 Jambi through the implementation of the 7P marketing mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence). The primary issue addressed is the school's less strategic location far from the city center, which nevertheless managed to significantly increase student enrollment from 10 students (2022) to 30 students (2024). The methodology employed is a qualitative descriptive approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The results indicate that the principal successfully overcame geographical barriers through systematic strategies. In the product aspect, the school relies on flagship programs such as Tahsin Tamyiz and academic achievements. The price strategy involves adjusting rates to the local market and digitalizing payments. Although the location is on the outskirts, it is converted into an advantage of a quiet and conducive learning environment. Promotion is carried out extensively through social media (Instagram, TikTok, Facebook, YouTube) and interactive events like "Albifest." The people aspect emphasizes the role of teachers as school ambassadors, while the process is managed through bi-weekly evaluations and strategic collaborations (MoU) with institutions such as UIN and UNJA. Finally, physical evidence in the form of building facilities meeting Al Azhar's national standards serves as a key visual attraction. Overall, the integrated implementation of the 7P marketing mix has successfully built a positive brand image and public trust while enhancing the institution's competitiveness.
STRATEGI MANAJEMEN PEMASARAN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-KINANAH JAMBI : FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM MENARIK MINAT PENDAFTARAN Ananda Syafira, Friska; MY, Mahmud; Fitriani, Suci
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41006

Abstract

This study aims to analyze the principal's marketing management strategy at the Al-Kinanah Modern Islamic Boarding School Jambi, specifically identifying sthe supporting and inhibiting factors in attracting prospective students. The research is motivated by a decline in the number of registrants over the last three years (2023-2025). This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the supporting factors in marketing management consist of superior programs (foreign language development and integrated curriculum), hight-quality human resources with educational backgrounds ranging from undergraduate to doctoral degrees (domestic and international graduates), and strong community support through word-of-mouth promotion. Meanwhile, the inhibiting factors identified are the high cost of digital advertising (Facebook Ads) and the limited time of human resources, as the marketing team also serves as teaching staff. This study concludes that although there are financial and time constrains, the optimization of internal potential and community trust remains the main pillar in maintaining the institution's existence. Suggestions for the institution include a more structured budget allocation for digital promotion and the formation of a dedicated marketing team to avoid overlapping duties
Teachers’ Strategies in Establishing Positive Relationships to Enhance Students’ Learning Motivation Chayanti, Sari; MY, Mahmud
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/attalim.v12i1.2436

Abstract

Learning motivation in Islamic Religious Education is not only influenced by instructional models but also by the quality of teacher–student relationships. However, existing studies in madrasah contexts tend to emphasize quantitative measurement of motivation rather than examining the relational processes underlying its formation. This study aims to analyze teachers’ efforts in building positive relationships and their implications for students’ learning motivation at MTs Negeri 1 Tanjung Jabung Timur. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed thematically using an interactive model of data reduction, display, and conclusion drawing. The findings indicate that positive relationships are developed through empathetic attitudes, two-way communication, personal approaches, constructive responses to mistakes, and motivational reinforcement. These practices are strengthened by the madrasah ecosystem, including the 5S culture, collective prayer, and leadership support. The study demonstrates that learning motivation functions as a relational construct shaped by supportive pedagogical interactions that fulfill students’ need for relatedness, resulting in psychological comfort, increased self-confidence, active engagement, and learning persistence. The novelty of this research lies in proposing a relational model of learning motivation that integrates pedagogical practices and institutional culture within the framework of Self-Determination Theory. It concludes that teachers’ relational competence plays a strategic role in fostering intrinsic motivation in madrasah education.
Digital-Based Educational Marketing Strategies in Islamic Schools: Constraints and Supporting Factors for Institutional Competitiveness Putri, Nadella; MY, Mahmud; Fitriani, Suci
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.666

Abstract

Abstrak Transformasi digital dan meningkatnya persaingan antar lembaga pendidikan menuntut madrasah untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, efektif, dan bernilai. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, pemasaran digital tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengomunikasikan identitas kelembagaan, nilai-nilai pendidikan, dan keunggulan program kepada masyarakat. Namun, banyak madrasah masih menghadapi kendala dalam penerapan pemasaran digital, terutama terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan media digital yang belum optimal, dan perencanaan konten promosi yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran pendidikan berbasis digital di Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin Jambi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menjelaskan kontribusinya terhadap daya saing lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen dari enam informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, pengodean tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital melalui media sosial dan komunikasi daring meningkatkan visibilitas lembaga, didukung oleh kepemimpinan visioner, budaya organisasi, dan program unggulan, tetapi masih dibatasi oleh kompetensi digital dan pengelolaan konten yang belum konsisten. Kata Kunci: Pemasaran Pendidikan Digital; Madrasah; Daya Saing Lembaga; Media Sosial; Pendidikan Islam Abstract Digital transformation and increasing competition among educational institutions require madrasahs to develop marketing strategies that are adaptive, effective, and value-driven. In Islamic educational institutions, digital marketing functions not only as a promotional medium but also as a channel for communicating institutional identity, educational values, and program excellence to the public. However, many madrasahs continue to face major challenges in implementing digital marketing, particularly limited human resource competence, suboptimal digital media management, and inconsistent promotional content planning. This study aims to analyze the implementation of digital-based educational marketing strategies at Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin Jambi, identify the supporting and inhibiting factors, and explain their contribution to institutional competitiveness. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis from six purposively selected informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, thematic coding, and conclusion drawing. The findings show that digital marketing strategies through social media and online communication increased institutional visibility and public interest. Their implementation was supported by visionary leadership, organizational culture, and flagship programs, but was constrained by limited digital competence and inconsistent content management. These findings indicate that digital-based educational marketing can strengthen institutional competitiveness when aligned with internal institutional capacity and strategic communication. Keywords: Digital Educational Marketing; Madrasah; Institutional Competitiveness; Social Media; Islamic Education