Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pelatihan Pemaafan terhadap Peningkatan Self Esteem Pecandu Narkoba di Program Re-Entry Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor Kadek Widya Gunawan; Aditya Nanda Priyatama; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.392 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.89

Abstract

Pengaruh Pelatihan Pemaafan terhadap Peningkatan Self Esteem Pecandu Narkoba di Program Re-Entry Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor     Effect of Forgiveness Training on Self Esteem Improvement Among Drug Addicts in Re-Entry Program of National Narcotics Rehabilitation Center Lido, Bogor     Kadek Widya Gunawan, Aditya Nanda Priyatama, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK Salah satu penyebab prevalensi penyalahguna narkoba meningkat setiap tahun adalah pecandu narkoba lama yang telah menjalani rehabilitasi mengalami kekambuhan sehingga kembali menyalahgunakan narkoba. Rendahnya self esteem pada pecandu narkoba yang direhabilitasi menyebabkan individu memiliki persepsi yang buruk tentang hubungan sosial, serta tidak tahan dalam menghadapi stres yang akhirnya memicu individu untuk kembali menyalahgunakan narkoba. Self esteem adalah keyakinan individu bahwa dirinya berharga yang didasarkan pada penilaian orang lain dan sistem tata nilai di lingkungan individu tinggal. Kondisi psikologis tersebut dapat diatas dengan pemberian pelatihan pemaafan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pemaafan terhadap peningkatan self esteem. Pelatihan pemaafan adalah modifikasi dari terapi pemaafan ke dalam bentuk workshop yang berfokus pada pemaafan (forgiveness) dan perasaan bersyukur (gratitude). Subjek dalam penelitin ini adalah pecandu narkoba di fase akhir program rehabilitasi, yaitu fase re-entry di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor. Desain yang digunakan adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah enam orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan pemaafan sebanyak enam sesi selama tiga hari dengan metode ceramah, diskusi, studi kasus, mengerjakan tugas, dan mental imagery. Metode pengumpulan data berupa skala penelitian Adult Version of the Coopersmith Self Esteem Inventory dengan validitas yang bergerak antara 0,517 sampai 0,759,  dan koefisien reliabilitas skala adalah 0,840 sehingga skala dinyatakan valid.Teknik analisis data menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney dan Wilcoxon Signed-Rank Test secara komputasi dengan software SPSS for MS Windows version 22.0. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pelatihan pemaafan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan self esteem pada pecandu narkoba di program re-entry Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor ditunjukkan dengan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,029 (p<0,05) yang berarti hipotesis penelitian diterima. Kata kunci: pelatihan pemaafan, self esteem, rehabilitasi narkoba.
Hubungan antara Hardiness dan Kecerdasan Emosi dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Head Office PT. Nakamura Surakarta Fadhilah Khairunnisa; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.561 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.128

Abstract

ABSTRAK   Kepuasan kerja merupakan perasaan senang pada karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Kepuasan kerja dapat berpengaruh terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan pengunduran diri karyawan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain hardiness dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, 2) hubungan hardiness dengan kepuasan kerja, 3) kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan head office PT. Nakamura Surakara. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi  berjumlah 36 orang sehingga dinamakan studi populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja, skala hardiness, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis regresi berganda menghasilkan nilai Fhitung sebesar 4,728 (> Ftabel 3,28) dengan sig. 0,016 (p<0,05), dan nilai R= 0,472. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,223 atau 22,3%, dimana sumbangan efektif hardiness sebesar 19,15% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 3,12%. Korelasi parsial antara hardiness dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,043 (p<0,05), sementara korelasi parsial antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,644 (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, terdapat hubungan antara hardiness dan kepuasan kerja, dan tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta.   Kata kunci: hardiness, kecerdasan emosi, kepuasan kerja
Hubungan antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Motivasi Kerja dengan Pengembangan Karir pada Pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta Dian Kumalasari Kumalasari; Munawir Yusuf; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.695 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.85

Abstract

Hubungan antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Motivasi Kerja dengan Pengembangan Karir pada Pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta The Correlation between Extrovert Personality Type and Work Motivation towards Career Development on Employees of PT Andalan Multi Kencana Jakarta Dian Kumalasari , Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Pengembangan karir merupakan suatu unsur penting dalam mengatur sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan. Pegawai yang memiliki tingkat pengembangan karir yang baik akan meningkatkan kepuasan karir dan akan berujung pada peningkatan produktivitas kerja pegawai. Tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dianggap menjadi faktor yang akan membantu meningkatkan tingkat pengembangan karir yang dimiliki oleh pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dengan pengembangan karir, 2. Hubungan tipe kepribadian ekstrovert dengan pengembangan karir, dan 3. Hubungan antara motivasi kerja dengan pengembangan karir pada pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta yang berusia 25-45 tahun. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 60 pegawai. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala pengembangan karir, skala tipe kepribadian ekstrovert, dan skala motivasi kerja. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai R = 0,703; p = 0,000 (p Ftabel = 3,158. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dengan pengembangan karir. Hasil uji hipotesis kedua nilai rx1-y = -0,129 dan p = 0,330 (p>0,05), menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert dengan pengembangan karir. Sementara itu, nilai rx2-y = 0,648 dan p = 0,000 (p
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KEBERMAKNAAN HIDUP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA DHARMA BAKTI SURAKARTA I Kadek Edwin Trisnapati; Istar Yuliadi; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.727 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.21

Abstract

Problem yang umum terjadi pada lansia adalah depresi. Insidensi depresi paling tinggi terjadi pada lansia yang menjadi penghuni panti rawat wredha. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi perasaan manusia yang sedih dan murung disertai dengan beberapa gejala. Salah satu bentuk keterampilan yang diharapkan mampu menurunkan tingkat depresi pada lansia adalah melalui penemuan makna hidup. Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting dan berharga, serta memberikan nilai khusus bagi seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan kebermaknaan hidup dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Pelatihan kebermaknaan hidup merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, guna membantu individu untuk mencapai dan memenuhi tujuan hidup sehingga mampu menurunkan tingkat depresi menuju pada hidup yang lebih berkualitas dan bahagia.Subjek penelitian ini adalah lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta berjumlah 10 orang. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 5 orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan kebermaknaan hidup sebanyak tiga kali pertemuan menggunakan  metode ceramah dan diskusi, studi kasus, role play ,simulasi dan permainan , dan latihan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Geriatric Depression Scale (GDS). Teknik analisis data menggunakan  analisis statistik nonparametrik uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16.0.Berdasarkan hasil perhitungan uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai z sebesar 1,581 dan probabilitas (p) sebesar 0,013 (p<0,05). Sedangkan hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai z sebesar -2,060 dan probabilitas (p) signifikansi 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kebermaknaan hidup efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Kata kunci :pelatihan kebermaknaan hidup, tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta
Pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres dan Peningkatan Tingkat Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang sedang Menjalani Proses Kemoterapi Annisa Nursanti Ardhina; Salmah Lilik; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.459 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.76

Abstract

Pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres dan Peningkatan Tingkat Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang sedang Menjalani Proses Kemoterapi The Effect of Supportive Expressive Group Therapy on Reducing Stress Levels and Improving Level of Quality of Life on Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Ayu Anissa Nur Prafitri Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Pasien kanker payudara yang sedang menjalani proses kemoterapi akan mengalami dampak fisik dan dampak psikologis. Dampak psikologis yang dialami adalah peningkatan tingkat stres dan penurunan tingkat kualitas hidup. Stres adalah stres adalah suatu keadaan yang dialami oleh seseorang untuk melakukan sebuah usaha penyesuaian diri sebagai wujud penyeimbangan kondisi fisik dan psikologis yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima. Sedangkan kualitas hidup adalah sebuah kondisi seseorang yang menggambarkan kepuasan hidup terhadap kebutuhan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial yang telah dihadapi. Dampak psikologis tersebut dapat diatasi dengan psikoterapi yaitu Supportive Expressive Group Therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas hidup. Supportive Expressive Group Therapy merupakan suatu psikoterapi kelompok yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, guna membantu pasien untuk mengekpresikan kondisi fisik, psikologis dan sosial yang dirasakannya sehingga mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan tingkat kualitas hidup untuk menuju hidup yang lebih baik dalam menjalani proses terapi pengobatan khususnya kemoterapi. Subjek penelitian ini adalah pasien wanita kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 4 orang. Kelompok eksperimen diberikan Supportive Expressive Group Therapy sebanyak tujuh sesi selama tiga hari dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, studi kasus, role play, simulasi, permainan dan latihan. Instrumen terapi yang digunakan adalah modul terapi, buku kerja, buku evaluasi. Metode pengumpulan data penelitian yaitu berupa skala stres, skala kualitas hidup EORTC QLQ-C30 dan skala kualitas hidup EORTC QLQ-BR23. Koefisien reliabilitas seluruh skala tergolong baik, yaitu skala stres dengan rtt sebesar 0.963, skala EORTC QLQ-C30 dengan rtt sebesar 0,957 dan skala EORTC QLQ-BR23 dengan rtt sebesar 0,934. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16.0. Berdasarkan hasil perhitungan uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney, pada analisis tingkat stres diperoleh nilai z sebesar -2,309 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,021 (p
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL FOCUS COPING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.485 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara emotional focus coping dan kecerdasan emosional dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja.  Emotional focus coping merupakan keadaan dimana seseorang mereduksi, mengontrol maupun melindungi diri dari sebuah ketegangan yang diakibatkan oleh sebuah situasi yang memunculkan sebuah stres akibat sebuah permasalahan yang dihadapinya. Emotional focused coping cenderung dilakukan oleh individu jika merasa bahwa situasi permasalahan yang dihadapi tidak mampu dirubah dengan cara mengatur respon emosi dan memelihara keseimbangan afektif melalui sebuah perilaku. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat, terkendali serta menerapkan dengan efektif informasi dan energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan 3 skala psikologi, yaitu skala emotional focused coping, skala kecerdasan emosional dan skala kecenderungan bunuh diri. Subyek yang akan diteliti adalah mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 dengan jumlah 82 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis mayor adalah analisis regresi dua. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis minor adalah korelasi parsialPerhitungan dilakukan dengan menggunakan fasilitas program SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows Release versi 14. Kata Kunci: emotional focus coping, kecerdasan emosi, kecenderungan bunuh diri
Hubungan antara Keadilan Distributif dan Keterlibatan Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Pegawai Honorer Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo Stya Wati Ningrum; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.671 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.104

Abstract

Hubungan antara Keadilan Distributif dan Keterlibatan Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Pegawai Honorer Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo THE RELATIONSHIP BETWEEN DISTRIBUTIVE JUSTICE AND JOB INVOLVEMENT WITH JOB SATISFACTION ON TEMPORARY EMPLOYEE`S PUBLIC HEALTH CENTRE IN SUKOHARJO REGENCY   Oleh: Stya Wati Ningrum, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret styawatiningrum@gmail.com   ABSTRAK Kepuasan kerja atau kepuasan karyawan merupakan salah satu variabel yang sering digunakan dalam perilaku organisasi. Kepuasan kerja merupakan respon sikap karyawan terhadap organisasinya mengenai kesejahteraan  karyawan di tempat kerja. Kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan terhadap organisasi dipengaruhi oleh keadilan distributif dan keterlibatan karyawan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui hubungan antara keadilan distributif dan keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada pegawai honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo, (2) mengetahui hubungan antara keadilan distributif dengan kepuasan kerja, dan (3) mengetahui hubungan antara keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo.   Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 60 karyawan yang berstatus sebagai honorer. Pengambilan sampel menggunakan studi populasi atau sensus dengan menggunakan keseluruhan  jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan tiga skala psikologis, yaitu skala kepuasan kerja, skala keadilan distributif dan skala keterlibatan kerja. Hipotesis pertama diuji dengen menggunakan analisis regresi linier berganda, sedangkan hipotesis kedua dan ketiga diuji dengan menggunakan uji korelasi parsial.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan distributifdan keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan honorer puskesmas di kabupaten sukoharjo. (Nilai Fhitung 28,464 > Ftabel 3,05; p < 0,05; R = 0,707). Secara parsial, penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara keadilan distributif dengan kepuasan kerja (r = 0,429; p < 0,05). Terdapat pula hubungan yang positif dan signifikan antara keterlibatan kerja dengan kepuasan kerja (r = 0,437; p < 0,05). Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,5 atau 50% yang terdiri atas sumbangan efektif keadilan distributifterhadap kepuasan kerja sebesar 24,529% dan sumbangan efektif keterlibatan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 25,407%. Kata Kunci: kepuasan kerja, keadilan distributif, keteribatan kerja
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN KONSEP DIRI DENGAN KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA (STUDI KORELASI PADA SISWA KELAS XI SMA BATIK 2 SURAKARTA) Mufna Rahmaini Millatina; Tuti Hardjajani; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.994 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.31

Abstract

Kenakalan remaja dewasa ini semakin mengkhawatirkan bagi orang tua, pendidik, juga masyarakat mengingat kenakalan remaja semakin merebak di berbagai lingkungan. Lebih mengkhawatirkan lagi, kenakalan remaja telah masuk lingkup sekolah dengan angka tertinggi tindak kenakalan ada pada usia 15-19 tahun, dimana usia tersebut adalah saat-saat remaja menduduki bangku SMA. Hal ini menjadikan kecenderungan kenakalan remaja sebagai predisposisi munculnya kenakalan pada siswa SMA perlu diwaspadai. Pada usia remaja, terjadi berbagai perubahan baik dari dalam diri maupun tuntutan dari lingkungan yang pesat dan berbeda dari masa sebelumnya. Berbagai perubahan yang terjadi menantang remaja dan untuk alasan itulah remaja cenderung berperilaku melebihi batas yang diterima secara sosial. Untuk itulah, remaja memerlukan religiusitas sebagai kontrol untuk mengarahkan tingkah lakunya serta konsep diri yang tinggi agar mampu berperilaku adaptif dan normatif sehingga kecenderungan untuk berperilaku nakal dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta, diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala kecenderungan kenakalan remaja, skala religiusitas, dan skala konsep diri. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Hasil perhitungan menggunakan analisis regresi ganda menunjukkan korelasi rx1y sebesar - 0,470, p < 0,05. Artinya terdapat korelasi negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecenderungan kenakalan remaja, dan korelasi rx2y sebesar -0,346, p < 0,05 memiliki arti terdapat korelasi negatif yang signifikan antara konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Selain itu berdasarkan hasil analisis data diketahui terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara religiusitas dan konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja ditunjukkan dengan nilai F-test = 49,283, p < 0,05 dan nilai R = 0,719. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,517 atau 51,7%, sumbangan efektif religiusitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 31,6% dan sumbangan efektif konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 20,1%. Sumbangan relatif religiusitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 61,2% dan sumbangan relatif konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 38,8%. Kata kunci: kecenderungan kenakalan remaja, religiusitas, dan konsep diri.
EFEKTIVITAS PELATIHAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN . Hardjono; Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.223 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas pelatihan motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi karyawan. Motivasi intrinsik merupakan suatu  bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri individu dalam menyikapi suatu tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada individu dan membuat tugas dan pekerjaan tersebut  mampu memberikan kepuasan batin bagi diri individu sendiri. Populasi penelitian ini di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel penelitian sejumlah 36 orang yang tersebar di setiap fakultas. Teknik analisis data yang akan dilakukan menggunakan teknik analisis uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan mean pretest sebesar 107.0278 dan mean posttest sebesar 110.6389. signifikansi sebesar 0,003 dengan t hitung sebesar 3,146 dan db sebesar 35. t tabel didapatkan sebesar 2,042. artinya Ho ditotal dan Ha diterima. Terdapat  perbedaan yang positif komitmen organisasi antara sebelum dilakukannya pelatihan dan sesudah dilakukannya pelatihan motivasi intrinsik. Kata Kunci: Pelatihan Motivasi Intrinsik, Komitmen Organisasi
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Iklim Organisasi dengan Burnout pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman Hentyn Drajad Rudyarwaty; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.562 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i1.121

Abstract

ABSTRAK     Era globalisasi  saat ini, semakin  berkembang  pesatnya  ilmu pengetahuan  dibidang industri dapat timbul pesaingan antar organisasi yang kompleks dan tuntutan organisasi yang tinggi  sehingga menyebabkan individu mengalami burnout. Burnout merupakan bentuk kelelahan fisik, mental maupun emosi karena tuntutan pekerjaan terus menerus dalam jangka waktu lama berakibat pada penarikan diri. Burnout dapat dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun ekstrenal, diantaranya kecerdasan emosi dan iklim organisasi. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengelola emosi baik dalam diri maupun orang lain serta iklim organisasi merupakan persepsi individu terhadap lingkungan kerjanya. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  kecerdasan  emosi  dan iklim organisasi  dengan burnout,  hubungan  antara kecerdasan  emosi dengan  burnout,  dan hubungan  antara  iklim  organisasi  dengan  burnout  pada  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  pegawai  Kantor  Pelayanan  Pajak Pratama  Sleman  berjumlah  116 pegawai.  Sampling menggunakan  studi populasi  sehingga semua populasi dijadikan responden. Instrumen yang digunakan adalah skala burnout , skala kecerdasan emosi, dan skala iklim organisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosi dan  iklim  organisasi  dengan  burnout  ,  ditunjukkan  dengan  Fhitung  70,968  (>Ftabel  3,090), p=0,000   (p<0,05),   dan  koefisien   korelasi   R=0,771.   Secara   parsial   penelitia   ini  juga menunjukkan ada hubungan negatf yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan burnout dengan nilai korelasi 0,289 dan p=0,004 (p<0,05). Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara iklim organisasi dengan burnout  dengan nilai korelasi 0,454 dan p=0,000 (p<0,05). Nilai R2 yang diperoleh 0,594 berarti dalam penelitian kecerdasan emosi dan iklim organisasi secara   serentak   memberikan   sumbangan   efektif   sebesar   59,4%.   Terhadap   burnout. Sumbangan  relatif  sebesar  9,52%  untuk  variabel  kecerdasan  emosi  dan  90,47%  untuk variabel iklim organisasi   Kata kunci: Kecerdasan emosi, iklim organisasi, burnout
Co-Authors . Hardjono Aan Nurfitrianan Abdan Ghifari Akhyar Adhisty June Ertyastuti Afia Fitriani Akhyar, Abdan Ghifari Amalia, Zuliana Amanda Ayu L Angela Irena Sindoro Dahzuki Anik Lestari Anjini Sutampi Annisa Nursanti Ardhina Aprilia, Nugraini Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Arjuni, Rifka Fadhiilah Asra Faiza Khairunnisa Ayu Setyowati Aziza Rahma Bagus Wicaksono BAGUS WICAKSONO BAGUS WIJANARKO Dany Permana Deabeata Gena Emily Dian Kumalasari Kumalasari Dwi Puspa, Mita Dyah Pratitha, Aurelia Ekshalanty Permata Ema Rafika Rahmi Eti Poncorini Pamungkasari Fadhilah Khairunnisa Finna Okta Maulina Fithatue Amalian FA Gannis Eka Pramita Sari Habibah Nugraheni L Hapsari, Atyantari Esti Hardjono . Hentyn Drajad Rudyarwaty Hilda Rosa Ainiyah Hutami, Nindita Devirahma I Kadek Edwin Trisnapati I.G.B. Indro Nugroho Ichsan Nur Hidayat Ika Puspitasari Istar Yuliadi Istar Yuliadi Izzati, Shofia Nur Jenny Nugraheni Irawan Kadek Widya Gunawan Khabibah Solikhah Solikhah Krisna Susilowati Kusumawati, Rafika Nur Kuzana Alpra Lina Putri Rachmawati Lina Putri Rachmawati, Lina Machmuroch . Mahrorani, Siti Rizkina Martha Ratnawati Mohammad Khasan Mufna Rahmaini Millatina Muhamad Zainudin Mulia, Florine Munawir Yusuf Ni’matussholihah, Nadyah Noor Fitriana Annisa P Novia Asmaradita Novia Sari Novia Sari Nugraha Arif Karyanta Nugroho Pamungkas Nur Hafidha Hikmayani Nurasih Widyo Retno Nurfitriana, Aan Pasaribu, Aisyah Pertiwi Paulina Wijayanti Setiawan Piti Pitayani Piti Pitayani, Piti Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwi Sundari Purwoko, Agus Putri, Azzahra Nadya Putri, Nawangsari Indah Kusuma Rafika Nur Kusumawati Rafika Nur Kusumawati Ramadhanti, Hanin Dhiya Redydian Adhitya Nugraha Resta Maharani Adila Putri Retno Dewi Utami Reviono , Revka Novia Intan Putri Rini Setyowati Risa Suryanti Safira, Flaviana Ursula Nadia Gusti Yunan Salmah Lilik Sapja Anantanyu, Sapja Sebayang, Jessica Segendig Kurniawan Seger Handoyo Sekar Mayasakti Selly Astriana Selly Astriana Selly Astriana Septi Kusumadewi Setyawan, Endika Rachel Setyowati, Rini Shafira, Dona Alloydya Shofwan Muis, Ahmad Stya Wati Ningrum Suci Murti Karini Suci Murti Karini Suni, Syahrizal Rahman Tamaulina Br Sembiring Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Widhi Nugrahaningtyas Widiantama, Luhuring Budi Wiwaha, Garneta Prameswari Yoshinta Enggar Sutra Yosy Wijaya Yulia Lanti Retno Dewi Yuliana, Nada Citra Zahrina Mardhiyah