Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis faktor risiko diabetes mellitus pada remaja Masdaf, Agino Saputra; Nurhusna, Nurhusna; Sari, Putri Irwanti; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2110

Abstract

Background: Diabetes mellitus in adolescents continues to increase due to modern lifestyles characterized by unhealthy diets, low physical activity, and obesity. Purpose: To analyze the relationship between physical activity, diet, and obesity (BMI) and the risk of diabetes mellitus in adolescents. Method: A quantitative, cross-sectional analytical study of 101 eleventh-grade respondents was conducted using purposive sampling. Instruments included the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometric measurements, and the Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Data analysis used frequency distribution and the Gamma test with α = 0.05. Results: The majority of respondents were aged 16-18 years (86.1%), female (59.4%), reported light physical activity (43.6%), had poor diet (50.5%), had a normal BMI (34.7%), and had a low risk of diabetes mellitus (84.2%). The Gamma test results showed a significant association between physical activity (p = 0.002; OR = 0.690), diet (p = 0.005; OR = 2.105), and BMI (p = 0.011; OR = 13.778) and the risk of diabetes mellitus. Conclusion: There is a significant association between physical activity, diet, and BMI and the risk of diabetes mellitus in adolescents.   Keywords: Adolescents; Body Mass Index; Diabetes Mellitus; Eating Patterns; Physical Activity.   Pendahuluan: Diabetes mellitus pada remaja terus meningkat akibat gaya hidup modern yang ditandai oleh pola makan yang tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, dan obesitas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas (IMT) dengan risiko Diabetes Mellitus pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif analitik cross-sectional pada 101 responden kelas XI dengan purposive sampling. Instrumen meliputi Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri, dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Gamma dengan α = 0,05 Hasil: Mayoritas responden berusia 16-18 tahun (86.1%), perempuan (59.4%), aktivitas fisik ringan (43.6%), pola makan kurang baik (50.5%), IMT normal (34.7%), dan risiko diabetes melitus rendah (84.2%). Hasil uji Gamma menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p = 0.002; OR = 0.690), pola makan (p = 0.005; OR = 2.105), dan BMI (p = 0.011; OR = 13.778) dengan risiko diabetes melitus Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pola makan, dan IMT dengan risiko diabetes mellitus pada remaja.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Mellitus; Indeks Massa Tubuh; Pola Makan; Remaja.
PENGARUH BALLOON THERAPY TERHADAP RESPIRATORY RATE DAN SATURASI OKSIGEN PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA Oktaria, Rina; Sari, Putri Irwanti; Martawinarti, RTS Netisa; Yuliana, Yuliana; Nasution, Riska Amalya
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7256

Abstract

Pendahuluan : Bronkopneumonia merupakan penyakit pernapasan yang sering ditemukan pada anak di bawah lima tahun dan menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Anak usia dibawah lima tahun yang mengalami bronkopneumonia tidak dapat mengatur bersihan jalan napas secara mandiri sehingga anak yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas sehingga anak berisiko tinggi untuk mengalami sesak napas. Tujuan : Untuk mengetahui untuk mengetahui  pengaruh balloon terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain  quasi eksperiment dengan pendekatan control group pre-test post- test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Balloon therapy diberikan selama 10-15 menit sebanyak 1 kali sehari selama 2 hari. Hasil : Pada kelompok intervensi terdapat pengaruh balloon  therapy terhadap frekuensi RR dengan nilai p-value 0.000 dan terdapat pengaruh balloon therapy terhadap SpO2 dengan nilai p-value 0.001. Pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh pada frekuensi RR dengan nilai p-value 0.375 dan tidak memiliki pengaruh pada SpO2 dengan nilai p-value 0.678. Diskusi : Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia anak yang banyak menderita bronkopneumonia adalah usia 3 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Baloon therapy terbukti efektif terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. terdapat pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya terapi alternatif dengan memberikan untuk membantu masalah pernapasan pada anak dengan bronkopnemumonia.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Perilaku Perawatan Diri (Self- Care Behavior) Pada Pasien Tuberkolosis Paru Salma Fauziah; Dini Rudini; Andika Sulistiawan; putri Irwanti Sari; Nurhusna
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.224

Abstract

 Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis yang masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan laporan World Health Organization tahun 2023 menunjukkan sekitar 10,6 juta kasus dan 1,3 juta kematian pada 2022, sementara Indonesia menempati peringkat kedua dengan peningkatan kasus dari 677.464 (2022) menjadi 821.200 (2023). Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan perilaku perawatan diri pasien, di mana dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kedisiplinan selama terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat terhadap perilaku perawatan diri pada pasien TB paru di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi dengan menggunakan desain kuantitatif cross-sectional terhadap 74 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan perilaku perawatan diri (p-value <0,001), sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan peran keluarga, kepatuhan pengobatan, serta perilaku perawatan diri pasien TB paru.
Pengaruh Penggunaan Marker Based Augmented Reality (B-AR Life) terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang RJP Parawansa, Nur Lutfiah; Subandi, Andi; Sari, Lisa Anita; Rudini, Dini; Sari, Putri Irwanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i1.3563

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah upaya penyelamatan jiwa oleh seseorang dalam situasi darurat. Namun, pengetahuan dan sikap generasi muda terhadap RJP masih terbatas. Teknologi Augmented Reality (AR) meningkatkan pemahaman dan keterampilan RJP melalui pembelajaran yang interaktif. Penelitian bertujuan mengukur dampak pendidikan kesehatan RJP berbasis AR terhadap pengetahuan dan sikap siswa di SMA Negeri 1 Jambi. Desain penelitian pra-eksperimental dengan metode One Group Pre-Test-Post Test digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling, dan intervensi yang berupa pendidikan kesehatan berbasis AR mengenai RJP dilaksanakan pada 19 Maret hingga 18 April 2025 di SMA Negeri 1 Jambi. Analisa data menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan terbatas (90%) dan sikap cukup baik (97,5%). Setelah intervensi, pengetahuan meningkat dengan 72,5% siswa berada pada kategori baik, dan sikap meningkat dengan 82,5% siswa berada pada kategori baik. Uji statistik menunjukkan p-value 0,05 untuk pengetahuan dan sikap. Nilai Cohen's d untuk pengetahuan adalah 3,114 (ukuran efek besar) dan untuk sikap adalah 2,893 (ukuran efek besar). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berbasis AR mengenai RJP terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SMA Negeri 1 Jambi, dengan teknologi AR memfasilitasi pemahaman dan daya ingat langkah-langkah RJP. 
Dampak Video Vegat: Peningkatan Signifikan Pengetahuan dan Sikap Penanganan Tersedak pada Pengunjung Restoran Siap Saji Sianturi, Gabriela Pricilia; Subandi, Andi; Sari, Putri Irwanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i1.3551

Abstract

Tersedak merupakan keadaan darurat yang paling sering terjadi karena makanan tanpa mengenal usia maupun jenis kelamin. Kerusakan otak bahkan kematian dapat terjadi apabila kondisi tersedak tidak segera teratasi. Ketepatan dalam melakukan pertolongan didasari dengan pengetahuan dan sikap yang memadai. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis efek pemberian video edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan tersedak terhadap pengetahuan dan sikap pengunjung restoran siap saji. Desain kuantitatif quasi-experimental dengan rancangan pre-test dan post-test without control group digunakan. Jumlah sampel terpilih sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi Video Edukasi Kegawatdaruratan Tersedak (Vegat) secara langsung dan kelompok intervensi melalui WhatsApp berjumlah masing-masing 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Data kemudian dianalisa menggunakan paired, dependent, dan independent t-test. Hasil menunjukkan baik intervensi video Vegat secara langsung maupun melalui WhatsApp efektif dalam peningkatan pengetahuan pengunjung restoran siap saji (p-value = 0.000). Pemberian video Vegat secara langsung maupun melalui WhatssApp juga memiliki efek signifikan terhadap sikap pengunjung (p-value = 0.000). Sementara itu, tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan antar kelompok terkait pengetahuan (p=0.268) dan sikap (p=0.280) responden. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan efektivitas pemberian video Vegat melalui metode pelatihan lain seperti simulasi praktik atau aplikasi mobile, serta melibatkan populasi yang lebih beragam, termasuk anak-anak dan lansia.
The Application of Hypnotherapy on Insomnia Levels in the Elderly at the Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi Oktaria, Rina; Suryati, Suryati; Kasmidi, Ibim; Irawan, Yeyen Gustina; Sari, Putri Irwanti; Andini, Febri Tri; Ekaputri, Kintan Resqitha
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan: Volume 15, Issue 01, April 2026
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v15i01.232

Abstract

Introduction: Aging is the process of tissue loss or decline in the ability to maintain normal bodily functions. Insomnia is a sleep disorder characterized by difficulty falling asleep, frequent nighttime awakenings and difficulty falling back asleep, waking up too early in the morning, and restless sleep, even with adequate sleep duration. Insomnia can have negative impacts on sufferers, including physical and mental health issues such as heart disease, stroke, diabetes, obesity, depression, and anxiety. Furthermore, insomnia also impacts social and productivity, such as decreased work performance and relationship problems due to emotional instability. Hypnotherapy is a form of healthcare that involves a state of deep relaxation and focus to help patients overcome various problems. In hypnotherapy, the client and hypnotherapist work together to achieve goals. During therapy, the nurse acts as a guide, maintaining full awareness and control over the client. The client will remain conscious during the session, be able to hear the therapist's voice, remember what happened, and even reject suggestions if they don't align with their values. Method: This research is a descriptive case study design. The subjects were two elderly individuals who served as respondents. The study was conducted in the working area of the Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi May 27-29, 2025. Results: Based on the results of the study that has been conducted for 3 days in 1 week for 45 minutes, it was concluded that before the application of hypnotherapy, the results obtained from the two respondents were Mr. S score of 33 and Mr. N score of 35, indicating that both were categorized as severe insomnia. After the application of hypnotherapy, the results obtained from the two respondents were Mr. S score of 22 and Mr. N score of 24, indicating a change that was categorized as mild insomnia. Conclusion: Hypnotherapy significantly impacted the change in insomnia scores, as evidenced by the difference in insomnia scores before and after the intervention. This recommendation is for nurses to implement independent nursing interventions through complementary hypnotherapy.
OVERVIEW OF ATTITUDES REGARDING DAILY SKILLS POWERED BY GENDER IN GEN Z Meinarisa, Meinarisa; Nasution, Riska Amalya; Martawinarti, RTS Netisa; Mawarti, Indah; Kamariyah, Kamariyah; Sari, Putri Irwanti
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkuj.v10i2.54671

Abstract

Background : This study focuses on attitudes regarding daily skills mastered by each gender in Gen Z. The Methods : research method in this study is a quantitative descriptive research method. Data collection using a digital questionnaire (google form). The population in this study amounted to 325 respondents using a simple random sampling technique. Results : The characteristics of the respondents above present the largest gender data is male, which is 179 (55%). The age of the largest respondents is 20 years old as many as 114 (35%). Most respondents 227 (70%) have never received gender education and most respondents' education is bachelor 247 (76%). Attitudes towards Daily Skills that must be mastered by each gender according to Gen Z on the statement of being able to prepare daily food to eat, most respondents agree 306 (94%). The ability to clean the house, most respondents agree to be mastered 318 (97%). The ability to wash dirty clothes, most respondents agree to be mastered 300 (92%). The ability to clean the toilet, most respondents agree to be mastered 290 (89%). The ability to take care of family/siblings/younger siblings, most respondents stated that they agreed to be mastered 264 (81%). Conclusion : The results of the study showed that Gen Z has an attitude that agrees that every gender must be able to master daily skills. For further research, research can be conducted by looking at the implementation of these abilities or Gen Z's behavior towards the ability to master daily skills. Keywords : Skills, Attitudes, Gen Z, Gender
OVERVIEW OF ATTITUDES REGARDING DAILY SKILLS POWERED BY GENDER IN GEN Z Meinarisa, Meinarisa; Nasution, Riska Amalya; Martawinarti, RTS Netisa; Mawarti, Indah; Kamariyah, Kamariyah; Sari, Putri Irwanti
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkuj.v10i2.54671

Abstract

Background : This study focuses on attitudes regarding daily skills mastered by each gender in Gen Z. The Methods : research method in this study is a quantitative descriptive research method. Data collection using a digital questionnaire (google form). The population in this study amounted to 325 respondents using a simple random sampling technique. Results : The characteristics of the respondents above present the largest gender data is male, which is 179 (55%). The age of the largest respondents is 20 years old as many as 114 (35%). Most respondents 227 (70%) have never received gender education and most respondents' education is bachelor 247 (76%). Attitudes towards Daily Skills that must be mastered by each gender according to Gen Z on the statement of being able to prepare daily food to eat, most respondents agree 306 (94%). The ability to clean the house, most respondents agree to be mastered 318 (97%). The ability to wash dirty clothes, most respondents agree to be mastered 300 (92%). The ability to clean the toilet, most respondents agree to be mastered 290 (89%). The ability to take care of family/siblings/younger siblings, most respondents stated that they agreed to be mastered 264 (81%). Conclusion : The results of the study showed that Gen Z has an attitude that agrees that every gender must be able to master daily skills. For further research, research can be conducted by looking at the implementation of these abilities or Gen Z's behavior towards the ability to master daily skills. Keywords : Skills, Attitudes, Gen Z, Gender
Co-Authors Adek Putri Afrida, Dwi Afrida Alisia, Meli Amalya Nasution, Riska Andi Subandi Andi Subandi Andika Sulistiawan Andini, Febri Tri ANOM BOWOLAKSONO Ariani, Dhea Ariesti, Abella Dwi Ayu Prasetya Pratiwi Azarine, Sherin Dara Prima Dona David Kusmawan Dini Rudini Ditatri Utami Dwi Noerjoedianto Ekaputri, Kintan Resqitha Ekawaty , Fadliyana Enzahrona Rifnika Erwinsyah Erwinsyah Fadhlan, M Fadhlan Wahyu Erlangga Faizatiwahida, Novia Fidianto, Andi Firmansyah, Ardi Gustina, Ira Halijah, Halijah Hamidah . Hanif Rineldi Ramadan Hasanul, Fikri Herwansyah, Herwansyah Ilham Falani Indah Permata Sari, Yulia Irawan, Yeyen Gustina Istianah, Syarifatul Junizar, Hasny Dwi Kamariyah Kamariyah kamariyah, kamariyah Kartika, Agustin Mega Kasmidi, Ibim Keshy Maghfirah Kintan Resqitha Ekaputri Kirana, Febiyora Chandra Lasni Sashi Angriyani Sipahutar Lataima, Nurmawati S Lestari, Siska Tri Lestari, Vina Dwi Lian Sagita Lisa Anita Sari Lisa Anita Sari, Lisa Anita Lukman, Muhammad Nasril Luri Mekeama M Fadhlan Wahyu Erlangga Maghfirawati, Okti Mahendra, Syafira Nurliza MARCELINDA, WIDA TRI Martawinarti, RTS Netisa Martawinarti, Rts. Netisa Masdaf, Agino Saputra Maulana, Muhammad Riski Isra Mawarti, Indah Maya Lestari, Maya Meinarisa, Meinarisa Milawati, Birgitta Arta Mukhlis, Zikri Mutmainnah, Muthia Myint, Nyein Moh Moh Nafasha, Reza Nanda, Vika Ayu Nurhusna Nurlinawati, Nurlinawati OKTARIA, RINA RINA Parawansa, Nur Lutfiah Perdana, Silvia M. Pordaningsih, Reny Prasetya, Rifki Dwi Putra, Reyshar Pratama Putri Puspita sari Putri, Musiya Ramadhani Rani Alfiyyah A-zahra Riska Amalya Nasution Rohmah, Miftahur Rosa Amalia RTS Netisa Martawinarti Rts. Netisa Martawinarti Rudini, Dini Rudini, Dini Salma Fauziah Saputri, Dewi Anggi Sari, Fasya Puspa Embun Sari, Yulia Indah Permata Shela Nazira Sianturi, Gabriela Pricilia Silvana Medilia Caesar Siregar, Indah Awaliyah Soares, Agostinha Sri Mulyani Sri Mulyani Suryani Manurung, Kristina Suryati Suryati Syafitri, Zakia Ulifa Tri Andini, Febri Tuti Aryani Veni Misriyani Viona, Vebyola Vivi Meiti Berhimpong Widiastuti, Fitri Yosi Oktarina Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yurni yurni Yusmahendra, Devi yusni, yusnilawati Yusnilawati, Yusnilawati Yusnilawati, Yusnilwati