p-Index From 2021 - 2026
12.721
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika (JITEKI) PROSIDING CSGTEIS 2013 INFORMAL: Informatics Journal Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Inovasi Kebijakan Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Jurnal Kelautan Nasional RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Journal of Aquaculture and Fish Health Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Jurnal Teknik Mesin Journal of Robotics and Control (JRC) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Pengabdian UNDIKMA Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Jurnal Bio-Geo Material Dan Energi JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Airaha JURNAL BAHARI PAPADAK Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Journal of Social Work and Empowerment Dedikasi : Jurnal Pengabdian Lentera Journal of Fisheries & Marine Jurnal Perikanan Jurnal Megaptera Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi SAMSARA-GO untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pengalaman Pengunjung Samsara Living Museum Karangasem I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Nyoman Sarasuartha Mahajaya; Ahmad Asroni; I Gede Mardiana Putra; I Made Aditya Nugraha
Journal of Social Work and Empowerment Vol 5 No 3 (2026): Journal of Social Work and Empowerment - Juni 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/da096r24

Abstract

Samsara Living Museum di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, merupakan museum hidup yang menampilkan 14 tahapan siklus kehidupan masyarakat Bali. Sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, penyampaian informasi kepada pengunjung sepenuhnya bergantung pada pemandu wisata, pencatatan kunjungan masih manual, dan terdapat kendala bahasa bagi wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan asal Tiongkok. Metode Penelitian: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Samsara-Go, yaitu sistem pemandu wisata digital berbasis audio-visual yang dibangun menggunakan Raspberry Pi dan ESP32, terintegrasi dengan website museum serta chatbot AI. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara dengan mitra, perancangan dan pembuatan alat, pengembangan website dan chatbot, instalasi di lokasi, pendampingan pengelola, serta evaluasi melalui pengujian fungsional. Hasil Penelitian: Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan keseluruhan sebesar 90%, dengan rincian alat Tour Guide dan sistem pencatatan berhasil 100% (30/30 uji), chatbot Bahasa Indonesia 86,7% (26/30), dan chatbot Bahasa Inggris 83,3% (25/30). Implikasi Penelitian: Implementasi Samsara-Go terbukti meningkatkan kualitas layanan informasi dalam empat bahasa (Indonesia, Bali, Inggris, dan Mandarin), mengefektifkan waktu tunggu pengunjung, mengotomatiskan pencatatan kunjungan, serta mendukung pelestarian narasi budaya Bali secara konsisten.
OPTIMIZATION OF COLD STORAGE MAINTENANCE FOR ENHANCING ENERGY EFFICIENCY IN FISHERY PROCESSING: A CASE STUDY OF XYZ COMPANY I Made Aditya Nugraha; I Ketut Sumandiarsa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Pinky Natalia Samanta; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Maria Delastrada Poy; I Gusti Made Ngurah Desnnajaya
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.2109

Abstract

The fisheries industry requires an effective cold chain system to maintain product quality and food safety, with cold storage functioning as a critical component in maintaining temperature stability prior to distribution. However, operational problems such as temperature fluctuations, equipment failure, and power outages frequently threaten cold storage performance and may lead to product deterioration and economic losses. This study aims to analyze cold storage maintenance management at XYZ Company and evaluate its effectiveness in supporting cold chain optimization. The research employed a qualitative descriptive approach conducted from October to March 2025 at XYZ Company, Sidoarjo. Data were collected through semi-structured interviews with 10 purposively selected respondents, direct observation, and analysis of maintenance records, SOPs, and temperature data logs. The results indicate that the implementation of scheduled preventive maintenance, IoT-based real-time monitoring, and automated control systems effectively maintained temperature stability within standard limits. These measures reduced the risk of protein denaturation, recrystallization, and microbial growth in fishery products. Energy efficiency improved through inverter technology and better insulation, while backup power systems and emergency SOPs minimize operational risks. In conclusion, optimized cold storage maintenance significantly enhances energy efficiency, operational reliability, and product quality, while supporting HACCP and ISO 22000 compliance and strengthening cold chain integrity in the fisheries processing industry.
Jaminan Mutu Loin Center Cut Beku dalam Memenuhi Standar Nasional dan Persyaratan Ekspor Pada Perusahaan XYZ di Bali I Gusti Ayu Budiadnyani; I Made Aditya Nugraha; I Gede Riyan Mahayana
Vol 16 No 2 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i2.2206

Abstract

This study aims to assess the quality of frozen loin center cut products in relation to the Indonesian National Standard (SNI) and export requirements, considering the increasing demand for quality and food safety in international markets. A descriptive quantitative approach was employed through direct observation, interviews, and analysis of primary and secondary data collected from a fish processing industry in Bali. Quality evaluation was conducted based on organoleptic, chemical, and microbiological parameters. The results indicate that the production process was carried out systematically by implementing proper fish handling practices, including a consistent cold chain system and appropriate stock management. Organoleptic assessment showed that the product had excellent quality with a high level of freshness. Chemical analysis revealed low histamine levels in both raw materials and final products, indicating effective temperature control and handling during processing. Microbiological testing demonstrated that total plate counts and pathogenic bacteria such as Escherichia coli and Salmonella spp. were within acceptable limits, confirming good sanitation and hygiene practices. Overall, the evaluated parameters comply with SNI and export standards, indicating that the product is safe and suitable for international markets. However, histamine content and microbiological contamination remain critical factors that require strict control to ensure consistent product quality. This study highlights the importance of maintaining cold chain integrity, sanitation, and quality control systems to enhance competitiveness in the global seafood market.
MENDORONG INDUSTRI PERIKANAN RENDAH KARBON: STUDI KASUS, TANTANGAN REGULASI, DAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI WILAYAH PESISIR I Made Aditya Nugraha; I Ketut Sumandiarsa; I Gusti Ayu Budiadnyani; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Diah Ayu Satyari Utami; Hatim Albasri
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2026): (Mei) 2026
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.18.1.2026.1-8

Abstract

Transisi menuju industri pengolahan perikanan rendah karbon menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemangku kepentingan, tantangan regulasi, serta strategi percepatan implementasi energi terbarukan pada industri pengolahan hasil perikanan di Bali. Metode yang digunakan berupa mixed methods melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan pelaku industri masih rendah dengan skor rata-rata 2,1 dari skala 5. Aspek finansial, teknis, dan kelembagaan masing-masing memperoleh skor 2,0–2,2 yang menjadi faktor utama rendahnya adopsi energi terbarukan. Sebaliknya, pemahaman manfaat energi terbarukan dan kesadaran lingkungan relatif lebih baik dengan skor 3,2–3,5. Sebanyak 75% responden menyatakan belum siap mengadopsi teknologi energi bersih, sedangkan hanya 15% yang siap secara teknis dan finansial. Hambatan terbesar berasal dari tingginya biaya investasi awal dengan skor 4,2, diikuti keterbatasan akses pembiayaan sebesar 3,7. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan modal, kemampuan teknis, dan dukungan kebijakan masih menjadi kendala utama transisi energi pada industri pengolahan perikanan pesisir. Penelitian merekomendasikan penyusunan regulasi teknis sektoral, perluasan insentif dan pembiayaan hijau, penguatan kapasitas SDM lokal, serta pengembangan proyek percontohan berbasis kolaborasi multipihak untuk mempercepat implementasi energi terbarukan di sektor pengolahan hasil perikanan.The transition to a low-carbon fisheries processing industry is a strategic step to support Indonesia's Enhanced National Development Planning (NDC) commitment, particularly in coastal areas dominated by small and medium-sized enterprises. This study analyzes stakeholder readiness, regulatory challenges, and strategies for accelerating renewable energy implementation in the fisheries processing industry through a mixed method approach, including surveys, in-depth interviews, and policy analysis. The results indicate that a renewable energy policy framework is in place, but implementing regulations are still general and do not specifically address the fisheries processing sector. Key challenges include limited technology access, high initial investment costs, minimal fiscal incentives and green financing, weak cross-sectoral coordination, and low technical capacity of local human resources. Despite high adoption interest, implementation remains hampered by technical, financial, and institutional factors. The study recommends the development of sectoral technical regulations, the expansion of green incentives and financing schemes, strengthening local capacity, and the development of pilot projects to accelerate renewable energy adoption in the fisheries processing industry.
Arduino MKR Analysis Using the RTC Alarm Method I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya; Wayan Gede Suka Parwita; I Made Aditya Nugraha
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol. 8 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v8i3.23631

Abstract

The researcher analyzed the Real-Time Clock (RTC) alarm readings on the Arduino MKR Zero, Arduino MKR Wan 1300, and Arduino MKR GSM 1400. The Arduino MKR board compared the data with the accuracy of reading the RTC values. To support this research, experimental quantitative research methods were used, and an independent sample t-test was used. The use of this method is very suitable because this method displays numbers as data and also conducts experiments directly on the Arduino MKR board. Comparative measurement of the three MKR using the RTC Alarm get the average time difference. This average indicates the IC capability and accuracy of MKR. From the experimental results, MKR GSM 1400 has the greatest. Arduino MKR GSM 1400 is the Arduino MKR that has the fastest data response among the other two Arduino MKRs. So, to create or develop a project related to real-time data transmission, it is recommended to use the Arduino MKR GSM 1400.
Hybrid renewable energy for cold chain in Indonesia: technical and economic evaluation I Made Aditya Nugraha; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Anis Khairunnisa; Mahaldika Cesrany
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 17, No 1: March 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijpeds.v17.i1.pp674-682

Abstract

Cold storage plays a crucial role in preserving temperature-sensitive products, particularly in the fisheries and food sectors. However, its operation is highly energy-intensive and often constrained by unstable electricity supply in many Indonesian regions. This study quantitatively evaluates a hybrid renewable energy system integrating photovoltaic (PV) panels, diesel generators, batteries, and the utility grid to ensure sustainable cold storage operations. Using measured load profiles, solar irradiation data, and annual operating costs, the system achieved a 60% reduction in diesel fuel consumption, 30-50% lower CO₂ emissions, and annual savings exceeding IDR 100 million compared to conventional generator-based systems. The system demonstrated 83.5% overall efficiency, with a payback period of 4.4 years and a positive net present value (NPV), confirming its economic viability. The novelty of this research lies in presenting the first comprehensive techno-economic analysis of a PV-diesel-battery-grid hybrid system specifically designed for fisheries-based cold storage facilities in Indonesia, considering local solar potential and grid reliability. Despite its feasibility, implementation challenges remain, including a lack of skilled technicians, limited financial incentives, and bureaucratic constraints. To overcome this, the study recommends PV subsidies, low-interest green loans, and public–private partnerships aligned with Indonesia's energy transition roadmap and cold chain development goals.
Application of capacitor banks to enhance energy efficiency in aeration systems for fisheries cultivation I Made Aditya Nugraha; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 17, No 1: March 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijpeds.v17.i1.pp335-342

Abstract

Electrical energy consumption in aeration systems represents a major component of operational costs, primarily due to the low power factor of inductive equipment such as blowers. This study evaluates the effectiveness of capacitor banks in improving energy efficiency and their economic feasibility in small- to medium-scale aquaculture aeration systems. Over 90 days, measurements were conducted on energy consumption, current, voltage, and water quality parameters, including dissolved oxygen (DO) and pH in two systems: without and with capacitor banks. The results showed that the use of capacitor banks reduced daily energy consumption from 15.01 ± 0.45 kWh to 13.13 ± 0.45 kWh (savings of 12.51%), equivalent to approximately 56.4 kWh per month or 686.2 kWh per year. The average current decreased from 2.44 A to 1.88 A, while voltage, DO (6.50-6.64 mg/L), and pH (7.20-7.25) remained stable within the optimal range. Economic analysis revealed that an initial investment of IDR 1,500,000 has a payback period of 18 months, a net present value (NPV) of IDR 2.15-2.33 million (at 8% discount rate), and an internal rate of return (IRR) exceeding 50% per year. These findings demonstrate that the application of capacitor banks not only enhances energy efficiency and reduces power losses but is also highly feasible and profitable for practical adoption in aquaculture operations.
Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Pengolahan Ikan Pindang di Bali I Gusti Ayu Budiadnyani; I Made Aditya Nugraha; Pinky Natalia Samanta; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i2.538

Abstract

Industri pengolahan hasil perikanan memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian daerah dan ekspor, khususnya di Bali yang kaya akan sumber daya laut. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan serius terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lingkungan kerja yang basah, penggunaan alat tajam, bahan kimia, serta suhu rendah menjadikan pekerja berisiko tinggi mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan K3 pada industri pengolahan hasil perikanan di Bali serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pekerja dan supervisor, serta penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, penggunaan alat pelindung diri (APD), perilaku kerja, pengawasan, dan pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap penerapan K3. Industri pengolahan modern cenderung memiliki tingkat kepatuhan dan kesadaran K3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan industri tradisional, yang masih terbatas dalam fasilitas keselamatan dan pelatihan tenaga kerja. Faktor utama yang menghambat penerapan K3 meliputi rendahnya kesadaran pekerja, kurangnya pelatihan rutin, pengawasan yang belum optimal, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas penerapan K3 dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, pelatihan teknis, penyediaan APD yang memadai, serta penguatan sistem pengawasan di lapangan. Dengan penerapan strategi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, produktivitas pekerja meningkat, kualitas produk terjaga, dan keberlanjutan industri pengolahan hasil perikanan di Bali dapat dipertahankan.
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba I Gusti Ayu Budiadnyani; I Ketut Sumandiarsa; I Made Aditya Nugraha; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Pinky Natalia Samanta; Mahaldika Cesrany; Anis Khairunnisa; Medal Lintas Perceka; Putri Yuliana Masrin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.
ENHANCED PREVENTIVE MAINTENANCE STRATEGY TO OPTIMIZE MAIN ENGINE STARTER SYSTEM PERFORMANCE ON MARINE VESSELS I Made Aditya Nugraha; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Putu Indra Pramana
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1995

Abstract

The starter system is a vital component in the main engine starting process on a ship, so its reliability is an important factor in ensuring smooth sailing operations. This study aims to analyze the effectiveness of implementing preventive maintenance in improving the performance of the main engine starter system on a passenger ship. The study was conducted on the XYZ ship using a descriptive method through direct observation and interviews with the engineer officer. Data obtained included the physical condition of the battery, cable path, solenoid, and internal components of the starter dynamo, then analyzed based on performance parameters before and after preventive maintenance. The results showed several major problems, including heavy starter rotation, rapid battery voltage drop, loose cable connections, and damage to the solenoid. After implementing preventive maintenance such as adding battery water, cleaning terminals, tightening cable connections, and internal maintenance of the starter, there was a significant increase in engine starting speed, battery voltage stability, and starter response. The frequency of previously frequent problems also decreased drastically. The conclusion of this study is that preventive maintenance is proven to be effective in improving starter system performance, reducing the risk of starting failure, and supporting the smooth and safe operation of the ship as a whole. Implementation of scheduled preventive maintenance is recommended to ensure long-term reliability of the starter system.
Co-Authors A A Gede Bagus Ariana A A Gede Bagus Ariana Agus Mahardiananta, I Made Ahmad Asroni Alan Frendy Koropitan Ali, Mukhlis Aman Saputra Andina Chairun Nisa Anik Kusmiatun Anik Kusmiatun Anik Kusmiatun Anis Khairunnisa Anis Khairunnisa Anis Khairunnisa Annisa Khairani Aras Ariana, Anak Agung Gde Bagus Arie Kiswanto Arimbawa, Putu Aries Ridhana Arimbawa, Putu Aries Ridhana Budi Rianto Wahidi Cesrany, Mahaldika Desry Natalia Manuhutu Desy Febrianti Desy Febrianti Dewa Ngakan Gde Tisna Prayoga Diah Ayu Satyari Utami DIAH AYU SATYARI UTAMI Diah Ayu Satyari Utami Dwi Adinda Wulan Maulidiyah Febi Luthfiani Febi Luthfiani Febi Luthfiani Febi Luthfiani, Febi Fenny Crista Anastasia Panjaitan Frengky Yeremias Malelak Grangsang Sotyaramadhani Grangsang Sotyaramadhani Grangsang Sotyaramadhani HARIANTO, WAWAN Hariyadi, Dimas Rizky Hatim Albasri I Dewa Putu Gede Wiyata Putra I Gede Adnyana I Gede Mardiana Putra I Gede Riyan Mahayana I Gede Sura Adnyana I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Made Ngurah Desnanjaya I Gusti Made Ngurah Desnnajaya I Ketut Sumandiarsa I Ketut Sumandiarsa I Ketut Sumandiarsa I Komang Arya Ganda Wiguna I Komang Arya Ganda Wiguna I Komang Arya Ganda Wiguna I Made Urip Sumaharja I N Satya Kumara I Nyoman Juniarta I Nyoman Juniarta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Nyoman Setiawan I Nyoman Sudiarsa I Nyoman Sudiarsa I Wayan Dani Pranata I Wayan Dani Pranata Ida Ayu Dwi Giriantari Idrus, Muhamad Amril Iftachul Farida Iftachul Farida Iftachul Farida Iftachul Farida Ika Astiana Ika Astiana Ika Astiana Ika Astiana Ika Astiana Ika Astiana Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Jatayu, Diklawati Jhon Septin M. Siregar Jhon Septin Mourisdo Siregar Juniarta, I Nyoman Kadek Listuayu Kaminton Tambunan Kaminton Tambunan Lebrina Ivantry Boikh Made Puji Dwicaksana Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Malelak, Frengky Yeremias Marcus Samusamu Marcus Samusamu Maria Delastrada Poy Maria Jelita Gone Martinus Mukeni Leway Medal Lintas Perceka medal lintas perceka Mohsan Abrori Mufti Hatur Rahmi Muhamad Amril Idrus Muhammad Ilham Ni Gusti Ayu Putu Intan Sri Wahyuni Ni Luh Dea Sari Ni Made Airanthi K Widjaja Adhi Ni Putu Dian Kusuma Ni Putu Rahayu Artini Ni Putu Tantri Miranti Niken Dharmayanti Nyoman Sarasuartha Mahajaya Panjaitan, Fenny Crista A Panjaitan, Fenny Crista Anastasia Pinky Natalia Samanta Pinky Natalia Samanta Poy, Maria Delastrada Pramana, Putu Indra Pt Aries Ridhana Putra, Febryan Arya Putri Yuliana Masrin Putu Agus Mahadi Putra Putu Aries Ridhana Arimbawa Putu Indra Pramana Putu Indra Pramana Rahmat Yuliandri Rajab, Resky Amalia Rasdam Rasdam Rasdam Rasdam Reganata, Gde Palguna Resti Nurmala Dewi Robert Martinus Runa Taopan Rundi, Sandi Karipi Salsabila Ayudia Listy Samanta, Pinky Natalia Samsul Hadi Satiti Kawuri Putri Septin M. Jhon Septin M. Siregar Siregar Serihollo, Lukas G. G Siahaan, Irandha C. M. Siluh Putu Sri Dia Utari Siluh Putu Sri Dia Utari Siluh Putu Sri Dia Utari siluh putu sri dia utari Siluh Putu Sri Dia Utari Siregar, Jhon Septin Maourisdo Sri Rejeki Minda Ratu SUDARMONO SUDARMONO Sumandiarsa, I Ketut Tambunan, Kaminton Tjokorda Bagus Putra Marhaendra Tri Audia Paputungan Utari, Siluh Putu Sri Dia Wahyu Wahyu Wahyu Was, Yosep Sulistio Wawan Harianto Wayan Gede Suka Parwita We, Jendri Widagdo, Aris Wulang, Jemson Domu Yasinta Ega Kaborang Yesaya Mau Yosep Sulistio Was Zainal Usman