Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair (Poc) Asal Rami Dan KlonTerhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Rami (Boehmeria nivea L. Gaud) Cucu Suherman; Anne Nuraini; Khadamullah Nurhuda
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.057 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1122

Abstract

Tanaman rami merupakan tanaman penghasil serat alami yang digunakan sebagai bahan baku tekstil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik kombinasi konsentrasi pupuk organik cair (POC) asalrami dan klon terhadap pertumbuhan dan hasil rami. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Universitas Padjadjaran, dengan tanah Inceptisol. Rancangan percobanganyang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3kali. Perlakuan pada penelitian ini antara lain : Ramindo I + 0 ml POC/L, Ramindo I + 20 mL POC/L, Ramindo I + 40mL POC/L, Ramindo I + 60 mL POC/L, Bandung A + 0 mL POC /L, Bandung A + 20 mL POC/L, Bandung A + 40 mLPOC/L, Bandung A + 60 mL POC /L, Pujon 13 + 0 mL POC/L, Pujon 13 + 20 mL POC/L, Pujon 13 + 40 mL POC/L,Pujon 13 + 60 mL POC/L. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi klon Bandung A + 20 mL POC /L memberikanpengaruh paling baik pada parameter jumlah daun dan bobot segar batang.Kata kunci: klon, pupuk organik cair, rami
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair (Poc) Asal Rami Dan KlonTerhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Rami (Boehmeria nivea L. Gaud) Cucu Suherman V.Z; Anne Nuraini; Khadamullah M Nurhuda
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.057 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1161

Abstract

Tanaman rami merupakan tanaman penghasil serat alami yang digunakan sebagai bahan baku tekstil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik kombinasi konsentrasi pupuk organik cair (POC) asalrami dan klon terhadap pertumbuhan dan hasil rami. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Universitas Padjadjaran, dengan tanah Inceptisol. Rancangan percobanganyang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3kali. Perlakuan pada penelitian ini antara lain : Ramindo I + 0 ml POC/L, Ramindo I + 20 mL POC/L, Ramindo I + 40mL POC/L, Ramindo I + 60 mL POC/L, Bandung A + 0 mL POC /L, Bandung A + 20 mL POC/L, Bandung A + 40 mLPOC/L, Bandung A + 60 mL POC /L, Pujon 13 + 0 mL POC/L, Pujon 13 + 20 mL POC/L, Pujon 13 + 40 mL POC/L,Pujon 13 + 60 mL POC/L. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi klon Bandung A + 20 mL POC /L memberikanpengaruh paling baik pada parameter jumlah daun dan bobot segar batang.Kata kunci: klon, pupuk organik cair, rami
Keberhasilan Okulasi Beberapa Jenis Batang Bawah Dengan Entres Jeruk Siam Madu (Citrus microcarpa) Yang Berbeda Lama Penyimpanan Eko Wahyudi; Sumadi Sumadi; Anne Nuraini
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.853 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1371

Abstract

Penyebab okulasi jeruk siam madu tidak dapat tumbuh adalah jenis batang bawah yang tidak kompatibel dan lama penyimpanan entres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis batang bawah yang kompatibel dan lama penyimpanan entres yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit okulasi jeruk siam madu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2017 di Balai Benih Induk Hortikultura Pekanbaru, Provinsi Riau. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuannya terdiri dari 4 jenis batang bawah yaitu Japanese citroen, Jeruk Lemon, Jeruk Purut dan Jeruk Nipis dan 4 waktu penyimpanan entres menggunakan gedebog pisang yaitu disimpan 1 hari, 3 hari, 5 hari dan 7 hari. . Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh interaksi jenis batang bawah dan lama penyimpanan entres terhadap waktu pecah tunas, persentase mata tunas jadi, panjang tunas, diameter tunas, jumlah daun, indeks luas daun terhadap pertumbuhan okulasi bibit jeruk siam madu. Semua jenis batang bawah yang di kombinasikan dengan lama penyimpanan entres 1 hari menghasikan waktu pecah tunas paling cepat dan panjang tunas yang paling panjang. Jenis batang bawah japanese citroen dan jeruk nipis yang dikombinasikan dengan lama penyimpanan entres 1 hari menghasilkan persentase mata tunas jadi paling tinggi.  Jenis batang bawah japanese citroen menghasilkan persentase mata tunas tumbuh paling tinggi, sedangkan lama penyimpanan entres 1 hari menghasilkan persentase tumbuh okulasi paling tinggi. Jenis batang bawah japanese citroen dan jeruk nipis yang dikombinasikan dengan lama penyimpanan entres menghasilkan panjang tunas paling tinggi. Batas toleransi penyimpanan entres adalah 3 hari dengan menggunakan batang bawah japanese citroen. Kata kunci :.. jeruk siam madu, japanese citroen, jeruk lemon, jeruk purut, jeruk nipis, batang bawah, lama penyimpanan entres
PENGARUH KOMPOS CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DENGAN BERBAGAI KOTORAN TERNAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WORTEL (Daucus carrota L.) KULTIVAR LOKAL CIPANAS Arrin Rosmala; Tino Mutiarawati; Anne Nuraini
Hexagro Journal Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i2.97

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos campuran sampahorganik dengan berbagai kotoran ternak terhadap pertumbuhan dan hasil wortel kultivarlokal Cipanas. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen berdasarkanRancangan Acak Kelompok yang terdiri 8 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Kedelapankombinasi perlakuan tersebut adalah tanpa kompos; kompos sampah organik; komposkotoran sapi; kompos kotoran kuda; kompos kotoran ayam; kompos campuran sampahorganik: kotoran sapi (1:1); kompos campuran sampah organik: kotoran kuda (1:1);kompos campuran sampah organik: kotoran ayam (1:1). Hasil percobaan menunjukkanbahwa semua kombinasi perlakuan tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyataterhadap jumlah daun, tinggi tanaman, bobot kotor tanaman per plot, bobot umbi per plot,shoot-root ratioKata kunci: kompos kotoran ternak, kompos sampah organik, wortel
PENGARUH APLIKASI KOMPOS CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DENGAN BERBAGAI KOTORAN TERNAK TERHADAP KUALITAS WORTEL (Daucus carrota L.) KULTIVAR LOKAL CIPANAS Arrin Rosmala; Tino Mutiarawati; Anne Nuraini
Hexagro Journal Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i2.127

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas wortel kultivar lokalCipanas yang diberi perlakuan kompos campuran sampah organik dengan berbagaikotoran ternak. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri 8kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Kedelapan kombinasi perlakuan tersebut adalahtanpa kompos; kompos sampah organik; kompos kotoran sapi; kompos kotoran kuda;kompos kotoran ayam; kompos campuran sampah organik : kotoran sapi (1:1); komposcampuran sampah organik : kotoran kuda (1:1); kompos campuran sampah organik :kotoran ayam (1:1). Hasil penelitian menunjukkan semua kombinasi perlakuan tidakmemberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap persentase jumlah dan bobot umbikualitas A, persentase jumlah dan bobot umbi kualitas B, persentase jumlah umbi yangterkena hama, panjang dan diameter umbi rata-rata kualitas A, dan persentase susutbobot setelah 22 hari penyimpanan. Perlakuan tanpa pemberian kompos, kompos sampahorganik, dan kompos yang mengandung kotoran sapi menghasilkan persentase jumlahumbi bercabang lebih sedikit. Kompos kotoran ayam dan kompos campuran sampahorganik dengan semua kotoran ternak menghasilkan persentase jumlah umbi kecil lebihsedikit, sedang kompos campuran sampah organik dengan kotoran sapi dan dengankotoran kuda menghasilkan umbi dengan ketahanan simpan umbi yang lebih lamadibandingkan perlakuan lainnya.Kata kunci: kompos kotoran ternak, kompos sampah organik, kualitas, wortel
Multiplikasi Tunas Meriklon Kentang Pada Berbagai Jenis dan Konsentrasi Sitokinin Mia Munggarani; Erni Suminar; Anne Nuraini; Syariful Mubarok
Agrologia Vol 7, No 2 (2018): Agrologia: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/a.v7i2.766

Abstract

Mericlone shoots are shoots of propagation using meristem explants which aim to produce seeds in a short time, large number, and disease-free seed. The aim of this experiment was to find out the best types and concentration of cytokinin to mericlone shoot multiplication of potato Jala Ipam variety. The experiment was carried out at Seed Technology Tissue Culture Laboratory of Agriculture, Padjadjaran University during November 2016 until February 2017. The experimental design was Completely Randomized Design with 13 treatments and 4 replications. Murashige and Skoog Medium with different concentration and types of cytokinine was used in this experiment. The result showed that the type and concentrations of cytokinin give the different effect on the mericlone shoot multiplication of potato Jala Ipam variety. MS medium with the additional of cytokinin 2 -iP 1.5 mg L-1 significantly increased the mericlone shoot multiplication of potato Jala Ipam variety at the variable number of leaves, number of nodes, and the number of branches.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Pisang di Jawa Barat Selatan Dirga Sapta Sara; Ganjar Herdiansyah; Anne Nuraini; Ade Ismail; Erni Suminar
Agrologia Vol 8, No 2 (2019): Agrologia: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/a.v8i2.1013

Abstract

Peningkatan kualitas pisang di Provinsi Jawa Barat bagian selatan terkendala kurangnya data kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan pisang dan mengevaluasi cara budidaya di lima Kabupaten Jawa Barat Selatan. Peta ketinggian tempat, peta kontur dan peta jenis tanah digunakan u tuk menentukan titik pengambilan sampel tanah. Survei lapangan untuk mengamati karakteristik sifat fisik tanah meliputi struktur, drainase, erosi, tekstur, dan kedalaman efektif perakaran, serta kondisi fisiografis yaitu ketinggian dan kelerengan. Sifat kimia tanah meliputi KTK-liat, C-Organik, tekstur, dan pH tanah. Data sifat fisik dan kimia tanah dikelompokkan untuk mendapatkan kelas keseuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan pisang di Jawa Barat Selatan memiliki kriteria S1 (sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal) dan N1 (tidak sesuai pada saat ini) dengan factor pembatas yang dominan adalah temperatur, ketersediaan air dan lereng. Kesesuaian lahan yang memiliki kriteria N (tidak sesuai untuk saat ini) dengan faktor pembatas kemiringan lereng lebih dari 40%. Perbaikan lahan melalui pemberian pupuk, perbaikan irigasi dan drainase serta pembuatan teras disarankan untuk meningkatkan nilai  kesesuaian lahan.Kata kunci: budidaya pisang, evaluasi lahan, kesesuaian lahan, jawa barat
Pengaruh Dosis Minyak Cengkeh Terhadap Populasi Hama Callosobruchus chinensis L., Viabilitas Dan Vigor Benih Dua Kultivar Kacang Hijau Setelah Periode Simpan Tiga Bulan Siti Syarah Nurbaekah; Sumadi Sumadi; Anne Nuraini
Agrologia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/a.v7i1.353

Abstract

Callosobruchus chinensis L. still become the primary pest of mung bean, it can cause damage until 70 percent. Pest control on mung bean seeds can be done by using anorganic protectant and bio protectant. The aim of the research was to determine the dosage of clove oil that could suppressed the population of weevil C. chinensis L. and maintaining seed viability and seed vigor of two mung bean cultivar after three months storage. The experimental design was Completely Randomized Design with 10 treatments combination of cultivar and clove oil dosage; all treatment were replicated three times. The mungbean seeds were cultivar Vima 1 and Vima 3.  The clove oil dosages used were 0 mL kg-1, 0,5 mL kg-1, 1,0 mL kg-1, 1,5 mL kg-1 and 2,0 mL kg-1. The mungbean result of experiment showed that there were significant effect between cultivar and clove oil dosage on germination rate percentage after three months storage, but no significant effect on weevil population and vigor index. The dosage of 1,5 mL kg-1 clove oil was the better treatment to maintaining seed viabilty andits vigor.Keywords: Mung bean, C. chinensis L., Clove oil, Seed viability and Seed Vigor.
Respons anggrek dendrobium terhadap perbedaan naungan dan aplikasi zat pengatur tumbuh Adinda Cikal Amalia; Syariful Mubarok; Anne Nuraini
Kultivasi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i2.35029

Abstract

AbstrakTanaman anggrek banyak digemari oleh masyarakat karena keanekaragamannya. Jenis anggrek yang paling populer adalah Dendrobium sp. Namun pertumbuhan tanaman anggrek cenderung lambat karena masa juvenil yang lama dan proses fotosintesis yang rendah. Oleh karena itu, upaya percepatan proses pertumbuhan sangat diperlukan. Salah satunya adalah aplikasi naungan dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan dan jenis ZPT terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan Dendrobium. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021 di Screenhouse, Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari sepuluh taraf perlakuan kombinasi antara naungan dan ZPT, yaitu A = naungan 70%, tanpa ZPT; B = naungan 70% + IAA 90 ppm; C = naungan 70% + thidiazuron (TDZ) 50 ppm, D = naungan 70% + GA3 150 ppm; E = naungan 70% + Paclobutrazol 100 ppm; F = naungan 30%, tanpa ZPT; G = naungan 30% + IAA 90 ppm; H = naungan 30% + TDZ 50 ppm; I = naungan 30% + GA3 150 ppm, dan J = naungan 30% + Paclobutrazol 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan naungan 70% dapat meningkatkan beberapa komponen pertumbuhan Dendrobium, antara lain tinggi tanaman, jumlah pseudobulb, lebar daun, panjang daun, dan kandungan klorofil. Aplikasi TDZ juga berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah pseudobulb, dan kandungan klorofil Dendrobium sp. Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, naungan, zat pengatur tumbuh, IAA, thidiazuron, GA3, paklobutrazolAbstractOrchid plants are widely popular by society because of its rich diversity. The most popular type of orchid is Dendrobium. However, the growth of orchid plants tend to be slow because of a long juvenile period and a low photosynthesis process. Therefore, the efforts to accelerate the growth process is needed. One of them is the application of shade and plant growth regulator (PGR). This research aimed to obtain the best percentage of shade and types of PGR to increase Dendrobium growth. Experiment was carried out from October 2020 until Januari 2021 at Screenhouse, Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, West Java. Experiment was arranged in Randomized Block Design, consisted of ten levels of combination treatments between shade and PGR, namely A = shading 70%, no PGR; B = shading 70% + IAA 90 ppm; C = shading 70% + thidiazuron (TDZ) 50 ppm, D = shading 70% + GA3 150 ppm; E = shading 70% + Paclobutrazol 100 ppm; F = shading 30%, no PGR; G = shading 30% + IAA 90 ppm; H = shading 30% + TDZ 50 ppm; I = shading 30% + GA3 150 ppm, and J = shading 30% + Paclobutrazol 100 ppm. The result showed that the use of 70% shade could increase several growth components of Dendrobium, including plant height, number of pseudobulb, leaf width, leaf length, and chlorophyll content. The TDZ application also had a significant effect on the number of leaves, number of pseudobulb, and chlorophyll content of Dendrobium sp. Keywords: Dendrobium orchid, shade, plant growth regulator, IAA, thidiazuron, GA3, paclobutrazol. 
Pengaruh konsentrasi Benzylaminopurine terhadap pertumbuhan eksplan tunas aksilar rami klon lokal Wonosobo secara in vitro Anne Nuraini; Eva Aprilia; Murgayanti Murgayanti; Asri Peni Wulandari
Kultivasi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i2.36540

Abstract

AbstrakSaat ini, perbanyakan rami menggunakan rizoma sebagai bahan tanamnya, tetapi dalam produksinya membutuhkan waktu yang lama dan sebagai bahan tanam umur simpannya singkat. Kultur jaringan merupakan salah satu teknologi untuk mendapatkan bahan tanam yang seragam dan sehat dalam waktu yang singkat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap pertumbuhan tunas aksilar pada rami klon lokal Wonosobo dan konsentrasi mana yang memberikan pengaruh terbaik. Percobaan dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Nodus batang dari rami klon lokal Wonosobo diklturkan pada media MS dengan penambahan berbagai konsentrasi BAP selama 8 minggu dan diamati pertumbuhan dan perkembangannya. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Adapun perlakuannya adalah kontrol (tanpa penambahan BAP), BAP 0,5 mg/L, BAP 1,0 mg/L, BAP 1,5 mg/L, BAP 2,0 mg/L, dan BAP 3,0 mg/L. Hasil percobaan menunjukkan penambahan sitokinin berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas aksilar rami klon lokal Wonosobo. Penambahan 0,5 mg/L berpotensi memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tunas aksilar rami klon lokal Wonosobo dilihat dari waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi plantlet. Kata Kunci: Benzylaminopurine (BAP) ∙ Rami ∙ Tunas aksilar AbstractCurrently, ramie propagation used the rhizome as the planting material. However, it took long time to produce and the longevity of rhizome as planting material is short. Therefore, another technology approach is needed. Tissue culture is one of alternative technologies that could to produce uniform and healthy planting material within short time. The objective of this research was to determine the effect of BAP concentration on the axillary bud growth of rami local clone of Wonosobo and also determine which concentration gives the best effect. The research was conducted at The Tissue Culture Laboratory of Seed Technology, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. Nodes of ramie local clone of Wonosobo were cultured for 8 weeks on Murashige & Skoog (MS) medium added with various concentrations of BAP and then observed growth and development. The research design was Completely Randomize Design (RCD) with 6 treatments in terms of BAP concentrations and 3 replications. The treatment was ,control (without BAP); BAP 0,5 mg/L, BAP 1,0 mg/L, BAP 1,5 mg/L, BAP 2,0 mg/L, and BAP 3,0 mg/L. The result showed that there was different effect on axillary bud growth. The treatment of MS medium added with 0,5 mg/L BAP potentially showed as the best effect for bud appearance, number of shoots, number of leaves, and plantlet’s length.Keywords: Benzylaminopurine (BAP) ∙ Ramie ∙ Axillary bud
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adelia Anissa Putri Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia, Adinda Cikal Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Al Aufa, Elfa Muhammad Ihsan Alan Randall Ali Qosim, Warid Alin Robiah Al Adawiyah Alvianto, Muhamad Amalia, Inneke Anindya, Marsya Nabila Anne Nurbaity ANNE NURBAITY Anni Yuniarti Annisa Nur Rahmani Annisa Nuraisah Annisa Nurul Fatimah Aprilia, Eva Argapati Sela Argapati Sela, Argapati Arin Rosmala Ariyanto, Nur Budi Arrin Rosmala Ashari, Asri Mulya Asri Peni Wulandari Asyifa Mardatillah Ayu Ratna Ningrum Azizah, Annisa Nanda Nur Bella Dian Ratnasari. Bella Dian Ratnasari., Bella Dian Camelia Andriani Christine Angel Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Cucu Suherman Cucu Suherman V.Z Debby Yolanda Sulista Dedi Ruswandi Dedi Widayat Denny Sobardini Denny Sobardini Denny Sobardini Sobarna Denny Sobardini, Denny Diah Rochana Puspitasari Dian Ardiansyah Dian Ardiansyah Dikdik Kurnia Dirga Sapta Sara Donita, Yukta Alvira Edy Suryadi Ega Raisya Ega Raisya Eka Siti Windia Eko Wahyudi Elma, Tiara Erizon, Meisyela Salsabila Erni Erni Erni Suminar Eva Aprilia Eva Aprilia Ezura, Hiroshi Farida Farida Damayanti Fatimah, Annisa Nurul Fauzia Khaerunnisa Millenia Fenny Dewi Nuroktavianti Firman Rezaldi Fitri Widya Fitriatin Fitrianti Widya Lestari Ganjar Herdiansyah Gina Gustiani Pitaloka H. Apriyanto H. Apriyanto, H. Hanifah Rulistianti Hapizhah Hapizhah Hapizhah Hapizhah, Hapizhah Herlistin Mooy Heru Waskito Heru Waskito Hiroshi Ezura Hiroshi Ezura Ibrahim, Meynarti Sari Dewi Inneke Amalia Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Winara Iwan Setiawan Jajang Sauman Hamdani Khadamullah M Nurhuda Khadamullah Nurhuda Kusumadewi, Vira Kusumiyati Kusumiyati Luciana Djaya, Luciana M Kadapi M. Ibrahim M. Ibrahim, M. Marsya Nabila Anindya Masako Akutsu Meddy Rachmadi Megianti Agtari Meisyela Erizon Mia Munggarani Mira Ariyanti Mita Indriani Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Soleh Mugayanti Muhamad Alvianto Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Abdillah Hasan Qonit Muhammad Syafii Murgayanti Murgayanti Neni Rostini Neni Rostini Niki Rahayu Noladhi Wicaksana Noor Istifadah Nur Azizah Romadhoni Nur Budi Ariyanto Nurjanah Nurjanah Nuroktavianti, Fenny Dewi Nursuhud Nursuhud Nuzula Suci Azima Nuzula Suci Azima, Nuzula Suci Pangaribuan, Ikhwan Fadli Parlinah, Linlin Pujawati Suryatmana Qonit, Muhammad Abdilah Hasan R. Damayanthi R. Damayanthi, R. R. Pratama R. Pratama, R. Rahmani, Annisa Nur Rahmat Budiarto Rahmawati, Vira Raisya, Ega Ramadani, Selika Fitrian Ramadhani, Selika Fitrian Randall, Alan Randriani, Enny Rezeki Simamora RIKA MELIANSYAH Rubaekah, Siti Sarah Rufaidah, Fathi S Sumadi Santika Sari Sari, Laela Shakina, Visira Deva Sheli Mustikasari Dewi SIska Rasiska, SIska Siti Julaeha, Siti Siti Rodiah Siti Sarah Rubaekah Siti Syarah Nurbaekah Suci Azima, Nuzula Sudarjat Sudarjat Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sunjaya Putra SYARIFUL MUBAROK TATI NURHAYATI Tati Nurmala Tati Nurmala Tiara Elma Tino Mutiarawati Tino Mutiarawati Waluyo, Nurmalita WARID ALI QOSIM Wawan Sutari Yayat Rochayat Yayat Rochayat Suradinata Yayat Rochayat, Yayat Yudhistari Sihombing Yulianto, Fiky Yusti Yusti, Yusti Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa