Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Edukasi Lokalitas dan Cinta Ibu dalam Lomba Baca Puisi Usia Sekolah Dasar Manurung, Rosida Tiurma; Pandanwangi, Ariesa; Ida, Ida
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.589

Abstract

Penguatan terhadap nilai-nilai lokalitas dan kecintaan terhadap ibu merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter anak usia dini dan sekolah dasar. Melalui kegiatan lomba baca puisi bertema lokalitas dan cinta ibu dalam peringatan hari Kartini dapat memberikan edukasi sehingga diharapkan anak-anak mampu mengekspresikan rasa bangga terhadap budaya dan ibu mereka. Social service melalui edukasi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran budaya dan nasionalisme peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang exhibition Universitas Kristen Maranatha yang diikuti 11 siswa dari beberapa sekolah dasar. Metode yang dilakukan adalah partisipatory, peserta aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat dan rasa bangga peserta terhadap budaya lokal, kasih sayang keluarga, dan rasa nasionalisme.  Pengabdian ini memaparkan proses, hasil, dan manfaat kegiatan serta merekomendasikan pengembangan karakter pada masa mendatang, khususnya tentang peningkatan edukasi nilai lokalitas dan cinta kepada ibu.
Peningkatkan Pengetahuan Mengenai Eco Enzyme Bagi Komunitas Pendidik di Kota Bandung Pandanwangi, Ariesa; Putri, Aulia Wara Arimbi; Ratnadewi, Ratnadewi; Suhada, Kartika; Dewi, Belinda Sukapura
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.10217

Abstract

Dapur rumah tangga merupakan salah satu penghasil sampah organik terbesar dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik ini akan menjadi busuk dan menimbulkan bau busuk yang mencemari lingkungan, Permasalahan inilah yang akan dipecahkan dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha(IKPM), yaitu berupa pelatihan pembuatan eco enzyme secara daring melalui aplikasi zoom kepada komunitas pendidik di kota Bandung sebanyak 29 orang. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metoda participant action research, dan untuk mengetahui pemahaman peserta mengenai eco enzyme digunakan metode angket yang diisi oleh peserta sebagai responden dengan menggunakan skala likert. Secara umum, hasil dari kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang eco enzyme secara mendalam  sebesar 74%, peningkatan pengetahuan cara pembuatan eco enzyme sebesar 71,3% dan peningkatan pengetahuan mengenai berbagai manfaat dari eco enzyme rata-rata sebesar 22,05%. Sebanyak 51,72% peserta ingin segera membuat eco enzyme. Kegiatan ini direkomendasikan agar dapat dipraktikkan di dalam komunitas-komunitas lainnya, sehingga masyarakat dapat bergerak menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 
VISUALISASI KARYA SENI BATIK KAWENTAR YANG BERBASIS KARYA SENI MODERN ART DAN KEARIFAN LOKAL DI GARUT Pandanwangi, Ariesa; Sukapura Dewi, Belinda; Purnomo Adi, Sigit
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v4i9.3215

Abstract

Kawentar Batik draws inspiration from the works of world-renowned painters such as Picasso, Piet Mondrian, Miró and Franz Klein. This is an effort to increase marketing reach, but few works by these artists have been adopted into batik artworks to inspire innovation. Kawentar batik is the first to do so. This study addresses the question of how modern art is implemented in Garut batik. This study uses a qualitative descriptive method. Feldman's theory is used to analyse the work; this method consists of four stages: description, formal analysis, interpretation, and assessment. The research sample comprises two batik writings in a modern art style. The results of the study show that batik combines local values with the main subject of modern art. The colours of the batik are influenced by those of the paintings, namely the colours used by modern artists. This study concludes that Kawentar batik draws inspiration from the works of renowned artists from around the world.
Revitalisasi Makna dan Estetika Batik Parang: Dari Sakralitas Keraton ke Ekspresi Kontemporer Pandanwangi, Ariesa; Ernawan, Erika; Suryana, Wawan; Effendi, Ismet Zainal
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i3.4744

Abstract

Parang batik is a very important form of cultural heritage, possessing sacred value. This batik originated from the palace environment and was worn by a limited circle. The challenge arose regarding how to revitalize the Parang motif so that it could be accepted and worn by the younger generation without losing its philosophical value. The goal was to introduce new values to the Parang batik motif, with the hope that it could be integrated into the creative industry in the future. A qualitative descriptive method with a historical approach was used to uncover the origins of the Parang batik motif and its philosophical meaning. An artistic approach was then used to reveal the results of the revitalization, which were analyzed through visual objects. The composition, pattern structure, and color were analyzed to reveal the results of the revitalization. This process involved adjusting the visual form while maintaining the motif's identity. However, aesthetic touches were added that were in line with the tastes of the younger generation. The results obtained include samples of Parang batik from the revitalization process. The background of the Parang motif was retained, but additional visual elements in the form of horizontal floral arrangements were added at the bottom of the fabric, creating a more modern compositional dynamic. The floral pattern is repeated vertically in bold colors, which differs from the traditional, more muted colors. This study concludes that the revitalization of Parang batik was achieved by using striking colors while maintaining the background of the Parang motif.
Pelatihan SDGs melalui Praktik Ikat Celup untuk Remaja di Kampung Sindangsari Desa Ciwideuy Pandanwangi, Ariesa; Ernawan, Erika; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Ratnadewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11286

Abstract

Kampung Sindangsari, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, memiliki sekelompok remaja, yang tergabung dalam kader posyandu. Mereka memiliki aktivitas yang dapat dimanfaatkan baik untuk ibu dan anak juga remaja setempat. Selain itu, pentingnya peningkatan kegiatan remaja di Kampung Sindangsari menjadi perhatian utama. Selain itu juga, aktivitas ikat celup dapat menjadi sarana pemberdayaan bagi remaja, mengingat keterampilan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru. Dengan melibatkan remaja dalam kegiatan positif seperti ini, diharapkan mereka bisa lebih aktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan. Langkah ini penting untuk memperkuat posyandu sebagai pusat kegiatan sosial dan kesehatan yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan komunitas setempat. Permasalahan dalam pengabdian ini bagaimana meningkatkan ketrampilan remaja yang mengedukasi dan dapat menjadi mentor selanjutnya bagi remaja lainnya. Tujuannya agar dapat meningkatkan kreativitas dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah. Metode yang dipergunakan adalah metode participation action reseach (PAR). Temuan dalam pengabdian ini para remaja pada awalnya mengalami kesulitan namun ketika diberikan pendampingan mereka dapat melakukan proses kreatifnya dengan baik. Evaluasi dilakukan berbasis penilaian artistik dengan indikator teknik pewarnaan dan jejak lipatan yang dihasilkan dari teknik ikat celup. Melalui wawancara langsung dengan ke 33 peserta, diperoleh masukan berupa kepuasan hasil pelatihan, dan semangat untuk membuat kembali dengan kain yang mereka miliki masing-masing. Hasil dari pengabdian ini, peserta dapat meningkatkan ketrampilannya melalui teknologi sederhana yaitu metode lipat sama kaki, persegi, cara pewarnaan, dan hasilnya beragam motif dapat diciptakan oleh 33 peserta dengan warna-warna yang kontras.
PENCIPTAAN KARYA CETAK TINGGI DENGAN MIXED MEDIA SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN INOVASI DAN KREASI BERBASIS TRADISI JAWA Adi, Sigit Purnomo; Pandanwangi, Ariesa; Marutama, I Gusti Ngurah Tri; Yudhanto, Sigied Himawan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v13i1.3570

Abstract

Relief print is one of the techniques in graphic arts. The process of making a relief print is considered easy because it uses simple tools and materials, so that the artwork produced from this relief printing process is considered less creative and innovative. Conventional printmaking rules have predefined indicators. This creation research aims to produce novelty in graphic arts based on the concept of Javanese tradition. The method used is a mix of methods, namely the artistic creation process method: experimentation, reflection and creation of works. The creation of high-level printed artworks is made with a mix of media on the basis of Javanese tradition visually, so it is hoped that these works of art will be able to compete in the international world. The results of this creation research have innovations and creations in the form of contemporary art works extracted from Javanese traditional art.
Visualisasi Cerita Rakyat: Figur Perempuan dalam Karya Seni Batik Kontemporer Pandanwangi, Ariesa; Adi, Sigit Purnomo; Dewi, Belinda Sukapura; Damayanti, Nuning; Apin, Arleti Mochtar
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1932

Abstract

Figur perempuan telah menjadi inspirasi sebagai subjek dalam karya seni seniman di seluruh dunia. Untuk waktu yang lama, diwujudkan dalam artefak artistik, baik dalam patung (seperti Venus dari artefak Willendorf) atau dalam lukisan yang diciptakan oleh maestro dunia. Figur perempuan yang mendominasi cerita dengan menggambarkan sosok kebaikan dan keibuan. Namun, sosok perempuan masih menjadi subjek yang mewakili ide-ide para seniman, seperti dalam lukisan batik kontemporer berdasarkan Cerita Rakyat yang menampilkan figur perempuan. Makalah ini menggambarkan hasil penelitian sebagai upaya untuk melestarikan budaya dalam lukisan Batik dan fokus pada Batik kontemporer yang mengadopsi Cerita Rakyat dengan perempuan sebagai karakter utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil penelitian yang berfokus pada estetika dan elemen visual, terutama sosok perempuan sebagai objek dalam lukisan Batik yang terinspirasi oleh Cerita Rakyat. Metode penelitian menggunakan sampel batik yang dianalisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan analisis formal dan kritik seni tanpa interpretasi. Studi ini menunjukkan bahwa Cerita Rakyat dengan karakter perempuan memberikan inspirasi untuk penciptaan seni lukisan batik kontemporer. Subjek tokoh perempuan adalah salah satu objek utama yang divisualisasikan dengan menyederhanakan bentuk dengan dekoratif yang khas gaya Batik. Sosok wanita distorsi dan disesuaikan dengan proporsi bentuk perempuan. Sosok ini tidak cukup rinci untuk mewakili karakter, tetapi sebagai motif lukisan batik kontemporer dengan nilai genre yang berbeda seperti variasi gaya tradisional, modern, klasik, dan komprehensif. Kontribusi penelitian ini dapat menjadi wacana dalam menginisiasi dan memperkaya visualisasi Cerita Rakyat dengan karakter perempuan dalam pengembangan lukisan batik Indonesia kontemporer.Kata Kunci: Lukisan Batik Kontemporer, Konservasi Budaya, Figur Perempuan, Cerita Rakyat.
BATIK NASKAH KUNO: TRANSFORMASI ILUMINASI DARI NASKAH KUNO KE DALAM MOTIF BATIK Pandanwangi, Ariesa; Alya, Sophia Himatul; Budiman, Iman; Apin, Arleti Mochtar; Darmayanti, Tessa Eka
PANGGUNG Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i4.2157

Abstract

Ancient manuscripts are artifacts that indicate high intellectual abilities in old civilizations. The content is very valuable as well as a means of communicating and expressing ideas that can provide information about civilization and past life. Javanese society is one of the communities who inherited ancient manuscripts. The manuscript is decorated with beautiful illuminations that signify the aesthetics of the creators. The illumination has a n implied value and becomes a trace of the cultural identity of the society. The values implied in the manuscript will be much more useful if it is disseminated to provide high moral understanding and insight. In addition, ancient manuscripts can be a source of inspiration for creation that can support efforts to perpetuate cultural heritage in the archipelago. This paper discusses the results of research originating from the transformation process of ancient manuscript illumination into batik. The research method used is descriptive qualitative by making batik motifs based on visual manuscript illumination supported by the results of interviews with ancient manuscript experts and batik experts. The results of this study are expected to support batik motifs in Indonesia. Keywords: ancient manuscripts; batik; illumination; motiftransformation
Implementation of Art and Technology in Batik Purwakarta Ratnadewi, Ratnadewi; Pandanwangi, Ariesa; Prijono, Agus
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.662 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v4i1.1872

Abstract

Indonesia is dominated by cities that have a history of batik, but Purwakarta does not have a history of batik. But thanks to the persistence of policy holders, Purwakarta currently has batik obtained by elevating the local wisdom of the city of Purwakarta. After surveys and interviews, several batik motifs were designed. The batik motif shape, size and position will be studied which will formulate mathematical equations based on basic geometric shapes such as circles, arches, lines, rectangles, which are implemented into the form of computer graphics (turtles) graph and explained in the form of an algorithm (pseudocode) computer programming to make autogenerative motifs on Purwakarta batik that did not exist before. Batik design is inspired by food and tourist locations which form the basis of the formation of typical Purwakarta batik motifs. Jatiluhur Dam, Datura Metel L. Flower, Sate Maranggi, Mangosteen Fruit is a local wisdom owned by the city of Purwakarta. The results of the morning glory batik design and Jatiluhur dew through mathematical and turtle charts are then formulated so that the batik motif design can be saved by documenting the mathematical equation or the pseudocode of the batik motif. With the results of digital motifs, the process of repeating patterns, duplicating and storing data becomes easier.
Geometry Learning Through Batik Reconstruction Ratnadewi, Ratnadewi; Prijono, Agus; Pandanwangi, Ariesa
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 6, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v6i4.9964

Abstract

In this world, the shapes of objects, including Batik motifs in Indonesia, are regular and irregular. One of the regular Batik motifs is Surya Kawung Batik from Mojokerto. The purpose of this research is to observe the ability of the Electrical Engineering Department students in Maranatha Christian University to study and reconstruct the geometric shapes of Surya Kawung Batik. In the making of the Batik motifs, the research methods employed are survey, observation, exploration, testing, and improvement, while in the learning process, the method applied is descriptive qualitative, in which the researchers check the data credibility. Turtle graphics algorithm and mathematical calculations are used to form Batik geometric motifs. The result of this research shows an increase in the students' ability to learn the geometric shapes and to reconstruct digital Batik motifs which resemble the original Batik motifs and which can be stored using a smaller memory. If the memory for storing motifs is small, the required storage space will be more efficient. 
Co-Authors Abdusyukur Budiarvin Septiadi Abdusyukur Budiarvin Septiadi Agus Prijono Agus Prijono Alisha Sugianto Alya, Shopia Himatul Alya, Sophia Himatul Amanda Harmani Apin, Arleti Mochtar ARLETI M. APIN ARLETI M. APIN Arleti Mochtar Apin Arleti Mochtar Apin Atridia Wilastrina Atridia Wilastrina Atridia Wilastrina Aulia Wara Arimbi Putri Ayuningtyas, Nabilla Baene, Basituasi Basituasi Baene Basituasi Pane Belinda Sukapura Dewi Cama Juli Rianingrum Carla Angelica da Silva, Maria Imakulata Darmayanti, Tessa Eka Deniansha, Farhan Dewi Isma Aryani Dieni Nuraeni Dieni Nuraini Dina Lestari Doro Edi Elda Franzia Jasjfi Elnissi, Sharon Erika Ernawan Erlina Novianti Erlina Novianti, Erlina Ernawan, Erika Erwani Merry Sartika Farhan Deniansah Farhan Deniansha Florenza Octarina Fragranthia Jennifer Hendrawan, Lucky Ida IDA IDA Ida Ida Ida Ida, Ida Iman Budiman Iman Budiman Iman Budiman Indralaksmi Indralaksmi Ismet Zainal Effendi Ismet Zainal Effendi Zainal Effendi Janette Kiara Zerlinda Santosa Kartika Suhada Kerine Claudya Wijaya Krismanto Kusbianto Krismanto Kusbiantoro Kuncoroputri, Sari Dewi M. Dwi Marianto Marutama, I Gusti Ngurah Tri Meythi, Meythi Muhamad Ali Rahim Muhammad Ali Rahim Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Adisasmito Nuning Damayanti Adisasmito, Nuning Damayanti Nuraini, Dieni Olga Catherina Pattipawaej Pande Made Sukerta Purnomo Adi, Sigit Putri, Aulia Wara Arimbi Ratnadewi Ratnadewi . Ratnadewi, Ratnadewi Ria Wardani Rosida Tiurma Manurung Rutnanda Inne Bulu Sari Dewi Kuncoroputri Se Tin Sharon Elnissi Shopia Himatul Alya Shopia Himatul Alya Shopia Himatul Alya sigit purnomo adi Siti Febrina Rahmadani Sophia Himatul Alya Sri Hadi Sukapura Dewi, Belinda Suryana, Wawan Teddy Marcus Zakaria Tessa Eka Darmayanti1 Utomo, R. Drajatno Widi Vera Liendani Verren Lesiando Septian Vincent Vincent Wahyu Widowati Wangsaputra, Priscylia Susanto Wawan Suryana Wawan Suryana Wiemar, Rosalinda Wiemar Yasraf Amir Pialang Yasraf Amir Pialang, Yasraf Amir Yohanes Bastian Vestralen Lameng Yudhanto, Sigied Himawan Zeta Ranniry