Claim Missing Document
Check
Articles

BATIK MALUKU: EKSPLORASI KEKAYAAN REMPAH-REMPAH MELALUI BATIK MALUKU Shopia Himatul Alya; Kuncoroputri, Sari Dewi; Pandanwangi, Ariesa
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bahasa Rupa April 2022
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v5i2.959

Abstract

Maluku is famous as a spice-producing archipelago. Spices are not the only richness that Maluku has.. Maluku also has other cultural richness that are no less unique, namely Maluku Batik. The cultural richness and natural wealth of Maluku have inspired local people to apply the visual beauty of spices to batik motifs and ornaments which later became the hallmark of Maluku Batik. This research aims to analyze the visual application of spices in Maluku batik cloth. The sample included in this study were the batik cloths made by Malukubatik artists. The method that is employed in this research is a qualitative descriptive method by studying decorative styles inspired by the typical spices of Maluku batik. The results of this research study show that Maluku batik is very representative of the local wisdom of its people. Other findings from this study indicate that in general, batik motifs can be sorted based on their historical and cultural backgrounds. The glory of Maluku as a trade route for herbs and spices has been embedded in the collective memory of the Maluku people. One of these collective memories is immortalized through Maluku batik.
GUTTA TAMARIND: OLAHAN VISUAL BAHASA RUPA MENGGUNAKAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN Iman Budiman; Alya, Shopia Himatul; Pandanwangi, Ariesa
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bahasa Rupa April 2022
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v5i2.960

Abstract

Painting has undergone many developments. One of them is technical development in terms of materials. One of the unique techniques in painting is the gutta tamarind technique which uses ground tamarind seeds that are ground. This study aims to examine the use of tamarind seeds as an alternative medium in the work. Gutta tamarind is popular because the material used resembles the material for batik. However, in the process of using it, gutta tamarind which is also known as cold wax does not require a heating stove like the hot wax of batik in general. In this study, we will discuss the process of making cold wax from tamarind seed powder. This study uses a qualitative descriptive research method by studying the manufacture of cold wax gutta tamarind in stages. The results of this study indicate that the gutta tamarind technique in the process of making textile paintings or wastra paintings produces characters that are no less unique and beautiful.
BAHASA RUPA MOTIF BATIK CIAMIS MELALUI PROGRAM LINDENMAYER SYSTEMS Ratnadewi, Ratnadewi; Pandanwangi, Ariesa; Prijono, Agus
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2021
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v5i1.961

Abstract

West Java has a centre for craftsmen who have a variety of motifs drawn from their regional potential. One of them is Ciamis batik, but now with the pandemic of the Corona 19 virus, it has had a tremendous impact on the macro and micro industrial economy in the development of the batik business. More and more are stopping their business. So it is feared that Ciamis batik motifs are increasingly rare in the market. Through Turtle graphics, existing batik motifs are made in the form of vector images to be preserved by utilizing digital technology. This research has the aim to that the Ciamis batik motif can be made into a visual language through the digitalization process using the MuPAD programming language. The benefit is to document and reintroduce Ciamis Batik motifs that are almost extinct. The method used is a digitalization experiment through the Lindenmayer System. Ciamis batik samples selected motifs that have repetition in the form of a repeating pattern. Based on the research, the Ciamis batik motif can be made using the technique of arches, horizontal lines, vertical lines, and rotation. The conclusion of this research is that batik motif design can use the Lindenmayer System program as a blueprint and can be implemented on Indonesian batik.  This research contributes to the efficient documentation of batik motifs in digital form with good quality so that they can be implemented in the creative industry.
PELATIHAN BATIK KREATIF: LILIN DINGIN UNTUK MEMBATIK MELALUI MGMP SENI BUDAYA- KCD WILAYAH XI KABUPATEN GARUT Pandanwangi, Ariesa; Dewi, Belinda Sukapura; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Nuraini, Dieni
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4726

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA yang berada di wilayah 11 Kabupaten Garut, menaungi 20 SMA. Mata pelajaran seni budaya, merupakan mata pelajaran yang masuk ke dalam kurikulum di tingkat SMA. Mata pelajaran ini mengajarkan menggambar, melukis di luar ruangan, hingga mengelola pameran dalam skala lokal. Materi yang belum diberikan adalah pengelolaan material ramah lingkungan sebagai bahan untuk membuat karya seni rupa. Materi tersebut setelah ditelusuri adalah membatik dengan material yang ramah lingkungan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah-sekolah Kabupaten Garut. Permasalahan yang dihadapi mitra untuk dicarikan solusinya adalah bagaimana cara meningkatkan kompetensi guru seni budaya di daerah Kabupaten Garut dalam proses pembelajaran seni rupa dengan menggunakan material eco green. Metoda yang dipergunakan adalah asset-based community development (ABCD). Peserta pelatihan ini berjumlah 33 orang guru seni budaya. Hasil kegiatan para peserta dapat membuat batik kreatif dengan menggunakan material dari olahan bubuk asam jawa yang dibuat menjadi lilin dingin, sedangkan objek didominasi oleh motif flora fauna, dan warna-warna yang pergunakan adalah warna kontras seperti merah, kuning, hijau, teknik pewarnaannya menggunakan teknik colet.
Improving Teenagers' Hard Skill Competence Through Tamarind Batik Painting Training for Interior Aesthetic Elements Integrated into the Creative Industry Rianingrum, Cama Juli; Pandanwangi, Ariesa; Wiemar, Rosalinda Wiemar; Jasjfi, Elda Franzia; Novianti, Erlina; Pandanwangi, Siti Febrina Rahmadani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.664

Abstract

Remaja di tingkat sekolah menengah atas perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkannya dimasa depan, selain kompetensi dari mata pelajaran yang sudah dipelajarinya. Salah satunya adalah penggunaan material ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam proses kreatif membuat karya seni lukis yang dapat dimanfaatkan ke dalam industri kreatif. Material tersebut adalah limbah dari biji asam jawa yang diambil pada bagian bubuknya. Permasalahannya belum banyak remaja yang mengetahui proses pembuatan lukis tamarind. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan material ramah lingkungan dan memberikan pelatihan melukis pada media kain dengan material lilin dingin. Material ini ramah lingkungan dan aman digunakan. Peserta dalam PkM ini adalah siswa dan guru di SMAN. 7 secara khusus. Metode pelatihan yang digunakan yaitu metode ABCD (Asset Based Community Development), yang fokus pada pengembangan asset sumber daya manusianya, yaitu siswa SMA. Metode dalam pengabdian ini akan memberikan motivasi para siswa dan guru agar berkreasi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang dapat memperluas kemampuan teknis, dan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kreatif dan wirausaha. Disamping itu hasil karya yang dihasilkan menambah estetika lingkungan sekolah dengan nuansa lukis batik Indonesia. PkM lukis batik tamarind ini dapat meningkatkan kompetensi hard skill siswa dan mengintegrasikan karya mereka dalam industri kreatif, khususnya sebagai elemen estetika penunjang interior.
Pendampingan Pembuatan Totopong Melalui Teknik Lipat, Ikat, Celup Di Kampung Adat Cireundeu Pandanwangi, Ariesa; Dewi, Belinda Sukapura; Ernawan, Erika; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Rahim, Muhamad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22733

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Cireundeu dengan cara membuat totopong (ikat kepala tradisional) dengan teknik melipat, mengikat dan mewarnai.  Metode dalam pengabdian ini menggunakan Metode Service Learning (SL). Sebuah metode pemberdayaan masyarakat, yaitu mahasiswa mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari suatu mata kuliah kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang terdiri dari tokoh adat setempat, pemuda Karang Taruna, dan warga masyarakat. Evaluasi melalui sesi kritik, dengan indikator pola yang terbentuk, komposisi, warna yang tampak pada permukaan kain. Hasilnya menunjukkan bahwa metode SL berhasil meningkatkan kemampuan seni dan kreativitas warga dalam membuat totopong, kombinasi warna yang muncul menjadi menarik ketika peserta memadukan berbagai warna. Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara Universitas Kristen Maranatha, pihak desa adat, komunitas sosial dari Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. Dampak dari pengabdian ini adalah berkembangnya model pengabdian dengan metode SL berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa pendamping dalam kegiatan pengabdian ini. Kata kunci: iket kepala; kampung adat cireundeu; service learning; totopong Abstract This community service aims to improve the skills of the people of Cireundeu Village by making totopong (traditional headbands) using folding, tying and coloring techniques. Totopong is used every day by the people of Cireundeu Traditional Village, especially at religious events or when guests come. The mask currently used is a rectangular piece of batik cloth tied around the head. The method in this service uses the Service Learning (SL) Method. This activity involves the participation of the local community consisting of local traditional leaders, Karang Taruna youth, and community members. Evaluation through a critique session, with indicators of the pattern formed, composition, color that appears on the surface of the fabric. The results showed that the SL method was successful in increasing residents' artistic abilities and creativity in making totopong, the color combinations that emerged became interesting when participants combined various colors. This activity also strengthens the relationship between Universitas Kristen Maranatha, traditional village parties, social communities from the Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. The practical implication of this service is the development of a service model using the SL method based on community service to increase the creativity and competence of students accompanying this service activity. Keywords: iket kepala; cireundeu traditional village; service learning, totopong
Co-Authors Abdusyukur Budiarvin Septiadi Abdusyukur Budiarvin Septiadi Agus Prijono Agus Prijono Alisha Sugianto Alya, Shopia Himatul Alya, Sophia Himatul Amanda Harmani Apin, Arleti Mochtar ARLETI M. APIN ARLETI M. APIN Arleti Mochtar Apin Arleti Mochtar Apin Atridia Wilastrina Atridia Wilastrina Atridia Wilastrina Aulia Wara Arimbi Putri Ayuningtyas, Nabilla Baene, Basituasi Basituasi Baene Basituasi Pane Belinda Sukapura Dewi Cama Juli Rianingrum Carla Angelica da Silva, Maria Imakulata Darmayanti, Tessa Eka Deniansha, Farhan Dewi Isma Aryani Dieni Nuraeni Dieni Nuraini Dina Lestari Doro Edi Elda Franzia Jasjfi Elnissi, Sharon Erika Ernawan Erlina Novianti Erlina Novianti, Erlina Ernawan, Erika Erwani Merry Sartika Farhan Deniansah Farhan Deniansha Florenza Octarina Fragranthia Jennifer Hendrawan, Lucky Ida IDA IDA Ida Ida Ida Ida, Ida Iman Budiman Iman Budiman Iman Budiman Indralaksmi Indralaksmi Ismet Zainal Effendi Ismet Zainal Effendi Zainal Effendi Janette Kiara Zerlinda Santosa Kartika Suhada Kerine Claudya Wijaya Krismanto Kusbianto Krismanto Kusbiantoro Kuncoroputri, Sari Dewi M. Dwi Marianto Marutama, I Gusti Ngurah Tri Meythi, Meythi Muhamad Ali Rahim Muhammad Ali Rahim Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Nuning Damayanti Adisasmito Nuning Damayanti Adisasmito, Nuning Damayanti Nuraini, Dieni Olga Catherina Pattipawaej Pande Made Sukerta Purnomo Adi, Sigit Putri, Aulia Wara Arimbi Ratnadewi Ratnadewi . Ratnadewi, Ratnadewi Ria Wardani Rosida Tiurma Manurung Rutnanda Inne Bulu Sari Dewi Kuncoroputri Se Tin Sharon Elnissi Shopia Himatul Alya Shopia Himatul Alya Shopia Himatul Alya sigit purnomo adi Siti Febrina Rahmadani Sophia Himatul Alya Sri Hadi Sukapura Dewi, Belinda Suryana, Wawan Teddy Marcus Zakaria Tessa Eka Darmayanti1 Utomo, R. Drajatno Widi Vera Liendani Verren Lesiando Septian Vincent Vincent Wahyu Widowati Wangsaputra, Priscylia Susanto Wawan Suryana Wawan Suryana Wiemar, Rosalinda Wiemar Yasraf Amir Pialang Yasraf Amir Pialang, Yasraf Amir Yohanes Bastian Vestralen Lameng Yudhanto, Sigied Himawan Zeta Ranniry