Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang Miftahul Amalia; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.149

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di TK Aisyiyah Sumpadang, kreativitas anak Kelompok B2 masih tergolong rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan pembelajaran seni masih bersifat terstruktur, anak cenderung meniru contoh yang diberikan guru, kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan imajinasi masih terbatas, serta metode pembelajaran yang digunakan belum memberikan kebebasan berekspresi kepada anak. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya melalui kegiatan menggambar bebas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggambar bebas pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 anak Kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas mampu meningkatkan kreativitas anak pada setiap siklus pembelajaran. Pada observasi awal, rata-rata kreativitas anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 57%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 29%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 14%, dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan melalui dua siklus, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, menggunakan warna secara variatif, menghasilkan gambar yang berbeda dari teman, serta mampu menceritakan hasil gambar yang dibuat. Pada akhir Siklus II, rata-rata anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 35,71% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 55,36%, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan kegiatan menggambar bebas yang difokuskan pada empat indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, penggunaan warna secara variatif, keaslian hasil gambar, dan kemampuan menceritakan hasil karya pada anak Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya menilai kreativitas secara umum, penelitian ini memberikan pengukuran yang lebih spesifik terhadap perkembangan kreativitas anak melalui indikator tersebut. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi pembelajaran seni yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak sehingga dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan menggambar bebas.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Pasir Warna Pada Kelompok B Di RA Ridho Ilahi Desy Gusmisari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.151

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan warna pada anak Kelompok B di RA Ridho Ilahi sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna anak melalui media pasir berwarna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Ridho Ilahi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap prasiklus, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) masih sebesar 0%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase BSB meningkat menjadi 50%, kemudian meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 82,30%. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menyebutkan, menunjuk, mengelompokkan, dan mencocokkan warna dengan tepat. Selain itu, penggunaan media pasir berwarna juga meningkatkan keaktifan, konsentrasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pasir berwarna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Mencari Pasangan Pada Kelompok B TK Kasih Ibu Derlita Hutasoit; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur Sa’ida; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Permasalahan tersebut ditunjukkan dengan masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan, mengurutkan, mengenali, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat karena proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penerapan permainan mencari pasangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 12 anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan mengenal lambang bilangan berdasarkan kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan mencari pasangan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, kemampuan anak masih didominasi kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 33%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 43%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 7%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan dengan persentase BB 5%, MB 13%, BSH 70%, dan BSB 12%. Peningkatan semakin optimal pada Siklus II, yaitu BB 0%, MB 8%, BSH 8%, dan BSB 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan mencari pasangan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu
Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan Erlina Ratna Asmara; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kancing Baju Warna di TK Tunas Baru Desa Ranah Mega Sulastari; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Tunas Baru. Anak masih mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan jari dan tangan, seperti mengelompokkan, menyusun, dan menempel benda kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui penggunaan media kancing baju warna. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B TK Tunas Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian perkembangan anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kancing baju warna dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Persentase kemampuan motorik halus anak pada pra-siklus mencapai 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 87% pada siklus II. Dengan demikian, media kancing baju warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain yang aktif, menarik, dan menyenangkan.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menempel Kertas Warna Di TK Darul Yaqin Desi Anggraini; Nurmalina Nurmalina; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.165

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menempel kertas warna. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menempel kertas warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada Siklus I, kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 66% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 87%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan tangan, ketepatan menempel sesuai pola, kerapian hasil karya, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, konsentrasi, dan partisipasi yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kegiatan menempel kertas warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Permainan Modifikasi Kancing Baju pada kelompok B TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara Uci Lestari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui permainan modifikasi kancing baju di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan modifikasi kancing baju dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 26,19%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 35,71%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,47%. Peningkatan tersebut terlihat pada indikator kemampuan memasang dan melepas kancing baju secara mandiri, Inisiatif anak dalam mengikuti permainan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, permainan modifikasi kancing baju terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di pendidikan anak usia dini.
Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Penerapan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Di Tk Tunas Harapan Suriyani Suriyani; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Zulhendri Zulhendri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan, khususnya dalam mengenal warna primer, melakukan pencampuran warna, serta menyebutkan hasil pencampuran warna. Indikator kemampuan kognitif yang diteliti meliputi kemampuan anak dalam mengenal dan menyebutkan warna primer, mengidentifikasi hasil pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder, melakukan kegiatan pencampuran warna secara mandiri, serta menyebutkan dan mengelompokkan hasil pencampuran warna. Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, serta kurangnya pemberian pengalaman belajar secara langsung kepada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna, sehingga anak dapat belajar secara aktif melalui proses mengamati, mencoba, dan menemukan sendiri hasil pencampuran warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen pada kegiatan pencampuran warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada pra tindakan, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 20,00%, meningkat menjadi 60,00% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93,33% pada Siklus II. Hasil tersebut telah mencapai dan melampaui target indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan, sehingga penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan.
Peningkatan Perilaku Sopan Santun Anak Melalui Kegiatan Bercerita Bermuatan Nilai Karakter Miftahul Jannah; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku sopan santun anak usia dini di TK ABA 008 Nagaberalih. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya kebiasaan anak dalam mengucapkan salam, menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih, serta cara berbicara yang belum santun kepada guru maupun teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal perilaku sopan santun anak, menganalisis penerapan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, serta mengetahui peningkatan perilaku sopan santun anak setelah kegiatan tersebut diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak Kelompok B TK ABA 008 Nagaberalih, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kategori capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 38,9%. Setelah diterapkan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, persentase tersebut meningkat menjadi 45,5% pada Siklus I pertemuan pertama dan 62,3% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 77,7% pada pertemuan pertama dan mencapai 92,2% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter terbukti efektif meningkatkan perilaku sopan santun anak usia 5–6 tahun di TK ABA 008 Nagaberalih.
Co-Authors Ade Yelda Hastriati Agus Sulastio Ahmadi, Dedi Aisyah Nurul Hurriyah Sani Amat Hidayat Amin Yusi Nur Sa’ida Amir Luthfi Anggraini, Vitri Anggraini, Vitri Arif Mudi Priyatno Aris Tarmizi Asmarani, Zulfa Asri Neli Putri Asrina Nelti Astuti Azizah Citra Ayu, Citra Darmanina Lisanti Darsih, Darsih Dea Mirnanda Dedi Ahmadi Derlita Hutasoit Desi Anggraini Desi Handayani Dessy Heriyani Desy Gusmisari Dianawati Dianawati Dwi Fungsiari Dwi Viora Eliza Ayu Wardani Erfi Yanti Eri Yanti Eri Yanti Erlina Ratna Asmara Fahzia Rahma Fatmasari, Osti Finegirls Hutasoit, Luxy Fungsiari, Dwi Hadi, Cipto Hardi, Vitri Anggraini Harisa, Riris Harisa, Riris Herwina Herwina Hestina, Rina Iis Aprinawati Ika Nuansa Fitri Jerito Pereira Jery Dariansyah Jesi Alexander Alim Joni Joni Joni Joni, Joni Kartini, Tisah Kasman Edi Putra Kesumawati, Sri Wahyuni Khairun Nisa Kusuma, Yanti Yandri Lasiah, Lasiah Lisanti, Darmanina Lovita, Resi Lusi Marleni, Lusi M. Syahrul Rizal M. Yogi Riyantama Isjoni Masrul Masrul Mega Sulastari Meza Mardita Meza Miftahul Amalia Miftahul Jannah Mohammad Fauziddin Mohd. Fauziddin Mulyasari, Rini Muslimah, Afriliyanti Muslimah, Afriliyanti Musnar Indra Daulay Nadila, Putri Naila Fauza Naimah Naimah Nelti Rizka Nenggolan, Rusmiyati Neni Hermita Nopa Wilyanita Novi Yeanti Novika Herawati Nur Asnia Nur Aviva Zahara Nurhaswinda Nurlita Nurlita Nurmala Dewi Nurmala Dewi, Nurmala Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina NURWAHIDAH NURWAHIDAH Pahrul, Yolanda Permadani, Rizky Putri Asilestari, Putri Putri Nadila Putri Rahayu Rahma yesi Rahmah Rahmah Rahmatulhusna Rambe, Paijan Ramdhan Witarsa Rani, Afriza Rahma Ranti, Ranti Resnalti Resnalti Rinaldi, Edo Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Ananda Rizky Agustina Wulandari Romi Laspita Rosinta, Rosi Sandra Handayani Sutanto Saputri, Meylinda Mega Christina Sari, Lili Sari, Vigi Indah Permatha Silvia Rizki Silvia Rizki, Silvia Sinta, Dewi Sumianto Sumianto Suparmi Suparmi Suparmi Suparmi Suriyani Suriyani susanti, riza Susi Herlinda Swandra Rahayu SYAHRIAL SYAHRIAL Syahrial Syahrial Tatiana, Tatiana Tommy Tanu Wijaya Uci Lestari Ulva, Maria Vigi Indah Permatha Sari Viora, Dwi Vitri Angraini Hardi Warni, Shanti Waslimah, Elisa Widodo, Regita Berlian Wulandari, Rizky Agustina Yenda Puspita Yenni Fitra Surya Yolanda Pahrul Yusnira Zaitir Rahma Zohiri, Luthfi ZULFAH Zulfah Zulfah Zulhendri Zulhendri Zulhendri