Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Miftachul Hudah; Sri Hartatik; Sigit Soeparjono; Suharto ....
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.193

Abstract

Pemangkasan pucuk merupakan upaya penyeimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif pada tanaman Indeterminate seperti tanaman mentimun. Penyeimbangan pertumbuhan tanaman berperan dalam efisiensi aliran fotosintat tanaman. Usaha perbaikan kualitas produksi benih mentimun dilakukan dengan melakukan efisiensi aliran fotosintat dan peningkatan unsur hara esensial yang terlibat dalam proses pengisian biji. Unsur hara kalium memiliki peranan yang penting dalam proses pengisian biji tanaman mentimun. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium terhadap produksi dan kualitas benih mentimun. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 kombinasi perlakuan pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium dengan 3 ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium berpengaruh terhadap produksi dan kualitas benih mentimun yaitu pada variabel jumlah biji, presentase biji bernas dan berat buah. Pemangkasan pucuk ruas ke 12 dan dosis pupuk kalium 300 kg/ha mampu memberikan hasil terbaik. Kata kunci : Pemangkasan Pucuk, Kalium, Produksi dan Kualitas Benih.
APLIKASI BAKTERI PELARUT FOSFAT DAN ROCK PHOSPHATE TERHADAP KARAKTERISTIK FISIOLOGI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Sherly Meirdania Lestari; R. Soedradjad; Sigit Soeparjono; Tri Candra Setiawati
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.178

Abstract

Phosphorus (P) is one of the essential nutrients that functions is metabolism in plant. Based on these functions, it indicates that nutrient P has an important role for plant growth and production. However, its availability in soil is very low, which is less than 0.01% of the total P. Therefore, the availability of P nutrients in the soil needs to be increased by increasing the activity of soil microorganisms through the use of phosphate solubilization bacteria. This research is aimed to show the changes in the physiological characteristics of tomato plants through the application of phosphate solubilization bacteria and rock phosphate. Experiment using factorial randomized block design (RBD) which consisted of 2 factors with 2 consultation levels on the first factor (phosphate solubilization bacteria) and 4 levels on the second factor (rock phosphate), and it consist of 8 combinationed of phosphate solubilization bacteria and rock phosphate with 3 replicated. The results showed that the combination treatment of phosphate solubilization bacteria and rock phosphate affected the physiological characteristics of tomato plants, especially on the variables of stomata density, leaf chlorophyll, plant height, plant dry weight, fruit weight and plant P-tissue content in the vegetative final phase. The recommendation of an efficient fertilizer combination to improve physiological characteristics and high yields is use the phosphate solubilization bacteria and rock phosphate 0.69 grams Keywords: phosphate solubilization bacteria, physiological characteristic, rock phosphate 
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI LAHAN MARGINAL Rofikin, Mochammad Zaini; Soeparjono, Sigit; Munandar, Denna Eriani; Fariroh, Indri
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.4973

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman polong-polongan atau tanaman polong-polongan terpenting kedua setelah kedelai di Indonesia. Menjadi salah satu komoditas tanaman pangan di Indonesia, Kacang Tanah memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan dan perbaikan gizi masyarakat. Pemanfaatan lahan marginal dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik dan penerapan sistem tanam, sehingga lahan pada lahan marginal dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi sistem tanam Jajar Legowo dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah di lahan marginal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara sistem tanam Jajar Legowo dengan dosis pupuk organik pada seluruh variabel yang diamati, namun perlakuan sistem tanam Jajar Legowo memberikan pengaruh nyata terhadap luas daun, laju pertumbuhan, berat kering dan berat 100 biji. Sedangkan perlakuan dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, bobot kering dan jumlah polong. Perlakuan terbaik diperoleh dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 dan dosis pupuk organik 120 kg/petak.
Pengaruh Jarak Tanam dan Sistem Jajar Legowo terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) di Lahan Rawa Pasang Surut Resti, Ricke Windi; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.481

Abstract

Semakin terbatasnya jumlah lahan mendorong petani untuk tetap membudidayakan padi di lahan rawa. Oleh karena itu, petani dapat memodifikasi praktik budidaya dengan menerapkan sistem jajar legowo (jarwo) dan mengubah jarak tanam guna mengatasi masalah serta meningkatkan hasil panen padi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dari sistem jajar legowo dan jarak tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi di lahan rawa pasang surut. Penelitian dilakukan di Desa Mayangan, Kabupaten Jember mulai Juli sampai dengan November 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Split Plot dengan sistem jajar legowo sebagai petak utama (main plot) terdiri dari 3 level: A1 (dua:satu), A2 (tiga:satu) dan A3 (empat:satu) sedangkan untuk anak petak (sub plot) adalah jarak tanam B1 (30cm x 20cm), B2 (30cm x 25cm) dan B3 (30cm x 30cm). Terdapat sembilan kombinasi dengan setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga seluruhnya 27 unit. Fase vegetatif dan generatif, hasil panen, laju pertumbuhan tanaman, dan kandungan N gabah merupakan beberapa variabel yang diamati. Uji Duncan digunakan untuk menilai data pada tingkat 5%. Jumlah tanaman per petak dan bobot gabah kering per petak ternyata dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi sistem tanam jarwo (jajar legowo) dan perlakuan jarak tanam. Variabel tinggi tanaman, jumlah tanaman per rumpun, jumlah tanaman per petak, bobot gabah basah per tanaman, bobot gabah kering per rumpun, dan laju pertumbuhan tanaman semuanya dipengaruhi secara berbeda nyata oleh perlakuan jarak tanam. Bobot gabah kering per petak dan jumlah tanaman per petak dipengaruhi sangat nyata oleh perlakuan sistem jajar legowo.
Multiplikasi Tunas Tembakau Secara In Vitro Menggunakan Benzyl Amino Purine Dan Furfuryl Amino Purine Melalui Metode Thin Cell Layer Khozin, Mohammad Nur; Mona, Muhammad Dima Say; Dewanti, Parawita; Putri, Widya Kristyanti; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40649

Abstract

Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok mempunyai nilai ekonomi dan ekspor yang tinggi, namun permasalahan perbanyakan secara konvensional sering menghasilkan keturunan yang heterogen dan beberapa komoditas introduksi seringkali mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada fase pembibitan sehingga pemenuhan kebutuhan bahan tanam yang seragam sering menjadi kendala. Kultur in vitro dapat menjadi alternatif dalam perbanyakan bahan tanam yang relatif seragam dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) utamanya golongan sitokinin seperti benzyl amino purine (BAP) dan kinetin sangat mendukung pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP dan kinetin yang optimal pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor BAP (0, 2, 3, dan 4 ppm) dan faktor kinetin (0, 3, dan 4 ppm). Hasil penelitian menunjukkan interaksi BAP dan kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas, jumlah tunas, dan daun dengan perlakuan terbaik. Konsentrasi BAP 3 ppm + kinetin 4 ppm yang menginduksi tunas pada 8,3 HST; jumlah tunas 81,3; dan jumlah daun 142,3 helai. Penggunaan BAP berpengaruh nyata terhadap kedinian eksplan berkalus dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 3 ppm BAP yang menginduksi kalus pada 10,78 HST. Kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas dengan perlakuan terbaik P2M2 yaitu 4 ppm, yang menginduksi tunas pada 8,3 HST. Kesimpulannya perlakuan BAP 3 ppm + 4 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik.
Aplikasi Dosis Rhizobium dan Konsentrasi Sitokinin terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Kiptiyah, Mariatul; Soeparjono, Sigit; Sa'diyah, Halimatus
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.525

Abstract

Edamame (Glycine max L. Merrill) memiliki potensi tinggi di Indonesia dengan produktivitas 3,5–8 ton/ha dan permintaan ekspor yang signifikan, terutama ke Jepang dan Amerika Serikat. Kabupaten Jember, khususnya PT Mitratani Dua Tujuh, merupakan sentra utama produksi dan ekspor. Namun, budidaya edamame masih menghadapi kendala seperti rendahnya pengetahuan petani dan kandungan nitrogen tanah yang minim. rhizobium spp. berperan dalam fiksasi nitrogen, sementara hormon sitokinin (BAP) telah terbukti meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas edamame melalui peningkatan penyerapan nitrogen dan kualitas polong. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dosis rhizobium dan konsentrasi sitokinin terhadap pertumbuhan, hasil, dan mutu edamame. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2024 sampai Desember 2024 di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan RAK Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu dosis rhizobium yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 (kontrol), P1 (5 g/lubang tanam), P2 (10 g/lubang tanam), dan P3 (15 g/lubang tanam) serta faktor konsentrasi sitokinin yang terdiri dari S0 (kontrol), S1 (10 ppm), S2 (20 ppm), dan S3 (30 ppm). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan didapatkan 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara rhizobium dengan dosis 15 g/lubang tanam dan sitokinin dengan konsentrasi 30 ppm memberikan hasil terbaik dan berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah cabang, jumlah bunga, berat biji basah, berat polong basah, potensi hasil, panjang akar, jumlah bintil akar, dan persentase bintil akar efektif.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN ENKAPSULASI PUPUK ORGANIK GRANULAR DARI LIMBAH KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN BAKTERI RHIZOBIUM SPP. BAGI MASYARAKAT TANI DESA MAYANGAN, KECAMATAN GUMUKMAS, KABUPATEN JEMBER Soeparjono, Sigit; Khozin, Mohammad Nur; Putri, Widya Kristiyanti; Siswoyo, Tri Agus; Slameto, Slameto; Niagra, Risnanda Deva Martha; Ahnaf, Yusuf Dary
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2246

Abstract

Peningkatan harga dan terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi menyebabkan petani mencari alternatif pupuk yang lebih terjangkau dan tersedia untuk mendukung kesinambungan usaha budidaya pertanian. Salah satu pupuk yang sering digunakan masyarakat adalah pupuk organik yang berasal dari limbah kotoran hewan ternak sapi. Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember memiliki potensi limbah kotoran sapi yang melimpah dari usaha pertenakan yang di lakukan oleh masyarakat desa setempat. Sebagian besar para petani masih menggunakan cara konvensional sehingga membutuhkan waktu relatif lama. Pengabdian desa binaan Universitas Jember di Desa Mayangan ini bertujuan untuk membantu penyediaan pupuk organik bagi petani dan mempercepat waktu proses pembuatan pupuk dari limbah kotoran sapi dengan aplikasi teknologi enkapsulasi pupuk organik  granular. Diharapkan kegiatan pengabdian ini mampu mendukung program pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan. Adapun tahapan pengabdian yang direncanakan meliputi sosialisasi kegiatan dan edukasi, pendampingan pembuatan pupuk organik granular berbahan dasar limah kotoran sapi,  penerapan teknologi enkapsulasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Program strategis sesuai RIP UNEJ yang diacu yaitu pengembangan dan penerapan teknologi unggulan tepat guna untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program desa mitra unggulan. Hasil kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa dari 25 responden menunjukkan 100% peserta mengenal pupuk granula dari kompos kotoran sapi dan mengenal bakteri Rhizobium sp., serta 92% mampu membuat enkapsulasi pupuk dari limbah kotoran sapi dengan bakteri Rhizobium sp.
Response Water Spinach (Ipomoea Aquatica) to Different Medium Treatment with AB Mix Nutrients on The Cultivation Hydroponic DFT (Deep Flow Technique) Nur Khozin, Mohammad; Sandy Al Firdauzi; Nada Nur Rizkiyah; Raihan Hidayatullah; Sigit Soeparjono
Journal of Soilscape and Agriculture Vol. 1 No. 2 (2023): March 2023
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.377 KB) | DOI: 10.19184/jsa.v1i2.145

Abstract

Water spinach (Ipomoea aquatica) is a plant that is included in the type of vegetables and is widely cultivated as food. Every year the demand for water spinach in the market continues to increase, besides that consumers also want the quality of water spinach which is more nutritious, clean, and hygienic. Therefore, hydroponic water spinach is used to support consumer demand in the market. In addition, by cultivating water spinach hydroponically as well as an alternative to farming in narrow areas. In hydroponic cultivating water spinach, there are several things that need to be considered, such as the provision of nutrition, the planting media used, and what hydroponic system will be used. This study aims to determine the response of water spinach plants to the treatment of different planting media, as well as to obtain information about what planting media is suitable for use in the DFT water spinach hydroponic system to support its growth and development. The experimental method used was a completely randomized design, which consisted of three different levels of treatment, namely the use of rockwool, charcoal, and moss media. The results of this study of differences in planting media showed the treatment with the best tendency for the parameters of plant height, number of leaves, and plant fresh weight
Diversifikasi Produk dan Inovasi Kemasan Pupuk Organik Granular dari Limbah Kotoran Kambing untuk Meningkatkan Daya Saing Petani Desa Karangharjo Khozin, Mohammad Nur; Aultavia, Reza Novita; Alfarizi, Zulfikar Ahmad; Soeparjono, Sigit; Habriantono, Bakhroini; Wagiyana; Soeharto; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Purnamasari, Listya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12845

Abstract

The problem of fertilizer scarcity and the high cost of chemical fertilizers are major challenges for farmers in Karangharjo Village, Silo District, Jember Regency. This community service program aims to increase the competitiveness of local products through product diversification and packaging innovation of granular organic fertilizer made from goat manure waste with the addition of Trichoderma sp. The implementation method includes socialization and education, discussion forums, granular organic fertilizer product diversification activities, introduction and demonstration of product packaging. The results of the activity show an increase in farmers' knowledge and skills in utilizing livestock waste into quality fertilizer packaged in economical sizes. This innovation not only overcomes fertilizer limitations, but also opens new economic opportunities and strengthens the competitiveness of organic fertilizer products in a sustainable manner. This activity is well received by farmers and is expected to continue.
Multiplikasi Tunas Tembakau Secara In Vitro Menggunakan Benzyl Amino Purine Dan Furfuryl Amino Purine Melalui Metode Thin Cell Layer Khozin, Mohammad Nur; Mona, Muhammad Dima Say; Dewanti, Parawita; Putri, Widya Kristyanti; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40649

Abstract

Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok mempunyai nilai ekonomi dan ekspor yang tinggi, namun permasalahan perbanyakan secara konvensional sering menghasilkan keturunan yang heterogen dan beberapa komoditas introduksi seringkali mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada fase pembibitan sehingga pemenuhan kebutuhan bahan tanam yang seragam sering menjadi kendala. Kultur in vitro dapat menjadi alternatif dalam perbanyakan bahan tanam yang relatif seragam dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) utamanya golongan sitokinin seperti benzyl amino purine (BAP) dan kinetin sangat mendukung pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP dan kinetin yang optimal pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor BAP (0, 2, 3, dan 4 ppm) dan faktor kinetin (0, 3, dan 4 ppm). Hasil penelitian menunjukkan interaksi BAP dan kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas, jumlah tunas, dan daun dengan perlakuan terbaik. Konsentrasi BAP 3 ppm + kinetin 4 ppm yang menginduksi tunas pada 8,3 HST; jumlah tunas 81,3; dan jumlah daun 142,3 helai. Penggunaan BAP berpengaruh nyata terhadap kedinian eksplan berkalus dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 3 ppm BAP yang menginduksi kalus pada 10,78 HST. Kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas dengan perlakuan terbaik P2M2 yaitu 4 ppm, yang menginduksi tunas pada 8,3 HST. Kesimpulannya perlakuan BAP 3 ppm + 4 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik.
Co-Authors . Usmadi afandi, subhan affan Ahnaf, Yusuf Dary Alfarisy, Fariz Kustiawan Alfarizi, Zulfikar Ahmad Almansyah Nur Sinatrya Anang Syamsunihar Arie Mudjiharjati ARIE MUDJIHARJATI Aultavia, Reza Novita Azmi Saleh Azmi, Hilmi Tsabiatul Bagus Tripama Bakri, Faizal Bintaro, Jatmiko Hardi Bintoro, Jatmiko Hardi Budi Kriswanto Budi Kriswanto Budi Kriswanto, Budi Budinuljanto Zainul, Luhur Alif Cahyoadi Bowo Chozin, dan Muhammad Dela Kurniasari Devi Yulianti Dwi Erwin Kusbianto Dyta Romadhona Purwasita Evita Soliha Hani Fachryansyah, Moh Faizal, Risky Febby Mardhiana Febery Hery Suandana Habriantono, Bakhroini Halimatus Sa'diyah Harisandi , Yudhistira Harsanti, Restiani Sih Herman Cahyo Diartho Imam Taufik Imam Taufik Indri Fariroh Ketut Anom Wijaya Khozim, Mohammad Nur Khozin, M. Nur Khozin, Mohammad Nur Kiptiyah, Mariatul Kriswanto, Budi Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Laksono Trisnantoro Lenny Widjayanthi Listya Purnamasari Maknuna, Luk Luil Miftachul Hudah Moh. Syahrul Munir Mohammad Nur Khozim Mohammad Saleh Mona, Muhammad Dima Say Muhammad Dima Say Mona Muhammad Hazmi Munandar, Denna Eriani Nada Nur Rizkiyah Niagra, Risnanda Deva Martha Nisa Budi Arifiana Parawita Dewanti Popy Hartatie Hardjo Prayoga, Mohammad Candra Priyo Sugeng Winarto Puguh Catur Wicaksana Puguh Catur Wicaksana, Puguh Catur Putri, Widya Kristyanti Raden Soedradjad Rahmawati Rahmawati Raihan Hidayatullah Ratna Sari Pratiwi Restanto, Didik Restanto, Didik Pudji Resti, Ricke Windi Risky Faizal Rizky Harikurniawan Rofikin, Mochammad Zaini Rofiqi, Ahmad S, Setiyono Sandy Al Firdauzi Setiawati, Tri Candra Sherly Meirdania Lestari Sholeh Avivi Slameto Slameto Slameto Soeharto Sri Hartatik Suharto .... Suliswanto, Eko Nur Tri Agus Siswoyo Tri Agus Siswoyo Tri Candra Setiawati Tri Handoyo TRI HANDOYO Tri Saputra, Tri Tri Wahyu Saputra Wagiyana Widya Kristiyanti Putri Wildan Muhlison, Wildan Wulanjari, Distiana Yuli Hariyati Yulianto, Roni