p-Index From 2021 - 2026
13.059
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pelangi Ilmu Jurnal Inovasi Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Widya Yuridika Bina Hukum Lingkungan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jambura Law Review Jurnal Yuridis GANEC SWARA Jurnal Abdidas BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal hukum IUS PUBLICUM Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum NEGREI: Academic Journal of Law and Governance Jurnal Risalah Kenotariatan El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum Legalita DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora Journal Evidence Of Law Jurnal Pengabdian Mandiri NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Comprehensive Science Bina Hukum Lingkungan Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) Damhil Law Journal Jurnal Hukum dan Sosial Politik Estudiante Law Journal Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial Perkara: Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Law Journal Jurnal Riset Ilmiah Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Pemuliaan Keadilan Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Siyasah Dusturiyah: State Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS YURIDIS TERHADAP SANKSI HUKUM PIHAK YANG TIDAK MEMILIKI HAK ASUH ANAK DALAM SUATU PUTUSAN PERCERAIAN Djafar, Sri Mitta Aisha; Junus, Nirwan; Bakung, Dolot Alhasni
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v6i1.320

Abstract

This study analyzes legal sanctions against parties who do not comply with court decisions in post-divorce child custody cases. The main focus is to identify legal sanctions that can be applied in accordance with the laws and regulations in Indonesia, as well as to examine the inhibiting factors that cause non-compliance with court decisions. The results show that although child custody is expressly regulated in legal regulations such as the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law, there are significant challenges in the implementation of judgments, especially when it comes to emotional aspects and protection of children. Hindering factors include ignorance of the law, conflicts between the parties to the dispute, and a lack of a firm law enforcement system. This study recommends strengthening enforcement mechanisms and increasing legal awareness to ensure the effective implementation of child custody.
Menguak Konflik Hukum: Regulasi Hak Milik dengan Penguasaan Lahan Sempadan di Kawasan Danau Limboto Salman Farishi; Nirwan Junus; Dolot Alhasni Bakung
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2364

Abstract

Penetapan garis sempadan danau sebagai bagian dari upaya perlindungan ekosistem perairan seringkali berbenturan dengan kepentingan pemilik lahan yang telah mengantongi sertifikat hak milik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 di kawasan sempadan Danau Limboto, khususnya terkait pengaruh regulasi tersebut terhadap hak atas tanah bersertifikat, pembatasan pemanfaatan lahan, larangan penerbitan sertifikat baru, serta ketidakpastian mekanisme ganti rugi. Pendekatan yuridis-empiris digunakan dengan mengombinasikan data primer melalui wawancara mendalam terhadap aparat kelurahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan masyarakat terdampak dan data sekunder berupa dokumen peraturan, kebijakan, serta literatur hukum pertanahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sertifikat hak milik yang diterbitkan sebelum penetapan garis sempadan tetap diakui secara hukum, pemilik lahan mengalami pembatasan ketat dalam pemanfaatan tanah, yang memicu konflik sosial dan hambatan administratif. Selain itu, implementasi regulasi dihadapkan pada tantangan berupa ketidaksinkronan data spasial dan ketiadaan mekanisme kompensasi yang jelas dan adil. Temuan ini mengindikasikan perlunya harmonisasi kebijakan antarsektor, sosialisasi yang lebih masif, penegakan hukum yang proporsional, serta penyusunan skema ganti rugi yang transparan dan partisipatif guna menyeimbangkan kepentingan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap hak-hak kepemilikan tanah.
Legal Consultation and Education Support: Societal Protection Through the Law in Digital Transactions Junus, Nirwan; Nur Mohamad Kasim; Nuvazria Achir; Lisnawati W. Badu; Mutia Cherawaty Thalib; Karlin Z. Mamu; Akbar Hidayatullah Daud
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/ckens602

Abstract

The growth of digital transactions in the pedesaan community frequently leads to various legal issues as a result of the lack of understanding regarding health and obligations for individuals. This service activity aims to provide concrete actions through counseling, education, and legal training to the people of Padengo Village, Dengilo District, Pohuwato Regency. The execution of the activity involves a variety of stakeholders, including the government, the military, TNI, and the general public as the main subject. Through this activity, the general public has a better understanding of the legal protections in digital transactions, whether they are being used as buyers or sellers. In addition, the training aims to make paralegals in the area strategic in enhancing the community's legal knowledge so they can be proactive in resolving the first issues in the community. This study emphasizes the importance of stakeholder collaboration in creating a safe and effective digital transaction system for the local population.
Social and Legal Determinants of Informal Marriages in Mananggu District Husain, Narti; Junus, Nirwan
Damhil Law Journal Volume 5 Issue 2 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56591/dlj.v5i2.2982

Abstract

The phenomenon of informal marriages in various regions of Indonesia, including Mananggu District in Boalemo Regency, continues to persist despite legal regulations that mandate marriage registration, as stipulated in Law No. 1 of 1974 in conjunction with Law No. 16 of 2019 concerning Marriage. This study aims to analyze the factors influencing the prevalence of unregistered marriages and examine the social and legal impacts from the perspective of legal sociology. The research method employed is an empirical legal approach with field studies, including in-depth interviews with community leaders, religious affairs office staff, couples involved in informal marriages, and secondary data analysis from regulations, legal literature, and previous research findings. The study finds that several key factors contribute to the high rate of informal marriages, including social factors (out-of-wedlock pregnancies, customary pressures, and religious legitimacy), cultural factors (the belief that a marriage is legitimate based on Islamic law without state registration), economic factors (administrative costs and access to transportation to the religious affairs office), and administrative factors (complexity of document processing). The impacts are significant, both legally and socially. Legally, the wife and children lose legal protection for basic rights such as maintenance, inheritance, and civil status. Socially, negative stigma, vulnerability to discrimination, and barriers to accessing education and public services arise. In conclusion, informal marriages present a multidimensional problem that requires legal, administrative, and social solutions to ensure the protection of citizens' rights.
Settlement of Community Land Disputes Around The Dam Through Legal Approach and Local Wisdom Junus, Nirwan; Fazri Elfikri, Nurul; Z. Mamu, Karlin; B. Ndeo, Reynaldi
NEGREI: Academic Journal of Law and Governance Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/negrei.v5i2.14805

Abstract

The construction of Bulango Ulu Dam in Gorontalo province is a national strategic project aimed at raw water supply, irrigation, and flood control. However, in the process of construction, land rights disputes arose between the government and local communities. This dispute is triggered by differences in perceptions about the value of compensation, as well as the limited information received by the community regarding the status and boundaries of land affected by development, so that a comprehensive study of the appropriate dispute resolution mechanism is needed. This study aims to examine the concept of land dispute resolution in general and analyze the process of land dispute resolution that occurs around the construction of the Bulango Ulu Dam. This study uses the method of Empirical Legal Research (socio-legal research), which is a method that combines normative study of legislation with factual data obtained in the field. Data collection was carried out through direct observation at affected dam construction sites, in-depth interviews with land owners or tenants, as well as agencies related to the land acquisition process, then analyzed in a descriptive qualitative manner. The results showed that the concept of land dispute resolution emphasizes a multidimensional approach that integrates legal certainty, community participation, and social justice principles. Settlement is carried out through comprehensive legal mechanisms, both non-litigation such as mediation and deliberation, as well as litigation through courts or arbitration, with the strategic role of the National Land Agency (BPN) in the prevention and handling of cases. In this Bulango Ulu Dam conflict, the settlement steps include inventory and identification of land by BPN to determine the legal status and basis for compensation, socialization to explain the rights, obligations, and procedures for land acquisition, as well as deliberation to reach a fair agreement and accepted by all parties. This deliberative approach reflects the values of local wisdom such as togetherness, consensus, and respect for the rights of indigenous peoples, so as to provide a more participatory solution, and accepted by the community.
Perlindungan Hukum bagi Penjual dan Pembeli dalam Perjanjian Jual Beli Tanah Letter C di Bawah Tangan Yulianti; Junus, Nirwan; Elfikri, Nurul Fazri
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/j06fzc35

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis perlindungan hukum terhadap penjual dan pembeli dalam perjanjian jual beli Tanah Letter C yang dilakukan secara bawah tangan di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, khususnya ditinjau dari kepastian hukum peralihan hak atas tanah dan keterdaftarannya dalam sistem pendaftaran tanah nasional. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap aparat kelurahan dan pihak Kantor Pertanahan, serta analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli Tanah Letter C yang dibuat di bawah tangan dapat memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, namun tidak memenuhi syarat formil peralihan hak atas tanah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 37 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997, sehingga tidak dapat didaftarkan dan tidak memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap pihak ketiga. Praktik jual beli bawah tangan tersebut tetap berlangsung karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya literasi hukum masyarakat, kebiasaan lokal, serta terbatasnya sosialisasi hukum pertanahan oleh pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi hukum pertanahan, penyederhanaan prosedur pendaftaran tanah, serta optimalisasi program sertifikasi tanah seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) guna meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat.
Legitimasi Jual Beli Tanah di Bawah Tangan: Pergulatan antara Praktik Sosial dan Legalitas dalam Perspektif UUPA No. 5 Tahun 1960 Nazwa Kadir; Nirwan Junus; Mohaman Taufiq Zulfikar Sarson
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3026

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan peralihan hak atas tanah melalui perjanjian jual beli di bawah tangan dilihat dari aspek hukum Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 dan implikasi praktiknya di lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis-konseptual dan yuridis-sosiologis, mengintegrasikan analisis peraturan perundang-undangan dan data empiris dari masyarakat Desa Bulotalangi. Hasil penelitian menemukan bahwa meskipun perjanjian jual beli tanah di bawah tangan secara substansial sah dan mengikat secara hukum perdata, kelemahan formal terkait pembuktian dan pendaftaran menyebabkan ketidakpastian hukum. Data empiris mengungkap tingginya frekuensi transaksi jual beli tanah di bawah tangan, yang banyak menimbulkan sengketa seperti ketidaktahuan pembeli terhadap status tanah bermasalah, potensi penjualan ganda, dan kepemilikan tumpang tindih. Pembeli yang tidak memiliki akta PPAT menghadapi risiko kehilangan hak atas tanah dan kesulitan hukum dalam mempertahankan haknya. Studi juga menyoroti lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ketentuan hukum pertanahan, sehingga praktik jual beli di bawah tangan masih dominan. Penelitian merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan edukasi hukum pertanahan, penguatan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah, dan perbaikan akses layanan pertanahan yang lebih terjangkau dan transparan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepastian hukum, mengurangi sengketa pertanahan, dan memberikan perlindungan optimal bagi pembeli tanah.
Disharmoni Regulasi dan Kepentingan Konsumen: Kajian atas Penjualan Kartu SIM Ganda dalam Hukum Positif Indonesia Agung Andrianto Usman; Nirwan Junus; Nurul Fazri Elfikri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4172

Abstract

Penjualan Kartu Subscriber Identity Module (SIM) ganda dalam kondisi aktif mencerminkan disharmoni regulasi antara Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidaksinkronan regulasi yang melemahkan perlindungan konsumen serta merumuskan rekonstruksi hukum untuk efektivitas penegakan. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual digunakan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Analisis kualitatif deskriptif mengungkap bahwa kasus Batang, Tanjung Priok, dan Bekasi (2025) menunjukkan pelanggaran sistemik: registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) palsu, kegagalan operator memenuhi kewajiban retensi data tiga bulan, dan daur ulang nomor yang menimbulkan pencurian identitas serta peretasan akun keuangan konsumen. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) Pasal 19 UUPK belum optimal karena minimnya yurisprudensi dan fragmentasi kewenangan antarlembaga. Disharmoni vertikal dan horizontal regulasi memungkinkan operator mengelak tanggung jawab dengan dalih pelanggaran terjadi di rantai distribusi bawah. Rekonstruksi hukum diperlukan melalui: (1) penyeragaman terminologi "registrasi valid"; (2) pembentukan otoritas digital independen; (3) implementasi tracking biometrik real-time; (4) penerapan tanggung jawab solidar operator-distributor. Harmonisasi ini mewujudkan asas keseimbangan, keamanan, dan kepastian hukum yang menjamin ganti rugi efektif bagi konsumen sektor telekomunikasi.
Abandoned Land as a Paradox of Prosperity Nur Regita Saputri Muhammad; Nirwan Junus; Mohamad Rivaldi Moha
Siyasah Dusturiyah: State Law Review Vol. 1 No. 3 (2025): Siyasah Dusturiyah: State Law Review
Publisher : Yayasan Cahaya Generasi Positif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65101/j06rtm03

Abstract

Land in the context of human life is not merely a physical space, but also a social, economic, cultural, and political symbol that holds strategic functions for the sustainability of life. In the perspective of Indonesian agrarian law, land is positioned as a means to realize social justice as affirmed in Article 33 of the 1945 Constitution and the Basic Agrarian Law (UUPA). However, reality demonstrates that many lands are left uncultivated, giving rise to the phenomenon of abandoned land. This condition reflects a major paradox: on one hand, land is a fundamental and limited necessity, while on the other hand, land is often not utilized in accordance with its function. This research examines the conceptuality of abandoned land using a qualitative empirical approach, involving regional governments, the National Land Agency, village officials, and land certificate holders as informants. Research findings demonstrate that land abandonment is influenced by economic factors, ineffective policies, ownership disputes, and urbanization. In legal terms, abandoned land is considered a violation of the social function of land, whereby the state has the right to revoke land rights and return the land for public interest through a land administration mechanism. In conclusion, abandoned land is not merely an issue of land administration, but also a matter of social justice, economic sustainability, and environmental conservation. Proper handling through regulation, legal socialization, and community empowerment becomes the key to restoring land to its true function as a source of life and collective welfare.
The Role of State Regulation in Copyright Protection Within the Digital Ecosystem: A Case Study of TikTok Havid Putra Awal Tolinggilo; Nirwan Junus; Nurul Fazri Elfikri
Siyasah Dusturiyah: State Law Review Vol. 1 No. 3 (2025): Siyasah Dusturiyah: State Law Review
Publisher : Yayasan Cahaya Generasi Positif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65101/zymeb992

Abstract

This research examines copyright infringement on TikTok, addressing the paradox between creative freedom and intellectual property protection. Digital technology expansion enables artistic expression while simultaneously creating enforcement gaps due to low legal awareness and inadequate public literacy regarding Law No. 28 of 2014 on Copyright. The study analyzes how TikTok's policies including takedown mechanisms, safe harbor principles, and fair use doctrine function as legal instruments balancing innovation and legal certainty. Employing normative legal methodology, this research investigates the synergy between national regulations and platform policies in protecting creators' moral and economic rights. Analysis reveals the urgent need for contextual legal education and collaboration among government, platforms, and society to establish a just digital ecosystem respecting originality while cultivating ethical, globally competitive creative culture. Furthermore, the research emphasizes the state's role as a primary actor in establishing legal frameworks protecting copyright in digital spaces. Article 28C (1) of the 1945 Indonesian Constitution provides constitutional foundation that the state must provide effective regulatory mechanisms and law enforcement protecting citizens' works. Through administrative instruments including Ministerial Regulations on Information and Communications (Permenkominfo) and governmental agency authorities (DJKI, Kominfo) this study evaluates how public policy creates accountable and constitutionally compliant digital governance, ensuring equitable copyright protection in contemporary information ecosystems.
Co-Authors Abdul Hamid Tome Abdul Rezal Antukai Abdullah, Windi Friliani Aditya Pratama Daud Agung Andrianto Usman Agustin Ali Ahmad Ahmad Akbar Hidayatullah Daud ALINTI, SITI NURHALIZAH Andi Fahrul Adhzulhaq Anggriani Ibrahim Anton Sujarwo Dunggio Apripari, Apripari Aswandi Humonggio B. Ndeo, Reynaldi Badu, Linawaty Wadju bakung, Dolot Alhasani Daud, Aditya Pratama Debi Rahmat Huntialo Dewa Ezza Mahendra Ungko Dewa Ezza Mahendra Ungko Dg Malanye, Matra DHEA ANANDA ADAM Dian Ekawaty Ismail Djafar, Sri Mitta Aisha Dolot Alhasni Bakung Dwitama Bagaskara Modjo, Rizky Elfkri, Nurul Fazri Fazri Elfrikri, Nurul Fence M Wantu Fenty U. puluhulawa Fitran Amrain Gita Amalia S. Aru Gumohung, Sintia Guntur Guntur Harun, Ihsanti Putri HARUN, YUSRIN M. Havid Putra Awal Tolinggilo Herliono, Anggun Angriani Putri Husain, Narti Irlan Puluhulawa Islamiati M. Umar IYAN KASIM Jufryanto Puluhulawa Juldin Latama Julius Mandjo Julius T. Mandjo Jusuf, Alvid Cesariansyah Kai, Muh. Iksan Putra Karim, Aldin Laras Cipta Ilahi Lidwina Savira Nurulhaq Lisnawati W. Badu Livya Asifah Magfira Ngabito Lukum, Silvani Nur Rahmat Mamu, Karlin Mamu, Karlin Z Mandjo, Julius T. Marsandy Calvin Budiman Ma’Ruf, Rahmawaty Melki T. Tunggati Mellisa Towadi Mifta Huljana Usman Moh. Alfajar Mursidah Moh. Shafwan Saifullah Pakaya Moh. Yoenardi M. Basiman Mohamad Firmansyah Usman Mohamad Hidayat Muhtar Mohamad Ikra Husain Mohamad Rivaldi Moha Mohamad Rizaldi Fitra Abadi Mohamad Syahnez W. Aditya Cono Mohamad Taufik Zulfikar Sarson Mohamad Taufiq Zulfikar Sarson Mohaman Taufiq Zulfikar Sarson Mohammad Syauqi Pakaya Mohammad Taufiq Z. Sarson Moohulao, Fathia Nurul Hasanah Muhamad Khairun Kurniawan Kadir Muhamad Nur Rifaldi Rachman Muhamad Rusdiyanto Puluhuluwa Muhammad Sabrisa Khartanta Ginting Suka Muntholib, Job Wahidun Mutia Cherawaty Thalib Nagita Pujiastuti Djafar Nayla Utami Yasin Nazwa Kadir Ndeo, Reynaldi B. Novita Daud NUR AYIN HIOLA Nur Mohamad Kasim Nur Regita Saputri Muhammad Nur Rifaldi Rachman, Muhamad Nurul Fazri Elfikri Nurul Inayah Muchlisa Syarifudin Nurul Magfirah, Nia Nurvazria Achir Nusi, Andri Nuvazria Achir Pontoh, Vara Dila Puspawardani, Rahmi Nuraini Putri, Viorizza Suciani Rahman, Aprilinda Ramadhani S, Sufina Anugerah Rivaldi Moha, Mohamad Rivaldo Yustitio Syauta Rizky Dwitama Bagaskara Modjo Sahid, Kheeisya Arzeeta S Salman Farishi Sarson, Mohamad Taufiq Zulfikr Sarson, Mohamad Taufiq Zulfiqar Sarson, Mohammad Taufik Zulfikar Savira Nurulhaq, Lidwina Shaputra, Mohammad Renaldi Sindi Pulumuduyo Siti Khodijah Siti Mirta Liyani Halid Sri Listiani K. Umar Sri Nanang Kamba Sri Nanang M. Kamba Sri Nanang Meiske Kamba Sri Olawati Suaib Sri Olawati Suaib Suaib, Sri Olawati Sultan, Rahmadaniyah Sumarni Sumarni Suwitno Yutye Imran Syahrul Ramadhan Ayuba T. Mandjo, Julius Turuki, Zulfikar Umar, Andini Setiani Waode Mustika Yulianti Yulin Kamumu Yulin Kamumu Yunus, Yultiar Rahmat Zamroni Abdusamad Zamroni Abdussamad Zulfikar Sarson, Mohammad Taufiq