Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai budaya masyarakat Sulawesi Utara sebagai model pendidikan toleransi Theodorus Pangalila; Jeane Mantiri
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 1 Oktober 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v20i01.15924

Abstract

Hakikat dasar bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan multikultural. Hal ini tercermin dari semboyan bangsa Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika. Kenyataan dewasa ini menunjukkan banyaknya kasus intoleransi terus terjadi. Di tengah banyaknya kasus Intoleransi di berbagai daerah di Indonesia, kenyataan membuktikan bahwa masyarakat kota Tomohon-Sulawesi Utara tetap hidup dalam suasana penuh toleransi di tengah perbedaan agama, suku, ras, bahasa dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara menjadi model toleransi. Penelitian ini dilakukan di kota Tomohon Sulawesi Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat lokal, berbeda agama, suku, bahasa, pemuka agama dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun penelitian ini menemukan bahwa nilai budaya/kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara: Si Tou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup untuk Memanusiakan Orang Lain), Mapalus (Gotong-royong) dan Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara) mampu membuat masyarakat Sulawesi Utara hidup dalam suasana penuh toleransi, sehingga bisa diadopsi dan dikembangkan menjadi model pendidikan toleransi. Ketiga nilai budaya ini terimplementasi secara konkrit dalam kehidupan konkrit masyarakat yang tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama, etnis dari masyarakat. Adapun penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjut tentang pengembangan model pembelajan berbasis nilai budaya lokal. Abstract: The basic nature of the Indonesian people is a plural and multicultural nation. This is reflected in the Indonesian motto: Unity in Diversity. Today's reality shows that many cases of intolerance continue to occur. In the midst of the many cases of intolerance in various regions in Indonesia, the reality proves that the people of the city of Tomohon-North Sulawesi continue to live in an atmosphere of tolerance in the midst of differences in religion, ethnicity, race, language and culture. The purpose of this study is to describe how the values of the local wisdom of the people of North Sulawesi become a model of tolerance. This research was conducted in the city of Tomohon, North Sulawesi. The data sources in this study are local people, different religions, ethnicities, languages, religious leaders and government. This research uses a qualitative descriptive approach by collecting data through observation, interviews and documentation studies. The research found that the cultural values / local wisdom of the North Sulawesi people: Si Tou Timou Tumou Tou (Humans Live to Humanize Others), Mapalus (Mutual Cooperation) and Torang Samua Basudara (We Are All Brothers) are able to make North Sulawesi people live in an atmosphere of tolerance, so that it can be adopted and developed into a model of tolerance education. These three cultural values are implemented concretely in the concrete life of the community which does not differentiate between ethnic, religious, and ethnic origins from the community. The study recommends further research on the development of a learning model based on local cultural values.
Peningkatan Civic Disposition Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Theodorus Pangalila
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v7i1.3553

Abstract

Banyak persoalan dihadapai bangsa Indonesia. Semua permasalahan ini mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalamai dekarakterisasi dalam banyak hal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan mengemban misi yang berat dalam pembentukan warga negara yang good and smart. Warga negara yang baik dan cerdas/terdidik ditandai dengan tiga kompetensi penting, yaitu civic knowledge, civic disposition dan civic skill. Siswa sebagai warga negara mudah sejak dini perlu dipersiapkan sejak dini agar bisa berperan dalam kehidupan berbangsa. Civic disposition berkaitan erat dengan pengembangan watak/karakter siswa. Oleh karena itu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sejatinya memegang peranan penting dalam peningkatan watak/karakter siswa sebagai warga negara muda. Kata Kunci: civic disposition, pembelajaran PKn
EFEKTIVITAS METODE DEBAT DALAM PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI Ferry Doringin; Theodorus Pangalila
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.12250

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi mahasiswa terhadap upaya untuk membangun karakter lewat Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya ketika menggunakan metode debat. Persepsi ini sangat penting karena sejumlah literatur mempertanyakan apakah nilai penting dari mata kuliah ini sudah diangkap dengan baik oleh mahasiswa. Juga, seberapa tinggi metode, terutama metode debat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, peneliti mengukur persepsi mahasiswa terhadap urgensi mata kuliah, penggunaan metode, dan efektivitas metode debat. Kemudian, mahasiswa diminta menjelaskan alasan dari pilihan jawaban itu. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa mayoritas mahasiswa memberi nilai penting terhadap mata kuliah kewarganegaraan karena membentuk  nasionalisme dan identitas keindonesiaan, menilai tinggi metode interaktif yang mendorong sikap menggali dan menganalisis, khususnya metode debat dianggap mendorong mahasiswa beropini dengan argumnen yang kuat dan mendalam, dan dilatih untuk mempertahankan argumen tersebut.
PKM PELATIHAN PENGGUNAAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU-GURU DI SD KATOLIK STA. CLARA TOMOHON-SULAWESI UTARA Theodorus Pangalila; Jan A Rattu
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 2 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.29 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i2.3052

Abstract

Currently the whole world is experiencing problems in all aspects of life. This problem is caused by the outbreak of the corona virus or Covid-19 which is currently a global pandemic. Due to the Covid-19 outbreak, all aspects of life have changed, including the world of education. Currently the world is shaken by the Corona Virus or Covid-19 outbreak, and Indonesia is no exception. The Indonesian government has taken a number of policies to break the chain of transmission of Covid-19. Its main policy is to prioritize the health and safety of the people. Work, worship and study from home. UNESCO stated that the Covid-19 pandemic threatens 577,305,660 students from pre-primary to high school education and 86,034,287 students from higher education worldwide. Like the policies taken by various countries affected by the COVID-19 disease, Indonesia has closed all educational activities. At the primary, secondary and higher education levels, technically the distance learning process also encountered many obstacles. Students from families who do not have internet access or even do not have mobile phones will miss learning when learning assignments are delivered through WhatsApp or other applications. Responding to such conditions, the school should provide wisdom, for example by giving assignments in the form of working papers. Teachers are the backbone of education in schools, therefore teachers need to be prepared to face changes in learning practices from offline to online. The problems faced are: (1) Online learning due to the Covid-19 pandemic brings changes in learning models and approaches. (2) Many teachers do not understand and are skilled in using online learning tools such as: Google Classroom and. Edmodo. (3). Lack of socialization about how to use Google Classroom and. Edmodo for teachers. The solution offered in this activity is the use of Google Classroom and. Edmodo for teachers.
Nilai Moral yang Terkandung dalam Semboyan Torang Samua Basudara Sebagai Sumber Toleransi Theodorus Pangalila; Jeane Mantiri; Julien Biringan
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomor 1 - Juni 2019
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.117 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v4i1.3425

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran nilai moral yang terkandung dalam semboyan Torang Samua Basudara dalam membentuk sikap toleransi masyarakat kota Tomohon Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi Hasil penelitian menemukan bahwa semboyan Torang Samua Basudara mengandung nilai-nilai moral yang telah terjaga dengan baik dan membuat masyarakat kota Tomohon dan masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya hidup dalam suasana toleransi. Penelitian ini merekomendasikan penelitian tentang nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.
Nilai Budaya dan Perubahan Karakteristik Sosial dalam Serikat Mahmejaan Masyarakat Taratara Elpanius Paat; Grace J. Soputan; Theodorus Pangalila; Ferdinand Kerebungu
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v1i1.7

Abstract

Terdapat berbagai kelompok sosial yang dapat kita jumpai dalam masyarakat dewasa ini. Di dalam masyarakat Taratara, terdapat salah satu kelompok sosial yang bernama Serikat Mahmejaan. Tujuan penelitian ini yakni menemukan nilai budaya dan perubahan karakteristik sosial yang terkandung dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara. Proses penelitian dilaksanakan di kelurahan Taratara, Tomohon-Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian purposive sampling, dan teknik pengumpulan datanya dengan observasi tak berstruktur dan wawancara semi terstruktur, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis Grounded Teory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai budaya dapat ditemukan dalam aspek-aspek seperti: sistem keanggotaan, sistem kepemimpinan, langkah awal, aturan untepan lutu dan hukuman, (2) perubahan karakteristik sosial ditemukan dalam aspek-aspek seperti: sistem keanggotaan, menu makanan, dan perlengkapan sabuah. Ada lima nilai budaya yang terdapat dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara: (1) nilai kekeluargaan, (2) nilai kerjasama, (3) nilai persatuan dan kesatuan (4) nilai musyawarah/mufakat, dan (5) nilai religius. Sedangkan perubahan karakteristik sosial yang terjadi dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara yakni: (1) dilihat dari bentuknya, perubahan yang terjadi adalah perubahan kecil dan perubahan yang dikehendaki dan direncanakan, (2) dilihat dari faktor-faktor penyebabnya, perubahan yang terjadi disebabkan oleh situasi dan kebutuhan masyarakat yang berubah karena adanya pemikiran yang baru serta sentuhan dengan budaya lain.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR & SHARE PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMA NEGERI 1 TOMPASO Theodorus Pangalila; Mardan Umar; Andro Waney
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 1 Edisi Juni 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i1.3425

Abstract

The work of the study is to identify if the model cooperative learning type thinks pair share can increase the result of students study in science at the senior high school 1 in Tompasol. The result of the study is a quantitative study with a type of experimental research. The subject in this study is the whole XI IPS 1 as an experiment class and XI IPS 2 as a control class. The results of the study conducted showed that class XI, which is taught using the cooperative learning type think pair share obtains an average of 93.35 and a standard deviation of 3.730, and the XI classes taught by the conventional learning model gained an average of 76.27 and standard deviation 2.475. Further from the results of the hypothetical test performed show that    or 17.077 2.056 at 5% trust. Thus it may be concluded that the model cooperative learning type thinks pair share are better applied to the process of learning than the conventional learning model, as it has a positive and significant impact on student learning at senior high school 1 in Tompaso.
Analisis Hukum Tentang Sistem Pembuktian Terbalik Dalam Tindak Pidana Korupsi Adensi Timomor; Theodorus Pangalila
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/ce.v6i1.3509

Abstract

Dalam  hukum pidana peranan alat bukti dan proses pembuktian  sangat menentukan  suatu perkara  dapat dikatakan melanggar ukum atau tidak.Tindak Pidana Korupsi yang secara khusus  telah diatur dalam Undang-undang  Nomor  31  Tahun 1999  sebagaimana diubah dengan Undang-undang  Nomor 20 Tahun 2001 sebenarnya telah memiliki  cara pembuktian yang diharapkan dapat membantu  para penegak hukum  dalam mengungkap asal kekayaan  yang dimiliki oleh koruptor dengan cara terdakwa   wajib menjelaskan  dan meyakinkan  bahwa harta kekayaannya  bukanlah hasil korupsi.  Cara itu disebut pembuktian terbalik atau sistem pembalikan beban pembuktian (omkering van de bewijlast).  Hal-hal tersebut sangat jelas di atur dalam Pasal 12 B  ayat  (1) huruf  a, Pasal  37,  Pasal 37 A  ayat (1)  dan  Pasal  38 B.  Ketentuan pada Pada Pasal 37 Undang-undang Nomor  31  Tahun  1999 merupakan penyimpangan dari  Undang-undang  Nomor   8 Tahun  1981 tentang Hukum  Acara Pidana  dimana Jaksa yang wajib membuktikan suatu tindak pidana oleh terdakwa  dan bukan terdakwa. Seperti termuat pada Pasal 66 KUH Pidana.   Pasal   37 UU TPK tersebut telah menimbulkan dilematik  antara doktrin hukum pidana  dan konvensi internasional mengenai hak asasi manusia yang tidak mengakui  pembuktian terbalik untuk menentukan kasalahan tersangka,  juga akan diperhadapkan dengan asas praduga tak bersalah (presumption   of innocence) karena hal ini dapat berarti  dalam asas pembuktian terbalik  hakim telah berpraduga bahwa  terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana . Lain halnya dalam penjelasan  Pasal  66 KUH  Pidana  menyebutkan  bahwa ini  merupakan penjelmaan dari asas praduga tak bersalah.
Hubungan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna La Doni; Julien Biringan; Theodorus Pangalila
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/ce.v4i2.2374

Abstract

Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “bagaimana hubungan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna”? Tujuan penelitian ini adalah “untuk mengetahui hubungan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Kedisiplinan siswa memiliki hubungan yang sangat kuat yakni sebesar 0,89 dengan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna; (2) Sumbangan atau kontribusi variabel X (kedisiplinan siswa) terhadap variabel Y (hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna) adalah sebesar 79,21% dan sisanya 20,79% ditentukan oleh variabel lain di luar masalah penelitian; (3) Hasil analisis regresi menggambarkan bahwa persamaan regresi antara variabel X (kedisiplinan siswa) dan variabel Y (hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna) sebagai berikut: = a + bX = 11,86 + 1,10 X; (4) Hasil analisis regresi antara variabel kedisiplinan siswa dengan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna diperoleh nilai Fhitung sebesar 102,2181, dengan taraf kepercayaan α = 0.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 28, sehingga diperoleh Ftabel senilai 4,20. Jadi F hitung > F tabel atau F hitung = 102,2181 > F tabel = 4,20. Sesuai dengan kriteria pengujian jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak yang berarti terima HA; dan (5) Terdapat hubungan yang signifikan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna.Kata kunci: Kedisiplinan Siswa, Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan The relationship between student discipline and student learning outcomes in class VIII in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency. The problem in this study is formulated as follows: "how is the relationship between student discipline and learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency"? The purpose of this study was "to determine the relationship between student discipline and learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency". The research method used is quantitative research methods with regression analysis techniques. The conclusions of the research results are as follows: (1) Student discipline has a very strong relationship, namely 0.89 with the learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency; (2) The contribution or contribution of variable X (student discipline) to variable Y (class VIII student learning outcomes in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency) is 79.21% and the remaining 20.79% is determined by other variables in outside the research problem; (3) The results of the regression analysis illustrate that the regression equation between variable X (student discipline) and variable Y (student learning outcomes of class VIII on Civics at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency) is as follows: (Y) ̂ = a + bX = 11.86 + 1.10 X; (4) The results of the regression analysis between student discipline variables and student learning outcomes at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency obtained a value of Fcount of 102.2181, with a confidence level of α = 0.05 with dk numerator 1 and dk denominator 28, in order to obtain Ftable worth 4, 20. So F count> F table or F count = 102.2181> F table = 4.20. In accordance with the test criteria, if F count> F table then H0 is rejected, which means HA accepted; and (5) There is a significant relationship between student discipline and learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 1 Kabangka Muna Regency. Keywords: Student Discipline, Learning outcomes Civic education
Learning Civic Education Based on Local Culture of North Sulawesi Society Theodorus Pangalila; Juliana Margareta Sumilat; Kosmas Sobon
Journal of International Conference Proceedings Vol 4, No 3 (2021): 2021 WIMAYA International Conference of Economics and Business
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v4i3.1359

Abstract

Indonesia is currently experiencing significant problems related to its national character. The issue of federal character leads to further weakening of the younger generation's understanding of the noble values of Pancasila, which are sourced from the Indonesian local wisdom. This is because the local wisdom values of the community are less discussed by the teacher, let alone associated with the learning material being taught. Teachers in delivering learning materials are more focused on explicitly stated material in the learning curriculum. This study aims to identify the local wisdom of North Sulawesi values that can be used in Civics gaining knowledge of the elementary, junior excessive, and excessive college levels. This study is a qualitative study with records series thru observation, interviews, and literature have a look. Sources of records on this have a look at have been students, teachers, and principals. This has a look at that the values of neighborhood awareness of North Sulawesi are still less internalized in the Civic Education learning process; therefore, this study recommends developing an education model based on the North Sulawesi local cultures.
Co-Authors Abdul, Apriyanti Abzan Laebe Adensi Timomor Aksilas Dasfordate Anace Carolina Essing Andrew C. Rattu Andro Waney Antonius Heatubun Apeles Lexi Lonto Apeles Lexi Lonto, Apeles Lexi Arie Supriati Bahri bahri Bartolomeus Samho Biringan , Julien Brain Fransisco Supit Candra Cuga Christy N Mintjelungan Danny A. Masinambow Darmawan Edi Winoto Davidson Takasana Deisye Supit Diange, Sulis Donald Sambuaga Doringin, Ferry Elpanius Paat Elparianti Elparianti Emor, Anggreiny C. J. Fentje Ferry Assa ferdinand kerebungu Frangky Alexander Tintingo Geor, Gorius Grace Jenny Soputan Hasran Heidi Kristian Repi Imam, Indra A. Isye Junita Melo Jacobus, Susan NH Jan A Rattu Jeane Mantiri Jeffry Sony Junus Lengkong Julien Biringan Jumrah Jamil Kamasi, Christian Daniel Keintjem, Maxi Ventje KOSMAS SOBON La Doni Laatung, Fransika Lahiya, Sulistiwati Lalogiroth, Benedikta Firginia Laoh, Enjeli Firmala Lembong, Patrisia Lihart Lumapow Loho, Ambrosius Markus Mamonto, Pratiwi Wulandari Mardan Umar Margareta Oktavia Sumilat Maria Fatimah Larinda Marssel Michael Sengkey Masloman, Fikry Ramadhan Meily Ivane Esther Neman Milala, Dita Mongkau, Juan G Natanael kaunang Nining Rahmawati Nurhayati Nurhayati Paka, Nuriska Paulus Robert Tuerah Pombaile, Ervina Putri Christina Mariam Pareda Randy Michael Karepouwan Rasid Yunus, Rasid Ratika Mokoagow Rico Septian Noor Risal Risal Romi Mesra Sakura, Hamdan Sampel, Ferry Lourens Siti Fatimah Sjamsi Pasandaran Sjamsi Pasandaran Sore, Jaya Sasube Subuh, Hairun Surentu, Olvi Steva Susan Noviaty Herienth Jacobus Tampi, Debora Tanase, Tasente Tandea, Leidi Tani, Brigita Junainsi Tati, Andi Dewi Riang Tiba, Andri Wahyudin Noe, Wahyudin Walujan, Melisa Warouw, Roland Aldo Wua, Telly Delly Yuli Adhani Yusak ratunguri Yuspan Bempa Zulfikar Adjie