Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS SISTIM IRIGASI TETES TERPADU PADA LAHAN KERING PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Collaboration Drip Irrigation Systems Analysis at Dry Farming of Pringgabaya Jaya Negara, I Dewa Made; Saadi, Yusron; Putra, I.B. Giri
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertanian dilahan kering Pringgabaya telah menerapkan sistim irigasi hemat air sprinkle besar dan tetes, walaupun demikian penerapan sprinkle dilapangan masih terkandala oleh besarnya angin dan tingginya suhu lingkungan, yang memicu terjadinya kehilangan air irigasi yang lebih besar. Kemampuan infiltrasi lahan sebesar 3,342 cm/jam (Randy, 2012) untuk daerah perbukitan dan sebesar 0,621 cm/jam (Haki,2013) untuk lahan di pedataran, besarnya potensi infiltrasi tersebut masih tergolong rendah sehingga kurang mendukung teknik irigasi hemat air yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan sistim irigasi hemat air terpadu, yang dapat mengadopsi rendahnya kemampuan tanah menyerap air dalam pemberian air irigasi. Penelitian bertujuan untuk menguji sistim irigasi hemat air terpadu sistim tetes dan sprinkle mini pada tanah lahan kering Pringgabaya terhadap ketersediaan air pompa tenaga surya. Uji dilakukan pada lahan berukuran 4m x 12 m, dengan pipa distribusi sepanjang 60 m dari pipa pvc 1” dilengkapi flow meter dan elevasi muka air dari lahan sekitar 4 m. Sistim irigasi tetes uji berukuran 3m x 4 m perblok, dengan pipa pvc ukuran ½”, ¾”. Irigasi sprinkle dengan pipa ¾”, 1” dikoneksi dengan jaringan tetes. Pengujian irigasi terpadu dilakukan terhadap keseragaman, kemampuan irigasi dan lengas tanah, dalam waktu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Data yang peroleh adalah debit pompa, debit irigasi, keseragaman tetes dan sprinkle serta kelengasan tanah. Analisis data dilakukan terhadap data debit,keseragaman irigasi dan lengas tanah.Hasil penelitian dipresentasikan dalam bentuk grafik maupun tabel Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes terpadu memiliki keseragaman rerata 72% dan sprinkle mini dengan keseragaman 77,6% berarti sudah dapat digunakan. Besar debit irigasi tetes sebesar 0,0452m3/mnt dan kemampuan sprinkle sebesar 0,038m3/mnt dengan pancaran dua sprinkle 5,2m. Kebutuhan air irigasi tetes terpadu sebesar 0,049m3/mnt, masih mampu dipenuhi oleh pompa tenaga surya pada debit rendah (Qr)<0,002m3/dt, debit sedang (Qsd) < 0,003m3/dt maupun debit tinggi (Qti) > 0,003m3/dt. Kelengasan capaian irigasi sprinkle pada waktu irigasi 5 menit, 10 menit dan 15 menit sebesar 2,9%, 4,4% dan 7% termasuk rendah, sehingga lebih cocok untuk penyediaan air evaporasi harian, sedangkan irigasi tetes lebih baik difokuskan untuk pemberiaan air tanaman saja.
KARAKTERISTIK PERUBAHAN LENGAS TANAH PADA PEMBERIAN IRIGASI TETES PIPA PVC DI LAHAN KERING PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Soil Moisture Changes Characteristics of Drips Irrigation PVC Pipe at Dry Land Pringgabaya East Lombok Jaya Negara, I Dewa Gede; Saadi, Yusron; Putra, I.B. Giri
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemberian irigasi dilahan pertanian lahan kering Pringgabaya sangat membutuhkan teknik irigasi yang lebih sesuai dan mudah dikembangkan. Penerapan sistem irigasi hemat air sprinkle besar dan tetes saat ini masih terkandala oleh tingginya suhu lingkungan, yang memicu terjadinya kehilangan air irigasi yang lebih cepat. Kemampuan infiltrasi lahan sebesar 3,342 cm/jam (Randy, 2012) untuk daerah perbukitan dan sebesar 0,621 cm/jam (Haki,2013) untuk lahan di pedataran, kondisi infiltrasi tersebut masih tergolong rendah untuk dapat mendukung teknik irigasi hemat air yang ada. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap sistim irigasi hemat air tetes dari pipa pvc yang bahannya mudah didapat dan lebih mudah diterapkan masyarakat khususnya dilahan kering Pringgabaya Utara, dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik perubahan lengas tanah terhadap pemberian air irigasi tetes pada lahan kering tersebut. Uji dilakukan pada lahan berukuran 4m x 12 m, system irigasi menggunakan pipa pvc 1” dilengkapi flow meter dan elevasi muka air dari lahan sekitar 5 m. Jarak titik amiter irigasi tetes sebesar 60 cm dan jarak antara pipa tetes 70cm. Ukuran lahan penelitian 5m x 5 m dan pipa untuk jaringan irigasi dengan diameter 1”, ½” dan ¾”. Pengujian irigasi dilakukan dengan durasi 10 menit, 15 menit, 25menit dan 45 menit. Data yang perlukan nantinya adalah debit keluaran irigasi, keseragaman tetes, perubahan lengas tanah dan tinjauan kedalaman basahan, sedangkan hasil analisis data ditampilkan dalam bentuk grafik maupun table. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, dari beberapa durasi irigasi tetes yang diuji, diperoleh hasil kelengasan tanah lebih besar dari lengas lapangan yang besarnya 28%.Kelengasan tana sebelum diberi irigasi yang diperoleh kisaran nilai 23%-27% pada edalaman 10 cm, kelengasan sebesar 16,8% - 24,3% untuk kedalaman 20 cm dan kelengasan sebesar 20,8% - 25,6% untuk kedalaman 30 cm. Lengas tanah capaian setelah irigasi tetes besarnya beragam yaitu untuk kedalaman 10 cm diperoleh 36% - 42,3%, untuk kedalaman 20 cm lengas yang diperoleh 37,8% - 42,3% dan kedalaman 30 cm diperoleh lengas 33,7% - 43,62%.Besarnya penambahan lengas setelah diberi irigasi untuk masing-masing kedalaman tinjauan adalah untuk kedalaman 10 cm diperoleh penambahan terhadap SP sebesar 12% - 15% , untuk kedalan 20 cm diperoleh sekitar 13,4% - 25,5% dan untuk kedalaman 30 cm diperoleh 7,85% - 23 %.Perubahan lengas terhadap perubahan durasi terjadi masih rendah dan sangat variatif.
ANALISIS SEDIMENTASI PADA SALURAN UTAMA BENDUNG JANGKOK: Sedimentation Analysis of Jangkok Weir Main Canal Putra, I B. Giri; Saadi, Yusron; Suroso, Agus; Hasim, Yanuar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok merupakan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian, karena besar kecilnya muatan sedimen yang berpengaruh terhadap bangunan irigasi yang ada pada bendung tersebut.Seperti yang terjadi saat ini, saluran utama Bendung Jangkok mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimen yang terangkut dari Bendung Jangkok.Material angkutan sedimen yang terbawa oleh aliran sungai dan material tersebut dapat terangkut kembali apabila kecepatan aliran cukup tinggi.Oleh karena itu perlu diadakan penelitian mengenai “Analisis Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok. Penelitian ini dilakukan pada Saluran Utama Bendung Jangkok dengan metode pengukuran langsung di lapangan dan analisis laboratorium serta perhitunganangkutan sedimen dengan menggunakan metode M.P.M dan Einstein.Pengukuran langsung dilakukan di sepanjang Saluran UtamaBendung Jangkok.Pengujian laboratorium yang dilakukan meliputi pengujian gradasi butiran untuk memperoleh distribusi ukuran butiran, pengujian berat jenis material sedimen bed load, dan pengujian kosentrasi kandungan sedimen suspended load. Berdasarkan hasil analisis dengan metode M.P.M, angkutan sedimen pada Saluran UtamaBendung Jangkok yang terjadi sebesar 5,984 x10-3 m3/hari. Sedangkan dengan hasil analisis metode Einstein, angkutan sedimen sebesar 6,843 x10-2 m3/hari. Dari kedua metode tersebut, hasil analisis angkutan sedimen dengan metode Einstein lebih besar dibandingkan dengan metode M.P.M.
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SISA UMUR LAYANAN BENDUNGAN BATUJAI: Effect of Climate Change on the Remaining Life Time of Batujai DAM Wakidi, Wakidi; Sulistyono, Heri; Saadi, Yusron
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Batujai terletak di Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 169 km2. Mulai beroperasi tahun 1982 untuk menampung kelebihan air di musim hujan, mengairi lahan pertanian 3.350 ha, dan untuk pembangkit listrik tenaga microhydro dengan daya maksimum terpasang sebesar 150 kw. Umur layanan bendungan sangat dipengaruhi oleh tampungan mati, semakin penuh volume tampungan mati, semakin pendek umur layanan bendungan. Penyusutan volume tampungan dipengaruhi oleh laju sedimentasi. Laju sedimentasi dipengaruhi perubahan iklim yaitu temperatur dan curah hujan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016, tahun 2032 (umur rencana), serta untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap laju sedimentasi. Menghitung debit air, dengan menggunakan metode Mock dibutuhkan data-data pendukung evapotranspirasi, curah hujan dan banyak hari hujan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode Blaney-Criddle dengan menggunakan data temperatur. Dari hasil analisis diperoleh volume sedimentasi Bendungan Batujai tahun 2016 sebesar 1.349.941 m3, tahun 2032 (umur rencana 50 tahun) sebesar 2.387.035 m3. Perubahan iklim sangat signifikan mempengaruhi laju sedimentasitasi Bendungan Batujai, tahun 1982 sampai dengan tahun 2015 volume sedimen rerata sebesar 41.118 m3 dan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2048 volume sedimen rerata sebesar 68.872 m3.
PRIORITAS PENINGKATAN KAPASITAS PELAYANAN AIR BERSIH PDAM GIRI MENANG: Improvement priority of PDAM Giri Menang Clean Water Service Capacity Hidayaty, Baiq U’un Ratih; Hartana, Hartana; Saadi, Yusron
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang adalah perusahaan daerah yang bergerak di bidang jasa penyediaan air minum untuk Wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. PDAM dalam tahap operasionalnya memiliki 2 (dua) fungsi utama yaitu fungsi ekonomi dan fungsi sosial yang harus dipertimbangkan. Sehingga selain memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, PDAM juga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kompleksnya permasalahan yang dihadapi PDAM Giri Menang saat ini menyebabkan perlu adanya kajian mengenai strategi-strategi yang akan diterapkan dan dijadikan prioritas untuk meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui kondisi eksisting kinerja pelayanan PDAM Giri Menang sesuai dengan Permen PU Nomor 18 Tahun 2007, mengetahui permasalahan yang mempengaruhi kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang berdasarkan indikator kinerja pelayanan yang bernilai rendah, memperoleh strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang berdasarkan hasil analisis SWOT dan untuk mengetahui strategi apa yang akan dijadikan prioritas peningkatan kapasitas pelayanan PDAM Giri menang dengan menggunakan metode AHP. Berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja PDAM Giri Menang Tahun 2015 diperoleh 2 (dua) indikator kinerja yang bernilai rendah, yaitu: Cakupan pelayanan dan pemakaian air domestik. Potensi permasalahan yang menyebabkan masih rendahnya nilai cakupan pelayanan dan pemakaian air domestik antara lain masyarakat masih menggunakan sumber alternatif lain, keterbatasan pengembangan jaringan distribusi, masih tingginya angka kehilangan air dan belum optimalnya pendistribusian air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan hasil analisis SWOT diperoleh beberapa strategi yang harus diterapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang yaitu peningkatan kapasitas produksi, pengembangan jaringan distribusi, rehabilitasi dan revitalisasi sistem distribusi serta penyesuaian tarif air minum. Berdasarkan hasil analisis prioritas peningkatan kapasitas pelayanan PDAM Giri Menang dengan menggunakan metode AHP diperoleh strategi yang harus dijadikan prioritas yaitu peningkatan kapasitas produksi. Adapun total kebutuhan air PDAM Giri Menang pada Tahun 2025 sesuai dengan hasil proyeksi kebutuhan air adalah sebesar 4.391 lt/dt, sehingga PDAM harus meningkatkan kapasitas produksi sebesar ± 2.901 lt/dt untuk memenuhi kebutuhan air pada jam puncak pelayanan.
Desa Labuhan Haji Tangguh Bencana Tsunami Sulistiyono, Heri; Saadi, Yusron; Hartana; Pradjoko, Eko; Mahendra, Made; Julkifli
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4388

Abstract

Tsunami merupakan bencana alam yang mengancam semua kehidupan di pesisir. Kekuatan merusak dari bencana tsunami ini tergantung dari tinggi gelombang tsunami tersebut. Salah satu desa di Pulau Lombok yang terancam oleh bencana tsunami adalah Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Hal ini disebabkan oleh letak geografis dan topografis desa yang berada di pesisir Timur Pulau Lombok menghadap ke Selat Sumbawa. Oleh karenanya, Penulis beserta tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Mataram mengupayakan suatu program Desa Tahan Bencana (DESTANA) yang disampaikan kepada desa dengan tujuan agar Desa Labuhan Haji ini mempunyai ketahanan terhadap bencana tsunami. Program ini bertujuan memberikan wawasan dan informasi mengenai potensi bahaya tsunami dan cara-cara penanggulangan kerugian. Metode pelaksanaan dalam program ini, yaitu Pra-kegiatan meliputi: survei lokasi, melakukan kerjasama dengan staf dan kepala desa, menjalin kemitraan, dan pelaksanaan penyuluhan dan pembelajaran dengan video. Teknologi yang diperkenalkan adalah: (1) WRS-BMKG, (2) Magma Indonesia, (3) My Earthquake Alerts, (4) EQInfo, dan (5) Sistem Peringatan Dini Multibahaya Geo-Hidrometeorologi. Berdasarkan hasil test awal dan test akhir dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang desa tangguh bencana, yaitu dari 47% menjadi 82%. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang tinggal di daerah rawan tsunami untuk berpartisipasi dalam mendukung program Desa Tangguh Bencana.
Sistem Irigasi Hemat Air Di Wilayah Irigasi Lahan Kering Di Desa Medana Yasa, I Wayan; Sulistiyono, Heri; Saadi, Yusron; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hartana; Hasyim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5343

Abstract

Desa Medana Kecamatan Pemenang merupakan salah satu Desa di Kabupaten Lombok Utara dengan potensi lahan yang dimanfaatkan untuk tanaman keras. Tanaman Coklat dan kelapa sebagai produk unggulan hasil perkebunan masyarakat. Hasil panen dari perkebunan adalah musiman sehingga kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti sayur harus dibeli dari pasar setempat. Sistem irigasi yang digunakan saat ini masih berorientasi pada sistem tradisional dimana air yang digunakan sangat boros. Masyarakat umumnya belum banyak mengetahui tentang sistem irigasi hemat air untuk jenis-jenis tanaman musiman. Sistem irigasi hemat air sangat cocok diterapkan pada wilayah yang memiliki sumber daya air terbatas. Irigasi tetes, pancar maupun sistem irigasi bawah permukaan sangat tepat untuk diterapkan diwilayah kering dengan jenis tanaman musimam. Tanaman yang dibudidayakan dapat berupa tanaman untuk kebutuhan sehari-hari seperti bayam, kangkung, sawi, sayur hijau, pacoy dan tanaman lainnya. Sistem irigasi hemat air ini sangat mudah dibuat dan operasionalnya juga sangat mudah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkenalkan pembuatan sistem irigasi vertical di Desa Medana. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat di Desa Medana dapat memahami dan mampu membuat jaringan irigasi irigasi hemat air. Sehingga diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk meningkatkan lahan pekarangan yang kurang produktif menjadi lahan yang produktif yang dapat berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hasil sosialisasi menunjukan bahwa Masyarakat desa Medana mempunyai semangat yang sangat tinggi untuk menerapkan berbagai teknologi irigasi hemat air.
Penyuluhan Pengenalan Irigasi Tetes Bertingkat Pada Masyarakat Kelompok Tani Beriuk Maju Di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Negara, I Dewa Gede Jaya; Pradjoko, Eko; Pracoyo, Atas; Akmaluddin; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairo; Suparjo; Saadi, Yusron; Sulistiyono, Heri; Yasa, I Wayan; Merdana, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5778

Abstract

Masyarakat Poktan Beriuk Maju Desa Jagaraga sebagian besar memiliki lahan pekarangan dengan luasan rata-rata sekitar 2- 4 are dan banyak lahan yang kosong. Sumber air dari sumur dangkal dan air saluran irigasi sering dimanfaatkan masyarakat, dan dengan adanya kemarau panjang kondisi sumber air semuanya menurun dan kritis. Memperhatikan potensi lahan pekarangan yang ada, maka warga perlu dibantu untuk meningkatkan manfaat pekarangan untuk usahatani disekitar rumah agar dapat merurunkan dampak ekonomi akibat kekeringan ini. Masyarakat peri diberi penyuluhan tentang irigasi yang efisien agar dapat mendukung usahatani di lingkungan perumahan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan irigasi yang efisien yaitu irigasi tetes untuk kegiatan pertanian di pekarangan rumah. Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah menyuluhkan18 perwakilan Poktan Beriuk Maju, penyuluhan telah memberi wawasan penggunaan irigasi tetes dan cara irigasinya,memberikan contoh-contoh irigasi tetes dan bahan yang digunakan.Dengan demikian diharapkan Masyarakat nantinya dapat memilih system irigasi yang diperlukan dengan pertimbangan sumber air yang tersdia.
Penyuluhan Pengenalan Irigasi Tetes Pada Masyarakat Dusun Tibu Lilin Di Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Negara, I Dewa Gede Jaya; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairo; Rohani; Suparjo; Saadi, Yusron; Sulistiyono, Heri; Yasa, I Wayan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7604

Abstract

Masyarakat Dusun Tibu lIlin merupakan masyarakat yang berada di perbukitan sebelah selatan Pelabuhan Lembar, dengan kondisi medan berlereng. Sebagian besar Masyarakat memiliki lahan pekarangan dan kebun walaupun tidak begitu luas dengan kondisi berterasering. Sumber air Masyarakat berasal dari air rembesan dilereng perbukitan dengan jumlah penduduk sekitar 100 kk dan sebagian besar sebagai petani ladang dan pembuat bata merah. Memperhatikan potensi lahan lahan sekitar yang ada berlereng dan terasering, maka Masyarakat lokasi ini perlu diberikan pengetahuan bagaimana caranya memanfaatkan sumber air terbatas untuk kegiatan usahatani dengan sumber air yang minim dengan pemanfaatan irigasi tetes. Masyarakat perlu diberi penyuluhan tentang irigasi yang efisien tetes agar dapat mendukung usahatani di lingkungan perumahan dan lahan kering. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan irigasi yang efisien yaitu irigasi tetes untuk kegiatan pertanian disekitar perumahan dan lahanmkering. Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi pengetahuan dan menyuluhkan 35 masyarakat Tibulilin, penyuluhan telah memberi wawasan penggunaan irigasi tetes dan cara irigasinya,memberikan contoh-contoh penggunaan irigasi tetes pada masyarakat. Dengan demikian diharapkan Masyarakat nantinya dapat memilih system irigasi yang diperlukan dengan pertimbangan sumber air yang tersedia.
Curtain Grouting Test On Volcanic Breccia Foundation As An Effort To Assess The Effectiveness Of Grouting Case Study: Construction Of Minting Dam Kurdiawan, Ujang; Saadi, Yusron; Muhajirah, Muhajirah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v4i12.832

Abstract

Meninting Dam is located on the Meninting River, Meninting Watershed WS Lombok. Administratively, the location of this dam is located in Bukit Tinggi Village, Gunungsari District, and Gegerung Village, Lingsar District, West Lombok Regency. It is planned that Meninting Dam has a height of 79 m, the type of Urugan Zonal Random Dam with Upright Core, with a maximum storage capacity of 12.18 million m3 and an average storage capacity of 9.91 million m3. From the results of geological investigations during planning and pre-construction geological investigations, it is known that the body of the Meninting Dam will rest on a foundation in the form of volcanic breccia rock. Given that Meninting Dam has a reasonably high height, the foundation rock's quality is essential in terms of foundation permeability and the ability of the foundation rock to support the dam above it. On the left backrest, there is a volcanic breccia layer with a lousy level of cementation, which affects the high permeability value of the layer. In order to reduce the permeability value, it is necessary to conduct curtain grouting experiments to determine the extent of grouting effectiveness to reduce the permeability value and improve the overall foundation. The results of curtain grouting experiments and cement injection showed that the average incoming cement per meter was 21.43 kg / m or classified as efficient with a mixture change of 1 4. The effectiveness of grouting in poorly cemented volcanic breccia in Check Hole (CH) against Pilot Hole (G1) with an average of = 65% or classified as GOOD (Good) and seen semi-logarithmetically the significant decline of Lugeon towards target < 3 according to technical specifications.
Co-Authors Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agustawijaya, Didi S Aini, Niza Husnul Aji, Eko Usman Akmaluddin Akmaluddin Akmaludin Akmaludin, Akmaludin Ali, AM Anid Supriyadi ANID SUPRIYADI Aslam, Firar Bismi ATAS PRACOYO Atas Pracoyo Budianto, M Bagus Didi S. Agustawijaya Didik Agusta Wijaya EKO PRADJOKO Eko Pradjoko Eniarti, Miko Ery Setiawan Ery setiawan ERY SETIAWAN Ery Setiawan Ery Setiawan Estyana, Ema Fathmah Mahmud Ghaisani, Salsa Fajrina Hardi Pratomo Hartana Hartana Hartana Hartana HARTANA HARTANA Hartana, Hartana Hasim, Yanuar Hasyim hasyim, hasyim Hasyim, Hasyim Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono, Heri HERI SULISTYONO Hidayat, Syamsul Hidayaty, Baiq U’un Ratih Humairoh Saidah I Dewa Gede Jaya Negara I Kade Wiratama I Nyoman Merdana I Wayan Joniarta I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa, I Wayan I Wayan, Yasa I.B. Giri Putra Ida Bagus Giri Putra Ihsan Ihsan Ismail Hoesain M. Jaya Negara I.D.G Jaya Negara, I Dewa Gede Jaya Negara, I Dewa Made Julio, Ryan Bagus Julkifli Jurnal Pepadu Karyawan, I Dewa Made Alit Kurdiawan, Ujang Lalu Wirahman Lalu Wirahman Lalu Wirahman W M Bagus Budianto M.Bagus Budianto Made Mahendra Mahendra, Made Merdana, I Nyoman Miko Eniarti Miko Eniarti Muhajirah, Muhajirah N, Aditya Febrianto NEGARA, I D G JAYA Ngudiyono Ni Nyoman Kencanawati Pathurahman PRACOYO, ATAS Putra, I B. Giri Putra, I.B. Giri RAI K W, I G AGUNG NGURAH Rohani Rohmayani, Hairun Nisak Rudy Putera Kurniawan Saidah H Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin, Salehudin Sulaimiah Sulhaini Sulhaini Sulistyono, Heri Supardi Supardi Suparjo SUPRIYADI, ANID Suteja I.W Tampang, Tampang Tri Sulistyowati Veithzal Rivai Zainal Wakidi Wakidi WIRADARMA, LALU WIRAHMAN Wirahman, Lalu