Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KENAIKAN TEMPERATUR AIR PENDINGIN PADA MESIN INDUK KAPAL CB. KCT 4001 Noya, Andre Viandro; Hamir, Ahmad; Yulianingsih, Lilik; Nalle, Carles Yerid Absalom; Sumarta, Ryan Puby
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.213

Abstract

Kenaikan temperatur air pendingin pada mesin induk kapal merupakan indikasi gangguan sistem pendingin yang dapat menyebabkan overheating dan menurunkan kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab peningkatan temperatur air pendingin pada kapal CB. KCT 4001 serta langkah penanganan yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi komponen sistem pendingin—termasuk strainer, pompa air laut, impeller, heat exchanger, dan kualitas coolant—serta wawancara dengan masinis dan kru kamar mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer, keausan impeller, endapan pada heat exchanger, serta penurunan kualitas coolant merupakan penyebab utama naiknya temperatur air pendingin. Ketidakteraturan perawatan berkala semakin memperburuk kondisi sistem. Diperlukan pembersihan rutin strainer dan cooler, perawatan impeller, penggantian coolant berkala, serta peningkatan koordinasi kru dalam merespons alarm temperatur untuk menjaga stabilitas sistem pendingin dan mencegah overheating.
Merawat Alam, Menguatkan Masyarakat: Sinergi Hukum Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam Agro-Ekowisata Sempajaya Nora Mia Azmi; Lilik Yulianingsih; Tasmiati Emsa
Seumike : Society Progress Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Seumike
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/jh5pvh74

Abstract

Agro-ekowisata Sempajaya berkembang sebagai model ekonomi hijau yang memadukan aktivitas pertanian organik, konservasi keanekaragaman hayati, dan wisata edukatif. Keberlanjutan model ini tidak hanya bergantung pada aturan formal, tetapi juga pada kearifan lokal masyarakat adat setempat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan menganalisis sinergi antara hukum lingkungan positif (nasional dan daerah) dengan kearifan lokal dalam tata kelola Agro-Ekowisata Sempajaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 15 informan kunci (pengelola, petani, tokoh adat, aparat desa), dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman serta konsep legal pluralism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti "Belian" (ritual tolak bala untuk lahan) dan "Sangkep" (musyawarah adat), berfungsi sebagai mekanisme komplementer dan adaptif terhadap hukum formal. Sinergi ini menciptakan tata kelola kolaboratif yang efektif dalam mengelola sumber daya alam, menyelesaikan sengketa, dan membangun ketahanan sosial-ekologi. Temuan mengindikasikan bahwa penguatan model agro-ekowisata berkelanjutan di Indonesia memerlukan pengakuan dan inkorporasi kearifan lokal ke dalam kerangka regulasi, bukan sekadar mengandalkan pendekatan hukum top-down.
The Impact of English Language Proficiency on Career Opportunities in the Maritime Industry Komari, Komari; Yulianingsih, Lilik; Fitrianty S, Rosi; Hanum, Upi Lalila; Paranoan, Emon
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 11 No 1 (2026): Educasia, 11(1), April 2026
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v11i1.392

Abstract

The maritime industry, a cornerstone of global trade, relies heavily on effective communication to ensure operational safety and efficiency. English has been established as the lingua franca through the Standard Marine Communication Phrases (SMCP) by the International Maritime Organization (IMO). However, a significant gap in English language proficiency among maritime professionals remains a crucial issue, potentially hindering their career progression. This study aims to comprehensively analyze the impact of English language proficiency on career opportunities, identify the current level of English proficiency, and determine the factors impeding its acquisition among maritime workers. Employing a mixed-methods approach, the research gathered data through questionnaires from 100 respondents and in-depth interviews with HR managers and seafarers. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Pearson's correlation, while qualitative data underwent thematic analysis. Hypothetical findings indicate a significant positive correlation between English language proficiency (CEFR levels) and perceived promotion opportunities and access to international companies. Key barriers identified include a lack of specific maritime English training (English for Specific Purposes), low motivation, and limited access to learning resources while at sea. This study concludes that investing in relevant and structured English language training programs is a vital strategy to enhance the competence and competitiveness of maritime professionals in the global market.
Developing Local Culture-Based Listening Materials through Digital Storytelling Sinaga, Juwita Boneka; Saputro, Isnaini Eddy; Yulianingsih, Lilik; Dewi, Desi Surlitasari; Subrata, Doni; Ardhi, Mega Aulia
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i2.2836

Abstract

This study aims to develop and evaluate digital storytelling-based listening materials that integrate the local culture of Riau Islands to enhance students' listening comprehension. The research employed a Design-Based Research (DBR) approach involving iterative cycles of design, development, implementation, and evaluation. The participants consisted of 35 university students, three lecturers, and three experts in material, language, and media validation. Data were collected through questionnaires, expert validation forms, and pre-test–post-test assessments. The design phase resulted in audiovisual storytelling materials featuring local cultural narratives and interactive comprehension activities. Expert validation indicated that the materials were highly feasible, with mean scores above 85% across material, language, and media aspects. The implementation results revealed a significant improvement in students' listening comprehension, as shown by an increase in the mean score from 61.31 (pre-test) to 80.89 (post-test) with a mean gain of 19.57 points (p .001). The findings suggest that digital storytelling enriched with local culture can serve as an effective and engaging alternative medium for listening instruction. This study contributes to the integration of culturally grounded digital pedagogy in language learning and supports the contextualization of English instruction in multicultural settings.
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN MANOKWARI Nisa Ramadani; Oktovianus Cristian Karubaba; Lilik Yulianingsih; Muhammad Idris; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.242

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, pengangkatan barang, dan lingkungan kerja yang padat aktivitas. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum optimalnya penerapan keselamatan kerja serta upaya peningkatan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada) di Pelabuhan Manokwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja bagi TKBM masih belum optimal. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih adanya tenaga kerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, kurangnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas dan alat keselamatan kerja. Selain itu, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan keselamatan kerja yang belum rutin turut memengaruhi rendahnya disiplin tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja meliputi peningkatan pengawasan penggunaan APD, penyediaan alat keselamatan kerja yang memadai, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan K3 secara rutin, serta peningkatan kesadaran dan disiplin tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan penerapan keselamatan kerja yang baik, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir sehingga kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.
Empowering Students’ Speaking Ability by Technology Utilization Veni Nella Syahputri; Lilik Yulianingsih
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 1 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing importance of English communication in today’s globalized world necessitates effective language learning strategies, especially in speaking. However, traditional teaching methods often fail to engage students and build their confidence in speaking. This study explores the role of technology in improving students' speaking skills in English language learning, focusing on tools such as speech recognition software, language exchange platforms, and interactive video conferencing. Using a mixed-methods approach, the study involved 120 undergraduate students in a quasi- experimental design with a control and an experimental group. The experimental group utilized digital tools for speaking practice, while the control group received traditional instruction. The results indicated significant improvements in fluency, pronunciation, and overall speaking confidence in the experimental group. Survey and observational data also showed higher levels of student engagement and motivation. The study concludes that integrating technology into English language teaching can effectively enhance speaking skills by providing immersive, interactive learning experiences that foster autonomy and confidence. These findings highlight the potential of technology to bridge gaps in traditional language learning approaches.
Menuju Transportasi Laut Berkelanjutan: Sinergi Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Komunitas Maritim Lilik Yulianingsih
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/seumike.v1i2.0067

Abstract

Transportasi laut memegang peranan penting bagi konektivitas dan logistik nasional Indonesia, namun menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan keberlanjutan operasional, efisiensi energi, dan kesejahteraan komunitas pesisir. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sinergi antara inovasi teknologi dan pemberdayaan komunitas maritim sebagai pendekatan untuk membangun transportasi laut berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), mencakup analisis kuantitatif data operasional pelabuhan, simulasi optimasi rute, dan kajian kualitatif terhadap pemberdayaan komunitas pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi seperti digitalisasi pelabuhan, sistem pemantauan real-time, dan manajemen rute berbasis data meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan pelayaran, sementara pemberdayaan komunitas nelayan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan partisipasi sosial. Diskusi menegaskan bahwa sinergi teknologi dan komunitas merupakan kunci untuk mencapai transportasi laut yang inklusif, adaptif, dan ramah lingkungan. Kesimpulannya, keberhasilan pembangunan sektor ini memerlukan dukungan kebijakan berkelanjutan, kolaborasi multi-pihak, dan peningkatan kapasitas SDM maritim