Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Improving Maritime English Speaking Skills through TikTok Media among Nautical Studies Cadets of Sorong Merchant Marine Polytechnic Yulianingsih, Lilik; Nofriska Sudrimo, Sella; Manuputty, Piter; Lia Masan, Agustinus
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i9.1898

Abstract

Speaking skills are one of the important skills in English that has a crucial role in oral communication, especially in maritime education which requires cadets to master technical and communicative competencies. The results of initial observations at the Sorong Shipping Polytechnic show that cadets of the Nautical 2C Study Program still face obstacles in the form of limited vocabulary, low confidence, and difficulties in grammar and pronunciation, which have an impact on low speaking skills. This class action research aims to improve cadets' Maritime English speaking skills through the integration of TikTok media as a means of digital learning. The research was carried out collaboratively in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation sheets, speaking tests, pre-tests and post-tests, and interviews. The results showed a consistent improvement in both learning activities and speaking skills. The active participation of cadets increased from cycle I (55.29% of the fair category) to cycle III (75% of the good category). The average value of speaking skills increased from 65 (cycle I) to 77.12 (cycle III), with learning completeness increasing from 11.76% in cycle I, to 88.23% in cycle III. The post-test results strengthened this finding with an average score of 83.76 and 88.23% of cadets achieving the KKM. Interviews show that more than 85% of cadets consider TikTok effective in increasing motivation, creativity, and confidence in practicing speaking. It can be concluded that the integration of TikTok in Maritime English learning has proven to be effective in improving speaking skills, especially in terms of comprehension, fluency, and pronunciation, as well as encouraging motivation and active involvement of cadets.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT BATUBARA DAN FAKTOR PENGHAMBAT DI PT. PELAYARAN KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA Mirwan, Mirwan; Karubaba, Oktovianus Cristian; Yulianingsih, Lilik; Idris, Muhammad; Sulistiono, Agus; Firdani, Arief Nashrul
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan bongkar muat curah batubara di PT. Pelayaran Kartika Samudra Adijaya, dengan fokus pada prosedur operasional, kendala teknis, faktor manusia, dan aspek keselamatan kerja. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses bongkar muat, seperti agen kapal, operator alat berat, foreman, dan surveyor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bongkar muat telah berjalan sesuai standar operasional perusahaan dan melibatkan koordinasi yang baik antar pihak. Namun, masih ditemukan hambatan yang disebabkan oleh kerusakan alat seperti floating crane, grab, dozer, dan loader, serta keterbatasan peralatan cadangan. Faktor manusia juga berpengaruh terhadap efektivitas kerja, terutama dalam hal pemahaman prosedur dan kedisiplinan operator. Selain itu, faktor lingkungan seperti cuaca dan kondisi laut turut memengaruhi kelancaran kegiatan. Upaya keselamatan kerja telah diterapkan melalui Toolbox Meeting dan penggunaan Alat Pelindung Diri, meskipun masih memerlukan peningkatan konsistensi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan perawatan peralatan, pengembangan kompetensi operator, serta penguatan koordinasi antar pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan kegiatan bongkar muat yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
ANALISIS KENAIKAN TEMPERATUR AIR PENDINGIN PADA MESIN INDUK KAPAL CB. KCT 4001 Noya, Andre Viandro; Hamir, Ahmad; Yulianingsih, Lilik; Nalle, Carles Yerid Absalom; Sumarta, Ryan Puby
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.213

Abstract

Kenaikan temperatur air pendingin pada mesin induk kapal merupakan indikasi gangguan sistem pendingin yang dapat menyebabkan overheating dan menurunkan kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab peningkatan temperatur air pendingin pada kapal CB. KCT 4001 serta langkah penanganan yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi komponen sistem pendingin—termasuk strainer, pompa air laut, impeller, heat exchanger, dan kualitas coolant—serta wawancara dengan masinis dan kru kamar mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer, keausan impeller, endapan pada heat exchanger, serta penurunan kualitas coolant merupakan penyebab utama naiknya temperatur air pendingin. Ketidakteraturan perawatan berkala semakin memperburuk kondisi sistem. Diperlukan pembersihan rutin strainer dan cooler, perawatan impeller, penggantian coolant berkala, serta peningkatan koordinasi kru dalam merespons alarm temperatur untuk menjaga stabilitas sistem pendingin dan mencegah overheating.
Merawat Alam, Menguatkan Masyarakat: Sinergi Hukum Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam Agro-Ekowisata Sempajaya Nora Mia Azmi; Lilik Yulianingsih; Tasmiati Emsa
Seumike : Society Progress Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Seumike
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/jh5pvh74

Abstract

Agro-ekowisata Sempajaya berkembang sebagai model ekonomi hijau yang memadukan aktivitas pertanian organik, konservasi keanekaragaman hayati, dan wisata edukatif. Keberlanjutan model ini tidak hanya bergantung pada aturan formal, tetapi juga pada kearifan lokal masyarakat adat setempat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan menganalisis sinergi antara hukum lingkungan positif (nasional dan daerah) dengan kearifan lokal dalam tata kelola Agro-Ekowisata Sempajaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 15 informan kunci (pengelola, petani, tokoh adat, aparat desa), dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman serta konsep legal pluralism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti "Belian" (ritual tolak bala untuk lahan) dan "Sangkep" (musyawarah adat), berfungsi sebagai mekanisme komplementer dan adaptif terhadap hukum formal. Sinergi ini menciptakan tata kelola kolaboratif yang efektif dalam mengelola sumber daya alam, menyelesaikan sengketa, dan membangun ketahanan sosial-ekologi. Temuan mengindikasikan bahwa penguatan model agro-ekowisata berkelanjutan di Indonesia memerlukan pengakuan dan inkorporasi kearifan lokal ke dalam kerangka regulasi, bukan sekadar mengandalkan pendekatan hukum top-down.
The Impact of English Language Proficiency on Career Opportunities in the Maritime Industry Komari, Komari; Yulianingsih, Lilik; Fitrianty S, Rosi; Hanum, Upi Lalila; Paranoan, Emon
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 11 No 1 (2026): Educasia, 11(1), April 2026
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v11i1.392

Abstract

The maritime industry, a cornerstone of global trade, relies heavily on effective communication to ensure operational safety and efficiency. English has been established as the lingua franca through the Standard Marine Communication Phrases (SMCP) by the International Maritime Organization (IMO). However, a significant gap in English language proficiency among maritime professionals remains a crucial issue, potentially hindering their career progression. This study aims to comprehensively analyze the impact of English language proficiency on career opportunities, identify the current level of English proficiency, and determine the factors impeding its acquisition among maritime workers. Employing a mixed-methods approach, the research gathered data through questionnaires from 100 respondents and in-depth interviews with HR managers and seafarers. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Pearson's correlation, while qualitative data underwent thematic analysis. Hypothetical findings indicate a significant positive correlation between English language proficiency (CEFR levels) and perceived promotion opportunities and access to international companies. Key barriers identified include a lack of specific maritime English training (English for Specific Purposes), low motivation, and limited access to learning resources while at sea. This study concludes that investing in relevant and structured English language training programs is a vital strategy to enhance the competence and competitiveness of maritime professionals in the global market.