Claim Missing Document
Check
Articles

Produksi Program Acara Berita Feature “Di Balik Nama” di Cakra S Semarang TV (Program Director) Lintang Jati Rahina; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.806 KB)

Abstract

Sebagai media audio visual, televisi dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan suatu informasi mengenai sejarah karena sifat informasinya yang tidak mudah basi dan dapat menjadi media untuk bernostalgia kepada para pemirsanya dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Di beberapa stasiun televisi lokal di Semarang, belum ada yang menyajikan konten yang bertema sejarah yang berangkat dari sebuah kawasan, kuliner, dan tradisi. Program “Di Balik Nama” hadir untuk memuaskan pemirsanya dalam menyajikan tayangan penyampai informasi sejarah yang tidak membosankan, mengedukasi, sekaligus sebagai media untuk bernostalgia.Produksi berita feature pada karya bidang ini dibuat dengan lima posisi pekerjaan berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing, yaitu produser, program director, scriptwriter, camera person, dan editor gambar. Pada laporan ini, dijabarkan tentang job description seorang program director, camera person, produser, dan editor gambar. Program ini dibuat sebanyak 13 episode dengan menayangkan cerita sejarah yang dikemas dengan visual yang mengedepankan beauty shots, editing gambar yang sesuai alur cerita, dan konten mengenai sejarah di balik sebuah nama yang dijelaskan secara lengkap.Setelah melalui tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, “Di Balik Nama” tayang setiap hari Jumat pukul 19.00 WIB di Cakra Semarang TV. Karya ini tayang mulai 17 April sampai dengan 24 Juli 2015. Diharapkan dengan tayangan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi tentang sejarah di balik sebuah kawasan, kuliner, dan tradisi yang ada di Semarang dan sekitarnya, dapat teredukasi dengan menonton acara ini, sehingga dapat meningkatkan wawasan seputar sejarah yang ada di Semarang dan sekitarnya.
Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online, Pengawasan Orang Tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar Anak Devi Pranasningtias Indriani; Turnomo Rahardjo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.86 KB)

Abstract

Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang Tua terhadap Anak,dengan Prestasi Belajar AnakABSTRAKSIHubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar AnakLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak, dengan prestasi belajar anak. Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesis digunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil penelitian intensitas penggunaan game online (X1) berada dalam kategori tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain selama 5 jam. Sedangkan untuk variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi, hal ini disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi. Hasil penelitian mengenai prestasi belajar (Y) menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6. Berdasarkan perhitungan statistik, variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y) memiliki koefisien korelasi sebesar - 0,561 dengan nilai signifikansi 0,000. Pada hubungan variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan kepuasan prestasi belajar anak (Y) diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,594 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar variabel tersebut dan hubungannya juga sangat signifikan. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan juga terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak. Saran penelitian ini adalah orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak tidak hanya controling roles tapi juga nurturing roles, selain itu orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya.Kata Kunci: intensitas penggunaan game online; pengawasan orang tua; prestasi belajar.ABSTRACRelation of Intensity of Using Online gaming, Parental Supervision of Child,and Child’s Academic AchievementThe background of this research is based on the number of cases of children who addicted to online games in Indonesia, one of them is a 12-year- old girl who ran away from home for 2 weeks to stay in the internet cafe to play online games. From these data it can be seen that there is big interest for online gaming especially for teenager. Things like this have less attention from parents, parents sometimes give their children the freedom to socialize through cyberspace or the internet. Lack of parental supervision and sensitivity is one of the factors causing the child's behavior in cyberspace is not unstoppable. This study aims to determine the relationship between the intensity of the using online games, parental supervision of the child , and the child's academic achievement . Theory used for this study, among other things flow theory, roles theory, and parental mediation. The population in this study were children who in age of elementary and middle school who play online games in the game center or internet cafe at Banyumanik, Semarang. Sample in this study is 150 people, each taken 10 people from fifteen internet cafe that have the average number of online game players the 20-50 per day . For statistical hypothesis testing used Pearson correlation coefficient calculation as a tool to test or measure the level of the correlation coefficient between variables .Results of this study declare that the research intensity of using online games ( X1 ) are in the high category. This is due to the majority of children play games online with a frequency of 7 days with long time playing games online for 5 hour. As for parental supervision (X2) states that supervision is done by the parents in the high category, and this is because the majority of respondents stated that their parents set rules, give prohibition, knowing their friends and play area, and reasserts if there is a rule that was not followed. Results of research on child‟s academic achievement (Y) states that the achievement obtained by the respondents in the low category. This is due to most of the kids who play online games have an average value (combined from semesters one and two) at 6 . Based on statistical calculations, the variable intensity of using online games (X1) with the academic achievement of children (Y) has a correlation coefficient of - .561 with a significance value of 0.000 . Parental supervision to child (X2) to the satisfaction of academic achievement of children (Y) obtained by the correlation coefficient is 0.594 with a significance value of 0.000 . From the results of these calculations, it can be concluded that there is a strong relationship between these variables and the relationship is also very significant. It can thus be concluded that there is a significant negative correlation between the intensity of using online games with academic achievement of children and there is also a positive and significant relationship between parental supervision for children with academic achievement of children. Suggestions of this study are the parents need to increase oversight of child not only control roles, but also nurturing roles, besides that, the parents need to expand the capabilities of media literacy , in order to balance the development of technology and limit the child in its use .Keywords : intensity of using online gaming ; parental supervision ; academic achievement .BAB IPENDAHULUANLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung.Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/2011), indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia (http://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htm. diakses 21 September 2013 pukul 08.53).Penurunan education development index (EDI) Indonesia yang cukup tinggi terjadi terutama pada kategori penilaian angka hingga kelas V SD. Muhibbin Syah (2006: 144) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor yakni faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa; faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa; faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.Maraknya perkembangan dunia internet, membawa banyak pengaruh (faktor eksternal) bagi siswa. Salah satunya dengan kehadiran game online. Anaksekolah merupakan salah satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak game online. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan komputer dan asik dalam permainan game online tersebut.Untuk mencegah seorang anak bermain game online tentu bukan pekerjaan mudah bagi orang tua. Peran orang tua untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan internet pada anak sangat dibutuhkan. Komunikasi yang secara intens antara orang tua dan anak dapat mengarahkan anak untuk mengatur waktu untuk belajar dan bermain internet.Fasilitas internet yang banyak tersedia di mana-mana, salah satunya warung internet, menjadikan anak bisa mengakses internet dari mana saja. Tidak selalu harus bermain di rumah, anak bisa mencuri waktu sepulang sekolah dengan mengunjungi arena game online atau warung internet yang ada di sekitar sekolah mereka. Hal ini mengakibatkan meningkatnya intensitas anak bermain game online. Jika hal ini diiringi dengan rendahnya komunikasi orang tua dan anak berpengaruh terhadap kedisiplinan anak dalam belajar. Dengan demikian apakah intensitas anak dalam bermain game online dan komunikasinya dengan orang tua dapat mengubah perilaku belajar sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar anak?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak .Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Flow theory dari Csikszentmihalyi menyatakan bahwa kesenangan/enjoyment,diwujudkan dalam kondisi aliran (flow state), dimana terdapat pengalaman "autotelic" atau motivasi diri yang ditandai dengan konsentrasi yang mendalam dan fokus pada apa yang kita lakukan pada saat ini, menggabungkan tindakan dan kesadaran, dan hilangnya cerminan kesadaran diri (misalnya, kehilangan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial). Enjoyment merupakan suatu perasaan yang dapat mengkontrol tindakan seseorangyang juga ditandai oleh adanya penyimpangan pengalaman secara temporal (biasanya, perasaan bahwa waktu telah berlalu lebih cepat dari normal), dan pengalaman yang menyenangkan tersebut memuaskan seseorang secara instrinsik (Nakamura and Csikszentmihalyi, 2002: 90). Dalam penelitian ini, ketika anak bermain game online terdapat kesenangan dan kepuasan tersendiri yang membuat mereka hilang kesadaran dan lupa waktu untuk bersosialisasi, istirahat, dan mengerjakan tugas dari sekolah.Roles Theory dapat memprediksi perilaku pemegang peran melalui peran yang dimiliki seseorang. Peran keluarga penting sejauh mereka dapat mengatur perilaku dan berkomunikasi sesuai dengan peran-peran dalam keluarga. Keluarga merupakan sebuah situasi dengan kesulitan yang tinggi, hal ini disebabkan karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan secara kelompok, sehingga berfungsi sebagai keluarga. Peran atau role dalam keluarga membantu kita mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Terdapat dua peran utama dalam roles theory, yaitu nurturing roles dan controlling roles (Le Poire, 2006: 58-66).„Parental mediation‟ didefinisikan sebagai interaksi orang tua dan anak saat menggunakan media. Livingstone dan Helsper menunjukkan bahwa teori tentang parental mediation harus diperluas agar mencakup mediasi penggunaan Internet. Livingstone dan Helsper menemukan empat jenis parental mediation di Internet adalah active co-use, interaction restrictions, technical restrictions, dan monitoring (Nikken, 2011: 4-5).Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2008:85), teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesisdigunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.BAB IIINTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE, PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK, DAN PRESTASI BELAJAR ANAKHasil penelitian mengenai intensitas penggunaan game online berada dalam kategori sangat tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game selama 5 jam. Rata-rata responden yang memiliki intensitas yang tinggi menyatakan bahwa orang tua mereka tidak mengetahui jika mereka bermain game online, selain karena orang tua mereka yang bekerja, mereka juga memberikan alasan mengerjakan tugas dirumah teman atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.Hasil penelitian dari pengawasan orang tua terhadap anak menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi.Hal ini terlihat pada persentase pengawasan orangtua pada kategori tinggi yang lebih besar dibandingkan kategori yang lainnya. Meskipun orang tua tidak memberikan hukuman dan hanya kadang-kadang membantu anak dalam mengerjakan tugas dan mempelajari materi atau bab baru dipelajari di sekolah. Hasil pengawasan orang tua pada kategori tinggi disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi.Hasil penelitian mengenai prestasi belajar menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6.BAB IIIHUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE,PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAKDENGAN PRESTASI BELAJAR ANAKBab ini menguraikan hasil analisis uji hipotesis mengenai ketiga variabel dalam penelitian ini, yaitu intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak dan prestasi belajar anak. Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi, salah satunya adalah Pearson Correlation. Korelasi Pearson atau sering disebut Korelasi Product Moment merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio.Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS Statistics 17.00 for windowsdi atas, untuk korelasi variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y)diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,561 pada taraf signifikansi 0,00. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara Intensitas Penggunaan Game Online dengan Prestasi Belajar Anak. Sedangkan untuk korelasi variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan prestasi belajar anak (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,594 pada taraf signifikansi 0,00, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pengawasan Orang Tua terhadap Anak dengan Prestasi Belajar Anak.Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game online selama 5 jam. Umumnya, pengguna yang ketergantungan cenderung menggunakan Internet selama 20-80 jam per minggu, dengan sesi tunggal yang bisa bertahan hingga lima belas jam. Kurangnya waktu tidur tersebut menyebabkan kelelahan yang berlebihan seringkali membuat fungsi akademisatau pekerjaan terganggu dan penurunan sistem kekebalan tubuh seseorang.Young juga menambahkan, “Students had difficulty completing homework assignments, studying for exams, or getting enough sleep to be alert for class the next morning due to such Internet misuse. Often times, they were unable to control their Internet use which eventually resulted in poor grades, academic probation, and even expulsion from the university.”Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang positif, hal ini berarti semakin tinggi pengawasan orang tua maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya. Menurut Kusuma (1973: 27-28) untuk mencapai tujuan pendidikan dalam keluarga, orang tua harus melakukan perannya dalam melakukan pengawasan dalam kaitannya dengan aktivitas anak dalam masyarakat. Dalam roles theory, peran atau role dalam keluarga membantu mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Peran orang tua sebagai behavior control dapat menerapkan aturan tertentu mengenai proses belajar. Selain peran sebagai behavior control, orang tua juga harus berperan sebagai family boundary maintenance, yang memberikan batasan kepada anak mengenai apa yang terbaik bagi mereka (Bab I, hal 30).Pengawasan orang tua adalah sikap dari orang tua dalam mengamati dan mengontrol apa yang dilakukan anaknya.Dengan adanya pengawasan orang tua, maka diharapkan anak mempunyai tingkah laku dan kebiasaan yang baik.Pengawasan orangtua merupakan merupakan faktor eksternal yang menunjang keberhasilan (prestasi) belajar siswa.Pengawasan yang dilakukan orang tua dapat memberikan semangat dan motivasi kepada anak untuk dapat belajar dengan baik, sehingga seorang anak akan mempunyai kemauan dan kemampuan untuk belajar lebih giat lagi yang berakibat prestasinya dapat meningkat (Bab I, hal 31).BAB IVPENUTUPKesimpulan penelitian ini adalah intensitas penggunaan game online mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak, anak yang bermain game online secara intens mempunyai prestasi belajar yang rendah. Variabel pengawasan orang tua terhadap anak juga mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak. Pengawasan orang tua secara ketat atau tinggi dengan membuat aturan atau larangan, mampu membuat anak tidak melupakan kewajibannya untuk belajar. Dengan proses pembelajaran yang dipantau oleh orang tua secara ketat, akan meningkatkan prestasi belajar anak.Selama ini orang tua hanya menggunakan controling roles (membuat aturan, melarang anak, memperingatkan) saja, orang tua perlu mengimbangi dengan perannya dalam nurturing yaitu dengan berkomunikasi dengan anak. Nurturing roles dapat diwujudkan dengan membangun kedekatan dengan anak seperti meluangkan waktu bermain/belajar bersama anak supaya anak merasa lebih nyaman dan terbuka kepada orang tuanya. Selain itu, orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya. Orang tua dapat melakukan beberapa jenis parental mediation, yaitu active co-use (orang tua bersikap aktif, dengan menjelaskan, membatasi, dan bermain game bersama anak), interaction restrictions (larangan kegiatan dimana anak-anak berhubungan dengan orang secara online), dan technical restrictions (melakukan instalasi berbagai program filter dan pemantauan perangkat lunak pada komputer). Untuk penelitian yang akan datang disarankan tidak hanya terbatas pada hubungan akan tetapi meneliti pula mengenai pengaruh intensitas bermain game online serta pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar untuk mengetahui seberapa besar pengaruh game online dan pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar. Peneliti selanjutnya juga bisa menambahkan variabel lain misalnya intensitas komunikasi anak dengan peer group-nya, karena hal ini dimungkinkan bisa mempengaruhi prestasi belajar anak.DAFTAR PUSTAKAChen, Milton. 1996. Anak-anak dan Televisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Daradjat. Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Bumi Aksara.Dradjat, Zakiah. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara dan Depag.Deloitte Acces Economic. 2011. Nusantara Terhubung: Peran Internet dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Australia: Deloitte Touche Tohmatsu.Iriantara, Yosal. 2009. Literasi media: apa, mengapa, bagaimana. Bandung: Simbiosa Rekatama MediaKecamatan Banyumanik dalam Angka 2011Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada GroupKusuma, Indra. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya : Usaha NasionalLe Poire, Beth A. 2006. Family Communication Nurturing an Control in a Changing World. London: Sage Publications.McQuail, Dennis. 2000. Mass Communication Theory. London: SAGE publicationPotter, W. James. 2001. Media Literacy Second Edition. New Delhi: Sage PublicationPoerwanto, Ngalim. 1986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Karya. BandungSingarimbun, Masri dan Effendi . 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.Sudjana, Nana. 2008. Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja.RosdakaryaSugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Tim Indikator TIK Indonesia, Kominfo. 2011. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia. Jakarta: Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan InformatikaWinarso, Heru Puji. 2005. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Prestasi Pustaka.Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.World Bank 2012JurnalAstuti, Rulik Yuni. 2002. Pengawasan Orang Tua dan Kebiasaan Menonton Televisi. Malang: Universitas Negeri MalangCsikszentmihalyi, M. 1993. The Envolving Self: a Psychology for the third millenium. New York: Harper Perrenial.Nabi, Robin L dan Marina Kremar. 2004. Conceptualizing Media Enjoyment as Attitude: Implications for Mass Media Effects ResearchNakamura, J., dan Csikszentmihalyi, M. 2002. The Concept of Flow. In Handbook of positive psychology.Nikken, Peter. 2011. Parental Mediation Of Young Children‟s Internet Use. Netherlands: Erasmus University RotterdamSherry, John L. 2004. Flow and Media Enjoyment.Vorderer, Peter, dkk. 2004. Enjoyment: At Heart of Media Entertainment.Young, K. S. 1996. Internet Addiction: The emergence of a new clinical disorder. Paper presented at 104th annual meeting of the American Psychological Association, Toronto, Canada, August 10, 1996.Internethttp://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htmhttp://edukasi.kompasiana.com/2012/04/13/makalah-kualitas-pendidikan-di-indonesia-saat-ini-454680.htmlhttp://www.mediaindonesia.com/ data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdfhttp://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/dampak-dari-game-online-bagi-para-pelajar/http://www.hidayatullah.com/read/25878/16/11/2012/kejahatan-online-dan pentingnya-orantua-melek-internet.htmlhttp://www.jurnalmedan.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=72870:game-online-bisa-ganggu-prestasi-pelajarcatid=56:akademia&Itemid=63
Analisis Konten Seks dalam Affectionate game di Situs Girlsgogames.co.id. Skripsi. Rizqi Ganis Ashari; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.79 KB)

Abstract

Video game yang awalnya berperan sebagai media hiburan, kini dipandang sebagai media massa. Kemampuannya untuk menghasilkan gambar dan suara, interaktivitas, dan memperlihatkan proses mengenai sesuatu, menjadikan game serupa dengan media massa. Sayangnya, meski telah menjadi media massa, konten pada media ini belum diliterasikan. Sementara itu, konten berbahaya seperti seksualitas dapat menjadi bagian dari media ini. Akibatnya, game dianggap sebagai pemicu berbagai perilaku menyimpang, salah satunya perilaku seks oleh anak dibawah umur. Penelitian ini bertujuan mengetahui konten seks yang ada dalam affectionate game di situs Girlsgogames.co.id dan menjelaskan bagaimana konten seks itu dikemas dalam permainan. Affectionate game adalah game yang memberikan pengalaman bermain, dimana pemain dituntut untuk mengekpresikan cinta. Hasil penelitian dimanfaatkan sebagai satu bentuk kontribusi dalam keragaman penelitian game studies dan rekomendasi kepada orang tua mengenai konten seksualitas pada affectionate game, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Selanjutnya, konten seks dibagi menjadi 2 variabel, seks melalui penampilan dan kegiatan seksualitas. Selain itu, posisi konten seks dalam permainan juga menjadi bagian penelitian ini. Metode deskriptif analisis isi kuantitatif, digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 54 game dipilih sebagai sample dari 343 game yang ada pada kategori Permainan Petualangan Bagi Anak Perempuan. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Game dianalisis oleh 3 koder laki-laki. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Holsti, dan seluruh variabel yang diteliti menunjukkan angka di atas 70%. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan tampilannya, karakter primer affectionate game ditampilkan sebagai hypersexualized karakater, atau penggambaran yang dilebih-lebihkan pada bagian tubuh baik melalui pakaian (perempuan=68,5% dan laki-laki=22%), ketelanjangan sebagian (perempuan=64,8% dan laki-laki=16,7%), ataupun proporsi tubuh yang tidak realistik (perempuan=72,2% and laki-laki=33,3%). Sementara itu, kegiatan seks yang ditemukan di game ini adalah ciuman (87%) dan rayuan (13%). Sebagian besar kegiatan seks dikemas sebagai player act (90,76%), sehingga pemain memainkan konten seks sebagai tujuan utama permainan.
Pengaruh Kebutuhan Akan Informasi Tentang Figur Publik dan Intensitas Mengakses Berita Clickbait di Situs Berita Media Daring Terhadap Tingkat Kepuasan Pembaca yang Mengaksesnya Hajar Azizatun Niswah; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.249 KB)

Abstract

Situs berita yang ada di media daring, demi mendapatkan jumlah pengunjung (pageviews) yang banyak, menggunakan berita clickbait sebagai strategi ampuh karena dianggap efektif untuk menarik pengiklan dan mendapatkan keuntungan. Tanpa mempedulikan Kode Etik Jurnalistik yang benar dan unsur berita yang lengkap, berita clickbait merambah di segala aspek termasuk di berita mengenai figur publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat berusia 20-49 tahun yang mengakses situs berita media daring minimal tiga kali dalam satu minggu. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 responden.            Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya, dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,280 dan 0,348 (>0,05). Selanjutnya, kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring sama-sama tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,313 (>0,05). Tidak adanya pengaruh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden selektif dalam mencari informasi yang bisa memuaskan dirinya, dan menunjukkan bahwa berita clickbait tidak dapat menghasilkan kepuasan bagi pembacanya. Saran yang diberikan yaitu tidak adanya pengaruh kebutuhan akan informasi tentang figur publik, intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya adalah hasil yang menggembirakan. Dengan begitu, berita clickbait bisa diabaikan dan tidak perlu diperhatikan karena tidak berbahaya sebab tidak bisa memberikan kepuasan bagi para pembacanya.
PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALK SHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTOR Triangga Ardiyanto; Tandiyo Pradekso; Muchammad Bayu widagdo
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.639 KB)

Abstract

PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALKSHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTORKarya BidangDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikPenyusunNama : Triangga ArdiyantoNIM : D2C007079JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013ABSTRAKSIAcara yang bertajuk tentang musik hampir ada di semua stasiun televisi, namunprogram musik yang saat ini marak bukanlah sebuah produk jurnalistik dan hanyamenayangkan aliran musik mainstrem. Aliran musik non mainstream jarangdiangkat karena dianggap tidak mampu mendongkrak rating, oleh karean itualiranmusic non mainstream menjadi altenatif produk jusnalistik yang menarik dansegar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku kepada kebutuhanpasar.Program talk show tentang musik metal dibuat untuk mengangkat komunitasmusik metal dibuat dengan memadukan antara informasi dan entertainment ataulebih dikenal dengan edutaiment.Secara umum ada empat tahap dalam pembuatan talkshow yaitu pra produksidimulai dari mencari ide produksi sampai mempersiapkan director treatment, danmelakukan persiapan dan latihan yang bersifat teknis bersama dengan kerabatkerja, pada tahap produksi tugas yg di lakukan antara lain mengarahkan acara danmemastikan seluruh gambar dapat digunakan, dan diakhiri dengan mengevaluasihasil kerja serta memastikan layak siar.Adapun kendala yang dihadapi selama proses produksi adalah adanya pergantiannarasumber karena salah satu narasumber berhalangan hadir, adanya perubahanjadwal pelaksanaan produksi, karena keterbatasan waktu liputan maka VT diambildari file yang sudah ada sebelumnya. Untuk anggaran justru terdapatpenghematan untuk sewa pick up, fee narasumber, fee presenter, namun adapenambahan anggaran untuk biaya editing.Setelah kita mengkaji tugas dan tanggung jawab serta peran seorang programdirector, disebutkan bahwa seorang program director mempunyai andil yangsangat besar dalam terlaksananya sebuah produksi , selain itu seorang programdirector juga harus mengontrol proses produksi dan memperhatikan secara detailkelengkapan produksi demi lancarnya program acara yang telah direncanakan.Kata Kunci: talk show, musik metal, program directorABSTRACTThere is a lot tv program who use music as it theme, but the music program that iscurrently emerging is not a product of journalism and only broadcast mainstremmusic. Non-mainstream music genre rarely broadcasted because they are not ableto boost ratings, that is why non mainstream music become an attractivealternative jusnalistik products which is interisting and fresh to be appointed,because the theme is taken is not glued to the needs of the market.Talk show programs about metal music is made to lift the metal music communitycreated with combination of information and entertainment, better known byedutainment.Generally there is three stage on talkshow production that is pre-productionstarted from ideas inquiry until preparing director treatment dan doing preparationand rehearsal which is technically with production crew, at production stage taskthat has to be done are directing program and ensure every picture can be usedand ended with evaluate and ensure the program can be broadcastedThe obstacles encountered during the production process is a change of speaker asone speaker was unable to attend, a change in schedule of production, due to thelimited time of coverage, the VT derived from pre-existing file. For budget thereis a saving that come from pick up rental, speaker fees, presenter fees, but noadditional budget for the cost of editing.After reviewing duties and responsibilities of the role of a program director, it isstated that a program director has contributed greatly to the establishment of aproduction , other than that a program director must also carefully controlproduction procces and watch every detail of production complementary for theprogram that has ben plannedKeyword : talk show, metal music, program directorBAB IPENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANGDewasa ini dalam keseharian kita tidak bisa terlepas dari televisi. Melaluitelevisi kita bisa mendapatkan bberbagai informasi baik politik, sosial, budaya,agama dan ekonomi. Dari sekian banyak media komunikasi massa seperti suratkabar, majalah, radio, televisi dan internet ternyata televisilah yang palingdiminati banyak khalayak. Karena kelebihan-kelebihannya yang dapat menyajikaninformasi dengan menarik melalui audio visual memudahkan khalayak untukmenerima informasi secara cepat dan mudah.Televisi sangat berperan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranyadalam bidang pendidikan, pada waktu tertentu sesuai dengan masing-masingjadwal televisi swasta ataupun negeri ditampilkan acara yang bertemakan edukasidiantaranya berbagai kuis berbasis pengetahuan/cerdas cermat, debat, workshopataupun seminar yang mendukung pendidikan. Kemudian dalam bidang ekonomiinformasi dikemas dalam beragam siaran berita dan acara-acara talk show yangmembahas issue perekonomian dalam maupun luar negeri misalnya, membahastentang nilai kurs dollar, ketahanan pangan, eksport-import dan lain sebagainya.Sedangkan dalam bidang entertainment kini terus menyajikan berita up to datesesuai dengan perkembangan dunia dan sekarang entertainment mendominasibisnis pertelevisian global. Begitu mudah untuk mengkomunikasikan apa sajayang dilakukan oleh para selebritis melalui acara infotainment.Musik adalah salah satu konten acara yang digemari oleh semua kalangan.Seiring dengan berkembangnya industri pertelevisian di tanah air, mulaibermunculan acara-acara yang bertemakan musik hampir di setiap pertelevisianIndonesia baik lokal maupun nasional seperti Inbox (SCTV), Dahsyat (RCTI),Spektakuler (Indosiar), dan lain sebagainya.Bisa dibilang program musik yang sedang marak saat ini bukanlah sebuahproduk jurnalistik namun hanya sebagai budaya popular pemuas kebutuhanmasyarakat akan musik, karena didalamnya tidak ada kegiatan menyiapkan berita,menulis, maupun mengedit sesuatu yang berupa catatan atau laporan sebuahkejadian. Seharusnya acara musik di televisi dapat dikemas lebih menarik denganmemadukan unsur informasi, edukasi dan hiburan yang sesuai dengan fungsitelevisi itu sendiri .Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa keingintahuan yang cukupbesar terhadap semua hal, tidak terkecuali terhadap aliran musik non mainstreamyang saat ini kurang diangkat oleh media, karena dianggap hanya disukai olehsegelintir orang dan kurang menguntungkan dalam hal komersil.Aliran musik non mainstream dapat menjadi altenatif produk jusnalistikyang menarik dan segar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpakukepada kebutuhan pasar dan memiliki tempat tersendiri dihati audiens nyakhususnya bagi penggemar musik non mainstream.Musik metal diangkat sebagai tema acara karena selain memilikipenggemar fanatik juga mempunyai berbagai hal menarik yang belum diketahuioleh banyak, seperti: Musik metal yang rumit Teknik bermusik yang tinggi Aksi panggung yang eksploratif Jarangnya plagiarisme Lirik musik metal kebanyakan fiksional Musik metal mempunyai banyak sub-genre(http://www.jelajahunik.us/2012/06/6-hal-menarik-tentang-aliran-death.html)Seperti jenis musik ekstrim lainnya, keberadaan musik metal juga seringmemunculkan opini negatif dari masyarakat karena gaya hidup yang keras danbebas, namun mereka tetap bisa bertahan dengan idealismenya hingga sekarangterutama dalam bermusik. Oleh karena itu musik metal menjadi layak danmenarik untuk diangkat sebagai tema program acara Musicaholic.1.2. TUJUANTujuan program talk show dengan tema musik metal ini adalahmengangkat komunitas musik Metal di Semarang dan memberikan informasikepada pemirsa mengenai perkembangan musik Metal di Semarang.Acara ini memadukan antara informasi dan hiburan atau lebih dikenaldengan edutaiment. Secara konseptual program ini berisi informasi yang bergunadan bermakna dibalut dalam konsep hiburan yang santai sehingga informasi lebihbisa diterima oleh khalayak serta dikemas dalam talk show interaktif agar lebihmenarik. Pesan yang ingin disampaikan program ini adalah agar audience dapatmenikmati acara musik yang lebih variatif dengan memperhatikan fungsijurnalistik di dalamnya tanpa perlu memperlebar jurang perbedaan karena genremusik.1.3. SIGNIFIKANSI1.3.1 Akademis : Secara akademis, pembuatan acara Talk Show inidapat digunakan sebagai sarana untukmengaplikasikan ilmu yang mahasiswa dapatkanselama perkuliahan. Khususnya di bidangpemrograman penyiaran dan produksi studio. Talkshow ini menjadi salah satu kontribusi jurnalistikdalam bentuk audio visual.1.3.2 Praktis : Sebagai rujukan bagi jurnalis media televisi dalammengemas sebuah acara yang mengangkat suatu temaacara pada televisi lokal.1.3.3 Sosial : Memberikan pengetahuan dan wawasan kepadakhalayak mengenai musik dan budaya metal.1.4. KONSEP ACARAProgram ini diharapkan akan menarik audiens karena program initermasuk program limited edition dimana tidak semua media eletronikmengangkat musik non mainstream sebagai tema suatu program acara khususnyaacara musik, sehingga audiens diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan iniuntuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangan komunitas metal yang ada diKota Semarang pada khususnya.Untuk mengangkat musik dan komunitas metal di Jawa Tengah khususnyadi Semarang, mahasiswa akan bekerjasama dengan salah stasiun televisi lokal diSemarang dalam proses produksi dan penayangan acara talk show yang akanmahasiswa. Karena televisi lokal memiliki kedekatan (proximity) dan targetaudience yang sesuai dengan acara talk show yang akan diselenggarakan.Televisi lokal Semarang yang akan mahasiswa ajak untuk bekerja samaadalah PRO TV, dengan berbagai pertimbangan antara lain televisi ini belumpernah membuat acara talk show yang membahas musik metal ataupun komunitasmetal.Acara ini berdurasi tiga puluh menit berisi liputan event konser musikyang telah berlangsung di Kota Semarang disajikan lengkap dengan informasikonser yang akan dilangsungkan di kota tersebut. Ditambah dengan ulasan musikdan video klip group group band lokal, dan juga dilengkapi dengan profil groupgroup band yang telah diliput dan beragam video klip lagu top dari group bandmancanegara.1.5. KONSEP PRODUKSIKonsep produksi dibagi menjadi dua bagian yaitu, produksi liputan danproduksi talk show.1.5.1 Produksi Talk showa. Lokasi di studio indoor yang terletak di lantai 3 kantor PRO TV.Studio berukuran 10 x 12 m dengan daya lighting lampuflourescent 4 bank sebesar 200 watt dilengkapi dengan standarperedam suara untuk produksi acara televisi.b. Tinggi lighting dengan lantai adalan 3 meter, dan jarak lightingdengan kamera adalah 1,5 meter.c. Produksi akan menggunakan 3 kamera, yaitu 2 kamera denganmerk JVC GY-DV550, serta 1 kamera dengan merk JVC KYF560,kamera akan dilengkapi dengan teleprompter dengan LCD15’ dengan software EZ PrompterXPd. Untuk perlengkapan audio, presenter dan narasumber masingmasingakan menggunakan Clip On dengan merk SONY ECM77B.e. Pergerakan dan variasi angel kamera akan di mix menggunakanswitcher 8 channel.f. Seluruh kamera akan diposisikan kurang lebih 4 meter dari obyekbidikan. Kamera 1 dan 2 akan bergerak dinamis mengikuti alurdialog, kamera 3 akan berfungsi sebagai kamera Master dancenderung statis.g. Properti acara akan menggunakan satu set meja kursi dengandilengkapi karpet berukuran 3 x 4m, background set yang terbuatdari kayu dan didesain khusus untuk acara talk show.h. Talk show akan dipandu dengan presenter wanita yang mempunyaikarakter muda dan ceria. Presenter akan mengenakan setelan bajuala komunitas musik metal. Presenter wanita dipilih karenamayoritas pemirsa acara musicaholic adalah laki-laki.i. Narasumber berjumlah 3 orang, yakni Bambang Iss (PengamatMusik dan Musisi Senior Semarang), Rudy Murdock (Vokalisgroup band "Radical Corps"), Imam Putre (Ketua SBS (ScatteredBrains Society) dan gitaris group band Putre Faction).1.5.2 Floor Plan1.6 ProduksiBerikut adalah rincian kegiatan yang akan dilakukan pada tahapproduksi:a. Loading property. Proses loading dilakukan dengan cara mengangkutbarang dari lokasi persewaan alat ke studio dan kemudian dilanjutkandengan pengecekan ksiapan serta kelengkapan properti.Pelaksana: Trianggab. Setting studio, yaitu tata ruang studio dan penempatan perlengkapan dibuatdengan semenarik mungkin juga memiliki hubungan dengan tema yangdiambil.Pelaksana: Mahendra dan Trianggac. Briefing awal pada Crew dan narasumber. Hal ini bertujuan untukkelancaran pada saat produksi berjalan, selain itu juga demi membentukkesiapan narasumber agar dapat mengerti apa yang harus dilakukan padasaat produksi berlangsung.Pelaksana: Mahendra dan Trianggad. Gladi bersih, tujuan dari kegiatan ini guna untuk melihat kesiapan darinarasumber dan kru pada saat produksi juga memastikan semua peralatanberfungsi dengan baik agar tidak terjadi kesalahan pada saat produksiberlangsung. Pelaksana: Mahendra dan Trianggae. Shoting talk show.Pelaksana: mahendra dan Trianggaf. Evaluasi on the spot pasca pelaksanaan produksi talk show.Pelaksana: Mahendra dan Triangga1.7 Pasca ProduksiYang akan dilakukan pada tahapan ini meliputi:a. Pemindahan material video dari kamera ke komputer (capturing).Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayatb. Pengecekan fakta (fast checking) dan pencemaran nama baik (libel check)dari naskah yang telah ditulis, serta gambar yang telah diambil. Proses inimerupakan upaya evaluasi terhadap kemungkinan adanya kesalahan,antara lain terkait kelengkapan penyebutan nama narasumber danpenyebutan nama tempat. Seleksi gambar juga akan dilakukan untukkepentingan editing gambar.Pelaksana: Mahendra, Triangga Ardianto dan Arif Hidayatc. Editing gambar, yakni proses menggabungkan gambar sesuai dengannaskah. Penggabungan gambar akan disesuaikan dengan naskah dan SSGyang sudah di susun sebelumnya.Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayatd. Evaluasi hasil akhir.Pelaksana: Mahendra Zulkifli, Triangga Ardianto dan Suryo Putroe. Penayangan hasil dari produksi talk show di stasiun televisi yang sudahdipilih yaitu PRO TV Semarang.PENUTUPKarya Bidang dalam bentuk Program acara Musikaholic edisi spesial talkshow metal berdurasi 30 menit ini telah sukses ditayangkan di PRO TV Semarangpada tanggal 19 mei 2013 pukul 22.30. Pihak PRO TV sejak awal sangat antusiasdengan konsep acara yang mahasiswa tawarkan. Konsep acara yang ditawarkanini memadukan antara informasi dan entertainment, sehingga informasi lebih bisaditerima oleh pemirsa serta pemirsa tidak akan merasa jenuh.KesimpulanSebagai Program Director telah menjalani kewajiban yang seharusnyadilakukan sesuai dengan bidangnya, hal tersebut dapat dilihat dengan mampunyaProgram Director memimpin para kerabat kerja selama produksi berlangsungserta mengatasi dan melewati kendala-kendala yang muncul ditengah-tengahkegiatan produksi. Program acara Musicaholic edisi spesial Talk show Metal telahsukses ditayangkan dan sesuai dengan tujuan awal acara ini dibuat, dimana acaraini ingin mengangkat komunitas musik metal di Kota Semarang dan dapatmemberikan informasi kepada pemirsa mengenai perkembangan musik metal diKota Semarang. Sesuai dengan fungsinya seorang Program Director yang dapatmenuntun dan memimpin kegiatan produksi, selain itu juga yang terpenting bagiseorang Program Director yaitu memiliki tanggungjawab besar atas hasilkaryanya untuk membuat suatu tayangan layak ditonton dan dinikmati olehmasyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tanggapan dari orang-orangyang menyaksikan acara Musicaholic Edisi Spesial Talk show Metal.Daftar PustakaBukuBurton, Graeme. Membincangkan Televisi (Sebuah pengantar Kepada Studitelevisi). Yogyakarta. Jalasutra. 2007Arifirii, Eva. Broadcasting to be broadcaster. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010Djamal, Hidajanto dan Andi Fachruddin. Dasar-Dasar Penyiaran (Sejarah,Organisasi, Operasional, dan Regilasi).Jakarta. Kencana. 2011Santana.K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan OborIndonesia.Subroto, Darwanto Sastro. Produksi Acara Televisi. Yogyakarta. Duta WacanaUniversity Press. 1994Team AnneAhira.com. Mengenal Dasar Jurnalistik Adalah Penting. Dikutip dariWahyudi.J.B. Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi.Jakarta: PT Pusaka Utama Grafiti.1996Wibowo, Fred. Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta Rasindo. 1997InternetPujilaksono, Setiyo . Mengenal Lebih Jauh Tentang Televisi. Dikutip dariAsiaaudiovisualra09setiyopujilaksono’s BlogDwi Lestari, Kristina. Dasar-Dasar Jurnalistik. Dikutip darihttp://pelitaku.sabda.org/dasar_dasar_jurnalistik(Diakses tanggal 7 April2012)http://asiaaudiovisualra09setiyopujilaksono.wordpress.com/2009/07/06/mengenallebih-jauh-tentang-televisi/ (Diakses tanggal 8 April 2012)http://www.anneahira.com/jurnalistik-adalah.htm (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.indoreggae.com/artikel4.html (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.seputarinfomusik.blogspot.com/sejarah-musik-metal-dunia.html(diakses tanggal 7 April 2012) oleh Beje “Sejarah Musik Metal Dunia”Team AnneAhira.com. Dasar Sebuah Produk Jurnalistik. Dikutip dariwww.anneahira.com/produk-jurnalistik.htm (Diakses tanggal 7 April2012)
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations (Divisi Project Officer) Ahmad Fikar Harakan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3231.301 KB)

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini apalagi ikut bergabung dalam keanggotaan Lumpia Komik.Tujuan dilakukannya kegiatan kampanye public relations ini adalah untuk memperkenalkan Lumpia Komik lebih dekat dengan melalui minat atau interest target audience terhadap bacaan komik, proses pembuatan komik yang mudah dan pengenalan industri komik lokal Indonesia. Dalam hal ini, dengan cara mengikuti seluruh kegiatan Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar siswa dan mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activation dan public relations. Strategi yangdigunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan PR dan brand activation.Sebagai Project Officer, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan communication planning Lumpia Komik serta penyusunan program dan konseprangkaian acara secara keseluruhan. Taktik public relations ini menggunakan pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini.Hasil kegiatan kampanye public relations ini adalah peningkatan awareness terhadap Lumpia Komik sebanyak 12%, dari 8% menjadi 20%. Diikuti penambahan anggota member komunitas Lumpia Komik sebanyak 21 anggota baru.Kata kunci : Project Officer, Kampanye Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik, Komunitas, Komik
Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore PROTV (Sebagai Project Officer, Program Director dan Produksi) Manggala Hadi Prawira; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.496 KB)

Abstract

Televisi lokal sebagai media televisi yang berbeda dengan televisi nasional mempunyai keunggulan dalam tayangan yang disajikan. Tayangan televisi lokaldapat menyajikan konten acara yang menitik beratkan kepada potensi budaya lokal yang ada di setiap daerah sehingga bisa menumbuhkan kedekatan antara penonton dengan sebuah tayangan. Namun pada kenyataannya hal itu tidak mampu membuat televisi lokal seperti PROTV dengan Tayangan Gitaran Sore Sore menjadi pilihan utama tontonan bagi masyarakat Semarang dan tentunya pemasukan iklan juga terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya pesan yang dapat menghubungkan antara masyarakat Semarang dan sekitarnya dengan Tayangan Gitaran Sore-Sore. Karya Bidang ini dilakukan untuk membangun sebuah komunikasi yang menghubungkan masyarakat Semarang dan sekitaranya dengan tayangan Gitaran Sore-Sore. Sehingga kenaikan behavior menonton acara Gitaran Sore-Sore dapat tercapai. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemasukan iklan pada tayangan ini.Pesan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah “Jelajah Dunia Semarang Lewat Obrolan”. Dengan memiliki pemahaman tentang kondisi psikografis dari masyarakat dan menuangkan dalam bentuk kegiatan, kemampuaan berkoordinasi dengan baik dengan pihak yang terkait, maupun hal lainnya yang dilaksanakan secara tepat, Tugas yang dibebankan kepada penulis dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan setelah kegiatan berlangsung,goals frekuensi menonton (1 kali dalam seminggu) tayangan Gitaran Sore-Sore di jam tay ang yang baru mampu mencapai 64% dari yang semula 31%. Berarti kenaikan yang dicapai yaitu 33%, melebihi target yang ditentukan yaitu 20%.Dari divisi bisnis dan komunikasi target pengiklan juga dapat dicapai yaitu dilihat dari tercukupinya biaya produksi program tayangan dan kegiatan komunikasi yang dilakukan. Dari hal-hal tersebut maka dapat dikatakan Produksi Program Tayangan Gitaran Sore Sore berhasil .Kata Kunci : Gitaran Sore-Sore PROTV, Komunikasi Marketing, Program, Marketing
Hubungan Terpaan Iklan Televisi Kosmetik Wardah dan Citra Merek dengan Minat Membeli Frida Asih Pratiwi; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.275 KB)

Abstract

Iklan televisi masih digemari oleh para produsen untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan produknya ke khalayak. Salah satunya yaitu Kosmetik Wardah. Wardah menampilkan berbagai informasi ke dalam iklan televisinya. Dengan iklan televisinya tersebut, Wardah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan yang nantinya akan merangsang minat untuk membeli prduk kosmetik Wardah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji hubungan terpaan iklan televisi kosmetik Wardah dan citra merek dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Teori yang digunakan adalah Teori Respon Kognitif (Cognitive Response Approach) dan Teori Pemrosesan-Informasi (Information Processing Theory)dari McGuire. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian explanatory(penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilan sampelnya adalah Randomdengan total sampel sebanyak 85 responden. Alat yang digunakan untuk analisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan iklan televisi kosmetik Wardah dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Ditunjukkan pada angka signifikan sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi0.333. Hasil pengujian hipotesis kedua yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara citra merek dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Hipotesis kedua ini ditunjukkan dengan hasil signifikan yaitu sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0,670. Kata Kunci : Iklan Televisi Kosmetik Wardah, Citra Merek, dan Minat Membeli
Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro Infra Ranisetya; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.254 KB)

Abstract

1Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata IJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama: Infra RanisetyaNIM: D2C009092JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG20132HUBUNGAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN LOYALITASANGGOTA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWAUNIVERSITAS DIPONEGOROABSTRAKPermasalahan mengenai loyalitas anggota dalam organisasi mahasiswa BEM KM Undipditunjukkan dengan terdapat anggota yang memutuskan untuk keluar dari organisasi¸adanya pergantian kedudukan dalam organisasi, hingga permasalahan komunikasi yangmelibatkan hubungan antar anggota organisasi dikhawatirkan akan berdampak padakeberlangsungan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara iklim komunikasi organisasi (x)dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (y). Variabel bebas (x) dijabarkan menjadi 6variabel yaitu kepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3),keterbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi keatas (x5), perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip). Kerangkakonsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley (dalam Pacedan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentu memberipedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan dengan loyalitasanggota.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan nilai koefisien korelasi antarakepercayaan (x1) dengan loyalitas (y) sebesar 0,423 dengan nilai signifikan 0,000 <0,01, artinya terdapat hubungan positif antara (x1) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%.Nilai koefisien korelasi pengambilan keputusan bersama (x2) dengan loyalitas (y)sebesar 0,420 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,01, artinya terdapat hubungan positifantara (x2) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%. Kemudian untuk variabel kejujuran(x3) dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,462 dengan nilaisignifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x3) dan (y) padataraf kepercayaan 99%. Untuk variabel keterbukaan dalam komunikasi ke atas (x4)dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 dengan nilaisignifikan 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x4) dengan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Selanjutnya variabel mendengarkan dalam komunikasi kebawah (x5) dengan loyalitas (y) memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,496 dengannilai signifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x5) dan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Variabel perhatian pada tujuan berkinerja tinggi (x6)dengan loyalitas (y) mempunyai koefisien korelasi sebesar 0.405 dengan nilai signifikan0,000 < 0,01 yang menandakan adanya hubungan positif antara (x6) dengan (y) padataraf kepercayaan 99%.Keyword : Iklim Komunikasi Organisasi, Loyalitas Anggota Organisasi, BEM KMUndip3ORGANIZATION’S COMMUNICATION CLIMATE AND THE MEMBER’SLOYALTY AT BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGAMAHASISWA DIPONEGORO UNIVERSITYABSTRACTIndicator for BEM KM Undip member's loyalty is shown by some problems happenedsuch as members who decide to resign, structure organization changes, communicationmatter between organization's member, which will affect organization sustainability inachieving organization's vision and mission. This research aims to find out thecorrelation between organization's communication climates (x) with the loyalty MemberBEM KM Undip (y). The variable (x) are divided into 6 variables (x 1) trust, shareddecision making (x 2) (x 3), honesty, openness in communication downward (x 4),listening in upward communications (x 5), attention on high performance goals (x 6)and the loyalty of BEM KM Undip. The conceptual framework of that relate to thesevariables are based on Guzley (in Pace and Faules, 2000: 155) who stated that theorganization’s communication climate provides guidelines for decisions and behavioron individuals, thus affecting member's loyalty.This research used explanatory type with quantitative research method approach.The sampling technique is using Proportional random which have 126 respondents assamples. The hypothesis test is using Kendall's Tau Rank Correlation statistic methodsto find the correlation between these variables on ordinal data.Based on the research result that were calculate with Kendall's Tau RankCorrelation, a correlation coefficient value between the honesty (x1) and member'sloyalty (y) is 0,423 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x1) and (y) at the 99% level. Then, the result for correlationcoefficient value between shared decision making (x2) and member’s loyalty (y) is0,420 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is a correlation between(x2) and (y) at the 99% level. The result for correlation coefficient value between thehonesty (x3) with member’s loyalty (y) is 0,462 with a significant value of 0,000 < 0,01,means that there is a correlation between (x3) and (y) at the 99% level. Next, the resultfor correlation coefficient value between openness in communication downward (x4)and member’s loyalty (y) is 0,373 with a significant value of 0,000 < 0,01, means thatthere is a correlation between (x4) and (y) at the 99% level. Then, the result forcorrelation coefficient value between listening in upward communications (x5) andmember’s loyalty (y) is 0,496 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that thereis a correlation between (x5) and (y) at the 99% level. The last, the result for correlationcoefficient value between attention on high performance goals (x6) and member’sloyalty (y) is 0,405 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x6) and (y) at the 99% level.Keyword: Organization’s Communication Climates, Organization Member’s Loyalty,BEM KM Undip4Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroLatar BelakangOrganisasi mahasiswa merupakan suatu sistem terbuka dan terus-menerus mengalamiperubahan, karena selalu menghadapi tantangan baru dari lingkungan dan perlumenyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut, misalnyakondisi sosial. Hal yang penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalahloyalitas dari setiapnya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembanganorganisasi mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh sebuahorganisasi. Tanpa adanya loyalitas, maka sebuah organisasi tidak akan berjalan denganbaik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkansikap loyal. Sikap loyalitas anggota dapat dikatakan sebagai kesetiaan terhadaporganisasinya. Apabila para anggota organisasi memiliki loyalitas terhadaporganisasinya, maka ia akan merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untukmenjunjung tinggi nilai-nilai yang diberlakukan dalam organisasi, mempunyai rasamemiliki terhadap organisasi yang tinggi serta mempertahankan keanggotaannya demikemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari anggota organisasi yangmendukung setiap program kerja organisasi yang telah dijalankan dan akanmengerjakan bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.Masalah-masalah yang berkaitan dengan loyalitas anggota organisasi mahasiswadalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro dapat dilihat dari tingginyajumlah pergantian menteri hingga mencapai 5 orang pada kepengurusan periode2008/2009 dan jumlah anggota resign yang mencapai 15 orang pada kepengurusan52009/2010 dalam satu tahun kepengurusan. Selain itu terdapat beberapa hal yangmenunjukkan rendahnya loyalitas yaitu rendahnya partisipasi anggota organisasi dalamberbagai aktivitas organisasi seperti dalam mengikuti rapat harian anggota BEM bahkanketika menjalankan program kerja BEM KM Undip. Beberapa masalah tersebutmenjadi sebuah dinamika di dalam organisasi BEM KM Undip mengingat periodekepengurusan hanya satu tahun saja. Dengan adanya anggota yang pasif, pergantianmenteri dan anggota yang resign tentu akan membawa pengaruh terhadapkeberlangsungan organisasi. Program kerja yang seharusnya dapat dijalankan denganlancar menjadi terhambat sehingga nantinya tentu berdampak pada pencapaian tujuantujuanorganisasi.Hal-hal yang berkaitan dengan masalah loyalitas anggota organisasi tersebutbisa terjadi salah satunya disebabkan oleh iklim komunikasi organisasi yang kurangkondusif di dalamnya. Iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif dapatditunjukan dengan adanya konflik terkait dengan hubungan komunikasi antar anggota.Seperti sikap yang diberlakukan oleh salah satu Menteri BEM dalam satu kementrianperiode tersebut terlalu kaku dimana hubungan komunikasi yang terjalin hanya secarastruktural organisasi dan tidak ada komunikasi antar pribadi yang terjalin yangmengakibatkan kurangnya keakraban atau keintiman antara menteri. Hal inimengakibatkan staf merasa kurang diperhatikan sehingga tidak memunculkan sense ofbelonging. Kurangnya komunikasi yang bersifat cultural atau intim antara pimpinan danstaf membuat staf BEM jenuh untuk mengerjakan program kerja di BEM. Selain itu,iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif juga dapat terlihat dari pendapat darianggota yang dipandang kurang penting dalam pembuatan keputusan maupun masukandalam pelaksanaan program kerja. Padahal seharusnya dalam sebuah organisasi, setiap6anggota berperan dan mempunyai kesempatan yang sama untuk berpendapat demipencapaian tujuan organisasi.Kerangka Teori dan MetodologiKerangka konsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley(dalam Pace dan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentumemberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan denganloyalitas anggota. Mowday, Steers, & Porter (dalam Pace dan Faules, 2000:156)menyatakan bahwa kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas namaorganisasi, kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilaiorganisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalamorganisasi adalah faktor komitmen (loyalitas) organisasi. Sehingga dapat dikatakanbahwa iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagipergantian dan masa kerja anggota dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positifcenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.HasilSesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan iklim komunikasiorganisasi yang terdiri dari enam aspek yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan7bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke atas, mendengarkan dalamkomunikasi ke bawah, perhatian pada tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggotaBEM KM Undip, maka hasil dalam penelitian ini adalah:1. Terdapat hubungan positif antara kepercayaan dengan loyalitas anggota BEMKM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kepercayaan denganloyalitas anggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasiRank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengankoefisien korelasi kepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip(Y) sebesar 0,423. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.2. Terdapat hubungan positif antara pembuatan keputusan bersama denganloyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antarapembuatan keputusan bersama dengan loyalitas anggota menggunakanperhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilaisignifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi pembuatan keputusanbersama (x2) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,420. Halini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yang berartikedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan, hipotesisalternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.3. Terdapat hubungan positif antara kejujuran dengan loyalitas anggota BEM KMUndip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kejujuran dengan loyalitasanggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi RankKendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien8korelasi kejujuran (x3) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,462. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.4. Terdapat hubungan positif antara keterbukaan dalam komunikasi ke bawahdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara keterbukaan dalam komunikasi ke bawah dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasiketerbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4) dengan loyalitas anggota BEMKM Undip (Y) sebesar 0,373. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansisebesar 0,000 < 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubunganyang sangat signifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho)ditolak.5. Terdapat hubungan positif antara mendengarkan dalam komunikasi ke atasdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara mendengarkan dalam komunikasi ke atas dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasikepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,496.Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yangberarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.96. Terdapat hubungan positif antara perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggidengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis perhatianpada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggota BEM KM Undipmenggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwaberkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,405. Hal ini dapat dikatakan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisienkorelasi perhatian pada tujuan-tujuan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 <0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.KesimpulanDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam iklim komunikasi, variabelkepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3), keterbukaandalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi ke atas (x5), danperhatian pada tujuan–tujuan berkinerja tinggi (x6) , masing-masing mempunyaihubungan positif dengan loyalitas anggota (Y).DAFTAR PUSTAKAMuhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi AksaraPace, R. Wayne., dan Faules, Don. F. 2006. Komunikasi Organisasi StrategiMeningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Mowday, Richard T., Richard M. Steers, dan Lyman W.Porter. 1979. “TheMeasurement of Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior,14.Peterson, Brent D., dan R Wayne Pace. 1985. Organizational Communication Profile.Provo,Utah: Organizational Associates.10Redding, W. Charles. 1972. Communication within the Organization: An InterpretiveReview of Theory and Research. New York: Industrial Communication Council.Nawawi, Hadari. 1987. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta:Gadjah MadaUniversity PressDennis, Harry S. 1974. The Construction of a Managerial Communication ClimateInventory for Use in Complex Organizations. Makalah yang disajikan pada pertemuantahunan Asosiasi Komunikasi Internasional New Orleans.Guzley, Ruth M. 1992. Organizational Climate and Communication Climate.Management Communication Quarterly.Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. New York: Hunter College of theCity. University of New York.Umar, Husein. 2002.Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT GramediaPustaka UtamaSugiono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV ALFABETAJurnalUtomo, Budi. 2002. Menentukan Faktor-Faktor Kepuasan Kerja dan Tingkat KepuasanKerja Terhadap Loyalitas Karyawan PT. P. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan,Vol.7 (2), 171 – 188.Mowday, Richard T., Richard M.Steers, dan Lyman W. Porter. 1979. The Measurementof Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior, 14, 224-247Internethttp://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesiadiunduh pada 8 April 2013, pukul 21.00http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesia11diunduh pada 8 April 2013, pukul 21.10http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/10/melihat-lebih-dekat-badan-eksekutifmahasiswa-437194.htmldiunduh pada 9 April 2013, pukul 20.30Sumber LainLaporan Pertanggung Jawaban BEM KM Undip 2008-2012Daftar Pengurus BEM KM Universitas Diponegoro 2013www.bemkmundip.ac.idSkripsiAstrid Christina. 2012. Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan LoyalitasAnggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro.Skripsi Astri Lestari. 2012. Pengaruh Iklim komunikasi Organisasi terhadap LoyalitasKaryawan English First Pluit Jakarta. Universitas Tarumanegara.Skripsi RR Mira Ayu Prameswari. 2007. Hubungan Iklim Organisasi dengan LoyalitasKaryawan Garden Palace Hotel Surabaya. Universitas Petra Christian.
Hubungan Terpaan Iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” , Terpaan Publisitas, dan Terpaan Promosi Penjualan dengan Keputusan Pembelian Indoeskrim Meriza Lestari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan pangsa pasar potensial bagi produk es krim. Hingga saat ini Indonesia hanya memiliki dua pemain utama yaitu Walls yang menguasai pasar sekitar 65 persen, Campina 20-25 persen. Sisa 10 persen, menjadi pangsa pasar Indoeskrim, Diamond,dan es krim rumahan lainnya. Konsumen es krim cenderung tidak loyal, salah satu alasanya karena produk es krim merupakan produk dengan keterlibatan rendah sehingga konsumen tidak berpikir panjang dalam menentukkan produk, maka dari itu inovasi dari produk sangatlah diperlukan. Berdasarkan hal tersebut Indoeskrim mengeluarkan jenis es krim baru dan dipasarkan dengan memanfaatkan iklan, publisitas dan promosi penjualan sebagai alat komunikasi pemasaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara”, terpaan publisitas, dan terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang dengan usia 17-37 tahun di kota Semarang yang telah terkena terpaan iklan, terpaan publisitas dan terpaan promosi penjualan Indoeskrim. Hasil dari analisis korelasi Pearson menunjukan bahwa terpaan iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” dengan keputusan pembelian Indoeskrim memiliki hubungan yang sangat signifikan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.670. Sedangkan terpaan publisitas dengan keputusan pembelian Indoeskrim juga memiliki hubungan yang sangat signifikan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.649. Selanjutnya untuk terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim didapatkan hasil sangat signifikan dengan nilai signifikansi 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.799 Dengan hasil tersebut disarankan kepada Indoeskrim untuk mengemas tagline dalam iklan menggunakan audio visual agar masyarakat lebih mengingat produk. Selain itu dapat pula memanfaatkan momen publisitas yang telah diraih dengan menghadirkan kembali kegiatan promosi yang lebih menarik dan lebih banyak mengulas kualitas produk. Dengan harapan publisitas terkait produk lebih tinggi dan konsumen kembali menaruh perhatian pada produk dari sisi produk itu sendiri.
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Bayu widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurwijayanti Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti