Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Paket Internet Smartfren Super 4G Unlimited Bella Yunita; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 8, No 3: Juli 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.44 KB)

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of brand image, product quality, and price perception on purchasing decisions of the Smartfren Super 4G Unlimited internet package. This research is an explanatory research object of men and women aged 17-25 years who know or use the Smartfren Super 4G Unlimited internet package in the city of Semarang. Testing is done using simple linear analysis. The results showed that the three variables did not have an influence on purchasing decisions of the Smartfren Super 4G Unlimited internet package with a significant value of brand image of 0.626 (> 0.05), product quality of 0.708 (> 0.05), and price perception of 0.331 (> 0.05).
PENGARUH TERPAAN PUBLISITAS HIJABERS COMMUNITY DI MEDIA MASSA DAN INTENSITAS INTERAKSI DENGAN PEER GROUP TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN HIJAB DI KALANGAN REMAJA Intan Mashitasari; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB)

Abstract

Nama : Intan MashitasariNIM : D2C009137Judul : Pengaruh Terpaan Publisitas Hijabers Community Di MediaMassa dan Intensitas Interaksi Dengan Peer GroupTerhadap Sikap Dan Perilaku Dalam PengambilanKeputusan Menggunakan Hijab Di Kalangan RemajaABSTRAKDewasa ini banyak bermunculan komunitas muslim di Indonesia, salah satunya adalah HijabersCommunity yang bertujuan mengajak muslimah untuk berhijab. Namun, meskipun HijabersCommuniy telah memberikan terpaan publisitas di media massa, masih banyak muslimah diIndonesia yang enggan memutuskan untuk berhijab. Memang tidak dapat dipungkiri bahwabanyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalam memutuskan untuk menggunakan hijab,salah satunya adalah faktor intensitas interaksi dengan peer group. Tujuan penelitian ini untukmengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja. Teori yang digunakan adalah Teori NilaiEkspektasi (Expectancy-Value Theory) dari Martin Fishbein dan Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah tipe penelitian explanatory (penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilan sampelnyaadalah Non Random dengan total sampel sebanyak 45 responden. Alat yang digunakan untukanalisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b, Konkordasi Kendall (W), dan Multinominallogistic regression.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat pengaruh yangsignifikan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massa dan intensitas interaksidengan peer group terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab. Ditunjukkan pada angkasignifikan sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0.927 dan 0,842. Lain halnya dengan hasilpengujian hipotesis kedua yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antarasikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Hipotesis kedua dalam penelitian ini ditolak denganangka signifikan pada variabel sikap sebesar 0,171 atau p > 0,05. Variasi variabel dependen yangdapat dijelaskan oleh variabel independen hanya sebesar 7,5% dan sisanya sebesar 92,5%dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Artinya adalah sikap hanya mampu memberikan kontribusipada perubahan perilaku hanya sebesar 7,5%, sehingga tidak cukup kuat pengaruhnya karenaperubahan perilaku 92,5% nya justru dipengaruhi oleh faktor lain di luar sikap.Kata Kunci : Hijabers Community, Peer Group, HijabABSTRACTNowadays many of the emerging muslim community in Indonesia, one of which is the HijaberCommunity which aims to spurring muslim women to thhe use of hijab. However, despiteHijabers Communiy has given exposure to publicity in the mass media, many muslim women inIndonesia who reluctantly decide to the use of hijab. It cannot be denied that a lot of factors thataffect a person's aspect in deciding to use a hijab, one of which is the factor intensity ofinteraction with peer group. The purpose of this research was to examine the extent of theinfluence of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and the intensity ofthe interaction with the peer group against attitudes and behaviors in decision-making using hijabamong adolescents. Theory used is Expectancy-Value Theory from Martin Fishbein andInformation Processing Theory of Mcguire. Research type used in this research is type researchexplanatory. While the technique of making sampelnya was a Non Random sample totaling asmany as 45 of the respondents. While the tools used for data analysis is statistical tests Kendall’sTau_b, Konkordasi Kendall (W), and Multinominal logistic regression.The results of research on the testing of hypotheses first shows that there are significantinfluence between of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and intensityof interaction with peer group with the teenager on the use of hijab. A significant number areshown on the registration of the correlation coefficient 0.000 and 0.927 and 0.842. Another is thecase with the results of the testing of hypotheses second which indicates there is no significantinfluence between attitude teenagers on the use of hijab against behavior in decision making useof hijab among teenagers. The second hypothesis in this research rejected with the number ofsignificant on the variables of attitude of 0,171 or p > 0,05. Variation the dependent variable thatcan be described by the independent variable is only 7.5 % and the rest by 92,5 % described byother causes. That means attitude could only contributed to change behavior only 7.5 %, so notstrong enough its influence because of 92,5 % behavioral change influenced by these factorsbeyond attitude.Keywords : Hijabers Community, Peer Group, Hijab.1. Latar BelakangDewasa ini, perkembangan media komunikasi yang semakin maju berdampak padaperubahan bentuk sarana komunikasi massa yang semakin beragam. Jika adanya perkembanganmedia komunikasi biasanya berkaitan dengan media massa sebagai sarana untuk berkomunikasi,kini tidak hanya media massa saja yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan.Namun, penyampaian pesan dapat pula dilakukan dengan membentuk suatu komunitas.Komunitas menjadi salah satu media komunikasi yang dapat menciptakan kedekatantersendiri dengan khalayak. Karena komunitas dianggap sebagai wadah yang tepat untukberkumpul dan mengekspresikan diri di antara orang-orang yang memiliki kesamaan hobi,interest, serta visi dan misi. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya komunitas-komunitas yangmuncul di tengah masyarakat. Salah satunya adalah munculnya Hijabers Community yang akhirakhirini ‘happening’ di kalangan remaja muslim Indonesia.Hijabers Community merupakan komunitas wanita berhijab yang didirikan pada 27November 2010 di Jakarta. Sekitar 30 perempuan dari berbagai latar belakang dan profesiberkumpul untuk berbagi visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang mengakomodasikegiatan yang terkait dengan hijab dan muslimah. Dari fashion untuk studi Islam dan dari gayahijab untuk belajar Islam.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan misi tersebut adalah melaluikegitan publisitas. Jika dibandingkan dengan sosialisasi, iklan, maupun berita, aktivitas publisitasakan lebih mudah masuk ke benak target sasaran. Sebab, kerja publisitas sering mempromosikanapa saja, siapa saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Selain itu, publisitas sendirimempunyai fungsi untuk menarik perhatian dan menciptakan kesadaran dengan cara apapunyang kredibel dan relevan. Oleh karenanya, publisitas terkait dua pihak yakni pihak yangmendapatkan publisitas dan pihak yang membuat publisitas (Liliweri, 2011: 457).Sejak berdiri November 2010 lalu, dengan memanfaatkan media massa, baik itu mediatradisional, media elektroik, media luar ruangan, hingga new media, berbagai bentuk upayamewujudkan visi dan misi Hijabers Community pun telah banyak dilakukan. Sebagai bentukkegiatan terpaan publisitas di media massa tersebut, setiap Selasa berita mengenai HijabersCommunity menjadi rubik khusus di surat kabar Republika bagian Suplemen Republika yaituLeisure, dengan nama Hijabers Community Corner. Hijabers Community juga membuat bukumengenai fashion muslimah yang di dalamnya berisi ulasan cara bergaya dan berhijab stylistyang terinspirasi dari street style wanita modern di Eropa. Bahkan untuk menunjukkaneksistensinya, Hijabers Community juga membuat fans page di new media berupa blogkomunitas, Facebook, Twitter, Instagram, dan Account Youtube yang selalu mengupdateinformasi-informasi seputar hijab dan muslimah.Langkah Hijabers Community untuk mengajak muslimah di Indonesia agar tidak ragu dalamberhijab juga banyak diikuti oleh komunitas muslim di kota-kota besar di Indonesia, salahsatunya Kota Semarang yang menyebut dirinya sebagai Hijabi Community Semarang. Secaragaris besar, komunitas yang didirikan pada Juni 2011 ini memiliki fokus orientasi yang samadengan Hijabers Community. Dengan anggota kurang lebih 300 wanita muslimah di Semarangdan jumlah followers twitter yang mencapai 985 serta 3.674 orang teman di facebook, HijabiCommunity Semarang ini muncul sebagai wadah untuk menyampaikan syiar Islam dalammendorong muslimah di Semarang untuk menggunakan hijab. (http//14fo%20hs/berdirinyaforum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul 21:25 WIB).Lahirnya komunitas muslim di Semarang bukan tanpa alasan. Menurut Badan Pusat StatistikJawa Tengah, jumlah penduduk di Wilayah Semarang pada 2010 sebanyak 978.253 jiwa, dimana 873.421 jiwa (93,54 %) dari jumlah tersebut adalah pemeluk agama Islam. Hal inimenunjukkan bahwa Semarang adalah daerah yang sesuai untuk dijadikan sebagai sasaranpublisitas dari komunitas hijabers, sebab sebagian besar penduduknya adalah muslim.Publisitas yang dilakukan Hijabers Community merupakan upaya yang bisa berhasil bilamasing-masing individu dalam merespon pesan akan berperilaku seperti yang diharapkan.Keberhasilan bisa terjadi bila pesan yang disampaikan telah dapat menyentuh aspek behaviordari masing-masing individu.Secara global di awal 2010, berdasarkan Data Sensus Penduduk 2010: Badan Pusat StatistikRepublik Indonesia, tercatat jumlah penduduk Indonesia saat itu adalah 237.556.363 jiwa. Darijumlah penduduk tersebut, 207.176.162 jiwa atau sekitar 87,18% memeluk agama Islam.Sedangkan berdasarkan data dari Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) KementerianPerindustrian terkait dengan acara Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012, menurut EuisSaidah, kurang lebih hingga 2012 hanya 20 juta penduduk Indonesia yang telah menggunakanhijab. (http://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIB).Melihat minimnya pengguna hijab di Indonesia tersebut menunjukkan meskipun telahbanyak upaya strategi komunikasi yang telah dilakukan melalui kegiatan publisitas sejak 2010lalu, tidak berdampak pada perubahan perilaku muslimah dalam memutuskan untuk berhijab.Hal tersebut berarti kegiatan publisitas yang dilakukan Hijabers Community tidak efektif, sebabvisi dan misi telah dikomunikasikan, namun tetap tidak berdampak pada perubahan perilaku darimuslimah Indonesia.Memang tidak dapat dipungkiri jika banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalammemutuskan untuk menggunakan hijab. Tidak hanya peran media massa saja yang dapatmemberikan rangsangan seseorang untuk memutuskan menggunakan hijab, namun faktorintensitas interaksi dengan peer group pun diduga mampu memberikan dorongan tersendiri.Intensitas interaksi dengan peer group dapat menimbulkan pengaruh perubahan perilaku/kepercayaan menuju norma yang dianut dalam kedekatan hubungan mereka. Bila sejumlah orangdalam peer groupnya mengatakan atau melakukan tindakan tertentu, ada kecenderungan orangorangyang terjalin kedekatan hubungan dengan peer group ikut berinteraksi untuk mengatakandan melakukan tindakan yang sama.2. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitasHijabers Community di media massa dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikapdan perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja.3. Kerangka TeoriPenelitian ini menggunakan Teori Nilai Ekspektasi (Expectancy-Value Theory) dariMartin Fishbein yang secara garis besarnya menjelaskan bahwa perubahan perilaku seseorangtidak hanya dipengaruhi oleh terpaan informasi saja, namun faktor lain di luar informasi punmemiliki pengaruh yang signifikan. Faktor lain di luar informasi tersebut adalah faktor intensitasinteraksi dengan teman. Perlu disadari bahwa setiap rangsangan yang melalui media massabukanlah satu-satunya rangsangan yang menerpa individu dalam suatu saat tertentu, melainkanmerupakan salah satu dari sekian banyak rangsangan yang ada. Dalam menerima pesan-pesankomunikasi dari media massa, orang tidak hanya memperoleh dari interaksinya dengan mediasaja, akan tetapi terkadang diperoleh melalui hubungan atau kontak sosial dengan orang lain(lingkungan). Hubungan sosial seperti itulah yang merupakan salah satu variabel yang turutmenentukan besarnya pengaruh media massa. Meskipun sesungguhnya individu yang menerimapesan, akan tetapi tidak dapat dipungkiri jika pengaruh kelompok sosial dan masyarakat melekatdan memberikan pengaruh.Meskipun asumsi dasar dalam Expectancy-Value Theory menjelaskan bahwa informasi danteman hanya mampu menyentuh aspek sikap (afektif) saja. Namun, dalam penjelasannyaFishbein mengemukakan bahwa fungsi sikap seseorang mampu mempengaruhi tujuan seseorangdalam melakukan sebuah perilaku (behavior) tertentu, karenanya perilaku seseorang seringditentukan oleh sikap mereka.Dan diperkuat dengan menggunakan Teori Pemrosesan-Informasi (InformationProcessing Theory) dari McGuire yang menjelaskan tentang adanya hubungan bahwa perubahanperilaku seseorang dapat terlihat dari sikapnya. Ketika seseorang mengalami perubahan sikapbisa jadi diikuti pula dengan perubahan perilaku. Sebab, perilaku seseorang seringkali ditentukanoleh sikap mereka. Pernyataan yang mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara sikap danperilaku sesuai dengan penjelasan di atas diperkuat oleh Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Teori ini menyebutkan bahwa perubahan sikapterdiri dari beberapa tahapan yang masing-masing tahapannya merupakan kejadian penting yangdijadikan patokan untuk tahap selanjutnya, yaitu tahap perubahan perilaku. Tahapan-tahapantersebut adalah sebagai berikut :1. Pesan dikomunikasikan2. Penerima pesan memperhatikan3. Muncul rasa suka atau tertarik4. Penerima memahami pesan (mempelajari sesuatu)5. Penerima terpengaruh dan yakin dengan argumen dari pesan (perubahan sikap)6. Penyimpanan informasi pesan dalam memori7. Kesepakatan dan pemunculan kembali informasi8. Pengambilan keputusan berdasarkan pemunculan kembali informasi9. Berperilaku sesuai dengan keputusan(Severin & Tankard, 2005: 204).Selain itu, mengutip dari Werner J. Severin dan James W. Tankard, yang menyebutkanbahwa sikap memiliki tiga komponen yaitu : komponen afektif (mengacu pada kesukaan atauperasaan terhadap sebuah objek), komponen kognitif (mengacu pada keyakinan terhadap sebuahobjek), dan komponen perilaku (yang mengacu pada tindakan terhadap objek) menunjukkanbahwa ketika seseorang mengalami perubahan sikap diikuti pula dengan perubahan perilakuyang nyata. Misalnya, ketika remaja memiliki sikap tertarik dengan informasi tentang hijab yangdisampaikan oleh Hijabers Community, maka : Afektif, tertarik dan menyukai informasi-informasi yang berkaitan dengan trend berhijab Kognitif, yakin bahwa informasi tentang trend hijab tersebut baik dan sesuai untuk remajadan dapat membuatnya lebih gaya dan tampak lebih alim/ muslimah Perilaku, mencari informasi tentang trend hijab yang lebih rinci di media massa misalnya,mengumpulkan tutorial hijab, dan memutuskan untuk berhijab.4. Hasil PenelitianHubungan variabel terpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) dengan sikap remaja (Z) diketahui dari angka taraf signifikan dankoefisien korelasi hasil pengujian uji statistik Kendall's Tau_b. Taraf signifikan pada penelitianini menunjukkan angka signifikansi sebesar 0.000. Sedangkan koefisien korelasi ditunjukkandengan angka 0.927 dan 0,842 yang artinya Ha1 (Hipotesis Alternative) dalam penelitian iniditerima yaitu terdapat hubungan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi peer group dengan sikap remaja pada penggunaan hijab.Ketentuan pengujian hipotesis diterima atau ditolak adalah dengan melihat signifikansi dankoefisien korelasi. Nilai signifikansi yang digunakan adalah <1% dengan koefisien korelasi >0,3.Apabila signifikansi kurang dari sama dengan 1% dan koefisien korelasi lebih dari sama dengan0,3 maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Signifikansi untuk variabel terpaan publisitas danintensitas interaksi (X) adalah 0,000 berarti di bawah 0,01 dengan koefisien korelasi 0.927 dan0,842 (lebih dari 0,3) maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwavariabel terpaan publisitas Hijabers Community di media massa (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) benar-benar berhubungan dengan sikap remaja pada penggunaan hijab(Z).Hubungan variabel independen terhadap dependen ini signifikan pada taraf kepercayaanpada level 0,01 sehingga dapat dikatakan hubungan variabel terpaan publisitas HijabersCommunity di media massa (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2) dengan sikapremaja pada penggunaan hijab (Z) sangat signifikan pada taraf kepercayaan 99%.Sedangkan pada Konkordasi Kendall (W) menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar0,925 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan hasil tersebut dapat diinterpretasikanbahwa hipotesis pada Ha1 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaanpublisitas Hijabers Community dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap remajapada penggunaan hijab diterima. Artinya bahwa tingginya terpaan publisitas yang disampaikanoleh Hijabers Community di media dan tingginya intensitas berinteraksi dengan peer group dapatmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab.Pengaruh variabel sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadap perilaku dalampengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y) diketahui dari angka PseudoR-Square (nilai R2), Likelihood Ratio Test (angka taraf signifikan), dan Parameter Estimates(angka persentase variabel prediktor).Perhitungan Pseudo R-Square pada penelitian ini menunjukkan anka R2 sebesar 7,5%, yangberarti variasi variabel dependen (perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab dikalangan remaja) yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor adalah hanya sebesar 7,5% dansisanya sebesar 92,5% dijelaskan oleh variasi lain di luar model. Intinya adalah semakin kecilnilai R2 berarti semakin terbatas kemampuan prediktor atau variabel independen (X) dalammenjelaskan variasi variabel dependen (Y).Sedangkan perhitungan Likelihood ratio test menunjukkan kontribusi setiap variabelprediktor terhadap model sebesar 0,171. Yang berarti bahwa variabel prediktor tersebut tidakmemberikan kontribusi pada model atau bisa dikatakan tidak memberikan pengaruh padavariabel dependen yaitu perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalanganremaja karena angka pada taraf signifikan Likelihood ratio test adalah p > 0,05 yaitu 0,171. Padaperhitungan Parameter Estimates, diperoleh hasil bahwa sikap remaja pada penggunaan hijabtidak mempengaruhi probabilitas remaja dalam memutuskan menggunakan hijab dengan nilaikoefisien -0,061 dan signifikan pada 0,691 atau p > 0,05 dengan nilai Odd Ratio 0,941.Berdasarkan semua perhitungan dalam Multinominal Logistic Regression di atas dapatdisimpulkan bahwa penelitian dalam Ha2 ini tidak signifikan sehingga Ha2 ditolak yang artinyatidak terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadapperilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y).5. KesimpulanDari hasil penelitian pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik Kendall’s Tau_b danKonkordasi Kendall (W) didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antaraterpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2)terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab (Z). Yang artinya semakin tinggi terpaanpublisitas yang disampaikan oleh Hijabers Community di media massa dan semakin tinggiintensitas interaksi dengan peer group maka sikap remaja terhadap penggunaan hijab positif.b. Lain halnya dengan hasil pengujian hipotesis kedua. Berdasarkan pengujian hipotesis keduayang menguji adanya pengaruh antara variabel sikap (Z) terhadap variabel perilaku dalampengambilan keputusan (Y) didapati hasil bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikanantara sikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Yang artinya meskipun sikap remaja terhadappenggunaan hijab menunjukkan sikap positif namun tidak berpengaruh pada perilaku remajadalam memutuskan untuk menggunakan hijab.6. Daftar PustakaBungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan DiskurusTeknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group.Fajar, Marhaeni. (2009). Ilmu Komunikasi: Tori dan Praktik. Jakarta: Graha Ilmu.Ghozali, Imam. (2009). Analisis Multivariate Lanjutan Dengan Program SPSS.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan SepanjangRentang Kehidupan. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.Kriyantono, Rachmat. (2010). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana.Nina Winangsih Syam & Dadang Sugiana (2001). Perencanaan Pesan dan Media.Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.Rakhmat, Jalaluddin. (2006). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Santrock, John W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja (Edisi Keenam). Jakarta:Erlangga.Slamet, Santosa. (2006). Dinamika Kelompok (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.Sutisna. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. RemajaRosdakarya Offset.Sugiyono, (2008). Statistik Non Parametris Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung:Alfabeta.Venus, Antar. (2007). Manajemen Kampanye. Bandung: Simiosan Rekatama Mada.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Prenada Media Group.Werner J. Severin & James W. Tankard. (2005). Teori Komunikasi : Sejarah, Metode,dan Terapan di Dalam Media Massa (edisi kelima). Jakarta: Kencana.W. Littlejohn, Stephen, & A. Foss, Karen. (2009). Teori Komunikai: Theories of HumanCommunication (Edisi 9). Jakarta: Salemba Humanika.W. Littlejohn, Stephen. (1996). Theories of Human Communication (5th edition).California: Sage Publication, Inc.Jurnal :Alfiana, Miftakhul N. (2013). Hubungan Terpaan Iklan Provider di Televisi dan InteraksiTeman Sebaya Dengan Perilaku Imitasi Bahasa Iklan Oleh Remaja. Skripsi.Universitas Diponegoro.Suhaemi, Susi. (2010). Pengaruh Intensitas Membaca Rubrik Mode Majalah Gadis danDukungan Orang Tua terhadap Perilaku Imitasi pada Penampilan Diri RemajaPutri. Skripsi. Universitas Diponegoro.Sunaryo, Ahmad. (2012). Hubungan Terpaan Iklan Produk Fashion di Majalah Remajadan Interaksi Peer Group terhadap Perilaku Konsumtif Remaja dalam Berpakaian.Skripsi. Universitas Diponegoro.Internet :http//%20hs/9747-cantik-dan-gaya-bersama-hijabers-community.html diunduh pada 13Januari 2013 pukul 21:15 WIBhttp//20hs/Hijabers%20Community%20Indonesia%20_%20Blog%20Telur.htm diunduhpada 21 Mei 2013 pukul 21:45 WIBhttp//14fo%20hs/berdirinya-forum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul21:25 WIBhttp://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIBhttp://id.wikipedia.org/wiki/Jilbab diunduh pada 10 November 2013 pukul 20:37 WIB
PRODUKSI PROGRAM KULINER PADA PROGRAM ACARA WISATA JALAN KULINER CAKRA SEMARANG TV (Peran dan Pertanggungjawaban sebagai Penulis Naskah dan Pemandu Acara) Theresia Dita Anggraini; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.705 KB)

Abstract

Kuliner adalah segala hal yang berhubungan dengan konsumsi makanan seharihari.Kuliner merupakan bagian dari gaya hidup dan untuk itu menarik untukdiangkat menjadi sebuah tayangan televisi. Wisata Jalan Kuliner adalah salah satuprogram acara di stasiun TV lokal Cakra Semarang TV yang mengangkat temaini. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kuliner yang enak danmenarik baik dari sisi historis maupun cita rasa. Diharapkan acara ini mampumenjadi referensi bagi penonton yang ingin menambah wawasan dan pengalamandalam menikmati makanan di Semarang. Untuk itu penulis beserta tim membuatnews feature ini ke dalam acara tersebut. Dengan tujuan yang kurang lebih sama;untuk mengemas informasi mengenai bagaimana cara menikmati, menampilkanproses pembuatan secara mendalam, serta nilai historis dari berbagai jajanan diSemarang.Jajanan klenyem, timus, lumpia, tahu isi rebung, wingko babat, gandos, wedangrempah, dan wedang kacang tanah merupakan jajanan di semarang yang masihdiminati oleh sebagian besar masyarakat. News feature ini dibuat dalam empatepisode, yang tayang sekali setiap minggunya selama empat minggu berturut-turutdan dibagi berdasarkan bahan dasar jajanannya. Di tiap episode penulis besertatim mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan jajanan yang dibahas.Narasumber tersebut seperti penjual, pembuat jajanan, konsumen, maupun pendapat masyarakat umum.Kata kunci: Kuliner, wisata, televisi
Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone dan Komunikasi Orangtua Anak Terhadap Prestasi Belajar Anak Aldi Atwinda Jauhar; Nurist Surayya Ulfa; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.855 KB)

Abstract

Smartphone sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern sekarangini, hal ini terlihat dari jumlah pengguna smartphone yang selalu meningkat setiaptahunnya. Tidak hanya orangtua saja, anak-anak saat ini sudah banyak yangmenggunakan perangkat canggih tersebut. Prestasi belajar anak dapat ditingkatkandengan memanfaatkan smartphone secara optimal, selain itu kegiatan komunikasiorang tua anak yang baik di dalam lingkungan keluarga juga memiliki peran dalammenaikkan prestasi akademik dari anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaansmartphone dan komunikasi orang tua anak terhadap prestasi belajar anak. Dasarpemikiran yang digunakan adalah teori determinasi teknologi dan konsepkomunikasi instrumental. Penelitian ini menggunakan teknik simple randomsampling. Sampel penelitian adalah anak berusia 12 – 14 tahun, dengan jumlahsebesar 138 siswa di SMP Negeri 5 PatiAnalisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana denganbantuan SPSS 22. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa intensitas penggunaansmartphone (sig 0,003) dan komunikasi orang tua anak (sig 0,002) berpengaruh dansignifikan terhadap prestasi belajar anak. Kesimpulan dari uji hipotesis adalahintensitas penggunaan smartphone dan komunikasi orangtua anak berpengaruhpositif terhadap prestasi belajar anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa teorideterminasi teknologi dan konsep komunikasi instrumental terbukti mampumenjelaskan pengaruh antara intensitas penggunaan smartphone dan komunikasiorangtua anak terhadap prestasi belajar anak. Semakin tinggi intensitas penggunaansmartphone dan komunikasi orangtua anak maka semakin tinggi prestasi belajaranak.Saran yang dapat diberikan adalah mengoptimalkan penggunaansmartphone. Agar penggunaan smartphone tidak hanya untuk kegiatan hiburanseperti bermain game, namun juga digunakan untuk kegiatan yang positif dan lebihbermanfaat. Para guru dapat memanfaatkan serta mengenalkan keberadaanteknologi komunikasi informasi seperti smartphone untuk kegiatan belajarmengajar.
PRODUKSI PROGRAM KEBUDAYAAN GAMBANG SEMARANG PADA PROGRAM ACARA SLUMAN SLUMUN CAKRA SEMARANG TV Gilang Wicaksono; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.35 KB)

Abstract

Gambang Semarang merupakan sebuah kesenian tradisional kerakyatan yang berkembang dikota Semarang sejak tahun 1930, hal ini berdasarkan peneltian yang dilakukan oleh tim peneliti kesenian Gambang Semarang, fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dipongoro. Dalam sejarahnya kesenian Gambang Semarang merupakan sebuah kesenian yang berasal ataupun memiliki kemiripan dengan Gambang Kromong yang berasal dari Ciputat, dan ini menjadi sebuah perdebatan dalam asal-usul kesenian Gambang Semarang itu sendiri. Walaupun menjadi sebuah perdebatan, kini Gambang Semarang diamini oleh warga kota Semarang sebagai kesenian khas kota Semarang. oleh karena itu juga, tim peneliti kesenian Gambang Semarang FIB mengangkat kesenian gambang Semarang sebagai identitas budaya Semarang.Mengapa kemudian Gambang Semarang di anggap menjadi sebuah kesenian khas dan menjadi identitas kesenian kota Semarang, hal tersebut berdasarkan melalui proses sejarah, dimana Gambang Semarang memiliki sejarah yang panjang di kota ini, berkembang dan mendapat apresiasi dari warga kota Semarang. Dalam perkembangannya, Gambang Semarang mendapat penataan tari yang menggambarkan keadaan geografis kota Semarang. Tidak hanya tari, penataan alat musik turut serta dikembangkan baik itu bentuk, rupa, notasinya serta penggunaan lagu-lagu yang bernuansa Semarang. tidak hanya unsur musik dan tari, kesenian gambang semarang juga memiliki unsur lawak.Beragam kesenian dikota semarang sejatinya tidak bisa terlepas dari berbagai etnis yang berada di kota Semarang Yakni, etnis Jawa, Arab dan Cina. Ini juga yang terlihat dalam kesenian Gambang Semarang, dimana didalamnnya terdapat unsur Cina dan Jawa, baik itu dari segi peralatan dan juga pemainnya. Tak kadang pula perkembangan kesenian tersebut merupakan buah usaha dari berbagai etnis dalam melahirkan, mempertahankan hingga melestarikannya. Oleh karena itu gambang semarang memiliki visi misi sebagai kesenian yang membawa misi akulturasi, hibridasi dan juga asimiliasi.Dalam perkembangannya kesenian gambang semarang mengalami pasang surut, dan keadaan surut paling dirasakan pada tahun 2010, sebagian besar pemain Gambang Semarang klasik telah meninggal dunia. Agar tetap ada yang bisa melestarikan maka terbentuklah sebuah komunitas ang bernama Gambang Semarang Art Company. Melaui komunitas tersebutlah kesenian Gambang Semarang bisa terus ada, dan menjadi sebuah kesenian khas dan identitas kesenian di kota Semarang.Kata kunci : Identitas, Gambang Semarang, perkembangan, pelestarian.
WISATA KELUARGA DALAM PROGRAM ACARA JATENG EXOTIC DI CAKRA SEMARANG TV Adityo Cahyo Aji; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.282 KB)

Abstract

Media massa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam era teknologi seperti saat ini. Salah satu fungsi pers atau media massa adalah sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Dalam hal ini media massa televisi menjadi media untuk menyampaikan pesan berupa informasi yang dikemas berbentuk berita feature wisata keluarga. Disinilah peran komunikasi berlangsung, yaitu sebagai penyampai pesan yang ingin disampaikan dari komunikator kepada komunikan. Pada karya bidang ini membuat sebuah program feature dengan format audio-visual pada televisi dengan tema Wisata Keluarga di Semarang dan Sekitarnya. Karya ini disuguhkan dengan konsep tayangan yang menarik dan kreatif. Konsep tayangan berita feature ini berbeda dengan konsep tayangan yang saat ini banyak digunakan oleh media televisi lain, yakni dengan mengajak satu buah keluarga untuk berwisata ke beberapa tempat dalam satu hari penuh dengan tanpa harus menginap dan memakan banyak waktu. Tempat wisata yang diangkat disini antar lain adalah Curug Tujuh Bidadari Bandungan, Kuliner Sate Kelinci Bandungan, Pasar Bandungan, The Sea Pantai Cahaya, Kuliner Ayam Goreng Gringsing Bu Bengat, Wisata Air Water Blaster Semarang, Pusat Oleh-Oleh Kampoeng Semarang, Kampung Batik Semarang, Kuliner Toko Oen, Wisata Sejarah Kota Lama, Kuliner Malam Pasar Semawis Semarang. Tema tersebut dikerjakan melalui 3 tahap, yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap paska produksi. Setelah melalui 3 tahap tersebut, terciptalah sebuah karya program fature yang siap untuk di publikasikan melalui media televisi. Merupakan suatu kesempatan, karena saya mendapatkan ijin tayang pada media televisi lokal Cakra Semarang TV. Karya ini dapat di tampilkan pada suatu spot program acara mengenai pariwisata bernama Jateng Exotic. Setelah melalui berbagai proses kerja, karya ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberitakan, menginformasikan tempat pariwisata di Kota Semarang dan sekitarnya. Berupa tempat wisata bersejarah, tempat rekreasi, dan wista kuliner. Disuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang inovatif, unik, dan menarik. Karya Bidang ini tayang pada hari Minggu, 23 Februari, 2 Maret, 9 Maret, dan 16 Maret 2014 pukul 14.30 WIB di Cakra Semarang TV.  Kata kunci: feature, jateng exotic, wisata, jurnalistik, program televisi
The Impact of Demographic Factors and News Exposure of Child Sexual Abuse in the Mass Media toward Communication Quality of Parents in Providing Sex Education for Children Nidya Aldila; N S Ulfa; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.768 KB)

Abstract

Many cases of child sexual abuse become media spotlight, such as print media, TV, and online. However, not all the audience watch the news. They are motivated by differences in demographic factors, such as gender, age, education level, and income level. The cases spread in the mass media should be concern of many parents to pay more attention to the patterns of communication as a way of parents to control the safety of their children. Sex education is considered to be an appropriate way to provide sexual knownledge to children who are vulnerable from the damage of sexual crimes. However, not all parents are willing to deliver sex education to their children.This study employed the theory of social categories explain the difference between social categories can affect the audience's response when receiving message from mass media (Rakhmat, 2011) and media functionalist theory that explain how media exposure can affect their communication activities that occur between the audience (Mc Quail, 1972). The population of this study were the parents of SD Negeri Padangsari 02 Semarang, who have child 10-12 years old. Sampling was done by simple random technique with a number of 63 respondents.The first hypothesis test indicate that the demographic factors of the three variables, those are gender, age, and educational level when calculated simultaneously using regression analysis techniques, do not affect the news exposure of child sexual abuse in the mass media. While the variable of income level has an impact to the news exposure of child sexual abuse in mass media with significance value of 0,011. The second hypothesis test prove that the news exposure of child sexual abuse in the mass media affects the communication quality of parents in providing sex education with a significance value of 0,001.Advice can be given from this study is that parents should pay more attention to their way to communicate with children, especially regarding sex education. Sex education can be good when it is given according to the child's age and their understanding level considering the number of cases of sexual abuse is increase as in the media.
Perilaku Komunikasi Antara Mahasiswa Rantau dengan Orangtua Vinny Avilla Barus; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.855 KB)

Abstract

Komunikasi antara mahasiswa dengan orangtua mengalami perubahan setelah mahasiswa tidak tinggal bersama dengan orangtua. Perubahan tersebut terjadi pada pola komunikasi mahasiswa dengan orangtua yang tidak lagi sama seperti saat mahasiswa masih tinggal bersama orangtua. Selain mengalami perubahan dalam pola komunikasi, mahasiswa juga sering mengalami hambatan atau gangguan dalam berkomunikasi dengan orangtua, seperti gangguan sinyal dan juga kesibukan mahasiswa. Sehingga hal tersebut membuat hubungan antara mahasiswa dengan orangtua menjadi tidak harmonis dan sering mengalami konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku komunikasi antara mahasiswa rantau dengan orangtua. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis data penjodohan pola. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa rantau yang berasal dari Sumatera Utara yang berjumlah enam orang. Teori yang digunakan adalah Pola Interkasi Hubungan, Teori Dialektika Relasional dan Teori Skema Hubungan Keluarga. Hasil penelitian ini menemukan bahwa setelah merantau mahasiswa mengalami perubahan perilaku komunikasi dengan orangtua. Perubahan tersebut dikarenakan mahasiswa yang semakin sibuk dengan kegiatan dikampus dan organisasi. Sehingga mahasiswa semakin memiliki sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan orangtua. Dalam penelitian ini semua subjek mengalami perubahan pola komunikasi dengan orangtua seperti perubahan pada intensitas komunikasi, cara berkomunikasi dan juga topik komunikasi. Perubahan tersebut berdampak pada hubungan mahasiswa yang mengalami konflik dengan orangtua. Konflik yang terjadi menyebabkan beberapa mahasiswa menjadi tertutup dengan orangtua. Mahasiswa yang pernah mengalami konflik dengan orangtua, melakukan pengelolaan konflik dengan cara melakukan dialog dengan dan meminta maaf kepada orangtua. Dalam melakukan komunikasi, hambatan-hambatan yang dialami oleh mahasiswa ketika melakukan komunikasi dengan orangtua adalah sinyal yang tidak stabil, jarak antara mahasiswa dengan orangtua, kesibukan mahasiswa dan cara pandang yang berbeda.
Analisis Isi Twitter Politikus Indonesia Menjelang Pemilu 2014 Resty Widyanty; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.085 KB)

Abstract

Twitter adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan saat inidengan angka pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk diIndonesia. Twitter dipercaya telah membawa bentuk baru dalam duniakomunikasi, termasuk komunikasi politik. Di Indonesia dan beberapa negaralainnya, penggunaan Twitter oleh politikus telah menjadi hal yang lumrah.Politikus mulai mengadopsi dan menggunakan Twitter sebagai cara baru dalamberinteraksi dengan audiens, terutama menjelang dan semasa kampanye pemilihanumum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola politikus Indonesia dalammenggunakan Twitter dan topik apa yang mereka bicarakan di dunia Twittersebelum masa kampanye berlangsung.Penelitian ini mengacu pada konsep penggunaan Twitter oleh politikusdari Tamara Small dan Graham et al. Analisis isi dilakukan terhadap 2.174 tweetyang dikeluarkan oleh politikus Indonesia selama 3 bulan menjelang pemilihanumum di tahun 2014, yaitu September, Oktober, dan November 2013. Ujireliabilitas data dilakukan dengan uji korelasi di antara tiga coder.Hasil penelitian menunjukkan pola politikus Indonesia dalammenggunakan twitter sebagai media berkomunikasi dengan audiens sebelum masakampanye. Politikus Indonesia telah intensif menggunakan Twitter sebelum masakampanye berlangsung. Dimana rata-rata tweet yang dikeluarkan oleh politikusadalah berkisar dari angka 15 - 441 tweet tiap bulannya. Twitter digunakan untukmenjalin hubungan atau berinteraksi dengan audiens melalui fitur Retweet danReply yang telah disediakan. 50% tweet yang dikeluarkan oleh politikusberbentuk Retweet. Politikus Indonesia pun lebih banyak mengeluarkan tweetyang memberikan gambaran mengenai pandangan dan ide politikus terhadapsuatu isu tertentu (position taking) sebanyak 48% tweet. Disamping itu, politikusjuga menginformasikn hal personal seperti berita mengenai keluarga mereka dankegiatan politikus itu sendiri (updating) sebanyak 35%. Mengenai topik yangterkait dengan isu politik dan kampanye hanya sedikit dibicarakan oleh politikusIndonesia di twitter. Topik berupa Sapaan dikeluarkan oleh politikus Indonesiasebanyak 22%. Hal tersebut tampaknya dipengaruhi oleh masa kampanye yangmasih jauh dan belum berlangsung di tahun 2014. Twitter dalam hal ini digunakanoleh politikus Indonesia sebagai sarana menjalin hubungan serta berinteraksi,menyampaikan pendapat, menginformasikan kegiatan dan hal personal kepadaaudiens.Kata kunci: Penggunaan sosial media, Twitter, komunikasi politik, analisis isi
LAPORAN KEGIATAN STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA (DIVISI SPONSORSHIP) Taufik Indra Ramadhan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.428 KB)

Abstract

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu peninggalan sejarah yangsangat berharga di Indonesia. Namun sangat disayangkan minat dan keinginan masyarakatuntuk mengunjungi museum ini sangatlah rendah. Maka dari itu melalui rangkaian kegiatanpromosi Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa bertujuan untukmempromosikan museum ini kepada masyarakat.Kegiatan Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa tak lepas dariperan dari Sponsorship. Divisi Sponsorship adalah orang yang bertanggung jawab atasseluruh kegiatan sponsor yang akan mendukung kegiatan dan mendatangkan income.Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan di bulan Mei. Dari hasil pelaksanaankegiatan didapatkan peningkatan pengunjung museum yang semula rata – rata 600pengunjung setiap bulannya menjadi 900 pengunjung setiap bulannya.
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu widagdo Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurwijayanti Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti