Claim Missing Document
Check
Articles

INTERPRETASI KHALAYAK TERHADAP IMPRESSION MANAGEMENT PRABOWO SUBIANTO DALAM IKLAN POLITIK DI TELEVISI Handi Aditia; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.775 KB)

Abstract

Interpretasi Khalayak terhadap Impression Management Prabowo Subiantodalam Iklan Politik di TelevisiABSTRAKMenuju pemilu 2014 banyak tokoh politik yang menampilkan diri melaluiiklan politik. Iklan politik di media televisi digunakan sebagai ajang untukmendapatkan simpati dan menciptakan citra positif dari khalayak. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpretasi khalayak terhadapsosok Prabowo Subianto dalam iklan politik di televisi . Teori yang digunakanyaitu dramaturgi dari Erving Goffman, Information integration, dan ReaderRespon Theory dari Stanley Fish. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan indepth interview kepada delapan informan yang telah dipilih olehpeneliti, yakni khalayak yang pernah menonton iklan politik Prabowo Subianto.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa khalayak menilai Prabowomerupakan pemimpin yang tegas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta sosokpemimpin yang akan membawa perubahan. Interpretasi khalayak terhadap SosokPrabowo Subianto tidak selalu merujuk pada apa yang ditampilkan oleh iklanpolitik. Dalam memberikan interpretasinya, khalayak mengaitkan sosok Prabowodengan rezim Orde Baru Soeharto, mitos tentang pemimpin yang militeristik,serta khalayak melihat bibit bobot dan bebet yang dimiliki Prabowo. Pemaknaankhalayak terhadap sosok Prabowo dalam iklan politik mampu menimbulkan kesandan citra diri tertentu. Iklan politik Prabowo telah berhasil menimbulkan kesantegas dan citra positif bagi khalayak yang melihatnya. Iklan politik yangditampilkan Prabowo Subianto dapat menciptakan citra positif dan mampumenutupi stigma negatif tentang tuduhan pelanggaran HAM. Selain iklan politikdi televisi, khalayak juga mendapat informasi mengenai sosok Prabowo melaluibuku-buku, media sosial, dan interaksi sosial yang menjadi referensi sikap politik.Hal tersebut dapat merubah sikap ataupun justru menguatkan sikap khalayakterhadap tokoh politik.Kata kunci: pemaknaan khalayak, Impression Management, iklan politikIndonesia.Audience interpretation of the Impression Management Prabowo Subianto inPolitical Advertising on TelevisionABSTRACTTowards the 2014 elections many politicians who present themselves throughpolitical advertising. Political ads in the media television used as an event to getcommiserate and create a positive image of the audience. The purpose of thisstudy was to determine how the interpretation of the audience to figure Prabowoin political advertising on television. The theory used is the dramaturgy of ErvingGoffman, Information integration, and Reader Response Theory of Stanley Fish.Type of this research is a descriptive qualitative with phenomenology approach.Data was collected using in-depth interview to eight informants who had beenchosen by the researcher, the audience who have seen the political ads Prabowo.These results indicate that the audience judge Prabowo is the leader of the firm,has leadership qualities, as well as a leader who would bring change.Interpretation of the audience to figure Prabowo not always refer to what isdisplayed by political ads. In providing interpretation, audience associate Prabowofigures with the New Order regime of Soeharto, the myth of the militaristicleaders, and audiences seeing the “bibit, bebet, bobot” owned Prabowo. Thedefinition of the audience against the figure of political ads capable of Praboworaises certain impressions and self-image. Prabowo political advertising firm hasmanaged to create an impression and a positive image for the audience to see it.Prabowo political advertising can create a positive image and are able to cover thenegative stigma about allegations of human rights violations. In addition topolitical advertising on television, audiences also get information about the figurePrabowo through books, social media, and social interaction that references thepolitical attitudes. It can change attitudes or even strengthen public attitudestoward political figuresKeywords : interpretation of audience, Impression Management, Indonesianpolitical adsInterpretasi Khalayak terhadap Impression Management Prabowo Subiantodalam Iklan Politik di TelevisiLatar BelakangMendekati pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014, partai politik dantokoh-tokoh nasional mulai menampilkan diri di media massa. Media massa cetakdan elektronik sering dimanfaatkan partai politik, calon anggota legislatif, danjuga calon presiden sebagai alat penyampaian pesan-pesan politik. Salah satumedia penyampaian pesan-pesan politik itu adalah iklan yang sering disebut iklanpolitik.Prabowo Subianto dengan kendaraan politiknya Partai Gerakan IndonesiaRaya (Gerindra) memanfaatkan media massa dalam menyampaikan pesanpolitiknya. Partai Gerindra, juga merupakan salah satu partai yang memanfaatkankekuatan media iklan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Partai yangberseberangan dengan pemerintah saat ini dalam iklannya, sering menampilkanPrabowo Subianto sebagai pemimpin yang bersih, tegas dan mampu menjawabsegala permasalahan pemerintah saat ini. Prabowo dalam partai Gerindramenjabat sebagai pembina dan dicalonkan sebagai presiden RI periode 2014-2019oleh Partai Gerindra. Untuk meningkatkan elektabilitasnya maka dibuat berbagaiiklan Gerindra dengan melibatkan langsung tokoh Prabowo agar masyarakatmengenal dan dekat dengan Prabowo.Pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden periode 2014-2019menuai kontroversi dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena track recordyang dimiliki Prabowo buruk, yakni pada tahun 1990an dimana Prabowo menjadiKomandan Kopassus diduga terlibat sejumlah kasus Hak Azasi Manusia (HAM)seperti penculikan dan pembunuhan aktivis pro-demokrasi.Meskipun diduga terlibat kasus pelanggaran HAM berat seperti penculikandan pembunuhan aktivis pro-demokrasi, hingga saat ini Prabowo Subianto justrumemiliki elektabilitas yang tinggi dibandingkan calon presiden lainnya.Hal iniditunjukkan melalui survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang terbaru yaknipada tahun 2013.Dari hasil survei yang dilakukan pada 1 sampai 8 Maret 2013mayoritas masyarakat memilih Partai Golkar dengan perolehan suara 22,2 persen,dilanjutkan dengan PDI Perjuangan 18,8 persen, Demokrat 11,7 persen, Gerindra7,3 persen, dan Nasdem 4,5 persen.Dari hasil survei bursa calon presidenMegawati masih menempati posisi teratas dengan perolehan 20,7 persen, AburizalBakrie 20,3 persen, Prabowo Subianto 19,2 persen, Wiranto 8,2 persen, HattaRajasa 6,4 persen, Ani Yudhoyono 2,4 persen, Surya Paloh 2,1 persen.(http://news.okezone.com/read/2013/03/17/339/777081/survei-lsi-parpol-capresberbasis-agama-tak-laku. Diunduh pada 21 April 2013).Keberhasilan iklan partai Gerindra yang ditampilkan dalam media massaditunjukkan oleh survey terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dimanapartai Gerindra masuk dalam empat besar parpol dengan presentase naik hampirdua kali lipat dari pemilu sebelumnya menjadi 7,3 persen dan capres yangdiusungnya dalam hal ini Prabowo menduduki peringkat 3 teratas bursa calonpresiden favorit dengan hanya selisih 1% saja. Dari hasil tersebut,mengindikasikan bahwa dengan adanya iklan yang ditampilkan dalam mediamassa berhasil membentuk opini publik yang positif terhadap prabowo, sehinggadapat meningkatkan elektabilitas partai dan tokoh Prabowo sebagai calon presiden2014.Dengan melihat data dan contoh di atas menunjukkan bahwa mediatelevisi merupakan media yang banyak digunakan oleh pengiklan sebagai alatuntuk mempromosikan produknya. Televisi saat ini merupakan salah satu darimedia massa elektronik yang banyak dipilih oleh pengiklan untuk melakukanpromosi dan menunjang popularitas, dikarenakan sifat dari televisi itu sendiriyang mampu menampilkan gambar audio dan visual yang bergerak, sehinggalebih menarik bila dibandingkan dengan media yang lainnya. Televisi adalahmedia massa yang merakyat dengan kemampuan publikasi maksimal. Melihatbegitu besarnya pengaruh televisi, maka televisi dijadikan sebagai salah satumedia iklan untuk mendongkrak popularitas Prabowo Subianto untuk maju dalampemilihan presiden 2014.Kerangka Teori dan MetodologiDalam kehidupan masyarakat iklan telah mendapatkan tempat dalammenyampaikan pesannya. Iklan menggambarkan tipe atau bentuk pengumumanpublik apa pun yang dimaksudkan untuk mempromosikan penjualan komoditasatau jasa spesifik, atau untuk menyebarkan sebuah pesan sosial atau politik(Danesi, 2010: 362). Berkaitan dengan perilaku politikus dalam iklan di mediayang mempresentasikan diri sedemikian rupa sehingga layak untuk dipercaya dandipilih, merupakan fenomena tersebut adalah perspektif dramaturgis dari ErvingGoffman.Dalam memberikan pemaknaan tentang sebuah naskah, Seseorang tidakmemutuskan dengan sewenang-wenang tentang makna sebuah naskah denganmengikuti sebuah pendekatan konstruksionis sosial, Stanley Fish mengajarkanbahwa pembaca merupakan anggota dari komunitas interpretif, kelompok yangsaling berinteraksi, membentuk realitas dan pemaknaan serta menggunakannyadalam pembacaan atau pemaknaan mereka sendiri (Littlejohn dan Foss, 2009:196-197).Teori integrasi informasi digunakan dalam penelitian ini untukmengetahui, memahami, dan mempelajari sesuatu merupakan suatu sisteminteraksi yang mana informasi memiliki potensi mempengaruhi kepercayaan atausikap individu. Suatu sikap merupakan kumpulan informasi mengenai suatuobjek, orang, situasi atau pengalaman. Setiap perubahan sikap dipandang sebagaiproses penambahan informasi atau perubahan penilaian terhadap kebenaraninformasi. Namun, setiap satu informasi biasanya tidak akan langsungmemberikan pengaruh pada sikap karena sikap terdiri atas sejumlah kepercayaanyang dapat menolak informasi baru (Littlejohn,2009:111-112).Adanya interpretasi yang beragam dari khalayak, dapat dipengaruhi daripengalaman dan latar belakang sosial mereka yang berbeda-beda. Mulai daritingkat pendidikan, usia, dan pengalaman mereka masing-masing. Dalam hal iniiklan politik di televisi berkaitan erat dengan khalayak, dalam hal ini khalayakadalah sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh media. Khalayak jugasebagai pencipta makna atas pesan-pesan di produksi dari mediaPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigmainterpretif. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomenadari sudut perspektif informan. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untukmembiarkan pembaca mengetahui apa yang terjadi dalam penelitian yang terkait,seperti apa menurut sudut pandang peserta (subjek penelitian dan kejadian tertentuyang ada dalam penelitian yang terkait).Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatanfenomenologi. Hal yang ditekankan oleh kaum fenomenologis ialah aspeksubjektif dari interpretasi individu. Mereka berusaha untuk masuk ke dalam duniakonseptual para subjek yang ditelitinya sedemikian rupa sehingga merekamengerti apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan oleh mereka disekitar peristiwa dalam kehidupan sehari-hari (Moleong, 2007: 17). Penelitiankualitatif dengan fenomenologi, membantu mencari informasi tentang bagaimanapengalaman yang dialami oleh subjek penelitian dalam mengintrepetasikan iklanpolitik calon presiden, yang merujuk pada pengalaman dan pengetahuan tentangsosok calon presiden dalam iklan tersebut.HasilSetelah peneliti memaparkan kesimpulan (summary) dan implikasi hasilpenelitian, langkah terakhir dalam fenomenologi adalah pemaparan hasil(outcomes) penelitian. Hasil penelitian mengenai interpretasi khalayak terhadapsosok Prabowo Subianto dalam iklan politik, menunjukan bahwa mayoritaskhalayak menilai Prabowo merupakan pemimpin yang tegas, memiliki jiwakepemimpinan, serta sosok pemimpin yang akan membawa perubahan. SehinggaIklan politik Prabowo Subianto telah berhasil menciptakan citra positif PrabowoSubianto.KesimpulanBerdasarkan hasil temuan penelitian di lapangan dan sintesis makna yangtelah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:1. Interpretasi khalayak terhadap Sosok Prabowo Subianto tidak selalu merujukpada apa yang ditampilkan oleh iklan politik. Khalayak mengaitkan Prabowodengan rezim Orde Baru Soeharto, mitos tentang pemimpin militeristik, sertamelihat bibit bobot dan bebet yang dimiliki Prabowo. Kedekatan Prabowodan Soeharto membuat khalayak menilai Prabowo memiliki sifat yang samadan akan menunjukkan kepemimpinan yang sama ketika memimpin. Caraberpikir khalayak masih menganggap bahwa sosok pemimpin yang berasalmiliter memiliki sifat ketegasan dalam memiliki jiwa kepemimpinan. TradisiJawa yang melihat bibit, bobot dan bebet seseorang, tampak juga digunakanoleh khalayak dalam melihat tokoh politik yang maju sebagai calon presiden.Keyakinan khalayak terhadap sosok Prabowo, salah satunya dengan melihatbibit dan bobot yang dimiliki oleh Prabowo yang dirasa berasal dari keluargayang terpandang dan intelektual2. Pemaknaan informan terhadap sosok Prabowo dalam iklan politik mampumenimbulkan kesan dan citra diri tertentu. Iklan politik Prabowo telahberhasil menimbulkan kesan tegas dan citra positif bagi khalayak yangmelihatnya. Iklan politik Prabowo Subianto mampu mempengaruhi khalayakuntuk menciptakan citra positif Prabowo Subianto yang mampu menutupistigma negatif tentang tuduhan pelanggaran HAM.3. Khalayak menggunakan media lain sebagai sarana penambahan informasi.Selain iklan politik di televisi yang diterima khalayak, melalui buku-bukuyang menjadi referensi sikap politik, media sosial, interaksi sosial secaralangsung membuat khalayak mendapat penambahan informasi yang dapatmerubah sikap ataupun justru menguatkan sikap khalayak terhadap tokohpolitik.Daftar PustakaBurton, Graeme. (2008). Yang Tersembunyi Di Balik Media. Yogyakarta:JalasutraCangara, Hafied. (2009). Komunikasi Politik Konsep, Teori, Dan Strategi.Jakarta: Rajawali PressDanesi, Marcel. (2010). Pesan, Tanda, Dan Makna. Yogyakarta: JalasutraEffendy, Heru. (2008). Industri Pertelevisian Indonesia. Jakarta: ErlanggaKuswarno, Engkus. (2009). Fenomenologi. Bandung: Widya PadjajaranLittlejohn, Stephen W dan Karen A. Foss. 2005. Teori Komunikasi. (Terj.)Jakarta: Salemba HumanikaLittlejohn, Stephen W dan Karen A. Foss. 2009. Teori Komunikasi.( Terj.).Jakarta: Salemba HumanikaMoleong, Lexi J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT RemajaRosdakaryaNimmo, Dan. (2005). Komunikasi Politik Komunikator, Pesan dan Media.Bandung: PT Remaja RosdakaryaPatton, Michael Quinn. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: PustakaPelajarSukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PTRemaja RosdakaryaWinarni. (2003). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Malang: UMM PressSkripsi:Wibowo,Radityo Ari. (2011). Analisis Resepsi Individu Mengenai Citra DiriPrabowo Subianto Dalam Iklan HKTI, APPSI, Dan Partai Gerindra. Skripsi.Universitas DiponegoroInternet:Ramadhian Fadillah. (2011). Jenderal 08 Tak Kapok Dipecundangi. Dalamhttp://news.detik.com/read/2011/11/14/111757/1766824/159/jenderal-08-takkapok-dipecundangi. Diunduh pada tanggal 21 April 2013Susi Fatimah. (2013). Survei LSI, Parpol & Capres Berbasis Agama Tak Laku.Dalam http://news.okezone.com/read/2013/03/17/339/777081/survei-lsi-parpolcapres-berbasis-agama-tak-laku. Diunduh pada tanggal 21 April 2013LSI. (2009).“SILENT REVOLUTION”: Media dan Kekuatan Parpol MenujuPemilu 2009. Dalam http://www.lsi.or.id/riset/348/silent-revolution-kampanyekompetisi-caleg-dan-kekuatan-partai-menjelang-pemilu. Diunduh pada tanggal 23April 2013Eko Priliawito, Fadila Fikriani Armadita.(2009). Iklan Gerinda Paling DiingatMasyarakat.Dalamhttp://politik.news.viva.co.id/news/read/46559iklan_gerinda_paling_diingat_masyarakat. Diunduh pada tanggal 21 April 2013
The Role of Marketing Communications in Management of “Enjoy Semarang” Section in Tribun Jateng Website Arif Nurochman; Drs. Tandiyo Pradekso, M.Sc
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.304 KB)

Abstract

With the development of technology, the public are increasingly choosing online media as the first reference when need any information. Every year the number of Internet users in Indonesia is always increase, reported by the WeAreSocial, number of active Internet users in Indonesia in 2016 amounted to 88.1 million. This makes online marketing opportunities in the future is very large and open wide. Tribun Jateng is one of mass media that converge to online media. We, as the team of the research study are working with the Tribun Jateng to manage one of its sections that focus on travel, is Enjoy Semarang. This sections very potential as the reference person reading the news and advertising medium, but because it is still new, it takes strategy and promotion to introduce this travel sections to the wider community. As a marketing communications of the research study are working with the Tribun Jateng, i conducted a strategy to raise awareness of the new channels through the off air events and also quiz on instagram and seek revenue through advertisements advertorials and social media advertising.
Hubungan Citra Merek, Harga, Kualitas dan Biaya Pengalihan Telkomsel Loop dengan Loyalitas Pelanggan Indosat IM3 Febri Ariyadi; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.621 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggan operator selular yang berpindah-pindah dari operator selular yang satu ke operator selular yang laing membuat loyalitas pelanggan sulit untuk ditemukan dalam pelanggan pasar operator selular saat ini. Banyak faktor yang memperngaruhi tingkat loyalitas dari seorang pelanggan operator selular diantaranya citra merek, harga kualitas dan biaya pengalihan. Ditambah lagi dengan usaha yang dilakukan oleh kompetitor untuk merebut pelanggan seperti apa yang dilakukan oleh Telkomsel Loop yang merupakan operator selular baru pada segmentasi anak muda kepada Inodsat IM3. Hal tersebut membuat faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas bertambah datang dari kompetitor yang menyentuh tingkatan loyalitas tertentu diantarnya kognitif dan afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara citra merek, harga, kualitas dan biaya pengalihan Telkomsel Loop dengan loyalitas pelanggan Indosat IM3. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatory. Teori yang digunakan adalah teori mengenai loyalitas pelanggan yang didukung oleh beberapa teori yang berhubungan seperti teori yang menghubungkan citra merek, harga, kualitas, dan biaya pengalihan dengan loyalitas. Subjek penelitian ini adalah pelanggan Indosat IM3 di Semarang dengan umur 15-21 tahun dan telah menggunakan produk Indosat IM3 selama minimal 6 bulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara citra merek dan kualitas dengan tingkat ketidakloyalan pelanggan Indosat IM3 sementara tidak terdapat hubungan antara harga dan biaya pengalihan dengan tingkat ketidakloyalan pelanggan Indosat IM3. Hubungan citra merek dengan loyalitas menunjukan sebagian konsumen terutama anak muda, memilih suatu merek untuk memahami diri mereka sendiri dan untuk mengkomunikasikan aspek diri mereka sendiri kepada orang lain. Hubungan kualitas dengan loyalitas menunjukan kualitas yang telah dimiliki oleh Telkomsel sejak dulu membuat hal tersebut melekat dengan Telkomsel Loop yang membuat konsumen tertarik dengan kualitas yang mereka miliki. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas yang berasal dari faktor eksternal dan dapat meneliti lebih lanjut menyentuh tingkatan loyalitas tindakan pada pelanggan.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pendengar Radio TRAX FM Semarang Noni Meisavitri; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.953 KB)

Abstract

Dewasa ini pertumbuhan industri media massa semakin menunjukkankompetensinya yang ketat. Terlebih lagi dengan kehadiran media online atauinternet di Indonesia, hal in menjadikan media massa cetak dan elektronikberusaha menyajikan terobosan yang terbaik. Salah satunya adalah media massaeletronik berupa radio siaran yang makin berkembang menjadi sebuah radiojaringan. TRAX FM Semarang sebagai sebuah radio jaringan TRAX harus bisamengikuti perkembangan jaman dengan memberikan pelayanan yang berkualitasdi dalam sebuah program. Karena pelayanan yang berkualitas akan menimbulkansatu kepuasan dalam diri konsumen dalam hal ini pendengar. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kualitas pelayanan radio siarandengan kepuasan pendengar radio TRAX FM Semarang. Teori yang digunakanadalah SERVQUAL (service quality) yaitu reliabilitas, responsiveness, assurance,empathy dan tangible dari Parasuraman (dalam Tjiptono dan Chandra, 2005 :145), konsep kepuasan menurut Kotler (1997 : 36) dan Stauss dan Neuhaus(dalam Sumarwan (2011 : 146) dan teori diskonfirmasi menurut Sumarwan (2011: 143). Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory(penjeasan). Sedangkan teknik pengambilan samplenya adalah judgementalsampling (pengambilan contoh penilaian) salah satu bentuk dari conveniencesampling (Sumarwan, 2011 : 94) dengan total sampel sebanyak 100 responden.Alat yang digunakan untuk analisi data adalah uji statistic Kendall’s tau_b.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara reliabilitas dalam pelayanan dengan kepuasanpendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,521. Hipotesis keduamenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara responsiveness dalampelayanan dengan kepuasan pendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi0,510. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antaraassurance dalam pelayanan dengan kepuasan pendengar ditunjukkan dengankoefisien korelasi 0,613. Hipotesis keempat menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara empathy dalam pelayanan dengan kepuasan pendengarditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,613. Hipotesis kelima menunjukkanterdapat hubungan yang signifikan antara tangible dalam pelayanan dengankepuasan pendengar ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,620.Kata Kunci : Radio, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pendengar
Hubungan Antara Terpaan Iklan Aplikasi Halodoc Dan Terpaan Persuasi Reference Group Dengan Minat Untuk Menggunakan Aplikasi Halodoc Sebagai Sarana Konsultasi Dengan Dokter Badri Ilham Ramadhan; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the service level of using telemedicine in Indonesia, namely HaloDoc. The purpose of this study was to see whether there was an influence on exposure to HaloDoc application advertisements and the Persuasion of the Reference Group on consumer interest in using the HaloDoc application as a means of consulting with doctors. Advertising Exposure theory and Reference Group theory are used to explain the influence between variables in this study. The population in this study were men and women aged 29-49 years who had received HaloDoc application advertisements or persuasion reference groups. The sampling technique used non-probability sampling with a sample size of 60 respondents.The analysis used to check the hypothesis in this study does not have the meaning of Kendall's tau b. Data processing uses the Statistical Package for Social Science (SPSS) 16.0 Version program. Hypothesis test results between exposure to HaloDoc advertising (X1) and interest in using the HaloDoc application (Y) resulted in a significance value of 0.024 <0.05 with a coefficient value of 0.236. Meanwhile, the results of hypothesis testing between the Persuasion of the Reference Group (X2) and the interest in using the HaloDoc (Y) application resulted in a significance value of 0.000 <0.01 with a coefficient value of 0.371.The results showed that there was an influence between exposure to HaloDoc application advertisements and persuasion by the Reference Group on the interest in using the HaloDoc application as a means of consulting with doctors so that both hypotheses could be accepted. So it can be ignored that the higher the exposure to HaloDoc application Ads and the Persuasion of the Reference Group, the higher the consumer interest in using the HaloDoc application.
Hubungan Antara Terpaan Informasi Kelompok Rujukan Online Dan Kelompok Rujukan Offline Dengan Keputusan Pembelian Kamera Sony A7ii Binarso Budiono Budiono; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.76 KB)

Abstract

Cameras have become a necessity for social media users to upload interesting content. There are several brands on the camera market today, such as Lumix, Olympus, Fujifilm, Sony, Canon, Nikon. Because the camera is a product with high involvement that makes consumers have to be involved and conduct a search before making a purchase decision, from the many brands that circulate consumers get and search for information through the reference group that they use to make decisions about which camera to buy. The exposure of information obtained by consumers comes from online referral groups and offline referral groups. Thus this study aims to determine the relationship between exposure to information from online referral groups and offline reference groups with the decision to purchase Sony A7II cameras. The theory used in this research is the Theory Reference Group and Information Integration Theory. This research is a quantitative research with explanatory type. This study uses a non-random technique with a total sample of 60 people aged 18-30 years on the island of Java. The results of the Kendall Tau correlation analysis show that exposure to online referral group information has a strong relationship with the purchase decision of Sony A7II camera, indicated by a coefficient value of 0.563 and significance of 0.000, and the relationship between exposure to offline referral group information with purchasing decisions of Sony A7II cameras also has this strong relationship can be seen from the test results, the correlation coefficient value is 0.503 and the significance value is 0.000. from the results obtained it is recommended for Sony camera brands, to be able to hold offline seminars that invite photographic figures and there are Sony camera product displays, so that consumers can immediately feel the performance of the camera so that consumers can make purchases after getting information.
Hubungan Terpaan Iklan Mie Sedaap Di Televisi Dan Citra Merek Dengan Minat Beli Produk Mie Sedaap Nurul Avita Sari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the companies that are willing to pay a lot of money for advertisements on television is Mie Sedaap. Mie Sedaap is one of the instant noodle producers in Indonesia who dares to spend hundreds of billions of billions of advertisements and is able to build its brand with a good brand image to attract consumers to make purchases. But in fact this has not been able to make it the first position as a market leader in the instant noodle business, even in the market share data from 2016 to 2018 shows that the Mie Sedaap brand has decreased. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between Sedaap Mie ad exposure and brand image with the interest in buying delicious noodle products. This research uses explanatory research type (explanation). The population of this study were the people of Semarang, male and female and range 12-60 years old, and had seen Mie Sedaap commercials on television. The sample taken in this study were 60 respondents. This study uses data collection tools and techniques by distributing questionnaires. The data analysis technique used was Kendall tau correlation. The results showed that advertisement exposure and Mie Sedaap brand image had a positive relationship with consumer buying interest. The suggestion given is that Mie Sedaap should be able to increase the frequency of its advertisements at premiere hours such as 18.00-19.00 and increase its brand position by using a packaging design that seems more premium
Pengaruh Citra Merek dan Terpaan Iklan terhadap Keputusan Pembelian Toyota Yaris di Kota Semarang Annisya Winarni Putri; Tandiyo Pradekso; Sri Widowati Herieningsih; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.679 KB)

Abstract

Selama tujuh tahun terakhir, penjualan otomotif di Indonesia naik hampir empat kali lipatatau 286%. Para produsen mobil terus melakukan inovasi terhadap produknya. Hal ini terlihatdari semakin beraneka ragamnya merek dan jenis mobil di Indonesia. Toyota, sebagai salah satupabrik otomotif terbesar di Indonesia meluncurkan beberapa jenis mobil. Pada kategorihatchback, PT. Toyota Astra Motor mengeluarkan beberapa jenis produk yaitu Toyota Yaris.Sebagai produk yang diunggulkan di kelasnya, tentunya produsen mengharapkan angkapenjualan yang bagus dengan selalu mencapai target di setiap tahunnya. Akan tetapi, di beberapatahun Yaris tidak bisa mencapai target yang sudah ditentukan. Guna meningkatkan penjualan,Toyota memutuskan untuk meningkatkan citra merek dan beriklan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek dan terpaan iklanterhadap keputusan pembelian Toyota Yaris di Kota Semarang. Reasoned Action Theory danStrong Theory of Advertising digunakan untuk menjelaskan pengaruh citra merek dan terpaaniklan terhadap keputusan pembelian Toyota Yaris di Kota Semarang. Populasi dalam penelitianini adalah masyarakat berusia 28 hingga 55 tahun, SES B-A yang merupakan segmentasi pasarToyota Yaris dengan teknik systematic random sampling.Analisis Regresi Logistik digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Uji hipotesismenunjukkan nilai signifikansi variabel citra merek 0.001 dengan koefisiensi regresi 0,222 dannilai signifikansi terpaan iklan 0,035 dengan koefisiensi regresi sebesar 0,745. Kedua variabelmemiliki nilai signifikansi lebih kecil dari α (0.05) yang berarti citra merek dan terpaan iklanmemiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Toyota Yaris di Kota Semarang. Koefisienregresi menunjukkan arah pengaruh positif citra merek dan terpaan iklan terhadap keputusanpembelian.Citra Merek dan Terpaan iklan dapat menjelaskan probabilitas keputusan pembelianToyota Yaris sebesar 31,5%, sedangkan 68,5% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabellainnya. Citra merek positif mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen sebesar 1,249kali dan terpaan iklan yang tinggi mampu meningkatkan pembelian 2,107 kali lebih besardaripada terpaan iklan rendah.
Karya Bidang Jurnalistik Produksi Feature TOKOH Di Cakra Semarang TV Rijalul Vikry; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.303 KB)

Abstract

Program feature adalah salah satu program kreatif yang bisa menarik perhatian dan tidak membosankan untuk ditonton. Program feature dipilih karena pengemasan informasinya yang ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat. Dengan tema human interest program ini mengangkat kisah tentang perjalanan seorang mahasiswa penulis buku best seller, penjual sayur pengasuh anak-anak jalanan, kyai penjaga makam di pulau yang terkena abrasi, komunitas makelar bantuan sosial, belajar bahasa Inggris melalui metode penginstalan otak bawah sadar, dan mantan salesman yang menjadi pengusaha sukses yang memajukan desa tempat tinggalnya. Konsep produksi feature TOKOH ini disesuaikan dengan program TOKOH yang sudah ada di Cakra Semarang TV. Namun ada beberapa tambahan dan perubahan yang membuatnya berbeda yaitu liputan singkat profil narasumber, testimonial orang-orang terdekat narasumber, perubahan komposisi segmen, tips dan pesan yang menginspirasi dan memotivasi. Ada enam episode yang ditayangkan yaitu “Sastrawan Muda Berbakat”, “Ibu Asuh Anak Jalanan”, “Kyai Penjaga Makam”, “Komunitas Tangan Kedua”, “Belajar Bahasa Inggris Melalui Otak Bawah Sadar”, “Desa BuLe”. Posisi pekerjaan dibagi berdasarkan tugas dan tanggungjawab masing-masing yaitu sutradara, penulis naskah, koordinator talent host, penata kamera, dan penyedia alat.Setelah melalui tahapan pra produksi, produksi, dan pasca produksi, produksi feature ini ditayangkan setiap hari Senin, pukul 18.00 WIB, dari tanggal 9 Juni 2014 sampai dengan 21 Juli 2014. Program feature ini diharapkan menjadi media yang mengedukasi, menginspirasi, dan memotivasi masyarakat dalam setiap episodenya.Kata kunci: feature, human interest, tokoh, prestasi, dedikasi
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations ( Media Managers ) Aldila Leksana Wati; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; M Bayu Widagdo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.007 KB)

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini.Tujuan dilakukannya kegiatan marketing communication ini adalah untuk menumbuhkan minat atau interest terhadap bacaan komik dan industri komik lokal Indonesia, dalam hal ini dengan cara ikut serentak menyerukan dukungan lewat Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar SMA dan Mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activationdan IMC (Integrated Marketing Communication). Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan IMC dan tools yang digunakan adalah dengan PR dan brand activation.Taktik kegiatan marketing communication ini menggunakan strategi IMC yaitu pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini. Hasil kegiatan marketing communication ini adalah peningkatan awareness terhadap lumpia komik, 20 orang bergabung dalam komunitas Lumpia Komik dan menyusun konsep communication planning Lumpia Komik. Kata kunci : Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Naryoso Agus Naryoso S.Sos, M.Si, Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Bagoes Widjanarko Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo NS Gono Joyo Nur Suryanto Gono Joyo Nur Suryanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu widagdo Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Gono, Joyo NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nur Suryanto Gono, Joyo Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurul Hasfi Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S. Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Suryanto Gono, Joyo Nur Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Trixie Salawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti