Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Terpaan Bauran Promosi Rokok Apache dengan Minat Membeli Ahmad Fauzi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, rokok Apache menggunakan bauranpromosi sebagai alat dalam memasarkan dan mengkomunikasikan produknyakepada masyarakat. Penjualan rokok Apache sangat baik dan terus meningkatsejak pertama produksi. Empat bauran promosi yang digunakan rokok Apacheantara lain: periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualanperorangan. Rokok Apache hingga kini masih menggunakan keempat bentukpromosi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaanperiklanan, terpaan hubungan masyarakat, terpaan promosi penjualan, terpaaanpenjualan perorangan dengan minat membeli rokok Apache. Dengan mengacu padateori Advertising Exposure, teori behavior learning dan teori komunikasi personal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitianini menggunakan teknik non random sampling dengan cara purposive samplingsebagai teknik untuk menentukan sampel. Terdapat 50 responden yang menjadisampel. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah uji statistikkorelasi pearson.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa adakorelasi yang signifikan antara terpaan periklanan dengan minat membeli rokokApache . Hal ini ditunjukkan dengan angka signifikansi sebesar 0,014 dan nilaikorelasi sebesar 0,344. Hasil pengujuan hipotesis kedua menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang sangat signifikan antara terpaan hubungan masyarakatdengan minat membeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikansi sebesar0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,540. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara terpaan promosi penjualan dengan minatmembeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikasi 0,039 dan nilai korelasisebesar 0,292. Hipotesis terakhir menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara terpaan penjualan perorangan dengan minat membeli rokokApache didasarkan pada angka signifikasi sebesar 0,046 dan nilai sebesar 0,284.
STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA CREATIVE MANAGER Aditya Iman Hamidi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.293 KB)

Abstract

This project in based on the less promotion Ambarawa Train Museum as an thepotential tourism assets that owned by PT Kereta Api Indonesia which located inCentral Java. Less promotion doesn’t make a lot of visitors who come to AmbarawaTrain Museum. In this project, Creative Manager has a purpose to promote theAmbarawa Train Museum through graphic design for publication and merchandisebased on Visual Communication Design concept. Creative Manager also responsiblewith finding talent to perform at the museum in order to increase the attractiveness ofthe visitors. These activities raised in a series of activities Strategic CommunicationAmbarawa Train Museum in order to increase knowledge of public and visitors to themuseum.The project is held in one month. In the main events earned 5 talents with detail3 traditional performer and 2 modern performer The result from promotion throughgraphic design for publication and merchandise earned a positive respon from publicindicated by teh increasing visitor who come to the museum in May which significantlyby 30.786 visitors, where in previous month no more than 10,000 visitors. In addition,this project shows that the Strategic Communication Ambarawa Train Museum"Sepoorheroes" was successful.
Karya Bidang Program Tayangan “Gitaran Sore-Sore” di PROTV Semarang sebagai Produser Pelaksana Raynaldo Faulana Pamungkas; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.579 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu saluran yang mampu menyebarkan informasi secara massal. Namun seringkali informasi yang disebarkan saluran televisi nasional kurang dapat diterima oleh khalayak di daerah. Hal tersebut dikarenakan tayangan televisi nasional tidak memperhitungkan unsur proximity. Televisi lokal seharusnya mampu membawa unsur proximity tersebut menjadi sebuah tayangan yang berkualitas. Namun seringkali khalayak tidak sadar akan kekuatan televisi lokal tersebut.Gitaran sore-sore sebagai sebuah tayangan talkshow yang hadir di televisi lokal mampu menghadirkan unsur proximity. Gitaran sore-sore juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan ide-ide masyarakat Semarang melalui obrolan ringan tentang hobi dan konten yang mengangkat tentang informasi lokal. Lewat cara interaktif dan inspiratif tayangan gitaran sore-sore mampu membawa kekuatan televisi lokal ke tengah-tengah khalayak.Pada program tayangan Gitaran Sore-sore. produser bertugas untuk memimpin jalannya produksi acara, menyediakan kebutuhan produksi, membuat rencana kerja, menkordinasi tim , hingga membuat anggaran produksi. Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan live di ProTV setiap hari rabu dan kamis mulai tannggal 29 September hingga 13 November 2014 pukul 15.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan khalayak Semarang mampu mempunyai tayangan yang informatif dan inspiratif serta menghibur.Kata kunci : Talkshow Gitaran Sore-Sore, Program acara anak muda, Hobi
Pengaruh Terpaan Berita Kasus Pembunuhan pada Remaja di Media Massa dan Intensitas Komunikasi Orangtua – Anak terhadap Kecemasan Orangtua atas Keamanan Anaknya Dhiyah Puspita Sari; Djoko Setyabudi; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.441 KB)

Abstract

Terjadinya beberapa kasus pembunuhan pada remaja yang seringkali muncul pada media massa nasional, baik media cetak, online dan televisi dinilai dapat menentukan tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anaknya. Tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak, dapat pula terbentuk karena rendahnya intensitas komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan berita kasus pembunuhan pada remaja di media massa dan intensitas komunikasi orangtua – anak terhadap kecemasan orangtua atas keamanan anaknya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa dan Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory). Jumlah populasi sebanyak 133.146 orangtua yang mempunyai anak berusia 15 hingga 21 tahun di Kabupaten Batang. Menggunakan teknik multistage random sampling diambil sampel sebanyak 100 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPPS.Perhitungan statistik menunjukkan persamaan regresi linear sederhana antara terpaan berita kasus pembunuhan pada remaja di media massa terhadap tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak adalah Y = 9.015 + 0.399 X1 dengan signifikansi 0.000. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antaraX1 terhadap Y. Sementara, persamaan regresi linear sederhana antara intensitas komunikasi orangtua – anak terhadap tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak adalah Y = 10.806 + 0.092 X2 dengan signifikansi 0.025. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara X2 terhadap Y. Sehingga hipotesis tidak terbukti.Media massa hendaknya melakukan tugas sesuai dengan fungsinya yaitu fungsi sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial. Dalam hal ini sebagai media yang memberitakan mengenai kasus pembunuhan pada remaja untuk menjadikan para orangtua waspada akan keselamatan anak mereka.Kata kunci : Terpaan berita, Intensitas Komunikasi, Kecemasan
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farm untuk Pembangunan Citra Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java Charisma Rahma Dinasih; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.756 KB)

Abstract

Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farmuntuk Pembangunan citra Coca-Cola Amatil Indonesia CentralJavaABSTRAKEvaluasi merupakan hal yang harus dilaksanakan untuk melihat pencapaian dariprogram, salah satunya adalah untuk melihat citra yang berhasil dibangun. NamunPraktisi PR masih sering mengesampingkan pentingnya evaluasi dengan tidakmelakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pembangunancitra Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java (CCAI-CJ) melalui pelaksanaankegiatan CSR Coke Farm di kalangan stakeholder eksternal yang terlibat secaralangsung. Teori yang digunakan yaitu teori CSR untuk pembangunan citra. Tipepenelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif danmenggunakan model evaluatif. Model Evaluasi yang digunakan adalah Context,Input, Process, Product (CIPP) Teknik pengumpulan data kualitatif dilakukandengan menggunakan indepth interview kepada satu informan, yakni PublicRelations (PR) dari CCAI-CJ. Teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukanmelalui wawancara dengan instrumen penelitian kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan PR CCAI-CJ belum mampu memanfaatkanprogram Coke Farm untuk pembangunan citra. Dari hasil penilaian denganmenggunakan ukuran efektivitas untuk menilai indikator di masing-masingkategori CIPP mendapatkan total nilai sebanyak 3, yang menunjukkan bahwaprogram CSR Coke Farm tidak efektif dalam membangun citra CCAI. Di dalammelaksanakan Coke Farm, PR tidak menjalankan semua tahapan yang harusdilakukan di dalam program CSR. Dengan pengelolaan Coke Farm yang kurangmaksimal, maka tidak mampu membangun citra positif CCAI-CJ melalui CokeFarm. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari kuesioner yang menunjukkan citrasosial CCAI-CJ yang didapat melalui program Coke Farm adalah cenderungnegatif. Untuk citra ramah lingkungan CCAI-CJ juga termasuk ke dalam kategoricenderung negatif. Sikap responden terhadap CCAI-CJ memperlihatkan hasilyang banyak negatif. Citra sosial dan citra ramah lingkungan tersebut didapatkandari kumpulan penilaian responden mengenai manfaat sosial dan manfaatlingkungan dari Coke Farm. Coke Farm dianggap belum mampu memberikanmanfaat responden.Kata kunci: Evaluasi, Corporate Social Responsibility, CitraNama : Charisma Rahma DinasihNIM : D2C009106Judul : Evaluation of Corporate Social Responsibility Coke FarmProgram to development Coca-Cola Amatil Indonesia CentralJava ImageABSTRACTThe evaluation is to be undertaken to look at the achievements of the program,one of which is to see a successful image is built. But the practition PR still ruleout the importance of evaluations with it. The purpose of this research was toevaluate the development image of Coca-Cola Matil Indonesia Central Java(CCAI-CJ) through the implementation of Coke Farm CSR activities amongexternal stakeholders involved directly. The theory being used, namely the theoryof development of CSR to image building. The model of evaluation is usedContext, Input, Process, Product (CIPP). Qualitative an quantitative datacollection techniques are performed using indepth interviews to one informant,namely Public Relations (PR) of CCAI-CJ.The research shows PR CCAI-CJ hasn’t been able to take advantage of theprogram for the development of a Coke Farm image. From the results of theassessment effectiveness to assess CIPP indicator in each category receives a totalvalue of about 3 indicating that CSR Coke Farm ineffective for developmentCCAI-CJ image. In carrying out Coke Farm, PR did not run all the stages thatmust be done within the CSR program. With the management of Coke Farm thatis less than maximum, then it is not able to build a positive image of CCAI-CJthrough Coke Farm. It is proven by the results of a questionnaire that show ofsocial image obtained through the program of Coke Farm is to tend negative. Foreco-friendly image of CCAI-CJ is also included into the category tends to benegative. The attitude of respondents towards CCAI-CJ shows many negativeresults. Social image and eco-friendly image obtained from the respondent’sassessment regarding the social benefits of Coke Farm. Coke Farm consideredhasn’s been able to deliver the benefits of the respondent.Keywords: Evaluation, Corporate Social Responsibility, ImageJURNALEvaluasi Program Corporate Social Responsibility Coke Farmuntuk Pembangunan CitraCoca-Cola Amatil Indonesia Central JavaPENDAHULUANDalam implementasi CSR, PR mempunyai peran penting, baik secarainternal maupun eksternal. Dalam konteks pembentukan citra perusahaan, disemua bidang pembahasan di atas boleh dikatakan PR terlibat di dalamnya, sejakfact finding, planning, communicating, hingga evaluation. Jadi ketika kitamembicarakan CSR berarti kita juga membicarakan PR sebuah perusahaan, dimana CSR merupakan bagian dari community relations. Karena CSR padadasarnya adalah kegiatan PR, maka langkah-langkah dalam proses PR punmewarnai langkah-langkah CSR.Dapat diketahui bahwa aktivitas atau kegiatan CSR sangat berpengaruhterhadap pembentukan opini yang kemudian menjadi sebuah citra perusahaan dimata masyarakat. Pelaksanaan kegiatan CSR yang baik secara otomatis akanmendapatkan corporate image (citra perusahaan) yang baik pula. Sudah saatnyaperusahaan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar sebagai bentuktanggung jawab sosial perusahaan terhadap publik, sehingga perusahaan dapatmempertahankan sustainable company.Untuk membangun citra perusahaan yang baik di mata masyarakat itulahCCAI-CJ secara giat melakukan CSR. Tujuannya adalah untuk membangun opinipublik yang positif terhadap perusahaannya dengan berusaha untuk tetapmenunjukkan kepada masyarakat bahwasanya Ia juga peduli terhadap kemajuandan kesejahteraan masyarakat. salah satu program CSR CCAI-CJ yang masihberjalan sampai saat ini adalah Coke Farm.Coke Farm adalah salah satu kegiatan CSR CCAI-CJ yang dirancanguntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di wilayah sekitar CCAI-CJ.Program ini dipilih berdasarkan pertimbangan potensi bahwa sebagian masyarakatmungkin bisa menggantungkan kegiatan pertaniannya dengan adanya lahankosong di area Deep Well. Coke Farm bertujuan untuk memberdayakankomunitas lokal di sekitar pabrik CCAI-CJ melalui pelatihan pertanian, sekaligusturut melestarikan lingkungan dengan menanam berbagai macam pohon untukpenghijauan.Selama ini CCAI-CJ belum pernah melakukan evaluasi untuk melihatsejauh mana pencapaian program CSR Coke Farm untuk pembangunan citranya.CCAI-CJ dalam setiap bulan dan tahunnya hanya membuat laporan Coke Farmsebagai berikut:Dengan tidak adanya evaluasi terhadap pembangunan citra, maka tidakada pula hasil dari seberapa besar pengaruh CSR Coke Farm terhadap citra yangdiperoleh.Evaluasi merupakan keharusan untuk setiap program atau kegiatan yangdilaksanakan PR untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program (Hadi, 2011:145). Dalam hal ini evaluasi yang dilakukan adalah untuk melihat pencapaianpembangunan citra dari program CSR yang dilakukan. Berdasarkan hasil evaluasiitu bisa diketahui apakah program bisa dilanjutkan, dihentikan, atau dilanjutkandengan melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Namun, dalam CSR perludiingat bahwa evaluasi bukan hanya dilakukan terhadap penyelenggaraan programatau kegiatannya belaka. Melainkan juga dievaluasi bagaimana sikap stakeholderyang terlibat terhadap organisasi yang berpengaruh terhadap citra. Jika dalampelaksanaannya tidak berpengaruh terhadap citra perusahaan, maka perludilakukan perbaikan untuk memodifikasi program menjadi lebih efektif sebagaialat komunikasi untuk membangun citra.Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengevaluasi sejauhmanaprogram CSR yang telah dilaksanakan dapat berpengaruh pada persepsi positifmasyarakat yang menjadi sasaran program terhadap citra CCAI-CJ.Penelitian ini menggunakan pemikiran tentang CSR untuk pembangunancitra yang menggambarkan bagaimana terbentuknya citra melalui CSR. Darikonsep triple botton line dalam CSR yang mengacu pada bidang sosial danlingkungan akan menghasilkan citra sosial dan citra ramah lingkungan. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan model evaluasiCIPP (context, input, process, product), yang nantinya bisa menunjukkanefektivitas program CSR Coke Farm untuk membangun citra.Penelitian ini dilakukan dengan melalui wawancara mendalam kepada PROfficer CCAI-CJ sebagai informan untuk menggali informasi mengenai prosesperencanaan hingga proses pengomunikasian CSR. Selain itu, dalam penelitian inijuga menggunakan dua jenis populasi, yakni masyarakat dan petani penggarapCoke Farm untuk mengukur bagaimana citra CCAI-CJ terbentuk di matastakeholder melalui program Coke Farm.Penelitian ini dilakukan dengan melalui wawancara mendalam kepada PROfficer CCAI-CJ sebagai informan untuk menggali informasi mengenai prosesperencanaan hingga proses pengomunikasian CSR. Selain itu, dalam penelitian inijuga menggunakan dua jenis populasi, yakni masyarakat dan petani penggarapCoke Farm untuk mengukur bagaimana citra CCAI-CJ terbentuk di matastakeholder melalui program Coke Farm.ISIDari hasil kuesioner menunjukkan bahwa citra sosial dari CCAI-CJ adalahcenderung negatif, citra ramah lingkungan juga menunjukkan hasil yangcenderung negatif. Sedangkan sikap responden terhadap CCAI-CJ adalah negatif.Dari hasil perolehan citra tersebut akan dijadikan ukuran untuk evaluasi, yangmana untuk membuktikan dari apa yang sudah PR lakukan dalam kinerjanyasebagai upaya untuk membangun citra dengan hasil yang didapatkan di lapangan.Jadi, ketika PR sudah melakukan upaya dengan melakukan tahapan-tahapandalam CSR tetapi citranya negatif, hal ini dianggap bahwa Coke Farm tidakefektif dalam membangun citra.Evaluasi yang dilakukan adalah menggunakan model CIPP, yang manadari masing-masing konsep dan tahapan dalam program CSR akandikelompokkan ke dalam context, input, process, dan product. Evaluasi yangdilakukan adalah untuk mengukur efektivitas program Coke Farm untukpembangunan citra. Sebab, kinerja PR akan mempengaruhi bagaimana citraterbentuk. Dalam Kolom CIPP, akan diberikan nilai 1 untuk kinerja PR yangsudah sesuai dengan ukuran efektivitas dan nol untuk yang tidak sesuai. Ukuranefektivitas dijadikan sebagai patokan untuk mengevaluasi program CSR CokeFarm, yang dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan PR untuk membangun citra.Sebab, kinerja PR akan mempengaruhi jalannya proses Coke Farm mulai daritahapan perencanaan sampai dengan reporting. Jalannya proses perencanaansampai dengan reporting yang baik itulah yang akan mempengaruhi bagaimanapembangunan citra untuk CCAI-CJ. Dari ukuran efektivitas tersebut, diberikannilai satu untuk kinerja PR yang sudah sesuai dengan ukuran efektivitas, dan nilainol untuk yang tidak sesuai. Hasilnya menunjukkan bahwa Coke Farm tidakefektif untuk membangun citra CCAI-CJ dengan jumlah keseluruhan nilai yanghanya mendapatkan 3 dari 30 indikator yang dibedakan dalam context, input,process, dan product. Banyak kinerja PR yang tidak sesuai dengan ukuranefektifitas. PR belum melakukan upaya-upaya untuk mengelola CSR Coke Farmsecara maksimal demi mencapai keberhasilan dalam pembangunan citra.Berikut ini adalah hasil evaluasi yang dibedakan ke dalam context, input, process,dan product:a. Context: PR CCAI-CJ sudah menjalankan CSR sesuai dengan konseptriple botton line dan menggunakan prinsip-prinsip CSR yang meliputisustainability, accountability, dan transparency dalam program CokeFarm. PR memaknai CSR dari sisi kehumasan, tetapi pada kenyataannyaPR tidak mampu menjalankan Coke Farm sesuai dengan konsep PR yangmemiliki tujuan untuk citra, ditunjukkan dengan PR yang tidak mencobaberinovasi untuk memodifikasi program Coke Farm yang dirancang pusatuntuk disesuaikan dengan wilayah beroperasinya CCAI-CJ, PR tidakmelakukan analisis stakeholder dan adanya latar belakang yang tidakcukup kuat karena tidak berdasarkan riset. PR juga tidak dapat mengelolakegiatan-kegiatan di Coke Farm dengan baik. Dari evaluasi untuk context,mendapatkan jumlah nilai 1, yang menunjukkan bahwa konsep dantahapan yang dilakukan untuk program CSR Coke Farm tidak efektifuntuk pembangunan citra CCAI-CJ.b. Input: PR tidak melakukan tahapan perencanaan yang meliputi awarenessbuilding, CSR assessment, dan CSR manual. PR juga tidak melakukananalisis masalah dan tidak menyediakan SDM yang handal untuk CokeFarm. PR bersikap pasif dengan hanya mengikuti perencanaan dari pusattanpa mencoba untuk berinisiatif melakukan tahapan perencanaan dananalisis masalah untuk disesuaikan dengan keadaan wilayah di CCAI-CJ.Dari evaluasi untuk input mendapatkan jumlah nilai 0, menunjukkanbahwa indikator yang dilakukan dalam input untuk program CSR CokeFarm tidak efektif untuk pembangunan citra CCAI-CJ.c. Process: PR tidak mengalokasikan budget untuk Coke Farm. PR tidakmenjalankan tanggung jawabnya secara maksimal, terlihat dari tidakadanya time schedule yang dibuat untuk periode tertentu sebagai panduanuntuk melaksanakan kegiatan, PR juga tidak melakukan salah satu tahapandalam implementasi yaitu internalisasi. PR tidak dapat mengelola danmenjalin komunikasi yang baik dengan petani karena masih terdapatkonflik yang terjadi yang terjadi. PR tidak melibatkan banyak stakeholderuntuk terlibat di dalam Coke Farm secara langsung. PR sudah melakukantahapan monitoring tetapi tidak mencoba melakukan perbaikan dari hasilmonitoring yang telah didapatkan. Tahapan reporting juga sudahdilakukan, akan tetapi PR tidak melakukan evaluasi untuk melihatkeberhasilan program dalam membangun citra. Dari evaluasi untukprocess mendapatkan jumlah nilai 1, menunjukkan bahwa indikator yangdilakukan dalam process untuk program CSR Coke Farm tidak efektifuntuk pembangunan citra CCAI-CJ.d. Product: Program CSR Coke Farm tidak mampu membangun citra positifCCAI-CJ, yang dikarenakan PR tidak mendayagunakan kemampuannyadengan memanfaatkan CSR sebagai alat komunikasi untuk pembangunancitra, PR tidak dapat menyampaikan pesan tentang citra yang inginditampilkan kepada stakeholder, yang ditunjukkan dengan rendahnyapengetahuan masyarakat tentang program-program CSR yang dijalankanCCAI-CJ dan rendahnya pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan yangterdapat di Coke Farm karenakan PR belum mampu memanfaatkansaluran-saluran komunikasi yang ada secara efektif. Selain itu, PR tidakdapat memanfaatkan output yang telah didapatkan untuk dijadikan sebagaisarana pembangunan citra melalui publisitas di media, Coke Farm tidakmendapat dukungan penuh dari masyarakat yang ditunjukkan dari sikapmasyarakat yang banyak negatif, masyarakat juga belum merasakanmanfaat sosial dan lingkungan dari Coke Farm. Pada akhirnya Coke Farmbelum mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan,sehingga Coke Farm tidak dapat mempengaruhi terbentuknya citra positifperusahaan dan tidak dapat memberikan manfaat bagi CCAI-CJ untukpembangunan citranya, ditunjukkan dengan citra sosial CCAI-CJ yangcenderung negatif dan citra ramah lingkungan yang juga cenderungnegatif. Dari evaluasi untuk product mendapatkan jumlah nilai 0,menunjukkan bahwa indikator yang dilakukan dalam product untukprogram CSR Coke Farm tidak efektif untuk pembangunan citra CCAICJ.PENUTUPPR CCAI-CJ tidak pernah melakukan evaluasi untuk melihat citra yangberhasil dibangun dari program CSR Coke Farm yang telah dijalankan. Citramerupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap praktisi PR. Dengan tidak adanyaevaluasi, PR CCAI-CJ tidak dapat mengetahui citra yang terbentuk di matastakeholder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif,yang melibatkan 40 responden dan satu orang informan yang merupakan PRCCAI-CJ. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui citra CCAI-CJmelalui pelaksanaan kegiatan CSR Coke Farm di kalangan stakeholder eksternal.Model CIPP adalah model dengan decision oriented evaluation, dimanapeneliti harus memberikan keputusan untuk program mengenai apakah programakan dihentikan, dilanjutkan, dan dimodifikasi. Untuk program Coke Farm ini,keputusan yang diambil adalah PR perlu melakukan modifikasi untuk programCoke Farm agar mendapatkan hasil yang efektif untuk pembangunan citra CCAICJ.Modifikasi untuk Coke Farm dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:1. PR sebaiknya menyediakan SDM yang handal untuk dibentuk dalamstruktur organisasi yang dikhususkan untuk Coke Farm agarpengelolaan dan pelaksanaan dapat terkontrol baik dengan adanyaSDM yang difokuskan untuk membantu PR dalam Coke Farm.2. PR sebaiknya menambahkan jumlah petani yang menjadi targetsasaran dari Coke Farm, karena pada saat ini jumlah yang menjaditarget sasaran masih tergolong sangat kecil. Dengan menambahkantarget sasaran akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakatyang sebagian merupakan petani.3. PR bisa melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut dalam beberapakegiatan yang dilakukan di Coke Farm, misalnya saja untuk kegiatanpelatihan dan penyuluhan tentang pertanian. Kegiatan tersebut bisadilakukan dengan mengajak banyak masyarakat sekitar yang bukanhanya petani penggarap Coke Farm saja. Dengan begitu masyarakatsekitar akan merasa dilibatkan dan mengurangi kecemburuan sosialyang ada.4. PR sebaiknya membuat jadwal kegiatan yang dikhususkan untukpetani untuk periode waktu tertentu, agar kegiatan yang dilakukanpetani dapat berjalan dengan jelas dan teratur sesuai dengan jadwalyang telah dibuat PR. Sebab, ketika petani tidak dijadwalkan untukdatang ke Coke Farm maka petani itu tidak akan setiap hari datanguntuk terus mengawasi tanamannya, dan PR menyatakan jika itukesalahan dari petani. Padahal itu juga merupakan kesalahan PR yangtidak membuat jadwal tetap bagi petani.5. PR bisa mengajak peserta plant visit ke lokasi Coke Farm untukmelihat langsung kegiatan yang ada di dalamnya sebagai upaya untukmengomunikasikan Coke Farm kepada publik, seperti yang telahdilakukan oleh Plant Coca-Cola di Bandung. Dengan mengajakpeserta plant visit ke lokasi Coke Farm akan menjadikan banyakorang yang mengetahui akan adanya Coke Farm.Penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa PR CCAI-CJ tidak bisamemanfaatkan CSR Coke Farm untuk kepentingan citra. CSR dijalankan hanyauntuk memenuhi kewajiban CCAI-CJ yang mana sebagai anak perusahaan harusmematuhi kebijakan dari pusat dan mematuhi peraturan perundang-undangan daripemerintah, tanpa melakukan upaya-upaya lebih lanjut sesuai dengan konsep PRuntuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan citra. Coke Farm yang telahdijalankan sejak tahun 2009 tidak mampu menghasilkan citra positif, dibuktikandari citra sosial CCAI-CJ yang cenderung negatif dan citra ramah lingkunganyang juga cenderung negatif. Coke Farm juga tidak mampu membuat masyarakatmempunyai sikap yang positif terhadap CCAI-CJ, yang ditunjukkan dengan sikapmasyarakat yang banyak negatif terhadap CCAI-CJ.Kesimpulan lain yang sekaligus merupakan kritik kepada PR CCAI-CJ,yakni PR CCAI-CJ tidak pernah melakukan riset untuk perencanaan programCoke Farm, semuanya hanya berdasarkan asumsi belaka. Citra yang terbentukdari program Coke Farm juga diketahui hanya berdasarkan asumsi PR belaka.Kondisi ini berbanding terbalik dengan dunia PR yang sesungguhnya, dimanapada setiap kegiatan harus diawali dengan riset untuk bisa menentukan masalahyang jelas dan spesifik. Selain itu, CSR yang seharusnya bisa dijadikan sebagaialat komunikasi untuk pembangunan citra, tidak dapat dimanfaatkan baik oleh PR.Coke Farm tampak berjalan sia-sia dengan tidak mampu menghasilkan penilaianyang positif dari stakeholder, dimana PR menjalankan program ini tidak secarasungguh-sungguh. Banyak tahapan penting yang seharusnya dilakukan namuntidak dilakukan. Pengelolaan program Coke Farm juga masih kacau, tidak adanyaSDM handal yang disediakan, banyak kegiatan yang tidak dijalankan, tidakmampu mengelola komunikasi yang baik sehingga masih sering menghasilkankonflik. Itulah beberapa contoh kecil yang sangat fatal apabila disepelekan olehseorang praktisi PR. Karena hal-hal tersebut juga akan turut mempengaruhikeberhasilan program. Keberhasilan program pada akhirnya akan berpengaruhterhadap terbentuknya citra positif perusahaan.DAFTAR PUSTAKAArafat, Wilson. (2006). Behind A Powerful Image : Menggenggam Strategi danKunci-kunci Sukses Menancapkan Image Perusahaan yang Kokoh. Yogyakarta :Penerbit Andi.Basuki, Sulistyo. (2006). Metoda Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.Cutlip, Center, dan Broom. (2006). Effectively Public Relations. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Djam’an Satori Dan Aan Komariah. (2009). Metode Penelitian kualitatif.Bandung: Alfabeta.F. Rachmadi. (1996). Public Relation dalam Teori dan Praktek. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama.Mardalis. (2004). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT.Bumi Aksara.Moleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT RemajaRosdakarya Offset.Mudrajat Kuncoro. (2001). Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnisdan Ekonomi. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.Mutofin. 2010. Evaluasi Program. Bandung: Laksbang Presindo.Soemirat, Soleh dan Elvirano Ardianto. (2003). Dasar-Dasar Public Relation.Bandung : Remaja Rosdakarya.Susanto, A.B. (2009). Reputation-Driven Corporate Social Responsibility,Pendekatan Strategic Management dalam CSR. Jakarta: Esensi Erlangga Grup.Patton, Michael Quinn. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: PustakaPelajar.Ruslan, Rosady. (2006). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Ruslan, Rosady. (1998). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi,konsepsi dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.Tashakkori, Abbas dan Charles Teddlie. (2010). Mixed Methodology. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Untung, Hendrik Budi. (2008). Corporate Social Responsibility. Jakarta : SinarGrafika.Wibisono, Yusuf. (2007). Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate SocialResponsibility). Gresik: Fascho Publishing.SkripsiIbrahim, Adi Kurnia. (2011). Strategi Public Relations PT TelekomunikasiIndonesia, Tbk. Dalam Program CSR Pembinaan Usaha Kecil. Skripsi. ProgramStudi Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Universitas Bina Nusantara.Kumalasari, Manik Andiani. (2010). Implementasi Program Community DialoguePlatform Sebagai Upaya Membangun Goodwill Antar Stakeholder untuk RealisasiPerencanaan Program Corporate Social Responsibility Komunitas Industri diKecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Skripsi. Program Studi IlmuKomunikasi. Semarang: Universitas Diponegoro.Majid, Paramita. (2012). “Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility(CSR) Terhadap Citra Perusahaan Pada PT. Hadji Kalla Cabang Sultan Alaudin,Makassar”. Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial danIlmu Politik. Makassar: Universitas Hasanuddin.
PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD"S KEPUTUSAN PEMBELIAN Martia Mutiara Tasuki; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.347 KB)

Abstract

PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD’S DAN CITRA PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata IJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Martia Mutiara TasukiNIM : D2C 005 183JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENGARUH TERPAAN KOMUNIKASI PEMASARAN MENU BREAKFAST MCDONALD’S DAN CITRA PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANABSTRAKMenu breakfast merupakan inovasi varian menu terbaru dari McDonald's Indonesia. Sebagai produk baru, menu breakfast McDonald's berusaha untuk memperoleh tempat dibenak masyarakat maka McDonald’s melakukan komunikasi pemasaran melalui berbagai media diantaranya melalui iklan, brosur, kupon berhadiah dan media display di setiap gerai McDonald’s. Dengan menggunakan merek McDonald’s menu breakfast McDonald’s telah menempatkan posisinya di benak konsumen. Kemudian keputusan pembelian pun dibuat.Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s dan citra produk terhadap keputusan pembelian. Dengan mengacu pada teori advertising exposure process dan teori perilaku konsumen. Tipe penelitian ini adalah eksplanatori. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode accidental sampling yaitu sebanyak 50 orang responden. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan regresi logistik.Berdasarkan hasil perhitungan, variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s ( X1 ) masuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 58%, variabel citra produk (X2) masuk dalam kategori baik dengan persentase sebanyak 70%, dan variabel keputusan pembelian (Y) masuk dalam kategori “ya” atau tinggi dengan persentase sebesar 66%. Adapun hasil pengujian hipotesa menunjukkan bahwa variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Sedangkan variabel citra produk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap vaeriabel keputusan pembelian (Y) dengan nilai signifikansi 0,012 dan nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346.Kata kunci : Terpaan Komunikasi Pemasaran, Citra Produk, Keputusan Pembelian.THE EFFECTS OF MCDONALD’S BREAKFAST MENU MARKETING COMMUNICATIONS EXPOSURE AND PRODUCT IMAGE TOWARDS THE PURCHASED DECISIONABSTRACTBreakfast menu is the latest variant of the innovation of McDonald's Indonesia. As a new product, McDonald's breakfast menu is trying to obtain a community then dibenak McDonald's doing marketing communications through a variety of media including advertising, brochures, through the lottery and the display in every media outlet McDonald 's. By using the brand McDonald's McDonald's breakfast menu has put his position in the minds of consumers. Then any buying decision is made. The purpose of this research is to know the influence of exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications and product imagery to the purchasing decision. With reference to the theory of advertising exposure process and theory of consumer behavior. This research type is eksplanatori. Sampling is performed using the method of accidental sampling that is as much as 50 people responden. While the data collection technique using observations with the questionnaire. Data processing techniques using logistic regression. Based on the results of the calculation, variable exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications (X 1) belongs to the category of low percentage of 58, with variable image products (x 2) belongs to the category either by percentage as much as 70, the purchase decision and variable (Y) belongs to the category 'Yes' or high with a percentage amounting to 66. As for the hypothesis test results indicating that the variable exposure to McDonald's breakfast menu of marketing communications (X 1) has no significant influence on the buying decision variable (Y). While the image of the products variable (x 2) have a significant influence on the buying decision vaeriabel (Y) with the value of the significance and value of 0.012 Exp (B) from X 2 of 1,346.Keywords: exposure to marketing communications, Product Image, purchase decisions.BAB IPENDAHULUAN Latar BelakangMcDonalds Indonesia mengadopsi menu breakfast untuk menjawab rasa bosan pelanggan dengan menu-menu yang sudah ada selama ini. Hal ini juga untuk memenuhi keinginan pelanggan agar menu McDonald’s yang terdapat di luar Indonesia kini dapat dinikmati pula di Indonesia. Menu sarapan ini disajikan sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 11.00 siang. Harga yang ditawarkan cukup beragam sekitar Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per paket. (http://medantalk.com/may/19/2011//McD Indonesia Luncurkan Menu Baru/htm).Untuk itu McDonald’s melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan bidang pemasaran atau juga bisa disebut dengan promosi. Berbagai hal dilakukan mulai dari iklan, brosur, banner, kupon berhadiah, dan lain sebagainya. Semua ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat bahwa McDonalds memiliki varian produk baru yaitu menu breakfast atau menu sarapan pagi. Tidak hanya mengenai produk, masyarakat juga perlu diberikan informasi mengenai waktu yang ditetapkan untuk menjumpai menu breakfast.Berdasarkan data sales selama bulan April, Mei, dan Juni pencapaian penjualan menu breakfast baru menunjukkan angka 11% dari 18% yang ditargetkan. Pencapaian penjualan tidak bergerak jauh dari angka 11%. Perumusan MasalahSelama tiga bulan setelah diluncurkan persentase pembelian tidak beranjak jauh dari level 11%. Dari target sebesar 18%, angka 11% tentunya berada pada tingkatan yang rendah. Berdasarkan data talk to customer LSM (local store marketing) McDonald’s Ciputra Semarang, yang diambil melalui pendapat pelanggan (customer feedback), sebagian besar konsumen belum mengetahui keberadaan produk breakfast, menu yang terdapat di dalamnya dan promo yang sedang berlangsung. Data yang diperoleh selama tiga bulan terakhr yaitu Juni, Juli, dan Agustus 2011 menunjukkan dari 300 orang konsumen per bulan yang dimintai pendapatnya, hanya sebesar 35% konsumen yang mengetahui mengenai menu breakfast dan promosi menu breakfast yang sedang berlangsung.Namun, permasalahan di atas seperti jumlah konsumen dan pencapaian hasil penjualan bukanlah merupakan fokus dalam penelitian ini. Batasan dari penelitian ini adalah data hasil penjualan dan jumlah konsumen atau transaksi yang terjadi, digunakan sebagai tolok ukur dari sikap konsumen berupa perilaku atau tidakan pembelian. Keputusan pembelian dalam penelitian ini merupakan efek dari komunikasi yang dilakukan oleh McDonald’s Ciputra semarang kepada masyarakat. Fokus permasalahan terdapat pada efek komunikasi yang dilakukan. Efek yang dirasakan masih kurang atau masih rendah dari yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari datasales volume dan persentase pencapaian hasil penjualan menu breakfast yang dicapai oleh McDonald’s Ciputra Semarang. Tujuan PenelitianUntuk mengetahui pengaruh terpaan kegiatan komunikasi pemasaran mengenai menu breakfast di McDonald’s dan citra produk terhadap keputusan pembelian.BAB IIHASIL PENELITIAN Kerangka Teori1. Pengaruh Terpaan Komunikasi Pemasaran Terhadap Keputusan PembelianTeori yang digunakan dalam penelitian ini yang menghubungkan antara variabel terpaan komunikasi pemasaran terhadap keputusan pembelian adalah teori Advertising Exposure Process. Di dalam teori ini dikatakan bahwa apabila konsumen terkena terpaan iklan maka akan tercipta perasaan dan sikap tertentu terhadap merek yang kemudian akan menggerakan konsumen untuk membeli produk. Berdasarkan teori advertising exposure process tahapan pembentukan keputusan pembelian ialah pertama, terpaan iklan dapat menciptakan terjadinya brand awareness dalam benak konsumen, lalu konsumen juga akan mengetahui keuntungan dan sifat dari brand tersebut. Kedua, terpaan iklan juga dapat menciptakan citra dari brand tersebut. Ketiga, terpaan iklan dapat mengasosiasikan sesuatu dengan merek (brand association) dan keempat terpaan iklan dapat juga menciptakan kesan bahwa brand disukai oleh lingkungan sekitar kita. Semua efek ini mengakibatkan perubahan sikap tertentu yang berakhir pada terciptanya keputusan pembelian. Terpaan terhadap informasi sangat penting untuk proses interpretasi konsumen,2. Pengaruh Citra Produk terhadap keputusan pembelianTeori yang digunakan dalam penelitiaan ini yang mengaitkan antara variabel citra produk dan variabel keputusan pembelian adalah teori yang diungkapkan oleh Schiffman and Kanuk yaitu teori perilaku konsumen. Teori ini adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha dan energi). Perilaku konsumen menurut Winardi (dalam Sumartono, 2002:97) Menurut Assael (Sutisna, 2002 : 6), salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen adalah konsumen individual. Artinya pilihan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu dipengaruhi oleh hal-hal yang ada pada diri konsumen. Hipotesis1. Hipotesis mayorHipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast di McDonald’s dan citra produk di benak masyarakat terhadap keputusan pembelian .2. Hipotesis MinorTerdapat pengaruh terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast di McDonald’s terhadap keputusan pembelian dan terdapat pengaruh citra produk terhadap keputusan pembelian. Populasi dan SampelPopulasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengetahui mengenai Mc Donald’s atau mereka yang pernah membeli produk yang dipasarkan oleh McDonald’s dan memiliki rentang usia antara 17-50 tahun. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan teknik non probability sampling dengan cara purposive accidental sampling. MetodologiAlat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan metode survey dan teknik analisis kuantitatif. Temuan penelitian1. Berdasarkan hasil pengolahaan kuesioner, ditemukan bahwa frekuensi variabel terpaan komunikasi pemasaran berada dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang dilakukan McDonald’s masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari skor yang diperoleh jawaban responden mengenai komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s tergolong dalam kategori rendah.2. Melihat dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa variabel citra produk berada dalam kategori baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden menilai menu breakfast McDonald’s baik dari segi bahan, kualitas, manfaat, dan harga produk. Oleh karena itu citra yang muncul dalam benak konsumen adalah baik.3. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, responden yang memutuskan untuk membeli produk menu breakfast McDonald’s adalah sebanyak 33 responden atau 66%. Hakl tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden dapat menerima keberadaan produk dan mau membeli produk menu breakfast McDonald’s.4. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi logistic melalui SPSS. Sebelum teknik ini digunakana maka perlu dilakukan Goodness of fit untuk mengetahui apakah model ini dapat digunakan dalam penelitian ini. Pada pengolahan data dengan model Hosmer and Lemeshow test diperoleh nilai Sig = 0,394 > 0,05 yang berarti bahwa hipotesis H0 diterima sehingga dapat dipastikan bahwa terdapat minimal satu variabel independen yang berpengaruh dan model regresi logistik tersebut layak dipakai.5. Hasil uji hipotesis mayor : Berdasarkan pada Tabel Hosmer and Lemeshow dapat diketahui bahwa secara bersama-sama variabel X1 dan X2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Adapun pengaruhnya yaitu sebesar 25,9 %. Hal tersebut dapat diartikan bahwa secara bersama-sama terpaan komunikasi pemasaran dan citra produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 25,9 %.6. Pada tabel Variables in the Equetion, dapat dilihat nilai Sig X1 = 0,085 > 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis H0 diterima atau dengan kata lain variabel X1 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Y. dengan demikian dapat dikatakan variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.7. Pada tabel Variables in the Equation, nilai Signifikansi X2 = 0,012 < 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis H0 ditolak atau dengan kata lain variabel X2 berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Y. Kemudian, dengan melihat nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346 memiliki arti bahwa jika citra produk terus dipertahankan atau ditingkatkan maka masyarakat yang memutuskan untuk melakukan pembelian adalah 1,346 kali lebih banyak dari yang tidak melakukan pembelian. Dengan kata lain, kenaikan nilai variabel X2 berpengaruh terhadap variabel Y. Semakin besar nilai variabel X2 maka semakin besar nilai variabel Y. dapat pula disimpulkan semakin baik citra produk dibenak masyarakat maka semakin banyak masyarakat yang memilih untuk membeli produk menu breakfast McDonald. Begitu sebaliknya jika citra produk semakin buruk maka masyarakat yang memilih membeli produk menu breakfast McDonald’s semakin sedikit.8. Hasil analisis penulis adalah melihat data mengenai terpaan komunikasi pemasaran dimana terlihat terpaan komunikasi pemasaran dalam posisi yang rendah, maka dapat dikatakan bahwa teori advertising exposure process tidak dapat diterapkan dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terpaan kominikasi pemasaran tidak mempengaruhi secara signifikan keputusan masyarakat untuk membeli produk menu breakfast Mc.Donald’s. Hal ini menunjukkan bahwa yang menggerakkan konsumen untuk membeli produk tidak hanya terpaan komunikasi pemasaran. Ada unsur lain sebagai penggeraknya. Seperti yang tertuang dalam teori lingkungan informasi pembeli. Teori ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat memutuskan membeli sesuatu atau memakai suatu produk tidak hanya berdasarkan iklan yang menerpanya. Dalam kenyataanya terdapat berbagai sumber informasi non iklan yang mungkin saja berdampak lebih luas dan positif dalam menentukan pengambilan keputusan terhadap produk, diantaranya adalah :a. Pengalaman pribadi pembelib. Komunikasi antar pribadi dalam jaringan keluargac. Berita media massa yang laind. Kredibilitas konsumene. Perusahaan saingannyaf. Kredibilitas media yang digunakan dalam masyarakatg. Lingkungan informasi yang beragam tentang produkh. Kegiatan personal selling, promotion, sales dan sejenisnyai. Informasi persaingan harga yang diperoleh dari media non massa.Berdasarkan teori tersebut, keputusan pembelian dipengaruhi oleh banyak faktor dari mulai diri si pembeli sendiri hingga lingkungan dimana si pembeli berada. Maka ketika terpaan komunikasi rendah, dalam penelitian menunjukkan bahwa pembeli atau masyarakat yang memilih untuk membeli produk jumlahnya justru diatas 50% dari jumlah responden. Namun, bagi McDonald’s hal ini tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan volume penjualan. Sebagai perusahaan tentunya McDonald’s menargetkan tingkat volume penjualan yang lebih tinggi lagi. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi McDonald’s dan teori yang telah disebutkan dapat menjadi acuan dalam menentukan kebijakan.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara variabel citra produk dan variabel keputusan pembelian berjalan dengan berbanding lurus yaitu ketika citra produk meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat pula. Penelitian ini sesuai dengan teori yang diungkapkan sebelumnya yaitu, teori perilaku konsumen. Teori ini adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha dan energi).BAB IIIPENUTUP Kesimpulan1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel x dan y yaitu terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonalds dan citra produk terhadap keputusan pembelian. Pengaruhnya sebesar 25,9%.2. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara variabel terpaan komunikasi pemasaran menu breakfast McDonald’s dengan keputusan pembelian.3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel citra produk dengan keputusan pembelian dengan nilai Exp(B) dari X2 sebesar 1,346 Keterbatasan PenelitianKeterbatasan dalam penelitian ini adalah jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel yang belum dapat mewakili populasi secara pasti, hal ini dikarenakan populasi dalam penelitian ini tidak terhingga jumlahnya sehingga membuat peneliti kesulitan untuk menentukan secara tepat jumlah sampel yang dibutuhkan dan penggunaan teknik sampel yang digunakan. SaranBerdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut1. McDonald’s menggunakan komunikasi pemasaran untuk membentuk dan menjaga citra produk di benak masyarakat. Citra positif yang ada sangat perlu untuk dijaga. Untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang memberikan citra positif terhadap produk maka perlu dilakukan komunikasi pemasaran yang lebih intens lagi agar masyarakat semakin diterpa oleh informasi-informasi yang terkait dengan produk, kemudian memberi penilaian positif hingga akhirnya membeli produk. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilihan media baik elektronik dan cetak yang tepat. Dalam hal ini perlu diperhatikan kesesuaian segmentasi media dengan segmentasi produk. Pastikan media yang digunakan memiliki jangkauan yang luas dan mudah diakses oleh masyarakat. Media lain yang digunakan adalah brosur dan kupon berhadiah, tingkatkan penyebaran brosur dan kupon berhadiah dengan pemerataan distribusi dan penyebaran yang lebih intens. Hal ini dapat dilakukan dengan mengerahkan karyawan untuk menyebarkan brosur dan kupon berhadiah di area mall, memastikan ketersediaan brosur dan kupon berhadiah di store McDonald’s dan tenant-tenant yang bekerjasama dengan McDonald’s serta mengerahkan karyawan delivery service untuk melakukan penyebaran langsung kepada masyarakat seperti di perumahan, sekolah, kantor, maupun traffic light. Penggunaan media display dalam store juga perlu diperhatikan, menggunakan tampilan yang menarik dan informasi mengenai produk dengan singkat dan jelas akan membantu masyarakat untuk mengingat display tersebut.2. Mempertahankan kualitas produk untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam mengkonsumsi produk juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan yang berkualitas dan tidak mengurangi takaran bahan yang diperlukan, senantiasa menjaga kebersihan baik bahan, alat, maupun karyawan, dan menjaga keamanan produk dengan tidak menggunakan zat-zat berbahaya. Menjaga kualitas produk berarti mewujudkan apa yang menjadi citra positif produk dalam benak masyarakat.DAFTAR PUSTAKAFill, Chris. 1995. Marketing Communication Frame Works. London: Prentice HallFraenkel, J. dan Wallen, N. 1993. How To Design and Evaluate Research in Education. 2nd ed. New York: McGraw-Hill Inc.Jefkins, Frank. 1995. Periklanan edisi 3. Jakarta: Erlangga.Kasali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kasali, Rhenald. 1995. Manajemen Periklanan: Konsep dan Aplikasinya diIndonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 1997. Dasar-dasar Pemasaran Principles ofMarketing edisi ketujuh jilid 3. Jakarta: Prenhelindo.Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Littlejohn, Stephen W, 2005, Theories of Human Communication, eighth edition,Thomson Learning Inc., Wadsworth, Belmont, USA.Mowen, John C dan Minor, Michael. 2002. Perilaku Konsumen edisi kelima jilid1. Jakarta: Erlangga.Mulyodiharjo, Sumartono. 2002. Terperangkap Dalam Iklan. Bandung: Alfabeta.Rakhmat, Jalaluddin. 1992. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.Rakhmat, Jalaludin. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. (ed).1989. Metodologi Survey. Jakarta:LP3ESSoemirat, Soleh dan Elvinaro, Ardianto. 2008. Dasar-dasar Public Relation.Bandung: Remaja Rosdakarya.Sutisna, 2002. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran.Bandung:PT. Remaja RosdakaryaSwasta, Bayu. 1993. Manajemen Penjualan. Yogyakarta: Universitas Gajamada.Tjiptono, Fandy, dkk. 2008. Pemasaran Strategik. Yogyakarta: Andi Offset.Yamin, Sofyan dan Kurniawan, Heri. 2009. SPSS complete, Teknik AnalisisStatistik Terlengkap Dengan Software SPSS. Jakarta: Salemba Infotek.Millah, S. McD Indonesia Luncurkan Menu Baru. 2011.(http://medantalk.com/may/19/2011//McD Indonesia Luncurkan MenuBaru/htm). Diakses tanggal 12 September 2011 pukul 11.01 WIB.Harian Medan Bisnis. 2011. McDonald’s Tambah 4-5 Gerai Mandiri Baru di2011. (http//harianmedanbisnis.com//McDonald's Tambah 4-5 GeraiMandiri Baru di 2011). Diakses tanggal 9 September 2012 pukul 12.48WIB.Republika. 2011. Sarapan Pagi di Mcd.(http//republika-online.com//sarapan-pagidi-mcd//4-7-2011). Diakses tanggal 11 September 2011 pukul 07.28 WIB.Depari, Fidelia. 2011. KFC Luncurkan Menu Breakfast. (http//food.ghiboo.com/).Diakses 11 September 2011 pukul 12.00 WIB.McDonald’s. 2010. Our Company Inclision and Diversity.(http://www.aboutmcdonalds.com/mcd). Diakses 9 september 2011 pukul10.38 WIBPrayogo, Oginawa. 2011. Tepis Kabar Produk Jualannya Tidak Sehat. McdIndonesia Luncurkan Menu Baru. (http://industri.kontan.co.id/news/).Diakses tanggal 11 September pukul 07. 30 WIB.www.mcdonalds.co.id
Hubungan Terpaan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Kementerian Perhubungan di Televisi dan Interaksi Peer Group dengan Perilaku Tertib Berlalu Lintas Pelajar dan Mahasiswa Semarang Jimmy Fachrurrozy; Nurist Surayya Ulfa; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.38 KB)

Abstract

Mahasiswa dan pelajar merupakan cerminan masyarakat, menjadikanmahasiswa dan pelajar sebagai kalangan yang seharusnya dapat menjadi tauladanyang baik. Peraturan lalu lintas merupakan aturan dalam berkendara yangditetapkan oleh pihak terkait seperti kepolisian lalu lintas, dimana jika terjadipenggaran maka pihak yang melanggar akan dijatuhi hukuman (sanksi) hukumyang sudah di tetapkan demi keselamatan bersama. Di kota Semarangpelanggaran lalu lintas masih di dominasi oleh kalangan terdidik (mahasiswa danpelajar) yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik untuk masyarakatluas. Disinilah peran penegak aturan lalu lintas dan juga orang-orang yang adadisekitar individu tersebut dapat memengaruhi perilaku dalam berlalu lintas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi dan interaksi peer groupdengan perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Dasarpemikiran yang digunakan adalah Teori dependensi efek komunikasi massa dansocial learning theory. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non randomsampling dengan metode accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 50responden yang merupakan pelajar dan mahasiswa yang ada di simpang lima kotaSemarang.Analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson dengan bantuanSPSS. Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa terpaan sosialisasi tertib lalulintas Kementerian Perhubungan di televisi menunjukkan hasil yang signifikandengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan berhubungan positif terhadap perilakutertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan uji hipotesiskedua menunjukkan bahwa interaksi sosial peer group menunjukkan hasil yangsignifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan berhubungan positifterhadap perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang.Kesimpulan dari uji hipotesis pertama ini adalah semakin tinggi terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi maka semakin tinggi (baik)perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan untukhipotesis kedua semakin tinggi interaksi sosial peer group maka perilaku tertibberlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang akan semakin tinggi (baik).Saran peneliti adalah pihak pihak terkait lalu lintas dapat mendekati peergroup yang memiliki keterkaitan erat atau dekat dengan kegiatan berkendarasehari-hari. Hal ini dikarenakan jika peer group individu memiliki kesan positifakan tindakan melanggar lalu lintas, maka individu di dalamnya akan cenderunguntuk melakukan perilaku melanggar lalu lintas disadarinya maupun tidak.
Pengaruh Terpaan Promosi Reksadana dan Terpaan Komunikasi Keluarga mengenai Keuangan terhadap Minat Berinvestasi Reksadana Amrina Rida Hapsari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 9, No 2: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of reksadana (mutual fund) promotional exposure and family financial communication exposure on investment intention in reksadana (mutual fund). This study used quantitative-explanative research methods. The data collection used non-probability sampling with a total sample 50 respondents. The theory used are Cognitive Response Approach and Reference Group Theory. Data analysis for the hypothesis used simple linear regression analysis. Results of the analysis showed that the reksadana promotional exposure variable had 0.000 of significance value, so that means there is an effect of reksadana promotional exposure (X1) on investment intention in reksadana (Y). While the results of the analysis showed that family financial communication exposure variable had 0.190 of significance value, that means there is no effect of family financial communication exposure (X2) on investment intention in reksadana (Y).
Produser Produksi Program Acara Berita Feature “Di Balik Nama” Di Cakra Semarang TV Imam Muttaqin; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.945 KB)

Abstract

Sampai saat ini, isu mengenai sejarah masih menjadi tema yang membosankan untuk diperbincangkan. Berangkat dari alasan tersebut, program acara “Di Balik Nama” mencoba memberikan informasi mengenai sejarah namun dengan konten yang lebih kreatif dan menghibur yang dikemas dengan gaya news feature. Kemasan news feature dipilih atas dasar penyajian konten inforrmasinya disampaikan secara ringan dan informasi yang disajikan tidak mudah basi. Program acara “Di Balik Nama” bercerita mengenai asal-usul terbentuknya sebuah nama baik nama dari sebuah kawasan, tradisi, maupun kuliner yang ada di kota Semarang dan sekitarnya. Penayajiannya menggunakan narasi yang efektif dengan didukung visual yang menarik. Program ini tayang setiap hari Jumat jam 19.00 WIB di stasiun televisi Cakra Semarang TV dengan durasi tayang selama 24 menit. Dalam setiap episode, program acara “Di Balik Nama” terdiri atas tiga segmen dengan tiga tema berbeda di setiap segmennya.“Di Balik Nama” merupakan sebuah karya bidang yang dikerjakan oleh empat orang mahasiswa dengan pembagian jobdesk yang berbeda, antara lain sebagai produser, program director, video editor, campers, script writer, dan pengisi suara. Pada laporan ini akan membahas mengenai tugas dan tanggung jawab posisi seorang produser, program director, video editor, dan juga campers mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca produksi.
Hubungan Antara Terpaan Tweet Iklan pada Akun Twitter @infotembalang dan Brand Awareness @CalzoneUp dengan Minat Beli Masyarakat Sofi Kumala Fatma; Tandiyo Pradekso; Djoko Setiabudi
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.007 KB)

Abstract

NAMA : SOFI KUMALA FATMANIM : D2C009113JUDUL : HUBUNGAN ANTARA TERPAAN TWEET IKLAN PADAAKUN TWITTER @INFOTEMBALANG DAN BRANDAWARENESS @CALZONEUP DENGAN MINAT BELIMASYARAKATABSTRAKPemanfaatan media sosial khususnya Twitter saat ini bukan hanya sebagai saranaberkomunikasi, melainkan juga sebagai media untuk keperluan pemasaran.@infotembalang di sini merupakan salah satu dari sekian banyak akun Twitteryang banyak dilirik brand lokal, yang digunakan untuk menawarkan produkmereka. Salah satu brand lokal yang menggunakan jasa @infotembalang yaitu@CalzoneUp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tweetiklan pada akun Twitter @infotembalang dan brand awareness @CalzoneUpdengan minat beli masyarakat.Adapun variabel yang diteliti adalah terpaan tweet iklan sebagai variabelindependen (X), brand awareness sebagai variabel intervening (Z) dan minat belisebagai variabel dependen (Y). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaituTeori Advertising Exposure dan Hierarchy of Effect Model. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif(eksplanatory), dimana data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Data primer diperoleh melalui survei dengan menggunakan kuesioner yangdisebarkan kepada 100 responden dengan teknik random sampling. Untukmenjawab permasalahan yang terdapat dalam perumusan masalah, penelitian inimenggunakan Uji Korelasi Rank Kendall sebagai teknik analisis data.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa banyak responden mendapatterpaan rendah dan tidak mengetahui tentang brand @CalzoneUp. Kurangnyapemanfaatan “jam publik” diduga menjadi penyebab mengapa respondenmendapat terpaan rendah dan tidak mengetahui tentang brand. Meskipundemikian, responden memiliki minat beli yang tinggi terhadap brand. Hal inididuga dipengaruhi oleh faktor lain di luar terpaan tweet iklan yang tidak dapatdijelaskan dalam penelitian ini. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapathubungan yang positif antara terpaan tweet iklan dengan brand awareness. Begitupula dengan hubungan antara brand awareness dengan minat beli, terdapathubungan yang positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi terpaantweet iklan maka brand awareness akan semakin tinggi, dan semakin tinggi brandawareness maka minat beli pun akan semakin tinggi.Kata kunci: twitter, media sosial, terpaan tweet iklan, brand awareness, minatbeli.NAMA : SOFI KUMALA FATMANIM : D2C009113JUDUL : THE CORRELATIONS BETWEEN ADVERTISINGTWEET EXPOSURE ON @INFOTEMBALANG TWITTERACCOUNT AND @CALZONEUP’S BRAND AWARENESSWITH PUBLIC BUYING INTERESTABSTRACTThe use of social media especially Twitter today is not only for communication,but it is also used as a medium for marketing purposes. @infotembalang is one ofmany Twitter accounts that local brand ogled as a medium that can be used tooffer their products. One of those local brands is @CalzoneUp. The purposes ofthis study are to determine the correlations between advertising tweet exposure on@infotembalang Twitter account and @CalzoneUp’s brand awareness with publicbuying interest.The variables are advertising tweet exposure as an independent variable (X),brand awareness as intervening variable (Z), and buying interest as the dependentvariable (Y). The theories used in this study are Advertising Exposure Theory andHierarchy of Effect Model. This study uses quantitative method with explanatoryresearch, that uses primary and secondary data. Primary data is obtained by asurvey using questionnaire that is distributed to 100 respondents by probabilityrandom sampling. To answer the issues contained in the statement of the problemin this study, it uses Rank Kendall Correlations as data analysis technique.Based on this research, it is known that many respondents received lowexposure and did not know about the brand of @CalzoneUp. The lack of the useof "public hours" is suspected to be the cause why the respondent gets lowexposure and do not know about the brand. Nonetheless, respondents have highbuying interest towards the brand. They presume it is influenced by other factorsoutside advertising tweets exposure that can not be explained in this study. Theresults of correlation test showed that there is a positive relationship betweenadvertising tweets exposure with brand awareness. Similarly, the relationshipbetween brand awareness with buying interest, a positive relationship exists. Itcan be concluded that the higher of advertising tweet exposure, the brandawareness will be higher, and the higher the brand awareness, then buying interestwill be higher.Keywords: twitter, social media, advertising tweet exposure, brand awareness,buying interestPENDAHULUANSosial media merupakan media online yang awalnya berfungsi untukmembuat penggunanya dapat saling berbagi informasi. Di ranah media baru,terdapat beberapa situs social media yang kontennya diciptakan dandidistribusikan melalui interaksi sosial. Sosial media bisa diterjemahkan menjadikomunikasi dari banyak orang ke banyak orang sejak penggunanya jugamerupakan sumber konten informasi (Straubhaar, LaRose, Davenport, 2012: 20).Seiring berjalannya waktu, sosial media juga turut serta berperan dalampemasaran produk. Sosial media yang saat ini sedang banyak digunakan untukaktivitas pemasaran yaitu twitter. Berdasarkan data pada Tahun 2012 lalu(http://semiocast.com/publications/2012_07_30_Twitter_reaches_half_a_billion_accounts_140m_in_the_US), Indonesia menjadi negara ke-5 dengan jumalahpengguna twitter terbanyak, di bawah US, Brazil, Jepang, dan Inggris.Melihat keadaan tersebut tentunya Twitter menjadi sosial media yangpotensial untuk mengembangkan pemasaran produk. Di Indonesia, beberapabrand besar yang telah menggunakan Twitter sebagai salah satu media promosiyaitu Nutrisari (@NutrisariID), Acer (@acerID), dan XL (@XL123). Tak hanyabrand besar, bahkan usaha yang baru berkembang pun dapat menjadi besar karenakeberadaan Twitter, seperti yang terjadi pada bisnis camilan keripik pedas, Maicih(@infomaicih). Meskipun telah menggunakan twitter sebagai media promosi dankomunikasi kepada konsumen, beberapa brand juga menggunakan fasilitas tweetberbayar menggunakan akun-akun yang dianggap sebagi influencer atau buzzer.Tweet berbayar atau dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan paid to tweetmerupakan suatu istilah bagi tweet yang mengandung konten promosi suatu merektertentu.Salah satu akun twitter yang menjadi influencer di Semarang yaitu@infotembalang. Akun ini memiliki followers 15.655 (17 Juli 2013), memilikifokus untuk menyebarkan informasi yang secara khusus berkaitan dengan daerahTembalang serta secara umum berkaitan dengan Kota Semarang. Selain memilikiakun di twitter, @infotembalang juga hadir dalam bentuk web yaituwww.infotembalang.co serta majalah yang terbit setiap bulan dan dibagikansecara gratis. Informasi yang disebarkan oleh @infotembalang yaitu mulai darilalu lintas, event, cuaca, hingga pertanyaan-pertanyaan acak dari followers-nyayang ada di sekitaran Tembalang.Lokasi Tembalang yang dikenal sebagai kawasan kampus membuatsekitaran Tembalang banyak muncul usaha-usaha baru yang sedang berkembang.Hal inilah yang kemudian juga dimanfaatkan oleh @infotembalang. Melalui akuntwitternya, @infotembalang, menginformasikan kepada followers-nya tentangtempat-tempat yang ada di Tembalang, di antaranya cafe, boutique, counterhandphone, bahkan hingga berbagai info kos, kotrakan, dan lowongan kerja yangada di Tembalang.Setiap harinya @infotembalang memberikan tweet promo/iklan untuksekitar 2-3 produk. Tweet ini menyangkut tentang menu, lokasi produk, sertapromo-promo terbaru yang diberikan oleh produk tersebut. Tentunya terpaantweet promo melalui akun @infotembalang akan berhubungan pada pengetahuanfollowers-nya terhadap produk yang diiklankan. Pengetahuan ini mencakup dalambrand awareness yaitu kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali ataumengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produktertentu (Rangkuti, 2004:39). Brand awareness merupakan bentuk palingsederhana dari pengetahuan akan suatu merek yang merupakan kesadarankonsumen akan suatu merk. kemampuan ini menyangkut bagaimana dariseseorang yang merupakan calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali(recognize) suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk. Brandawareness merupakan ukuran eksistensi merek dibenak pelanggan yangmencakup brand recognition (merek yang pernah diketahui pelanggan, brandrecall (merk yang diingat pelanggan untuk suatu kategori produk tertentu), top ofmind (merk pertama yang disebut pelanggan terhadap suatu kategori produktertentu, hingga dominant brand (satu-satunya merk yang diingat pelanggan)(Aaker, 1991:61).Sebagai kawasan kampus yang padat dengan mahasiswa, usaha rumahmakan menjadi usaha yang dominan di Tembalang. Segala menu tersedia, mulaidari menu Indonesia, oriental, hingga menu western. Melihat banyaknya usahatempat makan, tentunya penting bagi pengusaha untuk meningkatkan pengetahuanpelanggannya tentang produknya. Brand awareness yang tinggi akan berpengaruhkepada minat beli bahkan kepada pembelian karena pembeli cenderung akanmembeli produk dengan merk yang telah dikenalnya (Durianto, Sugiarto, &Sitinjak, 2004: 54).Adanya terpaan tweet iklan melalui @infotembalang ditambah denganbrand awareness yang dimiliki seseorang, tentunya akan mengarah padapembelian. Sebelum proses pembelian ini terlaksana, terlebih dulu timbulkeinginan dari dalam diri seseorang untuk membeli suatu produk yang disebutdengan minat beli. Minat beli adalah keinginan seseorang untuk membeli terhadapsuatu produk timbul karena adanya dasar kepercayaan terhadap produk yangdiiringi dengan kemampuan untuk membeli produk. Selain itu, minat beliterhadap suatu produk juga dapat terjadi dengan adanya pengaruh dari orang lainyang dipercaya oleh calon konsumen. Minat beli juga dapat timbul apabilaseorang konsumen merasa sangat tertarik terhadap berbagai informasi seputarproduk yang diperoleh melalui iklan, pengalaman orang yang telahmenggunakannya, dan kebutuhan yang mendesak terhadap suatu produk(Simamora, 2001:106).Penelitian ini menggunakan teori Advertising Exposure (Aaker, Batra &Myers, 1996:48), dimana apabila audiens terkena terpaan iklan maka akanmenciptakan perasaan dan sikap tertentu terhadap merek yang kemudianmenggerakkannya untuk membeli produk. Teori ini menunjukkan proses yangterjadi setelah konsumen mengalami terpaan iklan. Proses yang terjadi adalahpertama, terpaan iklan akan menciptakan brand awareness dalam benak audiensyang membuat konsumen merasa familiar. Kedua, audiens akan mendapatkaninformasi mengenai keuntungan, sifat atau atribut dari merk. Ketiga, melaluipenggunaan berbagai eksekusi, iklan dapat menciptakan image terhadap merek,yang disebut brand personality. Keempat, iklan akan menghasilkan perasaankepada audiens untuk mengasosiakan sesuatu terhadap merk (brand asosiation).Kelima, iklan dapat menciptakan kesan bahwa merek disukai oleh reference groupaudiens. Kelima proses ini dapat menciptakan perasaan sesuatu atau sikapterhadap brand yang menggerakkan konsumen untuk membeli produk. Namuntidak berarti kelima tahapan harus terpenuhi terlebih dahulu hingga akhirnyatimbul minat beli atau pembelian. Artinya audiens bisa mempunyai minat beliatau melakukan pembelian hanya dengan melewati tahapan pertama saja tanpaharus berlanjut ke tahap selanjutnya.Teori Advertising Exposure ini didukung dengan Model Hierarchy OfEffect (Belch and Belch, 2007:157) yang menyatakan bahwa terdapat beberapatahapan mental pada konsumen setelah terkena terpaan iklan suatu produk,sampai pada saat ia memutuskan untuk membeli produk tersebut. Hierarchy ofeffect model menjelaskan bagaimana cara kerja iklan. Dengan mengasumsikanbahwa konsumen melewati serangkaian langkah secara berurutan dari kesadaranawal dari suatu produk atau jasa dalam proses pembelian. Sebuah premis dasarmodel ini adalah bahwa efek iklan terjadi selama periode tertentu. Iklan tidakdapat mempengaruhi pembelian secara langsung melainkan melalui serangkaianefek yang harus terjadi terlebih dahulu. Setiap tahapan harus dipenuhi sebelumkonsumen dapat berpindah pada tahapan berikutnya dalam hirarki (Belch &Belch, 2007:156).Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian eksplanatif dengan metode survey,dimana metode ini berusaha untuk mengevaluasi hubungan dua atau lebihvariabel. Populasi yang digunakan yaitu followers dari akun @infotembalang.Sedangkan sampel yang digunakan adalah random sampling, menggunkan tekniksimple random sample, dan dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkatkesalahan sebesar 10%, jumlah sampel sebesar 100 responden. Validitasdilakukan dengan mengkonsulkan teori yang digunakan dan instrumen kepadapara ahli, jika menggunakan spss dapat melalui correlated item – totalcorrelation, sedangkan untuk reabilitas menggunakan uji coba kepada 30responden dan menggunakan uji crocobanch alfa. Teknik analisis datamenggunakan Koefisien Korelasi Rank Kendall. Pertama yaitu menguji tingkathubungan antara terpaan tweet iklan (X) dengan brand awareness. Selanjutnyayaitu menguji tingkat hubungan antara brand awareness dengan minat beli.ISIPada terpaan tweet iklan diukur dengan menggunakan frekuensi danpengetahun audiens terhadap tweet tentang @CalzoneUp yang dilakukan oleh@infotembalang. Audiens yang sungguh-sungguh tentunya memberikan perhatianyang lebih besar, selain itu auidens juga memberikan pemikiran dan perasaanyang lebih seksama terhadap isi pesan sehingga memungkinkan pengaruh terpaanlebih mendalam sedangkan orang yang menonton dengan frekuensi yang lebihtinggi tetapi tidak memiliki kesungguhan tentu saja akan memberi pengaruh yangberbeda pula.Temuan di lapangan, hanya 5% responden yang mendapat terpaan tinggi.Ditambah lagi dengan intensitas responden dalam mengakses twitter yangtergolong rendah, yaitu paling banyak responden hanya 1 – 3 jam setiap harinya.Sedangkan @infotembalang sendiri melakukan tweet selama lebih dari 10 jamsetiap hari. Tentu saja hal ini dapat menjadi penyebab utama mengapa banyakresponden yang tidak melihat tweet tentang @CalzoneUp di akun@infotembalang. Jam tayang tweet iklan tentang @CalzoneUp juga turut berperankarena meskipun tayang pada sekitar jam makan siang, belum tentu pada waktutersebut banyak followers @infotembalang yang melihat tweet iklan tersebut.Kelebihan Twitter sebagai media sosial yang real time justru menjadi kelemahankarena timeline yang cepat bergerak (berubah) sehingga membuat tweet dari@infotembalang “tertumpuk” oleh puluhan atau bahkan ratusan tweet dari akunlain.Sebagai brand baru, tujuan utama @CalzoneUp beriklan di @infotembalangadalah untuk meningkatkan brand awareness di kalangan calon konsumennya.Namun sayangnya upaya @CalzoneUp untuk meningkatkan brand awareness-nyabelum dapat terwujud. Karena berdasarkan penelitian ini hanya 13% dari 100responden yang memiliki brand awareness tinggi terhadap @CalzoneUp. Dimana responden menyebutkan @CalzoneUp sebagai kedai makan yangmenyediakan menu western nomor satu yang ada dalam benak mereka. Tentunyabrand awareness yang rendah terhadap @CalzoneUp dapat dipengaruhi olehbanyak hal. Salah satunya yaitu karena sedikit responden yang mendapat terpaanyang tinggi tentang @CalzoneUp. Persaingan yang ketat dengan beberapa brandyang telah lebih dulu ada juga turut mempengaruhi rendahnya brand awareness@CalzoneUp. Keunikan menunya, calzone, belum cukup memberikan pengaruhpada brand awareness @CalzoneUp.Pada penelitian yang dilakukan oleh Carol Chapman ( Brand Awareness:It’s All A Twitter, 2012) (Bab I hal 12) membahas bagaimana meningkatkanbrand awareness melalui Twitter, salah satu langkahnya yaitu dengan melihat jam“publik” (waktu aktif followers). Hal ini yang nampaknya belum dilakukan secaraoptimal oleh @infotembalang ketika mempromokan @CalzoneUp. Sehinggahanya sedikit followers yang pada akhirnya melihat tweet tentang @CalzoneUpdan brand awareness yang besar pun belum tercapai.Meskipun demikian, terdapat hubungan yang positif di antara keduanya.Sehingga semakin tinggi terpaan tweet iklan pada @infotembalang akan semakinbesar pula brand awareness @CalzoneUp. Di mana berdasarkan pada TeoriAdvertising Exposure (Bab 1, hal 18) brand awareness merupakan hal yangpertama kali ditimbulkan oleh terpaan iklan. Sehingga sudah seharusnya jikaterpaan tweet iklan mempunyai hubungan yang positif dengan brand awareness.Tanpa hubungan yang positif, terpaan iklan tidak akan dapat menggerakkanaudiens untuk membeli produk (sebagai dampak akhir dari terpaan iklan).Hubungan yang positif juga ditujukkan oleh brand awareness dengan minatbeli. Meskipun memiliki terpaan dan brand awareness yang rendah, respondenjustru memiliki minat beli yang tinggi pada @CalzoneUp. Ada banyakkemungkinan mengapa minat beli tinggi padahal terpaan dan brand awarenessnyarendah. Pengaruh dari teman atau lingkungan sekitar yang telah lebih dahulumengetahui @CalzoneUp dapat menjadi salah satu penyebab mengapa minat belipada @CalzoneUp tinggi. Faktor word of mouth (WOM) juga dapat menjadifaktor mengapa hal tersebut bisa terjadi.Minat beli yang tinggi juga dapat dipengaruhi oleh keinginan respondenuntuk mencoba kedai makan baru yang menyediakan menu western. Apalagi@CalzoneUp merupakan brand yang tidak menyediakan produk mewah yangmembutuhkan pemikiaran mendalam untuk sekedar mencoba membelinya.Meskipun demikian, perlu ditegaskan kembali bahwa minat beli hanya untukmeramalkan tentang pembelian, bukan besarnya pembelian yang terjadi. Sehinggawalaupun memiliki minat beli yang tinggi, belum tentu pembelian juga akantinggi. Bisa saja proses yang menuju ke pembelian terhenti hanya pada minat saja.Dengan melihat hubungan yang positif antara brand awareness dan minatbeli, maka penelitian ini dapat membuktikan Hierarchy of Effect Model (Bab 1,hal 19). Di mana setelah konsumen aware terhadap brand atau mengalami brandawareness maka akan timbul rasa suka yang memicu seseorang untuk mencaritahu lebih dalam tentang suatu merk atau menimbulkan minat beli dalam dirikonsumen. Apabila tidak terjadi hubungan yang positif pada hubungan duavariabel tersebut, maka dapat dipastikan tahapan yang terjadi dalam benakkonsumen setelah melihat terpaan iklan belum terpenuhi secara sempurna. Karenateori ini menjelaskan bahwa terdapat serangkaian efek yang muncul secarabertahap setelah seseorang melihat iklan, di mana setiap tahapan harus terpenuhisebelum seseorang berpindah pada tahapan selanjutnya.PENUTUPKesimpulan dari hasil pembagian kuesioner yang dilakukan didapatkan hasilsebagai berikut:1. Berdasarkan uji korelasi, terdapat hubungan yang positif pada terpaan tweetiklan dengan brand awareness. Maka semakin tinggi terpaan tweet iklan,brand awareness pun akan semakin tinggi.2. Pada uji korelasi untuk variabel brand awareness dan minat beli juga terdapathubungan yang positif. Sehingga semakin tinggi brand awareness makasemakin tinggi pula minat beli.Sedangkan saran ditujukan kepada brand dan penelitian selanjutnya, berupa:1. Melihat banyaknya responden yang mendapat terpaan rendah dan tidak tahutentang @CalzoneUp, seharusnya @CalzoneUp dapat memanfaatkan timingiklan pada @infotembalang secara lebih efektif. Misalnya dengan memintapenayangan tweet iklan pada waktu aktif followers @infotembalang mengaksesTwitter, tidak hanya asal tweet tayang.2. Pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan minat beli @CalzoneUp,hendaknya dapat dilakukan dengan melihat faktor – faktor lain yangberhubungan, pada terpaan tweet iklan dan brand awareness, misalnya faktorlingkungan, demografis responden, word of mouth, dll. Di samping itu,penelitian juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pengembilansampel yang berbeda.DAFTAR PUSTAKABukuAaker, David A. (1991). Managing Brand Equity. New York: The Free Press.Aaker, David A., Rajeev Batra, & John G. Myers. (1996). AdvertisingManagement (4th Ed). New Delhi: Prentice Hall.Belch, G.E., & M.A. Belch. (2007). Advertising and Promotion: An IntegratedMarketing Communications Perspective (8th Ed.). New York, United Statesof America: McGraw-Hill.Dell, Hawkins, Roger J. Best & Kenneth A. Coney. (2000). Consumer BehaviorBuilding Marketing Strategi (8th Ed.). New Jersey: McGraw-Hill.Durianto, Darmadi, Sugiarto, Tony Sitinjak. (2004). Strategi MengakhlukanPasar: Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia.Handayani, Desy, dkk. (2010). Brand Operation. Jakarta: Esensi.Horton, Raymond L. (1984). Buying Behavior a Decision Making Approach.Ohio: Charles E Merril Publishing Company.Howard, John A. (1994). Buyer Behavior in Markting Strategy. New Jersey:Prentice Hall.Jefkins, Frank. (1996). Periklanan. Jakarta: Erlangga.Kasali, Rhenald. (2007). Menajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti.Keller, Kevin Lane. (2003). Strategic Brand Management: Building, Measuring,And Managing Brand Equity (2nd Ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hal.Kotler, P. & K.L. Keller. (2007). Manajemen Pemasaran (12th Ed. Jilid 2).Jakarta: PT. Indeks.Rangkuti, Freddy. (2004). The Power of Brands. Jakarta: PT Gramedia pustakautama.Rossiter, John R. dan Larry Percy. (1997). Advertising and PromotionManagement. New York: McGraw-Hill.Schiffman, Leon G., Leslie Lazar Kanuk. (2004). Consumer Behavior (8th Ed.).New Jersey: Prentice Hall.Shimp. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Terpadu.Jakarta: Erlangga.Simamora, Bilson. (2001). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: GramediaPustaka Utama.Singarimbun, Masri & Sofian Effendi. (1995). Metode Penelitian dan Survey.Jakarta: LP3ES.Staubhaar, Joseph, Robert LaRose & Lucida Davenport. (2012). Media Now:Understanding Media, Culture, and Technology (7th Ed.). MA: WadsworthCengage Learning.Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:Alfabeta.Sugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.Wells, William, John Burnet, Sandra Moriarty. (2000). Advertising Principles andPractice. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc.Websitehttp://id.wikipedia.org/wiki/Twitterhttp://semiocast.com/publications/2012_07_30_Twitter_reaches_half_a_billion_accounts_140m_in_the_UShttps://twitter.com/infotembalangJurnalAdil, Athira Setira. 2012. Skripsi: Pengaruh Tweet Iklan Melalui Akun Twitter@Infobdg Terhadap Minat Beli Masyarakat Kota Bandung Tahun 2012.Institut Manajemen Telkom.Chapman, Carol. 2012. Brand Awareness: It’s All a ‘Twitter’. The BrandAscension GroupErdogmus, Irem Eren, & Mesut Cicek. 2012. The Impact of Social MediaMarketing on Brand Loyalty. Yaiova UniversityLi, Yung-Ming &, Ya-Lin Shiu. 2010. A Diffusion Mechanism for SocialAdvertising Over Microblogs. National Chiao Tung UniversityMackenzie, Josiah. (2011). A Hotel’s Guide to Twitter. @ReviewPro
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Bayu widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurwijayanti Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti