p-Index From 2021 - 2026
8.522
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Inspirasi Pendidikan WARTA Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Jurnal Moral Kemasyarakatan JCES (Journal of Character Education Society) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Etika Demokrasi PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran EDUPEDIA Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Civic Education Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Politicon : Jurnal Ilmu Politik Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Jurnal Civic Hukum Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Buletin KKN Pendidikan Journal On Teacher Education (Jote) Buletin Literasi Budaya Sekolah Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Sosial dan Abdimas Kajian Moral dan Kewarganegaraan Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Journal of Education, Cultural, and Politics Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Warta LPM
Claim Missing Document
Check
Articles

A comparative study of the Indonesia-Malaysia border regions Sulistyarini Sulistyarini; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara; Efriani Efriani; Wibowo Heru Prasetiyo
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.91234

Abstract

This study aims to investigate the socio-cultural, economic, and educational aspects of border communities between Indonesia and Malaysia, with a focus on the Malay and Dayak ethnic groups in Paloh (Sambas Regency) and Jagoi Babang (Bengkayang Regency). Persistent disparities in welfare, educational quality, and national integration in Indonesia’s border regions have weakened nationalism and increased socio-economic dependence on Malaysia. On the border, civic education plays a crucial role in strengthening Indonesian nationalism, despite the community’s economic dependence on Malaysia. Through flag ceremonies, character education, and the integration of local wisdom into the curriculum, schools function as the final bastion of nationalism, safeguarding the national identity of the younger generation in the face of economic inequality and transnational influences. Using a qualitative approach that integrates ethnographic and etnopedagogic methods, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis. The findings indicate that Indonesian border communities experience a dual identity, marked by both symbolic loyalty to Indonesia and pragmatic attachment to Sarawak, Malaysia. Economic disparities between the two countries, especially in access to infrastructure, education, and labour markets, have heightened social dependency and eroded Indonesia’s national identity. However, the integration of local wisdom and etnopedagogic practices in education in both countries has proven effective in strengthening cultural resilience, social cohesion, and national consciousness among students. Cultural rituals such as Gawai Dayak serve as transnational spaces of solidarity that both connect and differentiate the two nations.
Peningkatan Literasi Edukasi dan Perancangan Study Plan bagi Pemuda Desa Paras, Klaten Prasetiyo, Wibowo Heru; Anggraini, Mila Rosita; Tusyadia, Vidya Halima
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.3837

Abstract

Pendidikan merupakan kunci penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik. Di era modern ini, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk pemuda dari desa terpencil seperti Desa Paras. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi oleh pemuda Desa Paras dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih sangat besar. Akses informasi yang terbatas, keterbatasan biaya, dan kurangnya dukungan moril menjadi hambatan utama yang harus diatasi untuk mewujudkan impian mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah peningkatan literasi edukasi terkait pemilihan universitas dan ketersediaan pilihan program studi. Melalui workshop, pemuda akan mendapatkan informasi lengkap tentang berbagai universitas di sekitar mereka, termasuk perangkingan dan kualitas kampus. Informasi ini akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik mengenai pilihan universitas dan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Juni 2024 dengan tahapan pre-test, penyampaian materi, post-test, dan pembagian doorprize. Dari hasil survei ditemukan bahwa para peserta telah memiliki pengetahuan dasar terkait persiapan untuk melanjutkan studi di tingkat perguruan tinggi. Selain itu, mereka menunjukkan antusiasme pada informasi seputar program studi, akreditasi kampus, dan juga peluang beasiswa. Dukungan orangtua dan masyarakat serta persiapan dari jenjang pendidikan sebelumnya sangat diperlukan untuk memberi wawasan awal.
The Influence of Social Media Use, Demographic, and Critical Thinking Skills on the Digital Citizenship Titin Umi Lestari; Wibowo Heru Prasetiyo
Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sosial.v7i1.15062

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media use, demographic factors, and critical thinking skills on digital citizenship among students at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 367 active student respondents who were selected proportionally from various study programs. The results indicate that social media use and critical thinking skills have a positive and significant effect on the digital citizenship. In addition, demographic factors such as gender, parental education, and level of study also have a significant relationship with digital citizenship. Mediation analysis shows that critical thinking skills can mediate the influence of social media use on digital citizenship, but do not mediate the influence of demographics. This study provides a new contribution by revealing the important role of critical thinking skills as a mediator between social media use and digital citizenship among prospective teacher students. These findings are useful for the development of digital literacy curricula in higher education, especially in strengthening digital citizenship competencies through the use of social media and the strengthening of critical thinking skills.
Peningkatan Literasi Edukasi dan Perancangan Study Plan bagi Pemuda Desa Paras, Klaten Wibowo Heru Prasetiyo; Mila Rosita Anggraini; Vidya Halima Tusyadia
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.3837

Abstract

Pendidikan merupakan kunci penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik. Di era modern ini, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk pemuda dari desa terpencil seperti Desa Paras. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi oleh pemuda Desa Paras dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih sangat besar. Akses informasi yang terbatas, keterbatasan biaya, dan kurangnya dukungan moril menjadi hambatan utama yang harus diatasi untuk mewujudkan impian mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah peningkatan literasi edukasi terkait pemilihan universitas dan ketersediaan pilihan program studi. Melalui workshop, pemuda akan mendapatkan informasi lengkap tentang berbagai universitas di sekitar mereka, termasuk perangkingan dan kualitas kampus. Informasi ini akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik mengenai pilihan universitas dan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Juni 2024 dengan tahapan pre-test, penyampaian materi, post-test, dan pembagian doorprize. Dari hasil survei ditemukan bahwa para peserta telah memiliki pengetahuan dasar terkait persiapan untuk melanjutkan studi di tingkat perguruan tinggi. Selain itu, mereka menunjukkan antusiasme pada informasi seputar program studi, akreditasi kampus, dan juga peluang beasiswa. Dukungan orangtua dan masyarakat serta persiapan dari jenjang pendidikan sebelumnya sangat diperlukan untuk memberi wawasan awal.
Penyuluhan pencegahan stunting dan gizi seimbang menuju desa bebas stunting dan generasi muda yang sehat Wibowo Heru Prasetiyo; Patmisari Patmisari; Nadzua Widya Sugesti; Leolita Clara Puspita Dewi; Ira Mirzania; Salma Alvianingsih; Sofyan Sofyan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39568

Abstract

AbstrakBerdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, sekitar 27,6% anak balita di Indonesia mengalami stunting dengan prevalensi tertinggi kedua di Asia Tenggara. Stunting ini menandakan nilai tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar yang ditetapkan yang  berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan kapasitas kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada periode 3 Agustus hingga 9 September 2024, dengan tujuan membantu  pencegahan stunting dan memperluas kesadaran tentang peranan gizi seimbang. Program yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas Ngargoyoso ini mencakup serangkaian kegiatan, meliputi penilaian awal, wawancara, penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktis, distribusi tablet tambah darah (TTD), aktivitas fisik promotif kesehatan, serta evaluasi hasil melalui kuesioner terstruktur. Strategi edukasi kesehatan yang diterapkan meliputi ceramah, media visual, poster, serta kegiatan ice breaking interaktif guna meningkatkan partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta kegiatan menyatakan program ini bermanfaat dalam upaya pencegahan stunting. Selain itu, sejumlah besar peserta melaporkan adanya peningkatan kondisi kesehatan setelah mengonsumsi suplemen zat besi secara teratur. Pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting dan gizi, sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat, seperti konsumsi tablet zat besi secara konsisten. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa program ini berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi dan diterapkan secara efektif dalam penanggulangan stunting di komunitas dengan karakteristik serupa. Kata kunci: gizi seimbang; pencegahan stunting; pengabdian masyarakat; stunting; tablet tambah darah AbstractAccording to a 2019 World Health Organization (WHO) report, approximately 27.6% of children under five in Indonesia suffer from stunting, representing the second-highest prevalence in Southeast Asia. Stunting exerts a negative impact on children's physical development and cognitive capacity. This community service program was conducted in Kemuning Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, from August 3 to September 9, 2024, aiming to assist in stunting prevention and expand awareness regarding the role of balanced nutrition. Organized by the Community Service Team in collaboration with the Ngargoyoso Public Health Center (Puskesmas), the program encompassed a series of activities, including initial assessments, interviews, health education, practical demonstrations, the distribution of iron-folic acid (IFA) tablets, health-promoting physical activities, and the evaluation of outcomes via structured questionnaires. The implemented health education strategies included lectures, visual media, posters, and interactive ice-breaking activities designed to enhance participant engagement. Evaluation results indicated that the majority of participants perceived the program as beneficial in stunting prevention efforts. Furthermore, a substantial number of participants reported improvements in health conditions following the regular consumption of iron supplements. This community service initiative successfully increased public awareness concerning stunting and nutrition, while simultaneously encouraging healthy behavior changes, such as the consistent consumption of iron tablets. These findings indicate that the program has the potential to serve as a replicable model that can be effectively implemented to combat stunting in communities with similar characteristics. Keywords: balanced nutrition; stunting prevention; community service; stunting; iron supplement tablets
The influence of civic literacy, civic understanding, and civic tech on students’ digital political participation Cahyaningrum, Andhini Sepyana; Heru Prasetiyo, Wibowo
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v7i1.103526

Abstract

This study aims to analyze the influence of civic literacy, civic understanding, and civic technology (civic tech) on students’ digital political participation. The research employed a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through an online survey from students Universitas Muhammadiyah Surakarta, selected using proportional stratified random sampling. The research instrument consisted of a five-point Likert scale. The validity of the instrument was tested using the Pearson Product-Moment correlation, while reliability was measured using Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using multiple linear regression, including partial (t) tests, simultaneous (F) tests, and the coefficient of determination (R²). The findings show that civic literacy and civic technology has a positive and significant effect on students’ digital political participation, whereas civic understanding have positive but statistically insignificant effects. These findings emphasize the critical role of civic technology as a behavioral control factor (perceived behavioral control) within the framework of the Theory of Planned Behavior (TPB). This study expands the application of TPB in the context of digital civic education and underscores the importance of integrating civic literacy, citizenship values, and civic tech competence to foster active and responsible digital citizens.
Enhancing teachers' pedagogical competence through the development of innovative learning tools based on the TPACK approach Wibowo Heru Prasetiyo; Beti Indah Sari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpm.v10i1.12086

Abstract

This community service aimed to enhance the pedagogical competence of Pancasila and Civic Education (PPKn) teachers through a TPACK-based (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) workshop on innovative lesson plan (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP) development. Low pedagogical competence in lesson planning remains a persistent challenge for PPKn teachers, as evidenced by below-standard national assessment scores. The workshop engaged junior and senior high school PPKn teachers affiliated with the Indonesian Pancasila and Citizenship Education Professional Association (AP3KnI) of East Java and was delivered online through interactive methods comprising theoretical instruction, learning strategy demonstrations, and guided hands-on practice. Evaluation results confirmed the workshop's effectiveness: mean pedagogical competence scores increased from 6.14 to 11.57, yielding an N-Gain of 63% (classified as "strong") and a large effect size (Cohen's d = 2.046). These findings demonstrate that short-term, structured TPACK-based interventions can produce significant and measurable gains in teacher competence, even in an online format. The workshop model is replicable and scalable, offering a practical reference for professional teacher associations and educational stakeholders seeking to advance technology-integrated instructional practices in 21st-century education
Citizenship Identity in the Context of Dayak Ethnic Transnationalism: Between State, Costum, and Cross-Border Mobility Jagad Aditya Dewantara; Dasim Budimansyah; Wibowo Heru Prasetiyo; Fazli Rachman; Sulistyarini; Gida Kadarisma
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rr1wf387

Abstract

This paper examines the civic identity of the Dayak people in the West Kalimantan border region within the context of ethnic transnationalism, emphasizing the role of custom and cross-border mobility. Recognizing that Dayak communities have historically lived beyond the boundaries of modern states, the study conceptualizes citizenship as a lived social experience that does not always align with nation-state logic. Using ethnographic methods, the research explores how Dayak people interpret citizenship through everyday practices, kinship relations, and cross-border interactions. The findings show that citizenship is understood situationally and pragmatically, particularly in relation to administrative needs and access to state services, while ethnic and customary identities remain the primary basis of social loyalty. Custom functions as a value framework regulating community membership, social relations, and attachment to ancestral lands across borders. Continuous mobility sustains a transnational social space where borders are negotiated administrative structures rather than rigid social boundaries. The study highlights the layered and dynamic nature of border citizenship and contributes to scholarship on indigenous transnationalism.
Co-Authors Achmad Muthali'in Aditya Pratama, Sadam Ridho Ahmad Muhibbin Alawiyah, Ferawati Fajrin Alfi Syahrin Alfiolia, Anisa Alvianingsih, Salma Amini, Marisa Zakiyya Anggraini, Mila Rosita Anis Prabowo, Anis Anisa Fitri Hastuti Aprianti, Affi Aprilia Dwi Noorjanah Arifiyanti, Fitria Atang, Atang Ati, Dwi Laras Azzahra, Tamylia Baldan Aufarel Bambang Sumardjoko Bee Piang Tan Bekti Galih Kurniawan Beti Indah Sari Beti Indah Sari Cahyaningrum, Andhini Sepyana Choirul Amin Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dellis Shika Prameswari Dewantara, Jagad Aditya Dewi, Leolita Clara Puspita Efriani Efriani Efriani Efriani Fatmawati, Yuliana Indah Fazli Rachman Fidyaningrum, Reza Ayu Fitrani Rika Asnaria Gida Kadarisma Gilang Pambudi Hajarwati, Inggit Zammi Halimah Sa'diyah Halimah Sa'diyah Halimah Sa`diyah Hariyanti Hariyanti Hermawan, Yudi Ilham, Muhammad Nabil Ira Mirzania Iwan Ramadhan Jacob Shimrumun Loraa Jagad Aditya Dewantara La Ode Topo Jers Laili Etika Rahmawati Leolita Clara Puspita Dewi Mandasari, Helen Marisa Zakiyya Amini Marsudi, Kenlies Era Rosalina Maryam, Larasati Siti Miftakhul Huda Mila Rosita Anggraini Mirzania, Ira Muhammad Luthfi Hidayat Muhammad Nabil Ilham Mustofa, Mukhlis Muthali'in, Achmad Muthali’in, Achmad Muzakar Isa Nadzua Widya Sugesti Naidu, Noor Banu Mahadir Naillysa Rahmawati Nashiroh, Annisa Laylatun Noor Banu Mahadir Naidu Noviyandika Nurul Saputri Nurgiansah, T Heru Nurlaili, Novitasari Gemi Pambudi, Gilang Patmisari Pramudika, Risang Galih Prasetya, Rayhan Firman Rachman, Rizky Fathur Rahmawati, Naillysa Rena Nur Halisah Saputri Rike Erna Suryani Rizqiyah, Zulfa Rudy Bagus Wicaksono Sa'diyah, Halimah Salma Alvianingsih Saputra, Ridwan Cahya Saputri, Aulia Indah Saputri, Rizky Novia Sari, Beti Indah Sari, Wiwin Novita Sawitri, Nonik Wulan Setyawati, Sri Shofi Nur Azizah Sholihah, Husna Imro’atush Sintawati Sintawati Sintawati Sintawati, Sintawati Siti Kholifatun Nikmah Siti Nandiroh Sofyan Sofyan Sofyan Sofyan Sri Gunarsi Sri Sunarjono Sugesti, Nadzua Widya sulistyarini sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini, Sulistyarini Sumarsih, Eka Jumaidah Suryani, Rike Erna Sutopo Tan, Bee Piang Tanamal, Dadang Tata Aulia Wardani Tata Aulia Wardani Titin Umi Lestari TOTOK SUYANTO Tusyadia, Vidya Halima Undari, Rizki Urai Panzi Vebriyanti, Lioni Venissa Dian Mawarsari Vidya Halima Tusyadia Vita Nur Anggraeni Wardani, Tata Aulia Wicaksono, Rudy Bagus Wijaya, Elly Jati Wijaya, Gilang Pambudi Adi Wulandari, Seli Dina Yulianto Bambang Setyadi Yunarta, Farizki Yunus, Dadang Zainal Arifin Zainal Arifin