Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Fasilitator Dalam Program Pelatihan Membatik Guna Meningkatkan Sumber Penghasilan Masyarakat Zacky Raffi Al Faridzi; Nur Laili Fitriyah; Ahsanun Nihayah; Zahra, Arifah Az; Aisyah Aprillia Rahmawati; Ayat Akhras Tamam; Susilo, Heryanto; Tri 'Ulya Qodriyati
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.16175

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of facilitators in batik training programs as an effort to increase community income, using a case study of Batik Tulis Namiroh in Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that facilitators play a vital role as motivators, mentors, liaisons, and agents of change throughout the training process. Their presence significantly enhances participants' technical skills in batik-making, builds self-confidence, and encourages economic independence. The training not only contributes to the preservation of traditional batik culture but also creates new economic opportunities for local communities, particularly those from lower-income backgrounds. Therefore, the facilitator's role is a key factor in bridging local cultural potential with sustainable improvements in community welfare. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fasilitator dalam program pelatihan membatik sebagai upaya meningkatkan sumber penghasilan masyarakat, dengan studi kasus pada Batik Tulis Namiroh di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator memegang peranan penting sebagai motivator, pendamping, penghubung, dan agen perubahan dalam proses pelatihan membatik. Keberadaan fasilitator terbukti mampu meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam membatik, membangun kepercayaan diri, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelatihan ini tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya batik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Dengan demikian, peran fasilitator menjadi faktor kunci dalam menjembatani potensi budaya lokal dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Peran Tutor Dalam Meningkatkan Keterampilan Barista Coffe Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utama Melalui Observasi Lapangan Faradila, Aisya Nor; Anil K, Ajlisa Selly; Andhini, Revalina Nurasita; Ainiyah, Ulfatin; Fitriani, Intan; Susilo, Heryanto; Tri 'Ulya Qodriyati
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.16222

Abstract

Abstract: This study aims to describe the contribution of tutors in improving barista skills in extracurricular activities at the Budi Utama Community Learning Center (PKBM) in Surabaya. Other objectives are to identify supporting and inhibiting factors, and to assess the training outcomes achieved by participants. The method used in this study is a descriptive qualitative approach, collecting data through interviews, field observations, and documentation. The research findings indicate that tutors play a crucial role as motivators, facilitators, and technical guides. In addition to providing theoretical explanations of coffee brewing techniques and how to use an espresso machine, tutors also interact directly with participants during practice sessions. This method has proven effective in improving technical understanding, building self-confidence, and developing participants' professional attitudes. Supporting factors identified include tutor enthusiasm, high participant interest, and the availability of adequate practice facilities. On the other hand, inhibiting factors include limited modern equipment, raw materials, and limited learning time because many participants also work. Nevertheless, this training successfully improved participants' skills, enabling them to serve standard beverages such as espresso and cappuccino. Some participants even have plans to open their own coffee businesses. In conclusion, non-formal education through PKBM plays an important role in developing vocational skills for the younger generation, with tutors as a key element in the success of the program. Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan kontribusi tutor dalam meningkatkan kemampuan barista pada kegiatan ekstrakurikuler di PKBM Budi Utama, Surabaya. Tujuan lainnya adalah untuk mengenali faktor-faktor yang mendukung serta yang menghambat, dan untuk menilai hasil pelatihan yang dicapai oleh para peserta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi di lapangan, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tutor memiliki peran yang sangat penting sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing teknis. Selain memberikan penjelasan teori tentang teknik penyeduhan kopi dan cara menggunakan mesin espresso, tutor juga berinteraksi langsung dengan peserta selama praktik. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman teknis, menciptakan kepercayaan diri, serta mengembangkan sikap profesional peserta. Faktor-faktor pendukung yang ditemukan meliputi semangat tutor, minat peserta yang tinggi, dan ketersediaan fasilitas praktik yang memadai. Di sisi lain, faktor penghambat meliputi keterbatasan alat modern, bahan baku, serta waktu belajar yang terbatas karena banyak peserta juga bekerja. Walaupun begitu, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta, sehingga mereka dapat menyajikan minuman standar seperti espresso dan cappuccino. Beberapa peserta bahkan memiliki rencana untuk membuka usaha kopi secara mandiri. Kesimpulannya, pendidikan nonformal melalui PKBM memainkan peran penting dalam mengembangkan keterampilan vokasional bagi generasi muda, dengan tutor sebagai elemen kunci keberhasilan program.
Kompetensi Ustadzah Melalui Sertifikasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Quran Al-Aqsa Romadoni, Fitri; Maesa Yunanda Tri Wijayanti; Serli Della Puspita; Salwa Airinnisa; Anisa Ika Febriyanti; Susilo, Heryanto; Tri Ulya Qodriyati
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.16226

Abstract

Abstract: Quranic education plays an important role in shaping the character and morals of the young generation in Indonesia, especially in the Al-Aqsa Quranic Education Park (TPQ). However, the qualilty of learning in TPQ is often hampered by the less than optimal competence of the teaching staff. Therefore, improving the competence of teaching staff through training and certification is very important to ensure the quality of quality Quranic education.The research used to examine the improvement of the competence of female teachers at TPQ Al-Aqsa through certification to improve the quality of learning is descriptive qualitative. In qualitative studies, there are various methods for collecting data, such as observation, interviews, and documentation.This study aims to examine how training and certification programs can improve the competence of teaching staff and ultimately improve the quality off learning in TPQ AL-Aqsa. The result is that certification and training not only provide formal recognition, but also guarantee the quality of teaching of the Qur'an that is more effective and meets standards, producing students who understand the Qur'an better and have noble morals, while also answering the need for competent and professional teaching staff at TPQ Al-Aqsa. It is hoped that this study can contribute to improving the quality of islamic religious education in surabaya and its surroundings. Abstrak: Pendidikan Al-Quran memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di Indonesia, khususnya di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Al-Aqsa. Namun, kualitas pembelajaraan di TPQ sering kali terkendala oleh kompetensi tenaga pendidik yang kurang optimal. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui diklat dan sertifikasi menjadi sangat penting untuk menjamin mutu pendidikan Al-Quran yang berkualitias. Penelitian yang digunakan untuk mengkaji peningkatan kompetensi ustadzah di TPQ Al-Aqsa melalui sertifikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah kualitatif deskriptif, Dalam studi kualitatif, terdapat berbagai metode untuk mengumpulkan data, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana progam diklat dan sertifikasi dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ Al-Aqsa. Hasilnya adalah sertifikasi dan diklat tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga menjamin kualitas pengajaran Al-Qur’an yang lebih efektif dan sesuai standar, menghasilkan santri yang lebih memahami Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia, sekaligus menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik yang kompeten dan profesional di TPQ Al-Aqsa Harapannya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan agama islamdi surabaya dan sekitarnya.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Perkembangan Kognitif Peserta Didik di Kelas Inklusi PKBM Insan Cerdas Indonesia Puspitasari, Yuni; I Ketut Atmaja Johny Artha; Susilo, Heryanto
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i2.16778

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to describe how differentiated instruction is used in inclusive classes in non-formal educational settings, particularly at PKBM Insan Cerdas Indonesia. It was discovered that differentiated learning was used thoroughly, beginning with initial assessment, planning, execution, and learning evaluation, using a descriptive qualitative method with in-depth interviewing techniques, observation, and documentation. These results demonstrate how well the differentiation method works to meet the learning requirements of students with a range of backgrounds and abilities. According to the research findings, there are three primary steps involved in implementing differentiated learning: preliminary assessment, lesson planning, and classroom implementation. The lesson plan is developed based on the results of the initial assessment, which includes talent mapping tools, psychological assessments, and Multiple Intelligence Research (MIR). Teachers, psychologists, guidance counselors, and parents work together during the planning phase. In order to meet the various requirements of students, differentiated learning stresses changes to the learning environment, procedures, products, and material. Better logical thinking abilities, a stronger conceptual comprehension, and students' confidence in voicing their thoughts and finishing projects are all results of using this method. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada kelas inklusi di satuan pendidikan nonformal, khususnya di PKBM Insan Cerdas Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan secara menyeluruh mulai dari asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Temuan ini menunjukkan efektivitas pendekatan diferensiasi dalam mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dengan latar belakang dan potensi yang beragam. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat tiga langkah utama yang terlibat dalam penerapan pembelajaran terdiferensiasi: asesmen awal, perencanaan pembelajaran, dan implementasi di kelas. Rencana pembelajaran disusun berdasarkan hasil asesmen awal, yang mencakup alat pemetaan bakat, asesmen psikologis, dan Penelitian Kecerdasan Ganda (MIR). Guru, psikolog, konselor bimbingan, dan orang tua bekerja sama selama fase perencanaan. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan siswa, pembelajaran terdiferensiasi menekankan perubahan pada lingkungan belajar, prosedur, produk, dan materi. Kemampuan berpikir logis yang lebih baik, pemahaman konseptual yang lebih kuat, dan kepercayaan diri siswa dalam menyuarakan pemikiran dan menyelesaikan proyek merupakan hasil dari penerapan metode ini.
Implementation of Youth Organization Leadership as Village Sustainable Development Goals Susilo, Heryanto; Lestari, Gunarti Dwi; Boriboon, Gumpanat
Journal of Nonformal Education Vol. 10 No. 2 (2024): Equivalency education and community education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v10i2.9330

Abstract

Karang Taruna as a social organization is an important institution for realizing community welfare. The young generation of youth organizations as future leaders have a big responsibility in developing the village and improving the community's economy. The degradation of leadership in social organizations is an indicator of a crisis of public trust. To build the character of the younger generation is through internalizing behavioral values, morals, norms, and rules to realize the vision of youth organizations to achieve village sustainable development goals (Village SDGs). The purpose of this research is to describe the implementation of youth training and maximizing village potential. This article uses a qualitative research method with a case study approach. The researchers are the key instruments from October 2022 to December 2022. The research location is in Purwosari Village, Purwosari District, Bojonegoro Regency, Indonesia. The research subjects were obtained using the snowball sampling technique. The number of research informants was seven informants consisting of five informants who were members of the youth group, one chairman of the youth group, and one village head. Primary data sources were researchers from informants who had attended training, and secondary data sources from Karang Taruna Sasana Krida Muda documents and Purwosari Village documents. Field data collection uses participant observation, in-depth interviews, and document studies. Research data analysis uses three stages, namely: data condensation, data reduction, and presentation and conclusion. The results of the study showed that: (1) youth leadership training aims to train leaders' communication skills, analysis skills on field conditions, the formation of leaders as good listeners, firm and responsible leaders, and leadership skills in making decisions; and (2) maximizing village potential through land use programs as hydroponic fruit gardens, vegetables, and “reservoir” fisheries. An education-based tourism village as a tourist destination based on local wisdom to realize village sustainable development goals (SDGs) through cross-sectoral collaboration and the formation of the character of the younger generation
PENERAPAN METODE TRANSFORMATIF DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITALISASI FASILITATOR PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI PKBM AZ-ZAHRA Auliya Rahmah, Qorina; Eka Fajariyah, Helenda; Revalinda Ike’istamaroh, Crisca; Libby Purnama, Arientha; Eka Nur Kumalasari, Amelia; Susilo, Heryanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi kompetensi digital fasilitator di PKBM Az-Zahra, yang merupakan bagian dari proses pembelajaran transformatif. Terjadi peningkatan signifikasi dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka terhadap teknologi. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran konkret mengenai peningkatan kompetensi digital fasilitator melalui metode transformatif. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif deskriptif, yang mencakup pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola dan pengajar program kesetaraan Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator masih membutuhkan dukungan berkelanjutan seperti pelatihan rutin, akses teknologi memadai, dan kebijakan institusional. Keterbatasan usia dan ketergantungan pada LKS menjadi tantangan utama dalam adopsi teknologi. Penelitian ini diharapkan menjadi bentuk acuan evaluasi bagi PKBM Az-Zahra dalam meningkatkan kualitas layanan.
Kursus Menjahit Sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat di Kursus Jahit Afuzu: Kursus Menjahit di LKP Afuzu sebagai sarana Pemberdayaan Masyarakat: Meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi. faizol, hanif; Arientha Libby Purnama; Qorina Auliya Rahmah; Regita Ayu Ambar wati; Heryanto Susilo; Desika Putri Mardiani
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v8n2.p11-14

Abstract

Abstrak: Kursus menjahit menjadi salah satu sarana pemberdayaan masyarakat yang efektif, untuk meningkatkan keterampilan ekonomi. Penelitian ini berfokus pada observasi pendidikan sepanjang hayat di kursus jahit Afuzu, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kursus tersebut terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Metode penelitian observasi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta kursus jahit Afuzu tidak hanya memperoleh kemampuan teknis menjahit, tapi juga membangun kepercayaan diri, jaringan sosial, dan potensi kewirausahaan. Dengan hal ini, kursus menjahit berperan penting sebagai alat pemberdayaan masyarakat, dan memberikan peluang bagi individu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan sepanjang hayat.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, pendidikan nonformal, kursus menjahit, pendidikan sepanjang hayat, SDGs, kewirausahaan, kesetaraan gender.
Pola Asuh Otoriter dalam Keluarga Militer Tantangan dan Dinamika Komunikasi Jarak Jauh Fajriatus, Tisya; Susilo, Heryanto; Desika Putri Mardiani
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v8n2.p19-22

Abstract

Keluarga militer seringkali menghadapi tantangan komunikasi yang bisa dikatakan cukup rumit, terutama ketika berada di masa pertugasan jarak jauh yang biasanya terjadi. Pendekatan penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan studi kasus keluarga militer yang informan utamanya ialah pasangan atau anak-anak yang memiliki pengalaman hidup terpisah dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa dampak atau kondisi keharmonisan keluarga selama penugasan jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebanyakan pola asuh yang digunakan oleh keluarga militer yaitu pola asuh otoriter. Karena dampak positif akan kedisplinan dan kemandirian anak berpotensi cukup besar. Implikasi dari penelitian ini memberikan perspektif baru akan pengaruh tantangan emosional dan teknis terhadap komunikasi serta dapat memperkaya kajian komunikasi antar anggota keluarga, khususnya dalam konteks jarak jauh yang sering dialami oleh keluarga militer.
Bimbel Privat Rumahan: Investasi Cerdas untuk Masa Depan Anak Nadia Hidayahtul Jannah; Zuana, Megantara; Syifa Amalia Putri; Veronica Intan Susanti; Heryanto Susilo; Desika Putri Mardiani
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v8n2.p7-10

Abstract

This article discusses the role of private tutoring at home as a solution to overcome student learning difficulties. This research uses a descriptive qualitative approach with a focus on Mrs. Cicik's tutoring in Simokerto Village, Surabaya. This research aims to describe the learning process, learning methods, obstacles, solutions, and evaluation of learning methods applied in the tutoring. The results showed that Bu Cicik's tutoring serves students from kindergarten to elementary school with learning methods tailored to the needs and characteristics of each student. The methods used include writing, parable, and spelling methods for kindergarten students, as well as special tricks to solve math problems for elementary school students. However, this tutoring also faces some obstacles, such as the different ways of understanding students and students' difficulties in understanding the material taught at school. Ms. Cicik overcomes these obstacles by understanding how each student learns, simplifying complex concepts, and applying diverse evaluation methods to monitor student progress. This study concludes that private home tutoring like Mrs. Cicik's can be an effective alternative to overcome students' learning difficulties. Flexible, individualized learning methods that focus on students' personal needs are proven to help improve understanding and motivation
Kontribusi Karang Taruna Dalam Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Dan Pemuda Di Desa Kedung Turi, Taman Saputri, Awalia; Sonnia Maharani; Revalina Nurasita Andhini; Heryanto Susilo; Desika Putri Mardiani
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v8n2.p15-18

Abstract

Abstrak: Sejumlah aktivitas dalam organisasi karang taruna ini dapat menjadi sarana untuk pemerolehan sejumlah karakter dan mengembangkan kreativitas generasi muda. Organisasi ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi tempat bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Hasil obsevasi awal di Organisasi Karang Taruna di Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo bahwa Partisipasi para anggota Karang Taruna pada setiap kegiatan/aktivitas yang telah dilaksanakan selama awal terbentuk sampai sekarang dapat dikategorikan baik tetapi kurang aktif. Karang Taruna Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, memiliki peran penting dalam pengembangan kreativitas masyarakat dan pemuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi Karang Taruna terhadap peningkatan kreativitas tersebut. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipan, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi positif Karang Taruna terhadap kreativitas masyarakat dan pemuda di Desa Kedungturi, ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi dalam kegiatan kreatif dan pengembangan keterampilan. Kata Kunci: Karang Taruna, Kreativitas, Partisipasi
Co-Authors ., Supriyani Abdul Hafidz Achmad Rasyad Adelia Rahmawati Adhiansyah, Doni Ado, Yahya Raja Afandi, Faris Afifah Ariani Agastya Pawestri agustina, amelia fitri Ahsanun Nihayah Ainiyah, Ulfatin Aisyah Aprillia Rahmawati Akmalia Putri, Fina Alhidayat, Maslakhatun Nisak Ali Yusuf Ali Yusuf AMALIA, ENIK Amalina, Vika Aminullah, Rizal Anandita, Nafisha Andhini, Revalina Nurasita Anil K, Ajlisa Selly Anisa Ika Febriyanti Annisa, Fahira Nur Aprilia, Stevi Ardhana Reswari Arientha Libby Purnama Arini Dwi Cahyani Artha, I Ketut Atmaja Jhony Asih Setyani Asyari, Muhammad Dwiky Hasyim Atmaja Johny Artha, I Ketut Auliya Rahmah, Qorina Awalia Saputri Ayat Akhras Tamam Azahra, Nadine Naura Rizqina Azzahra, Salma Azzahra, Syafira Putri Bambang Dibyo Wiryono Bambang Wiryono Boriboon, Gumpanat Candra, Alfan Dwiki Carissa Fidela Putri Dany Nasrullah Desika Putri Mardiani Dewa Cakra, Dhimas Rangga Dian Fitriani Dina Rahmawati Dwi.A, Imelda Dwiyatmono, Muhammad Muzaki Eka Fajariyah, Helenda Eka Nur Kumalasari, Amelia Erny Roesminingsih Evania, Alma faizol, hanif Fajriatus, Tisya Faliha Riasah Faradila, Aisya Nor Ferdiansyah, M. Arif fitria ningsih Fitriyah Najwa Gatot Bayu Wibowo Gunarti Dwi Lestari Gunarti Dwi Lestari Hadina, Garini Hajar Safira Nahdliya Hanif Faizol Akbar Hanifah Sari Sofyan Hanissyah, Dhina Aura Putri Hardika Hardika Herdiyanti, Farah Ayu Herlina Mukti Hestyan, Alvian Pramadani I Ketut Atmaja Johny Artha, I Ilfi Nur Diana Indira, Nabila Intan Fitriani Ishvi Oktavenia Eriyanti I’anatul Fauriyah Jannah, Nadia Hidayahtul Khamila, Armeita Cahya Kharisma, Alia Fadhila Khoirun Nisa Kholisussa'di, Kholisussa'di Kiki Irafa Candra Kirphoko, Alexa Putri Libby Purnama, Arientha Lopa, Eliviana Berlian M. Daffa Aramzi Maesa Yunanda Tri Wijayanti MARDIANI, DESIKA PUTRI Mardliyah , Sjafiatul MARIA VERONIKA ROESMININGSIH Marsetiani, Alya Yuniar Masniyah, Hannik Maulana Rinaldi Maulidia, Vina Melasari, Yeti Diah Mustakim Mustakim Mustakim Muzaroh Artikasari Nadia Hidayahtul Jannah Nafa Oktanisfia Naila, Ika Derin Nasrullah, Dany Nilasari, Putri Nisa Azira, Meria Latifatun Novita Permatasari Novita Salsabila Azzahra Nur Laili Fitriyah Nuraini, Febritesna Nuratmila Rosada Janah Nusantara , Widya Nusantara, Widya Patrama, Muhammad Yayang Putra Prastyo, Danang Prihanta, Salvinia Salvy Puput Nabilakhul Natalia Purnama, Aldi Jaya Puspita, Rizka Arum Putri Dewi, Ratu Ghaniyyah Athallah Putri Puspita sari Putri, Berliana Fairelia Putri, Dian Rachmawati Qodriyanti, Tri Ulya Qodriyati, Tri 'Ulya Qodriyati, Tri ‘Ulya Qodriyati, Tri Ulya Qorina Auliya Rahmah Rahmawati, Lina Aulia Rahmawati, Rosyidah Ratu Keylla, Citra Puspita Raya Sulistyowati Regita Ayu Ambar wati Revalina Nurasita Andhini Revalinda Ike’istamaroh, Crisca Rivo Nugroho Robiatul Adawiyah ROFIK JALAL ROSYANAFI Romadoni, Fitri Rusdiyanto Salim, Tisya Fajriatus Salwa Airinnisa Saputri, Awalia Sausan, Nabila Azhara Selfi Lailiyatul Iftitah Septi Putri, Adinda Balqis Serli Della Puspita Sheilla Aprisa Hazrahmana Shobri Firman Susanto SJAFIATUL MARDLIYAH Sonnia Maharani Sri Dewi Intansari SURYANTI Susanti, Veronicaintan Syafiul Anam Syahfrilina, Venny Zahra Syahfrillina, Venny Zahra Syifa Amalia Putri Taufiq Harris Titah Lestari Widya Arifin Tri 'Ulya Qodriyati Tri Qulya’ Qordriyanti Tri Ulya Qodriyati Tri Widia Lestari Tri ‘Ulya Qodriyati Triyanti, Ainurrochma Tungga, Raphsodyan Sekar Ummah, Alfi Mashlahatil Utami, Faza Maulidia Veronica Intan Susanti virdaus, varia virdania WIDCHICA INDRIANI Widodo Widodo Widodo Widyaswari, Monica windasari windasari WIWIN YULIANINGSIH Wiwin Yulianingsih Yatim Riyanto YATIM RIYANTO Yulianto, Ibnu Eko Yuni Puspitasari, Yuni Yusvano, Denta Gara Zacky Raffi Al Faridzi Zahra, Arifah Az Zakariyah, M Fahmi Zuana, Megantara Zudin, Indah Nabila Zulkarnain Zulkarnain