Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SOSIALISASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN DARURAT DI MINI SOCCER BANDAR LAMPUNG Irawati, Nur Ayu Virginia; Fadli, Muhammad Yogie; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Jausal, Anisa Nuraisa; Setiorini, Anggi; Ratna, Maya Ganda; Putri, Giska Tri; Ramdani, Resti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3760

Abstract

Henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan olahraga dengan aktivitas fisik tinggi seperti mini soccer, futsal dan sepak bola. Penanganan awal yang tepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting untuk meningkatkan keselamatan korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Mini Soccer Bandar Lampung tentang BHD melalui penyuluhan, simulasi, dan praktik resusitasi jantung paru (RJP). Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, diskusi partisipatif, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah sosialisasi, yang mencerminkan efektivitas kegiatan penyuluhan yang diterapkan. Edukasi tentang BHD yang terarah dapat mendukung kesiapsiagaan serta meningkatkan keamanan di lingkungan olahraga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menghadapi kegawatdaruratan medis.
Integrasi Presisi Profil Molekuler Radiologis dan Klinis dalam Diagnosis dan Penatalaksanaan Congenital Megacalyces Rian Hendriyana Dwi Imanta; Fairuz Rafi Fadlurrahman; Maya Ganda Ratna; Giska Tri Putri
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8158

Abstract

Congenital Megacalyces is a rare anomaly of the renal pelvis-calyceal system characterized by non-obstructive calyx dilatation due to renal medulla hypoplasia. This condition is often misinterpreted as hydronephrosis, leading to unnecessary surgical interventions. Advances in genomic technology and precision imaging have opened up opportunities to understand the molecular basis and anatomical structure of this anomaly more deeply. A literature review was conducted through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, covering publications that discuss the relationship between genomics, imaging, and clinical management of congenital kidney abnormalities. The integration of Next Generation Sequencing (NGS), 3D MRI reconstruction imaging, and AI-based radiomics analysis has proven to enhance diagnostic accuracy, differentiate between obstructive and non-obstructive abnormalities, and assist in determining appropriate conservative therapies. Case studies demonstrate the association between SETBP1 mutations and the development of bilateral megacalyces, as well as the effectiveness of long-term monitoring based on multimodal data. The integration of genetic, imaging, and clinical data is a strategic step toward precision medicine in the management of Congenital Megacalyces. This approach improves diagnostic accuracy, reduces unnecessary invasive interventions, and supports individualized therapy based on genetic and anatomical risk factors.
Bronkiektasis Pasca TB Paru dengan Infeksi Mikosis Paru Syazili Mustofa; Amanda Febby Febrina; Giska Tri Putri; Soraya Rahmanisa; Rizqun Nisa Afriyanti; Amanda Febby
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.976

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah pelebaran permanen saluran bronkial akibat peradangan kronis dan infeksi saluran napas yang berulang. Salah satu penyebab utama bronkiektasis adalah tuberkulosis paru, yang dapat menyebabkan pembentukan sekuel, dan infeksi. Mikosis paru juga berperan dalam patogenesis dan eksaserbasi bronkiektasis. Jamur seperti Candida albicans dan Aspergillus spp., yang memiliki potensi patogenik tinggi, sering ditemukan pada pasien bronkiektasis, terutama karena gangguan pembersihan mukosilier dan kemampuan jamur untuk menghindari pertahanan imun inang. Laporan kasus ini mengkaji patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis terinfeksi pasca-TB dengan infeksi mikosis paru. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 51 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk hilang timbul yang memberat dalam tiga hari terakhir, disertai penurunan berat badan dan nafsu makan. Riwayat menunjukkan TB Paru terkonfirmasi tahun 2024 dengan pengobatan OAT selama enam bulan. Pemeriksaan di RS Abdoel Moeloek menunjukkan bronkiektasis pasca-TB dengan infeksi jamur paru. Diskusi: Kerusakan paru pasca-TB memicu gangguan mukosilier yang mendukung kolonisasi jamur oportunistik. Hasil kultur menunjukkan infeksi Candida glabrata dan Acinetobacter baumannii. Terapi kombinasi antibiotik, antijamur, dan antiinflamasi memberikan respons klinis baik. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini infeksi jamur pada bronkiektasis pasca TB untuk mencegah perburukan. Simpulan: Bronkiektasis pasca-TB meningkatkan risiko infeksi mikosis paru. Diagnosis cepat dan terapi tepat dapat memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi lanjut