Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Integrasi Presisi Profil Molekuler Radiologis dan Klinis dalam Diagnosis dan Penatalaksanaan Congenital Megacalyces Rian Hendriyana Dwi Imanta; Fairuz Rafi Fadlurrahman; Maya Ganda Ratna; Giska Tri Putri
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8158

Abstract

Congenital Megacalyces is a rare anomaly of the renal pelvis-calyceal system characterized by non-obstructive calyx dilatation due to renal medulla hypoplasia. This condition is often misinterpreted as hydronephrosis, leading to unnecessary surgical interventions. Advances in genomic technology and precision imaging have opened up opportunities to understand the molecular basis and anatomical structure of this anomaly more deeply. A literature review was conducted through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, covering publications that discuss the relationship between genomics, imaging, and clinical management of congenital kidney abnormalities. The integration of Next Generation Sequencing (NGS), 3D MRI reconstruction imaging, and AI-based radiomics analysis has proven to enhance diagnostic accuracy, differentiate between obstructive and non-obstructive abnormalities, and assist in determining appropriate conservative therapies. Case studies demonstrate the association between SETBP1 mutations and the development of bilateral megacalyces, as well as the effectiveness of long-term monitoring based on multimodal data. The integration of genetic, imaging, and clinical data is a strategic step toward precision medicine in the management of Congenital Megacalyces. This approach improves diagnostic accuracy, reduces unnecessary invasive interventions, and supports individualized therapy based on genetic and anatomical risk factors.
Bronkiektasis Pasca TB Paru dengan Infeksi Mikosis Paru Syazili Mustofa; Amanda Febby Febrina; Giska Tri Putri; Soraya Rahmanisa; Rizqun Nisa Afriyanti; Amanda Febby
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.976

Abstract

Pendahuluan: Bronkiektasis adalah pelebaran permanen saluran bronkial akibat peradangan kronis dan infeksi saluran napas yang berulang. Salah satu penyebab utama bronkiektasis adalah tuberkulosis paru, yang dapat menyebabkan pembentukan sekuel, dan infeksi. Mikosis paru juga berperan dalam patogenesis dan eksaserbasi bronkiektasis. Jamur seperti Candida albicans dan Aspergillus spp., yang memiliki potensi patogenik tinggi, sering ditemukan pada pasien bronkiektasis, terutama karena gangguan pembersihan mukosilier dan kemampuan jamur untuk menghindari pertahanan imun inang. Laporan kasus ini mengkaji patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan bronkiektasis terinfeksi pasca-TB dengan infeksi mikosis paru. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 51 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk hilang timbul yang memberat dalam tiga hari terakhir, disertai penurunan berat badan dan nafsu makan. Riwayat menunjukkan TB Paru terkonfirmasi tahun 2024 dengan pengobatan OAT selama enam bulan. Pemeriksaan di RS Abdoel Moeloek menunjukkan bronkiektasis pasca-TB dengan infeksi jamur paru. Diskusi: Kerusakan paru pasca-TB memicu gangguan mukosilier yang mendukung kolonisasi jamur oportunistik. Hasil kultur menunjukkan infeksi Candida glabrata dan Acinetobacter baumannii. Terapi kombinasi antibiotik, antijamur, dan antiinflamasi memberikan respons klinis baik. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini infeksi jamur pada bronkiektasis pasca TB untuk mencegah perburukan. Simpulan: Bronkiektasis pasca-TB meningkatkan risiko infeksi mikosis paru. Diagnosis cepat dan terapi tepat dapat memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi lanjut  
Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Mustofa, Syazili; Dewi, Meidiana Kartika; Putri, Giska Tri; Kurniawaty, Evi; Sirait, Felicya Rosari Hasianna; Soemarwoto, Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Tatalaksana Awal Pasien Cedera Kepala Sedang Di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review Putri, Giska Tri; Setiorini, Anggi; Putri, Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21894

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah signifikan di instalasi gawat darurat, dengan klasifikasi berdasarkan Glasgow Coma Scale. Cedera kepala sedang (GCS 9–13) berisiko tinggi menyebabkan komplikasi. Pemahaman manifestasi klinis dan tatalaksana awal diperlukan untuk mencegah kecacatan dan kematian, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manifestasi klinis dan rencana tatalaksana awal pada pasien cedera kepala sedang di instalasi gawat darurat sebagai pedoman untuk tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan desain narrative review dengan menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari database PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Scopus, dan Garuda. Pencarian dan seleksi awal arikel dilakukan menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 472 artikel yang lolos seleksi awal berdasarkan judul dan abstrak selanjutnya dievaluasi kelayakannya menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Proses penelusuran literatur melalui lima database menghasilkan enam artikel yang layak ditelaah. Berdasarkan hasil telaah artikel, didapatkan bahwa primary dan secondary survey wajib dilakukan pada pasien cedera kepala sedang, posisi head-up yang paling optimal adalah 30°, pemberian cairan yang paling tepat adalah cairan normal saline, serta antibiotik profilaksis yang paling efektif adalah doxycycline.
PERAN POTENSIAL BIOMARKER MOLEKULER DALAM MENILAI EFEKTIVITAS KLINIS INTERVENSI PROBIOTIK PADA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN Gasela Zalianti Balqis; Jesika Cahya Ningrum; Giska Tri Putri; Maya Ganda Ratna
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1842

Abstract

Gastrointestinal diseases represent a significant global health burden and require complex management. Current assessments of probiotic efficacy often rely on subjective patient reports, which can be potentially biased. This review aims to explore the potential of molecular biomarkers to provide objective measures of therapeutic response. A narrative review was conducted through PubMed, Google Scholar, and Cochrane databases. The literature was screened using the PICO framework, focusing on gastrointestinal diseases, probiotic interventions, and molecular biomarker outcomes. Probiotic therapy effectively modulates the gut-brain axis and restores microbiota homeostasis. Specific biomarkers such as fecal calprotectin (inflammation), malondialdehyde (oxidative stress), and zonulin and occludin (barrier integrity) have been shown to be robust indicators for patient monitoring. Changes in these biomarkers significantly correlate with improvements in clinical symptoms, such as pain reduction and normalization of stool consistency. The integration of molecular biomarkers provides an objective, evidence-based framework for evaluating the efficacy of probiotic therapy, supporting the transition to precision medicine in gastroenterology.
Common antidepressant side effect profiles and their management: A literature review Putri, Nazwa Kania; Nasution, Artika Ananda Putri; Ratna, Maya Ganda; Putri, Giska Tri
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.2304

Abstract

Background: Antidepressant medications are widely used as a first-line treatment for depressive disorders and various other mental health conditions in both primary and hospital-based healthcare settings. Despite their proven efficacy in alleviating depressive symptoms, antidepressants are frequently associated with a range of adverse effects that may negatively impact patient adherence, treatment satisfaction, and long-term therapeutic outcomes. Understanding the safety profile of antidepressants is therefore essential for optimizing clinical management and improving treatment success. Purpose: To review and synthesize current scientific evidence regarding the commonly encountered adverse effect profiles of antidepressant medications and the strategies used for their management in clinical practice. Results: A literature review of studies published between 2020 and 2025 identified several frequently reported adverse effects associated with antidepressant use, including gastrointestinal disturbances, sleep disorders, sexual dysfunction, weight changes, and neurological symptoms such as headache and tremor. The adverse effect profiles varied across antidepressant classes, including selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), serotonin–norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), tricyclic antidepressants, and atypical antidepressants. Management strategies commonly reported in the literature included dose adjustment, switching antidepressant agents or drug classes, the use of adjunctive therapies to alleviate specific adverse effects, and continuous patient education and monitoring to enhance treatment tolerability and adherence. Conclusion: Antidepressant medications exhibit diverse adverse effect profiles that may compromise treatment effectiveness if not appropriately addressed. This literature review highlights the importance of recognizing commonly encountered adverse effects and implementing individualized, evidence-based management strategies to improve drug tolerability and patient adherence. An integrated and patient-centered approach is essential to optimize antidepressant therapy in clinical practice. Keywords: Antidepressants; Adverse Effects; Drug Safety Profile; Management; Literature Review.
Eksaserbasi Sedang PPOK Grup E TB Paru, Baru Terdiagnosis Klinis pada Bulan Pertama Perawatan Fase Intensif, HIV Negatif Syazili Mustofa; Aisyah Ramadhani; Giska Tri Putri; Hendri Busman; Jordy Oktobiannobel
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1018

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a progressive respiratory disorder frequently associated with pulmonary tuberculosis (TB), particularly in individuals with risk factors such as smoking. We report a 65-year-old male with COPD group E who presented with dyspnea and chronic productive cough. The patient was diagnosed with newly detected pulmonary TB and was undergoing the intensive phase of anti-tuberculosis drug (OAT) therapy. Physical examination revealed bilateral wheezing with an oxygen saturation of 90%, which increased to 93% after administration of 2 L/min of supplemental oxygen; cardiac function was within normal limits. The patient received inhaled bronchodilators, intravenous methylprednisolone, levofloxacin, and OAT. After 10 days of hospitalization, dyspnea improved along with an increase in daily peak expiratory flow (PEF) values. This case highlights the importance of a multidisciplinary approach involving infection control and pharmacotherapy adjustment to achieve optimal clinical improvement in COPD patients with coexisting tuberculosis.  
Co-Authors Adha Nurhaniefah, Azmi Adnan, Ayu Zahera Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agustyas Tjiptaningrum Aisyah Ramadhani Aliffia Bingga, Isvi Alvan Muhammad Hibatullah Santoso Amanda Febby Amanda Febby Febrina Anggraeni, Liza Ari Wahyuni Assyfa Salsa Yulpani Attila Firjatullah, Muhammad Daffa Aulia Putri Betta Kurniawan, Betta Dewi, Meidiana Kartika Dian Isti Angraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ety Apriliana Evi Kurniawati, Evi Fadli, Muhammad Yogie Fairuz Rafi Fadlurrahman Febri Nadyanti Fitria Saftarina Fitriyani Fitriyani Gasela Zalianti Balqis Hanna Mutiara Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Busman Husnandari, Aqila Ildha Rosendy Kurnianda Intanri Kurniati Irawan, Wildan Kautsar Irawati, Nur Ayu Virginia Irawati, Nur Bebi Ulfah Ismunanto, Aziza Regina Kinasih Jasmine, Almaina Puteri Jausal, Anisa Nuraisa Jesika Cahya Ningrum Jhons Fatriyadi Suwandi Jordy Oktobiannobel Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kirche, Agnes Angelina Kurniawaty, Evi M Yusran Maya Ganda Ratna Mesensy, Natasya Muhammad Ikhlasul Akbar Nabila, Nurahma Nasution, Artika Ananda Putri Novita Carolia Pamarta, Alma Abigail Puji Indah Permatasari Purnomo, Rizki Agung Putri, Morica Angellia Shyama Putri, Nazwa Kania Ramadhan, Muhammad Alif Ramdani, Resti Rani Himayani Ratna, Maya Ganda Rian Hendriyana Dwi Imanta Rizqun Nisa Afriyanti Rodiani Rodiani Rodiani Salma Khairunnisa Hero Setiorini, Anggi Shafia, Anindya Shinta Nareswari, Shinta Sirait, Felicya Rosari Hasianna Soemarwoto, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Susianti, Susianti Syakir, Muhammad Addin Syazili Mustofa Utami, Nabila Rachmadita Utari Gita Mutiara Virginia, Nur Ayu Wisnugroho, Cahyo