Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Makna Self-Healing pada Yayasan Rangkoel Care Indonesia Bella Maulina; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8119

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the existence of a phenomenon regarding the existence of misinterpretation among the people, especially Generation Z regarding the meaning of "self-healing". The purpose of this research is to find out how Generation Z, especially members of the Rangkoel Care Indonesia Foundation, form a meaning of self-healing. This qualitative research uses a phenomenological approach, because this study aims to find meaning in a statement based on individual experiences of a phenomenon through in-depth research. By using the theory of motivation that was initiated by Alfred Schutz, regarding the formation of self-healing motives based on "because motives" and "in order motives". Data were obtained through in-depth in-depth interviews with research subjects, namely social & mental health activists. The results of the study showed that the informant felt that he was in a sincere/accepting situation in every situation, obtained calm, peace, and well-being within himself, then was able to know himself well, heal from the pain of past wounds, and do problem solving. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan dengan adanya fenomena mengenai adanya kesalahan pemaknaan di kalangan masyarakat khususnya Generasi Z mengenai pemaknaan “self-healing”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z khususnya Anggota Yayasan Rangkoel Care Indonesia, dalam pembentukan sebuah makna self-healing. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi, karena penelitian ini bertujuan untuk mencari arti secara pernyataan berdasarkan pengalaman individu terhadap suatu fenomena melalui penelitian yang mendalam. Dengan menggunakan teori Motivasi yang dicetuskan oleh Alfred Schutz, tentang pembentukan motif self-healing berdasarkan “because motif" dan "in order motif”. Data diperoleh melalui in-depth interview mendalam dengan subjek penelitian, yaitu aktivis kegiatan sosial & mental health. Hasil penelitian menunjukan bahwan informan merasa sudah ada disituasi ikhlas/menerima dalam setiap keadaan, memperoleh adanya ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan didalam dirinya, lalu bisa mengenal diri sendiri dengan baik, penyembuhan dari rasa sakit luka dimasa lalu, dan melakukan problem solving.
Manajemen Emosi dalam Dimensi Komunikasi Antarpribadi Rizqi Pratama Putra; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8197

Abstract

Abstract. Interpersonal communication is a technique for communicators to convey messages to recipients with specific goals, such as changing the communicant's perception or influencing attitudes or behavior. One of the special schools in the Kiaracondong area, SLB C Sukapura is dedicated to educating students with disabilities. The theory used is action assembly published by John Greene in 1984 and the theory put forward by Daniel Goleman about emotional intelligence. The purpose of this research is to understand more deeply about managing emotions. The method used by researchers is a qualitative research method with a phenomenological study approach and based on the experience of informants obtained from in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study are first, the teacher's motives for students with special needs in an effort to manage emotions, namely to shape the attitudes and behavior of students in social activities so that they are not easily provoked by emotions if they feel uncomfortable. Second, managing the teacher's emotions because students will imitate all the behavior and attitudes of the teacher in all things, if the teacher is easily provoked by his emotions, then the success of the teacher's motives in managing the emotions of his students will not be achieved. Third, the meaning obtained by a teacher in an effort to manage student emotions depends on the experience and perspective of the individual teacher. Fourth, the calmness of the teacher is an important aspect in the successful management of student emotions, students' anxiety will arise if they feel uncomfortable in their surroundings. Abstrak. Komunikasi antar pribadi adalah teknik bagi komunikator untuk menyampaikan pesan kepada penerima dengan tujuan tertentu, seperti mengubah persepsi komunikan atau mempengaruhi sikap maupun perilaku. Salah satu sekolah luar biasa di daerah Kiaracondong, SLB C Sukapura didedikasikan untuk mendidik murid-murid yang memiliki kelainan. Teori yang digunakan yaitu action assembly yang dipublikasikan oleh John Greene pada tahun 1984 dan teori yang dikemukakan oleh Daniel Goleman tentang kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini yaitu memahami lebih dalam tentang pengelolaan emosi. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi dan berdasarkan dengan pengalaman narasumber yang diperoleh dari wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, motif guru terhadap murid berkebutuhan khusus dalam upaya mengelola emosi yaitu membentuk sikap dan perilaku murid dalam kegiatan bersosialisasi agar tidak mudah terpancing emosi jika merasa tidak nyaman. Kedua pengelolaan emosi guru karena murid akan meniru seluruh perilaku dan sikap guru dalam segala hal, jika guru mudah terpancing emosinya maka keberhasilan dari motif guru dalam mengelola emosi muridnya tidak akan tercapai. Ketiga, makna yang diperoleh seorang guru dalam upaya pengelolaan emosi murid tergantung pada pengalaman dan perspektif individu guru. Keempat, ketenangan guru menjadi aspek penting dalam keberhasilan pengelolaan emosi murid, kegelisahan murid akan timbul jika sedang merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekitarnya.
Korean Pop sebagai Inspirator dalam Pembuatan Karya Novel Romance Sandra Ramayanti; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8607

Abstract

Abstract. With the increasing number of K-Pop or Korean Pop fans in Indonesia, it will also increase the effect or influence that the people will get. Not only regarding negative influences, there are also positive things from its influence, namely the inspiration of K-Pop fans or what is often called K-Popers so that they can produce works in book form, or rather romance books. Therefore, this research was conducted, in order to find out what things from K-Pop can inspire the K-popers community to work, the process of making works that the book writers from the K-Popers community went through, and the reasons why books are the choice for channeling inspiration and work. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The research used a purposive sampling technique to select research subjects, and data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. In this study, the results were obtained which could be concluded that the writers of the K-Popers community were inspired through several factors, namely because of their own preferences, the nature, attitude and mindset of K-Pop idols, and visuals. The process of making his own work occurs after getting inspiration through the factors mentioned earlier which are obtained through his favorite Idol shows, but for the formation of characters, the determination of the storyline is determined by the writer. The choice of the book itself is due to the backgrounds of the different writers, but all of them have the same interest in writing and have the opportunity to turn their work into a novel. Abstrak. Dengan semakin banyaknya penggemar K-Pop atau Korean Pop di Indonesia, hal itu membuat semakin bertambahnya juga efek atau pengaruh yang akan didapatkan masyarakatnya. Tak hanya mengenai pengaruh negatif, adapula hal positif dari pengaruhnya adalah Terinspirasinya para penggemar K-Pop atau yang sering disebut K-Popers sehingga bisa menghasilkan karya dalam bentuk buku, atau lebih tepatnya buku romance. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan, agar mengetahui apa saja yang saja dari K-Pop yang dapat menginspirasi komunitas K-popers untuk berkarya, Proses pembuatan Karya yang dilalui oleh penulis buku dari komunitas K-Popers., dan alasan buku menjadi pilihan untuk menyalurkan inspirasi dan berkarya. Penelitian ini menggunakkan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakkan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini kemudian didapatkan hasil yang bisa disimpulkan bahwa para penulis komunitas K-Popers terinspirasi melalui beberapa faktor yakni karena kegemarannya sendiri, sifat, sikap dan pola pikir yang dimiliki Idol K-Pop, dan visual. Proses pembuatan karyanya sendiri terjadi setelah mendapatkan inspirasi melalui faktor yang sudah disebutkan tadi yang mana didapat melalui tayangan Idol kesukaannya, namun untuk pembentukan karakter, penentuan jalan cerita ditentukan oleh sang penulis. Pemilihan buku sendiri dikarenakan latar belakang dari penulis yang berbeda-beda, namun semua memiliki ketertarikan yang sama dalam menulis dan memiliki kesempatan menjadikan karya mereka menjadi sebuah karya Novel.
Model Strategi Public Relations Humas Kota Bandung dalam Mempertahankan Citra Budaya Sunda Destyra Rusmana; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9408

Abstract

Abstract. The fading of Sundanese culture has had a major impact on the existence of culture in Indonesia. Each culture has an important role in shaping the national identity and cultural diversity of Indonesia. If Sundanese culture and other cultures continue to be marginalized and threatened with extinction, it will worsen the condition of cultural diversity in Indonesia and threaten the existence of culture as a part of national identity. The government's role in maintaining the existence of culture then becomes important. As an institution that relies on public trust, a positive image is a necessity. In building the positive image, of the role of public relations is needed. This research aims to find the role of the public relations strategy to maintain cultural image. The method used in this research is the qualitative method with the constructivism perspective and a case study of Bandung City Public Relations. Research results from this study are indicate that Bandung City Public Relations activities use existing aspects of the 4 Process PR model which consists of fact finding, planning, implementation and evaluation. Abstrak. Pudarnya budaya Sunda memiliki dampak yang besar pada eksistensi budaya di Indonesia. Setiap kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk identitas bangsa dan keberagaman budaya Indonesia. Jika budaya Sunda dan kebudayaan lainnya terus terpinggirkan dan terancam punah, maka akan memperparah kondisi keberagaman budaya di Indonesia dan mengancam eksistensi kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa. Peran pemerintah dalam mempertahankan eksistensi budaya lantas menjadi penting. Sebagai lembaga yang mengandalkan kepercayaan publik, citra positif menjadi sebuah keharusan tersendiri. Dalam membangun citra peran public relations dibutuhkan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi public relations dalam mengemban tugasnya untuk menjaga citra budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara pandang konstruktivisme dan pendekatan studi kasus pada Humas Kota Bandung. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kegiatan Humas Kota Bandung menggunakan aspek-aspek yang ada pada model 4 Process PR yang mana terdiri dari fact finding, planning, implementation dan evaluation
Pola Komunikasi Keluarga pada Hubungan Jarak Jauh Anak dengan Orang Tua Aisyah Nur Afifah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11663

Abstract

Abstract. Family communication is an important aspect in the formation of behavior that will affect the attitude and growth of children because it contains elements of education. Nowadays, many parents are willing to separate from their children, so that their children get the best university in achieving their desired goals. This long-distance family communication often experiences obstacles. The purpose of this research is to find out the experience of communication in long-distance relationships between children and parents in maintaining family harmony and to find out how long-distance relationships can provide meaning in maintaining family communication. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection methods used in this research are interviews and observations. The theory used is family relationship scheme theory. The findings of this study are that they conduct long-distance communication with parents to maintain harmony by conducting intense communication. The drivers of this communication are financial support, a sense of loss and longing, while the inhibiting motives are bad networks, and each other's busyness. Then the meaning obtained from this experience is to become more familiar, communication becomes more open, and more appreciative of the time when they are together. Abstrak. Komunikasi keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku yang akan mempengaruhi sikap dan pertumbuhan anak karena didalamnya mengandung unsur pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang rela berpisah dengan anak, agar anak mendapatkan universitas yang terbaik dalam meraih cita-cita yang diinginkan. Komunikasi keluarga jarak jauh ini sering mengalami kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara anak dengan orang tua dalam menjaga keharmonisan keluarga dan untuk mengetahui bagaimana hubungan jarak jauh dapat memberikan makna dalam menjaga komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini wawancara dan observasi. Teori yang dipakai menggunakan teori skema hubungan keluarga. Temuan penelitian ini yaitu mereka melakukan komunikasi jarak jauh dengan orang tua untuk menjaga keharmonisan dengan melakukan komunikasi yang intens. Pendorong komunikasi ini yaitu dukungan finansial, rasa kehilangan dan kerinduan, Sedangkan motif penghambatnya yaitu jaringan yang buruk, dan kesibukan satu sama lain. Lalu makna yang didapat dari pengalaman ini yaitu menjadi lebih akrab komunikasi menjadi lebih terbuka, dan lebih menghargai waktu pada saat sedang bersama.
Implementasi Kampanye Politik sebagai Elektabilitas Pemilihan Kepala Desa Fia Khoerunnisa; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12948

Abstract

Abstract. A campaign is an activity carried out by a person or political group to promote and convey their goals to the public and attract their attention to gain support. In a political campaign, communication must be two-way, there is reciprocity from the communicator and it reaches the communicant. This researcher identified the following: 1) How is the political campaign process in increasing the electability of the Margajaya Village Head? 2) How is the intensity of the political campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 3) What are the factors that support and hinder the success of the campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 4) Why did the Head of Margajaya Village use a political campaign using the Anjangsana method? The theory used in this research is Diffusion of Innovation which has 4 campaign stage processes, namely: Information, Persuasion, Reason and Confirmation. Which is used during the campaign process of the Margajaya Village Head, which will be studied in this study to determine the effectiveness of the campaign carried out by the Margajaya Village Head. The method used in this research is a qualitative case study method. The data collection techniques used in this research are observation, in-depth interviews, and documentation. As a result of this research, the Head of Margajaya Village achieved his election by maintaining relationships with the people of Margajaya Village. In addition, conducting a personal campaign or using the Anjangsana method to the people of Margajaya Village to maintain the relationship with the village community. Political campaigns carried out by the Village Head personally to the community can find out directly the aspirations and complaints that are being faced. The Village Head can also deliver his campaign messages more openly and effectively. With this Anjangsana method campaign, the Village Head can achieve high electability during the Village Head election. Abstrak. Kampanye yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok politik untuk mempromosikan dan menyampaikan tujuan mereka kepada masyarakat dan menarik perhatian mereka untuk mendapatkan dukungan. Dalam kampanye politik komunikasi yang dilakukan harus dua arah, adanya timbal balik dari komunikator dan sampainya kepada komunikan. Peneliti ini di indentifikasikan sebagai berikut: 1) Bagaimana proses kampanye politik dalam meningkatkan elektabilitas Kepala Desa Margajaya? 2) Bagaimana intensitas kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 3) Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 4) Mengapa Kepala Desa Margajaya menggunakan kampanye politik dengan metode Anjangsana?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Difusi Inovasi yang memiliki 4 proses tahapan kampanye yaitu: Informasi, Persuasi, Alasan dan Konfirmasi. Yang digunakan selama proses kampanye Kepala Desa Margajaya, yang akan dikaji pada penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, Kepala Desa Margajaya dalam meraih keterpilihanya dengan cara menjaga relasi dengan masyarakat Desa Margajaya. Selain itu, melakukan kampanye secara personal atau menggunkan metode Anjangsana kepada masyarakat Desa Margajaya untuk menjaga tali silaturahim dengan masyarakat Desa. Kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa secara personal kepada masyarakat dapat mengetahui secara langsung aspirasi dan keluhan yang sedang dihadapi. Kepala Desa juga dapat menyampaikan pesan-pesan kampanyenya lebih terbuka dan efektif. Dengan kampanye metode Anjangsana ini Kepala Desa dapat meraih elektabilitas yang tinggi pada saat pemilihan Kepala Desa.