Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Prinsip Kebenaran dalam Pemberitaan Virus Corona di Media Kompas.com Rakha Fauzan Hawadi; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.075 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i1.1368

Abstract

Abstract. This research is motivated by the massive coverage of the corona virus in online media, almost all online mass media make health issues related to the corona virus the prima donna of news. However, in practice many mass media are the principles of truth in journalism and prioritize speed in delivering news. Kompas.com is one of the online media that intensively spreads information related to the corona virus. From some of the news that he published, it was necessary to question his responsibility and the principles of truth he applied. According to Bill Kovach truth in journalism is absolute truth, but functional truth. Therefore, the purpose of this study is to find out about the principle of truth in the corona virus news text in the online media Kompas.com. Also to find out the principle of truth in the practice of discourse in reporting the corona virus in the online media Kompas.com. Finally, to find out socio-cultural practices in reporting the corona virus on Kompas.com online media. The methodology used is qualitative with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. The results of this study show; (1) Kompas Online presents the truth that is not deep enough and positions itself as a transmitter and receiver of information. (2) The discourse of truth that is displayed does not represent the vision of Kompas Online with the lack of balance in the news and the tendency for speed. (3) The factors of the pandemic situation and the information needs that pushed Kompas Online to become one of the factors in the news about the current corona virus, on the other hand the culture of conformity of the Indonesian people also influenced Kompas Online in its reporting so that the discourse presented to the public seemed short and lacked depth. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pemberitaan virus corona di media online, hampir seluruh media massa online menjadikan isu kesehatan terkait virus corona menjadi primadona pemberitaannya. Namun dalam pelaksanaannya banyak media massa yang kerap mengabaikan prinsip kebenaran dalam jurnalisme dan mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan berita. Kompas.com merupakan salah satu media online yang secara intens mengbarkan informasi terkait virus corona. Dari beberapa pemberitaan yang dimuatnya, perlu dipertanyakan kredibilitas serta prinsip kebenaran yang diterapkannya. Menurut Bill Kovach kebenaran dalam jurnalisme bukanlah kebenaran yang mutlak, melainkan kebenaran yang fungsional. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang prinsip kebenaran pada teks pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Juga untuk mengetahui prinsip kebenaran pada praktik wacana dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Terakhir untuk mengetahui praktik sosial budaya dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukan; (1) Kompas Online menampilkan wacana kebenaran yang kurang mendalam serta memposisikan dirinya sebatas penyampai dan penerima informasi. (2) Wacana kebenaran yang ditampilkan tidak merepresentasikan visi dari Kompas Online dengan kurang berimbangnye berita dan kecenderungan pada kecepatan. (3) Faktor situasi pandemi dan kebutuhan informasi mendorong Kompas Online menjadi salah satu faktor dari pemberitaan mengenai virus corona saat ini, di sisi lain budaya komformitas masyarakat Indonesia turut memengaruhi Kompas Online dalam pemberitaannya sehingga wacana yang ditampilkan kepada masyarakat terkesan singkat dan kurang mendalam.
Kepercayaan Gen X terhadap Informasi di Media Sosial Nova Nadifah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.783 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.3142

Abstract

Abstract. The phenomenon of Indonesian people's media consumption patterns, especially generation X, who are mostly still technologically illiterate, raises questions to analyze the Gen X Audience Reception in the Kasomalang Market Traders Association Community on the Consumption of Information "Market Issues" in WhatsApp chat groups. This study uses a qualitative method with an audience reception analysis approach. Data collection techniques in this study used data triangulation, namely Content Analysis, Interviews, and Documentation. The results of this study include: Information Consumption Patterns carried out by Gen X in the Kasomalang Market Traders Association Community, namely there are some who are waiting for the information to be sent in the group, some are also spreading the information to the Kasomalang Market Traders Association Community group. Then in the position of receiving information, two of the five sources occupy a dominant and negotiating position, each of which occupies one position, while three of them occupy an opposition position. With different trust factors, starting from educational background, age, and proximity of someone who makes gen x in the Kasomalang Market Traders Association Community trust information. Abstrak. Fenomena pola konsumsi media masyarakat Indonesia terutama generasi X yang sebagian besar masih buta teknologi memunculkan pertanyaan untuk Menganalisis Resepsi Audiens Gen X di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang Terhadap Konsumsi Informasi “Isu Pasar” di grup chat WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi audiens. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tringulasi data, yaitu Analisis Isi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pola Konsumsi Informasi yang dilakukan oleh Gen X di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang yaitu ada Sebagian yang menunggu informasi itu dikirimkan di grup ada juga yang menyebarkan informasi itu ke grup Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang. Kemudian dalam posisi penerimaan informasi, dua dari lima narasumber menempati posisi dominan dan negosiasi yang masing-masing menempati satu posisi, sedangkan tiga diantaranya menempati posisi oposisi. Dengan factor kepercayaan yang berbeda-beda, dimulai dari latar belakang Pendidikan, umur, dan kedekatan seseorang yang membuat gen x di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang mempercayai suatu informasi.
Partisipasi Citizen Journalism dalam Mengembangkan Informasi Seni Ketangkasan Domba Garut Tannia Meirina Anwar; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5899

Abstract

Abstract.This research is motivated by citizen journalism or known as Citizen journalism has an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information owned. The purpose of this study was to determine the contribution, role, and expectations of citizen journalism in the development of Sundanese cultural information, the art of dexterity of the Garut sheep on social media Instagram. This relates to the nature of humanity that needs and is accustomed to telling "story" to others. Today's culture has a lot of acculturation and many foreign cultures come. As many cultures enter, people begin to forget about it. Garut Sheep Dexterity Art which has begun to dim and is almost extinct. With the help of citizen journalism Through social media Instagram, friendship and friendship then become very easy to access, this cultural art is starting to be spread again and it can be said that this culture has increased in level from previous years. Not only in Garut, this art has also spread to several cities, for example: Bandung, Sumedang, Bogor, Tasikmalaya. This research uses a qualitative method with an explanatory case study approach. By using interview data collection techniques with informants and administrators of HPDKI (Indonesian Goat Sheep Breeders Association), observation, and content analysis or Instagram content about the art of garut sheep agility. The results of the study found that citizen journalism has an important role in developing information on the art of garut sheep agility on Instagram social media. It's just that there has been no more contribution for HPDKI or the Indonesian Sheep Goat Breeders Association as the organization that houses the art of arrowroot sheep agility. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh citizen journalism atau dikenal dengan Jurnalisme Warga mempunyai peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita serta informasi yang dimiliki. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi, peran, dan harapan citizen journalism dalam pengembangan informasi budaya sunda seni ketangkasan domba garut di media sosial Instagram. Hal ini berkaitan dengan sifat kemanusiaan yang membutuhkan dan terbiasa menyampaikan “kisah” kepada sesama. Kebudayaan saat ini telah banyak akulturasi dan banyak budaya asing berdatangan. Seiring banyaknya budaya yang masuk, masyarakat pun mulai melupainya. Seni Ketangkasan Domba Garut yang sudah mulai redup dan hampir punah. Dengan dibantu oleh citizen journalism Melalui sosial media Instagram, maka perkawanan dan persahabatan lalu menjadi sangat mudah untuk diakses, Seni kebudayaan ini pun mulai terjamak lagi dan dapat dikatakan bahwa budaya ini naik tingkatannya dari taun taun sebelumnya.Tak hanya di Garut, kesenian ini pun sudah menyebar ke beberapa kota, contohnya: Bandung, Sumedang, Bogor, Tasikmalaya. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan informan dan pengurus HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia), observasi, serta analisis isi atau konten Instagram tentang seni ketangkasan domba garut. Hasil penelitian menemukan bahwa citizen journalism memiliki peran penting dalam pengembangan infomasi seni ketangkasan domba garut di media social Instagram. Hanya saja belum ada kontribusi lebih untuk HPDKI atau Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia selaku organisasi yang menaungi seni ketangkasan domba garut.
Prinsip Kebenaran dalam Pemberitaan Virus Corona di Media Kompas.com Rakha Fauzan Hawadi; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i1.12318

Abstract

Abstract. This research is motivated by the massive coverage of the corona virus in online media, almost all online mass media have made health issues related to the corona virus the mainstay of their reporting. However, in practice, many mass media often ignore the principles of truth in journalism and prioritize speed in delivering news. Kompas.com is one of the online media that intensively spreads information related to the corona virus. From some of the reports he published, it is necessary to question the credibility and the principles of truth that it applies. According to Bill Kovach, truth in journalism is not absolute truth, but functional truth. Therefore, the purpose of this study is to find out about the principle of truth in the text of the news on the corona virus in the online media Kompas.com. Also to find out the principles of truth in the practice of discourse in reporting the corona virus in online media Kompas.com. Finally, to find out about socio-cultural practices in reporting the corona virus on the online media Kompas.com. The methodology used is qualitative with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. The results of this study indicate; (1) Kompas Online presents a discourse of truth that is less profound and positions itself as a conveyor and recipient of information. (2) The discourse on truth that is presented does not represent the vision of Kompas Online with unbalanced news and trends in speed. (3) The factor of the pandemic situation and the need for information encourages Kompas Online to become one of the factors in the coverage of the current corona virus, on the other hand the culture of conformity of the Indonesian people also influences Kompas Online in its reporting so that the discourse displayed to the public seems short and lacks depth. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pemberitaan virus corona di media online, hampir seluruh media massa online menjadikan isu kesehatan terkait virus corona menjadi primadona pemberitaannya. Namun dalam pelaksanaannya banyak media massa yang kerap mengabaikan prinsip kebenaran dalam jurnalisme dan mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan berita. Kompas.com merupakan salah satu media online yang secara intens mengbarkan informasi terkait virus corona. Dari beberapa pemberitaan yang dimuatnya, perlu dipertanyakan kredibilitas serta prinsip kebenaran yang diterapkannya. Menurut Bill Kovach kebenaran dalam jurnalisme bukanlah kebenaran yang mutlak, melainkan kebenaran yang fungsional. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang prinsip kebenaran pada teks pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Juga untuk mengetahui prinsip kebenaran pada praktik wacana dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Terakhir untuk mengetahui praktik sosial budaya dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukan; (1) Kompas Online menampilkan wacana kebenaran yang kurang mendalam serta memposisikan dirinya sebatas penyampai dan penerima informasi. (2) Wacana kebenaran yang ditampilkan tidak merepresentasikan visi dari Kompas Online dengan kurang berimbangnye berita dan kecenderungan pada kecepatan. (3) Faktor situasi pandemi dan kebutuhan informasi mendorong Kompas Online menjadi salah satu faktor dari pemberitaan mengenai virus corona saat ini, di sisi lain budaya komformitas masyarakat Indonesia turut memengaruhi Kompas Online dalam pemberitaannya sehingga wacana yang ditampilkan kepada masyarakat terkesan singkat dan kurang mendalam.
Pemberitaan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam Bingkai Media Alif Adhasya Daffa Gunawan; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.14947

Abstract

Abstract. The Indonesian Presidential Election of 2024 marks the third time Prabowo Subianto is running for President. He is currently candidate number two (2), with Gibran Rakabuming as his Vice-Presidential candidate. This Indonesian democratic event is a national five-year affair that will undoubtedly be covered by various media, including television, radio, social media, online media, and others. Private mass media owners have their interests and objectives in every news report they publish, despite regulations requiring media neutrality, prohibiting any bias or specific tendencies. The aim of this research is to analyze the four dimensions of Robert Entman's framing, which are defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and treatment recommendations, in the news coverage of presidential candidate Prabowo Subianto on cnnindonesia.com. This research adopts a qualitative approach and employs framing analysis methods, with data taken from 10 news articles published by cnnindonesia.com during the first presidential debate attended by the three candidates. The findings during the research period revealed 1,062 news articles about Prabowo, 895 about Anies, and 863 about Ganjar, between November 13 and December 31, 2023. The conclusion of this study is that there is no bias and a tendency in cnnindonesia.com's online media coverage towards Prabowo Subianto during the 2024 election period. Abstrak. Pemilihan umum calon Presiden Indonesia edisi tahun 2024, menjadikan ketiga kalinya Prabowo Subianto, bertarung dalam pemilihan Presiden. Saat ini, ia mendapatkan nomor urut dua (2) bersama Gibran Rakabuming, selaku calon Wakil Presiden. Pesta demokrasi Indonesia ini, merupakan acara nasional 5 tahun-an, yang tentu akan diliput oleh media. Seperti, media televisi, radio, media sosial, media online dan sebagainya. Media massa swasta, tentu para pemiliknya mempunyai kepentingan dan tujuan sendiri dalam setaip pemberitaan yang dipublikasikan, padahal peraturan menetapkan media harus netral, tidak boleh ada keberpihakan atau kecenderungan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui keempat dari dimensi framing Robert Entman, yaitu untuk mengetahui, pendefinisian masalah (define problems), perkiraan penyebab masalah (diagnose causes), pembuatan keputusan moral (make moral judgement), penyelesaian masalah (treatment recommendation), pada pemberitaan calon Presiden Prabowo Subianto di media online cnnindonesia.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan metode analisis framing, data diambil dari 10 pemberitaan yang dipublikasikan oleh cnnindonesia.com, saat ketiga calon Presiden Indonesia, menghadiri debat pertama. Hasil yang ditemukan selama penelitian berlangsung adalah, terdapat 1.062 pemberitaan tentang Prabowo, 895 pemberitaan tentang Anies, dan 863 pemberitaan tentang Ganjar, dalam kurun waktu 13 November hingga 31 Desember 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, ditemukan tidak adanya keberpihakan dan juga kecenderungan pemberitaan dalam media online cnnindonesia.com, terhadap Prabowo Subianto, dalam masa pemilu edisi tahun 2024.