Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan dan Evaluasi Hasil Pembuatan Nata de Coco pada Siswa SMA Kota Kediri sebagai Bentuk Peningkatan Jiwa Biopreneur Rahmawati, Ida; Herawati, Elysabet; Utami, Bhudi; Primandiri, Poppy Rahmatika; Sulistiono, Sulistiono; Santoso, Agus Muji; Budiretnani, Dwi Ari; sulistiyowati, Tutut Indah; Fahriza, M. Raffi; Rahmatullah, M. Fauzan Putra; Insani, Gilang Taufan
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: JANUARI 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.155

Abstract

Biopreneurship adalah salah satu pendekatan pembelajaran kontekstual yang dapat melatih siswa mengembangkan ide serta menemukan cara baru dalam melihat masalah ataupun peluang yang dihadapi siswa dalam lingkungan sekitar. Salah satu produk bioteknologi konvensional yang mudah diaplikasikan adalah Nata de coco. Pengembangan semangat biopreneurship di kalangan siswa SMA masih minim, meskipun didukung oleh fasilitas laboratorium yang lengkap. Melalui program pelatihan teknologi tepat guna pembuatan nata de coco ini diharapkan mampu meningkatkan jiwa wirausaha berbasis ilmu Biologi pada siswa SMA Kota Kediri. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan, pelatihan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menegaskan bahwa produksi Nata de coco merupakan implementasi biopreneurship yang sangat relevan bagi siswa SMA di Kota Kediri. Melimpahnya ketersediaan bahan baku air kelapa di wilayah ini, didukung dengan prosedur teknis yang sesuai dengan kapasitas belajar siswa, membuka peluang strategis bagi mereka untuk menjadikan Nata de coco sebagai rintisan usaha mandiri yang prospektif. Hasil evaluasi produk dari kegiatan pengabdian ini Adalah Sebagian produk mengalami kegagalan yang kemungkinan disebabkan kurang terjaga sterilitas selama prosedur pembuatan nata.
Forced Marriage in Mojorejo Village Indonesia: A Qualitative Study from Islamic Law and Human Rights Perspectives Rahmawati, Ida; Ulfa, Isnatin
Rule of Law Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Rule of Law Studies Journal
Publisher : CV. Dyoqu Publishing and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/rolsj.v2i1.212

Abstract

Background:Marriage is a social institution that plays a crucial role in forming families and maintaining the continuity of social life. From the perspective of Islamic law and human rights, marriage should ideally be based on the consent and willingness of both parties, without any element of coercion. However, in social practice, cases of forced marriages by parents or guardians of their children are still found. This phenomenon demonstrates a gap between normative legal principles and prevailing social practices. Aims:This study aims to analyze the practice of forced marriage from the perspective of Islamic law and human rights and to examine women's independence in determining their life partner. Methods:This study used a qualitative approach with field research. Data were obtained through interviews and observations with informants involved in forced marriage practices in Mojorejo Village, Kebonsari District, Madiun Regency. Data analysis was conducted using an interactive analysis model that included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result:Research shows that forced marriages persist due to the influence of strong social, cultural, and family interests within society. In some cases, marriage decisions are largely made by parents or guardians, limiting an individual's freedom to choose a life partner. This situation demonstrates a gap between social practices and the principles of Islamic law and human rights, which emphasize the importance of mutual consent in marriage. Conclusion:This research confirms that the practice of forced marriage is not entirely in line with Islamic law and human rights principles, which uphold individual freedom to choose a life partner. Therefore, public awareness is needed regarding the importance of the consent of both prospective bride and groom in marriage as a form of protection for individual rights and justice in family life.
Pengaruh PENGARUH BERKUMUR REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE LINN) TERHADAP pH SALIVA PADA SISWA KELAS III DAN IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI JINGAH HABANG ILIR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN: Firda, Sahibul; Rahmawati, Ida; Isnawati, Isnawati; Kisworo Utami, Naning
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Terapis Gigi dan Mulut
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v7i1.180

Abstract

Betel leaf is a plant that has natural antibacterial properties. Gargling with betel leaf decoction is effective in changing the pH of saliva. This benefit comes from the essential oils in betel leaves, which contain phenolic compounds that are bactericidal and bacteriostatic. These compounds inhibit the growth of oral bacteria such as Streptococcus mutans, thereby preventing acid production by bacteria. This study aims to determine the effect of gargling green betel leaf decoction on salivary pH in class III and IV students at Jingah Habang Hilir State Elementary School. This type of research is a quasi experiment with a one group pretest posttest design. Sampling using Purposive Sampling technique with a total of 30 people. The data analysis test used is Paired Sample T-test. The results showed that the average pH of saliva before gargling green betel leaf decoction was 6.28 and after gargling green betel leaf decoction was 7.08. The results of the Paired Sample T-test showed ρ=0.000 <α=0.05 which means there is an effect of gargling green betel leaf decoction on salivary pH. In this study, it can be concluded that there is an effect of gargling green betel leaf decoction on salivary pH in class III and IV students at Jingah Habang Hilir State Elementary School. It is recommended to utilize green betel as a herbal mouthwash that has minimal side effects and is effective in helping to neutralize salivary pH thanks to its essential oil content.
Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat Untuk Fotodegradasi Metil Jingga dengan Sinar UV Rahmawati, Ida; Wardhani, Sri; Mutrofin, Siti
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat dilakukan untuk mendegradasi metil jingga dengan sinar UV. TiO₂ dimodifikasi dengan menambahkan dopan Fe dan diembankan ke bentonit. Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat dibuat dengan komposisi Fe dalam TiO₂-Fe₂O₃ dengan perbandingan mol 97:1, 97:2, dan 97:3 yang diimpregnasikan ke dalam bentonit. Fotokatalis hasil sintesis dikarakterisasi dengan FT-IR dan XRD. Fotokatalis sebanyak 100 mg diuji aktivitasnya menggunakan 25 mL larutan metil jingga 10 mg/L. Parameter fotodegradasi yang dilakukan adalah pengaruh konsentrasi Fe (0,001 mol/g; 0,002 mol/g, dan 0,003 mol/g), lama penyinaran (1; 1,5; 2; 2,5;, dan 3 jam), dan Variasi pH (2, 3, 5, 7, 9, 11). Filtrat larutan metil jingga setelah degradasi diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ = 464 nm untuk menentukan konsentrasi metil jingga. Karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan adanya serapan Ti—O—Ti pada bilangan gelombang 436,42 cm⁻¹ dan serapan Fe—O bilangan gelombang 517,71 cm⁻¹. Karakterisasi dengan XRD diketahui struktur TiO₂ adalah anatase dan rutil pada 2θ = 25,30° dan 27,43°  serta terdapat nilai 2θ = 33,50° yang menunjukkan pola difraksi Fe₂O₃. Uji aktivitas menunjukkan dopan Fe dapat meningkatkan aktivitas degradasi TiO₂. Uji pengaruh konsentrasi Fe, lama penyinaran, dan pH menghasilkan konsentrasi Fe 0,001 mol/g memiliki aktivitas degradasi optimum sebesar 15,9%, lama penyinaran optimun selama 2 jam sebesar 22,7%, dan pH optimum pada pH 3 sebesar 44%.
Co-Authors Absari, Nuril Agus Muji Santoso Agustiningsih, Wulandari Ahmad Guntur Alfianto Ahmad Suriansyah amperawati, metty Andina, Chikita Suci Ani Kristianingsih Anita, Noza Arganata, Febryan Dimas Askya, Rachima Aulia, Nurul Azizah, Berlian Isni Bin Said, Fahmi Budhi Utami Buyung Keraman Cinantya, Celia Colin, Vellyza Danan, Danan Desi Fitriani Dewi Ratnasari Dewi, Vivian Nanny Lia Didik Sugeng Pambudi Dinawati Trapsilasiwi Dwi Ari Budiretnani Effendi Effendi Effendi, S. Effendi Eliagita, Choralina Elvira, Yulita Fahriza, M Raffi Fahriza, M. Raffi Fansurna, Anderi Firda, Sahibul Fithrayudi Triatmaja, Muhammad Giena, Vike Pebri Hamidah Suryani Lukman Hanifah Haryanti, Nimi Heni Anggraini, Heni Herawati, Elysabet Insani, Gilang Taufan Isnatin Ulfa, Isnatin Isnawati Isnawati Istiqlaliyah, Hesty Juksen, Loren Kemil Wachidah Khairunnisa, Mutiara Khairunnisa, Nur Meila Sari Khanifah, Yani Khomaril Hudha, Roul Kisworo Utami, Naning Komala, Ilhamni Intan Listya Purnamasari, Nurna Mamora, Iing Maria Ulfa Masruroh MASRUROH Meirika, Viola Muhammad Naufal, Muhammad Mujitahid, Lalu Zainul Mujitahid Mutiara, Violita Siska Nadzifah, Bintang Khoirun Naning Kisworo Utami Nenden Mutiara Sari Nera Ningsih, Dwi Putri Sulistiya Ningsih, Neny Setiawaty Nor Safitri, Lala nor, della Nur Faizah Nur Rahmawati Nurhasanah Nuri Aslami Nurpitriani, Maya NURUL ANNISA Oktarina, Mika Okvitasari, Astri Rino Pitasari, Mely Agustin Reni Poppy Rahmatika Primandiri Purwanto, Doby Putra, Komang Yudha Manggala Qurtubi, Moh. Rafidaini Sazarni Ratiyun Rahmatullah, M. Fauzan Putra resnawaty, sri Risky Aswi R, Risky S. Effendi, S. Effendi Sabatul Habibah, Siti Said, Fahmi Said, Fahmi bin Saipul Arni Muhsyaf Sani, Alfi Sasmita, Fatima Nuraini Sa’adah, Muna Septia Armayani, Dilla Setiani, Ana Siti Mutrofin Siti Salamah Siti Zubaidah Sri Nuryati Sri Wardhani Sri Winarni Suhana Suhana Sukarni Sukarni Sulistiono Sulistiyowati, Tutut Indah Sulistiyowati, Tutut Indah Syamsiar, Syamsiar Ulfah, Rasuna Usamah Usamah, Usamah Utami, Bhudi Utami, Yustri Verawati, B. Wahyudi, Hedi Wahyuni, Sela Waljuni Astu Rahman Wijayanti, Dini Prastyo Yuliani, Istri Yusniawati, Yustina Ni Putu