Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Visipena

URGENSI PENGEMBANGAN DIMENSI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBALISASI Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.928 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.308

Abstract

Kajian konseptual ini bersifat studi kepustakaan. Pada artikel ini memiliki beragam konsep yang saling terkait dan dibahas untuk mendapat suatu gagasan tentang urgensi pengembangan dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui pendekatan sains, teknologi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Ilmu pengetahuan sosial secara formal didefinisikan sebagai studi terintegrasi ilmu sosial dan humaniora dalam rangka mengembangkan kompetensi warga Negara. Di dalam program sekolah, ilmu pengetahuan sosial mengkoordinasikan kajian sistematis yang menggambarkan berbagai disiplin seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filasafat, ilmu politik, psikologi, agama, dan sosiologi, maupun materi yang sesuai dari humaniora, matematika, dan ilmu alam. Program pendidikan ilmu pengetahuan sosial yang komprehensif mencakup empat dimensi yaitu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta tindakan. Dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial perlu dikembangkan dalam proses belajar mengajar disekolah melalui suatu pendekatan sains teknologi dan masyarakat. Pendekatan ini cocok digunakan oleh guru untuk mengembangkan pendidikan dimensi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial kepada siswa. Pendekatan sains, teknologi dan masyarakat didasari pada paham konstruktivis berarti teradapat kaitan antara keadaan nyata di luar kelas dan manfaat konsep yang akan dikembangkan, maka siswa lebih mudah mengkonstruksi pengetahuan atau konsep.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DALAM PROSES DISKUSI SISWA SEKOLAH DASAR Gio Mohamad Johan; Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.629 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i1.382

Abstract

The general objective of this research is to describe Indonesian error in the discussion process students of sixth gradestudents SDN 1 Miri. The specific purpose of this research is, describe morphological error in Indonesian language in the discussion process students of class VI SDN 1 Miri. This research is a descriptive research. Sources of data in this study are the students of sixth grade SDN 1 Miri Jenangan district Ponorogo. The instruments used in this research are observation sheet and oral data recorder. Data collection using nontes techniques such as record, record, and observation. Data analysis techniques using qualitative data analysis techniques. The results of this study indicate that there are errors in Indonesian language in the discussion process students of sixth grade SDN 1 Miri. The result of this research is morphological error consisting of mistake of improper usage of affix, omission of affix, and morph increase. Abstrak Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia dalam proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Miri. Adapun tujuan khusus penelitian ini yakni, mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia secara morfologis dalam proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Miri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 1 Miri Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni lembar observasi dan alat perekam data lisan. Pengumpulan data menggunakan teknik nontes seperti rekam, catat, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa Indonesia dalam proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Miri. Hasil penelitian ini yakni kesalahan secara morfologis terdiri atas kesalahan penggunaan afiks yang tidak tepat, penghilangan afiks, dan penyingkatan morf. Kata Kunci : Analisis Kesalahan, Morfologi, Diskusi
KAJIAN INTERFERENSI KOSA KATA BAHASA SUNDA TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN SISWA SDN 1 SUKAJAYA KABUPATEN BANDUNG BARAT Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.04 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.410

Abstract

The background of this study is the use of two or more languages ​​used by students SDN 1 Sukajaya West Bandung regency as speakers of the language. This study aims to determine the picture and frequency of interference that occurs in SDN 1 Sukajaya students. This research is done by using descriptive method. Data collection is done using task sheets, questionnaires, interviews and documentation. The subject of this research is the third grade students of SDN Sukajaya Regency West Bandung. Data analysis is done by analyzing the text of each student essay. The results of this study as follows: of the total number of words produced by 35 students is 2048 words, in which there are 16 pieces of vocabulary that interfere into the Indonesian language conducted by 14 students. The symptoms of interference is due to several factors, namely the strong influence of mother tongue, the habit of using both Sundanese language and Indonesian language, by accident, geographical location so that it is very thick in using the local language, the local government policy that includes the Sundanese language as local content in school subjects, difficulty finding equivalent words in Indonesian language as well as low levels of parental education resulting in a lack of Indonesian language teaching in the family environment. The magnitude of the interference frequency of the Sundanese language vocabulary to the Indonesian language in the student essay is 0.78%, this shows only a small portion of the interference of the Sundanese and Indonesian language vocabulary that occurs in the student essay. Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan dua bahasa atau lebih yang digunakan oleh siswa SDN 1 Sukajaya Kabupaten Bandung Barat selaku penutur bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan frekusensi interferensi yang terjadi pada siswa SDN 1 Sukajaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data yang diakukan dengan menggunakan lembar tugas, angket, wawancara serta dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Sukajaya Kabupaten Bandung Barat. Analisis data dilakukan dengan menganalisis naskah karangan setiap siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : dari jumlah total kata yang diproduksi oleh 35 siswa yaitu 2048 kata, didalamnya terdapat 16 buah kosakata yang berinterferensi kedalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh 14 siswa. Gejala interferensi ini lebih disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kuatnya pengaruh bahasa ibu (mother tongue), kebiasaan menggunakan kedua bahasa (campuran) bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, ketidaksengajaan, letak geografis sehingga sangat kental menggunakan bahasa daerahnya, kebijakan pemerintah daerah yang memasukan bahasa Sunda sebagai muatan lokal dalam mata pelajaran di sekolah, kesulitan mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia serta tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah mengakibatkan kurangnya pengajaran bahasa Indonesia di lingkungan keluarga. Besarnya frekuensi interferensi kosakata bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia dalam karangan siswa adalah sebesar 0,78%, hal ini menunjukan hanya sebagian kecil interferensi kosakata bahasa Sunda dan bahasa Indonesia yang terjadi dalam karangan siswa. Kata kunci : Interferensi, Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, Siswa
FENOMENA KEDWIBAHASAAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN CIREBON: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.848 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i1.446

Abstract

Portrait of bilingual has become a necessity that happened in the middle of Indonesian society, especially in school environment. In fact that often happens is the use of regional languages (Mother tongue) which is mixed either intentionally or not into the process of daily communication. Cirebon is the north east coastal area of West Java province. In Cirebon District there is a local content of Regional Language, ie Cirebon language that is taught in all levels of education in the region of Cirebon. This literature study seeks to reveal the description of the use of Language conducted by elementary school students, especially in the area of Cirebon that either intentionally or unintentionally using two Languages, in this case Indonesian-Cirebon language through the theories considered relevant so that with portrait the diversity of the use of this regional language can be a critical examination of the observers of the Language, especially the Regional Language. Abstrak Potret kedwibahasaan sudah menjadi suatu keniscayaan yang terjadi ditengah masyarakat Indonesia, terlebih lagi di lingkungan sekolah. Pada kenyataannya yang sering terjadi adalah penggunaan Bahasa daerah (Bahasa Ibu) yang dicampurkan baik secara sengaja maupun tidak ke dalam proses komunikasi sehari-hari. Cirebon merupakan wilayah pesisir timur laut utara provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten Cirebon terdapat muatan lokal Bahasa Daerah, yakni Bahasa Cirebon yang diajarkan di semua jenjang pendidikan yang ada di wilayah Cirebon. Studi pustaka ini berupaya untuk mengungkap gambaran mengenai penggunaan Bahasa yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar khususnya di wilayah Cirebon yang baik secara sengaja maupun tidak sengaja menggunakan dua buah Bahasa, dalam hal ini Bahasa Indonesia-Bahasa Cirebon melalui teori-teori yang dipandang relevan sehingga dengan potret keberagaman penggunaan bahasa daerah ini dapat menjadi suatu telaah kritis para pemerhati Bahasa, khususnya Bahasa Daerah. Kata Kunci : Kedwibahasaan, Siswa, Cirebon
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ACRL MELALUI PEMANFAATAN MULTIMEDIA BAGI GURU SEKOLAH DASAR Dyoty Auliya Vilda Ghasya,; Gio Mohamad Johan; Lili Kasmini
Jurnal Visipena Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.284 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i2.466

Abstract

Information literacy is a skill needed to search, analyze and utilize information. So that information literacy is a very important ability that is owned by a person, especially in the world of education, in this case elementary school teachers because at this time all people are faced with various types of information resources that are developing very rapidly, but not necessarily all the information that is available and created can be trusted and in accordance with the information needs of information seekers. Based on direct observations made by the team proposing the Community Partnership Program (PKM) in partner primary schools found data and information that the information literacy skills of elementary school teachers are still below the standards of the Association of College and Research Libraries (ACRL). This information literacy standard lists a number of abilities used in determining a person's ability to understandinformation. Seeing the problem of information literacy ability of partner elementary school teachers is still below the ACRL standard, the proposer team will utilize multimedia as one solution to improve information literacy skills of partner primary school teachers. The advantage of using multimedia the most prominent is interactivity which means that this media inherently forces users to interact with the material. This interaction varies from the simplest to the complex. This program will be implemented for elementary school teachers in Aceh Besar District. The objectives of this program are (1) through this mentoring activity it is believed that it can increase the repertoire of knowledge of primary school teachers regarding information literacy capacity building programs, (2) Through mentoring activities will improve elementary school teacher information literacy skills based on the standards of the Association of College and Research Libraries (ACRL) through multimedia utilization. (3) Develop the skills of elementary school teachers in designing simple information literacy media that are easy to make and applicable to the learning presented. Abstrak Literasi informasi merupakan suatu keterampilan yang diperlukan untuk mencari, menganalisis dan memanfaatkan informasi. Sehingga literasi informasi merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki seseorang terutama pada dunia pendidikan, dalam hal ini guru sekolah dasar karena pada saat ini semua orang dihadapkan dengan berbagai jenis sumber informasi yang berkembang sangat pesat, namun belum tentu semua informasi yang ada dan diciptakan tersebut dapat dipercaya dan sesuai dengan kebutuhan informasi para pencari informasi. Berdasarkan observasi secara langsung yang dilakukan oleh tim pengusul Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada sekolah dasar mitra ditemukan data dan informasi bahwa kemampuan literasi informasi guru sekolah dasar masih dibawah standar Association Of College and Research Libraries (ACRL). Standar literasi informasi ini berisi daftar sejumlah kemampuan yang digunakan dalam menentukan kemampuan seseorang dalam memahami informasi. Melihat permasalahan kemampuan literasi informasi guru sekolah dasar mitra masih dibawah standar ACRL tersebut, maka tim pengusul akan memanfaatkan multimedia sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi guru sekolah dasar mitra. Keunggulan dari pemanfaatan multimedia yang paling menonjol adalah interaktivitas yang artinya media ini secara inheren memaksa pengguna untuk berinteraksi dengan materi. Interaksi ini bervariasi dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Program ini akan dilaksanakan pada guru sekolah dasar di Kabupaten Aceh Besar. Adapun tujuan dari program ini adalah (1) Melalui kegiatan pendampingan ini diyakni dapat menambah khasanah pengetahuan guru sekolah dasar mengenai program peningkatan kemampuan literasi informasi, (2) Melalui kegiatan pendampingan akan meningkatkan kemampuan literasi informasi guru sekolah dasar berdasarkan standar Association of College and Research Libraries (ACRL) melalui pemanfaatan multimedia. (3) Mengembangkan keterampilan guru sekolah dasar dalam mendesain media literasi infromasi sederhana yang mudah dibuat dan aplikatif dengan pembelajaran yang disajikan. Kata Kunci: Literasi Informasi, Standar ACRL, Multimedia
Co-Authors A, Musdalifah A. Totok Priyadi Adelia Risti Agung Amiansyah Agung Hartoyo Agustinus Mimo Hendri Agusturrahman Ahmad Yani T Albinus Febrianus Alfadillah, Dinni Alya Amini Amaliawan, Nur Andini, Della Putri Angela Utari Angela, Yuyun Anggi Putri Pratiwi Anggun Beliani Anjelika Widyasari Armawita, Natasa Aroyo, Elisiana Asha Asha Asmayani Salimi Asriah Nurdini M. Bayu Prasodjo Bella Sri Ardha Bistari Budiman Tampubolon Burgawanti Burgawanti Christanto Syam Cici Oktria Ningsih Clarissa Wury Sevilla Dara Dalilah Dede Tamara Deswanti, Lamberta Dhea Ananda Dian Febryana Dian Miranda Dian Miranda Dominika Farida Dwi Riyanti Dwiki Ilmawan Elyasmad Elyasmad Elyasmad, Elyasmad Endang Febrianti Erma Yunita Sari Eva Rini Lestari Farid Zulfa Faza Fatianti, Nur Idhafi Fatmadiwi, Anggi Febriyani, Ananda fera fera Fitri Sari Utami Fricilia Tika Fricilia Tika Gio Mohamad Johan Gio Mohamad Johan Hairida Hairida Hamdani . Hamdani Hamdani Haniza Heri Kresnady Hery Kresnadi Hery Kresnadi Hidayah, Andini Nur Holyness Nurdin Singadimedja Iksan Iksan Ilmansyah, Uray Iman, Darul Indah Sauliyah Irfan Izudin, Muhammad Irwi Fiemi Isti Dwi Puspitawati Iswani Iswani Izudin, Muhammad Irfan Jayawarsa, A.A. Ketut Johan, Gio Mohamad Juliansyah, Rian Jumiadi Firmansyah Jumiarti Kartono Kartono , Kartono Kartono Kartono Kartono Khairunnisa Khairunnisa Kriswanto, Dafi Kusumasadi, Dimas Kuncoro Laksono Trisnantoro Lesmawarni Lestari , Saras Lia Uladari Lili Kasmini Lily Thamrin Liza Khasanah Sudrajat M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Ma'unah, Ma'unah Martono Martono Mashud Masyithah Masyithah, Masyithah Maulana, Dio Vialli Meidianti, Hesty Zenitha Mika Santia Muhamat Alridha Upara Muhammad Hidayat Muhammad Nurul Huda Muhammad Ridho Hakiki Muhammad Robi Harjuni Muskania, Ricka Tesi Mu’afiyah, Rofidatul Nadelia Maudi Nadia Selvira Nany Safrianty Natalia Rosi Heavenlim Natasya, Dya Nauval Fahrani Neni Mariyani Ningsih, Sirindu Pujia Norholis, Norholis Novita Sari, Theresia Nulhuda, Ihwan Nur Fitri Meliani Nur Khalid Saifullah Nurdini Maulida Nurhamzah, Dede nurhayati nurhayati Nurloviana Nurloviana Nurul Sapitri Oei Fira Ramadhani Patriantoro . Patrisia Gina Pranata, Rio Prasodjo, Bayu Pratama, Elta Wiadria Pupun Nuryani Purba, Elsa Febriony Agata Purba, Hengky Tantri Badakara Putri Tipa Anasi Rahma Anggita Rahmawati Rianda, Rianda Rio Pranata Rio Pranata Ririn Ririn Ririn, Elisia Rania Riska Prahasta Rita Ermia Rizal Rizal Rizka Dwi Yanti Rizka Putri Salsadila Safrianty, Nanny Sakurdi Sakurdi Santoso, Ichsan Santri Santri Sari, Dianti Dwi Puspita Sari, Nadila Sesilia Seli Siti Halidjah Siti Halidjah Siti Halidjah Siti Halidjah Siti Halidjah Siti Halidjah Sri Handayani Sri Nuryanti Sri Suhelma Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Suparjan Tahmid Sabri Tahmid Sabri Tahmid Sabri Tamara, Dede Taufik Hidayat Tea Shilaturrahmi Trioktaviani Aling Uray Gustian Uray Gustian, Uray Veneranda, Novika Reka Vivi Niyarti Wahfiudin, Muhamad Waspodo Tjipto Subroto Windhi, Windhi Wulan Suci Y. Touvan Juni Samodra Zaki Al Fuad