Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) dengan Media Konkret dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Gendis Surya Kinanthi; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model REACT dengan media konkret, meningkatkan hasil belajar IPAS, dan mendeskripsikan kendala solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) langkah-langkah penerapan model REACT dengan media konkret yaitu: (a) relating (mengaitkan); (b) experiencing (mengalami); (c) applying (menerapkan); (d) cooperating (bekerjasama); dan (e) transferring (mentransfer), (2) penerapan model REACT dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPAS yaitu siklus I = 65% siklus II = 80%, dan pada siklus III = 90%,(3) kendala dalam pembelajaran siswa sulit dikondisikan, namun setiap siklus menunjukkan peningkatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model REACT dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN 2 Kemangguan tahun ajaran 2024/2025.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar Wahyono Wahyono; Nur Vina Safitri; Moh Salimi; Ratna Hidayah; Anesa Surya; Suhartono Suhartono; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.111169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV di SD Negeri 1 Sidoharum dan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV sebanyak 26 siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari tes tertulis dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori sedang atau cukup kritis. Hasil analisis per indikator menunjukkan bahwa interpretasi, analisis, dan inferensi berada pada kategori sedang atau cukup, sedangkan kategori evaluasi berada pada kategori rendah. Hasil ini mengindikasikan bahwa perlu dikembangkan strategi, metode, model, maupun media pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk memfasilitasi keterampilan berpikir kritis siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berantuan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Indonesiaku Kaya Budaya pada Siswa Kelas IV Affan Navio Fitratama; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.102417

Abstract

Problem Based Learning (PBL) menjadi alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah penerapan model PBL berbantuan multimedia, meningkatkan hasil belajar siswa, serta mendekripsikan kendala dan solusi. Jenis penilitian yang digunakan, yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas IV SDN 1 Kalibagor. Data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa. Persentase rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I = 65,26%, siklus II = 76,92%, dan siklus III = 92,30%. Simpulan penelitian ini yaitu penerapan model PBL berbantuan multimedia dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi Indonesiaku kaya budaya pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kalibagor tahun ajaran 2024/2025. 
Metode Guess Word untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Reseptif Siswa Kelas V Galih Rifki Syadzili; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah penerapan metode Guess Word dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia reseptif siswa kelas V SD Negeri 4 Bumirejo tahun ajaran 2024/2025; (2) meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia reseptif melalui metode tersebut; dan (3) mengidentifikasi kendala serta solusi dalam penerapannya. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan subjek siswa dan guru kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penilaian proses, tes, dan kajian dokumen, serta dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validitas triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode Guess Word dengan langkah orientation, implementation, dan reflection berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia reseptif, ditandai dengan peningkatan nilai evaluasi dan persentase ketuntasan dari 71,85% pada siklus I menjadi 93,75% pada siklus III. Kendala utama adalah kesulitan siswa memberikan petunjuk karena kurangnya penguasaan kosakata. Kesimpulannya, metode Guess Word efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia reseptif siswa kelas V SD Negeri 4 Bumirejo.
Model Think Talk Write (TTW) dengan Media Gambar Seri: Upaya Meningkatkan Menulis Narasi Siswa Kelas IV Rida Yulia Cahyani; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.102991

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model TTW dengan media gambar seri; meningkatkan keterampilan menulis teks narasi dengan penerapan model TTW dengan media gambar seri; mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapan model pembelajaran TTW dengan media gambar seri. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) menggunakan data kualitatif dan kuntitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah terdapat enam langkah penerapan model TTW dengan media gambar seri yaitu (1) pemberian materi dengan media gambar seri, (2) think, (3) talk, (4) write, (5) presentasi, (6) kesimpulan dan refleksi. Penerapan model TTW dengan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV. Persentase ketuntasan keterampilan menulis teks narasi pada siklus I pertemuan 1=68% pada pertemuan 2=74%, siklus II pertemuan 1=84% pada pertemuan 2=87%, siklus III pertemuan 1 menjadi 94%. Kendala yang ditemui pada penelitian ini yaitu berkaitan dengan partisipasi dan pengondisian kelas, manajemen waktu, dan keaktifan siswa saat diskusi. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Think Talk Write (TTW) dengan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV. 
Penerapan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Berbantuan Media Quizizz Paper Mode untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Elais Nur Fauzia Qodim; Ngatman Ngatman; Suhartono Suhartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.90903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan; (2) meningkatkan keterampilan membaca pemahaman; dan (3) mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan model CIRC berbantuan media Quizizz Paper Mode. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IVB SDN 5 Panjer. Data dikumpulkan dengan teknik nontes dan teknik tes. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat 8 langkah penerapan model CIRC berbantuan media Quizizz Paper Mode. Persentase ketuntasan siswa pada keterampilan membaca pemahaman siklus I = 63,33%, siklus II = 83,33%, dan siklus III = 93,33%. Analisis kendala dan solusi berdasarkan hasil refleksi bahwa terdapat beberapa kendala saat pembelajaran, sehingga diperlukan solusi perbaikan agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan model CIRC berbantuan media Quizizz Paper Mode dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa.
Pendampingan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas menggunakan instalasi biodigester biogas dengan inovasi absorber di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen Suhartono Suhartono; Joko Riyanto; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Muji Rahayu; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ari Prasetyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27706

Abstract

Abstrak Desa Kebakalan, Kecamata Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang banyak memiliki peternak sapi. Permasalahan yang dihadapi masyarakat peternak adalah minimnya pemahaman dan keterampilan peternak dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen sebagai desa mandiri bioenergi biogas sehingga kesejahteraan masyarakatnya meningkat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen dengan peserta adalah peternak sapi yang berjumlah 78 peternak. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan yaitu bulan Januari sampai Juni 2024. Pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan yiatu persiapan, pelaksaan, dan evaluasi. Pelaksanaan memfokuskan kepada penggunaan IPTEK dalam melakukan pengelolaan limbah kotoran sapi.  Selain itu dilakukan pula (1) instruksional dan dialog melalui kegiatan program penyuluhan menggunakan teknik FGD (Focus Group Disscusion) disertai dengan evaluasi kemajuan tingkat pengetahuan dan pemahaman materi, (2) pelatihan dengan peragaan pembuatan digester biogas skala rumah tangga dan produksi biogas, (3) metode percontohan pembuatan dan penerapan penggunaan biogas skala rumah tangga, (4) monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peternak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas. Kata kunci: absorber; biodigester; biogas; limbah kotoran sapi Abstract The village of Kebakalan, located in the Karanggayam Subdistrict, Kebumen Regency, Central Java Province, is one of the villages with a significant number of cattle farmers .The issue faced by livestock farmers is their limited understanding and skills in managing cow manure waste. The purpose of this community service program is to make Kebakalan Village in Kebumen Regency an independent bioenergy biogas village, thereby improving the welfare of its community. The program is carried out in Kebakalan Village, Kebumen Regency, with participants being cattle farmers there are 78 cattle farmers. The activities will be conducted over six months, from January to June 2024. The implementation includes three stages: preparation, execution, and evaluation. The focus is on utilizing science and technology in managing cow manure waste. In addition, the program includes (1) instructional and dialog sessions through extension programs using Focus Group Discussion (FGD) techniques, accompanied by evaluations of participants' knowledge and understanding progress, (2) training on household-scale biogas digester construction and biogas production, (3) demonstration of household-scale biogas production and application, and (4) ongoing monitoring and evaluation. The results indicate that farmers gained knowledge and skills in utilizing and managing cow manure waste into biogas energy. Keywords: absorber; biodigester; biogas; cow manure waste
Problematika Implementasi Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Suci Permatasari; Tira Sari Dewi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107472

Abstract

Education is the spearhead in building a better future. Through education, it is hoped that the quality of human resources can be improved, character building can be enhanced, and the nation can be advanced, so that it is able to compete in the global arena. The development of technology in this era of globalization is very rapid because human needs are also increasing. The use of technology in education can be seen in the facilities and infrastructure used in learning, learning systems, learning resources, learning methods used, education management systems, and assessment results. However, in its implementation, digital-based learning still faces challenges in terms of teachers, students, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach through a literature review method. The purpose of this method is to conduct an in-depth analysis of various scientific literature related to the challenges of implementing digital learning in elementary schools. The data sources consist of national and international scientific journals, academic reference books, policy documents, and relevant research reports. Data collection techniques were conducted through systematic searches using online databases. The research findings indicate that digital-based learning has a positive impact in terms of broad access to information; however, its implementation faces several challenges in education, such as: technological access gaps; digital divides; teacher readiness; and low digital literacy and digital competencies. Solutions that can be implemented include providing equitable access to technology, improving digital literacy, involving parents in supervision, limiting technology in a healthy manner, and providing digital security education for students, teachers, and parents.Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, meningkatkan kualitasbsumber daya manusia, dan karakter bangsa. Teknologi berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih ada problematika dalam penerapan pembelajaran digital terkait guru, siswa, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan problematika implementasi pembelajaran digital di Sekolah Dasar. Sumber data terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis menggunakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur atau sumber yang relevan lainnya. Kriteria subjek dalam penelitian ini fokusnya adalah guru yang mengalami problematika dalam menerapkan pembelajaran digital di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan dampak positif dalam hal akses informasi yang luas, namun dalam penerapannya terdapat beberapa problematika yang menjadi tantangan dalam pendidikan seperti: kesenjangan akses teknologi; kesenjangan digital; kesiapan guru, serta rendahnya literasi digital dan kompetensi digital. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penyediaan akses teknologi yang merata, peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dalam pengawasan, pembatasan teknologi secara sehat, serta edukasi keamanan digital untuk siswa, guru, dan orang tua.
Analisis Miskonsepsi terhadap Pembelajaran IPA pada Siswa Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Moh Salimi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107250

Abstract

Science is an inseparable part of human life and continues to develop along with the progress of the times. In the 21st century, the rapid development of science and technology, especially in the field of information and communication, requires students to have complex skills. In science learning itself, conceptual understanding is very important because it is the basis for students to connect various concepts logically and systematically. Conversely, errors in understanding concepts can lead to misconceptions. Misconceptions are a person's conception that is not in accordance with the scientific concept recognized by experts. This study was conducted to determine the misconceptions that occur in grade IV elementary school students. This study uses a qualitative descriptive approach. The techniques used in data collection are observation, interviews. This study involved sources, namely grade IV homeroom teachers. The results of the study include showing the implementation, theory and practitioners. From the three indicators, it can be concluded that overcoming misconceptions among students requires collaboration between teachers, students, and parents, as well as the use of technology and various learning resources. Teachers must be proactive in correcting misconceptions and creating a learning environment that supports correct understanding. Sains merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Di abad 21, pesatnya perkembngan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dibidang infromasi dan komunikasi menuntut siswa harus memiliki keterampilan yang kompleks. Dalam pembelajaran sains sendiri, pemahaman konseptual sangat penting karena mnejadi dasar bagi siswa dalam menghubungkan berbagi konsep secara logis dan sistematis. Sebaliknya, kesalahan dalam memahami konsep dapat menimbulkan miskonsepsi. Miskonsepsi adalah suatu konsepsi seseorang yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang diakui para ahli. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas IV Sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara. Penelitian ini melibatkan narasumber yakni wali kelas IV. Hasil penelitian memperlihatkan tentang penerapan, teori dan praktisi. Dari ketiga indikator tersebut, dapat disimpulkan untuk mengatasi miskonsepsi di kalangan siswa memerlukan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, serta pemanfaatan teknologi dan sumber belajar yang beragam. Guru harus proaktif dalam meluruskan miskonsepsi dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemahaman yang benar. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah miskonsepsi IPA pada siswa kelas IV SD disebabkan oleh beberapa faktor, dan guru dapat mengatasinya melalui interaksi dan diskusi. Guru menggunakan contoh nyata dan media interaktif serta melibatkan orang tua. Kolaborasi dengan guru lain dan sumber belajar berbagai penting untuk meningkatkan pemahaman.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Peningkatan Hasil Belajar IPAS di Kelas VI SDN Tegalayu Suhartono Suhartono; Indah Anita Rahayu; Sri Rejeki; Fini Suci Nuswantari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.98473

Abstract

Dalam pendidikan peserta didik memiliki keberagaman karakteristik seperti perkembangan kognitif, perkembangan sosial emosional, perkembangan moral dan spiritual, motivasi belajar, gaya belajar, karagaman suku hingga minat belajar. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas VI materi rangka manusia. Penelitian melibatkan peserta didik kelas VI berjumlah 16 peserta didik yang terdiri dari 5 laki-laki dan 11 perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan analisis hasil tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI SD Negeri Tegalayu. Hasil ketuntasan akhir sebesar 100% setelah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan berdiferensiasi meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI SD Negeri Tegalayu.
Co-Authors - Sarcowi Achmad Basari Eko Wahyudi Adam Rizky Fuadhi Adelia Ayu Pertiwi Adellia Isfara Nanjar Dewi Adi Ratriyanto Adib Nurul Huda Affan Navio Fitratama Afifah Fauziah Afifah Indar Febriyanti Agung Pambudi Agung Tri Pambudi Sejati Ajeng Dwi Pertiwi Akhmad Yusron Santoso Alda Saputri Alfina Tri Buanawati Alivia Fanny Fitriana Alwi Aryandaru Amalina Yusnani Amir Fiqri Gholidho Anesa Surya Anisa Amalia Anita Turisia Ari Prasetyo Arif Fathah Avicenna Arum Haryanti Astika Rizkiana Efendi Aulia Rahma Faizati Ayu Azimatul Maghfiroh Cla Risa Amelia Cut Dede Diah Rosyidah Desma Dzuriansyah Devi Kurnia Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Dwinanda Wuri Harsanti El Sinta Aknesia Prabulingga Elais Nur Fauzia Qodim Erika Mahmudah Fatkhul Ibnu Prayoga Fazri, Rosiana Nur Febriyanti Umi Khabibah Ferdi Kurniawan Fini Suci Nuswantari Fini Suci Nuswantari Fitriyani Nurkhotijah Galih Rifki Syadzili Gayuh Adi Nugroho Gendis Surya Kinanthi Ghazi Inzanul Ardiatama Hafida Hidayati Hasan Zainuri Ibnu Hakim Ikka Dewi Lestari Indah Anita Rahayu Indhi Mars Baramukti Intan Diennanti Joharman, Joharman Joko Riyanto Juhana Juhana Kamila Fathah Kana Tania Wijaya Kartika Chrysti Suryandari Kartika Crysti Suryandari Kharisma Fitria Yustiani Khikmah Laelatul Utami, Khikmah Laelatul Khusnul Khotimah Kristina Aspri Hartini Laeli Fauziyah Hasna Lailatul Arja Lelya Gussyanti Lu'luul Asviyati Mailatu Dzikroh Moh Salimi Muhamad Chamdani Muhamad Chamdani Muhamad Dwi Septiyanto Muhammad Fikriy Fadhilah Rosyid Muhammad Nurrahman Muhanif Muhanif Muji Rahayu Nashri Maulidah Nasikhah Afdila Nawang Setiasih Ngatman, Ngatman Ning Dainty Restiani Ningrum Rahmawati Nisarofa Istiqomah Nita Eka Rahmawati Novita Riana Sari Nur Khothimatun Fitriyah Nur Vina Safitri Nurhasanah Nurhasanah Nurlia Agustin Nurul Anjarwati Nurul Ariffudin Okid Parama Astirin Pawit Riatmo Puji Asih Qori Septiani Rafika Puji Hapsari Rais Hidayat Ratna Hidayah Rida Yulia Cahyani Ridha Zulvana Rista Ananda Ningias Rizki Isnaeni Putri Rizki Setiawan Rodatus Sofiah Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Satriya Agung Wijaya Sheila Yuliantono Putri Shinta Meliana Sigit Santoso Siti Ambarwati Siti Fatimah Sri Rejeki Suci Permatasari Suhadha, Diaz Harry Syamsul Hadi Tira Sari Dewi Titin Wijayanti Tri Saptuti Susiani Tria Mugi Safitri Vida Tri Septyandani Wahyono Wahyono Wahyu Kartikasari Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wardatul Adibah Widia Indra Kartika Windhu Roro Kinanti Wisnu Hasan Kurniawan Yanti Riyanti Zaiful Hidayat Zharfan Afina