Articles
Tinjauan Pragmatik Serat Bab Kanjeng Ing Sêmadi Sarta Bab Wangsulipun Kanjeng Kyai Tunggul Wulung
Korinatussofia Melati;
Muh. Abdullah;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.757 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.461-473
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek moral dan aspek historis yang terdapat dalam naskah Serat Bab Kanjeng Ing Sêmadi Sarta Bab Wangsulipun Kanjeng Kyai Tunggul Wulung (SBKISSBWKKTW). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, dan metode pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah SBKISSBWKKTW saat penelitian dilakukan merupakan naskah tunggal. Hasil yang didapat berdasarkan analisis pragmatik adalah aspek moral yang terdapat dalam naskah adalah ajaran bertapa, menahan hawa nafsu, menahan godaan dunia, menyingkirkan godaan setan, sifat pemaaf, dan etika di dalam masjid. Adapun aspek historisnya meliputi asal-usul Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, asal- usul Makam Imogiri dan asal-usul Hyang Kyai Darehan.
Aspek Pendidikan Nyanyian Kelonan
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (55.875 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.2.225-231
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek pendidikan lagu kelonan. Metode yang digunakan, yaitu studi pustaka dan analisis isi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tradisi menyanyikan lagu kelonan sebagai warisan budaya nenek moyang perlu dilestarikan karena nyanyian kelonan yang berirama halus dan tenang sangat cocok dipakai sebagai media untuk menidurkan anak. Selain berfungsi sebagai pengantar tidur anak nyanyian kelonan mempunyai fungsi yang lain, yaitu sebagai sarana pendidikan karena lirik lagu-lagu nyanyian kelonan kebanyakan berisi doa dan nasihat. Aspek pendidikan yang terdapat dalam ketiga lagu kelonan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) ajaran agar selalau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) ajaran budi pekerti, dan 3) cinta pada tanah air dan bangsa.
Perilaku Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Angkatan 2018 dan 2019 dalam Mencari Smartphone yang Sesuai dengan Kebutuhan
Muhammad Amridojaya;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.626 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.3.505-514
Penelitian ini berjudul “Perilaku Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Angkatan 2018 dan 2019 dalam Mencari Smartphone yang Sesuai dengan Kebutuhan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku informasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro dalam mencari smartphone yang sesuai dengan kebutuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan empat metode yaitu, wawancara semiterstruktur, observasi, studi literatur dan dokumentasi. Informan di dalam penelitian ini didapatkan melalui purposive sampling. Informan di dalam penelitian ini sebanyak sembilan orang yang merupakan mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro angkatan 2018 dan 2019. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam memenuhi smartphone yang sesuai dengan kebutuhan, mahasiswa meyesuaikan kembali apa yang sedang dibutuhkan. Mahasiswa lebih memilih menonton review smartphone di Youtube untuk memenuhi kebutuhan informasinya setelah itu mahasiswa membandingkan antara informasi yang didapat melalui video review dengan informasi yang ada di website resmi agar terhindar dari informasi palsu. Setelah semua informasi terpenuhi beberapa mahasiswa memilih untuk menyimpan informasi tersebut untuk dijadikan referensi ketika mahasiswa ingin mengganti smartphone lamanya dengan smartphone baru.
Pesta Baratan di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.507 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.2.213-221
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek kajian Pesta Baratan di Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Pesta Baratan dengan lampion sebagai ciri khasnya merupakan tradisi yang unik dengan prosesi pelaksanan sangat sederhana. Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun setiap tanggal 15 bulan Syaban ini oleh sanggar Lembayung dikemas dalam bentuk baru agar lebih menarik. Ratu Kalinyamat sebagai tokoh utama yang diperanan dalam Pesta ini. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui keterkaitan antara Ratu Kalinyamat dengan Pesta Baratan; 2) mendeskripsikan pelaksanaan Pesta Baratan; 3) menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pesta Baratan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi pustaka. Teori yang dipakai sebagai landasan pemecahan masalah adalah teori folklor dan teori kebudayaan. Hasil penelitian yang didapat adalah 1) Ratu Kalinyamat dipilih sebagai tokoh utama dalam prosesi Pesta Baratan karena beliau adalah pejuang wanita dari Jepara, istri dari Sunan Hadirin penguasa Kerajaan Kalinyamat. Bekas Kerajaan Kalinyamat sekarang menjadi Kecamatan Kalinyamatan tempat Pesta Baratan dilaksanakan. 2) Pesta Baratan merupakan folklor sebagian lisan dan termasuk dalam pesta rakyat karena diikuti oleh semua rakyat, ada arak-arakan, ada ritual upacara adat.Nilai-nilai yang terkandung dalam Pesta Baratan adalah nilai agama, nilai ekonomi, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai kreativitas.
Pengalaman Literasi Informasi Penulis Komunitas ODOP Batch 8 dalam Proses Menciptakan Tulisan
Fela Khoirul Ihsani;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.584 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.125-140
Penelitian ini membahas tentang pengalaman literasi informasi penulis Komunitas ODOP Batch 8 dalam menciptakan tulisan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman literasi informasi penulis Komunitas ODOP Batch 8 dalam meningkatkan kemampuan menulis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan datanya adalah observasi dan wawancara semi-terstruktur. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang merupakan anggota Komunitas ODOP dari batch 8 dan dipilih berdasarkan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah thematics analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi informasi yang dilakukan penulis Komunitas ODOP Batch 8 berhasil menunjang peningkatan kemampuan menulis mereka. Hal itu terlihat dari pengalaman penulis Komunitas ODOP Batch 8 ketika proses penciptaan tulisan yang tidak hanya berhasil menciptakan karya yang informatif, tetapi juga membuat mereka dapat mengeksplorasi tulisannya dan menemukan pemahaman baru terhadap apa yang belum diketahui sebelumnya. Penulis Komunitas ODOP Batch 8 lebih dahulu menentukan kebutuhan informasi yang dibutuhkannya sebelum menulis, agar tulisan tersebut lebih terkonsep. Setelah itu, penulis Komunitas ODOP Batch 8 melakukan proses pencarian informasi, pengelolaan informasi, pengomunikasian informasi ke dalam bentuk tulisan, dan membagikannya ke teman atau media sosial agar mudah ditemukan pembaca. Dalam melakukan pencarian informasi, penulis Komunitas ODOP Batch 8 menghadapi kendala seperti banyaknya informasi yang tersaji, membuat mereka bingung dan sulit mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, sehingga harus mencari informasi di tempat lain. Sedangkan dalam menulis, kendalanya adalah konsistensi menulis yang kurang optimal karena kesibukan di kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah Kabupaten Wonosobo Melalui Program Perpuseru
Elva Arviani Mukaromah;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.932 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.4.387-398
Penelitian ini membahas mengenai pengembangan Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah Kabupaten Wonosobo melalui Program PerpuSeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha dan upaya yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat Al-Bidayah dalam mengembangkan TBM nya melalui kerja sama dengan Program PerpuSeru. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis tematik. Analisis tematik adalah sebuah metode yang menghasilkan tema-tema yang menjawab fenomena yang sedang diteliti dan tema-tema yang ditemukan tersebut memiliki keterkaitan antara satu dan yang lain. Hasil penelitian ini menemukan 5 (lima) tema, yaitu motivasi, kerja sama, fasilitas, monitoring dan pemberdayaan masyarakat. Kelima tema tersebut mempengaruhi adanya pengembangan TBM Al-Bidayah melalui Program PerpuSeru. Motivasi koordinator TBM Al-Bidayah muncul karena rasa khawatir terhadap perilaku negatif di masyarakat Kelurahan Sapuran terutama remaja dan tidak adanya tempat belajar yang dapat mewadahi masyarakat untuk berkegiatan. Tema kedua yaitu kerja sama, yang dilakukan oleh TBM Al-Bidayah dan PerpuSeru sebagai langkah pengembangan Taman Bacaan Masyarakat. Ketiga yaitu fasilitas, yang diberikan PerpuSeru untuk TBM atau Perpustakaan yang telah menjadi mitranya. Keempat yaitu monitoring yang terdiri dari dokumentasi dan monitoring kegiatan. Tema terakhir dalam penelitian ini adalah pemberdayaan yang terdiri dari pelatihan, meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.
Peran Ibu dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak (Studi Kasus Penulis Buku Meydiana Rahmawati Ismail)
Aminah Nofita Sari;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.329 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.2.295-306
Penelitian ini membahas tentang peran ibu dalam menumbuhkan minat baca anak (studi kasus: penulis buku Meydiana Rahmawati Ismail). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ibu dalam menumbuhkan minat baca anaknya. Metode yang digunakan dalam peneitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi kepustakaaan. Informan utama dalam penelitian ini adalah Meydiana Rahmawati Islamil, seorang penulis buku, sedangkan informan pendukungnya adalah Alifia anak Meydiana Rahmawati Ismail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menumbuhkan minat baca anaknya, Meydiana Rahmawati Ismail memberikan teladan dengan cara meluangkan waktu khusus setiap harinya untuk membaca. Di setiap ruangan di rumahnya disediakan buku sehingga mereka bisa membaca buku di ruangan mana pun, seperti di kamar, di ruang tengah, dan di ruangan yang lain. Berawal dari melihat kebiasaan ibunya muncul motivasi dalam diri anaknya untuk membaca. Sejak kecil, sebelum anaknya bisa membaca Meydiana selalu membacakan buku cerita minimal 2 atau 3 cerita, kebiasaan ini dilakukan di malam hari sebelum anaknya tidur atau di siang hari. Hal lain yang dilakukan adalah menempel beberapa gambar besar –besar di dinding rumah untuk memperkenalkan benda-benda dengan huruf yang ada di gambar tersebut sebagai stimulasi anak untuk mengenal huruf dan mengenal kata, dan mengajak anaknya ke perpustakaan. Dalam hal pola asuh Meydiana Rahmawati Ismail menerapkan pola asuh demokratif situasional.
Dongeng, Mendongeng, dan Manfaatnya
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.102 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.2.1.99-106
Mendongeng merupakan tradisi yang sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia berabad-abad yang lalu yang perlu dilestarikan karena banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan tersebut. Tulisan ini mendeskripsikan tentang pengertian dongeng, mendongeng, dan manfaatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang diperlukan diperoleh dengan studi pustaka dan selanjutnya diinterpreasi. Tahap selanjutnya dideskripsikan tentang dongeng, mendongeng dan manfaatnya. Dongeng adalah cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi. Manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan mendongeng adalah: menumbuhkan sikap proaktif, 2) mempererat hubungan anak dengan orang tua. 3) menambah pengetahuan, 4) melatih daya konsentrasi, 5) menambah perbendaharaan kata, 6) menumbuhkan minat baca, 7) memicu daya pikir kritis anak, 8) merangsang imajinasi, fantasi, dan kreativitas anak, 9) memberi pelajaran tanpa terkesan menggurui.
Penanaman Nilai-Nilai Karakter pada Anak Melalui Permainan Tradisional
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.234 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.1.65-70
Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan pada anak melalui permainan tradisional. Dalam hal ini permainan tradisional dibatasi pada permainan tradisional Jawa. Nilai karakter yang dapat diambil dari permainan tradisional cublak-cublak suweng, sluku-sluku bathok, dhakon, mul-mulan, dan engklek adalah pemberani, aktif mengambil prakarsa, mudah bergaul, rasa kebersamaan, religius, jujur, sabar, taat dan patuh aturan, menciptakan strategi, ketrampilan, ketangkasan, dan persahabatan.
Makna Simbolik Ritual Jembul Tulakan di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.535 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.3.2.207-213
Tujuan penelitian ini adalah 1) menjelaskan asal-usul Ritual Jembul Tulakan; 2) menjelaskan prosesi ritual Jembul Tulakan; 3) menjelaskan makna simbolik Ritual Jembul Tulakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi pustaka, analisis langsung, dan penyajian deskriptif. Teori yang dipakai sebagai landasan penelitian adalah teori folklor dan teori kebudayaan. Hasil penelitian yang didapat adalah Ritual Jembul Tulakan berawal dari mimpi delapan warga desa dalam waktu bersamaan, prosesi ritual diawali dengan pencucian kaki kepala desa, mengitari jembul, dan resikan. Makna simbolik ritual ini antara lain rasa kebersamaan dan persaudaraan.