This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Prosiding Seminar Biologi Bioedukasi Jurnal Pengajaran MIPA EDUSAINS Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Formica Education Online Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Journal of Indonesian Coral Reefs Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains BIOMA Pedagogi Hayati Journal of Biology Education Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Unnes Science Education Journal Indonesian Journal of Educational Research (IJER) DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Metodik Didaktik Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Visipena Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education Jurnal Basicedu Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Jurnal Pembelajaran Biologi : Kajian Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Mangifera Edu Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Proceeding Biology Education Conference BIOCHEPHY: Journal of Science Education Asean Journal of Science and Engineering (AJSE) JSEP (Journal of Science Education and Practice) Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu Journal on Biology and Instruction (JouBIns) Gunung Djati Conference Series Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Archipelago: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Iain Ternate JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Journal of Environment and Sustainability Education Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia U-Teach: Journal of Young Physics Education Teacher Jurnal Serambi Ilmu Journal of Research and Educational Research Evaluation IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN “CONCEPT ATTAINMENT MODEL” Russamsi Martomidjojo; Nuryani Y.Rustaman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.022 KB)

Abstract

Abstrak   Pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, dan praktikum belum bisa memfasilitasi bentuk representasi makroskopis, simbolis, dan mikroskopis secara optimal, terutama untuk materi ajar biologi sel yang bersifat abstrak. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran biologi sel berbasis keterampilan berpikir kritis menggunakan “concepts attainment model”. Desain penelitian menggunakan “One Group Pretest-Postest Design” yang melibatkan 39 mahasiswa tingkat II semester III Program S-1. Data pretest dan postest diolah untuk mengetahui peningkatan pencapaian konsep mahasiswa. Respon mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran diketahui melalui Angket dan Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada nilai N-Gain katagori sedang. Peningkatan keterampilan berpikir kritis tertinggi terjadi pada aspek menjawab pertanyaan “apa yang dimaksud dengan…?”, sedangkan yang terendah pada “kemampuan untuk memberikan alasan”, Secara umum pembelajaran “concepts attainment model” mendapat respon positif dari mahasiswa dan dosen biologi. Untuk itu, perlu dikembangkan model yang serupa pada konsep-konsep yang lainnya.   Kata Kunci: Keterampilan  berpikir  kritis, concept attainment model, dan biologi sel
MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KARAKTER KREATIF (Suatu Studi pada Perkuliahan Zoologi Invertebrata) Adun Rusyana; Nuryani Rustaman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi tentang implementasi model pembelajaran Zoologi Invertebrata berbasis masalah (MPZIBM) berfokus pada upaya peningkatan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru biologi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh MPZIBM terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif.  Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran yang dapat membekali calon guru Biologi untuk bisa merancang pembelajaran Biologi berbasis keterampilan berpikir kreatif, dan evaluasi pembelajaran Biologi yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif. MPZIBM   unggul dalam  meningkatkan keterampilan berpikir pada kelompok/unit materi  pelajaran yang memiliki struktur morfologi/anatomi yang berkembang secara jelas. MPZIBM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan kategori sedang (%g= 43 %).   Kata Kunci: MPZIBM, keterampilan berpikir kreatif.
PELATIHAN KETERAMPILAN MENELITI UNTUK CALON GURU BIOLOGI Ipin Aripin; Topik Hidayat; Nuryani Rustaman; Riandi Riandi; Vitta Yaumul Hikmawati; Dadang Sudirno; Dede Salim Nahdi; Dindin Nasrudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.66 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i3.1316

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan meneliti pada calon guru biologi khususnya pada mahasiswa Pendidikan Biologi di kampus yang berada di wilayah III Cirebon. Metode yang digunakan pada PKM ini adalah workshop pembekalan keterampilan meneliti yang terdiri dari pembekalan teoritis dan praktis sehingga terjadi transfer of knowledge kepada peserta kegiatan. Metode untuk meningkatkan keterampilan meneliti pada calon guru biologi dilakukan melalui pembekalan pengetahuan teoritis, praktik penyusunan proposal penelitian dan penyusunan artikel ilmiah serta cara publikasi hasil penelitian. Hasil analisis terhadap respon peserta pada kegiatan PKM ini menyimpulkan bahwa peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan bekal dasar keterampilan meneliti. Hasil analisis terhadap penugasan yang diberikan menunjukkan bahwa tugas yang dikerjakan peserta tergolong cukup baik, artinya masih memerlukan pembekalan lebih lanjut terkait dengan teori dan khususnya praktik kegiatan meneliti pada peserta. Perlu adanya kegiatan workshop yang berkelanjutan dengan memfokuskan pada best practice dalam kegiatan riset dalam bidang pendidikan maupuan riset pada bidang sains murni.
STUDI SURVEI PELAKSANAAN ASESMEN PRAKTIKUM DAN KEMAMPUAN INKUIRI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Aa Juhanda; Nuryani Y Rustaman; Topik Hidayat; Ana Ratna Wulan
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 6, No 2 (2021): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.186 KB) | DOI: 10.31949/be.v6i2.3419

Abstract

This survey research is to determine the profile of the implementation of the practicum assessment carried out and the ability of inquiry of prospective Biology teacher students. The subjects of this study were 19 biology education students class 2017/2018 in semester 3 at UMMI who contracted the Invertebrate Zoology practicum course. The instruments used include observation sheets, questionnaires and interviews. Data analysis was performed through descriptive analysis using percentage techniques. The results showed that the implementation of the practicum assessment included: 1) the assessment carried out in the form of performance appraisals and pre-lab quizzes, summative tests 2) practicum learning that was carried out tended to be subjective in nature, which was a cook book; 3) assignments given in the practicum in the form of making journals and practicum reports. In addition, almost all of the students' inquiry abilities could be accessed in the practical assessment but it was not optimal.
Penerapan analogi pada perkuliahan genetika untuk menumbuhkan keterampilan penalaran ilmiah (scientific reasoning) Yuyun Maryuningsih; Topik Hidayat; Riandi Riandi; Nuryani Y Rustaman
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.437 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.9429

Abstract

Keterampilan penalaran ilmiah yang merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dilatihkan pada mahasiswa calon guru untuk materi-materi genetika yang bersifat abstrak seperti topik materi genetik dan pindah silang. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dalam perancangan program perkuliahan genetika, untuk mengetahui penggunaan strategi dan metode yang tepat dalam beberapa materi genetika. Implementasi pembelajaran genetika dengan analogi diujikan secara terbatas pada tiga puluh tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah genetika. Analogi dilakukan pada topik materi genetik dan pindah silang. Penerapan analogi pada model DNA dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan model DNA dan analogi pada pindah silang dengan menggunakan lilin malam/plasticine. Profil keterampilan penalaran ilmiah siswa diukur secara skoring pada model DNA untuk topik materi genetik dan pindah silang. Data dianalisis secara kualitatif untuk melihat profil siswa dalam penalaran ilmiah. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan analogi dalam pembelajaran genetika dapat diterapkan pada topik materi genetik dan pindah silang.Analogies application of genetic course to arise scientific reasoning skills. Scientific reasoning skills were high-level thinking skills that need to be trained in prospective teacher students for abstract genetic material such as the topic of genetic material and crossovers. This research was a preliminary study in the design of the genetic lecture program, to find out the use of appropriate strategies and methods in some genetic material. The implementation of genetic learning by analogy was limitedly tested on thirty-seven Biology Education students who took genetics courses. The analogy was done on the topic of genetic material and crossovers. The application of analogies to DNA models using materials that can be used in making DNA models and analogies to crossovers using night candles/plasticine. Profiles of students' scientific reasoning skills are measured scoring on DNA models for the topic of genetic material and crossovers. Data were analyzed qualitatively to see students' profiles in scientific reasoning. The results of this study that the use of analogies in genetic learning could be applied to the topic of genetic material and crossovers.
ANALISIS CAPAIAN SISWA KELAS VIII DI PALEMBANG DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIMSS 2011 Safira Permata Dewi; Nuryani Rustaman; Siti Sriyati
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v4i2.7126

Abstract

ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan gambaran riil mengenai capaian siswa kelas VIII SMP di Palembang dalam menyelesaikan soal-soal Biologi TIMSS 2011. Sampel pada penelitian ini berjumlah 336 siswa yang berasal dari 11 sekolah di Kota Palembang. Penentuan sekolah didasarkan pada lokasi sekolah, status sekolah, dan akreditasi sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Data kemudian dikaji dengan metode deskriptif. Instrument penelitian ini menggunakan soal-soal Biologi TIMSS 2011 baik tipe pengetahuan, pengaplikasian maupun penalaran. Hasil penelitian menunjukkan capaian siswa kelas VIII di Kota Palembang masih terkonsentrasi pada capaian rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan penekanan pengembangan kemampuan siswa. Kata kunci: Capaian Siswa, Kelas VIII, Soal Biologi TIMSS 2011, Kota Palembang
PENGEMBANGAN PROGRAM PERKULIAHAN BIOLOGI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ACEH Evi Apriana; Achmad Munandar; Nuryani Y Rustaman; Hertien Koosbandiah Surtikanti
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.272 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1086

Abstract

Acehnese local wisdom-based contextual approach has never been used in learning. Incorporating Acehnese local wisdom into the study of conservation biology will greatly assist the process of raising awareness among students and the community about the importance of nature conservation, being able to clarify customary rules and rules about human relations with the natural environment. Therefore, it is very necessary to the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach to improve environmental literacy and conservation measures. This study aimed to collect information relating to the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach through lectures that examine issues of forest conservation biology and terrestrial environments Aceh. This research applies qualitative research design (Qualitative Research), conducted the analysis of the development related to environmental issues and Acehnese local wisdom. From the analysis of the results showed that the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach has the characteristics (lectures studying the problems of forest conservation biology and terrestrial environments Aceh; learning Acehnese local wisdom-based contextual approach effective, integrated in the lectures and field activities to clarify the learning in the classroom; emphasis on the ability of the knowledge and skills that students care about the forest and terrestrial environment, develop environmental literacy and conservation measures are real), component (using a variety of learning methods and media), structure (meetings, concepts and sub concepts, learning process, learning objectives, learning strategies, billing tasks, and extra activities), and evaluation (procedures and evaluation tools: evaluation process using lectures observation, evaluation of learning outcomes using test (environmental literacy), and conservation measures using guidelines observation conservation measures). Abstrak Pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh belum pernah digunakan dalam pembelajaran. Memasukkan kearifan lokal Aceh ke dalam pembelajaran biologi konservasi akan sangat membantu proses penyadartahuan mahasiswa dan masyarakat tentang arti penting pelestarian alam, dapat memperjelas aturan-aturan adat dan kaidah-kaidah tentang hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Dengan demikian sangat diperlukan adanya pengembangan program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh untuk meningkatkan literasi lingkungan dan tindakan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pengembangan program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh melalui kegiatan perkuliahan yang mengkaji permasalahan biologi konservasi hutan dan lingkungan terestrial Aceh. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kualitatif (Qualitative Research), dilakukan analisis pengembangan yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan dan kearifan lokal Aceh. Dari analisis pengembangan ini diperoleh hasil bahwa program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh mempunyai karakteristik (kegiatan perkuliahan mengkaji permasalahan biologi konservasi hutan dan lingkungan terestrial Aceh; pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh yang efektif, terintegrasi dalam perkuliahan dan kegiatan lapangan yang dapat memperjelas pembelajaran di kelas; menekankan pada kemampuan pengetahuan dan keterampilan agar mahasiswa peduli terhadap hutan dan lingkungan terestrial; mengembangkan literasi lingkungan dan tindakan konservasi secara nyata), komponen (menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi), struktur (pertemuan, konsep dan sub konsep, proses pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, tagihan tugas, dan kegiatan ekstra), dan evaluasi (prosedur dan alat evaluasi: evaluasi proses menggunakan pedoman observasi kegiatan perkuliahan, evaluasi hasil belajar menggunakan tes (literasi lingkungan), dan tindakan konservasi menggunakan pedoman observasi tindakan konservasi). Kata kunci: pengembangan program perkuliahan biologi konservasi, pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh, isu-isu lingkungan, literasi lingkungan, tindakan konservasi
SCIENCE PRE SERVICE TEACHERS BELIEF ON ASSESMENT Ridwan Efendi; Nuryani Y Rustaman; Ida Kaniawati
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 22, No 1 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 1, 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v22i1.8386

Abstract

This study aims to reveal personal beliefs of prospective science teachers about assessment. The study involved 46 prospective science teachers who have passed the 7th semester the course evaluation. Personal beliefs of prospective science teachers about assessment revealed using Personal Beliefs about Assessment Scale (SKDA). SKDA developed based on standards of assessment literacy and construct validity is done using Rasch models, with a Cronbach Alpha value of 0.93. Analysis and classification level of personal beliefs of prospective science teacher about assessment is done using the Rasch model is based on the logit ability of prospective science teachers based on the separation. The results showed that personal beliefs of prospective science teachers about assessment varies between two or three levels, depending on the standard of assessment literacy. There are still some aspects of the assessment of each standard that is trusted or considered less important by prospective teachers of science, namely: 1) consider the learning targets, learning experiences, and learning decision in choosing methods of assessment; 2) using the existing assessment and available in developing assessment methods; 3) interpret summary score; 4) use the assessment results to decision-making about the school and curriculum development; 5) consider extracurricular activities when developing procedures for judging; 6) report the result to another level with appropriate means and methods; and 7) to know when the assessment results are used inappropriately/inappropriate by others.AbstrakStudi ini bertujuan mengungkap kepercayaan calon guru sains tentang asesmen. Studi melibatkan 46 mahasiswa calon guru sains semester 7 yang telah lulus perkuliahan evaluasi pembelajaran. Kepercayaan calon guru sains tentang asesmen diungkap dengan menggunakan Skala Kepercayaan Diri Asesmen (SKDA). SKDA dikembangkan mengacu pada standar literasi asesmen dan validitas konstruk dilakukan dengan menggunakan Rasch model, dengan nilai Cronbach Alpha 0,93. Analisis dan pengelompokkan level kepercayaan calon guru sain tentang asesmen dilakukan menggunakan Rasch Model berdasarkan nilai logit kemampuan calon guru sains berdasarkan nilai separation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan calon guru sains tentang asesmen bervariasi antara dua atau tiga level kepercayaan, bergantung pada standar literasi asesmen. Masih terdapat beberapa aspek tentang asesmen pada masing-masing standar yang dipercaya kurang dipertimbangkan atau penting oleh calon guru sains, yaitu: 1) mempertimbangkan target belajar, pengalaman belajar, dan keputusan pembelajaran dalam memilih metode asesmen; 2)  menggunakan penilaian yang ada dan tersedia dalam mengembangkan metode asesmen; 3) menginterpretasi rangkuman skor; 4) menggunakan hasil asesmen untuk untuk pengambilan keputusan tentang pengembangan sekolah dan kurikulum; 5) mempertimbangkan aktivitas ekstrakurikuler ketika mengembangkan prosedur menilai; 6) melaporkan hasil penilaian kepada pendidikan lain dengan cara dan metode yang tepat; dan 7) mengenal kapan hasil penilaian digunakan secara tidak tepat/pantas oleh orang lain.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN PADA KEGIATAN FIELD TRIP MATA KULIAH EKOLOGI UMUM BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Amprasto Amprasto; Nuryani Y. Rustaman; Hertien K. Surtikanti; Saefudin Saefudin
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 2 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 2, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.36078

Abstract

ABSTRACTPenelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kuliah lapangan Ekologi Umum belum memiliki model penilaian yang dapat secara optimal menilai semua kegiatan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan "model penilaian" dan untuk mengetahui efektivitas dengan mencoba model dalam kegiatan perjalanan ekologi bidang umum Metode penelitian untuk penelitian kami adalah metode penelitian campuran dengan desain eksploratif. Penilaian dilakukan dari tahap persiapan, selama perjalanan Ekologi Umum lapangan, dan pasca-field trip. kinerja siswa ditentukan oleh diri sendiri dan peer-assessment dengan skor kisaran 0-4. Setelah kunjungan lapangan selesai, pendapat siswa yang terjaring oleh kuesioner dan wawancara. mayoritas siswa ( 90%) menyatakan bahwa "model penilaian" yang berusaha optimal adalah untuk menilai kinerja siswa dan kemampuan kerja ilmiah, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran; mempengaruhi rasa tanggung jawab, interaksi sosial , kepercayaan siswa lain, dan komitmen untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik siswa mengaku. memahami kriteria penilaian, tetapi ada beberapa siswa yang tidak suka dengan cara ini dan diasumsikan rekan-rekan mereka tidak cukup kompeten untuk menilai, selain masalah "keadilan ", kritik mengurangi rasa percaya diri, dan merasa buruk menilai teman sendiri. Singkatnya, model penilaian cukup efektif dalam menilai kinerja siswa dalam bidang ekologi umum berbasis inkuiri. Hal ini masih perlu dimodifikasi dalam rubrik penilaian dan strategi penilaian.ABSTRACTPreliminary research indicates that General Ecology field trip does not have a model of assessment that can be optimally assess all student activities. The purpose of this study was to develop a "model of assessment" and to try to determine the effectiveness of the models in ecology field trip activities common research method for our research is mixed research methods to the design of exploratory. Assessment was carried out from the preparation stage, during General Ecology field trip, and postfield trip. student's performance is determined by self-and peer-assessment with a score range of 0-4. After the site visit was completed, students' opinions were netted by questionnaires and interviews. majority of students ( 90%) stated that "assessment model" which seeks optimal is to assess student performance and scientific work ability, improve student engagement in the learning process; affect sense of responsibility, social interaction, trust other students, and a commitment to do the job the better students admitted. understand the assessment criteria, but there are some students who do not like this way and assumed their colleagues are not competent enough to judge, in addition to the problem of "fairness", criticism reduces confidence, and feel bad judge his own friends. In short, the assessment model is quite effective in assessing student performance in the areas of general ecology-based inquiry. It still needs to be modified in the assessment rubrics and assessment strategies.
Profile of Computational Thinking Skills in Environmental Chemistry Courses for Prospective Science Teacher Students Emilia Candrawati; Mellyta Uliyandari; Nuryani Y. Rustaman; Ida Kaniawati
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v11n2.p152-165

Abstract

Computational thinking skills are not only provided to students in computer-related courses, but also in all courses, including Environmental Chemistry courses. Environmental chemistry courses are considered important because they orient students to the achievement of scientific literacy and awareness. Therefore, optimization of learning in environmental chemistry courses also needs to be carried out to support the achievement of CPL which includes 21st-century life skills, including computational thinking skills. science teacher candidates. The research method follows 3 stages of field study, namely preparation, data collection, and data analysis. The results of the study show that the Science Education Study Program has poured CT skills into CPL, environmental chemistry lectures are still dominated by theoretical explanations by lecturers, lecturers do not understand the concept of CT, and CT skills are very important to provide students.
Co-Authors Aa Juhanda Aay Susilawati Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Munandar Achyani Achyani, Achyani Adetia Yeyen Purnamasari Adi Pasah Kahar Adi Rahmat Adisenjadja, Yusuf Hilmi Adun Rusyana Agustiani, Eka Danti Aldri Frinaldi Alif Yanuar Zukmadini Ana Ratna Wulan Any Fitriani Ari Widodo Ari Widodo Asep Kadarohman Asmawi Zainul Baiq Fatmawati Bambang Supriatno Benny Suprapto Brotosiswoyo Chandra, Didi T. D Hendriwijaya D. Herdiwijaya Dadang Sudirno Dadi Rusdiana Dede Salim Nahdi Devi Nandita Choesin Devi Nandita Choesin Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Diah - Kusumawaty Dian Amirulloh Diana Rochintaniawati Didik Priyandoko Didit T Chandra Dindin Nasrudin Djam'an Satori Dr. Saefudin DWI SURYANTO E. Ermayanti Efendi, Ridwan Eka Cahya Prima Emilia Candrawati Endang Susilawati Esther Sanda Manapa Evi Apriana Fadillah, Nuke Siti Fardhani, Indra Febrian Virijai Fenny Roshayanti Hazrati Ashel Hertien K Hertien K. Surtikanti Hidayat, Toni I Nyoman P Aryantha I Nyoman Pugeg Aryantha I. Ismail, I. Ida Hamidah Ida Kaniawati Ijang Rohman Imtiyaz, Nisrina Zakiyyah Ipin Aripin Ipin Aripin Iriawati Iriawati Irvani, Asep Irvan Iwan Kustiawan Khairul Amri Liliasari , Lilik Hasanah Lilit Rusyati Lilit Rusyati Luky Adrianto Mara Bangun Harahap Mellyta Uliyandari Uliyandari Mimin Nurjhani K Mimin Nurjhani K Minsu Ha Minsu Ha Mr Amprasto Mr Asmawi Zainul Mr Kusnadi Mr Riandi Mr Saefudin Mr Taufik Rachman Mr. Saefudin, Mr. Mrs Kantika Subekti Mrs Sariwulan Diana Mrs Siti Sriyati Mrs Sri Redjeki Muhammad Syaipul Hayat Natadiwijaya, Ismail Fikri Nia Nurdiani Nurhaliza Nurhaliza Nurhaliza Nurhaliza, Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Oerip S Santoso Oerip S. Santoso Parlindungan Sinaga Purnamasari, Adetia Yeyen Purwati K. Suprapto Purwati Kuswarini Suprapto Putra, Apriza Hongko R. Riandi, R. Regina P. Octavianda, Regina P. Riandi Riandi Riandi Riandi Ridwan Ridwan Rini Solihat Rochman, Syaiful Russamsi Martomidjojo S. Saefudin SADIJAH ACHMAD Saefudin Saefudin Safira Permata Dewi Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salahuddin Saputra, Winata Tegar Saputra, Winata Tegar Saputra Satori, Djam'an Setiono Sigit Saptono Sihombing, Rizky Agassy Siti Sriyati Siti Sriyati Situmorang, Sundy M. S. Sondang R Manurung Sri Anggraeni Sri Maryanti Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Subekti, Kantika Suroso Mukti Leksono Surtikanti Hertien Koosbandiah, Surtikanti Susanti Wulandari Susilawati, Aay TATI NURHAYATI Taufik Rachman Taufik Ramlan amalis Toni Hidayat Topik Hidayat Tri Wahyu Agustina Uus Toharudin Vitta Yaumul Hikmawati Vitta Yaumul Hikmawati Wawan Setiawan Wawan Setiawan Wawan Wahyu Weni Lestari Weni Lestari, Weni Widi Purwianingsih Winny Liliawati Yanti Herlanti Yanti Herlanti Yenny Anwar Yusuf Hilmi A Yusuf Hilmi Adisendjaja Yuyun Maryuningsih