Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PENEGAKAN HUKUM PROGRESIF DALAM PENGEMBALIAN KERUGIAN NEGARA MELALUI PIDANA UANG PENGGANTI Nandang Sambas; Ade Mahmud
Lex LATA Vol. 2 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/lexl.v2i3.568

Abstract

Tujuan utama pembayaran pidana uang pengganti adalah memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi yang wajib dibayarkan terpidana sesuai dengan nilai kerugian negara yang ditimbulkan. Pidana uang pengganti semestinya dibayar untuk mengembalikan kerugian negara secara utuh, tetapi eksekusi uang pengganti terbentur persoalan yuridis yang memberi ruang terpidana mengganti dengan menjalani pidana subsider. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis, menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan teknik analisis secara kualitatif. Kendala yang mempengaruhi proses pembayaran pidana uang pengganti meliputi pertama, Undang-Undang c.q Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kedua,  penegak hukum tidak segera melakukan pelacakan, pembekuan dan penyitaan uang/aset hasil tindak pidana korupsi. Ketiga, modus operandi pelaku melalui pencucian uang. Model penegakan hukum progresif mengembalikan kerugian negara adalah mengubah paradigma penegak hukum bahwa sanksi pidana yang tepat adalah sanksi yang berorientasi pada uang/aset hasil korupsi (follow the money and asset recovery) dengan melakukan pelacakan, pembekuan dan penyitaan aset hasil tindak pidana korupsi sejak tahap penyidikan diikuti dengan putusan kewajiban membayar uang pengganti tanpa mensubsidairkannya dengan pidana penjara sehingga tetap membebankan tanggung jawab hukum kepada terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara
The Right to Breastfeed as a Manifestation of Maqashid Sharia in the Implementation of Lactation Room Policy in Indonesia: Hak Menyusui Sebagai Manifestasi Maqashid Syariah dalam Implementasi Kebijakan Ruang Laktasi di Indonesia Meti Sulastri; Sambas, Nandang; Panji Adam Agus Putra
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 12 No. 1 (2026): June 2026 (Forthcoming)
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2026.12.1.84-101

Abstract

This article aims to examine the right to breastfeed within the framework of Maqashid Sharia and to analyze the extent to which lactation room policies in Indonesia reflect the principles of public benefit and protection. This study uses a normative-juridical method supported by conceptual and comparative approaches. Data were obtained through literature research on statutory regulations, Islamic legal sources, fiqh literature, and relevant scientific publications. The findings show that breastfeeding rights are closely related to hifz al-nafs, hifz al-nasl, and hifz al-‘aql because breastfeeding contributes to the protection of life, lineage, health, and child development. Although Indonesian regulations have normatively supported the provision of lactation rooms, their implementation remains limited due to weak enforcement mechanisms and the absence of strong institutional commitment. This article concludes that lactation room policy should not only be understood as an administrative obligation, but also as a manifestation of Maqashid Sharia that protects mothers and children. The novelty of this study lies in integrating Islamic legal philosophy with Indonesian positive law to strengthen the ethical and normative basis of lactation room policy.  
Co-Authors A. Harits Nu’man Abdul Wahab Ade Mahmud Adib Gunawan Agus Gede Sutamaya Agus Hadian Rahim Alya Tsania Aprillianti Amalul Arifin Slamet Amri, Qoonitah Anan, Moh. Shofi Anditya, Ariesta Wibisono Arie Kartika Arifton, Arifton Arinto Nurcahyono Ashuri Ashuri Beny Harkat Bima Guntara Bulan, Dewi Nawang Caecielia Wagiono Chepi Ali Firman Z Chepy Firman Ali Zakaria Clarissa Yudhanetta Dey Ravena Dey Ravena Dian Alan Setiawan Dias Ayustie Munandar Dini Dewi Heniarti Dini Dewi Heniarti Dini Dewi Herniati Diva Aulia Rizky Imani Durahman Manurung Edi Setiadi Edwin Darmawansyah Efik Yusdiansyah Endang Sutrisno Ermania Widjajanti Faizul Idris Farel Mochammad Zafrullah Fitria Rahma Azahra Girly Farsyadiva Althaira Nurahim Hamja Hamja Handayani, Suci Hati Hariyadi, Nazla Shafira Haspada, Deni Havid Zul Aswad Havid Hernawati RAS Herniati, Dini Dewi Ida Bagus Nyoman Dhedy Widyabawa Inneke Dwi Cahya Inneke Dwi Cahya Irzan Haryono Jamila, Lina Kharisma Fajar Ilmperdana Koswara, Indra Yudha Kusumah, R. Windi Rachmawati Mahmud, Ade Meti Sulastri Mochamad Dendy Anugrah Mochamad Farrel Nurrahman Sahid Mohammad Fakhri Abdul Malik Muchamad Nur Adnan Muhamad Agung Prayoga Muhamad Irfan Florid Muhammad Adhi Yudha Prawira Nani Widya Sari Neni Sri Imaniyati Novianti Nunna, Bhanu Prakash Nu’mani, Harits Oksidelfa Yanto Oktadiana, Viri Opan Rusyanto Panji Adam Agus Putra Panji Alam Pratama Maulidyawanto Rahmah, Annida Rahmat Syafii Rasinih Ratna Januarita Ridwan, Ridwan Rimsyahtono Rimsyahtono Rimsyahtono Rini Irianti Sundary Ronggo Prasetyo Rully Hanafi Dahlan Sianipar, Ferry Agus Siti Nurjanah Sri Ratna Suminar Syavira Maharani Kiswanda Syifa Anggita Ahimsa Putri Try Ahmad Mirza Wulandari, Arsem Yeti Sumiyati Yoel Latif Yudha Prawira Ramadhan Zainur Arifin Syah Zhetira Rizkika