Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN RESTING HEART RATE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Syeftiani, Nabilatussalma; Citrawati, Mila; Safira, Lisa; Kristanti, Melly
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resting Heart Rate (RHR) atau denyut jantung istirahat merupakan salah satu indikator penilaian risiko penyakit kardiovaskular. Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya tingkat stres pada mahasiswa kedokteran dapat meningkatkan RHR yang akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan harapan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan RHR pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta tahun 2022. Jenis penelitian ini termasuk analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 46 orang subjek yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengambilan data RHR dilakukan secara langsung, sedangkan data aktivitas fisik dan tingkat stres menggunakan kuesioner GPAQ dan MSSQ. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Aktivitas fisik responden paling banyak pada kategori sedang, tingkat stres pada kategori berat, dan RHR pada kategori tinggi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan RHR (p = 0,665) dan antara stres dengan RHR (p = 0,226). Mahasiswa terbiasa melakukan aktivitas fisik harian dan menghadapi stresor selama menjalani perkuliahan. Terdapat kecenderungan RHR normal pada mahasiswa dengan aktivitas fisik sedang sampai tinggi, sedangkan pada mahasiswa dengan stres berat cenderung memiliki RHR tinggi. Kata kunci : aktivitas fisik, denyut jantung istirahat, stres DOI : 10.35990/mk.v7n1.p1-11
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Putrialif, Hayatunufus; Chairani, Aulia; Bahar, Meiskha; Kristanti, Melly
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2968

Abstract

Sektor kesehatan termasuk ke dalam sektor dengan prevalensi stres kerja tertinggi. Lingkungan kerja fisik yang kurang mendukung merupakan salah satu penyebab stres pada perawat. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk melihat apakah terdapat keterkaitan antara tingkat stres kerja yang dikeluhkan oleh para perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan lingkungan kerja mereka. Pendekatan analitik observasional digunakan dengan desain cross-sectional dan simple random sampling. Responden merupakan perawat laki-laki sejumlah 47 responden. Data kemudian diolah menggunakan analisa univariat dan uji Fisher digunakan untuk analisa bivariat. Temuan menunjukkan 24 perawat (51,1%) mengalami stres ringan dan 41 perawat (87,2%) merasa lingkungan kerja fisik kondusif, dan p-value 1,000 dengan OR 0,952. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dan stres kerja perawat dalam penelitian ini. Diharapkan rumah sakit dapat memaksimalkan pengadaan pendingin ruangan di setiap ruangan karena tetap dibutuhkan ketika udara sedang tidak bersahabat agar tidak mengganggu perawat dan pekerja lain saat bekerja, rumah sakit dapat mengevaluasi secara berkala terkait beban kerja yang diberikan agar sesuai dengan kemampuan perawat, dan diharapkan rumah sakit juga dapat mempertimbangkan penambahan sumber daya manusia apabila dari hasil evaluasi memang dibutuhkan. Kata kunci : Lingkungan kerja fisik; stres kerja; perawat
Edukasi Bahaya Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Kepada Keluarga dan Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Mampang: Education of Hyperuricemia in an Effort to Prevent Complications to Families and Hyperuricemia Sufferers in the Working Area of the Mampang Health Center Maftuhin, Achmad Nabil Hafidh; Yaafi, Muhammaf Irfaan; Pasaribu, Junita Septiana; Erlita, Sisca; Kristanti, Melly; Redha, Pratiwi Soni
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.231

Abstract

Hiperurisemia merupakan penyakit umum yang sering dijumpai pada pasien dari segala usia dan jenis kelamin. Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas atas normal (6,8 mg/dL). Pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga pasien merupakan salah satu solusi untuk pencegahan komplikasi dan penurunan kadar asam urat pasien. Metode kegiatan ini merupakan pendekatan langsung kepada masyarakat dengan cara pemberian intervensi dengan edukasi dan pengukuran asam urat sebelum dan 1 bulan sesudah edukasi. Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p-value < 0.05. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan dibuktikan dg p-value 0.020 dan penurunan kadar asam urat pasien dari 8.5 menjadi 5.3. Maka dari itu, diperlukan edukasi secara langsung kepada keluarga maupun pasien terhadap bahaya komplikasi, pencegahan dan penurunan kadar asam urat. Hyperuricemia is a common disease that is often found in patients of all ages and genders. Hyperuricemia is an increase in uric acid levels in the blood that exceeds the upper limit of normal (6.8 mg / dL). Providing education to patients and patients' families is one solution to prevent complications and reduce patients' uric acid levels. This method of activity is a direct approach to the community by providing intervention with education and measurement of uric acid before and 1 month after education. Data processing using Wilcoxon test with p-value significance < 0.05. The results of this activity obtained an increase in knowledge evidenced by a p-value of 0.020 and a decrease in the patient's uric acid levels from 8.5 to 5.3. Therefore, direct education is needed to families and patients about the dangers of complications, prevention and reduction of uric acid levels.
Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku tentang Tb Paru pada Keluarga Binaan di Kota Depok: Motion Graphic: Increasing Knowledge and Behavior about Pulmonary Tuberculosis in Assisted Families in Depok City: Motion Graphic Parameswari, Aryadhira; Kristanti, Melly; Fitriya, Ismah Nurul Sittah; Shaifuddin, Zakky; Nur, Hendi Fulvian Fauzan; Amalia, Firda; Citrawati, Mila
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.309

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik yang bersifat menular akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis umumnya menginfeksi jaringan parenkim paru-paru (TB paru) dan juga dapat menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan perilaku serta kepatuhan pengobatan TB menggunakan Motion Graphic. Pengabdian ini menggunakan kuesioner dengan peserta terdapat 3 keluarga dengan jumlah total 13 peserta. Hasil pengukuran dilakukan pengolahan data menggunakan uji Wilocxon. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan, perilaku dan kepatuhan pengobatan, tetapi secara statistic belum signifikan. Hasil ini diharapkan lebih difokuskan lagi dengan cara pendekatan lebih mendalam dalam melakukan penyuluhan walaupun menggunakan motion graphic hasil ini sudah dapat meningkatkan rata-rata pengetahuan dan perilaku pasien maupun keluarga pasien.  Tuberculosis (TB) is a chronic disease that is contagious due to infection by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis generally infects the parenchymal tissue of the lungs (pulmonary TB) and can also infect other organs (extrapulmonary TB). This activity aims to see the improvement of knowledge and behavior as well as TB treatment compliance using Motion Graphic. This service uses a questionnaire with participants there are 3 families with a total of 13 participants. The measurement results were processed using the Wilocxon test. The results of this activity showed an increase in the average knowledge, behavior, and adherence to treatment, but statistically it was not significant. This result is expected to be more focused by a more in-depth approach in conducting counseling, although using motion graphics, this result can increase the average knowledge and behavior of patients and their families.
Gambaran Gejala Penyakit di Kampung Nelayan Provinsi DKI Jakarta : Sebuah Kegiatan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat Redha, Pratiwi Soni; Kristanti, Melly; Alexander Sanjaya; Bayu Gawtama; Aulia Chairani
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.11266

Abstract

Daerah pesisir pantai di Indonesia terletak antara daratan dan laut dimanadapat terpengaruh akan laut , contohnya angina laut, perembesan air asin. Wilayah pesisir pantai ini memiliki dampak pada masyarakat dari berbagai aspek seperti perikanan, konservasi dan perekonomian. Kelurahan Cilincing di Jakarta Utara memiliki suatu kampung nelayan, dimana masyarakatnya meiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan. Kondisi perekonomian, bangunan dserta sanitasi yan kurang memadai dapat menimbulkan banyak dampak pada kehidupan, terutama kesehatan. Hal ini menjadi pendorong akan dilakukannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdiri dari pengecekkan danpengobatan gratis. Dilakukannya analisis situasi dalam pengumpulan data primer dilakukannya wawancara dengan pemimpin desa setempat dan data sekunder didapatkan dari wawancara kepadamasyarakat. Kemudian adanya pendekatan kualitatif yang dilakukan. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang dan terdiri dari 32 orang berjenis kelamin laki-laki dan 26 orang berjenis kelamin perempuan serta 2 orang yang berusia lanjut usia (lansia). Dimana penyakit gangguan pernapasan yang mengalami batuk berdahak 20%, batuk kering 6,7%, dan asma atau sesak nafas ada 8,4%. Masyarakat sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini sehingga membuat kami sangat termotivasi untuk melakukankegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemberantasan penyakit dan gangguan kesehatan
PENGARUH OBESITAS TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI LAKI-LAKI DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA TAHUN 2023 Kristanti, Melly; Nur Fasya, Ratu Azka; Citrawati, Mila; Chairani, Aulia
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Volume 15 No. 1 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i1.1087

Abstract

Kelelahan kerja adalah berkurang atau hilangnya kesiagaan atau kecepatan bereaksi dan kemampuan untuk menampilkan keselamatan dan kesehatan yang sering terjadi pada profesi yang bersifat human service dan pada jenis kelamin laki-laki. Salah satu faktor yang berperan terhadap terjadinya kelelahan kerja adalah status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obesitas terhadap kelelahan kerja pada pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 51 pegawai laki-laki di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara obesitas dengan kelelahan kerja (p = 0,888), tetapi terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja yaitu masa kerja (p = 0,006 ; OR = 10,964) dan beban kerja mental (p = 0,035 ; OR = 6,572). Pegawai kantoran lebih memperhatikan kondisi mental terhadap beban kerja yang dimiliki serta dapat menyesuaikan diri dimana tempat bekerja sebaik mungkin agar tidak terjadinya kelelahan kerja. Kata kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, masa kerja, obesitas, pegawai
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Banjir di SDN 1 Tugu Kebumen: The Relationship Between Knowledge and Attitudes and Flood Preparedness Among Students at SDN 1 Tugu Kebumen Redha, Pratiwi Soni; Kristanti, Melly; Rahmawati, Desie
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.386

Abstract

Angka kejadian hidrometrologi termasuk banjir termasuk tinggi yang dapat dipengaruhi oleh Banjir yang terjadi dikarenakan curah hujan, kondisi topografi daerah, kurangnya tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Maka diperlukan peran siswa terkait peningkatanpengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Siswa Umur 10-12 Tahun terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir di SDN 1 Tugu Kebumen. Jenis dari penelitian   ini yaitu deskriptif kuantitatif.  Desain dalam  penelitian  ini  yaitu cross-sectional.  Subjek  penelitian yaitu 70  siswa yang  dipilih berdasarkan teknik purposive  sampling. Instrumen dalam  penelitian  ini  yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan regresi logistic dengan tingkat kepercayaan 95% p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap anak SD setelah dikontrol dengan pengetahuan terhadap kesiapsiagaan <0,001 PR 8,51 95% CI (1,95-11,45). Sikap anak Sekolah Dasar mempengaruhi kesiapsiagaan mereka dalam kebencanaan, selain itu, pengetahuan juga perlu di tingkatkan agar dapat memperbaiki sikap anak SD dalam kesiapsiagaan bencana selama di sekolah. Adanya kerjasama sekolah dengan pihak Badan penanggulangan Bencana Daerah setempat atau pihak volunteer untuk melakukan penanggulangan bencana. The incidence of hydrometeorological disasters, including flooding, is relatively high. Flood events may be influenced by factors such as rainfall intensity, regional topographic conditions, and the lack of preparedness among students in facing flood disasters. Therefore, it is necessary to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding flood preparedness. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes of students aged 10–12 years and their preparedness for flood disasters at SDN 1 Tugu, Kebumen. This research employed a quantitative descriptive approach with a cross-sectional study design. The study involved 70 students selected through purposive sampling. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using logistic regression with a 95% confidence level and a significance value of p < 0.05. The results showed a significant association between students’ attitudes—after being controlled for knowledge—and their flood preparedness (p < 0.001; PR = 8.51; 95% CI: 1.95–11.45). The attitudes of elementary school students were found to influence their disaster preparedness, and improving students’ knowledge is essential to enhance their attitudes toward disaster preparedness in the school setting. Collaboration between schools and the local Regional Disaster Management Agency or volunteer organizations is recommended to strengthen disaster preparedness efforts. 
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Pada Calon Jemaah Haji dan Umrah Lansia Terhadap Pencegahan Dehidrasi Amalia, Firda; Savitri, Pritha Maya; Agustini, Diana; Kristanti, Melly
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 75 No 5 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.75.5-2025-1859

Abstract

Introduction: Hajj and Umrah are Islamic pilgrimages performed in Saudi Arabia, often taking place during the summer season when temperatures may exceed 40°C. Such extreme conditions increase the risk of dehydration, especially among the elderly. Dehydration in older adults can lead to severe complications, even death. Preventive measures can be achieved through adequate knowledge and positive attitudes toward fluid intake.Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional design. Respondents were selected using purposive sampling, consisting of 50 elderly Hajj and Umrah pilgrims. The study was conducted from February to December 2023 at the NRA Hajj and Umrah Bureau, South Jakarta. Data were analyzed using the chi-square test to assess the relationship between knowledge and attitudes toward dehydration prevention.Results: The majority of respondents had good knowledge (62%) and moderate attitudes (56%), with most being female aged 60–65 years. Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and attitudes of elderly Hajj and Umrah pilgrims toward dehydration prevention (p = 0.035).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitudes of elderly Hajj and Umrah pilgrims toward dehydration prevention.
Gambaran Kesiapsiagaan Anak Usia Sekolah Terhadap Bencana Gempa Bumi Di SDN 04 Gaung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Pratiwi Soni Redha; Melly Kristanti; Rosmala Atina Rusadi; Alexander Sanjaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1942

Abstract

Salah satu fenomena geologi yang paling kuat dan berdampak besar di Bumi adalah gempa bumi, yang terjadi ketika energi di kerak bumi bergerak atau dilepaskan. Gempa bumi ini menyebabkan kerusakkan dalam segi bangunan, lingkungan serta menimbulkan korban jiwa. Dampak dari gempa bumi ini dirasakan oleh berbagai lini masyarakat termasuk anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan anak usia sekolah terhadap bencana gempa bumi di SDN 04 Gaung. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel pada anak usia sekolah SDN 04 Gaung, Kota Padang. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional, dimana analisis data univariat dengan sistem terkomputerisasi . Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (55%) siswa perempuan memiliki kategori kesiapsiagaan dengan evakuasi di sekolah yang baik. Kategori kesiapsiagaan dengan evakuasi gempa di rumah sebagian besar (80%) responden murid perempuan dan laki-laki memiliki kategori yang baik. Penelitian ini menyarankan pihak sekolah diharapkan melakukan sosialisasi, edukasi, simulasi akan pelaksanaan mitigasi terkait kesiapsiagaan bencana dikarenakan lokasi sekolah SDN 04 Gaung Kota Padang berada pada wilayah rentan akan bencana.
Co-Authors Abigail, Rebecca Agustini, Diana Alexander Sanjaya Alexander Sanjaya Alfian Zulhakim Anisya Zakiyyahaya Arvant Aprilicia, Gita Aritha Rebecca Ayu Sibarani Arvant, Anisya Zakiyyahaya Aulia Chairani Aulia Chairani, Aulia Ayu Hapsari Nareswari Bayu Gawtama Boenga Nur Cita Boenga Nurcita cantika Dandi Tri Dirgantara Dela Riadi Devora, Angelina Dinda Amalia Suryadi Dini, Theresia Dirgantara, Dandi Tri Dwi Arwandi Yogi Saputra Erlita, Sisca Erly Krisnanik Fadhila Nurmaulida Fairuz, Nabila Febiya Ningrum , Indriyani Firda Amalia Fitriya, Ismah Nurul Sittah Hanifah, Mayang Putri Hardieni, Niniek Idhsa, Yasmin Azizah Irawan, Agneta Irmarahayu Irsyad, Nasihin Saud Kholib, Abdul Kita, Bungahati Lestari, Nadia Putri Maftuhin, Achmad Nabil Hafidh Makkiyah, Feda Anisah Marlina Dewiastuti, Marlina Meiskha Bahar Mila Citrawati Nabila Fairuz Nabila, Adelia Netti Herawati Neysa Ornella Dira Ningtiyas, Tabita Sri Wahyu Niniek Hardini Nunuk Nugrohowati Nunuk Nugrohowati Nur Fasya, Ratu Azka Nur, Hendi Fulvian Fauzan Nurmaulida, Fadhila Parameswari, Aryadhira Pasaribu, Junita Septiana Pasiak, Taufiq Fredrik Pratiwi Soni Redha Pritha Maya Savitri Putri, Nabila Tita Azalia Putrialif, Hayatunufus Putu Erma Pradnyani Raden Roro Maya Dennisa Rahmawati, Desie Raihan, Muhamad Pandji Redha, Pratiwi Soni Relawan, Sekolah Retno Yulianti Ria Maria Theresa Ria Maria Theresia Risa Ika Meidianab Rosmala Atina Rusadi Safira, Lisa Safira, Ramadhani Santosa, Yaya Aria Setyaningsih, Yuni Shabrina Amalia Suci Shaifuddin, Zakky Soni Redha, Pratiwi Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Suci, Shabrina Amalia Suzy Yusna Dewi Syarif Rahman Hasibuan Syeftiani, Nabilatussalma theresa, Ria Maria Theresa Tri Faranita, Tri Vernanda Em Afdhal Wahyuni, Yosha Putri Wulandari, Puspa Yaafi, Muhammaf Irfaan Yanti Harjono Hadiwiardjo Yasmin Azizah Idhsa Yaya Aria Santosa Yunita M. Lestari