p-Index From 2021 - 2026
7.311
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Jurnal Medika Udayana Jurnal Riset Kesehatan Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) IKRA-ITH ABDIMAS Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesian Community Journal Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Jurnal Ilmu Multidisplin Media Abdimas Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Journal of Innovative and Creativity SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Theory and Application in Elementary and Secondary School Education (IJTAESE) Jurnal Abdimas Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Pengabdian Maleo Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

SINERGI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN: PEMBENTUKAN TIM MUTU KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN SKABIES DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Wahyuni, Yosha Putri; Ramadhani, Isniani; Kristanti, Melly
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13844

Abstract

Skabies, yang juga dikenal dengan nama Gudik, adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabei var hominis (Sarcoptes sp. ). Skabies dapat terjadi terutama di lingkungan yang padat penduduk (termasuk pondok pesantren). Pondok pesantren merupakan sekolah berasrama memiliki tanggung jawab yang besar dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan santri yang tinggal di lingkungan asrama. Dalam upaya ini, sangat penting untuk membentuk Tim Mutu Kesehatan yang bertugas memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta kondisi kesehatan umum di asrama. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Pondok Pesantren Darun Na’im Yapia berperan sebagai mitra tempat pengabdian. Sasaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya tim kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian skabies sehingga diharapkan tidak ada lagi skabies dilingkungan pondok pesantren. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga langkah: 1. persiapan dan survei awal dengan mengenali masalah yang terdapat di Pondok Pesantren, serta berdiskusi bersama mitra; 2. memberikan pengantar terkait pembentukan tim mutu kesehatan dan pelatihan terkait pemeriksaan fisik serta pengisian lembar DeScab, ketiga adalah evaluasi terhadap tim mutu kesehatan, evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner. Hasil dari survei menunjukkan pre dan post test untuk ketahanan kesehatan skornya 29 (20-32) vs 29 (22-32) (p=0,625), mutu pelayanan kesehatan skornya 18 (12-20) vs 18 (9-21) (p=0,409), kerjasama tim skornya 47 (25-50)  vs 45 (33-50) (P=0,022).  Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ketahanan kesehatan dan mutu layanan kesehatan menunjukkan hasil yang sama antara pre dan post test tetapi untuk skornya mengalami peningkatan walaupun tidak bermakna, sementara untuk kerjasama tim hasil pre dan post test mengalami peningkatan dan bermakna
THE INFLUENCE OF NUTRITIONAL STATUS ON THE LEVEL OF INTELLIGENCE IN ELEMENTARY-SCHOOL CHILDREN Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Chairani, Aulia; Kita, Bungahati; Aritha Rebecca Ayu Sibarani
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i2.2025.341-353

Abstract

Introduction: Intelligence level is a person's ability to think and respond to things logically, purposefully, and to control and manage the environment more effectively. Nutritional status and parenting of children affect the level of child's carelessness. Basic Health Research (Riskesdas) 2018 showed the nutritional status of children aged 5-12 years, where 26.8% were anemic (children aged 5-14 years), 23.6% were short, 10.8% were fat, 9.2% were think, and 9.2% were obese. Aims: The researcher hopes to determine how parenting and nutritional status affect elementary school students' Intelligence Quotient (IQ). Methods: Purposive sampling strategies are used in this cross-sectional study design. The number of samples in this study is 77 samples. Results: The result found the effect of nutritional status on children's intelligence level (p=0.006; OR 95% CI 4.17 (1.51-11.52) vs Parenting with intelligence level (p=0.343; OR 95% CI 1.35 (0.72-2.54). Nutritional status is something that greatly affects the development of a child's brain so that it can be ensured that good nutritional intake can increase the level of intelligence of children. Conclusion: Therefore, it is necessary to increase counseling programs and also continue existing government programs, such as counseling for mothers or parents related to balanced nutrition, providing counseling on making balanced nutritional foods, increasing the budget in providing supplementary feeding that contains high protein, and hence, the Sustainable Development Goals (SDGs) program to reduce the malnutrition rate can be achieved in order to create healthy and intelligent children for the nation's successors.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Putrialif, Hayatunufus; Chairani, Aulia; Bahar, Meiskha; Kristanti, Melly
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2968

Abstract

Sektor kesehatan termasuk ke dalam sektor dengan prevalensi stres kerja tertinggi. Lingkungan kerja fisik yang kurang mendukung merupakan salah satu penyebab stres pada perawat. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk melihat apakah terdapat keterkaitan antara tingkat stres kerja yang dikeluhkan oleh para perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan lingkungan kerja mereka. Pendekatan analitik observasional digunakan dengan desain cross-sectional dan simple random sampling. Responden merupakan perawat laki-laki sejumlah 47 responden. Data kemudian diolah menggunakan analisa univariat dan uji Fisher digunakan untuk analisa bivariat. Temuan menunjukkan 24 perawat (51,1%) mengalami stres ringan dan 41 perawat (87,2%) merasa lingkungan kerja fisik kondusif, dan p-value 1,000 dengan OR 0,952. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dan stres kerja perawat dalam penelitian ini. Diharapkan rumah sakit dapat memaksimalkan pengadaan pendingin ruangan di setiap ruangan karena tetap dibutuhkan ketika udara sedang tidak bersahabat agar tidak mengganggu perawat dan pekerja lain saat bekerja, rumah sakit dapat mengevaluasi secara berkala terkait beban kerja yang diberikan agar sesuai dengan kemampuan perawat, dan diharapkan rumah sakit juga dapat mempertimbangkan penambahan sumber daya manusia apabila dari hasil evaluasi memang dibutuhkan. Kata kunci : Lingkungan kerja fisik; stres kerja; perawat
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Mengenai Gizi Kurang pada Balita dengan Metode Intervensi Edukasi Kristanti, Melly; Harjono, Yanti; Arvant, Anisya Zakiyyahaya; Dirgantara, Dandi Tri; Suci, Shabrina Amalia; Nurmaulida, Fadhila
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.645

Abstract

The nutritional status of children is an important thing that every parent must know, because disturbances that occur due to unbalanced nutrition will cause irreversible damage. In 2018, the prevalence of malnutrition in the world was 7.3% or ± 49.5 million children.The problem experienced by this community is that there are still high cases of malnutrition in toddlers in the working area of the Cipayung Health Center, so there is a need for education and intervention for the community regarding the prevention and prevention of malnutrition. The results of this activity were an increase in knowledge of malnutrition p-value 0.021 and the attitude of obedience of parents in providing supplementary food to their undernourished children. This is very important to do in various working areas of the puskesmas and in the community itself, because prevention from an early age can reduce the high incidence of malnutrition which has an impact on the death rate in Indonesia
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN RESTING HEART RATE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Syeftiani, Nabilatussalma; Citrawati, Mila; Safira, Lisa; Kristanti, Melly
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resting Heart Rate (RHR) atau denyut jantung istirahat merupakan salah satu indikator penilaian risiko penyakit kardiovaskular. Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya tingkat stres pada mahasiswa kedokteran dapat meningkatkan RHR yang akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan harapan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan RHR pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta tahun 2022. Jenis penelitian ini termasuk analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 46 orang subjek yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengambilan data RHR dilakukan secara langsung, sedangkan data aktivitas fisik dan tingkat stres menggunakan kuesioner GPAQ dan MSSQ. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Aktivitas fisik responden paling banyak pada kategori sedang, tingkat stres pada kategori berat, dan RHR pada kategori tinggi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan RHR (p = 0,665) dan antara stres dengan RHR (p = 0,226). Mahasiswa terbiasa melakukan aktivitas fisik harian dan menghadapi stresor selama menjalani perkuliahan. Terdapat kecenderungan RHR normal pada mahasiswa dengan aktivitas fisik sedang sampai tinggi, sedangkan pada mahasiswa dengan stres berat cenderung memiliki RHR tinggi. Kata kunci : aktivitas fisik, denyut jantung istirahat, stres DOI : 10.35990/mk.v7n1.p1-11
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Di Kota Depok Tahun 2022 Kristanti, Melly; Nugrohowati, Nunuk; Harjono, Yanti; Fairuz, Nabila
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2411

Abstract

Makanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat dan praktis. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang pesat. Mereka membutuhkan asupan gizi yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Dampak jangka panjang bagi seseorang yang mengkonsumsi makanan cepat saji tidak hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi Bangsa Indonesia karena memiliki sumber daya manusia yang kualitas kesehatannya tidak baik. Maka dari itu penelitian ini ingin melihat apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja dalam mengkonsumi makanan cepat saji di kota depok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diandiaktika dengan subjek seluruh siswa/siswi SMA Diandiaktika berjumlah 117 subjek dengan teknik consecutive sampling. Desain studi penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan yaitu logistic regresi dengan variabel yang diteliti adalah sikap, jenis kelamin, status ekonomi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengetahuan berhubungan signifikan dengan sikap remaja dalam mengonsumsi makanan cepat saji (nilai p = 0,010; OR = 3,414; CI 95% = 1,416 – 8,227). Sedangkan faktor jenis kelamin (nilai p = 0,220; OR = 0,782; CI 95% = 0,237 – 2,185) dan status ekonomi (nilai p = 0,110; OR = 0,774 ; CI 95% = 0,331 – 1,814) tidak menunjukkan ada hubungan. Faktor pengetahuan remaja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sikap mengkonsumsi makanan cepat saji setelah dikontrol oleh status ekonomi dan jenis kelamin remaja (nilai p = 0,006; OR = 3, 475; CI 95% = 1,435-8,412). Hasil ini dapat menjelaskan bahwa perlunya didikan orang tua dalam menentukan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada anak-anaknya dimulai sejak dini, agar sikapnya dalam memilih makanan dapat lebih baik lagi hingga mereka dewasa.
Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Putrialif, Hayatunufus; Chairani, Aulia; Bahar, Meiskha; Kristanti, Melly
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2968

Abstract

Sektor kesehatan termasuk ke dalam sektor dengan prevalensi stres kerja tertinggi. Lingkungan kerja fisik yang kurang mendukung merupakan salah satu penyebab stres pada perawat. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk melihat apakah terdapat keterkaitan antara tingkat stres kerja yang dikeluhkan oleh para perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan lingkungan kerja mereka. Pendekatan analitik observasional digunakan dengan desain cross-sectional dan simple random sampling. Responden merupakan perawat laki-laki sejumlah 47 responden. Data kemudian diolah menggunakan analisa univariat dan uji Fisher digunakan untuk analisa bivariat. Temuan menunjukkan 24 perawat (51,1%) mengalami stres ringan dan 41 perawat (87,2%) merasa lingkungan kerja fisik kondusif, dan p-value 1,000 dengan OR 0,952. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja fisik dan stres kerja perawat dalam penelitian ini. Diharapkan rumah sakit dapat memaksimalkan pengadaan pendingin ruangan di setiap ruangan karena tetap dibutuhkan ketika udara sedang tidak bersahabat agar tidak mengganggu perawat dan pekerja lain saat bekerja, rumah sakit dapat mengevaluasi secara berkala terkait beban kerja yang diberikan agar sesuai dengan kemampuan perawat, dan diharapkan rumah sakit juga dapat mempertimbangkan penambahan sumber daya manusia apabila dari hasil evaluasi memang dibutuhkan. Kata kunci : Lingkungan kerja fisik; stres kerja; perawat
Edukasi Bahaya Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Kepada Keluarga dan Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Mampang: Education of Hyperuricemia in an Effort to Prevent Complications to Families and Hyperuricemia Sufferers in the Working Area of the Mampang Health Center Maftuhin, Achmad Nabil Hafidh; Yaafi, Muhammaf Irfaan; Pasaribu, Junita Septiana; Erlita, Sisca; Kristanti, Melly; Redha, Pratiwi Soni
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.231

Abstract

Hiperurisemia merupakan penyakit umum yang sering dijumpai pada pasien dari segala usia dan jenis kelamin. Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas atas normal (6,8 mg/dL). Pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga pasien merupakan salah satu solusi untuk pencegahan komplikasi dan penurunan kadar asam urat pasien. Metode kegiatan ini merupakan pendekatan langsung kepada masyarakat dengan cara pemberian intervensi dengan edukasi dan pengukuran asam urat sebelum dan 1 bulan sesudah edukasi. Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p-value < 0.05. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan dibuktikan dg p-value 0.020 dan penurunan kadar asam urat pasien dari 8.5 menjadi 5.3. Maka dari itu, diperlukan edukasi secara langsung kepada keluarga maupun pasien terhadap bahaya komplikasi, pencegahan dan penurunan kadar asam urat. Hyperuricemia is a common disease that is often found in patients of all ages and genders. Hyperuricemia is an increase in uric acid levels in the blood that exceeds the upper limit of normal (6.8 mg / dL). Providing education to patients and patients' families is one solution to prevent complications and reduce patients' uric acid levels. This method of activity is a direct approach to the community by providing intervention with education and measurement of uric acid before and 1 month after education. Data processing using Wilcoxon test with p-value significance < 0.05. The results of this activity obtained an increase in knowledge evidenced by a p-value of 0.020 and a decrease in the patient's uric acid levels from 8.5 to 5.3. Therefore, direct education is needed to families and patients about the dangers of complications, prevention and reduction of uric acid levels.
Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku tentang Tb Paru pada Keluarga Binaan di Kota Depok: Motion Graphic: Increasing Knowledge and Behavior about Pulmonary Tuberculosis in Assisted Families in Depok City: Motion Graphic Parameswari, Aryadhira; Kristanti, Melly; Fitriya, Ismah Nurul Sittah; Shaifuddin, Zakky; Nur, Hendi Fulvian Fauzan; Amalia, Firda; Citrawati, Mila
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.309

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik yang bersifat menular akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis umumnya menginfeksi jaringan parenkim paru-paru (TB paru) dan juga dapat menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan perilaku serta kepatuhan pengobatan TB menggunakan Motion Graphic. Pengabdian ini menggunakan kuesioner dengan peserta terdapat 3 keluarga dengan jumlah total 13 peserta. Hasil pengukuran dilakukan pengolahan data menggunakan uji Wilocxon. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan, perilaku dan kepatuhan pengobatan, tetapi secara statistic belum signifikan. Hasil ini diharapkan lebih difokuskan lagi dengan cara pendekatan lebih mendalam dalam melakukan penyuluhan walaupun menggunakan motion graphic hasil ini sudah dapat meningkatkan rata-rata pengetahuan dan perilaku pasien maupun keluarga pasien.  Tuberculosis (TB) is a chronic disease that is contagious due to infection by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis generally infects the parenchymal tissue of the lungs (pulmonary TB) and can also infect other organs (extrapulmonary TB). This activity aims to see the improvement of knowledge and behavior as well as TB treatment compliance using Motion Graphic. This service uses a questionnaire with participants there are 3 families with a total of 13 participants. The measurement results were processed using the Wilocxon test. The results of this activity showed an increase in the average knowledge, behavior, and adherence to treatment, but statistically it was not significant. This result is expected to be more focused by a more in-depth approach in conducting counseling, although using motion graphics, this result can increase the average knowledge and behavior of patients and their families.
Co-Authors Abdul Halim Arif Abigail, Rebecca Alexander Sanjaya Alexander Sanjaya Alfian Zulhakim Anisya Zakiyyahaya Arvant Aritha Rebecca Ayu Sibarani Arvant, Anisya Zakiyyahaya Aryanthi Marwathi Putri Hadji Djafar Aulia Chairani Aulia Chairani Aulia Chairani Aulia Chairani Aulia Chairani Aulia Chairani, Aulia Ayu Hapsari Nareswari Ayudya Anjani Ayudya Anjani Baiq Devinta Putri Syafira Bayu Gawtama Boenga Nur Cita Boenga NurCita Boenga Nurcita Boenga NurCita Bungahati Kita cantika Dandi Tri Dirgantara Dela Riadi Desie Rahmawati Devora, Angelina Diana Agustini Diana Agustini P Dina Varisiya Dinda Amalia Suryadi Dini, Theresia Dirgantara, Dandi Tri Dwi Arwandi Yogi Saputra Dwi Arwandi Yogi Saputra Erlita, Sisca Erly Krisnanik Erma Pradnyani, Putu Fadhila Nurmaulida Fairuz, Nabila Faiz Isra Rizqie Fajriati Zulfa Febiya Ningrum , Indriyani Firda Amalia Firda Amalia Fitriya, Ismah Nurul Sittah Gita Aprilicia Gita Aprilicia Hanifah, Mayang Putri Hikmah Muktamiroh Husna Mujahidah I Gusti Ngurah A D Raditya Ima Maria Irawan, Agneta Irmarahayu Irsyad, Nasihin Saud Isniani Ramdhani Karina Khairunnisa Khairunnisa Kholib, Abdul Kita, Bungahati Lestari, Nadia Putri Maftuhin, Achmad Nabil Hafidh Makkiyah, Feda Anisah Maria Selvester Thadeus Marlina Dewiastuti Marlina Dewiastuti Marlina Dewiastuti, Marlina Meiskha Bahar Mila Citrawati Mila Citrawati Mila Citrawati Muttia Amalia Nabila Fairuz Nabila, Adelia Nasihin Saud Irsyad Netti Herawati Neysa Ornella Dira Ningtiyas, Tabita Sri Wahyu Niniek Hardieni Niniek Hardini Niniek Hardini Nunuk Nugrohowati Nunuk Nugrohowati Nur Fasya, Ratu Azka Nur, Hendi Fulvian Fauzan Nurmaulida, Fadhila Nurul Mawaddah Syafitri Nyimas Fathiya Muthmainnah Parameswari, Aryadhira Pasaribu, Junita Septiana Pratiwi Soni Redha Pratiwi Soni Redha Pritha Maya Savitri Pritha Maya Savitri Puspa Wulandari Putri, Nabila Tita Azalia Putrialif, Hayatunufus Raden Roro Maya Dennisa Rahmawati, Desie Raihan, Muhamad Pandji Redha, Pratiwi Soni Retno Yulianti Ria Maria Theresa Ria Maria Theresa Ria Maria Theresia Risa Ika Meidianab Rosmala Atina Rusadi Safira, Lisa Safira, Ramadhani Sekolah Relawan Setyaningsih, Yuni Shabrina Amalia Suci Shaifuddin, Zakky Soni Redha, Pratiwi Soroy Lardo Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Suci, Shabrina Amalia Suzy Yusna Dewi Suzy Yusna Dewi Syarif Rahman Hasibuan Syeftiani, Nabilatussalma Taufiq Fredrik Pasiak Taufiq Fredrik Pasiak Tiwuk Susantiningsih Tri Faranita Tuty Rizkianti Vernanda Em Afdhal Wulandari, Puspa Yaafi, Muhammaf Irfaan Yanti Harjono Hadiwiardjo Yanti Harjono Hadiwiardjo Yanti Harjono Hadiwiardjo Yasmin Azizah Idhsa Yasmin Azizah Idhsa Yaya Aria Santosa Yaya Aria Santosa Yosha Putri Wahyuni Yunita M. Lestari Zakky Shaifuddin