Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Akhlak Mulia: Studi Deskriptif Kualitatif di MTs. Nurul Amal Tegalwaru dan MTs. Nurul Fata Tegalwaru Anan Abdul Manan Rohmansah; Badruzaman M. Yunus; Ahmad Sukandar
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.605 KB) | DOI: 10.3709/ilpen.v1i1.3

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa depan. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses manajemen Penguatan Pendidikan Karakter pada MTs Nurul Amal Tegalwaru dan MTs Nurul Fata Tegalwaru, Yang secara husus bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hambatan, dan upaya Penguatan Pendidikan Karakter. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Kualitatif. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul maka dianalisa dalam analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis merupakan jabaran hasil penelitian lapangan dan kemudian direkomendasikan untuk pembahasan dan kesimpulan penelitian. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu menyentuh kealamian sumber data yang bersifat menyeluruh dan kaitnya dengan upaya proses manajemen Penguatan Pendidikan Karakter dalam mengembangkan akhlak mulia, berdasarkan hasil kajian terhadap fokus penelitian manajemen Penguatan Pendidikan Karakter, ditarik kesimpulan sebagai berikut: keterpaduan Penguatan Pendidikan Karakter lebih menekankan keterpaduan sistem yang mencakup keterpaduan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Ruang lingkup arah keterpaduan struktur kelembagaan, program pembelajaran atau kurikulum, pengelolaan pendidikan, staf pengelola/ pengajar, kampus terpadu, sarana/ prasarana dan sistem evaluasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Study Deskripsi di SMP IT Al-Futuhiyah Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut Soleh Jamaludin; E. Mulyasa; Ahmad Sukandar
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.254 KB) | DOI: 10.3709/ilpen.v1i2.15

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan nilai akreditasi di kedua MIS, pada MIS Pamoyanan memiliki nilai A sedangkan MIS Al-Barkah memiliki nilai B. Keduanya memiliki sarana prasarana dan sumber daya yang memadai, tetapi dalam kenyataan nya memiliki nilai akreditasi yang berbeda, Permasalahan Peranan Kepala Madrasah dalam peningkatan kinerja guru merupakan permasalahan yang belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan lingkungan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang peran kepala madrsaha dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut George R. Terry dalam bukunya Azas-Azas Manajemen mendefinisikan manajemen adalah proses yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan, yang di lakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah di tetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber yang lain. (Winardi 2012 : 4) Hasil dari penelitian ini adalah : (a) perencanaan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja sudah menunjukkan aspek – aspek perencanaan yang telah direncanakan dengan jelas oleh kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja guru sesuai dengan kondisi dan kemampuan di kedua MIS tersebut. (b) pengorganisasian kepala madrasah sudah masuk kedalam langkah – langkah dalam meningkatkan kinerja guru melalui kegiatan pembagian ataupun pengelompokkan dari program-program Pendidikan. Dari pengorganisasian terlaksana program pendidikan yang sudah tersusun secara sistematis dan dikelompokkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.(c) Pelaksanaan peran kepala madrasah dalam mengelola peningkatan kinerja guru sudah masuk kedalam langkah – langkah dalam meningkatkan kinerja guru melalui program pembinaan, pelatihan, supervisi, dan komunikasi yang baik. (d) Pengawasan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan melalui pengamatan, monitoring dan mengevaluasi kinerja pendidik. (e) Hambatan yang dihadapi oleh kedua Madrasah Ibtidaiyah tersebut diantaranya guru masih belum dapat menjabarkan rencana pelaksanaan pembelajaraan sehingga masih mengcopy paste dari RPP yang telah ada, masih kurang kedisiplinan guru dalam ketepatan jadwal mengajar, guru senior masih belum dapat mengaplikasikan komputer, pendidik yang masih belum linier dengan mata pelajaran yang diampunya. Terbatasnya pengadaan komputer bagi peserta didik. (f) Mengatasi hambatan tersebut diantaranya menyusun program pelatihan penyusunan administrasi pembelajaran oleh kepala sekolah bekerja sama dengan pengawas sekolah, menyusun program pelatihan IT, menyusun program workshop motivasi kedisiplinan bagi pendidik, mendukung mengikutsertakan KKG dan diklat untuk menguasai mata pelajaran yang diampunya. Membuat proposal bantuan kepada pemerintah/ yayasan/ donator untuk tambahan pengadaan komputer. Simpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelola peningkatan kinerja guru madrasah ibtidaiyah sudah berjalan baik sesuai dengan kondisi dan kemampuan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PAI (STUDI KASUS DI SDN CEMPAKAPUTIH KABUPATEN BANDUNG) Dana Sujana; Husen Saeful Insan; Ahmad Sukandar
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/prymerly.v5i1.1233

Abstract

The development of learning models is an unsolved problem in line with the complexity of environmental changes, both in terms of planning, implementation and assessment. Various learning models continue to be carried out but have not provided an optimal impact on improving the quality of PAI learning both in terms of process and results. The method used in this research is qualitative research, qualitative data analysis/processing techniques include three stages, namely: (1) data reduction; (2) data presentation; and (3) data verification. This study aims to obtain an overview of the Implementation of the Portfolio Learning Model. This study uses a qualitative naturalistic approach, the method uses a case study method with data collection techniques through interviews, documentation studies and observations. The results show that the use of the portfolio learning model can encourage the growth of students' enjoyment of the lesson, grow and increase motivation to do assignments, make it easier for students to understand lessons so that all components related to education must be optimized, one of which is the competence of teachers who are able to utilize various sources. in the presentation of the teaching and learning process. The learning process will be fun because students accept and give according to their abilities. The atmosphere of teaching and learning is fun, stimulating students to learn actively, creatively and effectively so that learning objectives are achieved optimally.
Pembinaan Kepala Sekolah Terhadap Guru Melalui Emis dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Madrasah Heri Ali Imron; Ahmad Sukandar; N. Hanafiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 9 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.284 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6655298

Abstract

Coaching is important in organizations, especially with regard to improving educational services. The purpose of this study was to analyze the form of principal's guidance to teachers through EMIS (Education Management Information System) at MI Banjaran, Bandung Regency. The research method used is case studies. Data were collected from observation, interviews and documentation. The research subject is the Principal of MI Banjaran, Bandung Regency. Meanwhile, the research location in this study is MI Banjaran, Bandung Regency. The results of this study include: 1) The form of guidance for the Principal of MI Banjaran Bandung Regency for teachers is carried out based on two forms, namely general coaching and peer-based coaching. The general guidance in question is the guidance of teachers with a clinical approach, 2) The form of religious education development at MI Banjaran, Bandung Regency, namely the habituation and extracurricular program organized by MI Banjaran, Bandung Regency, including: praying in congregation, reading the Koran before studying, saying greetings when meeting, discipline, Tahfidz Quran, PHBI, and other extracurricular programs. 3) Supporting factors faced by school principals in teacher development through EMIS in developing religious education at MI Banjaran Bandung Regency include: solid principals and teachers, adequacy of human resources who master IT, availability of facilities and IT in madrasas and readiness of students in participating in coaching . The Inhibiting Factors Faced by Principals in Guiding EMIS (Education Management Information System) Teachers in the Development of Religious Education at MI Banjaran Bandung Regency are the lack of parental support and decreased interest and motivation due to mass media/social media.
IMPLEMENTASI KAJIAN KITAB ADAB AL ‘ALIM WAL MUTA’ALLIM DALAM MENINGKATKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME GURU Asep Abduloh; Ahmad Sukandar; Marwan Setiawan
Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 1 (2022): Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.027 KB) | DOI: 10.51729/7159

Abstract

The purpose of this study was to find out how the implementation of the study of the book of Adab al 'Alim wal Muta'allim in improving the ethics and professionalism of teachers at the Al Fauzaniyyah educational foundation. This research is a qualitative research with a descriptive method that focuses on planning, implementation, assessment as well as supporting and inhibiting factors of the study. data collection techniques through interviews, observations, documentation studies and literature studies. The results of the study focused on planning carried out by deliberation in choosing the book, the background for choosing the book, the time of the study, the selection of sources, to determining the achievement goals. The implementation of the study began with socialization to teachers and its implementation using the monologue and dialogue method. The assessment of the book study focuses on the participation of study participants, the study method, the time of the study, the contents of the book and the achievement of success. Supporting factors in the form of high enthusiasm, many teachers graduated from Islamic boarding schools, competent resource persons and a supportive environment. The inhibiting factors include the exclusion of some teachers, time inconsistency, lack of firmness of the foundation, the covid 19 pandemic. The conclusion of the study shows that the study of the book of Adab al 'Alim wal Muta'allim can improve the ethics and professionalism of teachers at the Al Fauzaniyyah Foundatio
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Pendekatan Kontekstual Dalam Membentuk Kepribadian Muslim Siswa Nursyamsu Nursyamsu; Ahmad Sukandar; Asep A. Faturrohman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 11 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.548 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6909607

Abstract

Through the process of applying competencies in everyday life, students will feel the importance of learning, and they will gain a deep meaning for what they learn. The purpose of this study is to elaborate PAI learning with a contextual approach and its implications for the Muslim personality of students. The research method used is a case study with multi-site research objects, namely MTs N 4 Indramayu, Indramayu district and MTs Darul Falah, Indramayu district. Data analysis is in the form of qualitative analysis and data is collected based on observations, interviews and documentation. The results of the study show that Islamic Religious Education Learning with a contextual approach in shaping the Muslim personality of students, that by carrying out the rules of the teaching and learning system of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can shape the Muslim personality of students. The application of PAI Learning with a Contextual Approach (Contextual Teaching and Learning) in Madrasahs is because; first, the components in the contextual approach are in accordance with the needs of students, second, learning leads to student activity (student oriented), so that students are happier and more enthusiastic in learning, third, the contextual approach is an effective means for teachers in a meaningful and memorable learning process, fourth, contextual learning using a thorough assessment. fifth, the components in the contextual approach are appropriate and very supportive for the realization of the madrasa's vision and mission.
Manajemen Pembelajaran Pondok Santri Hari Rabu Kamis (Posaharuka) Untuk Meningkatkan Akhlak Mulia Santri Nina Rahmi; Ahmad Sukandar; Mumung Mulyati
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.002 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i02.6

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya manajemen pembelajaran pondok santri hari rabu kamis (POSAHARUKA) untuk meningkatkan akhlaq santri yakni bagaimana proses belajar mengajar dapat tercapai dengan baik efektif dan efisien diperlukan manajemen yang baik dalam bekerja bersama sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi program peningkatan akhlak, mengevaluasi serta mengetahui dampak mulia melalui kegiatan Posaharuka peserta didik MA Al-Huda Kecamatan Pameungpeuk Bandung,. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan kegiatan Posaharuka dalam pelaksanaannya memiliki tujuan untuk meningkatkan akhlak mulia, menumbuhkan mental percaya diri, dan kemandirian peserta didik. 2) Pelaksanaan kegiatan Posaharuka, dengan beberapa komponen yang saling menguatkan dan berkaitan terdiri dari tujuan pembelajaran, strategi, materi, kurikulum, media, evaluasi, pembelajar, waktu, tempat, umpan balik, pendekatan, dan hasil pembelajaran. 3) Evaluasi, berkaitan dengan pengukuran manfaat atau nilai untuk memperoleh kegiatan proses yang lebih baik di masa mendatang. 4) Faktor penunjang dan penghambat dengan mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah MA Al-Huda, sarana prasarana yang memadai dan ditunjang kurikulum.
Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Peserta Didik Di SMA IT Mekarjaya Garut Deden Mulyana; Ahmad Sukandar; Marwan Setiawan
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.81 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i02.8

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang stategi pembelajaran guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan akhlakul karimah peserta didik di SMA IT Mekarjaya Garut. metode pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan landasan teologi Q.S An-Nahl:125, landasan filosofisnya behavior, landasan teoritisnya menggunakan teori manajemen strategi. Penelitian dilakukan di SMA IT Mekarjaya Garut. Teknik Pengumpulan Data yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan: 1) Reduksi, 2) Penyajian Data (Data Reduction), 3) Penarikan kesimpulan atau verifikasi (conlusiondrawing/verification), 4) Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan (Conclution Drawing and Verification). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Perencanaan strategi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam menunjukan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menyusun terdahulu perencanaan pembelajaran mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, dan pemilihan media pembelajaran dengan merencanakan strategi yang relevan dengan pembelajaran. 2) Pelaksanaan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam yang digunakan di SMA IT Mekarjaya Garut adalah strategi pembelajaran inkuiri, strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran cooperative, strategi pembelajaran afektif dan strategi pembelajaran problem solving. 3.Evaluasi strategi pembelajaran guru PAI dalam meningkatkan ahlakul karimah peserta didik di SMA IT Mekarjaya Garut yaitu menggunakan lebih dari satu penilaian yaitu tes perbuatan (tes lisan) dan tes tertulis, 4). Kendala yang dihadapi dalam strategi pembelajaran PAI dalam meningkatkan ahlakul karimah peserta didik di SMA IT Mekarjaya Garut adalah kendala dari faktor lingkungan, siswa dan orang tua. Solusinya adalah guru harus memilki banyak cara untuk menghadapi kendala tersebut dan bekerjasama dengan kepala sekolah serta orang tua.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Pendekatan Kontekstual Dalam Membentuk Kepribadian Muslim Siswa Nursyamsu Nursyamsu; Ahmad Sukandar; Asep A. Faturrohman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 12 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.476 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6944701

Abstract

Through the process of applying competencies in everyday life, students will feel the importance of learning, and they will gain a deep meaning for what they learn. The purpose of this study is to elaborate PAI learning with a contextual approach and its implications for the Muslim personality of students. The research method used is a case study with multi-site research objects, namely MTs N 4 Indramayu, Indramayu district and MTs Darul Falah, Indramayu district. Data analysis is in the form of qualitative analysis and data is collected based on observations, interviews and documentation. The results of the study show that Islamic Religious Education Learning with a contextual approach in shaping the Muslim personality of students, that by carrying out the rules of the teaching and learning system of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can shape the Muslim personality of students. The application of PAI Learning with a Contextual Approach (Contextual Teaching and Learning) in Madrasahs is because; first, the components in the contextual approach are in accordance with the needs of students, second, learning leads to student activity (student oriented), so that students are happier and more enthusiastic in learning, third, the contextual approach is an effective means for teachers in a meaningful and memorable learning process, fourth, contextual learning using a thorough assessment. fifth, the components in the contextual approach are appropriate and very supportive for the realization of the madrasa's vision and mission.
Pelaksanaan Kegiatan Mentoring Mata Pelajaran Akidah Akhlak Dalam Membentuk Akhlak Siswa Syarifudin Syarifudin; Ahmad Sukandar; Asep A. Faturrohman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 19 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.811 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7175497

Abstract

Mentoring as one of the implementation of activities that can be used in learning by exploring students' abilities in learning so that the needs of each student can be known. The purpose of this study is to elaborate on the planning, implementation, control and evaluation of mentoring activities for Akidah Akhlak subjects in Madrasahs. The research method used is descriptive qualitative method. Data were collected through observation, documentation and interviews. Data were analyzed based on qualitative analysis. The results of the study show that the Akhlak-based mentoring plan in fostering the morals of students at MTs Al-Mukhlashuun Kandanghaur Indramayu is carried out through the following efforts: first, Akhlak Akidah teachers formulate the goals of mentoring. Second, determine the mentoring material; Third, the preparation of students participating in mentoring. The organization of mentoring based on Akidah Akhlak in shaping students' morals at MTs Al-Mukhlashuun Kandanghaur Indramayu consists of program coordinators assisted by certain fields and mentors. Organizing is intended to carry out common goals in a systematic and systemic manner. The implementation of Akidah Akhlak-based mentoring is done through the formation of small groups to discuss certain topics and tutorial activities. Evaluation of Akidah Akhlak-based mentoring in shaping students' morals at MTs Al-Mukhlashuun Kandanghaur Indramayu, namely process assessment and outcome assessment.
Co-Authors Abdah Muhammad Hasan Abdilah, Ruly Imam Abdul Muiz Abdurachman Abdurachman Ade Riana Ahmad Fathurrahman, Asep Ahmad Tafsir Ahmad Tafsir, Ahmad Anan Abdul Manan Rohmansah Andi Taufik Ani Andriyani Apip, Apipudin Asdianur Hadi Asep A Fathurohman Asep A. Faturrohman Asep Abduloh Asiyah, Getta Siti Asnawi Asnawi Asyif Zaenal Muttaqin Az-zuhri, Dhilla Nur'aeni Badruzaman M. Yunus Badruzaman, Tjetjep Ismail Badruzzaman M. Yunus Dana Sujana Deden Mulyana Dewi , Rika Rostika Dewi, Lilis E. Kusman Enco Mulyasa Erick Yusuf Erick Yusuf Eulis Muplihati Sa’adah Faridah, N Ai St Minhatul Fathurrahman, Asep Fathurrohman, Asep A. Fathurrohman, Asep Ahmad Faturrahman, Asep Fauzi, Wildi Ahmad Fitri Meidasari Fitriyana Fitriyana, Fitriyana Ganda cahyana Gunawan, Marina Trie Ramadhany Guntur Rijaluddin Hamdan Fathurrohman Hanafiah Hani, Aan Harahap, Fitri E Hasan Hariri Hasanuddin Hasanuddin Helmawati Helmawati Hendi Hidayat, Hendi Heri Ali Imron Heri Mujianto Hery Susanto Hidayat, Herman Somantri Husen Dendi Husen Saeful Insan Husen Saepul Insan Inayatulloh, Supyan Indra Azwar Mawardi Iroh Nuraeni Ismawati, Iis Jamaluddin Jamaluddin JUNAEDI Krisna, Andri Kurnia , Asep Adang Kusnandar, Nandar Lusepi Marwan Setiawan marwan setiawan Maulana, Muhammad Rizal Meity Wildanun Nasution Mohamad Adam Rusmana Mohammad Iqbal Muhajiri, Nanang Muhammad Fikri Ghifari Muhammad Kamaluddin Mulyani Mulyani Mumung Mulyati N. Hanafiyah Nenok Rahmawati Nia Fitriani, Nia Nina Rahmi Nur Padila, Melia Nuraeni Nuraeni Nurhayati, Nanih Nursyamsu Nursyamsu nuryana nuryana, nuryana Ramdani, Septian Ridwanuloh, Asep Risma, Annisa Rohendi Rohendi Rohmah, Neng Saman, Kiagus Akbar Setiawan, Marwan Sihabudin, Budi Siti Nuraeni, Siti Sobandi, Deni Sodikin, Hasan Sofyan Sauri Sofyan Sauri Sofyan Sauri Sofyan Sauri Sofyan Sauri, Sofyan Soleh Jamaludin Suherman, Usep Suryati, Yuli Syarifah, Sherina Zakiyah Syarifudin Syarifudin Tata, Sumarta Taufiq, Ridwan Upe, Asrizal A. Wahyudi, Adji Wahab Yati Rumiati R Yusuf, Erick zaelani, Heri