Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Tenun Melalui Pelatihan Desain Motif Untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Desa Lanto Alias, Alias; Hermina, Sitti; Sarman, Sarman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61486

Abstract

This community service activity was carried out with the aim of enhancing the capacity of women weavers to support the development of the creative economy in Lanto Village, Mawasangka Tengah District, Central Buton Regency through motif design training. The background of this activity is based on the limited innovation in traditional weaving motifs, which tend to be repetitive and insufficiently represent the rich visual elements of the local environment. The method used was participatory, involving several stages: coordination and field survey, socialization and identification of natural potentials, motif design training, implementation of the designs into woven fabrics, and evaluation. The activity engaged 11 artisans from the Dasawisma Ar-Rahman group, with training conducted over five days, three hours per day. The results showed a significant improvement in design understanding and skills, and the successful creation of six new motifs, three of which were ready for application in woven products. The activity also fostered increased awareness and enthusiasm among the artisans to continue innovating. In conclusion, this training effectively empowered women weavers by strengthening creativity rooted in local wisdom, with strong potential to support cultural preservation and the development of the community-based creative economy.
Edukasi Pencegahan Hipertensi dan Screening kesehatan Pada Masyarakat Di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Jaata, Jikrun; Gaib, Juritno H; Mandeng, Priliska; Mo'o, Siti Nurhalisa Putri Andini; Mokodompit, Suchi Fatika; Sarman, Sarman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.559

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Data Riskesdas Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada usia di atas 18 tahun mencapai 34,1%. Artinya, satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalami hipertensi. Kondisi ini diperburuk dengan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dirinya menderita hipertensi karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala (silent killer). Metode Penyuluhan kesehatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bakan adalah dengan pendekatan promotif dan preventif. Evaluasi melakukan pemeriksaan kesehatan tekanan darah, gula darah dan asam urat. Hasil penyuluhan mendapat sambutan yang baik dari warga, jumlah peserta yang hadir sekitar ± 25 orang terdiri dari lansia dan orang dewasa. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebagian masyarakat memiliki tekanan darah tinggi, gula darah di atas normal, serta kadar asam urat yang tinggi. Temuan ini menjadi gambaran bahwa risiko penyakit tidak menular masih cukup tinggi di masyarakat Desa Bakan.
Hubungan Masa Kerja dan Umur dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachri; Dolot, Nurhalisa; Sarman, Sarman; Fauzan, Moh. Rizki; Tutu, Chriestien Gloria
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3327

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan jumlah penduduk yang tinggi, bekerja di bidang pertanian memiliki resiko kesehatan seperti Gangguan muskuloskeletal memiliki keluhan pada otot-otot rangka gejala yang sering terjadi yaitu nyeri, kaku bahkan sampai terjadi penurunan fungsi gejala tersebut merupakan akibat dari kerusakan pada nervus dan pembuluh darah pada berbagai titik pada tubuh seperti leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, tumit dan lain sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Tempat penelitian bertempat di Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu, dengan jumlah sampel 100 orang Petani, penentuan sampel menggunakan rumus lameshow pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, instrument penelitian yang digunakan yaitu kuisioner . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa diperoleh p-value yaitu 0,083 dengan begitu maka masa kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal.  Kemudian Variabel umur Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value diperoleh yaitu 0,610 dengan begitu maka umur tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan musculoskeletal pada petani. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lebih mendalam dan acuan dinas terkait  untuk memperhatikan Kesehatan petani
Analisis Postur Kerja Untuk Mengurangi Tingkat Risiko Kerja Menggunakan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) Tutu, Christien Gloria; Akbar, Hairil; Sarman, Sarman; Kadullah, Laila Alghifaria; Riswan, Riswan
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i5.1512

Abstract

Postur tubuh yang tidak ergonomis dalam lingkungan kerja, khususnya di kantor, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang signifikan. Masalah-masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengurangi produktivitas dan kualitas kerja. Tujuan mengetahui analisis postur kerja untuk mengurangi tingkat risiko kerja menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) pada pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode observasional. Analisis risiko menggunakan NBM (Nordic Body Map) untuk mengetahui bagian tubuh mana yang terdapat keluhan dan kemudian dianalisis menggunakan metode ROSA untuk mengetahui apakah postur kerja berbahaya atau tidak untuk jangka waktu yang lama. Setelah dilakukan pengolahan data, diperoleh hasil bahwa para pegawai di dinas kesehatan memiliki tingkat risiko yang berbahaya. Selain itu diperoleh usulan perbaikan untuk mengurangi tingkat risiko yaitu dengan melakukan pembaharuan fasilitas yang digunakan pegawai seperti kursi yang dapat diatur ketiggiannya sesuai dengan kebutuhan pegawai, meja kerja yang ergonomis, monitor yang dapat diatur ketinggiannya sesuai kebutuhan pegawai, mouse dan keyboard diatur jarak dan diperbarui dengan menggunakan sistem wireles agar tidak memakan banyak tempat,dan perlunya sosialisasi tentang penerapan office ergonomics yang benar kepada pegawai. Penyebab tingginya risiko pada pegawai yaitu kurangnya kesadaran pegawai terhadap pentingnya menerapkan ergonomi dalam bekerja seperti tidak memakai sandaran tangan yang tersedia, tidak menggunakan sandaran punggung dan belum ada penerapan ergonomic serta fasilitas yang digunakan oleh pegawai belum memadai sehingga menggurangi kenyamanan pegawai saat bekerja.
Analisis Perbandingan Algoritma Naïve Bayes dengan SVM (Support Vektor Machine) Dalam Mendiagnosis Penyakit Asma Sarman, Sarman; Bahri, Dede Sahrul
Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober - Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/m9qa0357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua algoritma klasifikasi, yaitu Naive Bayes dan Support Vector Machine (SVM), dalam mengklasifikasikan data menggunakan tools Orange Data Mining. Pengujian dilakukan dengan metode cross-validation dan hasilnya divisualisasikan melalui ROC Curve untuk menilai kemampuan diskriminatif masing-masing model. Berdasarkan hasil analisis, model Naive Bayes (kurva hijau) menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan SVM (kurva oranye). Hal ini terlihat dari posisi kurva Naive Bayes yang lebih dekat ke titik ideal pada grafik ROC serta nilai AUC (Area Under Curve) yang lebih tinggi, yaitu 0.901 dibandingkan 0.818 pada SVM. Nilai AUC yang lebih besar menunjukkan bahwa Naive Bayes memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam membedakan antara kelas positif dan negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa algoritma Naive Bayes merupakan model yang lebih efektif dan direkomendasikan untuk digunakan dalam proses klasifikasi pada dataset ini, terutama ketika tujuan utama adalah meningkatkan kemampuan model dalam membedakan kelas target.
Pendampingan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Jiwa Gotong Royong Di Desa Bakan Ningsih, Suci Rahayu; S Amir, Echa Effendy; Patonegan, Gita S; Manggopa, Mandalifa; Ratu, Arsy; Sarman, Sarman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.563

Abstract

Kegiatan ini memiliki tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bakan terkait tata cara pengeloaan sampah yang benar, melakukan pendampingan untuk pemilahan sampah organik maupun anorganik, mendorong terbentuknya kebiasaan mengolah sampah sesuai prosedur yang ada dan menanamkan kesadaran akan kebiasaan masyarakat dalam mengelolah sampah dengan baik mengikuti prosedur yang ada guna mencegah penyebaran penyakit ISPA. Metode dengan pendidikan kesehatan, melakukan pendampingan serta pelatihan langsung mengenai tata cara pengelolaan sampah sesuai prosedur yang ada. Kegiatan penyuluhan kesehatan sekaligus praktik tentang tata cara pengelolaan sampah yang benar di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, yang berdampak positif pada upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Saran-saran yang diberikan mencakup peran berbagai pihak dalam meningkatkan kebersihan dan kesehatan di Desa Bakan. Masyarakat diharapkan aktif dengan menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik serta rutin mengikuti penyuluhan kesehatan guna menambah wawasan. Tim Kelompok disarankan untuk memperluas cakupan kegiatan pengabdian agar dapat melibatkan seluruh warga desa. Sementara itu, pemerintah desa dan tokoh masyarakat diharapkan dapat memfasilitasi pengadaan tempat sampah di setiap dusun, menyediakan armada khusus untuk mengangkut sampah, serta menyiapkan lahan sebagai tempat pembuangan akhir, guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Convergensi Pencegahan Stunting Melalui Rumah Desa Sehat Rumaf, Fachry; Kaseger, Henny; Sarman, Sarman; Fauzan, Moh. Rizki; Dimkatni, Ni Wayan; Akbar, Hairil; Gloria Tutu, Christien
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3510

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan Topik Convergensi Pencegahan Stunting Melalui Rumah Desa Sehat dilaksanakan pada 09 November 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh peserta dengan jumlah total sebanyak 25 orang, laki-laki berjumlah 7 orang dan perempuan sebanyak 18 orang. Pengabdian dilakukan dengan bentuk edukasi kesehatan tentang Stunting dengan pemberian materi kepada remaja, calon pengantin, dan ibu balita yang hadir dalam edukasi sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu ceramah yang diringi dengan pemberian contoh yang relevan tentang stunting serta pemberian leaflet tentang stunting. Topik dalam pengabdian ini dipilih berdasarkan permasalahan yang terjadi pada masyarakat kecamatan mogolaing, dimana belum semua masyarakat yang mengetahui dan mengerti tentang stunting, di Indonesia stunting juga masih menjadi permasalahan kesehatan yang belum tuntas. Secara lebih rinci materi yang disampaikan berupa definisi dari stunting, dampak stunting, cara untuk mengidentifikasi anak stunting, Instrumen untuk melihat status gizi pada anak, Gizi untuk bayi balita. Respon Masyarakat begitu baik dalam menerima edukasi tentang stunting apalagi dibarengi dengan pemberian contoh kongkrit sehingga mudah dipahami oleh Masyarakat, stunting masih menjadi salah satu masalah Kesehatan di Indonesia yang belum tuntas penyelesaiannya oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk ikut membantu dalam Upaya penuntasan stunting di Indonesia.
Penyuluhan Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Penyakit Menular Seksual di SMK N 1 Kotamobagu Siswanto Amir, Echa Effendi; Patonengan, Gita Sandi; Sarman, Sarman; Mokoagow, Suci Tri Alga; Masuara, Rahayu; Yudhoyono Daun, Nizam Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3511

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia, baik negara maju (industri) maupun negara berkembang. Pengendalian IMS merupakan prioritas utama World Health Organization (WHO) karena menjadi salah satu infeksi yang menempati peringkat 10 besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Minimnya informasi tentang seksologi, menjadikan fenomena infeksi menular seksual di kalangan remaja seperti bom waktu yang terus berdetak. Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan remaja di SMK N 1 Kotamobagu. Metode kegiatan penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular seksual ini di lakukan dengan metode ceramah interaktif dan sesi tanya jawab pada tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test disertai dengan pembagaian leaflet. Hasil penyuluhan yang didapatkan yaitu adanya perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan, ketercapaian jumlah peserta kegiatan, antusiasme peserta bertanya dalam sesi tanya jawab dan peserta bertanya pada sesi. Kesimpulkan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat menumbuhkan ketertarikan remaja dalam mengkaji penyakit menular seksual serta meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi SMK N 1 Kotamobagu tentang penyakit menular seksual.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMK TI Cokroaminoto Kotamobagu Gaib, Juritno H; Astuti, Widya; Sarman, Sarman; Potabuga, Nabila; Lakoro, Mawadah; Mokoagow, Tiara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3539

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu dari periode perkembangan manusia, Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak – kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis, dan social. Usia remaaj biasanya dimulai pada usia 10 -13 tahun dan berakhir pada usia 18 – 22 tahun. Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penyuluhan kesehatan reproduksi remaja adalah untuk membantu remaja tingkat SMA/SMK agar memahami kesehatan reproduksi, sehingga remaja memiliki sikap dan perilaku sehat serta bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi. Metode penyuluhan Kesehatan dengan alat bantu media leaflet untuk memudahkan remaja memahami materi yang disampaikan. Hasil dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terkait Kesehatan reproduksi remaja dan diharapkan kegiatan pengabdian penyuluhan kesehatan reproduksi ditargetkan kepada siswa SMA/SMK TI Cokroaminoto Kotamobagu peduli terkait Kesehatan reproduksi. Kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan para remaja terkait Upaya meningkatkan Kesehatan reproduksi.
PENTINGNYA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI BAGI KESEHATAN PETANI DI DESA LOBONG Tutu, Christien Gloria; Sarman, Sarman; Akbar, Hairil; Mamonto, Faramita; Gunadarma, I Wayan Bennardy
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 1 No. 2 (2022): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.094 KB) | DOI: 10.55681/devote.v1i2.376

Abstract

Personal protective equipment is one way that workers can use to protect part or all of their body from potential hazards to health and work accidents. Farmers are workers who need PPE when working, especially when handling toxic pesticides. Lobong Village is a village whose people work as farmers who also use pesticides to control plant-disturbing organisms. The application of pesticides without using proper personal protective equipment can increase the risk of pesticide poisoning. With counseling about the importance of using personal protective equipment for farmers, it is hoped that the risk of pesticide poisoning can be minimized so that the health and work productivity of farmers can increase.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Malik Darmin Asri Adri Adri Alias, Alias Andini Sulfitrana Anis Tatik Maryani Aslim Aslim Asra, Revi Aswandi Aswandi, Aswandi Atman Atman, Atman Bahi, Rizky Resvita R. Bahri, Dede Sahrul Bairuroh, Ickbal Hofifi Basrin Melamba Begum, Nanda Sayyida Besse Rismayani Budiyati Ichwan, Budiyati Dadu, Mohammad Fauzi Pratama Putra Damogayo, Fika Darmin Daun, Nizam B Y Dolot, Nurhalisa Eliyanti Eliyanti Elly Indra Swari Fachry Rumaf Fatma Fauzan, Moh Rizki Fauzan, Moh Rizky Firdaus Firdaus Fyka, Samsul Alam Gaib, Juritno H Gloria Tutu, Christien Goma, Metsan Arie Dharma Gunadarma, I Wayan Bennardy Gusfarino, Gusfarino Hafsia K.N Mokodompit Hairil Akbar Hasan, Firja Hermina, Sitti Hery, A Hisna Hisna Hulukati, Fika Reva Agisty Ickbal Hofifi Bairuroh Ifaldin, Muhamad Imban, Putri Natasya Indradewa, Rhian Ira Puspita Dewi, Ira Puspita Jaata, Jikrun Kadullah, Laila Alghifaria Kaonal, Enjelina Kaseger, Henny Keke, Ahmat Keni, Triditswi O Khudin, Fat Krisdayanti Goni Lahea, Chrissania Frani Lakoro, Mawadah Mamonto, Faramita Mandeng, Priliska Manggopa, Mandalifa Manika, Helkim Laode Masuara, Rahayu Mo'o, Siti Nurhalisa Putri Andini Moh. Rivaldi Mappa Mokoagow, Suci Tri Alga Mokoagow, Tiara Mokodompit, Hafsiah Khairun Nisa Mokodompit, Nurfadillah Mokodompit, Suchi Fatika Mokoginta, Dewa Bintang Muda, Alfarezi Muhammad Aswar Limi Muhammad fauzan Muhammad Ramli Musram Abadi Mutmainah Mutmainah Naue, Bonita W Ngandu, Nayla Ni Wayan Dimkatni Ningsih, Suci Rahayu Nurhamidin, Syarafina Wardani Nursalam Nursalam Paputungan, Aprilia Paputungan, Dio Alief Saputra Paputungan, Nadilla Patonegan, Gita S Patonengan, Gita Sandi Patonengan, Gita Sandy Potabuga, Nabila Pratikino, A. Ginong Priambodo, Doni Imam Rahmat Sewa Suraya Ramadani, Wa Ode Siti Ratu, Arsy Rumaf, Fachri S Amir, Echa Effendy Saidi, Busyra B Samudra, Dimas Rahma Saputra, Trias Sayariah, Novia Fitruatus Sibua, Siska N. Siswanto Amir, Echa Effendi Soediantono, Dwi Suseno, Sandi Syahrun, Syahrun Tawakkal, Irfan Timbuleng, Stevania Pricilia Tutu, Chriestien Gloria Tutu, Christien Gloria Utama, Indriani Wibowo, Yudha Gusti widya astuti Y. G. Armando Yardha Yardha Yudhoyono Daun, Nizam Bambang Yulianto, Andika Wahyu Yuyun, Yuyun