Claim Missing Document
Check
Articles

Found 70 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MATERNAL SELF-EFFICACY PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) Hidayati, Zulfa Kumala; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.221 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19724

Abstract

Coleman dan Karraker (2000) mendefinisikan parenting self-efficacy sebagai penilaian diri orang tua terhadap kompetensinya dalam melakukan peran sebagai orang tua, atau persepsi orang tua mengenai kemampuan mereka secara positif mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi maternal self-efficacy adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial yang dirasakan individu, diperoleh dari orang-orang terdekat dengan maternal self-efficacy. Subjek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak autism spectrum disorder (ASD). Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 46 orang. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu Skala Maternal Self-Efficacy (38 aitem valid, α=.97) dan Skala Dukungan Sosial (40 aitem valid, α=.98) yang telah diujicobakan pada 31 ibu yang mempunyai anak autism spectrum disorder (ASD). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan parenting self-efficacy yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy=.46 dengan p=.001 (p<.05). Dukungan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 21% terhadap maternal self-efficacy.
BERSYUKUR DI TENGAH SEDIH DAN SENANGKU: (Studi Kualitatif Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Tunanetra) Steven, Christofan Dorry; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.872 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15368

Abstract

Setiap individu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi termasuk bagi kaum penyandang disabilitas dalam hal ini gangguan penglihatan (tunanetra). Dengan terganggunya fungsi penglihatan maka akan berdampak pada kepuasan hidup serta adanya perasaan senang dan sedih yang dirasakan individu selama hidupnya terutama saat bersekolah hingga kuliah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami gambaran subjective well-being pada mahasiswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian berjumlah tiga orang yang diambil berdasarkan teknik purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi gambaran subjective well-being yang dimiliki mahasiswa tunanetra terlihat dari adanya afek positif seperti rasa senang, perasaan bangga dan optimis, afek negatif seperti rasa sedih, rasa minder dan rasa malu, serta kepuasan hidup secara keseluruhan yang terlihat dari rasa bersyukur. Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi kondisi subjective well-being subjek diantaranya: penerimaan diri individu terkait kondisi tunanetra, penerimaan orang lain, pengungkapan diri, penilaian diri, keyakinan diri, kepedulian lingkungan dan dukungan sosial.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KONFLIK PERAN PADA MAHASISWA ORGANISATORIS DI FKM DAN FISIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Naibaho, Yael Febriany Kurnia Naibaho Kurnia; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.658 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19749

Abstract

Peran sebagai mahasiswa dan pengurus organisasi bagi mahasiswa organisatoris tidak mudah untuk dilakukan secara bersamaan. Mereka perlu meregulasi diri dalam upaya mencapai tujuan dari kedua peran dan mencegah terjadinya konflik peran, yaitu suatu kondisi ketika tuntutan satu peran bertentangan dan mengganggu tuntutan peran lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan konflik peran pada mahasiswa organisatoris di FKM dan FISIP Universitas Diponegoro, yaitu mahasiswa yang mengikuti dan berperan aktif dalam suatu organisasi di kampus dan terpilih menjadi pengurus organisasi. Populasi penelitian sebanyak 1.374 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Penelitian dilakukan pada 270 mahasiswa organisatoris di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Konflik Peran (25 aitem valid; α = .88) dan Skala Regulasi Diri (24 aitem valid; α = .86). Hasil uji korelasi Spearman’s menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dengan konflik peran (rxy = -.39; p < .001). Semakin tinggi regulasi diri, maka semakin rendah konflik peran. Saran yang diberikan adalah agar subjek penelitian dapat mempertahankan regulasi dirinya dan universitas perlu memberikan sosialisasi yang berkaitan dengan regulasi diri sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa organisatoris untuk meminimalkan konflik peran.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X DI BOGOR Ramdhani, Gita Fedora; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.94 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15211

Abstract

Karyawan memiliki peran yang besar dalam berjalannya sebuah perusahaan. Karyawan yang memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi akan menunjukkan performa terbaik dalam bekerja. Keterikatan kerja adalah suatu kemampuan karyawan yang optimal dan bersifat positif yang berkaitan dengan pemenuhan kerja.Di sisi lain, keberadaan karyawan tidak lepas dari adanya dukungan organisasi. Dukungan organisasi adalah keyakinan yang dimiliki oleh anggota organisasi atau karyawan tentang sejauh mana organisasi atau perusahaan menilai kontribusi, memberi dukungan, dan peduli dengan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X di Bogor. Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap PT. X di Bogor, dengan masa kerja minimal satu tahun. Sampel penelitian berjumlah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengambilan data menggunakan Skala Dukungan Organisasi (21 aitem valid; α=.89) dan Skala Keterikatan Kerja (28 aitem valid; α=.93) yang telah diujicobakan pada 31 orang karyawan PT. X di Bogor. Hasil uji analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan organisasi dengan keterikatan kerja yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy=.43 (p<.01). Semakin besar dukungan organisasi, maka semakin tinggi keterikatan kerja karyawan. Dukungan organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 18% pada keterikatan kerja. Subjek penelitian dapat mempertahankan keterikatan kerjanya dan perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja, seperti job resources (sumber pekerjaan) dan job demands (tuntutan pekerjaan). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pendukung bagi peneliti selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN RAHMADANI, TIKA AMELIA; Sawitri, Dian Ratna
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.686 KB)

Abstract

Communication Science of Faculty is a faculty that involves a lot of public speaking activities in the course. Therefore, students in Faculty of Communication Science are required to have good communication value. This research aims to determine the relationship between body image and public speaking anxiety in student of Communication Science Faculty of Padjadjaran University. The sample is 221 student of Communication Science Faculty of Padjadjaran University, consisted of  72 men and 149 women which obtained using convenience sampling technique. Data obtained using Body Image Scale (33 aitem; α= .91) and Public Speaking Anxiety Scale (31 item, dengan α= .94) which already tested to 45 students. The result of simple regression analysis shows a negative and significant relationship between body image and public speaking anxiety. Body image gives effective contribution of 20.25% toward public speaking anxiety, while the rest of 79.75% is determined by other factors. 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA SISWA SMA DAN SMK BERETNIS PAPUA DI KOTA SEMARANG Taa, Stefanus; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.125 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19750

Abstract

Kebutuhan akan peningkatan sumber daya manusia Papua mendorong orangtua mengirimkan anak mereka untuk melanjutkan studi di luar Papua, salah satu kota tujuan studi ialah Kota Semarang. Dukungan dari teman sebaya menjadi penting dalam meningkatkan keyakinan kemampuan akademik siswa asal Papua tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan efikasi diri akademik pada siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) beretnis Papua di kota Semarang. Efikasi diri akademik adalah keyakinan individu bahwa dirinya mampu mengelola dan menyelesaikan tuntutan dan tugas akademik dengan baik. Subjek penelitian terdiri dari 64 siswa pada tahun ajaran 2016/2017, dengan karakteristik siswa SMA/SMK aktif beretnis Papua yang melanjutkan studi di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Likert, dengan Skala Dukungan Teman Sebaya (32 aitem, α = 0,87), Skala Efikasi Diri Akademik (21 aitem, α = 0,89). Pengujian hipotesis dengan analisis regresi sederhana memperoleh nilai koefisien korelasi (rxy = 0,42, dengan p< 0,001). Artinya bahwa semakin tinggi dukungan teman sebaya maka, semakin tinggi efikasi diri akademik siswa. Sumbangan efektif dukungan teman sebaya terhadap efikasi diri akademiksebesar 18%. Saran yang diberikan adalah agar subjek penelitian banyak menjalin hubungan baik dengan teman sebaya dari berbagai etnis dan guru serta pembina siswa asal Papua perlu mendesain sistem pembelajaran yang banyak melibatkan peran aktif teman sebaya. 
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN ADIKSI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA SISWA SMK JAYAWISATA SEMARANG Sifa, Izka Aniyatul Manfaati; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.626 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21699

Abstract

Regulasi diri adalah kemampuan untuk merencanakan dan mengarahkan perilaku untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan melibatkan unsur fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Sedangkan adiksi media sosial Instagram rasa ketertarikan yang tinggi terhadap suatu hal sehingga menimbulkan keinginan untuk terus-menerus melakukan hal tersebut dan diiringi gejala tertentu pada media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan adiksi media sosial Instagram pada siswa SMK Jayawisata Semarang. Populasi meliputi seluruh siswa SMK kelas X, XI, XII yang berusia 15-18 tahun berjumlah 124 siswa. Sampel sejumlah 89 siswa diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dengan adiksi media sosial Instagram, dengan koefisien korelasi rxy= -0,231 dan taraf signifikansi 0,029 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi regulasi diri, maka semakin rendah adiksi media sosial Instagram, begitu juga sebaliknya. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 5,4% terhadap adiksi media sosial Instagram. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi siswa, orangtua, dan sekolah maupun referensi pendukung bagi peneliti selanjutnya.  Kata kunci : regulasi diri, adiksi media sosial, Instagram, siswa SMK
HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED ONLINE LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN KEDUA DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Mahendra, Pulkeria Aquaelin Riezky Pica; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik adalah suatu respon negatif individu ketika terjadi ketidaksesuaian dan kesenjangan yang dirasakan individu antara tuntutan akademik dan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated online learning dan stres akademik pada mahasiswa tahun kedua Fakultas Psikologi Univeritas Diponegoro, Populasi meliputi seluruh mahasiswa tahun kedua yang berusia 19-23 tahun berjumlah 335 mahasiswa. Sampel sejumlah 153 mahasiswa (85% perempuan; 15% laki-laki) yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Self Regulated Online Learning (27 aitem valid; α =0,907) dan Skala Stres Akademik (19 aitem valid, α = 0,875). Analisis data dengan uji non parametrik Spearman Rank dengan program SPSS ver.22.0. menghasilkan koefisien korelasi sebesar (r = -0,462) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated online learning dan stres akademik. Artinya, semakin tinggi self-regulated online learning, maka semakin rendah stres akademik. Kata kunci: self-regulated online learning, stres akademik, mahasiswa tahun kedua 
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA ANGGOTA KOWAD DI KODAM IV/DIPONEGORO Bening Pangastuti; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.611 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14917

Abstract

Anggota KOWAD merupakan profesi yang menuntut individu memiliki sikap disiplin, tegas dan patuh. Tugas anggota KOWAD sebagai TNI-AD yaitu mempertahankan NKRI tetap utuh, memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dengan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. Konflik peran pekerjaan-keluarga merupakan konflik peran yang muncul akibat tanggung jawab yang berhubungan dengan pekerjaan mengganggu waktu, ketegangan dan perilaku dalam peran di ranah keluarga. Kesejahteraan psikologis merupakan pencapaian individu dalam menerima kekurangan dan kelebihan dirinya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negative antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis. Subjek diberikan Skala Konflik Peran Pekerjaan-Keluarga (21 aitem, á = .94) dan Skala Kesejahteraan Psikologis (26 aitem, á = .93). Analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis pada KOWAD di KODAM IV/Diponegoro. (r = -. 68; p < .001). Semakin tinggi konflik peran pekerjaan-keluarga maka kesejahteraan psikologis semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Konflik peran pekerjaan-keluarga memberikan sumbangan efektif 46% terhadap kesejahteraan psikologis. Ketika ingin meningkatkan kesejahteraan psikologis, individu harus meminimalkan konflik peran pekerjaan-keluarga.
POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DAN SIKAP TERHADAP BULLYING PADA SISWA KELAS XI Fiska Nurzahra Susilo; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.131 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13657

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu fase perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa transisis perkembangan individu dari anak-anak menuju masa dewasa yang mengalami perkembangan dan perubahan yang cukup signifikan baik biologis, kognitif, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dan sikap terhadap bullying pada siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Depok. Pola asuh otoriter orang tua adalah pola asuh yang menerapkan aturan dan batasan yang harus ditaati dan bersifat menghukum sehingga dapat membuat anak menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan cenderung mencari perhatian dari orang lain. Sikap terhadap bullying adalah penilaian, perasaan, dan kecenderungan bertindak individu terhadap perilaku menyakiti, mengancam, dan menakuti fisik maupun psikis secara berulang-ulang yang dilakukan oleh individu lain secara pribadi atau berkelompok terhadap orang lain yang dianggap lemah, mudah diejek, dan tidak dapat membela diri. Populasi penelitian yaitu 408 siswa kelas XI yang terdiri dari 10 kelas dengan sampel penelitian adalah 165 siswa dari 4 kelas dan diperoleh dengan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Pola Asuh Otoriter Orangtua (37 aitem; α = 0,86) dan Skala Sikap terhadap Bullying (41 aitem; α = 0,93). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter orang tua dengan sikap terhadap bullying (rxy = 0,28; p < 0,001). Pola asuh otoriter orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 8% terhadap sikap terhadap bullying.
Co-Authors Ade Syarifa Fathiawati Adelia Dyah Pratiwi Adzkia Ra’ida Salma Ainun Najib Febrya Rahman Amin Husni Amin Husni Ana Setyowati Andita Ayu Sartika Andita Ayu Sartika Apoina Kartini Apriyanto, Denny Aswendo Dwitantyanov Azna Hazlina Bagus Pambudi Bening Pangastuti Bherti Silawati Fiftyana Bonyta Ermintika Rizkiani Chelsea Sulastry Sianipar Christine Dessy Barita Christofan Dorry Steven, Christofan Dorry Corina D. S. Riantoputra Cornelia Tasya Paradita Costrie Ganes Widayanti Dea Putri Rachmadhani Debora Eflina Purba Devi Triana Putri Samosir Dian Lati Utami Dian Veronika Sakti Kaloeti Dika Resty Tri Ananda Dini Wulan Ndari Diyan Yuli Wijayanti Dwi Karunia Saputra Dwi Pudjonarko Dynasty Larasati Effa Hasnatul Hanifah Endang Sri Indrawati Erdidhah Putri Pinilih Erin Ratna Kustanti Etika Ratna Noer Farah Nugrahaini Farida Hidayati Fika Firmanila Fillah Fithra Dieny Fiska Nurzahra Susilo Fitri, Anindiyani Fitria Handayani Fitriana Rahayu Pratiwi Frieda N. R. Hidayati Galih Bhramantyo Gina Saraswati Gita Fedora Ramdhani, Gita Fedora Handayani, Fitria Haryandinny, Shadillah Ilhami Rez'qi Hastaning Sakti Hertanto Wahyu Subagio Hidayati, Frieda N. R. Hidayati, Zulfa Kumala I'anah, Noor Ika Zenita Ratnaningsih Irdiatika Damar Intani Iriantika Prihastyanti Jauharany, Firdananda Fikri Kalista Vidyadhara Kaloeti, D. V. S. Karina Aria Putri Kartika Sari Dewi Kholifah Umi Sholihah Komang Veni Widiyanti Kustanti, Erin R. Lucky Rianatha Mahendra, Pulkeria Aquaelin Riezky Pica Maretha Ayu Saraswati Martha Irene Kartasurya Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Meidiana Dwidiyanti MILLA FAUZIAH CANDRA Monica Vida Pratiwi Muhammad El Manurwan Muhammad Fikri Taufik Ardiaputra Munif, Badrul Mutiara Herin Nadia Shaliha Nadya Tiara Qur’ani Naibaho, Yael Febriany Kurnia Naibaho Kurnia Nancye, Pandeirot Marjory Nanda Yuarvani Qurnita Natasha Regita Wardani Ngadiran, Antonius Niken Fatimah Nurhayati Novi Qonitatin Novi Qonitatin Nur Rochmah Heditya Nurhayati, Niken F. Nurul Kusuma Dewi Pandeirot M. Nancye Qotrunnada Firdauz Raharjo, Alim Panggih Rahayu, Euis Rahimmatussalisa Rahimmatussalisa, Rahimmatussalisa Rahma Zahidah Pertiwi RAHMADANI, TIKA AMELIA Rahmawati, Ashri Maulida Raras Haryuningrum Rebina Bilqis Antoxida Rella Budhi Rahayu Rika Tri Ariani Rizka Putri Ayuningtyas Rizky Amalia Sholiha Selvani Ane Putri Setyowati Setyowati Sifa, Izka Aniyatul Manfaati Simon Simangunsong Sri Hartati Suparyatmo, J.B Taa, Stefanus Tri Rejeki Andayani Tunjung Inoe Kartikasari Uni Kuslantasi Vemita Sinantia Wettig Trisanti WIDYA PH, KHAIRINA Wijiati Kasari Windriya Sri Santika Woro Inten Sayekti Yohana Sondang Activa Hutabarat Yuke Hasnabuana