Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Efficacy of Seminal Vesicles Extract Administration on Percentage of Estrus and Pregnancy on Local Goat S, Syafruddin; Siregar, Tongku Nizwan; H, Herrialfian; Armansyah, T; Sayuti, Arman; R, Roslizawaty
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 4, No 2 (2010): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v4i2.3096

Abstract

The aim of this research was to determine the percentage of estrus, performance of estrus, and percentage of pregnancy in local goat which synchronized with seminal vesicles extract. The seminal vesicles used in this research were collected from the waste of Banda Aceh slaughter house. The goats were allotted into 2 groups. Goats in group were injected with 0.5 ml PGF2 intramuscularly, and goats in group II were injected with 5 ml seminal vesicles extract intrauterine. The injection was done twice with the interval of 11 days. The goats which perform estrus sign are mated naturally once in every observation. Pregnancy diagnosing was done using chemical urine method 2 months after mating. The estrus percentage and pregnancy data were analyzed with chi-square and the estrus performance (onset and estrus duration) were analyzed using student T test. The estrus onset of group I and II were 29.334.62 and 24.000.00 hours (P0.05). Estrus duration of group I and II were 26.67+4.62 and 20.00+11.97 hours respectively (P0.05). The estrus percentage of group I and II did not show any significant differences (P0.05), those are 60.0 and 40.0% respectively, whereas the percentage of estrus from both groups were 100.0 %.
INHIBIN B MENURUNKAN KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): UPAYA PENGEMBANGAN KONTRASEPSI HORMON PRIA BERBASIS PEPTIDA Akmal, Muslim; A, Aulanniam; Widodo, M. Aris; Sumitro, Sutiman B.; Purnomo, Basuki B.; Siregar, Tongku Nizwan; Hambal, Muhammad; A, Amiruddin; S, Syafruddin; Aliza, Dwinna; Sayuti, Arman; Adam, Mulyadi; Armansyah, T.; Rahmi, Erdiansyah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2788

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek injeksi inhibin B terhadap penurunan konsentrasi follicle stimulating hormone (FSH) di dalamserum pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dalam penelitian ini digunakan 24 ekor tikus putih berjenis kelamin jantan dengan strain Wistar berumur 4 bulan dengan bobot badan 150-200 g. Tikus-tikus dikelompokkan secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu KK0, KP1, KP2, dan KP3, masing-masing kelompok terdiri atas 6 ekor. Kelompok KK0 merupakan kelompok kontrol hanya diinjeksi dengan phosphate buffer saline (PBS), sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi dengan inhibin B dengan dosis berturut-turut 25, 50, dan 100 pg/ekor. Injeksi inhibin B dilakukan secara intraperitoneum sebanyak 5 kali selama 48 hari dengan interval waktu 12 hari. Injeksi pertama inhibin B dilarutkan dengan0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freuds complete adjuvant (FCA). Injeksi kedua sampai kelima, inhibin B dilarutkan dengan 0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freuds incomplete adjuvant (FICA). Pada hari ke-6 setelah injeksi inhibin B terakhir, tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis,lalu darah dikoleksi langsung dari jantung dan didiamkan hingga didapatkan serum untuk pemeriksaan konsentrasi FSH dengan menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi inhibin B dengan dosis 100 pg/ekor menurunkan konsentrasi FSH secara nyata (P0,05) bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut, inhibin B berpeluang untuk dikembangkan sebagai kandidat kontrasepsi pria hormon berbasis peptida.
SUPLEMEN BUNGKIL INTI SAWIT TEPUNG DAUN KATUK BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA Akmal, Muslim; Reza Ferasyi, Teuku; Budiman, Hamdani; R, Razali; A, Azhari; A, Anwar; Aji Pamungkas, Fitra; Nasution, Saddat; Armansyah, T.; Hambal, Muhammad; S, Syafruddin; Sayuti, Arman
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen bungkil inti sawit (BIS), tepung daun katuk (KAT), dan kombinasi bungkil inti sawit dan tepung daun katuk (BISKAT) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan peranakan Ettawa (PE). Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor kambing jantan PE, berumur 1,5 tahun dengan berat badan antara 15 -20 kg dan dibagi atas empat kelompok yakni P0, P1, P2, dan P3 yang masing-masing diberi akuades, BIS 100 g/hari/ekor, kombinasi BIS 100 g/hari/ekor dan KAT 15 g/hari/ekor, dan KAT 15 g/hari/ekor. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Pada hari ke-36 dilakukan kastrasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas membran, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT dapat meningkatkan motilitas, viabilitas, integritas membran, dan menurunkan abnormalitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa kambing PE.
PENENTUAN WAKTU TERBAIK PADA PEMERIKSAAN KIMIA URIN UNTUK DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI PADA SAPI LOKAL Sayuti, Arman; alfian, Herri; Armansyah, T.; s, Syafruddin; Siregar, Tongku Nizwan
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 5, No 1 (2011): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v5i1.420

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu terbaik untuk mendapatkan akurasi tertinggi pada pemeriksaan kimia urin untuk diagnosis kebuntingan dini pada sapi lokal. Pemeriksaan urin dilakukan sesuai prosedur yang dikembangkan oleh Cuboni-Lunaas.Waktu koleksi urin adalah pada bulan ke-1, 2, dan 3 setelah inseminasi. Hasil positip dari pemeriksaan ditunjukkan oleh terbentuknya fluoresensi pada larutan. Hasil pemeriksaan ini dikonfirmasi dengan pemeriksaan kebuntingan secara manual. Akurasi metode diagnosis dengan kimia urin pada waktu pemeriksaan pada bulan ke-1, 2 dan 3 pasca inseminasi masingmasing adalah 75,0; 87,5; dan 100% untuk mendiagnosis sapi bunting dan 0,0; 100,0; dan 100,0 % pada untuk mendiagnosis sapi yang tidak bunting. Waktu pemeriksaan dengan akurasi terbaik untuk diagnosis bunting diperoleh pada bulan ke-3 sedang untuk diagnosis tidak bunting diperoleh pada bulan ke-2 pasca inseminasi.
GAMBARAN KLINIS SAPI PIOMETRA SEBELUM DAN SETELAH TERAPI DENGAN ANTIBIOTIK DAN PROSTAGLANDIN SECARA INTRA UTERI Sayuti, Arman; Melia, Juli; a, Amrozi; s, Syafruddin; r, Roslizawaty; Fahrimal, Yudha
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i2.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinis sapi pyometra sebelum dan setelah diterapi dengan antibiotik dan prostaglandin. Dalampenelitian ini digunakan enam ekor sapi betina yang didiagnosis menderita piometra berdasarkan pemeriksaan secara klinis dan ultrasonografi pada organ reproduksi. Sapi tersebut dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, masing-masing 3 ekor sapi untuk tiap kelompok. Kelompok I diterapi dengan 5 ml antibiotik (gentamicine, flumequine) ditambah 15 ml NaCl fisiologis dan PGF2 (Luprostiol) 12,5 mg secara intra uteri,sedangkan kelompok II diterapi hanya dengan menggunakan antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan pada sapi yang didiagnosis piometra ditemukan adanya cairan yang penuh mengisi uterus (100%), korpus luteum persisten pada salah satu ovarium (100%), discharge di sekitar ekor, perineum, dan vulva yang berwarna kuning (50%), krem (33,3%), dan hijau keabu-abuan (16,6%). Sapi yang diterapi dengan antibiotik dan PGF2 menyebabkan pengeluaran leleran yang lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan sapi yang diterapi hanya dengan antibiotik.
Klinik Hewan Keliling Rumah Sakit Hewan Pendidikan Prof. Noerjanto Universitas Syiah Kuala [Mobile Veterinary Clinic of Prof. Noerjanto Hospital Teaching Veterinary Hospital of Universitas Syiah Kuala] Sayuti, Arman; Panjaitan, Budianto; Syafruddin, Syafruddin; Adam, Mulyadi; Thasmi, Cut Nila; Roslizawaty, Roslizawaty; Rosmaidar, Rosmaidar; Siregar, Tongku Nizwan; Armansyah, Teuku; Sutriana, Amalia; Aliza, Dwinna
Buletin Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v4i2.37290

Abstract

The long-term purpose of this community service is to support the autonomy of the university through independent income generation and to encourage the development of a culture of utilizing university research results for the community through the mobile veterinary clinic business carried out by Prof. Noerjanto Teaching Veterinary Hospital. To achieve above objectives, it was necessary to modify the existing clinic vehicle to include an operating room, mini-laboratory and pharmacy. The implementation of activities was carried out for five working days a week, by actively visiting smallholder livestock centers per village per day in the Aceh Besar areas. Services provided included livestock health consultation, treatment, vaccination (an effective measure as a form of protection for animals, synchronization of heat and artificial insemination, and assistance during birth. The diagnosis methods utilize the latest techniques, namely diagnosis and therapy techniques used in the field of veterinary medicine, which were the results of previous research. Mobile Clinic of Prof. Noerjanto's Teaching Veterinary Hospital had been modified by providing an operating table, mini laboratory, pharmacy, and repainting the car, thus increased the attractiveness of the community during the activities were carried out. Mass treatment of livestock in Aceh Besar district had reached the target which services covered five sub-districts. In conclusion, the mobile veterinary clinic in 2017 has successfully modified the clinic car and provided health services in 5 sub-districts in Aceh Besar District.
Pemanfaatan larutan lugol 2% untuk menanggulangi kasus kawin berulang pada sapi di Gampong Cot Madhi, Aceh Besar (Utilization 2% lugols solution to overcome the repeat breeding case of cows in Cot Madhi Village, Aceh Besar) Syafruddin, S; Adam, Mulyadi; Roslizawaty, R; Siregar, Tongku Nizwan; Hafizuddin, H; Panjaitan, Budianto; Armansyah, Teuku; Wahyuni, Sri; Sayuti, Arman
Buletin Pengabdian Vol 1, No 2 (2021): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v1i1.20108

Abstract

The objective of this activity was to introduce the use of Lugol's solution to farmers in Cot Madhi Village as an alternative solution to overcome the repeat breeding case in cows. This activity has involved 10 farmers who have cows suspected of experiencing repeat breeding in the village according to the information from the local inseminator. The implementation of this activity was carried out by two methods, namely (1) education and counseling methods and (2) demonstration and field training methods. From these community service activities that have been carried out, farmers have realized the importance of handling reproductive cases to increase livestock productivity. In addition, participants also understood how to obtain Lugol's solution in the market, did dilution according to the recommended dose, and understood the technical treatment of repeat breeding in cows using Lugol's solution. In conclusion, participants have understood the technical treatment with Lugol's solution.
Pemberdayaan potensi masyarakat berbasis peternakan kambing di Gampong Ajee Rayeuk Kabupaten Aceh Besar (Empowerment of community potential based on goat farm in Ajee Rayeuk Village District of Aceh Besar) Sayuti, Arman; Panjaitan, Budianto; Syafruddin, S; Roslizawaty, R; Armansyah, T.; Sutriana, Amalia; Aliza, Dwinna; Siregar, Tongku N.
Buletin Pengabdian Vol 1, No 1 (2021): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v1i1.20109

Abstract

The community service activity aims to establish a partnership system with breeders by providing limited goat assistance for six months or one reproductive cycle with the introduction of artificial insemination and ovulation manipulation technology, thus the strengthening of business capital can be increased. This activity involved ten target audiences from Ajee Rayeuk Village, Ingin Jaya Sub-District, Aceh Besar District. Criteria for the target audience were 1) having the lowest income, 2) having experience in raising goats whether their own goats or other people goats, 3) having a pen for at least 4 livestock, and, 4) having family members who are able and have time to focus on managing and caring for their livestock. The community service team was procuring goats based on the criteria that the goat have given birth, clinically healthy, and 3 years old, so the goats had a high productivity performance. The total number of goats provided was 30 goats, with three goats for each target audience. The goats were then subjected to ovulation manipulation technology and artificial insemination.