Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Influencing the Performance of Posyandu Cadres in Implementing Primary Health Service Integration Indrayani, Kadek Ayu; Nopiyani, Ni Made Sri; Ani, Luh Seri
Media Karya Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v9i1.65780

Abstract

This study analyzes the factors associated with the performance of Posyandu cadres in implementing integrated primary health care services in Buleleng Regency. Posyandu activities, as part of the primary health care integration, heavily rely on the performance of its cadres, which play a crucial role in ensuring the effectiveness of health programs at the community level. The results of the study show that education, employment status, motivation, facilities, incentives, and training are significantly associated with Posyandu cadre performance, with multivariate analysis revealing an adjusted odds ratio (aOR) of 4.029 for education, 3.543 for employment status, 5.673 for motivation, 5.612 for facilities, 9.435 for incentives, and 16.607 for training, all with significant p-values (p < 0.05). Meanwhile, factors such as length of service, knowledge, supervision, community support, and workload were not significantly associated with cadre performance. The study uses an analytical observational design with a cross-sectional approach, involving 134 Posyandu cadres from three health centers selected using multistage sampling. This research aims to provide insights into the factors influencing cadre performance in the implementation of integrated primary health care services, which can serve as a basis for policy recommendations to enhance program effectiveness. Based on these findings, it is recommended that Posyandu cadres improve the monitoring of nutritional status and health of school-age children and adolescents by involving local village officials or community leaders to strengthen the integration of health programs within the community. Keywords: Integrated primary health care service, motivation, education, training.
Access to the Utilization of Triple Elimination Disease Screening Services for Pregnant Women in Rural Areas: A Lesson from Kintamani-Bali District Ni Ketut, Andayani; Seri Ani, LUH; Dinar Saurmauli, Lubis
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1127

Abstract

Background: Kintamani District is a rural area in Bangli-Bali Regency the scope of the program to prevent the transmission of HIV, Syphilis and Hepatitis B (triple elimination) from mother to child has not reached the target. Accessibility factors can affect the implementation of triple elimination screening in pregnant women.  Objective: This study aims to analyze the access factors to the utilization of triple elimination screening services.  Methods: A cross-sectional study was conducted on pregnant women in the Kintamani District area of Bali. A total of 169 pregnant women were involved in this study, selected by the multistage random sampling method. Pregnant women who live in the Kintamani sub-district, are pregnant with gestational age in the third trimester and are willing to participate as a sample.  Meanwhile, the exclusion criteria are set if the pregnant woman is sick when the data collection is carried out.  Data on the utilization of triple elimination screening services and accessibility aspects were collected by interview method using questionnaires. The data from the research results were analyzed univariate, multivariate, and multivariate. The logistic regression test was carried out to determine the relationship between the access factor and the utilization of triple elimination services.  Results: 33.7% of pregnant women used triple elimination screening services. Pregnant women who used triple elimination screening services were more common in mothers aged 20-35 years (65.4%), parity ≤2 (68.9%), higher education level (78.9%), working status (64.9%), high economic status (73.9%), distance from home to service places close (78.8%), good availability of Triple Elimination screening tools and materials (92.7%),  The affordability of the cost of the Triple Elimination screening service is good (78.1%), the suitability of the implementation of the Triple Elimination screening service is good (66.7%). Factors related to the use of triple elimination screening services are the distance between the home and the service place (aOR=5.4; 95%CI=2.3-17.1; p=0.000), the availability of good screening equipment and materials (aOR=22.2; 95%CI=5.0-98.4; p=0.000), the affordability of the cost of good triple elimination screening services (aOR=14.5; 95%CI= 3.6-57.9; p=0.000), and the suitability of the implementation of good triple elimination screening services (aOR=6.3; 95%CI= 1.3-29.9; p=0.020). Conclusion: The use of triple elimination screening services is related to the distance of the home, the availability of tools and materials, the affordability of service costs, and the suitability of service implementation. This research contributes to an increasing understanding of the relationship between access factors and the use of triple elimination services for pregnant women. To increase the coverage of triple-elimination services, this study suggests maximizing the role of health workers in promoting the importance of triple-elimination screening and providing services following the triple-elimination screening procedure for pregnant women. 
Analisis Pengetahuan dan Persepsi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Terapi Komplementer Ni Made Umi Kartika Dewi; Ni Made Diah Novikasari; I Gusti Ayu Rai Widowati; Luh Seri Ani
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.25

Abstract

Terapi Komplementer (PTK) semakin sering digunakan oleh pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), khususnya di wilayah Asia Tenggara. Namun, banyak pasien yang menganggap PTK secara otomatis aman dan efektif tanpa memahami risiko atau potensi interaksinya dengan pengobatan konvensional. Kesalahpahaman ini sering kali disebabkan oleh rendahnya literasi kesehatan serta kurangnya komunikasi dengan tenaga kesehatan, yang berpotensi menyebabkan keputusan pengobatan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan persepsi pasien terhadap PTK pada konteks pengelolaan DMT2. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 104 pasien DMT2 yang menjalani perawatan di Osadha Klinik Pratama, Bali. Populasi total yang memenuhi syarat terdiri dari 141 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan tervalidasi untuk mengukur literasi kesehatan dan persepsi pasien terhadap PTK. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Hasil menunjukkan bahwa 83,7% responden memiliki literasi kesehatan rendah (skor rata-rata 1,98/16; SD = 3,416), dan 82,7% memiliki persepsi sedang (skor rata-rata 27,35/50; SD = 3,226). Uji Spearman menunjukkan korelasi positif sedang yang signifikan (ρ = 0,500; p = 0,000). Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi yang terarah untuk meningkatkan pemahaman pasien dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih aman dan berbasis bukti dalam penggunaan PTK oleh pasien DMT2.
Sosialisasi usia ideal menikah untuk mencegah melahirkan anak dengan stunting Luh Seri Ani; Ni Wayan Arya Utami; I Gede Herry Purnama; Luh Mertasari; Putu Paramitha Budiartami; Ni Made Desi Suzika Dewi
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p221-235

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan pada balita yang dapat dicegah. Pernikahan pada usia anak atau kurang dari 20 tahun merupakan salah satu faktor risiko kejadian stunting pada balita. Pernikahan pada usia remaja cenderung diikuti oleh peristiwa kehamilan usia remaja. Di sisi lain pengetahuan remaja tentang efek negatif pernikahan usia muda masih rendah. Berdasarkan hal tersebut maka pengabdian ini diselenggarakan untuk menurunkan resiko melahirkan anak dengan stunting saat hamil. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode presentasi dan pemutaran film pendek “Dini” pernikahan usia dini. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh remaja yang berdomisili di desa Sarimekar Kecamatan Buleleng-Bali. Materi pengabdian diberikan oleh 2 orang pembicara yang handal di bidang stunting dan kesehatan pra hamil. Pelaksanaan pengabdian ini berlangsung lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan hasil penilaian dijumpai bahwa peserta sosialisasi sangat antusias mendengarkan ceramah dan aktif pada sesi tanya jawab. Berdasarkan wawancara dijumpai bahwa peserta pengabdian mendapatkan manfaat positif dari pengabdian yang dilaksanakan. Sehingga disimpulkan bahwa pengabdian ini berhasil dilakukan meskipun terdapat keterbatasan dalam penyelenggaraannya. Pengabdian ini menyarankan untuk melakukan kembali sosialisasi tentang usia ideal menikah pada remaja dengan frekuensi yang lebih sering dan durasi yang lebih panjang sehingga pengetahuan remaja tentang usia ideal menikah dapat berubah menjadi perilaku untuk menghindari pernikahan usia dini.
Co-Authors Adrian Putradinata Chandra Agastiya, I Made Cahyadi Agha Bhargah Alit Naya Alit Naya, Alit Anak Agung Gede Suputra Ani Agustini Gaspersz Ari Mogi, I Komang Aswin Panji Awan, Syuma Adhy Ayu Indah Hapsari Bangkitaryani, Luh Ayu Budiartami , Putu Paramitha Chika Christianne Moreen Nababan Christiana Hertiningdyah Sulistiani Christophoroes Jonathan Tansil Citra Mutiarahati, Ni Luh Cok Gde Prema Kurnia Baswara Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Cokorda Bagus Jaya Daondy Friarsa Desak Nyoman Purniati Devi Juliyantini, Ni Komang Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dharsheinee K Vijayan Dinar Lubis Dinar Saurmauli Lubis Dinar Saurmauli, Lubis Duarsa, Dyah Paramita Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra Dwijayanti, Widya Dyah Ekowati Dyah Pradnyaparamitha D Dyah Pradnyaparmita Duarsa Dylan Dharmalaksana Eka Faizaturrahmi Ekowati, Dyah Ernawati Ernawati Ernawati Faiz Afano Faizaturrahmi, Eka Firdy Liwang Gandari, NK. Matalia Gde Arisetyawan Dharmaputra Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gede Agus Indra Pramana Gede Giri Prathiwindya Gusti Ngurah Prana Jagannatha Hery Aryanti Hery Aryanti, Hery I Gede Gita Sastrawan I Gede Herry Purnama I Gst Indaya Surya Putra I Gusti Agung Ayu Sriningrat I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Ayu Komang Widiastuti I Gusti Ayu Sri Darmayani I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan I Gusti Ngurah Juniartha I Kadek Meidi Antika I Ketut Suastika I Ketut Suwiyoga I Komang Ari Mogi I Komang Heri Sukrastawan I Made Bakta I Made Jaya Widyartha I Made Merdana I Made Restu Widiana I N Agus Bagiada I Nyoman Anggha Shaputra Irawan I Nyoman Dharma Wiasa I Nyoman Gede Budiana I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Sutarsa, I Nyoman I Putu Ganda Wijaya I Wayan Gede Artawan Eka Putra I Wayan Gede Artawan Eka Putra, I Wayan Gede Artawan Eka I Wayan Weta I.B. Hendra Kusuma Ida Ayu Pradnya Paramita Ida Ayu Ratna Trisna Ida Bagus Ekaputra Ida Bagus Ekaputra, Ida Bagus Illham Setiawan IN Agus Bagiada IN Bagiada Indrayani, Kadek Ayu INT Suryadhi INT Suryadhi Kadek Anggie Wisandewi Mayun Karismayani, Gusti Ayu Mutiara Ketut Gde Rai Wijaya Ketut Pramana Adiputra Ketut Suarjana Ketut Sudinda Komang Ayu Kartika Sari Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya Laksmi, Ida Ayu Agung Lubis, Dinar Saurmari Luh Ayu Bangkitaryani LUH MERTASARI . Luh Nyoman Sumiati Luh Wayan Ayu Rahaswanti Made Agus Hendrayana Made Arya Wiryanatha Made Dharmadi Made Yogi Oktavian Prasetya Manuaba, I.B.G. Fajar Mas Manik Astawastini, I Dewa Ayu Mathew Giyan Mayun, Kadek Anggie Wisandewi Md. Candra Simbha Megayanti, I Gusti Putu Lian Mirah Sucita Dewi Muliawati, Ni Kadek Nabila Zuhdy Nabila Zuhdy, Nabila Nandini Parahita Supraba Ni Kadek Ayu Dwi Utami Ds Ni Kadek Muliawati Ni Ketut Sutiari Ni Ketut, Andayani Ni Komang Arni Tria Erlani Ni Luh Putu Ariastuti Ni Luh Putu Suariyani Ni Luh Suciati Ni Made Desi Suzika Dewi Ni Made Diah Novikasari Ni Made Dian Pradnyani Putri Ni Made Sri Nopiyani Ni Made Suartiningsih Ni Made Umi Kartika Dewi Ni Putu Ditadiliyana Putri Ni Putu Lisa Eka Pratiwi Ni Putu Widarini Ni Wayan Arya Utami Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ni Wayan Kertiasih Nila Pebriyan Suharto Nyoman Sumiati Nyoman Tigeh Suryadhi Olivia, Frisilia Pande Putu Januraga Pande Putu Yoga Kamayana Phebe Indriani Poul, Andrew Pradnyawati, Luh Gede Purniati, Desak Nyoman Putu Aryani Putu Ayu Indrayathi Putu Cintya Denny Yuliatni Putu Cintya Denny Yuliyatni Putu Lestari Sudirman Putu Paramitha Budiartami Putu Sindy Reiska Jayanti Putu Sri Utami Putu Yuniadi Antari Raden Supini Raka Mery Hardiani Ratnata, Gede Agung Rebecca Mutia Agustina Silaen Rovie Hikari Parastan Sari, Komang Ayu Kartika Sawitri, Anak Agung Sagung Sri Darmayani, I Gusti Ayu Sri Darmayani, IGA Sri Yuniari Sri Yuniari, Sri Sumiati, Luh Nyoman Sumiati, Ni Luh Nyoman Supraba, Nandini Parahita Suputra, Anak Agung Gede Suryadhi, Nyoman Tigeh Swetawijaya, Putu Arya Utami, Kadek Cahya Utami, Putu Sri Vimalavarati Sekaaram Vittala, Govinda Wahyu Setyaningsih Wahyu Setyaningsih Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Wibawa, Anak Agung Ngurah Alit Dwi Nanda Widowati, I Gusti Ayu Rai - Widy Markosia Wabula Widy Markosia Wabula, Widy Markosia Widya Dwijayanti Widyartha, I Made Jaya Wijaya, I Putu Ganda Windhu Saputra Yesvi Zulfiana Yesvi Zulfiana