Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PENDIDIKAN AKHLAK FILM RUMAH TANPA JENDELA KARYA ADITYA GUMAY DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN INTERPRETASI MAKNA TEKS ULASAN DRAMA/FILM DI KELAS XI SMA/SMK Khabib Sholeh; Dita Anggun Meirani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.881 KB)

Abstract

This study aims to describe the value of moral education, and its application in learning interpretation of the meaning of the text of drama / movie movie Window House by Aditya Gumay in class XI SMA / SMK. The data were collected by observation method and literature study. The instrument of data collection is done with the help of data and stationery card. Data analysis was done by content analysis method. The result of data analysis is presented by informal technique. From the results of the study concluded that the value of moral education in the film Houses Without Window include morals to himself, which is grateful, sincere, and patient; morals towards his family, that is respect for parents, and love each other towards family members; morals towards each other, that is mutual help, give each other, and love each other. All the values of moral education are established through the structure of story-makers who have aesthetic value and not patronizing. Drama lesson with interpretation material of the meaning of drama / film review text in the film of No Window House in class XI SMA / SMK consists of interpretation understanding, explaining thetext structure of drama / movie. This section contains general or specific descriptions of a drama / film to bereviewed which includes: review objects, prominent / interesting things to review, and staging / screening ofWindows Without Window. Followed by guiding learners to make the film review text, the values contained therein; assigns learners to identify and analyze the intrinsic elements and the value of moral education on the film; guide learners to discuss the results of analysis to peer groups; providing opportunities for learners to report on employment outcomes; and refine the learning outcomes with question and answer method.Keywords: moral education value, drama learning scenario.
ADAPTASI PROGRAM MICROTEACHING BAGI CALON GURU BAHASA INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Main Sufanti, Dini Restiyanti Pratiwi, Khabib Sholeh
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 1:Februari (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v23i1.18065

Abstract

This study aimed to describe the implementation of a microteaching program to pre-service Bahasa Indonesia teachers during the Covid-19 pandemic, the advantages of the program, and its weaknesses. Data related to the changes in the program when facing a pandemic, advantages of program changes, and weaknesses. Data obtained from the Microteaching course in the Indonesian Language and Literature Department in The Universitas Muhammadiyah Surakarta. Microteaching in the semester of 2019/2020 amounted to 209 students. Data were from observation techniques, questionnaires, and document analysis. The sample was selected randomly. Triangulation techniques and methods validated the data, the interactive term used for data analysis. The results of this study are as follows. (1) To deal with the Covid-19, there are no changes in the core stages of Microteaching, but it needs some adaptations to the implementation, such as learning tools, teaching practices, observation activities, and assessments. (2) The advantages of adapting this program are students have flexible time and place of practice, improved information technology capabilities, and the student experience varies as they can write more stories. (3) The weaknesses of the adaptation of this program are the workload of lecturers increases, student learning burden increases, limited interaction, and network problems
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA PENDEK DI BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA Main Sufanti; Anis Oktaviani; Jeni Nur Cahyati; Khabib Sholeh
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v8i2.43377

Abstract

This study aims to (1) Describe short stories published in Indonesian textbooks for high school. (2) Describe the content of character education in short stories in Indonesian textbooks for high school. This research is a qualitative descriptive study. Data in this study are words, sentences and paragraphs in short stories in Indonesian textbooks for high school. Data sources in this study are Indonesian language textbooks for high schools which are still used in high school, both based on the 2006 curriculum and based on the 2013 curriculum. Data collection techniques used in this study are intensive reading and recording techniques. Data analysis techniques with heuristic and hermeunitic techniques. The results of this study are as follows. (1) The study found 18 lessons in Indonesian language studies, 3 books that did not include a pen, and 15 books included a pen. In 15 lessons found 27 short stories. (2) Short stories in sufficient learning have the potential for 12 educational values of religious character, responsibility, social scrutiny, love, honesty, hard work, tolerance, nationalism, water love, friendship, democracy, and curiosity. The most frequently occurring educational values of character are religious, responsibility, social scrutiny, and love. 
POTRET GENERASI MILINEAL DALAM KARYA SASTRA ABAD KE 21 Nurul Setyorini; Khabib Sholeh
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potret generasi milineal tergambar jelas pada sikap dan perilaku tokoh di dalam karya sastra abad ke 21. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potret generasi milineal dalam karya sastra abad 21. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari berbagai sumber karya sastra prosa abad 21 seperti cerpen dan novel. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca, catat, simak, dan pustaka. Selanjutnya, data dianalisis dengan mengguakan teknik analisis isi. Adapun hasil analisis dalam karya sastra abad 21 dengan fokus penelitian potret generasi milineal maka dapat digambarkan bahwa masyarakat dalam karya sastra abada 21 memiiki pola pikir, sikap, dan kebiasaan, antara lain:  kepintaran dan keakraban dengan tehnologi digital., kreatif, kaya akan ide, aktif, percaya diri, pandai berdebat, tegas, mempunyai harapan tinggi, ambisius, dan mempunyai passion yang inovatif, dan produktif. 
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM CERPEN BURUNG LURI KARYA ARYANTI Khabib Sholeh
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.186 KB) | DOI: 10.37729/btr.v2i03.3506

Abstract

ABSTRAK: Linguistik secara keseluruhan membantu kita lebih memahami fenomen kebahasaan daripada fenomena sosial, apalagi proses berpikir. Linguistik secara keseluruhan juga lebih membantu mahasiswa sadar akan perilaku berbahasa lisan daripada bahasa tulis, baik pada dirinya maupun bagi orang lain. Kenyataan ini mungkin bisa dijelaskan dengan pendekatan Saussure yang sejak awal menekankan bahasa lisan sebagai objek kajian utama kajian linguistik modern. Ada empat teori tentang kemungkinan hubungan antara bahasa dengan masyarakat. Pertama, struktur masyarakat mungkin tidak berpengaruh dan tidak menentukan struktur bahasa dan/atau perilaku. Kedua, struktur linguistik dan/atau perilaku mungkin tidak berpengaruh atau menentukan struktur masyarakat. Ketiga, struktur bahasa dan struktur masyarakat saling berpengaruh. Keempat, masyarakat dan bahasa masing-masing bebas (Wardhaught, 1993: 10-11). Penggunaan tuturan dan percakapan yang demikian relevan dengan profesi tokoh cerita sebagai anggota masyarakat, yakni sebagai orang tua (suami istri), anak, sahabat, dan hewan (sebagai Burung Luri). Sebagai orang tua, mereka dituntut terampil mengemas maksud dengan kode yang menimbulkan kesan arif dan bijaksana di hadapan tokoh lain. Dengan  keterampilan itu mereka dipatuhi nasihatnya. Sebagai seorang anak, mereka lebih banyak bertutur dengan cara langsung dan sebagai evaluasi. Burung Luri sebagai tokoh hewan lebih banyak bertutur lugas, langsung, dan harfiah. Kata kunci: tindak tutur, cerpen Burung Luri.
KATA BAKU PADA KARYA ILMIAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Mohammad Fakhrudin; Khabib Sholeh; Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.008 KB) | DOI: 10.37729/btr.v6i11.5548

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsi penerapan kaidah morfologis dan leksikon pada karya ilmiah mahasiswa semester VII tahun akademik 2015/2016 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diper­oleh deskripsi mengenai penggunaan kata baku, baik dari segi morfologis maupun dari segi leksikon. Penelitian ini bersifat pres­kriptif. Dalam penelitian ini, data bersumber pada makalah seminar pembelajaran bahasa dan pembela­jaran sastra Indonesia pada semester VII tahun akademik 2015/2016. Penye­diaan data dilakukan dengan baca catat dan studi pustaka. Data tersebut dicatat dalam form pencatat data dan selanjutnya disimpan alam hard disk. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan hasilnya disa­jikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan kata baku dalam karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo dikate­gorikan baik karena kata-kata yang digunakan umumnya sesuai dengan kaidah, baik kaidah morfologis maupun kaidah leksikon. Sangat sedikit kata yang menyimpang kedua kaidah tersebut dan hanya ada beberapa kata yang digunakan secara tidak konsisten. Ketidakon­sis­tenan penerapan kaidah morfologis terdapat, terutama, pada kaidah afiksasi. Kata kunci: kata baku, kaidah morfologis dan kaidah leksikon, karya ilmiah
Pelatihan Pengolahan Pangan Khas Purworejo Bagi Warga Desa Padureso Ima Ismawati; Wahyu Sri Himawan; Khabib Soleh
Surya Abdimas Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v2i2.561

Abstract

Clorot adalah makanan khas yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah yang di kukus. Clorot ini sangat unik, rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas pada Clorot ini. Tujuan dari program pengolahan makanan khas Purworejo ini antara lain, a. Memberikan pengetahuan kepada warga Desa Padureso cara pengolahan makanan khas Purworejo. b. Mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan warga Desa Padureso. c. Meningkatkan kreativitas mahasiswa KKN dalam pengolahan pangan dengan bahan sederhana, murah ,dan mudah pembuatannya. Manfaat yang diperoleh dari program pengolahan makanan khas Purworejo ini antara lain: a. Warga Desa Padureso memperoleh pengetahuan tentang pengolahan pangan khas Purworejo, dan b. Memberi alternatif jajanan pasar yang sederhana, murah, dan mudah cara pembuatannya. peserta sangat antusis dan senang mendapatkan pengetahuan baru cara pembuatan Clorot. Kegiatan ini disambut baik oleh warga masyarakat Desa Padureso. Pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan rencana.
Prototipe Model Pengembangan Diri berbasis Participatory Multiple Intelligences sebagai Penguatan Karakter dan Literasi Siswa Khabib Sholeh; S Sukirno; Mohammad Fakhrudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.643 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kebutuhan dan prototipe model pendidikan pengembangan diri berbasis participatory multiple intelligences (parmi) untuk penguatan nilai karakter dan literasi siswa. Desain penelitian dirancang melalui pendekatan research and development (The R, & D model dari Plomp, 1997) dengan subjek siswa dan guru di SMA 5, SMA 7, dan SMA 1 Purworejo. Pengembangan model dilakukan melalui tahap deskriptif dan evaluatif. Penelitian diawali dengan tahap preliminary investigation research and design, yaitu penelitian pendahuluan untuk mengetahui masalah yang muncul di lapangan berkaitan dengan pendidikan pengembangan diri yang telah dilakukan di sekolah. Penelitian tahun pertama dari waktu dua tahun yang direncanakan menghasilkan prototipe model pengembangan diri di SMA dan pengaruhnya terhadap penguatan nilai-nilai karakter dan literasi siswa. Hasil penelitian ini adalah pendidikan pengembangan diri memerlukan model dan materi ajar yang banyak melibatkan aktivitas dan mengkonstruksi pengalaman. Berpedoman pada teori model pembelajaran, ditetapkan prototipe model parmi dalam pendidikan pengembangan diri yang khas yaitu memadukan model pendidikan dalam tim dan individu, menyampaikan masalah melalui pengalaman, dan belajar terbuka.
SPIRITUALITAS DAN KEKUASAAN DALAM LAKON WAYANG ARJUNAWIWAHA KARYA KI NARTOSABDO: ANALISIS WACANA KRITIS MICHEL FOUCAULT Aris Aryanto; NFN Rochimansyah; Khabib Sholeh; Herlina Setyowati
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.729 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.799

Abstract

The Arjunawiwaha puppet play does not only convey discourse on Arjuna’s attempt to meditate on Mount Indrakila, but there is an ulterior motive behind it. Therefore, the purpose of this study is to describe the hidden motives contained in the Arjunawiwaha puppet play by Ki Nartosabdo. This research includes literary research in the form of qualitative descriptive with collection techniques, namely content analysis. Michel Foucault's theory of knowledge power discourse is applied in this study to see the implicit motives in the Arjunawiwaha story. In his hermitage, Arjuna received two divine gifts, first, the Pandavas would excel in the great war of Bharatayuda and the Pandavas would become rulers in the country of Astina; second, Arjuna received the gift of Batara Guru in the form of an arrow named Kyai Pasupati. The hidden motive in the Arjunawiwaha puppet play is due to the basic human psychic impulses that the researcher identifies as the motive for power hiding in the motive of spirituality. Arjuna's naivety who only asked for victory for the Pandavas had to be paid handsomely by the death of the Pandava children on the battlefield. Arjunawiwaha puppet plays can provide moral teaching on the importance of self-control in relation to the human ego or will.Lakon wayang Arjunawiwaha tidak sekadar menyampaikan wacana tentang usaha Arjuna melakukan tapa di Gunung Indrakila, tetapi ada motif tersembunyi dibaliknya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan motif tersembunyi yang terdapat dalam lakon wayang Arjunawiwaha karya Ki Nartosabdo. Penelitian ini termasuk penelitian sastra berbentuk kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data, yaitu kajian isi. Teori wacana kuasa pengetahuan Michel Foucault diterapkan dalam penelitian ini untuk melihat motif tersirat dalam cerita Arjunawiwaha. Dalam pertapaannya, Arjuna mendapat dua anugerah dewa, pertama, Pandawa akan unggul dalam perang besar Bharatayuda dan Para Pandawa akan menjadi penguasa di negara Astina; kedua, Arjuna mendapatkan anugerah Batara Guru berupa anak panah bernama Kyai Pasupati. Motif tersembunyi dalam lakon wayang Arjunawiwaha karena adanya dorongan dasar psikis manusia yang dapat ditengarai sebagai motif kekuasaan yang bersembunyi dalam motif spiritualitas. Kenaifan Arjuna yang hanya meminta kemenangan bagi Pandawa harus dibayar mahal dengan kematian anak-anak Pandawa di medan Perang. Lakon wayang Arjunawiwaha dapat memberikan pengajaran moral tentang pentingnya pengendalian diri kaitannya dengan ego atau kehendak manusia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN BUKU AJAR APRESIASI PUISI LAMA, BARU, DAN KONTEMPORER BERBASIS NILAI BELA NEGARA DALAM MATERI MENULIS PUISI Nurul Setyorini; Kadaryati Kadaryati; Khabib Sholeh; Joko Purwanto
Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v9i2.8234

Abstract

 Abstract: In general, the purpose of this study is to describe the application of a project-based learning model with the assistance of the textbook "Appreciating Old, New, and Contemporary Poetry based on National Values" in improving students' poetry writing skills. The research conducted falls under the category of classroom action research. The research subjects were third-semester students majoring in Indonesian Language and Literature Education at the Faculty of Education and Teacher Training, Muhammadiyah University of Purworejo. The results of the study indicate that: 1. the implementation of the project-based learning model with the assistance of the textbook "Appreciating Old, New, and Contemporary Poetry based on National Values" can be observed through six assessment criteria according to Nurgiyantoro, including theme, meaning, imagination, language style, imagery, and diction, 2. students' ability to write poetry improved after the implementation. The project-based learning model with the assistance of the textbook "Appreciating Old, New, and Contemporary Poetry based on National Values" proved effective.Keywords: Project-Based Learning Model, "Appreciating Old, New, and Contemporary Poetry based on National Values" textbook, Poetry Writing