Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Related to the Incidence of HIV & AIDS in the Working Area of the Sasi Public Health Center North Central Timor Regency. Nubabi, Igniosa Erlince; Adu, Apris A.; Sir, Amelya B.
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 4 No 1 (2024): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v4i1.609

Abstract

Kejadian HIV & AIDS berakibat fatal yakni menyebabkan kematian. Data Dinkes TTU menunjukkan bahwa Puskesmas Sasi menjadi Puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi yakni tahun 2017-Agustus 2021 sebanyak 61 kasus. Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV & AIDS di Puskesmas Sasi. Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi kasus pasien yang terinfeksi HIV & AIDS dan populasi kontrol kelompok risiko yang tidak terinfeksi HIV & AIDS. Teknik pengambilan sampel total populasi untuk sampel kasus dan simple random sampling untuk kelompok kontrol. Jumlah sampel 60 responden dengan perbandingan 1:2. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuisioner dan uji statistic menggunakan chi-square dan odds ratio dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (p-value = 0,006 dan OR = 4,846), pengetahuan (p-value = 0,043 dan OR = 3,316), pekerjaan (p-value = 0,018 dan OR = 4,500), perilaku berganti-ganti pasangan (p-value = 0,044 dan OR = 3,667), penggunaan kondom (p-value = 0,011 dan OR = 10,231) berhubungan dengan kejadian HIV & AIDS. Variable pendapatan ekonomi (p-value = 0,178) dan kebiasaan konsumsi alkohol tidak ada hubungan dengan kejadian HIV & AIDS. Saran untuk Puskesmas Sasi agar dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada masyarakat seperti lebih aktif dalam memberikan edukasi tentang Infeksi HIV & AIDS secara berkesinambungan kepada masyarakat khususnya melalui penyuluhan kesehatan, penyebaran brosur dan pemasangan baliho ditempat-tempat strategis.
PEMERIKSAAN GULA DARAH SEWAKTU DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NUSA CENDANA Gustam, Tasalina Yohana Parameswari; Sir, Amelya B.; Hinga, Indri A.T.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31352

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius. Diabetes telah menjadi salah satu penyakit kronis paling mematikan di dunia. Sekitar 537 juta orang dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes. Diabetes adalah kondisi serius jangka panjang atau kronis yang terjadi ketika adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat memproduksi atau cukup hormon insulin, serta tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Pemeriksaan gula darah merupakan salah satu penunjang untuk menegakkan diagnosa diabetes melitus sehingga tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini diabetes melitus dengan metode pengecekan gula darah sewaktu dengan alat. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan bahwa dari 51 orang yang melakukan pemeriksaan, 3 orang (5,88%)  di antaranya memiliki kadar gula darah sedang, 11  orang (21,57%)  kadar gula darah rendah, serta 37 orang (72,55%) lainnya normal
The Management of Mask Waste and Its Problems at the Faculty of Public Health, Nusa Cendana University Roga, Anderias Umbu; Tapo, Konstantinus Firminus; Sir, Amelya B
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 2 (2025): VOLUME 16 NO.2 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i2.2044

Abstract

The increased use of masks has led to a new problem, namely the rise in the amount of mask waste, which has the potential to become a medium for virus transmission if not properly managed. Therefore, proper management of mask waste is necessary to reduce the amount of waste and minimize the spread of COVID-19 through used masks. The purpose of this study is to describe the mask waste management practices among students of the Faculty of Public Health at Nusa Cendana University. This is a quantitative descriptive study conducted using a survey method. The population in this study consists of active students of the Faculty of Public Health at Nusa Cendana University, with a total sample of 322 respondents selected using the proportionate stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire. The data analysis used was univariate analysis, which only looks at the frequency distribution of each variable studied. The results showed that 51.9% of respondents demonstrated good mask waste management practices, as indicated by proper actions in collecting, sorting, disinfecting, altering the form, disposing of the waste, and washing hands after handling used masks. Students with good knowledge and positive attitudes were more likely to practice proper mask waste management. A total of 91.9% of students had good knowledge, and 86.3% had positive attitudes. It is recommended that the Faculty of Public Health at Nusa Cendana University provide special waste bins specifically for mask waste.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Relationship between Environmental Sanitation and Incidence of Diarrhea among Children Under Five in Alak Health Center, Kupang, East Nusa Tenggara Dahniar Salsabiella Djaba; Johny A. R Salmun; Amelya Betsalonia Sir
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 8 No. 4 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2023.08.04.06

Abstract

Background: Diarrhea is an occurrence of mushy to liquid bowel movements, with a frequency of 3 times or more in a day. Diarrhea is influenced by several factors that directly or indirectly include agent, host, and environmental factors. Environmental sanitation factors are the most dominant factors causing diarrhea, namely drinking water sources, latrine conditions, garbage disposal con­ditions, and waste drain conditions. Alak Community Health Center is one of the community health centers with the highest cases of diarrhea with a total of 557 cases in 2018, 428 cases in 2019, and 296 cases in 2020. This study aims to determine the correlation between environmental sanitation and the incidence of diarrhea in children under five in the working area of the Alak Community Health Center, Kupang City. Subjects and Method: A quantitative study with a cross-sectional design conducted in the working area of the Alak community health center, Kupang, East Nusa Tenggara in November-December 2022.  A total of 93 children under five were selected by simple random sampling.  The dependent variable was the incidence of diarrhea in children under five. The independent variables were raw water sources, latrine conditions, garbage disposal conditions, and wastewater disposal conditions. The data were collected using questionnaires and analyzed using chi-square tests. Results: There was a significant association between raw water sources (p< 0.001), latrine conditions (p< 0.001), landfills (p< 0.001), and wastewater disposal (p= 0.001) to the inci­dence of diarrhea in children under five. Conclusion: There is a correlation between raw water sources, latrine conditions, garbage disposal, and wastewater disposal to the incidence of diarrhea in children under five. Keywords: diarrhea, environmental sanitation, children under five. Correspondence: Dahniar Salsabiella Djaba. Faculty of Public Health Universitas Nusa Cendana Kupang. Lasiana, Lima, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. Email: dahniarsalsabielladjaba@gmail.com. Mobile: +62 812-3909-5885.
Integrasi Program Pencegahan HIV/AIDS melalui Transmisi Seksual ke dalam Sistim Kesehatan di Kota Kupang Amelya Betsalonia Sir
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 15, No. 1 Januari 2020
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.15.1.1-8

Abstract

Background: HIV and AIDS prevention efforts in Indonesia could not be denied that it is still influenced by global health initiatives. As global initiatives continue to decline, efforts to integrate HIV and AIDS programs into the framework of the national health system are both challenges and hopes for achieving program effectiveness and sustainability. This study aims to explore how far the integration of HIV transmission program through sexual transmission into the health system contributes to the effectiveness of programs at the Kupang City level. Method: The method used in this research is qualitative analysis with case study design as an effort to understand more deeply the relationship between the integration and effectiveness of AIDS prevention program. In this study the 'case' chosen was HIV prevention programs through sexual transmission for Female Sex Workers. Results: The results of the study showed that in the prevention of HIV transmission programs through sexual transmission as many as five sub-systems of health were partially integrated, including sub-systems of management and regulation, health financing, human resource management, provision of pharmaceuticals and medical devices and sub-systems for community participation management, while the strategic information sub sub-system is not integrated in the health system. The integration of some sub-systems into the health system does not contribute to the effectiveness of the program. Therefore, it was necessary to strengthen each sub-systim, especially in regions ranging from regulation, planning and budget including human resources to increase regional independence and not rely on foreign funds for the implementation of HIV prevention programs through sexual transmission, besides that it also increases collaboration with stakeholders. 
Co-Authors Adu, Apris A. Agus Setyobudi Akuila Didi Alimuddin, Firmayanti Amina A. Alipen Ampera Wadu Anderias Umbu Roga Arinya D. Rambadeta Ataupah, Mira Kiliana Bahan, Roni Lorensus Bakung, Paulus Innocentius Batukh, Herpri Astince Beatrice Palang Demon Cangdra, Maria Iknasia Natasya Chandra Yudit Fora Chintya G. Kale Christin Rony Nayoan Christina R. Nayoan Christina Rony Nayoan Da Costa, Maharany Lesthyn Dahniar Salsabiella Djaba Demetrius Y. Y. K. Meka Dethan, Thersa Yusmina Deviarbi Sakke Tira Dewa Ayu Ratna Ningrum Dida, Grace Youngest Djaba, Dahniar Salsabiella Dorce Bulu Dwi Windoe Engelina Nabuasa Ermy S. R. Mage F.E Manurung, Imelda Fatma Muktya Djawas Florentina Dhone Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indri A. T. Hinga, Indri A.T. Hinga, Indriati A. Tedju Honey I. Ndoen Ice Johanis Imelda F. E Manurung Indriati A. T. Hinga Indriati A. Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Indriati Tedjuhinga Jellabing, Agitha Reymusyani Cr Jentri Missa Johny A. R Salmun Junias , Marylin Susanti Krisno Syamruth, Yendris Kurnia Sari Hayon Letto, Laurensiana Christin Manurung, Imelda F.E Manurung, Imelda Februati Ester Margareta Abainpah Maria Faustina Arvidiani Maria Inceani Kase Maria M. Dwi Wahyuni Marianus Mau Kuru Marilyn S. Junias Masrida Sinaga Masrida Sinaga Melania Oeleu Mikael M. Reca Muntasir, Muntasir Mustakim Sahdan Nalu, Asmarita Hona Natasia Nadya Prastica Tanauma Ndoen, Honey Ivon Nifueki, Adiyanto Desastra Nubabi, Igniosa Erlince Nurti Nabunome Nusantara, Putri Intan Permata Odilia D. Odang Oematan, Grouse Oktaviana A. Bano Abin Parameswari Gustam, Tasalina Yohana Petan, Veronika Uba Picauly, Intje Purnawan, Sigit Radja, Depsiana Keke Ragaletha, Tadeus A Regaletha, Tadeus A. L. Retnowati Nes, Ester Rinawaty Sirait Riwu, Rut Rosina Riwu, Yuliana Radja Robertus Ngongo Lelu Sahdan, Mustakim Salmun, Johny A. R Sari, Sitti Ratna Seran, Gracia Claudia Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Simplexius Asa Sinaga, Masrida Sinlaeloe, Ervina Betsi Cahyani Sirait, Rina Wati Soleman Landi Sri Dewi Loda Nani Stefania mentari kenda Stevani Florida Arin Suharni M. Situmorang Syamruth, Yendris Krisno Talahatu, Anna H. Tanesib, Nindy Tapo, Konstantinus Firminus Tasalina Yohana Parameswari Gustam Tenis, Yanti Tomico Nasrani Taopan Trivonia J. M. Komar Tuan, James Utma Aspatria Wangge, Yohana Febrianty Putri Welstin Wemi Loa Weraman, Pius