Claim Missing Document
Check
Articles

Development Of Historical Map Using Padlet To Improve Students' Chronological Thinking Skills Sinaga, Rosmaida; Sumanti, Solihah Titin; Nababan, Surya Aymanda; Soriente, Antonia; Mulyani, Fini Fajri
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Number 1 March 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v9i1.5240

Abstract

This research aims to develop Historical Map media to improve students' chronological thinking skills. This research uses an R&D method which consists of four stages, namely. The research subjects consisted offrom 6 experts, 2 teachers, and 150 class students XI provided an assessment related to the media being developed. The collected data was analyzed through validity, reliability, T test and N-Gain tests. The research results show that the Historical Map media obtained a validation score of 3.65. Meanwhile, the practicality score for the Historical Map media obtained a score of 4.01, which indicates that the media developed can be easily implemented in history learning. The T test obtained a score of 0.000, which shows that there is an influence of using Historical Map media on students' chronological thinking skills. The results of the N-Gain Test indicate that the influence of using Historical Map media on students' chronological thinking skills increased by around 69%. Therefore, it can be concluded that the development of Historical Map media to improve students' chronological thinking skills has proven to be valid, reliable, practical and effective.
Pergerakan Nasional di Sumatera Utara pada Masa Jepang Sinaga, Rosmaida; Sinaga, Sinta Lidiana; Simbolon, Roulina; Simanjuntak, Santa Hotnauli; Manurung, Muhammad El Fachrurrozi
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6186

Abstract

Pergerakan nasionalis di Sumatera Utara pada masa Jepang menjadi salah satu awal perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaannya dari penjajahan asing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. tokoh Sumatera Utara yaitu Mangaraja Barumun Siregar beliau dikenal sebagai pemimpin dan pelopor dalam perang. Bekal yang beliau peroleh untuk melawan pendudukan Jepang dari pendidikan militer di organisasi Heiho.Dan perjuangan dari toko Sumatera Utara yaitu Tengku Mansur merupakan wali negara Sumatera Timur yang merupakan pendiri dan ketua Jong Sumatranen Bond.Pemerintah Jepang memulai pemerintahannya di Sumatera Utara dengan nama Pemerintahan Militer Jepang, yang dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Sumatera, Jawa, dan Indonesia Timur.
Transformation of the Education Curriculum in Indonesia during the Dutch East Indies Rule: A Historical and Conceptual Review Jesika Indah Sari Purba; Perangin-angin, Desta Riani Br; Sembiring, Santa Hoky Br; Sihotang, Marnita; Zalukhu, Desveromika; Sinaga, Rosmaida
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 3 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i3.3249

Abstract

This study investigates the enduring impact of colonial legacies on Indonesia's national education system. The main objective is to analyze how structures, language policies, and bureaucratic frameworks inherited from the Dutch colonial era continue to shape educational access, quality, and equity today. Using a qualitative research approach, the study reviews secondary data, including academic articles and policy documents, combined with thematic analysis to identify key patterns and influences. The findings reveal that the dual-track curriculum system, separating academic and vocational education, perpetuates social segmentation, particularly disadvantaging students from lower socioeconomic backgrounds. Furthermore, the colonial use of Dutch as the primary language of instruction has created a longstanding preference for foreign languages, such as English, in formal education, which exacerbates learning inequalities between urban and rural areas. The study also highlights how the rigid, hierarchical educational bureaucracy inherited from the colonial period limits innovation and local adaptation in schools. Overall, the research concludes that addressing these challenges requires more than superficial curriculum revisions; it calls for deep systemic reforms that prioritize inclusivity, local relevance, and greater flexibility in educational management. By transforming these inherited structures, Indonesia can move toward a more equitable and high-quality national education system that better serves its diverse population.
Peran Pemuda dan Perempuan Dalam Sejarah Sumpah Pemuda Sari, Alpida; Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa; Rahmadhani, Nurdilla; Purba, Maharani Br; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6453

Abstract

Artikel  ini merupakan sebuah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Dalam momentum bersejarah ini, peran pemuda sangat vital sebagai motor penggerak semangat persatuan, nasionalisme, dan identitas kebangsaan Indonesia. Melalui ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, pemuda dari berbagai daerah menunjukkan komitmen kuat terhadap cita-cita kemerdekaan. Di sisi lain, meskipun peran perempuan kurang terdokumentasi secara luas dalam peristiwa Sumpah Pemuda, keterlibatan mereka tetap signifikan dalam mendukung gerakan nasional. Perempuan aktif dalam organisasi-organisasi pendidikan dan sosial yang membina kesadaran kebangsaan serta memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk dalam ranah pendidikan dan kesetaraan. Kontribusi perempuan memperkuat basis perjuangan pemuda dengan menyediakan dukungan moral, intelektual, dan organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Sumpah Pemuda tidak lepas dari sinergi antara pemuda dan perempuan yang secara kolektif membangun fondasi nasionalisme Indonesia. Peran keduanya menjadi bukti bahwa perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi lintas gender dan generasi.
Dari Ketidakadilan ke Kesadaran Politik: Sarekat Dagang Islam dan Transisi Menuju Sarekat Islam Fahlevi, Tengku Riza; Dania, Alya Putri; Larasati, Suci; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6489

Abstract

Studi ini mengkaji Sarekat Islam sebagai arena kontestasi gagasan dalam fase awal kebangkitan nasional, serta kontribusinya dalam membentuk arah perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Sarekat Islam (SI) merupakan tonggak awal dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia yang muncul sebagai respons terhadap ketimpangan struktural akibat kolonialisme Belanda, diskriminasi rasial, dan marginalisasi ekonomi masyarakat bumiputra. Didirikan pertama kali sebagai Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh Haji Samanhudi dengan tujuan membela hak-hak pedagang pribumi dari tekanan ekonomi dan politik pedagang Tionghoa yang dilindungi penguasa kolonial, organisasi ini kemudian berkembang menjadi kekuatan politik massal di bawah kepemimpinan visioner H.O.S. Tjokroaminoto. Sarekat Islam tidak hanya bertransformasi menjadi wadah perjuangan kelas bawah, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan kesadaran nasional melalui dakwah Islam, pendidikan politik, dan media pergerakan. SI menegaskan posisi Islam sebagai kekuatan moral dan sosial dalam menantang hegemoni kolonial. Namun, masuknya ideologi Marxis-Leninis yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Semaun menimbulkan konflik ideologis yang tajam dan memperuncing perpecahan internal organisasi. Fragmentasi ini merefleksikan tarik-menarik ideologis dalam tubuh SI antara nasionalisme Islam dan komunisme yang sedang bertumbuh.
Pemuda dalam Cengkeraman Kekuasaan: dari Seinendan ke Generasi Milenial Muham, Setia Esra S; Safitri, Fivie; Manalu, Agrifa Ido Arta; Zai, Diraningsih; Cofifah S M, Indah; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6328

Abstract

Artikel ini membahas pola mobilisasi dan pemanfaatan pemuda oleh kekuasaan dalam dua periode berbeda: masa pendudukan Jepang (1942–1945) dan era digital kontemporer. Pada masa Jepang, pemuda dimobilisasi melalui organisasi semi-militer seperti Seinendan dan Keibodan untuk mendukung kepentingan militer dan ideologi penjajah. Sementara di masa kini, pemuda dimanfaatkan secara digital melalui peran sebagai buzzer politik yang menyebarkan narasi kekuasaan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kritis dengan metode kualitatif, mengandalkan studi pustaka dari sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan adanya pola kontinuitas dalam strategi kekuasaan yang menjadikan pemuda sebagai alat hegemoni, baik secara fisik maupun digital. Meskipun demikian, keterlibatan tersebut juga melahirkan kesadaran politik yang dapat mendorong pemuda menjadi subjek perubahan sosial. Artikel ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis agar pemuda tidak terjebak dalam manipulasi kekuasaan, melainkan mampu tampil sebagai aktor utama dalam demokrasi yang reflektif dan partisipatif.
Dari Pesantren ke Pergerakan Modern: Jejak Sejarah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Rajagukguk, Arisya; Mawaddah, Mawaddah; Sinaga, Rosmaida; Simanulang, Risky; Nduru, Fandi Saputra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6450

Abstract

Artikel ini menelusuri jejak historis dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang lahir dari rahim pesantren namun berkembang menjadi pilar penting dalam modernisasi dan pergerakan sosial-keagamaan di Indonesia. Muhammadiyah dan NU muncul sebagai respons terhadap kondisi sosial keagamaan umat Islam yang saat itu berada dalam tekanan penjajahan, kebodohan struktural, serta dekadensi moral yang disebabkan oleh lemahnya pendidikan dan menyebarnya praktik keagamaan yang menyimpang. Dengan menggunakan pendekatan historis-kualitatif, tulisan ini membandingkan latar belakang pendirian, visi keagamaan, bentuk pergerakan, serta kontribusi keduanya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Meski berasal dari basis keagamaan yang serupa, Muhammadiyah berkembang dengan pendekatan rasional dan modernis, sedangkan NU meneguhkan tradisi keagamaan lokal secara kontekstual. Keduanya saling melengkapi dalam membangun masyarakat Islam yang moderat, inklusif, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Perang Dunia II dan Perubahan Lanskap Kekuasaan di Indonesia: Pendudukan Jepang dan Respons Ronauli, Anggun; Saputri, Adinda Dwi; Nainggolan, Lorenti br; Sumbayak, Djumar; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6474

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II (1942–1945) menjadi titik balik dalam sejarah kekuasaan kolonial di Asia Tenggara. Jepang menggantikan Belanda sebagai penguasa, menerapkan pemerintahan militer yang represif namun juga membuka ruang bagi tumbuhnya nasionalisme. Artikel ini mengkaji bagaimana pendudukan Jepang menyebabkan perubahan dalam lanskap kekuasaan politik di Indonesia, serta menganalisis respons rakyat yang meliputi kolaborasi, perlawanan, dan adaptasi terhadap kondisi baru. Meskipun rakyat mengalami penderitaan akibat kebijakan Jepang seperti romusha dan kekurangan pangan, pengalaman masa pendudukan ini justru memperkuat semangat kemerdekaan. Dengan menggunakan pendekatan historis, artikel ini menyoroti bagaimana dinamika pendudukan Jepang membentuk fondasi penting bagi lahirnya Republik Indonesia pada tahun 1945.
Peran ISDV dalam Membentuk Identitas Politik Kaum Buruh di Masa Kolonial Simanjuntak, Juan Vito; Lumbantoruan, Ruth; Sitanggang, Hertati; Br Bangun, Shaniya Kristiani; Sinaga, Rosmaida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) dalam membentuk identitas politik kaum buruh di Hindia Belanda pada masa kolonial. Berdiri pada 9 Mei 1914, ISDV, di bawah kepemimpinan Henk Sneevliet, mengadopsi ideologi Marxis dan berperan signifikan dalam mengorganisir dan meradicalisasi gerakan buruh yang sebelumnya terfragmentasi. ISDV tidak hanya fokus pada isu ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan politik, membangun kesadaran kelas dan perlawanan terhadap sistem kolonial. Strategi kunci ISDV adalah infiltrasi ke dalam Sarekat Islam (SI), organisasi massa terbesar saat itu. Dengan memanfaatkan kelemahan internal SI, ISDV menyebarkan ideologi Marxis, membentuk kelompok yang dikenal sebagai "SI Merah". Meskipun menimbulkan perpecahan, strategi ini memperluas jangkauan dan pengaruh ISDV. Organisasi ini juga aktif dalam propaganda dan pendidikan politik melalui berbagai media dan aksi-aksi pekerja seperti pemogokan, meningkatkan kesadaran politik dan solidaritas di kalangan buruh. Puncak perjalanan ISDV adalah perubahan nama menjadi Partai Komunis Hindia (PKH), kemudian Partai Komunis Indonesia (PKI), menandai komitmen terhadap perjuangan kelas internasional. Meskipun pemberontakan yang dilakukan berakhir gagal, warisan ideologis dan organisasional ISDV tetap berpengaruh pada perkembangan gerakan nasional Indonesia. ISDV berhasil mengorganisir, meradicalisasi, dan memberikan kesadaran politik kepada kaum buruh, berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan dan perkembangan politik selanjutnya. Penelitian ini menganalisis dokumen sejarah, publikasi ISDV, dan catatan kontemporer untuk memahami kontribusi ISDV dalam perjuangan kaum buruh dan pembentukan identitas politik merek
Perkembangan Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar (1981-2021) Sinaga, Rosmaida; Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf; Sibarani, Ayu Ashari; Zai, Juanda Fanotona; Sanjaya, Rangga
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar, perkembangan program layanan dan fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya, dan dampak Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap penyadang disabilitas dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan penentuan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa latar belakang pendirian Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya karena rasa prihatin dari Sr. Jeannette terhadap penderitaan para penyandang disabilitas. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar mengalami perkembangan di bidang program layanan medis seperti mendeteksi para penyandang disabilitas, melakukan revalidasi (fisioterapi, ergoterapi, speakterapi), operasi tulang dan operasi plastik serta pelayanan peningkatan keterampilan para penyandang disabilitas. Adapun fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya adalah rumah cabang untuk belajar mandiri, ruang perawat poli, ruang pasien, kamar tidur, ruang dapur, ruang fisioterapi, ruang periksa, ruang ortotik prostetik, ruang pembuatan lilin, komunitas susteran FCJM, kolam terapi, ruang ergoterapi, ruang speakterapi, aula, ruang makan, guest house, ruang pertukangan kayu, yayasan, ruang jaga piket, kapel. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya berdampak positif terhadap para penyandang disabilitas karena mereka memperoleh pelayanan medis dan membuka peluang hidup mandiri setelah mengikuti pelatihan keterampialan. Dampak kehadiran Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap masyarakat sekitarnya adalah memberi dukungan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas dan menambah lowongan pekerjaan sebagai staf administrasi, perawat para disabiltas dan asisten rumah tangga Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar.
Co-Authors Abdul Latif alexander Annisa P A, Einina arfan diansyah Asrul, Annisa Aprilia Atira, Nurul Azimah, Siti Syariah Azmy, Fauzan Bella, Sinta Berutu, Anzelina Cristiani Br Bangun, Shaniya Kristiani Br Surbakti, Adelia Charoline Amayta Br Tarigan, Ade Leora br Tarigan, Talenta Butar-butar, Samuel Chandra, Muhammad Diki Cofifah S M, Indah Damanik, Fatur Rahman Damanik, Pria Satria Sanjaya Damanik, Selvia Andriani Putri Dania, Alya Putri Fahlevi, Tengku Riza Fakhriza, Alya Febriana Pulungan, Dona Gea, Natalman Ginting, Aggy Adinda Gultom, Fajar Ridwan Syah Putra Harahap, Rayhan Hidayah, Mutiara Ivanka, Ririn Jesika Indah Sari Purba Larasati, Suci Lubis, Salsa Bila Lubis, Yenny Maharani Lumbantoruan, Ruth Manalu, Agrifa Ido Arta Manalu, Jesika Febrianty Manalu, Valentino Manik, Hiu Yuri Manurung, Muhammad El Fachrurrozi Masni, Siti Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Muhajir, Shafa Al Muham, Setia Esra S Mulyani, Fini Fajri Nababan, Marhenta Nababan, Sarah Amelia Nadiyah Nadiyah Nainggolan, Klara Minar Sari Nainggolan, Lorenti Br Nasution, Amanda Fayrisha Nasution, Delila Agustina Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf Nazwa, Dirham Nduru, Fandi Saputra Nur Fadillah, Nur Nurul Hasanah Pakpaha, Delima Br Pasaribu, Santha Sepatya Hotmaria Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa Perangin-angin, Desta Riani Br Purba, Agnesia Margareta Purba, Amelia Purba, Destry Stepani Purba, Maharani Br Purba, Muhammad Naufal Syafiq Rahmadhani, Nurdilla Rajagukguk, Arisya Rangga Sanjaya, Rangga Rezkinah, Intan Rianti, Novita Paskah Ricardo, Fransiscus Ronauli, Anggun Rut, Shintya Sabana, Sobri Safitri, Fivie Santika, Lisa Saputri, Adinda Dwi Saputri, Erika Afrilia Saragih, Berlianta Sari Harahap, Armyla Sari, Alpida Sartika, Dian Sebayang, Reva Natasya Br Sembiring, Marselinus Eprimsa Sembiring, Rahmi Asyifa Hidayah Sembiring, Santa Hoky Br Siagian, Deviyana Sri Marini Siagian, Dewi Br Sianipar, Marliana Sianturi, Doni Frides Sianturi, Felix Raphael Sianturi, Ramlan Anri Sibarani, Ayu Ashari Sidauruk, Ida Maria Sihite, Dina Sihombing, Juliani Sihotang, Marnita Simamora, Lilis Putri Simamora, Rapmaita Lamaida Simangunsong, Lister Eva Simanjuntak , Duana Angel Simanjuntak, Juan Vito Simanjuntak, Santa Hotnauli Simanulang, Risky Simanullang, Ezra Tamar Kristalia Simanullang, Yuda Sanrico Simarmata, Diva Nancy Audissa Simarmata, Rendi Rianto Simbolon, Ronald Gemsar Simbolon, Roulina Simbolon, Veronika Sinaga, Sinta Lidiana Sinambela, Marshal Gilbert Sipayung, Dinda Valica Siregar, Halimatu Syadiah Sitanggang, Engelni Mei Sitanggang, Hertati Sitepu, Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Siti Khadijah Situmeang, Sherly Natasya Solihah Titin Sumanti, Solihah Titin Soriente, Antonia Sumbayak, Djumar Surbakti, Adriel Surbakti, Vinc Jae Lestari SURYA AYMANDA NABABAN Syarifah Syarifah, Syarifah Tanjung, Flores Tarigan, Adolf Enrico Tungkup, Jopita Afnatasia Lumban Turnip, Rafli Edelweis Tusaddiah, Halimah Yogi Kurniawan, Yogi Zahrah, Alfiyyah Zai, Diraningsih Zai, Juanda Fanotona Zalukhu, Desveromika Zalukhu, Desveronika