Claim Missing Document
Check
Articles

Pemuda dalam Cengkeraman Kekuasaan: dari Seinendan ke Generasi Milenial Muham, Setia Esra S; Safitri, Fivie; Manalu, Agrifa Ido Arta; Zai, Diraningsih; Cofifah S M, Indah; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6328

Abstract

Artikel ini membahas pola mobilisasi dan pemanfaatan pemuda oleh kekuasaan dalam dua periode berbeda: masa pendudukan Jepang (1942–1945) dan era digital kontemporer. Pada masa Jepang, pemuda dimobilisasi melalui organisasi semi-militer seperti Seinendan dan Keibodan untuk mendukung kepentingan militer dan ideologi penjajah. Sementara di masa kini, pemuda dimanfaatkan secara digital melalui peran sebagai buzzer politik yang menyebarkan narasi kekuasaan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kritis dengan metode kualitatif, mengandalkan studi pustaka dari sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan adanya pola kontinuitas dalam strategi kekuasaan yang menjadikan pemuda sebagai alat hegemoni, baik secara fisik maupun digital. Meskipun demikian, keterlibatan tersebut juga melahirkan kesadaran politik yang dapat mendorong pemuda menjadi subjek perubahan sosial. Artikel ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis agar pemuda tidak terjebak dalam manipulasi kekuasaan, melainkan mampu tampil sebagai aktor utama dalam demokrasi yang reflektif dan partisipatif.
Dari Pesantren ke Pergerakan Modern: Jejak Sejarah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Rajagukguk, Arisya; Mawaddah, Mawaddah; Sinaga, Rosmaida; Simanulang, Risky; Nduru, Fandi Saputra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6450

Abstract

Artikel ini menelusuri jejak historis dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang lahir dari rahim pesantren namun berkembang menjadi pilar penting dalam modernisasi dan pergerakan sosial-keagamaan di Indonesia. Muhammadiyah dan NU muncul sebagai respons terhadap kondisi sosial keagamaan umat Islam yang saat itu berada dalam tekanan penjajahan, kebodohan struktural, serta dekadensi moral yang disebabkan oleh lemahnya pendidikan dan menyebarnya praktik keagamaan yang menyimpang. Dengan menggunakan pendekatan historis-kualitatif, tulisan ini membandingkan latar belakang pendirian, visi keagamaan, bentuk pergerakan, serta kontribusi keduanya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Meski berasal dari basis keagamaan yang serupa, Muhammadiyah berkembang dengan pendekatan rasional dan modernis, sedangkan NU meneguhkan tradisi keagamaan lokal secara kontekstual. Keduanya saling melengkapi dalam membangun masyarakat Islam yang moderat, inklusif, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Perang Dunia II dan Perubahan Lanskap Kekuasaan di Indonesia: Pendudukan Jepang dan Respons Ronauli, Anggun; Saputri, Adinda Dwi; Nainggolan, Lorenti br; Sumbayak, Djumar; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6474

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II (1942–1945) menjadi titik balik dalam sejarah kekuasaan kolonial di Asia Tenggara. Jepang menggantikan Belanda sebagai penguasa, menerapkan pemerintahan militer yang represif namun juga membuka ruang bagi tumbuhnya nasionalisme. Artikel ini mengkaji bagaimana pendudukan Jepang menyebabkan perubahan dalam lanskap kekuasaan politik di Indonesia, serta menganalisis respons rakyat yang meliputi kolaborasi, perlawanan, dan adaptasi terhadap kondisi baru. Meskipun rakyat mengalami penderitaan akibat kebijakan Jepang seperti romusha dan kekurangan pangan, pengalaman masa pendudukan ini justru memperkuat semangat kemerdekaan. Dengan menggunakan pendekatan historis, artikel ini menyoroti bagaimana dinamika pendudukan Jepang membentuk fondasi penting bagi lahirnya Republik Indonesia pada tahun 1945.
Peran Pemuda dan Perempuan Dalam Sejarah Sumpah Pemuda Sari, Alpida; Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa; Rahmadhani, Nurdilla; Purba, Maharani Br; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6453

Abstract

Artikel  ini merupakan sebuah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Dalam momentum bersejarah ini, peran pemuda sangat vital sebagai motor penggerak semangat persatuan, nasionalisme, dan identitas kebangsaan Indonesia. Melalui ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, pemuda dari berbagai daerah menunjukkan komitmen kuat terhadap cita-cita kemerdekaan. Di sisi lain, meskipun peran perempuan kurang terdokumentasi secara luas dalam peristiwa Sumpah Pemuda, keterlibatan mereka tetap signifikan dalam mendukung gerakan nasional. Perempuan aktif dalam organisasi-organisasi pendidikan dan sosial yang membina kesadaran kebangsaan serta memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk dalam ranah pendidikan dan kesetaraan. Kontribusi perempuan memperkuat basis perjuangan pemuda dengan menyediakan dukungan moral, intelektual, dan organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Sumpah Pemuda tidak lepas dari sinergi antara pemuda dan perempuan yang secara kolektif membangun fondasi nasionalisme Indonesia. Peran keduanya menjadi bukti bahwa perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi lintas gender dan generasi.
Hegemoni Ekonomi VOC di Nusantara: Analisis Monopoli Rempah-Rempah dan Dampaknya terhadap Pasar Global Abad ke-17 Sartika, Dian; Sabana, Sobri; Sinaga, Rosmaida; Situmeang, Sherly Natasya; Sitanggang, Engelni Mei; Surbakti, Adriel; Damanik, Fatur Rahman
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i2.7091

Abstract

Artikel ini menganalisis hegemoni ekonomi Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Nusantara melalui monopoli rempah-rempah pada abad ke-17 dan dampaknya terhadap pasar global. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VOC menerapkan strategi sistematis termasuk pemusnahan tanaman (extirpatie), pelayaran Hongi (hongitochten), kontrol distribusi ketat, dan manipulasi politik (divide et impera) untuk menguasai produksi dan perdagangan rempah-rempah. Dampaknya bersifat dualistis: di Eropa menyebabkan stabilisasi harga, akumulasi modal, dan perkembangan ekonomi; sementara di Nusantara mengakibatkan kehancuran jaringan perdagangan tradisional, pemiskinan masyarakat, dan hilangnya kedaulatan politik. Studi ini menyoroti VOC sebagai perwujudan awal kapitalisme korporat global yang relevan untuk memahami dinamika ekonomi politik kontemporer.
Peran Pemuda Sebagai Agen Transformasi Sosial dalam Pergerakan Nasional Azmy, Fauzan; Sianipar, Marliana; Sinambela, Marshal Gilbert; Sinaga, Rosmaida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14899

Abstract

Peran pemuda sebagai agen transformasi sosial dalam pergerakan nasional memiliki peran yang penting dalam upaya memajukan bangsa. Pemuda memiliki potensi untuk menjadi motor penggerak perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Melalui keterlibatan aktif pemuda dalam pergerakan nasional, diharapkan mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan demi kemajuan sosial dan politik suatu negara. Pemuda telah lama diakui sebagai kekuatan utama dalam pergerakan sosial dan politik. Dalam konteks pergerakan nasional, peran pemuda menjadi lebih penting karena mereka merupakan agen transformasi sosial yang mampu mengubah paradigma dan membawa perubahan yang signifikan dalam masyarakat. Tulisan ini menguraikan peran pemuda dalam pergerakan nasional sebagai pembawa perubahan sosial, agen inovasi, dan pembentuk identitas nasional. Melalui partisipasi aktif mereka dalam berbagai kegiatan sosial, politik, dan budaya, pemuda mampu memobilisasi massa, menggalang dukungan publik, dan memperjuangkan cita-cita nasional. Namun, tantangan yang dihadapi pemuda, seperti pendidikan yang tidak merata, pengangguran, dan ketidakpastian ekonomi, mempengaruhi efektivitas mereka sebagai agen transformasi sosial. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan dukungan dan peluang yang memadai bagi pemuda agar mereka dapat melaksanakan peran mereka dengan efektif dalam memajukan pergerakan nasional.
Sejarah Dan Perkembangan Gereja HKBP Simanullang Matiti Tahun 1904-1945 Simanullang, Ezra Tamar Kristalia; Simamora, Rapmaita Lamaida; Kurniawan, Yogi; Purba, Destry Stepani; Sinaga, Rosmaida; Diansyah, Arfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9995

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedatangan misionaris ke daerah Doloksanggul, selain itu mengetahui Sejarah berdirinya dan perkembangan Gereja HKBP Simanullang di tahun 1904-1945. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan metode historis yang melibatkan analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Proses ini meliputi empat langkah penting, yaitu Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Berdirinya Gereja HKBP Simanullang di Matiti, tidak lepas dari peran penting salah satu tokoh penting dan seorang misionaris dari Jerman yaitu, I.L Nomensen yang diberi gelar “Sang Apostel Batak” yang mengupayakan  penyebaran agama Kristen Protestan bagi tanah batak salah satunya ialah daerah Humbang Hasundutan. Dimana Nomensen mengirim sesama misionaris bernama Pendeta Herling ke daerah Doloksanggul sekitar 1904. Kehidupan masyarakat matiti sebelum masuknya pengkabaran injil kental dengan penyembahan roh. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari masyarakat, namun seiring berjalanya waktu ke kritenan pun diterima. Dan Seiring berjalanya waktu, dari tahun 1907 penduduk Matiti mau dibabtis, dan Perkembangan Jemaat HKBP Matiti semakin banyak.
Peran Pers Dalam Penyebaran Gagasan Dan Pemikiran Intelektual Masa Pergerakan Nasional Indonesia Di Sumatera Utara Tusaddiah, Halimah; Simamora, Lilis Putri; Ginting, Aggy Adinda; Sinaga, Rosmaida
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10122

Abstract

Pers sebagai salah satu alat utama untuk mengumpulkan, mengetahui, dan menyebarkan informasi mengenai keadaan dan kondisi di wilayah Sumatera Utara pada saat itu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Pers pada masa pergerakan nasional di Sumatera Utara pada abad ke-20. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan. Dalam metode studi kepustakaan menggunakan bahan atau data yang berasal dari perpustakaan, baik berupa buku, ensiklopedi, kamus, jurnal, dokumen, majalah dan lain sebagainya yang diperlukan dalam penulisan artikel ini. Hasil dan pembahasan dalam penulisan ini meliputi : peran Pers pada masa pergerakan nasional di Sumatera Utara. Sejak masa pergerakan nasional pertama pada tahun 1908, pers telah menjadi alat perjuangan utama bagi bangsa Indonesia dalam menyemai cita-cita kemerdekaan dan melawan penjajahan Hindia-Belanda. Medan, Sumatera Utara, merupakan pelopor pers di Indonesia, dengan penerbitan surat kabar terbanyak di Indonesia selama periode tahun 1880 hingga 1942. Selain itu, pers juga telah menjadi wadah di mana ide-ide dan aspirasi organisasi disuarakan, serta berperan dalam menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian menjadi senjata ampuh melawan politik devide et impera Belanda. Kesimpulannya adalah, pers di Sumatera Utara telah memiliki peran penting dalam pergerakan nasional Indonesia, sebagai alat perjuangan yang mendukung perjuangan pergerakan nasional.
Perbandingan Kebijakan Pendidikan di Era Kolonialisme Belanda dan Jepang di Indonesia Syarifah, Syarifah; Sinaga, Rosmaida; Sidauruk, Ida Maria; Harahap, Rayhan; Nababan, Marhenta; Siregar, Halimatu Syadiah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11443

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kebijakan pendidikan pada era kolonialisme Belanda dan Jepang di Indonesia. Jurnal ilmiah ini ditulis dengan menggunakan pendekatan penelitian sejarah. Metode sejarah merupakan suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan informasi faktual guna memperoleh kesimpulan yang bermakna tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lalu. Tujuan dari pendekatan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan tidak memihak. Menurut perkembangan sejarahnya sebelum Indonesia merdeka, pendidikan di Indonesia mengalami dua masa dalam penyelenggaraannya, yaitu pendidikan pada masa penjajahan Belanda dan masa pendudukan Jepang. Dari dua periode perjalanan pendidikan Indonesia, masing-masing mempunyai gaya pelaksanaan tersendiri. Pada masa penjajahan Belanda, ciri-ciri yang terbentuk dalam penyelenggaraan pendidikan adalah bertahap, dualisme, pengawasan terpusat yang kuat, asas konkordansi dan pendidikan pribumi yang tidak sistematis. Penyelenggaraan pendidikan tersebut mendapat tentangan dari para tokoh pendidikan Indonesia yang kemudian menyelenggarakan pendidikan bagi penduduk asli sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian penduduk asli. Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan dilaksanakan dengan disiplin militer karena pemerintahan pada masa pendudukan Jepang adalah pemerintahan militer. Kedatangan Jepang ke Indonesia dalam rangka memenangkan Perang Asia Timur Raya sehingga Jepang membentuk anak-anak Indonesia agar siap terlibat dalam perang tersebut. Cara yang digunakan Jepang adalah dengan memasukkan doktrin militer dalam setiap pelaksanaan pendidikannya. Selain itu, Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda sehingga Jepang mengambil kebijakan untuk menyempurnakan bahasa Indonesia. Sejarah, geografi, dan budaya Jepang perlahan-lahan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran bagi penduduk asli.
Sejarah Masuknya Islam di Tanah Karo dan Peninggalan Sejarah Islam di Tanah Karo Tanjung, Flores; Sinaga, Rosmaida; br Tarigan, Talenta; Br Surbakti, Adelia Charoline Amayta; Br Tarigan, Ade Leora; Siagian, Deviyana Sri Marini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12296

Abstract

If you are on vacation in Tanah Karo in North Sumatra, take the time to stop by the Old Mosque of Kabanjahe. Historically, the mosque is the first and oldest in Karo. The city of Kabanjahe in Karo Regency keeps a historical trace of the spread of Islam by traders. This can be seen from a historical building that still stands in this city. The building is the Old Mosque of Kabanjahe. The Old Kabanjahe Mosque is located at Jalan Masjid, Lau Cimba Village, Kabanjahe and is the first and oldest mosque in Tanah Karo. This mosque was built in 1902 and was completed two years later in 1904.
Co-Authors alexander Ananda, Risky Dwi Andira, Bagas Ibnu Annisa P A, Einina arfan diansyah Asrul, Annisa Aprilia Azhari, Ichwan Azmy, Fauzan Bella, Sinta Br Bangun, Shaniya Kristiani Br Perangin-angin, Desta Riani br Sembiring, Santa Hoky Br Surbakti, Adelia Charoline Amayta Br Tarigan, Ade Leora br Tarigan, Talenta Butar-butar, Samuel Chandra, Muhammad Diki Cofifah S M, Indah Damanik, Fatur Rahman Damanik, Pria Satria Sanjaya Dania, Alya Putri Fahlevi, Tengku Riza Febriana Pulungan, Dona Ginting, Aggy Adinda Gultom, Fajar Ridwan Syah Putra Harahap, Apriani Harahap, Rayhan Harifin, Harifin Ismail, Syamsul Anuar Jesika Indah Sari Purba Larasati, Suci Lubis, Salsa Bila Lubis, Yenny Maharani Lukitaningsih Lukitaningsih Lumbantoruan, Ruth Manalu, Agrifa Ido Arta Manalu, Valentino Manik, Hiu Yuri Manurung, Muhammad El Fachrurrozi Marpaung, Adrian Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Muham, Setia Esra S Muliani, Indah Chofifah Suge Mulyani, Fini Fajri Nababan, Marhenta Nababan, Sarah Amelia Nadiyah Nadiyah Nainggolan, Lorenti Br Nasih, Munajatun Nasution, Abd. Haris Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf Nazwa, Dirham Nduru, Fandi Saputra Nur Fadillah, Nur Nurul Hasanah Pasaribu, Santha Sepatya Hotmaria Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa Perangin-angin, Desta Riani Br Purba, Destry Stepani Purba, Jesika Indah Sari Purba, Maharani Br Putri, Shella Ananda Rahmadhani, Nurdilla Rajagukguk, Arisya Rangga Sanjaya, Rangga Ronauli, Anggun Rut, Shintya Ryanto, Ammar Zhafran Sabana, Sobri Safitri, Fivie Santika, Lisa Saputri, Adinda Dwi Sari Harahap, Armyla Sari, Alpida Sartika, Dian Sembiring, Marselinus Eprimsa Sembiring, Santa Hoky Br Siagian, Deviyana Sri Marini Sianipar, Marliana Sianturi, Doni Frides Sianturi, Felix Raphael Sibarani, Ayu Ashari Sidauruk, Ida Maria Sihite, Dina Sihotang, Marnita Simamora, Lilis Putri Simamora, Rapmaita Lamaida Simangunsong, Lister Eva Simanjuntak , Duana Angel Simanjuntak, Juan Vito Simanjuntak, Santa Hotnauli Simanulang, Risky Simanullang, Ezra Tamar Kristalia Simarmata, Diva Nancy Audissa Simarmata, Rendi Rianto Simbolon, Roulina Sinaga, Sinta Lidiana Sinambela, Marshal Gilbert Siregar, Halimatu Syadiah Sitanggang, Engelni Mei Sitanggang, Hertati Situmeang, Sherly Natasya Solihah Titin Sumanti, Solihah Titin Soriente, Antonia Sumbayak, Djumar Surbakti, Adriel SURYA AYMANDA NABABAN Syarifah Syarifah, Syarifah Tanjung, Flores Tarigan, Adolf Enrico Tarigan, Devit Eskan Putrama Tungkup, Jopita Afnatasia Lumban Tusaddiah, Halimah Yogi Kurniawan, Yogi Zahrah, Alfiyyah Zai, Diraningsih Zai, Juanda Fanotona Zalukhu, Desveromika Zalukhu, Desveronika Zebua, Irvan