Claim Missing Document
Check
Articles

Dari Pesantren ke Pergerakan Modern: Jejak Sejarah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Rajagukguk, Arisya; Mawaddah, Mawaddah; Sinaga, Rosmaida; Simanulang, Risky; Nduru, Fandi Saputra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6450

Abstract

Artikel ini menelusuri jejak historis dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang lahir dari rahim pesantren namun berkembang menjadi pilar penting dalam modernisasi dan pergerakan sosial-keagamaan di Indonesia. Muhammadiyah dan NU muncul sebagai respons terhadap kondisi sosial keagamaan umat Islam yang saat itu berada dalam tekanan penjajahan, kebodohan struktural, serta dekadensi moral yang disebabkan oleh lemahnya pendidikan dan menyebarnya praktik keagamaan yang menyimpang. Dengan menggunakan pendekatan historis-kualitatif, tulisan ini membandingkan latar belakang pendirian, visi keagamaan, bentuk pergerakan, serta kontribusi keduanya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Meski berasal dari basis keagamaan yang serupa, Muhammadiyah berkembang dengan pendekatan rasional dan modernis, sedangkan NU meneguhkan tradisi keagamaan lokal secara kontekstual. Keduanya saling melengkapi dalam membangun masyarakat Islam yang moderat, inklusif, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Perang Dunia II dan Perubahan Lanskap Kekuasaan di Indonesia: Pendudukan Jepang dan Respons Ronauli, Anggun; Saputri, Adinda Dwi; Nainggolan, Lorenti br; Sumbayak, Djumar; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6474

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II (1942–1945) menjadi titik balik dalam sejarah kekuasaan kolonial di Asia Tenggara. Jepang menggantikan Belanda sebagai penguasa, menerapkan pemerintahan militer yang represif namun juga membuka ruang bagi tumbuhnya nasionalisme. Artikel ini mengkaji bagaimana pendudukan Jepang menyebabkan perubahan dalam lanskap kekuasaan politik di Indonesia, serta menganalisis respons rakyat yang meliputi kolaborasi, perlawanan, dan adaptasi terhadap kondisi baru. Meskipun rakyat mengalami penderitaan akibat kebijakan Jepang seperti romusha dan kekurangan pangan, pengalaman masa pendudukan ini justru memperkuat semangat kemerdekaan. Dengan menggunakan pendekatan historis, artikel ini menyoroti bagaimana dinamika pendudukan Jepang membentuk fondasi penting bagi lahirnya Republik Indonesia pada tahun 1945.
Development of Historical Tourism Based on Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) at the Bongal International Historical Site, Central Tapanuli, North Sumatra, Indonesia Azhari, Ichwan; Lukitaningsih, Lukitaningsih; Sinaga, Rosmaida; Harahap, Apriani; Ismail, Syamsul Anuar
Indonesian Historical Studies Vol 9, No 1 (2025): In Progress
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v9i1.20199

Abstract

In 2019, researchers have successfully discovered thousands of ancient artefacts at the Bongal Site. The ancient artefacts found were identified as originating from India, China, and the Middle East. This research aims to describe how the process of developing historical tourism at the Bongal International Site using Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) technology. The research method employed is Research and Development (R&D), which comprises three stages: pre-production, production, and post-production. The research results successfully led to the creation of a prototype for historical tourism at the Bongal International Site, utilising Augmented Reality and Virtual Reality technology. Artefacts that have been successfully created using AR/VR technology include Umayyah coins, Abbasid coins, cups, mini statues, and Amoghapasa statues. This research also succeeded in creating a 360o Virtual Tour application. The creation of AR/VR applications for the Bongal International Site is expected to enhance the site's landscape, making it more enjoyable and memorable for tourists.
Peran ISDV dalam Membentuk Identitas Politik Kaum Buruh di Masa Kolonial Simanjuntak, Juan Vito; Lumbantoruan, Ruth; Sitanggang, Hertati; Br Bangun, Shaniya Kristiani; Sinaga, Rosmaida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) dalam membentuk identitas politik kaum buruh di Hindia Belanda pada masa kolonial. Berdiri pada 9 Mei 1914, ISDV, di bawah kepemimpinan Henk Sneevliet, mengadopsi ideologi Marxis dan berperan signifikan dalam mengorganisir dan meradicalisasi gerakan buruh yang sebelumnya terfragmentasi. ISDV tidak hanya fokus pada isu ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan politik, membangun kesadaran kelas dan perlawanan terhadap sistem kolonial. Strategi kunci ISDV adalah infiltrasi ke dalam Sarekat Islam (SI), organisasi massa terbesar saat itu. Dengan memanfaatkan kelemahan internal SI, ISDV menyebarkan ideologi Marxis, membentuk kelompok yang dikenal sebagai "SI Merah". Meskipun menimbulkan perpecahan, strategi ini memperluas jangkauan dan pengaruh ISDV. Organisasi ini juga aktif dalam propaganda dan pendidikan politik melalui berbagai media dan aksi-aksi pekerja seperti pemogokan, meningkatkan kesadaran politik dan solidaritas di kalangan buruh. Puncak perjalanan ISDV adalah perubahan nama menjadi Partai Komunis Hindia (PKH), kemudian Partai Komunis Indonesia (PKI), menandai komitmen terhadap perjuangan kelas internasional. Meskipun pemberontakan yang dilakukan berakhir gagal, warisan ideologis dan organisasional ISDV tetap berpengaruh pada perkembangan gerakan nasional Indonesia. ISDV berhasil mengorganisir, meradicalisasi, dan memberikan kesadaran politik kepada kaum buruh, berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan dan perkembangan politik selanjutnya. Penelitian ini menganalisis dokumen sejarah, publikasi ISDV, dan catatan kontemporer untuk memahami kontribusi ISDV dalam perjuangan kaum buruh dan pembentukan identitas politik merek
Perkembangan Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar (1981-2021) Sinaga, Rosmaida; Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf; Sibarani, Ayu Ashari; Zai, Juanda Fanotona; Sanjaya, Rangga
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar, perkembangan program layanan dan fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya, dan dampak Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap penyadang disabilitas dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan penentuan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa latar belakang pendirian Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya karena rasa prihatin dari Sr. Jeannette terhadap penderitaan para penyandang disabilitas. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar mengalami perkembangan di bidang program layanan medis seperti mendeteksi para penyandang disabilitas, melakukan revalidasi (fisioterapi, ergoterapi, speakterapi), operasi tulang dan operasi plastik serta pelayanan peningkatan keterampilan para penyandang disabilitas. Adapun fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya adalah rumah cabang untuk belajar mandiri, ruang perawat poli, ruang pasien, kamar tidur, ruang dapur, ruang fisioterapi, ruang periksa, ruang ortotik prostetik, ruang pembuatan lilin, komunitas susteran FCJM, kolam terapi, ruang ergoterapi, ruang speakterapi, aula, ruang makan, guest house, ruang pertukangan kayu, yayasan, ruang jaga piket, kapel. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya berdampak positif terhadap para penyandang disabilitas karena mereka memperoleh pelayanan medis dan membuka peluang hidup mandiri setelah mengikuti pelatihan keterampialan. Dampak kehadiran Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap masyarakat sekitarnya adalah memberi dukungan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas dan menambah lowongan pekerjaan sebagai staf administrasi, perawat para disabiltas dan asisten rumah tangga Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar.
Optimalisasi Pariwisata Budaya Pesisir Melalui Pendampingan Digitalisasi Warisan Budaya Non-Bendawi Dikalangan Pelajar Kota Tanjung Balai Nasution, Abd. Haris; Diansyah, Arfan; Sinaga, Rosmaida; Ryanto, Ammar Zhafran
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan Desa Volume 3, Nomor 1, Juli 2025
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/passa.v3i1.2075

Abstract

Kegiatan PKM ini dilatar belakangi belum optimalnya geliat wisata budaya pesisir di kota Tanjung Balai. Akar penyebab masalah pariwisata tersebut antara lain : 1) Sulitnya melakukan penulisan/transkripsi hasil budaya non-bendawi dikarenakan keterbatasan kompetensi mitra dalam hal penelitian budaya; 2) Minimnya kompetensi publikasi digital; 3) Minimnya kompetensi dalam melakukan inventarisasi digital produk budaya non-bendawi. Sejalan dengan identifikasi masalah diatas, tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kompetensi mitra dalam melakukan penulisan produk budaya non bendawi, meningkatkan kompetensi mitra dalam publikasi digital dan inventarisasi produk-produk budaya non bendawi tersebut. Metode yang digunakan dalam PKM ini antara lain pelatihan meneliti hasil budaya, pelatihan transkripsi dan digitalisasi hasil budaya non-bendawi dan pelatihan inventaris hasil budaya non-benda dengan menggunakan website database. Kegiatan PKM ini menghasilkan produk aplikasi database pariwisata hasil budaya benda dan non bendawi Kota Tanjung Balai yang dapat digunakan untuk mengotimalkan aktifiktas pariwisata sejarah-budaya di Tanjung Balai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini turut meningkatkan kompetensi dan motivasi mitra untuk dapat aktif dan produktif dalam menggiatkan program pariwisata sejarah di Tanjung Balai.
Bongal Site of Central Tapanuli: Early Traces of the Spread of Christianity as a Learning Resource for History Subject in High Schools Sinaga, Rosmaida; Azhari, Ichwan; Simangunsong, Lister Eva; Sumantri, Pulung
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 3 (2025): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i3.1693

Abstract

Purpose of the study: This study aims to present the findings from the Bongal Site as an essential learning resource for the History subject in Senior High Schools, particularly in exploring the dynamics of cultural interaction and the spread of religion in the Indonesian archipelago during ancient times. Methodology: This research employs a qualitative methodology, integrating historical and archaeological approaches. The historical approach is used to reconstruct the process of Christianity’s arrival on the west coast of Sumatra. At the same time, archaeological data are supported by an extensive literature review and field observations. Main Findings: The findings reveal that the spread of early Christianity to Sumatra, though still debated among historians, is evidenced by written sources indicating the presence of the Nestorian Church in the Fansur (Barus) region. Archaeological excavations at the Bongal Site uncovered various artifacts such as rings engraved with crosses, Roman beads, carved stones with Christian symbols, and Byzantine liturgical spoons that support this narrative. Novelty/Originality of this study: The originality of this study lies in the identification and comparative analysis of artifacts that bear significant resemblance to early Roman and Byzantine Christian objects. These findings not only offer new insights into the early presence of Christianity on Sumatra’s west coast but also support the use of the Bongal Site as a contextual and meaningful historical learning resource in secondary education.
Perkembangan Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar (1981-2021) Sinaga, Rosmaida; Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf; Sibarani, Ayu Ashari; Zai, Juanda Fanotona; Sanjaya, Rangga
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar, perkembangan program layanan dan fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya, dan dampak Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap penyadang disabilitas dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan penentuan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa latar belakang pendirian Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya karena rasa prihatin dari Sr. Jeannette terhadap penderitaan para penyandang disabilitas. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar mengalami perkembangan di bidang program layanan medis seperti mendeteksi para penyandang disabilitas, melakukan revalidasi (fisioterapi, ergoterapi, speakterapi), operasi tulang dan operasi plastik serta pelayanan peningkatan keterampilan para penyandang disabilitas. Adapun fasilitas Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya adalah rumah cabang untuk belajar mandiri, ruang perawat poli, ruang pasien, kamar tidur, ruang dapur, ruang fisioterapi, ruang periksa, ruang ortotik prostetik, ruang pembuatan lilin, komunitas susteran FCJM, kolam terapi, ruang ergoterapi, ruang speakterapi, aula, ruang makan, guest house, ruang pertukangan kayu, yayasan, ruang jaga piket, kapel. Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya berdampak positif terhadap para penyandang disabilitas karena mereka memperoleh pelayanan medis dan membuka peluang hidup mandiri setelah mengikuti pelatihan keterampialan. Dampak kehadiran Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya terhadap masyarakat sekitarnya adalah memberi dukungan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas dan menambah lowongan pekerjaan sebagai staf administrasi, perawat para disabiltas dan asisten rumah tangga Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Pematangsiantar.
Pergerakan Nasional di Sumatera Utara pada Masa Jepang Sinaga, Rosmaida; Sinaga, Sinta Lidiana; Simbolon, Roulina; Simanjuntak, Santa Hotnauli; Manurung, Muhammad El Fachrurrozi
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6186

Abstract

Pergerakan nasionalis di Sumatera Utara pada masa Jepang menjadi salah satu awal perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaannya dari penjajahan asing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. tokoh Sumatera Utara yaitu Mangaraja Barumun Siregar beliau dikenal sebagai pemimpin dan pelopor dalam perang. Bekal yang beliau peroleh untuk melawan pendudukan Jepang dari pendidikan militer di organisasi Heiho.Dan perjuangan dari toko Sumatera Utara yaitu Tengku Mansur merupakan wali negara Sumatera Timur yang merupakan pendiri dan ketua Jong Sumatranen Bond.Pemerintah Jepang memulai pemerintahannya di Sumatera Utara dengan nama Pemerintahan Militer Jepang, yang dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Sumatera, Jawa, dan Indonesia Timur.
Dari Ketidakadilan ke Kesadaran Politik: Sarekat Dagang Islam dan Transisi Menuju Sarekat Islam Fahlevi, Tengku Riza; Dania, Alya Putri; Larasati, Suci; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6489

Abstract

Studi ini mengkaji Sarekat Islam sebagai arena kontestasi gagasan dalam fase awal kebangkitan nasional, serta kontribusinya dalam membentuk arah perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Sarekat Islam (SI) merupakan tonggak awal dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia yang muncul sebagai respons terhadap ketimpangan struktural akibat kolonialisme Belanda, diskriminasi rasial, dan marginalisasi ekonomi masyarakat bumiputra. Didirikan pertama kali sebagai Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh Haji Samanhudi dengan tujuan membela hak-hak pedagang pribumi dari tekanan ekonomi dan politik pedagang Tionghoa yang dilindungi penguasa kolonial, organisasi ini kemudian berkembang menjadi kekuatan politik massal di bawah kepemimpinan visioner H.O.S. Tjokroaminoto. Sarekat Islam tidak hanya bertransformasi menjadi wadah perjuangan kelas bawah, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan kesadaran nasional melalui dakwah Islam, pendidikan politik, dan media pergerakan. SI menegaskan posisi Islam sebagai kekuatan moral dan sosial dalam menantang hegemoni kolonial. Namun, masuknya ideologi Marxis-Leninis yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Semaun menimbulkan konflik ideologis yang tajam dan memperuncing perpecahan internal organisasi. Fragmentasi ini merefleksikan tarik-menarik ideologis dalam tubuh SI antara nasionalisme Islam dan komunisme yang sedang bertumbuh.
Co-Authors alexander Ananda, Risky Dwi Andira, Bagas Ibnu Annisa P A, Einina arfan diansyah Asrul, Annisa Aprilia Azhari, Ichwan Azmy, Fauzan Bella, Sinta Br Bangun, Shaniya Kristiani Br Perangin-angin, Desta Riani br Sembiring, Santa Hoky Br Surbakti, Adelia Charoline Amayta Br Tarigan, Ade Leora br Tarigan, Talenta Butar-butar, Samuel Chandra, Muhammad Diki Cofifah S M, Indah Damanik, Fatur Rahman Damanik, Pria Satria Sanjaya Dania, Alya Putri Fahlevi, Tengku Riza Febriana Pulungan, Dona Ginting, Aggy Adinda Gultom, Fajar Ridwan Syah Putra Harahap, Apriani Harahap, Rayhan Harifin, Harifin Ismail, Syamsul Anuar Jesika Indah Sari Purba Larasati, Suci Lubis, Salsa Bila Lubis, Yenny Maharani Lukitaningsih Lukitaningsih Lumbantoruan, Ruth Manalu, Agrifa Ido Arta Manalu, Valentino Manik, Hiu Yuri Manurung, Muhammad El Fachrurrozi Marpaung, Adrian Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Muham, Setia Esra S Muliani, Indah Chofifah Suge Mulyani, Fini Fajri Nababan, Marhenta Nababan, Sarah Amelia Nadiyah Nadiyah Nainggolan, Lorenti Br Nasih, Munajatun Nasution, Abd. Haris Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf Nazwa, Dirham Nduru, Fandi Saputra Nur Fadillah, Nur Nurul Hasanah Pasaribu, Santha Sepatya Hotmaria Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa Perangin-angin, Desta Riani Br Purba, Destry Stepani Purba, Jesika Indah Sari Purba, Maharani Br Putri, Shella Ananda Rahmadhani, Nurdilla Rajagukguk, Arisya Rangga Sanjaya, Rangga Ronauli, Anggun Rut, Shintya Ryanto, Ammar Zhafran Sabana, Sobri Safitri, Fivie Santika, Lisa Saputri, Adinda Dwi Sari Harahap, Armyla Sari, Alpida Sartika, Dian Sembiring, Marselinus Eprimsa Sembiring, Santa Hoky Br Siagian, Deviyana Sri Marini Sianipar, Marliana Sianturi, Doni Frides Sianturi, Felix Raphael Sibarani, Ayu Ashari Sidauruk, Ida Maria Sihite, Dina Sihotang, Marnita Simamora, Lilis Putri Simamora, Rapmaita Lamaida Simangunsong, Lister Eva Simanjuntak , Duana Angel Simanjuntak, Juan Vito Simanjuntak, Santa Hotnauli Simanulang, Risky Simanullang, Ezra Tamar Kristalia Simarmata, Diva Nancy Audissa Simarmata, Rendi Rianto Simbolon, Roulina Sinaga, Sinta Lidiana Sinambela, Marshal Gilbert Siregar, Halimatu Syadiah Sitanggang, Engelni Mei Sitanggang, Hertati Situmeang, Sherly Natasya Solihah Titin Sumanti, Solihah Titin Soriente, Antonia Sumbayak, Djumar Surbakti, Adriel SURYA AYMANDA NABABAN Syarifah Syarifah, Syarifah Tanjung, Flores Tarigan, Adolf Enrico Tarigan, Devit Eskan Putrama Tungkup, Jopita Afnatasia Lumban Tusaddiah, Halimah Yogi Kurniawan, Yogi Zahrah, Alfiyyah Zai, Diraningsih Zai, Juanda Fanotona Zalukhu, Desveromika Zalukhu, Desveronika Zebua, Irvan