Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Ekspansi VOC dari Perdagangan Rempah Hingga Kolonialisme Tungkup, Jopita Afnatasia Lumban; Sianturi, Felix Raphael; Santika, Lisa; Damanik, Pria Satria Sanjaya; Sinaga, Rosmaida
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15933

Abstract

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan pada tahun 1602 oleh Belanda dengan tujuan utama untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Asia, khususnya di Nusantara. Awalnya, VOC berfungsi sebagai perusahaan dagang, tetapi kemudian berkembang menjadi instrumen kolonialisme dengan menguasai jalur perdagangan dan wilayah strategis di Nusantara. Kebijakan VOC, seperti monopoli perdagangan rempah-rempah dan intervensi politik di kerajaan-kerajaan lokal, memperkuat dominasi mereka di wilayah ini. Namun, pada pertengahan abad ke-18, VOC mengalami kemunduran akibat korupsi, biaya perang yang tinggi, dan persaingan dagang dengan negara Eropa lainnya. Pada tahun 1799, VOC dibubarkan dengan hutang yang besar, dan kekayaan serta wilayahnya diambil alih oleh pemerintah Belanda. Jurnal ini mengkaji transformasi VOC dari perusahaan dagang menjadi alat kolonial, serta faktor-faktor yang menyebabkan kejatuhannya dan dampaknya terhadap masyarakat Nusantara.
POST TRUTH: MENGUAK FAKTA DI BALIK KATA SUMPAH PEMUDA Sinaga, Rosmaida; Simanullang, Ezra Tamar Kristalia; Purba, Destry Stepani; Kurniawan, Yogi; Hasanah, Nurul
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2024): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v9i2.56626

Abstract

Pemahaman masyarakat saat ini tentang sumpah pemuda tidak lebih dari pengetahuan akan adanya sumpah yang di lakukan oleh organisasi-organisasi pemuda saat itu. Dalam sumpah pemuda yang saat ini masih diingat dan diajarkan di dalam buku-buku sejarah adalah terkait janji ataupun sumpah yang berisikan pernyataan-pernyataan akan menjunjung tumpah darah yang satu yaitu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Jika melihat kebelakang berdasarkan fakta yang ada, peristiwa 28 Oktober 1928 sebenarnya merupakan pertemuan-pertemuan oleh organisasi-organisasi kepemudaan yang disebut juga sebagai kongres pemuda kedua. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya di balik naratif-naratif yang berkembang terkait Sumpah Pemuda dalam konteks era "post-truth". Dengan mendalaminya, diharapkan dapat terungkap pemahaman yang lebih jelas dan akurat mengenai peristiwa tersebut. Penelitian ini tidak hanya bersifat akademis, melainkan juga relevan dalam konteks sosial dan politik modern di mana pemahaman yang benar terkait sejarah nasional menjadi krusial untuk membangun identitas dan persatuan bangsa. Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif studi Pustaka (library research). Dalam pengumpulan data penulis mencari sumber baik dari buku, jurnal, arsip, dan bahan Pustaka lainnya yang penulis dapatkan dari berbagai referensi. Bahan pustaka yang didapat penulis dari berbagai referensi kemudian dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung proposisi dan gagasan. Dalam menganalisis data penulis melakukan Trianggulasi data yakni dengan menggunakan berbagai macam data, menggunakan lebih dari satu teori, beberapa teknik analisa, dan melibatkan lebih banyak peneliti dalam mengolah hasil penelitian. Kebenaran hasil Kongres Pemuda yang saat ini dikenal dengan isi sumpah pemuda, bahwa dilihat dari sejarahnya Bangsa Indonesia tidak pernah bersumpah, namun seiring berjalannya waktu penggunaan kata kongres tidak lagi dipakai diganti dengan kata sumpah. Hasil Kongres yang telah disepakati oleh kaum pemuda, selain itu Penggunaan kata sumpah pemuda sudah melekat dalam Bangsa Indonesia bahkan peringatan hari Kongres yang pada tanggal 28 Oktober sudah dikenal dan diperingati dengan kata Sumpah Pemuda. Namun tidak dipungkiri bahwa sumpah pemuda ini memiliki peranan yang sangat besar hingga saat ini di Indonesia, dimana kepeloporan pemuda dalam perjuangan bangsa yang dilihat dari hasil putusan kongres menunjukkan semangat nasionalis yang kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan semangat rela berkorban. Isi dari Sumpah pemuda itulah yang sampai saat ini menjadi pegangan para pemuda Indonesia untuk tetap melanjutkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui semangat nasionalisme, untuk tetap mengingat ikrar yang saat dikenal dengan Kata Sumpah Pemuda.
JALAN RAYA POS (ANYER-PANARUKAN) SEBAGAI BUKTI DARI KEBIJAKAN DAENDELS YANG MASIH ADA HINGGA SEKARANG Febriana Pulungan, Dona; Sari Harahap, Armyla; Zahrah, Alfiyyah; Sinaga, Rosmaida
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i1.64071

Abstract

This study aims to determine the background to the construction of the Post Highway (Aanyar-Panarukan) and the impact of the Post Highway Development. This research uses the historical method with stages consisting of Heuristics, VeriKication, Interpretation and Historiography. Based on the research results, it is known that the background to the construction of the Postal Highway was to strengthen military defenses during the reign of Herman Willem Daendels against British attacks on the island of Java and to build transportation facilities. The impact of the construction of the Postal Highway is to increase the progress of the community's economy and the development of transportation which improves the distribution of community goods.
PAPUA DALAM PERJALANAN SEJARAH NUSANTARA Sinaga, Rosmaida; Alexander; Sihite, Dina; Lubis, Salsa Bila; Lubis, Yenny Maharani
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i1.64670

Abstract

Indonesia is an archipelagic country in which there are various ethnicities, cultures and histories. Society becomes a unified nation amidst ethnic, religious and cultural diversity. The diversity of the Indonesian nation should not be used as a reason for disintegration but rather as a cultural commitment to knowing, respecting and appreciating each other to strengthen and strengthen Indonesian unity. The historical journey of Papua and other ethnicities in the archipelago in the formation of Indonesia is important to explore to strengthen our unity and Indonesianness as a nation. The method used in this study is the historical method with heuristic, criticism or verification, interpretation and historiography stages. The research results show the historical journey of Papua in the context of the archipelago from the time of ancient kingdoms to the period of Dutch colonialism and the struggle for integration with Indonesia.
DAMPAK POLITIK ETIS TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Manalu, Valentino; Pasaribu, Santha Sepatya Hotmaria; Butar-butar, Samuel; Sinaga, Rosmaida
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i1.64673

Abstract

This research discusses Dutch colonialism in the Indonesian education system. How does colonialism play a role in Indonesian education, especially ethical politics, influencing the education system in Indonesia Dutch colonialism in Indonesia lasted for more than three centuries, with an impact on various aspects of the life of the people of the Republic of Indonesia, one of which included the education system. Education is an effort made to change or develop attitudes, behavior, personal potential, intelligence in a better direction through the learning process. This research aims to determine the role of colonialism in the education system in Indonesia, starting with ethical politics. This research article uses a qualitative analysis method, specifically with literature analysis. According to (Safitri & Anggreani Dewi, 2021) This method is carried out by analyzing data from secondary sources of research articles related to the problems discussed in this research.
KEBIJAKAN EKONOMI DAN POLITIK YANG DI TERAPKAN JEPANG SELAMA PENDUDUKAN DI INDONESIA Sinaga, Rosmaida; Nadiyah, Nadiyah; Manik, Hiu Yuri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35861

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan ekonomi dan kebijakan politik yang diterapkan Jepang selama berkuasa di Indonesia dan dampak penerapan kebijakan ekonomi dan politik Jepang di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Sejarah dengan empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretadi dan historiografi. Berhasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan Jepang di Indonesia adalah ekonomi yaitu dengan memobilitasi sumberdaya alam dan sumber daya manusia Indonesia secara besar-besaran untuk kepentingan Jepang. Kebijakan politik yang diterapkan Jepang di Indonesia adalah membentuk pemerintahan boneka. Propaganda dan indokrinasi.. Baik kebijakan ekonomi maupun kebijakan politik yang diterapkan oleh pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia semuanya bertujuan untuk memenangkan Jepang dalam perang menghadapi Sekutu. Dampak penerapan kebijakan ekonomi Jepang di Indonesia adalah kerusakan ekonomi dan kemiskinan Masyarakat Indonesia. Dampak penerapan kebijakan politik Jepang di Indonesia adalah perpecahan social dan trauma kolektif.
Ancaman di Lautan Pala: Mekanisme dan Efektivitas Patroli Hongi dalam Mempertahankan Monopoli Perdagangan VOC di Maluku Purba, Agnesia Margareta; Nasution, Amanda Fayrisha; Purba, Muhammad Naufal Syafiq; Turnip, Rafli Edelweis; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7653

Abstract

Penelitian ini membahas tentang patroli Hongi sebagai strategi VOC dalam mempertahankan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku pada abad ke-17 hingga ke-18. Kepulauan Maluku yang dikenal sebagai penghasil cengkeh dan pala terbaik di dunia menjadi sasaran utama VOC untuk dikuasai sepenuhnya. Melalui sistem patroli Hongi, VOC melakukan pengawasan ketat terhadap produksi dan perdagangan rempah dengan cara menghancurkan tanaman rempah di luar wilayah yang ditentukan serta menghukum berat para penyelundup. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis tiga hal utama: mekanisme operasional patroli Hongi, efektivitas patroli dalam mempertahankan monopoli, dan dampak sosial-ekonomi serta ekologis terhadap masyarakat Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli Hongi memang efektif secara ekonomi bagi VOC dengan menjaga stabilitas harga rempah di Eropa, namun menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat Maluku, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Sistem ini menghancurkan ekonomi tradisional, memecah belah masyarakat, merusak ekosistem, dan merampas kedaulatan maritim masyarakat Maluku.
Dinamika VOC di Nusantara 1602-1799: dari Monopoli Perdagangan, Perlawanan, Hingga Pembubaran Sianturi, Ramlan Anri; Manalu, Jesika Febrianty; Rezkinah, Intan; Saputri, Erika Afrilia; Sinaga, Rosmaida
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7672

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah, kebijakan, dan dampak Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di wilayah Indonesia selama era kolonial. VOC, yang didirikan pada tahun 1602, adalah perusahaan dagang Belanda dengan wilayah pengaruh yang luas yang berfungsi sebagai kekuatan politik dan militer selain sebagai entitas dagang. Artikel ini membahas struktur organisasi VOC di bawah kepemimpinan Heeren Zeventien, berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan, seperti pemerasan, contingenten, verplichte leverantie, hak octroi, pelayaran Hongi VOC, dan sistem Preanger, serta monopoli perdagangan rempah-rempah di kepulauan Indonesia. Penelitian ini juga menganalisis dampak kebijakan VOC terhadap warga Indonesia yang menjadi sasaran eksploitasi ekonomi, sosial, dan tekanan politik terkait pemerintahan regional. Perlawanan dari kesultanan lain, seperti Mataram dan Gowa, menunjukkan penurunan dominasi VOC. Penelitian ini juga membahas dampak kebijakan VOC terhadap penduduk Indonesia yang mengalami eksploitasi ekonomi, penderitaan sosial, dan pembatasan kedaulatan politik terhadap kerajaan-kerajaan lokal. Perlawanan dari berbagai kesultanan seperti Mataram dan Gowa menunjukkan penolakan terhadap kekuasaan VOC. Kemunduran VOC disebabkan oleh faktor internal seperti korupsi dan organisasi yang tidak efisien, serta faktor eksternal seperti persaingan dengan negara-negara Eropa lain dan perubahan di pasar global; oleh karena itu, VOC dibubarkan pada tahun 1799.
Perlawanan Rakyat Sumatera Utara Terhadap Kolonialisme Belanda Sinaga, Rosmaida; Siagian, Dewi Br; Berutu, Anzelina Cristiani; Nainggolan, Klara Minar Sari; Purba, Amelia; Sebayang, Reva Natasya Br; Sitepu, Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra; Ricardo, Fransiscus
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7154

Abstract

Perlawanan rakyat di Sumatera Utara terhadap kolonialisme Belanda merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dinamika perlawanan rakyat di berbagai daerah, termasuk perlawanan politik dan kultural di Tanah Batak melalui media pers Soara Batak, perjuangan fisik Angkatan Gerilya Sipirok (AGS) di Tapanuli Selatan, serta pergolakan politik pasca- penyerahan Jepang di Sulawesi sebagai perbandingan regional yang memberikan konteks bagi dinamika perjuangan di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode historis yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Sumatera Utara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup aspek politik, sosial, dan budaya yang saling berkaitan dalam menolak upaya kolonialisme Belanda.
Strategi Ekspansi Portugis dan Spanyol di Indonesia: Analisis Kebijakan Kolonial Awal Eropa Saragih, Berlianta; Rianti, Novita Paskah; Sinaga, Rosmaida; Simbolon, Veronika; Simanullang, Yuda Sanrico
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7670

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi ekspansi Portugis dan Spanyol di Indonesia pada masa awal kolonialisme Eropa dengan memfokuskan pada motif ekonomi, politik, dan keagamaan yang mendorong kedua negara tersebut masuk ke wilayah Nusantara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Portugis terutama berupaya menguasai jalur perdagangan rempah dan mendirikan pusat-pusat pertahanan, sementara Spanyol lebih menekankan pembentukan aliansi dengan kekuatan lokal serta penyebaran agama melalui misi Katolik. Persaingan kedua kekuatan Iberia ini tidak hanya memengaruhi pola perdagangan global, tetapi juga membawa perubahan signifikan terhadap dinamika sosial dan politik masyarakat lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan kolonial awal Eropa memiliki dampak jangka panjang terhadap struktur kekuasaan dan perkembangan sejarah Indonesia.
Co-Authors Abdul Latif alexander Ananda, Risky Dwi Andira, Bagas Ibnu Annisa P A, Einina arfan diansyah Asrul, Annisa Aprilia Atira, Nurul Azhari, Ichwan Azimah, Siti Syariah Azmy, Fauzan Bella, Sinta Berutu, Anzelina Cristiani Br Bangun, Shaniya Kristiani Br Perangin-angin, Desta Riani br Sembiring, Santa Hoky Br Surbakti, Adelia Charoline Amayta Br Tarigan, Ade Leora br Tarigan, Talenta Butar-butar, Samuel Chandra, Muhammad Diki Cofifah S M, Indah Damanik, Fatur Rahman Damanik, Pria Satria Sanjaya Damanik, Selvia Andriani Putri Dania, Alya Putri Fahlevi, Tengku Riza Fakhriza, Alya Febriana Pulungan, Dona Gea, Natalman Ginting, Aggy Adinda Gultom, Fajar Ridwan Syah Putra Harahap, Apriani Harahap, Rayhan Harifin, Harifin Hidayah, Mutiara Ismail, Syamsul Anuar Ivanka, Ririn Jesika Indah Sari Purba Larasati, Suci Lubis, Salsa Bila Lubis, Yenny Maharani Lukitaningsih Lukitaningsih Lumbantoruan, Ruth Manalu, Agrifa Ido Arta Manalu, Jesika Febrianty Manalu, Valentino Manik, Hiu Yuri Manurung, Muhammad El Fachrurrozi Marpaung, Adrian Masni, Siti Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Muhajir, Shafa Al Muham, Setia Esra S Muliani, Indah Chofifah Suge Mulyani, Fini Fajri Nababan, Marhenta Nababan, Sarah Amelia Nadiyah Nadiyah Nainggolan, Klara Minar Sari Nainggolan, Lorenti Br Nasih, Munajatun Nasution, Abd. Haris Nasution, Amanda Fayrisha Nasution, Delila Agustina Nasution, Muhammad Ikhsan Syahaf Nazwa, Dirham Nduru, Fandi Saputra Nur Fadillah, Nur Nurul Hasanah Pakpaha, Delima Br Pasaribu, Santha Sepatya Hotmaria Pasaribu, Tiara Nia’ammusyifa Perangin-angin, Desta Riani Br Purba, Agnesia Margareta Purba, Amelia Purba, Destry Stepani Purba, Jesika Indah Sari Purba, Maharani Br Purba, Muhammad Naufal Syafiq Putri, Shella Ananda Rahmadhani, Nurdilla Rajagukguk, Arisya Rangga Sanjaya, Rangga Rezkinah, Intan Rianti, Novita Paskah Ricardo, Fransiscus Ronauli, Anggun Rut, Shintya Ryanto, Ammar Zhafran Sabana, Sobri Safitri, Fivie Santika, Lisa Saputri, Adinda Dwi Saputri, Erika Afrilia Saragih, Berlianta Sari Harahap, Armyla Sari, Alpida Sartika, Dian Sebayang, Reva Natasya Br Sembiring, Marselinus Eprimsa Sembiring, Rahmi Asyifa Hidayah Sembiring, Santa Hoky Br Siagian, Deviyana Sri Marini Siagian, Dewi Br Sianipar, Marliana Sianturi, Doni Frides Sianturi, Felix Raphael Sianturi, Ramlan Anri Sibarani, Ayu Ashari Sidauruk, Ida Maria Sihite, Dina Sihombing, Juliani Sihotang, Marnita Simamora, Lilis Putri Simamora, Rapmaita Lamaida Simangunsong, Lister Eva Simanjuntak , Duana Angel Simanjuntak, Juan Vito Simanjuntak, Santa Hotnauli Simanulang, Risky Simanullang, Ezra Tamar Kristalia Simanullang, Yuda Sanrico Simarmata, Diva Nancy Audissa Simarmata, Rendi Rianto Simbolon, Ronald Gemsar Simbolon, Roulina Simbolon, Veronika Sinaga, Sinta Lidiana Sinambela, Marshal Gilbert Sipayung, Dinda Valica Siregar, Halimatu Syadiah Sitanggang, Engelni Mei Sitanggang, Hertati Sitepu, Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Siti Khadijah Situmeang, Sherly Natasya Solihah Titin Sumanti, Solihah Titin Soriente, Antonia Sumbayak, Djumar Surbakti, Adriel Surbakti, Vinc Jae Lestari SURYA AYMANDA NABABAN Syarifah Syarifah, Syarifah Tanjung, Flores Tarigan, Adolf Enrico Tarigan, Devit Eskan Putrama Tungkup, Jopita Afnatasia Lumban Turnip, Rafli Edelweis Tusaddiah, Halimah Yogi Kurniawan, Yogi Zahrah, Alfiyyah Zai, Diraningsih Zai, Juanda Fanotona Zalukhu, Desveromika Zalukhu, Desveronika Zebua, Irvan