Claim Missing Document
Check
Articles

StudiI Literatur: Indikasi Off-Label Tramadol Pada Penyakit Tertentu Apriali, Kirka Dwi; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.44010

Abstract

Tramadol menjadi salah satu analgesik opioid sistem saraf pusat (SSP) yang paling sering diresepkan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat. Selain aksi opioidnya, tramadol juga dapat menghambat reuptake serotonin dan noradrenalin yang diresepkan secara off-label. Tujuan dari artikel review ini adalah membahas indikasi off-label dari obat tramadol untuk memberikan informasi mengenai penggunaan alternatif terhadap penyakit tertentu. Metode pencarian literatur yang dilakukan berasal dari database berupa PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan kata kunci indication of tramadol, off-label of tramadol, reseptor opioid, serotonin, dan noradrenalin. Dari analisis studi literatur, tramadol terbukti dapat mengatasi kecemasan, depresi, sindrom kaki gelisah dan ejakulasi dini.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN USAP NASOFARING DAN USAP OROFARING DALAM MENDETEKSI SARS-CoV-2 FAUZI, DIANE; SUMIWI, SRI ADI
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.32308

Abstract

Pada 31 Desember 2019, untuk pertama kalinya coronavirus disease 2019 (COVID-19) dilaporkan di Wuhan. Saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus baru dan kematian yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk mengendalikan penyebaran virus ini adalah pendeteksian virus yang akurat dan cepat. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan pedoman yang menyatakan bahwa usap nasofaring dan orofaring adalah spesimen saluran pernapasan atas yang diterima untuk deteksi SARS-CoV-2. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk membandingkan hasil pengujian dari dua spesimen yang dianjurkan dalam deteksi SARS-CoV-2, yaitu usap nasofaring dan orofaring.
Review Artikel: Strategi Pencegahan Healthcare-Associated Infection (HAIS) Dalam Menjaga Keselamatan Pasien Nurfadillah, Nisrina; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.52453

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan suatu infeksi yang diperoleh oleh pasien saat berada di lingkungan perawatan medis, seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. HAIs dapat terjadi baik secara langsung ataupun tidak melalui prosedur medis atau juga melalui kontak dengan staf medis atau pasien lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penyebaran bakteri dan virus yang dapat mengakibatkan varian infeksi yang bervariasi, dimana beberapa jenis infeksi dapat sangat berbahaya bagi pasien. Strategi pencegahan HAIs sangat penting untuk dikembangkan dan dilakukan oleh pusat-pusat perawatan medis. Berbagai strategi yang umum dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan, lingkungan, pengelompokan pasien, surveilans, penggunaan antibiotik serta mengikuti pedoman. Melalui penerapan strategi pencegahan yang tepat, HAIs dapat ditekan dan dikelola secara efektif sehingga dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien.
Review: Penggunaan Statin sebagai Obat Off-Label Hartono, Ayu Previani; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46895

Abstract

Penggunaan obat off-label secara luas dikenal sebagai penggunaan obat yang tidak disetujui dari obat yang disetujui. Statin merupakan penghambat enzim hidroksimetilglutaril-CoA (HMG-CoA) yang menurunkan konsentrasi kolesterol total, lipoprotein densitas rendah (LDL), dan meningkatkan konsentrasi lipoprotein densitas tinggi (HDL). Selain itu, statin memiliki efek pleiotropik yang dapat memengaruhi patofisiologi penyakit termasuk modulasi respons imun, peningkatan proses anti-inflamasi, dan perubahan jalur pensinyalan yang melibatkan kolesterol. Oleh karena itu, statin berpotensi menjadi pilihan alternatif lain untuk terapi pada beberapa penyakit seperti hepatocellular carcinoma, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan COVID-19. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan meninjau pustaka secara digital dengan rentang waktu 2012-2022.
Pengaruh Diet Tinggi Fruktosa Terhadap Resistensi Insulin Pada Tikus Jantan Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Susilawati, Elis; Levita, Jutti; Susilawati, Yasmiwar; Sumiwi, Sri Adi
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v16i2.274

Abstract

Asupan tinggi fruktosa dapat menyebabkan gangguan metabolisme terhadap timbulnya sindrom metabolik dan diabetes melitus tipe 2. Dalam penelitian ini akan disampaikan beberapa dampak yang di dari konsumsi fruktosa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan hewan uji dengan pemberian fruktosa 60% terhadap resistensi insulin. Metode penelitian menggunakan 8 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok normal dan kelompok fruktosa 60%. Parameter yang diamati terhadap bobot badan, kadar glukosa darah, Konstanta Tes Toleransi Insulin (KTTI), kadar adiponektin dan kadar TNF-α serta histologi jaringan adiposa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fruktosa 60% selama 60 hari menunjukan adanya perbedaan untuk kadar glukosa darah yang dumulai pada hari 30-60, Nilai KTTI kelompok fruktosa lebih kecil dibandingkan kelompok normal, kadar adiponektin kelompok fruktosa lebih kecil dibandingkan kelompok normal , sedangkan  kadar TNF-α kelompok fruktosa lebih besar dibandingkan kelompok normal  dan terjadi pembesaran diameter jaringan adiposa putih dan pengecilan adiposa cokelat  pada kelompok fruktosa, namun belum terjadi perbedaan pada bobot badan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian fruktosa 60% selama 60 hari dapat digunakan sebagai pemodelan hewan uji resistensi insulin.
Pharmacological Profile and Therapeutic Potential of Sungkai Plant (Peronema canescens Jack.): An Emerging Indonesian Herbal Medicine Kokom, Asep; Yasmiwar Susilawati; Sri Adi Sumiwi; Okta Nama Putra
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.11.2.95-102.2024

Abstract

This study aimed to summarize the pharmacological activities of the sungkai plant (Peronema canescens Jack.) as a potential Indonesian herbal medicine. A literature review was conducted using Google Scholar and Scopus, with keywords such as "pharmacology," "activity," "sungkai," and "Peronema canescens." Inclusion criteria were articles with these keywords, published between 2014 and 2024, in English or Indonesian. Exclusion criteria were review articles, articles not related to sungkai plants, and in vitro and in vivo studies not available in full text. The study identified seven pharmacological activities of the sungkai plant: antioxidant, antibacterial, analgesic, antidiabetic, antihyperuricemic, anti-inflammatory, and immunomodulatory. The antioxidant activity was demonstrated using Thin Layer Chromatography (TLC) and IC50 values. The antibacterial activity was shown through bacterial growth inhibition using the Kirby-Bauer disk diffusion method. The analgesic activity was tested using the writhing test and Hot Plate methods. The antidiabetic activity was studied with alloxan induction method. Overall, the sungkai plant exhibits various pharmacological activities, suggesting its potential as an herbal medicine for treating various diseases.
Exploring the α-Amylase Inhibitory Potential of Peronema canescens Jack: An In Vitro and In Silico Study Rahardhian, Muhammad Ryan Radix; Aryanti, Ninda; Susilawati, Yasmiwar; Sumiwi, Sri Adi; Putri, Chintiana Nindya; Ramonah, Dewi; Suharsanti, Ririn
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.3.712-726

Abstract

Hyperglycemia in individuals with type 2 diabetes mellitus is primarily driven by the rapid hydrolysis of starch by the enzyme α-amylase in the pancreas and the breakdown of oligosaccharides by α-glucosidase in the intestine. Peronema canescens Jack. (PC) has shown promise as a potential antidiabetic agent. This study aimed to evaluate the total flavonoid, phenolic, and α-amylase inhibitory activity of extracts and fractions derived from PC leaves using both in vitro and in silico approaches. The ethanol extract of PC leaves was fractionated through liquid-liquid extraction using n-hexane, ethyl acetate, and water as solvents. Preliminary phytochemical screening of the extracts and fractions identified the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids/triterpenoids. The n-hexane fraction exhibited the highest total flavonoid content, averaging 203.37±4.38 mg QE/gram, while the ethyl acetate fraction demonstrated the highest total phenolic content, averaging 147.04±0.79 mg GAE/gram. Furthermore, the ethyl acetate fraction showed the strongest α-amylase inhibitory activity, with an average inhibition rate of 70.38±1.26%. In silico analysis, combined with GC-MS identification, suggested that three compounds, bis(2-ethylhexyl) phthalate, myristyl oleate, and 14 beta H-pregna may contribute to the observed α-amylase inhibitory activity. These findings highlight the potential of PC as a source of natural antidiabetic agents.
Effects of pH on the Stability of Monascus purpureus Red Yeast IR-64 Rice (MpRYR) Extract Shaleha, Resha Resmawati; Yuliana, Anna; amin, Saeful; Sumiwi, Sri Adi; Levita, Jutti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i2.59599

Abstract

Monascus purpureus red yeast rice (MpRYR), popularly known as angkak, is a Chinese fermented rice health product. The red pigments and monacolin K contained in MpRYR are sensitive to various factors, including acidity, temperature, oxidation, and light; thus, MpRYR is unstable and susceptible to damage during storage and processing. It was reported that monacolin K in red yeast rice solution was easily degraded under thermal treatment at 85–121°C, and the absorbance of MpRYR extract increased at an alkaline pH. This work aimed to study the effects of pH on the stability of pigment extract  MpRYR. MPRYR was purchased from Raja Godhong herbal supplier and extracted with 70% ethanol for 3 × 24 h. The resulting MpRYR extracts were subjected to various pH conditions, and the pH and absorbance were measured, and the degradation rate of MpRYR extracts was calculated. The initial pH of MpRYR extract is 5.75, which increased to 5.97 (+3.82%) at 3 h. The MpRYR extract was more stable in an acidic medium with a degradation rate of 3.80% at 3 h. Research results suggest that acidic conditions are preferable for storing and formulating MpRYR-based products to preserve their functional efficacy.
Penghambat Reseptor Angiotensin Neprilysin (ARNi): Artikel Tinjauan Pangestu, Lauren; Yohanes, David Christianto; Sumiwi, Sri Adi
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.3.54718

Abstract

Angiotensin receptor neprilysin inhibitor (ARNi) saat ini digunakan untuk pengobatan gagal jantung dengan penurunan fraksi ejeksi (HFrEF). Selain gagal jantung, obat golongan ARNi telah banyak diteliti potensinya untuk menangani berbagai kondisi penyakit. Sacubitril/valsartan merupakan obat golongan ARNi pertama yang disetujui oleh FDA. Penelitian ini adalah studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan jurnal ilmiah menggunakan kata kunci “angiotensin receptor-neprilysin inhibitor (ARNi)”, “sacubitril/valsartan”, “heart failure”, “hypertension” menggunakan mesin pencarian Google Scholar dan PubMed dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Hasil yang diperoleh yaitu kombinasi mekanisme kerja dari obat ini telah menunjukkan manfaat klinis yang signifikan dalam pengobatan berbagai penyakit kardiovaskular. Studi klinis menunjukkan efikasi ARNi dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan HFrEF, serta berpotensi untuk menangani berbagai kondisi kardiovaskular lainnya seperti hipertensi, infark miokardium, dan aritmia. Namun, beberapa efek samping seperti hipotensi, hiperkalemia, dan angioedema mungkin dapat terjadi sehingga dalam pemberian obat ARNi diperlukan pertimbangan berdasarkan karakteristik pasien dan faktor risiko yang terkait, serta pemantauan selama pengobatan.
REVIEW ARTIKEL: EVALUASI STRATEGI TAPERING OFF PADA PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID JANGKA PANJANG Darmawan, Michelle; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i1.62191

Abstract

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dalam penatalaksanaan berbagai kondisi medis seringkali diperlukan, namun berhubungan dengan efek samping serius. Oleh karena itu, strategi tapering off menjadi sangat penting untuk diterapkan. Review artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai strategi tapering off kortikosteroid yang telah diteliti serta implikasi klinisnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect selama 10 tahun terkahir. Studi yang diulas mengungkap bahwa keberhasilan tapering off sangat bergantung pada pendekatan yang dipersonalisasi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis, tingkat keparahan penyakit, respons individu terhadap terapi, dan risiko kekambuhan. Temuan menunjukkan bahwa penghentian mendadak pada dosis kortikosteroid yang tinggi dapat memicu relapse dan perburukan kondisi, sementara penggunaan agen steroid-sparing sebagai bagian dari strategi tapering off dapat mengurangi kebutuhan kortikosteroid dan efek sampingnya. Implikasi klinis dari review ini menekankan pentingnya pemantauan ketat dan penyesuaian dosis secara bertahap untuk mengoptimalkan outcome terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Co-Authors Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi Ai Hertati Ai Hertati, Ai Ajeng Diantini, Ajeng Aliya Nur Hasanah Ameilia Ameilia Ami Tjitraresmi, Ami Anas Subarnas Andi Tenri Kawareng Anna Yuliana, Anna Anni Anggraeni Anni Anggraeni, Anni Anni Aoggraeoi" Apriali, Kirka Dwi Aryanti, Ninda Asman Sadino Azzahra, Nabila Putri Clara Sunardi Clara Sunardi Clara Sunardi Dani Sujana Darmawan, Michelle Darwati Darwati Darwati Darwati Darwati, Darwati Eli Halimah, Eli Ellin Febrina Fahriza Ardiansyah FAUZI, DIANE FITRI NURJANAH Gofarana Wilar Hadi Kuncoro Hartono, Ayu Previani Hazna Putri Salsabilla Hendrayana, Jemmy Hendrayana, Jemmy Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Iis Leniawati Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Istiqomah, Aulia Nurfazri Izzatul Khoirunnisa Jennifer Kolina Julisiana Sanggelorang Jutti Levita Kana Lina Sinaga KHOIRINA NUR SA'IDAH Kokom, Asep Kolina, Jennifer Kusuma, Winny Lutfi Sulaiman MANUELA GLENATALIE PAKPAHAN Mardhiani, Yanni Dhiani Maria Ulfah Marline Abdassah Bratadiredja Marline Abdassah, Marline MEGANTARA, SANDRA Mochamad Rizal Moelyono, M W Moelyono, M W Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Ryan Radix Rahardhian Muhammad Ryan Radix Rahardhian Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nisa Masyitah NUR RAMADHANI MAUNG MANURUNG Nurfadillah, Nisrina Nurike Susendi Nyi Mekar Saptarini Okta Nama Putra Pangestu, Lauren PERTIWI, INTAN Putri Anggreini Putri, Chintiana Nindya Rahadianti Khofii Suwanditya Ramadaini, Tiara Ramonah, Dewi Renny Amelia Resha Resmawati Shaleha Riezki Amalia Rini Hendriani Ririn Suharsanti, Ririn Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Ronny Lesmana Saeful Amin, Saeful SAFIRA ANNISSA Sari Sumarni Shaleha, Resha Resmawati Siti Saleha Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Supriyatna Supriyatna Susilawati, Elis Susilawati, Yasminwar Suwandi, Deden Winda Taofik Rusdiana TIANA MILANDA Tina Rostinawati WAHYU EKA SAPUTRI Winny Kusuma Yasmiwar Susilawati Yoga Windhu Wardhana Yohanes, David Christianto Yoppi Iskandar Yuli Andriani Yunita .