Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK MB-SYSTEM DAN CARIS HIPS AND SIPS BERDASARKAN STANDAR S-44 IHO 2008 Sendy Brammadi; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono; Imam Mudita
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.808 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengolahan data multibeam echosounder memiliki proses yang kompleks karena memerlukan beberapa koreksi untuk mendapatkan nilai kedalaman yang akurat, selain itu perangkat lunak yang digunakan untuk pemrosesan data multibeam memiliki harga lisensi yang mahal. MB-System sebagai perangkat lunak pengolah data multibeam berbasis open source dapat menjadi alternatif bagi yang mengalami kendala dalam memperoleh lisensi perangkat lunak berbayar seperti Caris HIPS and SIPS. Setiap perangkat lunak memiliki prosedur, kemampuan dan keterbatasan masing-masing, sehingga perlu dikaji perbandingan proses pengolahan data, visualisasi hasil setelah pemrosesan serta ketelitian yang dihasilkan dari pemrosesan menggunakan kedua perangkat lunak tersebut.Proses pengolahan data multibeam echosounder menggunakan perangkat lunak MB-System dan Caris HIPS and SIPS, hasil pengolahan menghasilkan titik kedalaman terkoreksi. Titik kedalaman selanjutnya divisualkan ke dalam model permukaan 2D menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan model 3D menggunakan perangkat lunak Surfer. Titik kedalaman hasil pengolahan dilakukan uji ketelitian berdasarkan standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2 untuk mengetahui kualitas data multibeam dan uji statistik menggunakan uji-Z untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kedua data hasil pengolahan.Dari pengolahan data multibeam menggunakan MB-System dan Caris HIPS and SIPS secara visual tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Ketelitian hasil pengolahan data multibeam menggunakan kedua perangkat lunak berada di dalam batas toleransi yang mengacu pada standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2. Nilai kedalaman hasil pengolahan secara numerik memiliki perbedaan pada titik yang sama, namun secara statistik menggunakan uji-Z dengan tingkat kepercayaan 95% didapat nilai Z0 sebesar 0,099611 yang berarti nilai kedalaman hasil pengolahan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga kedua model permukaan tersebut dianggap telah mewakili kondisi permukaan dasar laut yang sebenarnya. Kedua perangkat lunak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Caris HIPS and SIPS memiliki tampilan antarmuka yang profesional serta mudah digunakan, sedangkan MB-System memiliki fitur untuk menyajikan peta batimetri hasil pengolahan data multibeam serta kebebasan untuk menggunakan.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG METODE SURVEI GNSS TAHUN 2019 Lisa Nur Nur Istiqomah; L.M Sabri; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.32 KB)

Abstract

ABSTRAKPenurunan muka tanah (land subsidence) telah banyak terjadi di berbagai kota termasuk Kota Semarang. Kota Semarang merupakan kota yang mempunyai peran penting yaitu sebagai ibukota yang menjadi pusat pembangunan, pemerinahan, perekonomian di provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Semarang dengan melakukan survei menggunakan metode pengamatan GNSS. Penurunan tanah adalah salah satu fenomena deformasi permukaan bumi secara vertikal di samping terjadi fenomena uplift. Penurunan tanah dapat berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga jika terjadi terus menerus, daerah yang mengalami penurunan tanah akan mengalami dari penurunan itu sendiri, sedangkan penurunan tanah itu sendiri tidak merata di setiap daerah. Penelitian ini memanfaatkan patok-patok pengamatan yang berada di sekitar objek penelitian. Pengamatan GNSS ini dilakukan dengan metode statik selama kurang lebih 6 jam di 9 titik di Kota Semarang. Nilai penurunan muka tanah diperoleh dengan pengolahan data survei tahun 2018 dan tahun 2019 metode survei GNSS yang diolah menggunakan perangkat lunak ilmiah GAMIT yang titik pengamatnnya diikatkan dengan 5 stasiun CORS. Nilai laju penurunan muka tanah yang paling besar terdapat pada titik B061 sebesar 7,796 cm/tahun dan yang paling kecil yaitu titik T447 sebesar 1,795 cm/tahun. Kata Kunci : Semarang, Penurunan Muka Tanah, GNSS, GAMIT   ABSTRACTLand subsidence has occurred in many cities including Semarang City. Semarang City is a city that has an important role, namely as the capital which is the center of development, government and economy in the province of Central Java. This study aims to determine how much land subsidence occurred in the city of Semarang by conducting a survey using the GNSS observation method. Land subsidence is one of the phenomena of vertical surface deformation in addition to the uplift phenomenon. Land subsidence can take place over a long period of time, so that if it occurs continuously, areas that experience land subsidence will experience a decline itself, whereas land subsidence itself is uneven in each region. This study utilizes observational benchmarks that are around the research object. This GNSS observation was carried out by the static method for approximately 6 hours at 9 points in the city of Semarang. Land subsidence value was obtained by processing survey data in 2018 and in 2019 the GNSS survey method which was processed using GAMIT scientific software whose observation points were tied to 5 CORS stations. The highest land subsidence rate is at point B061 of 7,796 cm / year and the smallest point is T447 point of 1,795 cm / year. Keywords: Semarang, Land Subsidence, GNSS, GAMIT
PENENTUAN BATAS DAERAH KECAMATAN TANJUNG REDEB, GUNUNG TABUR, SAMBALIUNG DAN TELUK BAYUR DI KABUPATEN BERAU DENGAN METODE KARTOMETRIK (Studi Kasus : Kawasan Perkotaan Kabupaten Berau) Andika Malik; Bambang Sudarsono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.427 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Berau adalah kabupaten yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan tersebar di beberapa kecamatan yang ada di dalamnya, akan tetapi belum ada garis batas administrasi yang jelas, sehingga sering terjadi masalah dalam penentuan letak dan posisi suatu objek antara kecamatan-kecamatan di Kabupaten BerauDalam penelitian ini dilakukan penentuan garis batas wilayah antara empat kecamatan di kawasan perkotaan Kabupaten Berau menggunakan metode kartometrik dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 76 Tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah. Metode kartometrik adalah penentuan garis batas dan pilar batas suatu daerah dengan menggunakan data dari citra satelit. Citra satelit yang digunakan adalah Citra Worldview-2, Ikonos dan Aster GDEM serta data pendukung lainnya seperti Peta RBI, Peta RTRWK dan Peta RDTR Kabupaten Berau.Penelitian ini menghasilkan  batas wilayah di darat dan di sungai. Panjang garis batas di darat diperoleh hasil sepanjang 14.833 meter, yang membatasi 3 batas kecamatan, dan panjang garis batas di sungai diperoleh hasil sepanjang 25.843 meter yang membatasi 4 batas kecamatan. Untuk luas area terjadi perubahan, perubahan tersebut terjadi di 4 kecamatan yang ada di kawasan perkotaan Kabupaten Berau. Pertambahan luas area terjadi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Redeb dan Kecamatan Teluk Bayur, sedangkan Kecamatan Gunung Tabur dan Kecamatan Sambaliung mengalami pengurangan luas area.Kata Kunci : Batas Wilayah, Citra Worldview-2, Citra Ikonos, Kartometrik ABSTRACT Berau is a district that has a wealth of natural resources that are abundant and spread across several subdistricts in it, but there is no clear administration boundary makes frequent occurrence of problems in determining the location and position of an object between sub-districts in Berau.In this research, the determination of the boundaries between the four districts in urban areas in Berau are done by using Kartometrik method with reference to Minister Regulation No. 76 Year 2012 on Guidelines Region Emphasis. Kartometrik method is a method to detemine the boundary line and pillar limits of the area using data from satellite imagery. The Satellite images that were used are WorldView-2 imagery and Ikonos and other supporting data such as RBI maps, RTRWK Maps and RDTR Berau Maps.This thesis resulted in the boundaries line on land and the river. The length of the land boundary obtained is 14 833 meters, which restricting the 3 sub-district boundaries, and the length of the boundary line in the river is 25 843 meters showed that restricting 4 sub-district boundary. There is a change for area wide length, the changes occurred in 4 districts on urban areas in Berau. The increasing area length, occurs in two sub-districts, Tanjung Redeb and Teluk Bayur, while the other sub-district as Gunung Tabur and Sambaliung experienced a reduction of area length. This is because the previous boundary line determination is not done by a professional.Keywords: Borders, WorldView-2 imagery, Ikonos imagery, Kartometrik 
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KABUPATEN CIANJUR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Adri Panjaitan; Bambang Sudarsono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.915 KB)

Abstract

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana, sehingga membuat terjadinya perubahan penggunahan lahan dan akan berpengaruh pada pola ruang. Perubahan penggunaan lahan menyebabkan terjadinya masalah dalam penataan ruangnya, dimana perubahan yang ada belum sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan. Akibat adanya perubahan lahan ini perlu dilakukan pemetaan, dimana proses yang dilakukan yaitu membuat peta penggunaan lahan pada wilayah penelitian  tahun 2011 dan 2017 dengan melakukan digitasi on-screen berdasarkan  interpretasi citra satelit IKONOS dan SPOT 7 yang hasilnya akan dianalisis perubahan dan kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesesuaian antara rencana dengan keadaan yang ada di lapangan sehingga mempermudah dalam melakukan pengawasan dan membuat kebijakan terkait penataan ruang. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan tahun 2011 dan 2017 didapatkan hasil berupa peningkatan dan penurunan luas penggunaan lahan. Luas lahan yang bertambah yaitu hutan konservasi sebesar 14,332 ha (0,04%), hutan produksi sebesar 840,813 ha (2,1%), permukiman pedesaan sebesar 605,858 ha (1,51%), permukiman perkotaan sebesar 172,969 ha  (0,43%) dan  industri sebesar 7,592 ha (0,02%), sedangkan luas lahan yang berkurang yaitu perairan sebesar 4,376 ha (0,01%), perkebunan/tanaman tahunan sebesar 14,582 ha (0,04%), pertanian lahan kering sebesar 1.394,808 ha (3,38%), pertanian lahan basah sebesar 200,4 ha (0,50%) dan sempadan sungai dan danau sebesar 27,399 ha (0,07%). Kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031 pada tahun 2011 sebesar 18.886,975 ha atau 47,072 % sedangkan pada tahun 2017 sebesar 19.183,538 ha atau 47,81 % dari total luas wilayah penelitian, sehingga kesesuaian Penggunaan lahan wilayah penelitian mengalami peningkatan dalam rentang waktu 6 tahun sebesar 296,563 ha atau 0,739 %.
ANALISIS SPASIAL PERKEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN PATI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN MODEL CELLULAR AUTOMATA MARKOV Tristika Putri; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Kabupaten Pati khususnya wilayah sekitar jalan lingkar selatan selatan selatan yang melingkupi 4 Kecamata terjadi perubahan penggunaan lahan akibat aktivitas dan mobilitas masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan infrstruktur yang memadai dalam mendukung produktifitas masyarakat agar terlaksana secara maksimal. Salah satu infrastruktur yang harus diperhatikan adalah infrastruktur jalan lingkar selatan sebagai pendukung perkembangan wilayah. Analisis spasial dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan lahan yang selanjutnya ditinjau kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang ketelitian peta RTRW. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh adanya jalan lingkar selatan terhadap perkembangan wilayah Kabupaten Pati dengan metode CA Markov serta melakukan prediksi kondisi wilayah perkembangan Kabupaten Pati Tahun 2030 dan mengetahui pola perkembangan wilayah Kabupaten Pati dengan Global Moran’s Index. Hasil penelitian berupa analisis kesesuaian prediksi penggunaan lahan Tahun 2030 dengan RTRW dengan katagori sesuai sebesar 21144,98 Ha (95,41%). Persebaran pola perkembangan pola pada prediksi Tahun 2030 sesudah dibangun jalan lingkar selatan membentuk pola clustered di Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Jakenan. Kata Kunci: CA Markov, Global Moran’s Index, Jalan lingkar selatan, Kabupaten Pati, Perkembangan Wilayah, Penggunaan Lahan ABSTRACTIn Pati Regency, especially the area around the southern southern ring road which covers 4 districts, there has been a change in land use due to increasingly complex community activities and mobility requiring adequate infrastructure to support community productivity so that it is carried out optimally. One of the infrastructure that must be considered is the ring road infrastructure to support regional development. Spatial analysis is carried out to identify land changes which are then reviewed for compliance with the Regional Spatial Plan (RTRW) in accordance with Government Regulation Number 8 of 2013 concerning the accuracy of the RTRW map. This study aims to determine the effect of a ring road on the development of Pati Regency with the CA Markov method and to predict the condition of the development area of Pati Regency in 2030 and determine the development pattern of Pati Regency with the Global Moran's Index. The result of the research is the analysis of the suitability of the prediction of land use in 2030 with the RTRW with the appropriate category of 21144,98 Ha (95,41%). The distribution of the pattern development pattern in the 2030 predictions after the construction of the ring road forms a clustered pattern in Margorejo District and Jakenan District. Keywords:  CA Markov, Global Moran’s Index, Pati Regency, Regional Development, Land Use
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN INVENTARIS ASET TANAH DAN BANGUNAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDRAL SUMBER DAYA AIR BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO (Studi Kasus : Kabupaten Wonogiri) Theodorus Satriyo Singgih; Bambang Sudarsono; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.875 KB)

Abstract

ABSTRAK             Kabupaten Wonogiri, secara geografis berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Gajah Mungkur adalah salah satu ikon Kabupaten Wonogiri yang berada dalam tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Bukan hanya Bendungan Gajah Mungkur, kantor-kantor pendukung, gudang alat berat, aset tanah dan bangunan lainnya yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri perlu dipetakan keberadaan lokasi dan kondisinya.            Inventarisasi aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ini dapat dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis merupakan terobosan pemetaan modern. Dengan perkembangan teknologi pemetaan dan teknologi komputer/informatika memungkinkan dibuat sistem informasi persebaran aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan basis SIG.            Dari hasil penelitian dapat diketahui persebaran lokasi aset terdapat pada 5 (lima) kecamatan yang berbeda. Aset tanah dan bangunan yang tersebar tersebut kondisinya dikategorikan dalam 3 (tiga) golongan yaitu baik, rusak ringan dan rusak berat. Sistem informasi Geografis memliki peranan yang penting untuk inventarisasi aset BBWSBS khususnya di Kabupaten Wonogiri dalam menampilkan peta lokasi persebaran aset tanah dan bangunan karena akan mempermudah dalam melakukan analisa kondisi aset dan monitoring.           Kata Kunci : Aset, Bendungan Gajah Mungkur, Inventarisasi, Sistem Informasi Geografis, Monitoring ABSTRACT          Wonogiri District, geographically located in the southeast part of Central Java, had Gajah Mungkur DAM well-known as one of notable icons which was being responsible by Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) under Kementrian Pekerjaan Umum and Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Not only does Gajah Mungkur DAM, the locations and conditions of supported offices, heavy equipment warehouses, field assets, and other buildings are also needed to be mapped.            Inventory of field and building assets of Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo can be conducted by Geographic Information System (GIS). By sophistication of mapping and information technologies, GIS appears as a modern mapping system which is enable to create the distribution of information system.            According to the result, it was known that the distribution of asset location was divided into five districts. Those distributed field and building were categorized into three types; proper, slight broken, and weight broken. GIS has an important roles in order to invest the BBWSBS’ asset particularly in Wonogiri District. It is related to display the location map of field asset’s distribution in order to easily analyze the condition of monitoring and asset. Keywords: Asset, Gajah Mungkur DAM, Inventory, Geographic Information System, Monitoring
ANALISIS PERKEMBANGAN WISATA DI KABUPATEN SEMARANG BERDASARKAN NILAI FREKUENSI KUNJUNGAN DARI TAHUN 2015-2017 DENGAN PENDEKATAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SIG (STUDI KASUS : ELING BENING DAN KAMPOENG RAWA) JACKIE SUPRAWITO NABABAN; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.18 KB)

Abstract

Kabupaten Semarang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan ibukotanya adalah Kota Ungaran. Perkembangan ekonomi di Kabupaten Semarang antara lain ditinjau dengan peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata yang tidak lepas dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Semarang. Sebagai contoh adalah objek wisata Eling Bening dan Kampoeng Rawa yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk menilai dan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang untuk memberikan nilai fungsi ekonomi kawasan dan masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah TCM (Travel Cost Method) untuk menentukan nilai penggunaan langsung (Direct Use Value, DUV) dan CVM (Contingent Valuation Method) untuk menentukan nilai keberadaan (Existence Value, EV). Penarikan sampel (responden) yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik sampling incidental, yang berarti siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Penelitian Eling Bening sebesar 120 responden untuk TCM dan 70 responden untuk CVM, sedangkan Kampoeng Rawa sebesar 60 responden untuk TCM dan CVM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan melakukan perhitungan menggunakan perangkat lunak Maple 20I7 sehingga dapat digunakan untuk pembuatan Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Kemudian dilakukan survei toponimi untuk pembuatan Peta Utilitas dan Peta Persebaran Responden. Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh nilai ekonomi kawasan dengan nilai surplus konsumen Eling Bening sebesar Rp3.717.137,389 dan nilai WTP sebesar Rp100.764 sehingga diperoleh nilai total ekonomi Eling Bening tahun 2017 sebesar Rp790.138.113.900. Dan nilai surplus konsumen Kampoeng Rawa sebesar Rp1.071.502,494 dengan nilai WTP sebesar Rp48.495 sehingga diperoleh nilai ekonomi total Kampoeng Rawa tahun 2017 sebesar Rp340.763.356.490.
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN INDUSTRI DAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP RTRW DI KECAMATAN BAWEN DAN KECAMATAN PRINGAPUS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rika Enjelina Pidu; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.784 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan penduduk di  suatu daerah berdampak pada meningkatnya pembangunan daerah. Oleh karena pembangunan yang pesat maka akan membuat masalah dalam penataan ruang. Semakin banyak lahan yang dibangun maka akan menimbulkan pembangunan yang tidak sesuai dengan RTRW. Salah satu Kecamatan yang kawasan industrinya berkembang pesat yaitu Kecamatan Bawen dan Kecamatan Pringapus yang berada di Kabupaten Semarang. Mendukung perkembangan industri di Kecamatan Bawen dan Kecamatan Pringapus maka dikembangkan beberapa kawasan industri yang cukup banyak seperti industri garmen dan industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kesesuaian antara rencana penggunaan lahan kawasan industri dan lahan terbangun dengan keadaan lapangan. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini adalah peta penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018 dengan melakukan proses digitasi on screen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode overlay intersect untuk medapatkan data informasi perubahan, kesesuaian penggunaan lahan dan kesesuaian perubahan penggunaan lahan terhadap RTRW. Data yang digunakan pada penelitian adalah data  Citra Worldview-3 Tahun 2015 dan Citra SPOT-6 Tahun 2018. Analisis dari interpretasi citra yang hasilnya dianalisis perubahan dan kesesuaian terhadap RTRW. Hasil dari penelitian didapatkan peningkatan dan penurunan luas persebaran penggunaan lahan. Jumlah perubahan penggunaan lahan sebesar 471,678 ha (3,86%). Jumlah perubahan penggunaan lahan yang bertambah ± 181,897 ha (1,93%). Sedangkan jumlah perubahan penggunaan lahan yang berkurang ± 235,839 ha (1,93%). Sementara itu, Kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW pada tahun 2015 sebesar 9.828,567 ha (80,42%) dan pada tahun 2018 sebesar 9.675,471 ha (79,16%) dari luas wilayah penelitian. Selama kurun waktu 3 tahun kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW terjadi penurunan sebesar 153,096 ha (1,26%). Kata Kunci: Analisis Kesesuaian , Penggunaan Lahan, RTRW, SIG. ABSTRACTThe development of population in an area has an impact on increasing regional development. The impact of the rapid development will create problems in spatial planning. The more land that is developed, it will lead to incompatibility development that is not in accordance with the RTRW. One of the subdistricts that rapidly growing is Bawen and Pringapus Districts in Semarang regency. Several industrial estates have been developed, such as the garment and textile industry to support industrial development in Bawen and Pringapus District. This study aims to analyze how the suitability of industrial estate land use plans with built up land with field conditions. The process carried out in this research is the land use maps in 2015 and 2018 by digitizing on screen. The method used in this study is the intersect overlay method to obtain information on changes in data, the suitability of land use and land use change with RTRW. The data used in the study are the 2015 Worldview Image 2 and 2018 SPOT-6 Image. Analysis of the image interpretation whose results are analyzed changes and conformity to the RTRW. The results of the study found an increasing and decreasing in the spread of land use. Total land use change was 471,678 ha (3.86%). The number of changes in land use increased ± 181,897ha (1.93%). While the number of changes in land use is reduced ± 235,839 ha (1.93%). Meanwhile, the suitability of land use to the RTRW in 2015 amounted to 9.828,567 ha (80,42%) and in 2018 amounted to 9.675,471 ha (79,16%) of the area of the study area. Over this 3 years period, the suitability of land use to the RTRW decreased by 153.096 ha (1.26%).  Keywords: Suitability Analysis, Land Use, RTRW, GIS.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Sylvia Tri Yuliani; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.681 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah hingga kini masih mempertahankan keberadaan pasar tradisional ditengah pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat. Penyediaan informasi mengenai pasar tradisional kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting guna menyosialisasikan keberadaan pasar-pasar beserta informasi didalamnya. Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) pasar tradisional di kota Semarang berbasis web.                WebGIS adalah aplikasi sistem informasi geografis yang dapat diakses secara online melalui website. Pembuatan aplikasi ini memanfaatkan software XAMPP sebagai localhost, Dreamweaver dan Notepad++ untuk membuat desain website serta proses coding. Google Maps sebagai peta online yang menampilkan lokasi pasar-pasar.                Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG untuk pemetaan pasar tradisional di kota Semarang berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat secara online. Aplikasi ini juga menampilkan fitur rute terdekat serta fitur pencarian pasar terdekat sehingga kebutuhan informasi untuk setiap pengguna dapat terpenuhi.  Kata kunci : Pasar Tradisional, Semarang, WebGIS, Google Maps  ABSTRACT                 Traditional market is a market that has important role to promoting economic growth in Indonesia. It has a natural competitive advantage. Semarang city as the capital of Central Java is still maintaining the traditional markets while the modern market is rapidly increasing. Provision of information about traditional markets becomes very important to socialize its location and information to the public. This study attempt to create an application of Geographic Information System (GIS) web based about traditional market in Semarang.                WebGIS is a geographic information system applications that can be accessed online through the website. This application using the software XAMPP as localhost, Dreamweaver and Notepad ++ to create a website design and coding process. Google Maps as an online map that displays the location of markets.                 The final result of this research is the application of GISbased web for mapping the traditional market in the city of Semarang that is accessible to the public by online. This application also features by the location of market routes nearby to provide an information for public as well as their needs. Keyword : Traditional Market, Semarang, WebGIS, Google Maps *) Penulis, Penanggung Jawab
PERHITUNGAN DEFORMASI GEMPA KEBUMEN 2014 DENGAN DATA CORS GNSS DI WILAYAH PANTAI SELATAN JAWA TENGAH Budi Prayitno; Moehammad Awaluddin; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.696 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada tanggal  25 Januari 2014 terjadi gempa bumi pada pukul 12:14:18 WIB dengan momen magnituda (Mw) 6,1 dengan kedalaman 66 km yang berpusat di 7,986°LS 109,265°BT atau 38 Km arah Selatan-Tenggara dari Adipala, Jawa Tengah. Guncangan gempa ini dirasakan di lima provinsi di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Guncangan terkuat dirasakan di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian mendalam perhitungan Deformasi Gempa Kebumen 2014 dengan data CORS GNSS di wilayah pantai selatan Jawa Tengah, untuk mengetahui nilai dan arah vektor pergeseran deformasi akibat gempa Kebumen ini.Penelitian ini menggunakan data pengamatan empat stasiun CORS GNSS (CCLP. CPBL, CKBM, CMGL) dengan data pengamatan tahun 2013, 2014 dan 2015. Titik IGS yang digunakan yaitu BAKO, PIMO, COCO, DARW. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT.Penelitian ini menghasilkan nilai velocity rate sebelum maupun setelah gempa Kebumen 2014 dan nilai pergeseran akibat gempa beserta arah vektornya. Vektor kecepatan pergeseran horizontal sebelum gempa mengarah ke tenggara, dengan nilai kecepatan rata-rata Vhor = -0,0282 ± 0,0057 m/tahun. Vektor kecepatan pergeseran horizontal setelah gempa mengarah ke tenggara, dengan nilai kecepatan rata-rata Vhor = -0,0281 ± 0,0063 m/tahun. Vektor pergeseran horizontal akibat terjadinya gempa mengarah ke tenggara, dengan nilai pergeseran rata-rata dhor = -0,0063 ± 0,0035 m/tahun. Kata Kunci : GAMIT, Kecepatan Pergeseran, Pergeseran, Stasiun CORS GNSS ABSTRACT On January 25, 2014 earthquake occurred at 12:14:18 AM with a moment magnitude (Mw) 6.1 with a depth of 66 km centered at 7,986 ° S 109,265 ° E or 38 Km South-East of Adipala, Central Java. The quake was felt in five provinces in Java, namely Jakarta, West Java, Central Java, East Java, and Yogyakarta. The strongest shaking was felt in Cilacap and Kebumen. Therefore, in-depth research conducted this calculation Earthquake Deformation Kebumen GNSS CORS 2014, with the data on the southern coast of Central Java, to determine the value and direction of the vector shift of the deformation caused by the earthquake this Kebumen.This study uses observational data four GNSS CORS station (CCLP, CPBL, CKBM, CMGL) with observational data in 2013, 2014 and 2015. The point IGS used are BAKO, PIMO, COCO, DARW. Processing data using GAMIT scientific software.This research resulted in the value of velocity rate before and after the earthquake Kebumen 2014 and the value displacement caused by the earthquake and its direction vector. Horizontal velocity rate vector before the earthquake towards southeast, with an average speed Vhor = -0.0282 ± 0.0057 m / year. Horizontal velocity rate vector after the earthquake towards southeast, with an average speed Vhor = -0.028064 ± 0.0063 m / year. Horizontal displacement vector due to the occurrence of the earthquake towards southeast, with an average shift value dhor = -0.0063 ± 0.0035 m / year. Keywords : CORS GNSS Station, Displacement, GAMIT, Velocity Rate  *) Penulis, Penanggungjawab
Co-Authors . Widayat Abdi Sukmono, Abdi Adi Nur Ikhsan Adirama, Alfian Zamzami Adnan Khairi Adri Panjaitan Agree Isnasatrianto Ahmad Rizki, Ahmad Ajeng Dwi Maturinsih Aji Apri Setiawan Alfajrin, Achmad Chalid Alif Afif Alfin Nandaru Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Amalia Tyo, Almaas Zain Andika Malik Andri Suprayogi Annisa Usolikhah Archita Permata Santynawan Arga Fondra Oksaping Arief Ghozali, Fanani Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arliandy Pratama Arliandy Pratama Aruma Hartri Arwan Putra Wijaya Aryawan, Adi Asti Mulasari, Surahma Atriyon Julzarika Aulia Imania Sukma Aulia Rizky Auliya Azfin, Tazkiya Awwaluddin, Moehammad Ayu Nur Safi'i Aziz Anjar Santoso Bagas S, Naldius Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Benita Roseana Bledug Kusuma Budi Prayitno Camelia, Nabila Putri David Beta Putra DEDI SETYAWAN Diana, Riska Dina Puspitasari, Arianti Dina Wahyuningsih Dinda Anisa Anggraini Dini Ramanda Putri Dody Hartanto Dwi Yulinanda Pratiwi Dwiputra, Mohammad Ashari Dyah Widyaningrum Ega Siva Bellamy Eko Susanto Elsa Regina Rizkitasari Enersia Ihda K. U Fadlil Zen, Alif Ahmad Faidal, Faidal Faiz Mubina, Muhammad Faizal Hafidz Muslim Fajar Rudi Purwoko Fajri Ramadhan Fanani Arif Ghozali Fathul Qodir, Fathul Fatwa Tentama Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fetra Kristina Harianja Fistcar, Wawarisa Alnu Fitriani Mutmainah, Nur Galih Rakapuri Ghozali, Fanani Arief Gita Amalia Sindhu P. Guntur Bagus Pamungkas Habiburrahman, Nawal Hadi Winoto Hamdani Hamdani Hamid Nasrullah Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian HARDIAN ASTIANINGRUM Hasanah, Enung Hasbie Rachmat Bachtiar Herlambang, Andy Rahmadi Herman Yuliansyah, Herman Herminarto Sofyan Hidayati, Dian Hidayatun Nafi'ah, Hilda Hisni Theresia Br Sinuraya Imam Mudita Indramayanti, Vivi Silvi Indriyanto, Ignatius Wahyu Iqbal Risfianda Arraihan Irfan Yunianto Ita Asriani Izzakah, Ita Izzati, Elsarina Nur JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jamal Jamal Jiyah Jiyah Jolangga Agung Budiman Juwita, Okky Syahfira Kartiko Ardhi Widananto Khoirul Isnaini Aulia Kurniawan, Moh. Zaki Laode M Sabri Lisa Nur Nur Istiqomah Listyaningrum, Prabandari Lukman Jundi Fakhri Islam machmudah, Naili Maschoer, Maschoer Ma’ruf, Anang Mega Dwijayanti Meita Arddinatarta Mhd Muhajir Hasibuan Michel Christiansen Sipayung Miftakhul ‘Ulya Rimadhani Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moh. Toifur MOHAMMAD YUSUP LUTFI Mualif Marbawi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Arizar Hidayat Muhammad Asadullah Al Fathin Muhammad Fadhli Auliarahman Muhammad Haris Febriansya Mutmainah, Nur Fitri Muttaqin, Fardian Imam Nafiati, Lu'lu' Nafiati, Lu’lu’ Nainggolan, Paolo M. Nizma Humaidah Nur Aris Adi Nugroho Nur Rizal Adhi Nugroho Nur Wahidah Sudarsono, Nur Wahidah Nurhadi Bashit Nurul Huda Oki Samuel Damanik Okimustava Okimustava Panusunan Nauli Siregar Patriot Ginanjar Satriya Permana, Rizki Dimas Pratama, Wegig Pratiwi Purba, Eleven Eleven Priyanta Priyanta, Priyanta Purnomo, Ajis Putri Ardianti Kinasih Putri, Erni Dwi Hapsari R. Hafid Hardyanto, Settings Rahmawati, Rahmawati Raka Angga Prawira Rama Aditya Wiwaha Restu Fadilla Rianingsih, Firma Ridho Alfirdaus Rika Enjelina Pidu Riski Kadriansari Riski, Fildzatu Rizki Fadillah Rizki Widya Rasyid Rosyidin, Imam Rudi Cahyono Putro S Anugrahini Irawati Sanches Budhi Waluyo sari, nurika arum Sari, Putri Regita Permata Sasongko Adhi Sawitri Subiyanto Sendy Brammadi Setiabudi, Hino Setyanto, Barry Nur Shindy Mariska Zulkarnain Siti Fathimah Siti Haeriah Sonny Mawardi Sri Wahyuni Subardjo Subardjo, Subardjo Sulistyawati Sulistyawati Surahma Asti Mulasari Surbakti, Christman Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suyatno Suyatno Syafiri Krisna Murti Syamsuddin, Arief Sylvia Tri Yuliani Theodorus Satriyo Singgih Thomas Sukardi Tika Christy Novianty Tito Wisnu Pramono Aji Tjiong Susilo Dinoto Togi Pardo Siagian Tri Rahmawati Winda Kusuma Tri Wahyuni Sukesi Tristika Putri Tristika Putri Try Jokosantoso Tsana’a Alifia Nauthika Ummi Athiyyah Yuniarti Vinsensia Hutagaol Virgus - Arisondang Virgus Arisondang Virgus Arisondang Wahyuddin, Yasser Wahyuni Sukesi, Tri Wicke Widyanti Santosa Wijayanti Hutomo Putri Windarta, Jaka Wirayudha Pramana Bhakti Witjaya, Oka Rani Yahya Hanafi Yasser Wahyuddin Yogi Wahyu Aji Yovi Adyuta Isdiantoro Yudo Prasetyo Yusratul Aini Zamili, Abdi Oktarian