Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN WAWASAN KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI PENDIDIKAN Wildan Zulkarnain; Sunarni Sunarni; Burhanuddin Burhanuddin
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v1i12017p94-101

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan kompetensi kepemimpinan di sekolah dasar; (2) bertambahnya wawasan terbaru dari hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan pendidikan; (3) mengetahui gaya dan tipe kepemimpinan; dan (4) bertambahnya wawasan terbaru dari hasil penelitian tentang budaya organisasi. Metode yang digunakan adalah seminar dan workshop. Hasilnya bahwa ada peningkatan kompetensi dan wawasan kepemimpinan dan budaya organisasi serta terdeteksinya gaya dan tipe kepemimpinan pendidikan.
Penguatan Kemampuan Guru dalam Pembuatan Bahan Ajar Digital dan Asesmen Pembelajaran melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Wildan Zulkarnain; Dedi Prestiadi; Ahmad Nurabadi; Sunarni; Asri Masytho; Endra Ubaidillah; Rika Oktavia Saptiningtyas; Septiani Cahyaning Putri; Olivia Vieca Arrahmah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p20-28

Abstract

Guru merupakan ujung tombak sebuah perubahan. Gurulah yang langsung berhadapan dengan siswa di sekolah. Saat ini guru diharuskan untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar digital dan asesmen pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah guru di SD Ummu Aiman Lawang Jawa Timur, dapat menyusun bahan ajar dan asesmen pembelajaran sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu tahap pendahuluan, kegiatan pelatihan dan evaluasi serta tindak lanjut. Pada pelatihan ini diadakan pre-test dan post-test. Hasilnya dari analisis deskriptif untuk rata-rata pre-test 86,17 sedangkan post-test 90.43 naik 4,26. Nilai pre-test nilai minimum 50 sedangkan maksimal 100. Nilai post-test nilai minimum 60 dan nilai maksimal 100. Hasil uji beda antara pre-test dan post-test yaitu ada perbedaan antara pre-test dan post-test. Tidak ada perbedaan pre-test berdasarkan jenis kelamin. Ada perbedaan post-test berdasarkan status.
Penguatan Literasi Digital Berbasis Etika Digital sebagai Strategi Preventif Pencegahan Cyberbullying pada Peserta Didik SMP Unggulan Roudlotussaidin Brigittha Annebel Putri Rachael Simatupang; Sunarni
Innovative Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2026): Innovative Journal of Community Engagement
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/ijce.v2i2.43

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan peserta didik, namun di sisi lain juga memperbesar risiko munculnya perilaku tidak etis di ruang digital, termasuk cyberbullying. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan etika digital sebagai bekal bagi peserta didik agar mampu memanfaatkan media digital secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai etika digital sebagai upaya preventif terhadap cyberbullying melalui sosialisasi literasi digital di SMP Unggulan Roudlotussaidin, Kabupaten Malang. Program dilaksanakan dalam rangka UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Universitas Negeri Malang dengan melibatkan 31 peserta didik kelas VI, VII, dan VIII. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyampaian materi dilakukan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, tanya jawab, serta pre-test dan post-test sebagai instrumen evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 29 peserta menyelesaikan kedua instrumen penilaian, dengan 72,4% peserta mengalami peningkatan skor setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata skor meningkat dari 42,9% pada pre-test menjadi 56,8% pada post-test. Selain peningkatan pengetahuan, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai etika bermedia sosial, perlindungan data pribadi, identifikasi informasi hoaks, serta pentingnya membangun interaksi digital yang menghargai orang lain sebagai langkah pencegahan cyberbullying. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital yang menitikberatkan pada penguatan etika digital mampu meningkatkan kesadaran peserta didik dalam berperilaku secara aman, bertanggung jawab, dan beretika di ruang digital. Program ini berpotensi menjadi model edukasi preventif yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Efektivitas Program Edukasi Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial dalam Meningkatkan Kompetensi Digital Peserta Didik SMP Unggulan Roudlotussaidin Fredy Umbu Maramba Hawu; Sunarni
Innovative Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 3 (2026): Innovative Journal of Community Engagement
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/ijce.v2i3.42

Abstract

The rapid advancement of digital technology requires students to develop digital literacy competencies to navigate various challenges in the digital environment, including misinformation, cyberbullying, online scams, and unethical social media practices. This article aims to describe and evaluate the effectiveness of the Digital Literacy and Responsible Social Media Awareness Program implemented as part of the Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) community engagement program at SMP Unggulan Roudlotussaidin, Pandansari Lor Village, Jabung District, Malang Regency, Indonesia. The program employed a participatory educational approach consisting of a pre-test, interactive learning sessions, group discussions, ice-breaking activities, and a post-test. The activity involved 31 students, while data analysis was conducted on 29 participants with complete pre-test and post-test records. Descriptive statistical analysis was used to compare participants' scores before and after the intervention. The findings indicate an improvement in the average score from 43.9% in the pre-test to 56.9% in the post-test, with 21 students (72.4%) demonstrating improved performance. These results suggest that the participatory educational approach effectively enhanced students' understanding of digital literacy, responsible social media use, and digital safety. Therefore, similar programs are recommended to be implemented on a sustained basis with longer instructional duration and learning materials tailored to students' educational levels and needs.
Co-Authors Aan Fardani Ubaidillah Achmad Supriyanto Ainil Mardiah Ali Imron Ali Imron Alma Bethris Kusvitaningrum Alma Bethris Kusvitaningrum Alma Bethris Kusvitaningrum Anisa Kurnia Lestari Annisa Paquita RF Argadinata, Hasan Asep Sunandar Asri Masytho Athalla Nauval Bhayangkara Ayu Rizky Amalia Agustina Bako, Rahab M. Bambang Budi Wiyono Brigittha Annebel Putri Rachael Simatupang Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Catur Nur Cahyaning Catur Nur Cahyaning Dedi Prestiadi Della Nadhia Agustina Desi Eri Kusumaningrum Dita Andriani Djum Djum Noor Benty Endra Ubaidillah Fachry Abda El Rahman Firda Dwi Pratiwi Firda Rizkita Nanda Firda Rizkita Nanda Fredy Umbu Maramba Hawu Gusti Ayu Larasati Nur Rohma Hallatu, Trinovianto G.R Ibrahim Bafadal Ilham Mayudho Imam Gunawan, Imam Imron Arifin Indria Pramesti, Fauziah Ivylentine Datu Palittin Johni Eka Putra Juharyanto Juharyanto Khoirul Roziqin Linda Afriani Maisyaroh Maulana Amirul Adha Maulidya, Alifia Arif Mohammad Gifari Sono Mokhamad Zulfikar Lutfi Mufti Nawang Prastiko Nabila Shofana Nainggolan, Herrio Tekdi Ni Nyoman Rediani, Nia Rifanda Putri Nurabadi, Ahmad Nurul Mustabsyiroh Nurul Ulfatin Oktarina Tissia Kristi Olivia Vieca Arrahmah Primi Rohimi Raden Bambang Sumarsono Raharja, Reza Mauldy Rani Suryani Retnaningtyas, Hanova Rani E. Ridwan Ali Rika Oktavia Saptiningtyas Rizal R. Manullang Rohmah Qoirun Nisak Rohmah Qoirun Nisak Rosa Safianti Rosida Kerin Meirani Ruki Ambar Arum Rusma Indri Octaviani Sasi Maulina Selly Anggraita Septiani Cahyaning Putri Septiani Eka Safitri Silvi Diah Savitri Silvia Annabila Sultoni Sultoni Sunarni Sunarni suparni SUTRISNO Vinsensius Rixnaldi Masut Wajihatul Aniqoh Wildan Zulkarnain, Wildan Wulan Roudhotul Nasikhah Wulan Roudhotul Nasikhah Yanti Budiasih Yus Witdarko, Yus Yusuf Sobri, Ahmad